Claim Missing Document
Check
Articles

ISLAM BERKEMAJUAN : PERSPEKTIF HAIDAR NASIR Khudri, Nur Saadah; Elhusein, Shofwan Karim; Dahlan, Dasrizal; Lahmi, Ahmad; Asmaret, Desi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih detail tentang pemikiran Haidar Nasir sebagai Tokoh Muhammadiyah tentang Islam berkemajuan dimana konsep Islam berkemajuan ini menjadi core value yang dikembangkan oleh organisasi Muhammadiyah saat ini untuk menjawab perubahan sekaligus tantangan zaman. Islam berkemajuan ini dibangun dari semangat keberislaman yang dapat memberikan kebermanfaatan untuk semua umat, dan dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dianalisis dengan penelitian keperpustakaan dengan cara mengumpulkan data dari berbagai sumber buku, jurnal dan artikel ilmiah yang mempunyai relevansi dengan topik penelitian. Selanjutnya data-data temuan dianalisa secara deskriptif yang mencakup analisis literatur tentang pemikiran Islam berkemajuan menurut Haidar Nasir sehingga dapat membantu pembaca untuk memahami bahwa konsep Islam berkemajuan itu perlu dikembangkan dan diaplikasikan dalam masyarakat. Hasil dari penelitian ini menjelaskan Islam berkemajuan ini merupakan suatu konsep kebaharuan dalam mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Haidar Nasir menekankan bahwa untuk menjadi agama yang dapat memberikan manfaat kepada semua umat maka harus ada sebuah pemikiran yang lebih progresif dan inklusif dalam pelaksanaan ajaran Islam sehingga dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
PENGARUH PERAN KEPALA MADRASAH DAN STRATEGI GURU TERHADAP PENGUATAN NILAI MODERASI BERAGAMA DI MADRASAH TSANAWIYAH Arni, Tatis; Saputra, Riki; Lahmi, Ahmad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 7 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i7.2022.2404-2412

Abstract

Kepala sekolah memiliki tanggungjawab terhadap berbagai arah pengembangan yang diharapkan di sekolah tanpa terkecuali moderasi beragama peserta didik. Moderasi beragama di madrasah dibutuhkan untuk menciptakan suasana kenyamanan bagi warga madrasah dalam menjalankan agamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh peranan kepala madrasah dan strategi guru terhadap penguatan nilai-nilai moderasi beragama. Penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan metode ex post facto. Penelitian ini menganalisis tiga variabel dengan variabel bebas sebanyak dua buah dan variabel terikatnya satu. Populasi penelitian adalah seluruh warga MTs Negeri 2 Kota Sawahluto, sedangkan sampel terdiri dari 10 orang guru dan 30 orang siswa dari tingkatan kelas yang berbeda-beda. Instrumen pengumpulan data menggunakan form observasi lingkungan madrasah dan angket yaitu angket peranan kepala madrasah, strategi guru dan nilai-nilai moderasi beragama. Analisis data terdiri dari analisis data deskriptif dan analisis statistik inferensial. Pada analisis statistik inferensial dengan menggunakan uji regresi sederhana dan uji korelasi berganda. Hasil penelitian diketahui bahwa peranan kepala madrasah dan strategi guru berpengaruh terhadap penguatan nilai-nilai moderasi beragama. Pengaruh peran kepala madrasah terhadap penguatan nilai-nilai moderasi beragama di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Sawahlunto mempunyai nilai product moment sebesar 0,008 dengan tingkat korelasi sebesar 0,885 yang menunjukkan korelasi yang sangat tinggi. Pengaruh strategi guru terhadap penguatan nilai-nilai moderasi beragama di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Sawahlunto mempunyai nilai product moment sebesar 0,025 dengan tingkat korelasi sebesar 0,741 yang menunjukkan korelasi yang tinggi. Selain itu, peran kepala madrasah dan strategi guru sama-sama memberikan pengaruh terhadap penguatan nilai-nilai moderasi beragama di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Sawahlunto. Pengaruh ini diperlihatkan dari hasil uji ganda dengan nilai sebesar 0,032 0,05 yang menunjukkan hubungan antara variabel simultan dengan nilai korelasi sebesar 0,762 yang berarti hubungan antar variabel kuat.
A Content Analysis of the Philosophical Foundations of the Islamic Religious Education Curriculum Hidayati, Sri; Kemerindo, Gref; Yakub, Ramli; Fadli, Rahmat; Lahmi, Ahmad
El-Rusyd Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/elrusyd.v10i2.444

Abstract

The development of an Islamic Education curriculum requires a strong philosophical foundation so that it does not become limited to technical-administrative aspects. This article aims to explain the relationship between foundational philosophy, institutional vision and mission, and their implementation in designing the Islamic Religious Education curriculum. This study employs a qualitative method with a content analysis approach using various literature sources that discuss educational policy, curriculum theory, and implementation practices in Islamic educational institutions. The analysis indicates that the philosophy of Islamic education serves as the basis for formulating learning objectives oriented toward Tauhid values and character formation. The vision and mission function as a bridge between philosophical values and the operational direction of the curriculum. In addition, the development of curriculum components such as objectives, content, methods, and evaluation requires principles of relevance, flexibility, continuity, efficiency, and effectiveness. The review of practices in Madrasah Aliyah and Vocational High Schools suggests differences in implementation emphasis according to each institution’s context. These findings indicate that the alignment between foundational philosophy, vision and mission, and curriculum structure is essential for producing a more adaptive and contextually relevant Islamic Religious Education curriculum.
SOSIALISASI METODE PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN ISMUBA SE KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Ritonga, Mahyudin; Lahmi, Ahmad; Rasyid, Aguswan; Bakar, Rohandi Abu; Sukri, Indra
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i3.1041-1048

Abstract

The capacity of teachers is part of the requirements to realize the educational goals that have been set, it can be affirmed that if teachers do not have adequate capacity then the expectation to realize the goals of education is very minimal. Therefore, this activity is designed to provide information to teachers in the PDM Kuantan Singingi environment about strategies that can be done to realize themselves as teachers who have the capacity. This devotional activity involves various parties in accordance with their respective tupoksi. The result of this activity is that through the day seminar activities pai and ISMUBA teachers have comprehensive knowledge related to strategies to increase capacity as teachers. This is said because the material submitted relates to the necessity of a teacher to have conceptual and practical knowledge related to learning methods, teaching materials, utilization of information technology and evaluation of learning.
Islam Berkemajuan dalam Perspektif Haedar Nashir dan Implikasi bagi Pendidikan Madrasah Afrizal, Afrizal; Lahmi, Ahmad; Dahlan, Dasrizal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Islam Berkemajuan yang diperkenalkan oleh Haedar Nashir merupakan sebuah paradigma keagamaan yang mengintegrasikan nilai-nilai dasar Islam dengan tuntutan perkembangan kontemporer melalui dimensi tauhid, pencerahan, ilmu pengetahuan, keadilan sosial, dan moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gagasan Haedar Nashir mengenai Islam Berkemajuan serta menguraikan implikasinya bagi pengembangan pendidikan di madrasah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan fokus pada analisis literatur melalui pendekatan interpretatif terhadap karya-karya Nashir, dokumen Muhammadiyah, dan kajian akademik yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Islam Berkemajuan menekankan penguatan akal, moralitas, dan peradaban melalui pendidikan yang integratif dan berorientasi kemajuan. Implikasinya bagi madrasah mencakup pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan modern, penguatan moderasi beragama, peningkatan kompetensi guru, serta penerapan manajemen kelembagaan yang profesional.
Konsep Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Relevansinya Terhadap Pembentukan Karakter Yusra, Linda; Yusneti; Djosan, Marlina; Lahmi, Ahmad; Hakim, Rosniati
Arus Jurnal Pendidikan Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajup.v5i3.1912

Abstract

Kurikulum merupakan fondasi utama dalam pendidikan karena menjadi arah seluruh proses pembelajaran, pembinaan peserta didik, dan penggunaan sumber daya pendidikan. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), kurikulum berfungsi tidak hanya untuk mentransmisikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga membentuk kepribadian, karakter, dan keterampilan hidup berdasarkan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep kurikulum PAI, komponen utamanya, serta relevansinya dalam pembentukan karakter peserta didik di era disrupsi digital. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan teknik analisis isi melalui penelusuran literatur ilmiah seperti buku, artikel jurnal, laporan penelitian, dan dokumen kurikulum nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI secara substantif telah dirancang untuk membentuk peserta didik secara holistik melalui integrasi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pembentukan karakter religius akan efektif apabila komponen kurikulum (tujuan, materi, metode, dan evaluasi) berjalan selaras, ditunjang keteladanan guru dan budaya sekolah yang religius. Kurikulum PAI juga dinilai relevan dengan tantangan era modern karena mampu menjadi fondasi moral dan spiritual untuk membentengi peserta didik dari degradasi nilai akibat teknologi dan globalisasi. Penelitian ini menegaskan perlunya implementasi kurikulum PAI secara konsisten dan transformatif agar dapat menghasilkan generasi peserta didik yang berpengetahuan, berakhlak mulia, dan siap menghadapi dinamika sosial zaman.
Traditionalism and Modernism in Indonesian Islam: Dynamics of Muslim Identity Construction Ardianto, Firdaus; M, Mukhlis; Zulhandra, Zulhandra; Lahmi, Ahmad
Ahlussunnah: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 3 (2025): December
Publisher : STIT Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/jie.v4i3.510

Abstract

This study examines the construction of Muslim identity in Indonesian Islam by analyzing the historical and socioreligious dynamics between traditionalist and modernist Islamic orientations. The research employs a qualitative method with content analysis, drawing on classical and contemporary scholarly works, historical documents, and religious discourses related to Islamic movements in Indonesia. Data were analyzed through thematic and discourse analysis to identify patterns of religious authority, interpretation, and social practice. The findings indicate that traditionalist Islam in Indonesia is characterized by strong adherence to local traditions, Sufistic practices, Shafi‘i jurisprudence, and reliance on religious authority figures, particularly within rural communities. In contrast, modernist Islam emphasizes rational interpretation, scriptural purification (tajdid), rejection of blind taqlid, and the integration of Islamic values with modern education, social institutions, and organizational activism, as represented by movements such as Muhammadiyah, Persis, and Al-Irsyad. These orientations produce distinct yet interacting forms of Muslim identity shaped by historical experiences of colonialism, modernization, and global Islamic reformism. This study implies that the coexistence and contestation between traditionalist and modernist Islam constitute a foundational element of Indonesian Muslim identity. Understanding this dynamic contributes to the discourse on religious moderation, social transformation, and the sociology of Islam in plural societies.
Penggunaan Tes dalam Tes Formatif dan Tes Sumatif Sukmayeti, Sukmayeti; Lahmi, Ahmad; Masnita, Delmi; Nurhamidar, Nurhamidar; Wahyuni, Yessi
TSAQOFAH Vol 6 No 2 (2026): MARET
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v6i2.8951

Abstract

This study aimed to analyze the role of tests in formative and summative evaluation as key components of the Islamic Education learning process. Formative evaluation is carried out during the learning process to monitor students’ progress, provide feedback, and support teachers in adjusting instructional strategies so that learning objectives can be optimally achieved, whereas summative evaluation is conducted at the end of an instructional unit to assess overall learning outcomes and to serve as a basis for academic decision-making, such as graduation or promotion to the next grade. This study employed a literature review method through a theoretical examination of various relevant sources on formative evaluation, summative evaluation, and the use of tests in the context of Islamic Education. The findings indicate that formative and summative evaluation have complementary functions, whereby formative evaluation is oriented toward the learning process, while summative evaluation focuses on learning outcomes. The assessment techniques used also differ according to their respective purposes, including observation, discussion, and self-assessment in formative assessment, as well as written tests, portfolios, and projects in summative assessment. These findings affirm that the appropriate implementation of formative and summative evaluation can enhance the quality of learning, identify students’ strengths and weaknesses, and support more objective and sustainable instructional decision-making within the framework of Kurikulum Merdeka.
Progressive Islam in Haedar Nashir’s Perspective and Its Implications for Islamic Education in Indonesia Aljamaedi, Aljamaedi; Yanfaunnas, Yanfaunnas; Syahruddin, Syahruddin; Mursal, Mursal; Lahmi, Ahmad
El-Rusyd Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/elrusyd.v10i2.558

Abstract

This article aims to analyze in depth Haedar Nashir's thoughts on the concept of Progressive Islam and its relevance to strengthening the Muhammadiyah movement and reforming Islamic education in Indonesia. This study uses a qualitative method with a content analysis approach. The research data is sourced from Haedar Nashir's primary works discussing Progressive Islam and Muhammadiyah, as well as secondary sources in the form of scientific journal articles, academic books, previous research results, and official Muhammadiyah documents. Data analysis was conducted using thematic content analysis techniques by classifying the data into main themes, such as the definition of Progressive Islam, its theological and philosophical foundations, basic principles, and its implementation in the Muhammadiyah movement, particularly in the field of education. The results of the study show that Progressive Islam in Haedar Nashir's perspective is a comprehensive and visionary Islamic paradigm, which positions Islam as a moral, intellectual, and social force in building a modern civilization. This concept not only functions as a theological framework, but also as an ideological and strategic foundation for Muhammadiyah in responding to global dynamics, technological disruption, and contemporary humanitarian challenges. In the context of Islamic education, Progressive Islam implies strengthening the integration between religious knowledge and modern science, transforming the orientation of education towards the formation of people who are faithful, knowledgeable, and have superior personalities, as well as developing an adaptive, inclusive, and civilized education system. Thus, Haedar Nashir's thoughts on Progressive Islam contribute significantly to the renewal of Islamic education and the strengthening of Muhammadiyah's role in the development of a just, progressive, and sustainable Indonesian civilization.
PERGESERAN PARADIGMA GERAKAN ISLAM: DARI KULTURALISME KE PURITANISME DALAM KONTEKS SOSIAL-POLITIK INDONESIA Yossar, Yossar; Lahmi, Ahmad; Dahlan, Dasrizal; Ritonga, Mahyudin
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7735

Abstract

Artikel ini menganalisis pergeseran paradigma gerakan Islam di Indonesia dari pendekatan kulturalisme menuju puritanisme dalam tiga dekade terakhir. Berdasarkan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, ditemukan bahwa pergeseran ini dipicu oleh faktor globalisasi informasi, krisis otoritas keagamaan tradisional, politisasi agama, modernisasi, dan pendanaan asing. Analisis dialektika pemikiran para ahli menunjukkan polarisasi antara kelompok yang memandang puritanisme sebagai ancaman terhadap Islam Nusantara dan kelompok yang melihatnya sebagai bentuk pembaruan dan pemurnian akidah. Implikasi pergeseran ini terlihat dalam bidang pendidikan, politik, dan sosial, termasuk perubahan kurikulum pesantren, fragmentasi suara politik Muslim, dan segregasi spasial berdasarkan aliran keagamaan. Artikel ini menawarkan rekomendasi kebijakan untuk pemerintah, ormas Islam, akademisi, dan masyarakat sipil dalam merespons dinamika tersebut.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Afriandi, Budi Afriko, Novik Afrizal Afrizal Agus, Fauzi Aljamaedi, Aljamaedi Aminah Aminah Andrianto Andrianto Anwar Pahutar, Agus Anzalman Anzalman, Anzalman Apriandi, Budi Apris Apris, Apris Ardianto, Firdaus Ari Prima Arman, Iza Arni, Tatis Asmaret, Desi Ayu, Sandra Badriyatul Muniroh, Badriyatul Bakar, Rohandi Abu Budi Budi Bulek, Muhammad Jahar Bumi, Hengki Ras Dafril, Dafril Dahlan, Dasrizal Dahlan, Desrizal Dasrizal D, Dasrizal Dasrizal Dahlan Djosan, Marlina Elhusein, Shofwan Karim Elhusen, Shofwan Karim Elhusen, Sofwan Karim Eliyadi, Eliyadi Elvina Elvina Ermawita, Yulia Fadli, Rahmat Firdaus, Khairul Gusnita, Fitri Hendri Hendri Ihsan Ihsan Ikbal, Ahmad Ismasnawati Ismi, Khairati Johardi, Johardi Julhadi, Julhadi Kadri, Husen Karim Elhusein, Sofwan Karim Elhusein, Syofwan Kemerindo, Gref Khairunnas, Khairunnas Lukis Alam M, Mukhlis M. Fikar Mahyudin Ritonga Marlinton, Eki Masnita, Delmi Meredian Alam Mitra, Fitria Muhammad Faisal Mulyadi Mulyadi Mursal Mursal Nasution, Suryadi Nofrizal Nofrizal Nofrizal, Edi Novigator, Hendri Nur Saadah Khudri Nurhamidar, Nurhamidar Nurnajmi, Nurnajmi Putra, Ronika Rahmi Rahmi Raja Ritonga Ras Bumi, Hengki rasyid, aguswan Riki Saputra, Riki Ritonga, Ahmad Roisuddin Rizki Eka Putra, Rizki Eka Rosniati Hakim Sri Hidayati Sukmayeti, Sukmayeti Sukri, Indra SURYANINGRUM, EVI Syaflin Halim Syafrianto, Syafrianto Syafrion, Syafrion Syafriyon Syahruddin Syahruddin Thaheransyah Wahyuni, Yessi Wulandari Wulandari Yakub, Ramli Yanfaunnas, Yanfaunnas Yasrah Dalimunthe, Rahma Yossar, Yossar Yusneti Yusra, Linda Zulhandra, Zulhandra Zulkifli Zulkifli