Claim Missing Document
Check
Articles

ISLAM BERKEMAJUAN: ISLAM NUSANTARA VS BERKEMAJUAN DALAM KONTEKS INDONESIA MODERN Putra, Rizki Eka; Lahmi, Ahmad; Dahlan, Dasrizal; Ritonga, Mahyudin
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7736

Abstract

Artikel ini membahas dinamika diskursus antara Islam Nusantara dan Islam Berkembang dalam konteks Indonesia modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten terhadap berbagai pemikiran para ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun memiliki perbedaan dalam pendekatan dan penekanan, kedua konsep ini sebenarnya saling melengkapi. Islam Nusantara menawarkan pendekatan kultural-historis yang akomodatif terhadap budaya lokal, sementara Islam Berkembang menawarkan pendekatan teologis-modernis yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Artikel ini menyimpulkan bahwa sintesis kreatif antara kedua konsep diperlukan untuk menjawab tantangan Islam Indonesia di era modern.
PERGESERAN IDEOLOGI MUHAMMADIYAH DARI KULTURALISME KE PURITANISMEPADA PERIODE 1930-AN Budi, Budi; Ritonga, Mahyudin; Lahmi, Ahmad; Dahlan, Dasrizal
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7831

Abstract

Muhammadiyah, didirikan pada 1912 oleh KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta, awalnya mengadopsi pendekatan kulturalisme yang mengintegrasikan Islam dengan budaya lokal Jawa. Namun, pada periode 1930-an, terjadi pergeseran signifikan menuju puritanisme, yang menekankan pemurnian ajaran dari unsur bid'ah, takhyul, dan khurafat. Artikel ini menganalisis faktor-faktor utama pergeseran tersebut, prosesnya, dampak terhadap identitas Muhammadiyah dalam masyarakat Islam Indonesia, serta pengaruh eksternal seperti ideologi Wahabi dan globalisasi kolonial. Analisis historis menunjukkan bahwa pergeseran ini didorong oleh dinamika internal (peran tokoh kunci dan Majelis Tarjih) serta eksternal (penyebaran ide Salafi melalui haji dan modernisasi transportasi). Dampaknya menciptakan dikotomi antara Muhammadiyah sebagai gerakan modernis-puritan dan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai pembela tradisi, yang tetap relevan hingga kini.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Afriandi, Budi Afriko, Novik Afrizal Afrizal Agus, Fauzi Aljamaedi, Aljamaedi Aminah Aminah Andrianto Andrianto Anwar Pahutar, Agus Anzalman Anzalman, Anzalman Apriandi, Budi Apris Apris, Apris Ardianto, Firdaus Ari Prima Arman, Iza Arni, Tatis Asmaret, Desi Ayu, Sandra Badriyatul Muniroh, Badriyatul Bakar, Rohandi Abu Budi Budi Bulek, Muhammad Jahar Bumi, Hengki Ras Dafril, Dafril Dahlan, Dasrizal Dahlan, Desrizal Dasrizal D, Dasrizal Dasrizal Dahlan Djosan, Marlina Elhusein, Shofwan Karim Elhusen, Shofwan Karim Elhusen, Sofwan Karim Eliyadi, Eliyadi Elvina Elvina Ermawita, Yulia Fadli, Rahmat Firdaus, Khairul Gusnita, Fitri Hendri Hendri Ihsan Ihsan Ikbal, Ahmad Ismasnawati Ismi, Khairati Johardi, Johardi Julhadi, Julhadi Kadri, Husen Karim Elhusein, Sofwan Karim Elhusein, Syofwan Kemerindo, Gref Khairunnas, Khairunnas Lukis Alam M, Mukhlis M. Fikar Mahyudin Ritonga Marlinton, Eki Masnita, Delmi Meredian Alam Mitra, Fitria Muhammad Faisal Mulyadi Mulyadi Mursal Mursal Nasution, Suryadi Nofrizal Nofrizal Nofrizal, Edi Novigator, Hendri Nur Saadah Khudri Nurhamidar, Nurhamidar Nurnajmi, Nurnajmi Putra, Ronika Rahmi Rahmi Raja Ritonga Ras Bumi, Hengki rasyid, aguswan Riki Saputra, Riki Ritonga, Ahmad Roisuddin Rizki Eka Putra, Rizki Eka Rosniati Hakim Sri Hidayati Sukmayeti, Sukmayeti Sukri, Indra SURYANINGRUM, EVI Syaflin Halim Syafrianto, Syafrianto Syafrion, Syafrion Syafriyon Syahruddin Syahruddin Thaheransyah Wahyuni, Yessi Wulandari Wulandari Yakub, Ramli Yanfaunnas, Yanfaunnas Yasrah Dalimunthe, Rahma Yossar, Yossar Yusneti Yusra, Linda Zulhandra, Zulhandra Zulkifli Zulkifli