Articles
Implementasi Mobilisasi Dini terhadap Penurunan Skala Nyeri pada Pasien Post Sectio Caesarea dengan Spinal Anestesi
Tabanci, Ferlisan;
Novitasari, Dwi;
Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 4 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2023
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v5i4.2280
Penggunaan sectio caesarea terus meningkat di seluruh dunia sebanyak 21% dari seluruh persalinan. Pasien pasca sectio caesarea akan merasakan nyeri ketika efek obat anestesinya telah hilang. Penatalaksanaan yang bisa dilakukan adalah terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Mobilisasi dini merupakan salah satu bagian yang berpengaruh pada fungsi fisiologis karena hal itu penting dalam mempertahankan kemandirian. Tujuan untuk membantu mengurangi nyeri pada pasien post sectio caesarea dengan mobilisasi dini. Metode PkM dilakukan dari mengukur skala nyeri peserta terlebih dahulu, melakukan mobilisasi dini 8 jam, 24 jam dan 48 jam serta mengukur kembali skala nyeri peserta. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan membandingkan skala nyeri sebelum dan sesudah melakukan mobilisasi dini menggunakan numeric rating scale (NRS). Peserta kegiatan PkM ini merupakan pasien post sectio caesarea yang berjumlah 30 peserta. Rata-rata penurunan skala nyeri peserta PkM sesudah melakukan mobilisasi dini yaitu pada 8 jam 1,2 nilai standar deviasi 484, 24 jam 1,06 nilai standar deviasi 254 dan pada 48 jam 1,14 nilai standar deviasi 346. Terjadi penurunan skala nyeri paling besar pada mobilisasi dini 8 jam post sectio caesarea yaitu sebesar 1,2 serta 14 peserta (46,7%) mengalami penurunan skala nyeri dari kategori nyeri berat menjadi kategori nyeri sedang setelah melakukan mobilisasi dini 8 jam post sectio caesarea.
Implementasi Teknik Penurunan Nyeri Menggunakan Metode Kompres Hangat pada Pasien Post Sectio Caesarea dengan Spinal Anestesi
Agustari, Fadilla;
Novitasari, Dwi;
Sebayang, Septian Mixrova
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 4 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2023
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v5i4.2281
Persalinan merupakan suatu proses pengeluaran janin melalui rahim yang bisa dijalankan melalui dua cara yaitu persalinan secara normal (lahir melalui vagina) dan juga persalinan abnormal dengan tindakan sectio caesarea. Sebelum dilakukannya pembedahan dilakukannya pemberian anestesi spinal. Masalah umum yang biasa terjadi pada tindakan pembedahan yaitu rasa nyeri. Nyeri adalah sensasi dan perasaan yang tidak nyaman secara sensori maupun emosional yang timbul akibat kerusakan aktual atau potensial pada jaringan tubuh. Salah satu tindakan non farmakologi yang dapat dilakukan adalah menggunakan kompres hangat. Tujuan dilakukannya program ini untuk membantu penurunan skala nyeri pada ibu hamil yang telah menjalani sectio caesarea. Program ini dilakukan dengan mengimplementasikan kompres hangat durasi 15-20 menit yang dilakukan 6 jam setelah operasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan di ruang Teratai RSUD Hj. Anna Lasmanah. Jumlah peserta pengabdian kepada Masyarakat sebanyak 30 peserta terhadap pasien post sectio caesarea. Penilaian dan pengukuran nyeri dilakukan sebelum serta setelah penerapan kompres hangat dengan menggunakan Skala Penilaian Numerik (NRS) Berdasarkan hasil implementasi kompres hangat dapat menurunkan nyeri dengan skala nyeri sebelum 7,46 dengan nilai standar deviasi 0,91 dan skala nyeri sesudah 5,03 dengan standar deviasi 1,28 dengan penurunan rata-rata yaitu 2,43. Kegiatan PkM menghasilkan luaran publikai jurnal ilmiah dan buku saku. Hasil kegiatan dapat diterbitkan pada Jurnal Ilmiah berkala.
Implementasi Relaksasi Benson untuk Penurunan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Sectio Caesarea dengan Spinal Anestesi
Sofiyana, Aida Mulia;
Novitasari, Dwi;
Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 4 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2023
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v5i4.2282
Data WHO menyebutkan bahwa angka persalinan sectio caesarea di seluruh dunia mengalami peningkatan sebesar 21% dan perkiraan hampir 29% dari semua kelahiran akan menggunakan metode sectio caesarea pada tahun 2030 mendatang. Menurut data Riskesdas 2018, penggunaan sectio caesarea di Indonesia sebesar 17,6% dengan wilayah Jawa Tengah yaitu 17,1% . Sectio caesarea tidak terlepas dari tindakan anestesi yang menimbulkan dampak kecemasan. Kecemasan dapat diatasi menggunakan relaksasi Benson. Tujuan PkM adalah membantu menurunkan tingkat kecemasan pasien pre sectio caesarea dengan anestesi spinal menggunakan relaksasi Benson. PkM ini dilakukan dengan memberikan pemahaman relaksasi Benson dan dilakukan pengukuran TTV serta skor kecemasan menggunakan STAI-S sebelum dan setelah relaksasi Benson selama 10-15 menit yang diberikan pada sehari sebelum operasi dan 1 jam - 30 menit menjelang operasi. Relaksasi Benson dapat menurunkan kecemasan dengan penurunan rata-rata kecemasan hari ke-1 yaitu sebesar 8,10 dengan nilai standar deviasi 1,583 dan hari ke 2 penurunan sebesar 8,80 dengan nilai standar deviasi 1,710, sesuai dengan hari ke-2 yang memiliki penurunan kecemasan paling banyak yaitu 24 peserta (80%) mengalami cemas ringan dan 6 peserta (20%) mengalami cemas sedang. Kegiatan PkM ini menghasilkan luaran publikasi jurnal dan video terapi Benson.
Implementasi Pemberian Teknik Musik Klasik Mozart terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan pada Pasien Sectio Caesarea
Putri, Sahara;
Novitasari, Dwi;
Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 4 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2023
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v5i4.2283
Setiap perempuan berharap bahwa proses persalinanya berlangsung dengan lancar, ada dua metode persalinan yang umum dikenal adalah persalinan normal dan persalinan melalui sectio caesarea. Sectiocaesarea merupakan tindakan pembedahan yang melibatkan sayatan pada dinding perut dan uterus (histeretomi) untuk mengeluarkan janin dari dalam rahim. Masalah yang sering terjadi pada tindakan pembedahan adalah kecemasan.Respon kecemasan dapat mempengaruhi kenaikan tekanan darah, nadi, dan pernafasan. Kecemasan bisa diatasi melalui penggunaan terapi farmakologi serta non farmakologi. Salah satu contoh dari terapi non farmakologi yaitu melalui terapi musik klasik Mozart. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah agar dapat menurunkan tingkat kecemasan terhadap ibu hamil yang akan menjalani proses SC menggunakan terapi musik klasik Mozart. Metode pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan cara mengimplementasikan terapi musik klasik Mozart terhadap semua mitra yang akan menjalani SC dalam jangka waktu pelaksanaan berjumlah 25 orang, dengan durasi musik kurang lebih 15 menit sebelum operasi dilakukan. Evaluasi kegiatan dilaksanakan dengan mempertimbangkan perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan juga sesudah penerapan terapi musik klasik Mozart menggunakan Amsterdam Preoperative anxiety and Information Scale (APAIS). Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukanrata-rata kecemasan sebelum dilakukan terapi 3,72 dansetelah dilakukan terapi menjadi 1,80 serta seluruh kegiatan berjalan baik.
Implementasi Terapi Dzikir untuk Menurunkan Nyeri Pasien Post Operasi Laparatomi
Najibulloh, Muhamad;
Novitasari, Dwi;
Sebayang, Septian Mixrova
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3194
Laparatomi merupakan pembedahan dengan sayatan besar di perut untuk mendapatkan akses ke rongga peritoneum. Tiap pasien yangmana menghadap suatu trauma berat terkait (pressure, temperatur, hingga kimiawi) maupun pasca prosesi pembedahan hendaknya dilaksanakan suatu penanganan akan rasa nyeri akut, disebabkan dampak nyeri tersebut bisa menimbulkan Respon Stress Metabolik (MSR) yangmana kemudian akan berefek di seluruh sistem tuuh serta memperparah kondisi pasien. Oleh karena itu, dengan melakukan terapi dzikir diharapkan rasa nyeri penderitaan pasien post operasi laparatomi berhasil berkurang intensitasnya. Tujuan program PkM ini adalah meminimalisir rasa nyeri pada pasien post operasi laparatomi menggunakan teknik terapi dzikir. Mitra yangmana dirujuk program berikut yakni RSUD Dr. Soedirman Kebumen, dengan peserta kegiatan adalah pasien post operasi laparatomi sejumlah 30 peserta. Metode yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi, kemudian implementasi, setelahnya dilakukan diskusi serta evaluasi. Kegiatan dimulai dari tahap persiapan, dilanjutkan dengan pelaksanaan dan tahap akhir dengan hasil kegiatan berjalan dengan lancar Berdasarkan hasil implementasi terapi dzikir dapat menurunkan skala nyeri, sebanyak 10 pasien merasakan nyeri sedang dan 20 pasien merasakan nyeri berat terkontrol sebelum dilakukan implementasi, setelah dilakukan implementasi terapi dzikir skala nyeri menurun dengan pasien merasakan nyeri sedang sejumlah 25 pasien, serta nyeri ringan sejumlah 5 pasien. Kegiatan ini menurunkan skala nyeri di pasien post operasi laparatomi juga dimanfaatkan menjadi mediator studi berwujud video pengukuran nyeri menggunakan metode Skala Penilaian Numerik (NRS).
Implementasi Guided Imagery untuk Mengurangi Nyeri pada Pasien Post Spinal Anestesi
Saputra, Dafid Rehas;
Novitasari, Dwi;
Setyawati, Martyarini Budi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3282
Pembedahan dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi pasien karena tindakan pembedahan dapat menyebabkan trauma pada jaringan yang dapat menimbukan nyeri. Penatalaksanaan nyeri dapat dilakukan dengan teknik non farmakologi salah satu nya yaitu dengan terapi guided imagery. Terapi guided imagery tidak menimbukan efek samping, tidak memerlukan biaya dan merupakan kegiatan non invasive yang mendukung model keperawatan holistik. Tujuan. Tujuan dari PKM ini adalah untuk mengetahui efektivitas guided imagery terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea spinal. Metode. Metode yang digunakan dalam program PKM ini dengan memberikan implementasi guided imagery menggunakan media audio, kegiatan ini dilakukan diruang recovery room. Hasil. Secara keseluruhan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) berjalan dengan lancar walaupun ada bebarapa faktor penghambat, peserta kegiatan antusias dalam mengikuti acara. Jumlah peserta 30 orang. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan mengenai implementasi guided imagery memiliki hasil yang signifikan dalam menurunkan nyeri sehingga dapat membantu menurunkan nyeri pasien post operasi sectio caesarea. Rencana Luaran. Rencana luaran pada PKM ini adalah dengan video pengukuran nyeri kegiatan implementasi Guided Imagery untuk mengurangi nyeri pada pasien post spinal di RSUD Dr. Soedirman Kebumen.
Implementasi Terapi Musik untuk Menurunkan Nyeri Pasien Post Operasi Laparatomi
Aprilianto, Andreas Kristian;
Novitasari, Dwi;
Sebayang, Septian Mixrova
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3511
Laparotomi adalah suatu teknik pembedahan besar melalui cara menyayat lapisan abdomen guna menemukan organ bermasalah. Nyeri merupakan dampak atas proses pembedahan laparatomi. Nyeri berdasarkan International Association for the Study of Pain (IASP) ialah suatu pengalaman sensoris serta emosional tak menyenangkan berhubungan atas rusaknya jaringan aktual maupun potensial. Terapi musik dinilai menjadi suatu strategi guna mempercepat proses penyembuhan, serta memberi rangsangan guna pelepasan hormone endorfin serta hormon pada tubuh dan memberikan rasa senang bermanfaat menjadi penurunan rasa nyeri. Program Pengabdian kepada Masyarakat tersebut dimaksudkan guna menurunkan nyeri pada pasien post operasi laparatomi menggunakan metode terapi musik. Program tersebut dijalankan melalui implementasi terapi musik instrumental berdurasi 15 menit. Aktivitas PkM dilakukan di ruang Teratai RSUD Dr. Soedirman Kebumen. Jumlah peserta Pengabdian pada Masyarakat sejumlah 30 peserta pasien post operasi laparatomi. Penilaian serta pengukuran rasa nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Berdasarkan temuan implementasi sebelum diberikan terapi musik yakni 6,67 dan setelah diberikan mean mencapai 4,8 didapatkan perubahan yang signifikan dimana tingkat nyeri peserta menurun sehingga sebagian besar peserta PkM mengalami nyeri ringan sebanyak 27 peserta (90%).
Edukasi dan Implementasi Terapi Progressive Muscle Relaxation untuk Penurunan Skala Nyeri pada Pasien Post Sectio Caesarea di RSI Banjarnegara
Eridja, Laras Putri;
Novitasari, Dwi;
Cahyaningrum, Etika Dewi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3638
Sectio caesarea merupakan prosedur bedah yang dilakukan dengan cara membuat sayatan pada dinding rahim untuk membantu ibu melahirkan. Salah satu dampak negatif post sectio caesarea yaitu nyeri. Nyeri ini disebabkan oleh kerusakan jaringan akibat sayatan pada insisi abdomen. Nyeri dapat menimbulkan ansietas, insomnia, gangguan mobilisasi, dan gangguan hemodinamik sehingga memengaruhi semua sistem tubuh. Oleh karena itu, dengan terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) diharapkan nyeri berkurang. Program PkM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien post sectio caesarea tentang terapi PMR dalam penurunan skala nyeri post sectio caesarea. Mitra yang dituju adalah pasien post sectio caesarea di RSI Banjarnegara sejumlah 30 peserta. Metode yang dilakukan yaitu observasi pasien, pretest dan posttest menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan, memberikan edukasi, implementasi PMR, kemudian mengukur skala nyeri sebelum dan setelah terapi menggunakan Numeric Rating Scale. Hasil PkM menunjukkan peningkatan pengetahuan dan penurunan skala nyeri peserta kegiatan. Tingkat pengetahuan sebelum edukasi sebagian besar berada pada tingkat pengetahuan rendah sejumlah 22 peserta, sedangkan setelah edukasi sebagian besar berada pada tingkat pengetahuan tinggi sejumlah 18 peserta. Skala nyeri peserta sebelum terapi sebagian besar merasakan nyeri sedang sejumlah 19 peserta, sedangkan setelah terapi terdapat penurunan menjadi kategori ringan sejumlah 14 peserta.
Edukasi dan Implementasi Mobilisasi Dini untuk Mencegah Post Operative Nausea and Vomiting pada Pasien Pasca General Anestesi
Agatha, Vania;
Novitasari, Dwi;
Cahyaningrum, Etika Dewi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3730
Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) atau mual dan muntah pasca operasi adalah sebuah perasaan mual dan muntah yang dialami setelah operasi dalam waktu 24 jam. Mual muntah pasca operasi dapat menimbulkan nyeri, dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, dan aspirasi. Terapi non farmakologi seperti mobilisasi dini yang diberikan pada pasien post operasi dapat mempercepat ekskresi sisa agen anestesi yang disekresikan melalui keringat. Program PkM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mencegah PONV pada pasien post operasi dengan general anestesi. Mitra PkM yaitu pasien RST Wijayakusuma Purwokerto sebanyak 30 peserta. Metode dalam PkM ini yaitu melakukan pengukuran pengetahuan dengan memberikan pre test dan post test kemudian melakukan observasi tingkat PONV sebelum dan sesudah dilakukan implementasi mobilisasi dini mengunakan instrumen Rhodes Index Nausea Vomiting and Retching. Metode edukasi yaitu bimbingan dan penyuluhan, sedangkan media edukasi yang digunakan adalah leaflet. Hasil dari pengolahan data menggunakan distribusi frekuensi SPSS menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari tingkat pengetahuan sedang sebanyak 14 peserta (46,7%) sebelum edukasi meningkat menjadi kategori baik sebanyak 17 peserta (56,7%) dengan kenaikan pengetahuan sebesar 21,04. Penurunan tingkat mual muntah terjadi pada 13 peserta (43,3%) sebelum implementasi berada pada kategori mual muntah ringan dan membaik menjadi tidak mual sebanyak 18 peserta (60%).
Edukasi dan Implementasi Range of Motion (ROM) terhadap Mobilitas Fisik Pasien Pascabedah Sectio Caesarea
Purmiasa, Claudia Stika;
Novitasari, Dwi;
Jerau, Emilliani Elsi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3830
Bedah Sectio Caesarea (SC) merupakan tindakan operasi untuk mengeluarkan bayi melalui perut ibu yang memiliki risiko tinggi dan adanya rasa nyeri sehingga diberikan anestesi pada pasien. Komplikasi pascabedah SC dan efek dari anestesi dapat menurunkan aktivitas peristaltik usus menimbulkan gejala obstruksi usus, kegagalan mobilisasi pada pasien pascabedah dapat mengalami kekakuan sendi dan luka baru karena keterbatasan bergerak. Latihan leg exercise, mobilisasi dini, Range Of Motion (ROM), ankle exercise, serta kompres hangat yang adekuat dapat menunjang pemulihan mobilitas fisik pasien. Tujuan PkM ini untuk mengetahui adanya peningkatan pengetahuan tentang ROM dan perubahan pemulihan mobilitas fisik pasien pascabedah SC. Metode pelaksanaan PkM terdiri dari observasi peserta selanjutnya melakukan pretest tanya jawab menggunakan kuesioner pengetahuan lalu memberikan video edukasi kemudian demonstrasi gerakan ROM diukur menggunakan kuesioner implementasi pada saat posttest. Hasil kegiatan PkM menunjukkan pengetahuan ROM kategori cukup (6-7) sebanyak 16 peserta (16%) pada jam pertama meningkat menjadi kategori baik (8-10) sebanyak 26 peserta (86,7%) pada jam kedua, bromage score kategori blok hampir lengkap sebanyak 17 peserta (56,7%) pada jam pertama meningkat menjadi kategori blok parsial sebanyak 13 peserta (43,3%) pada jam kedua dan mobilitas fisik kategori kurang (0-59) sebanyak 24 peserta (80,0%) pada jam pertama meningkat menjadi kategori baik (75-89) sebanyak 16 peserta (53,3%) pada jam kedua. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian video edukasi ROM dapat meningkatkan pengetahuan dan bromage score dapat menilai blok anestesi untuk menunjang implementasi gerakan ROM sehingga dapat memulihkan kondisi mobilitas fisik peserta.