Articles
PERBANDINGAN PEMBERIAN KUNYIT ASAM DAN JUS WORTEL DALAM MENGATASI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI PMB K KABUPATEN GARUT TAHUN 2024
Nisa, Khoerun;
Ghaida K Pangestu;
Hidayani, Hidayani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8831
Angka kejadian dismenore pada remaja di Puskesmas Haurpanggung Kabupaten Garut berdasarkan laporan pada tahun 2022 tercatat sebanyak 648 remaja yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Haurpanggung dengan keluhan mengalami dismenore. Dismenore berdampak buruk bagi remaja putri, yaitu rasa letih, sakit di daerah bawah pinggang, perasaan cemas dan tegang, pusing kepala, bingung, mual muntah, diare, kram perut dan sakit perut serta gangguan aktivitas. Salah satu upaya non farmakologi penanganan dismenore dapat dilakukan dengan terapi komplementer herbal yaitu mengkonsumsi ekstrak kunyit asam dan jus wortel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemberian kunyit asam dan jus wortel dalam mengatasi dismenore pada remaja putri. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan pada intervensi kunyit asam terjadi penurunan intensitas nyeri dismenore dari kunjungan pertama sebesar 6 menjadi 0 pada kunjungan kedua dan ketiga. Hal yang sama juga terjadi pada intervensi jus wortel yaitu penurunan intensitas nyeri dismenore dari kunjungan pertama sebesar 6 menjadi 0 pada kunjungan kedua dan ketiga sehingga disimpulkan terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian kunyit asam dengan jus wortel terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri yang terjadi pada kunjungan kedua dimana pemberian kunyit asam lebih cepat mengatasi nyeri. Diharapkan tenaga kesehatan khusunya bidan mampu membantu tenaga kesehatan khusunya bidan dalam melakukan asuhan pada remaja putri dengan menggunakan terapi non farmakologi dalam mengatasi nyeri saat haid serta menjadi masukan yang berguna dalam meningkatkan pelayanan kebidanan.
PERBANDINGAN PEMBERIAN SAYUR BAYAM DAN DAUN UBI JALAR TERHADAP PERUBAHAN HEMOGLOBIN IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI TPMB Ny. G KABUPATEN GARUT TAHUN 2024
Harti, Gina Febriani Sugih;
Fanni Hanifa;
Hidayani, Hidayani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8846
Puskesmas Sukamukti Kecamatan Sukawening pada tahun 2023 angka kejadian anemia mencapai 481 orang ibu hamil dari 1.163 ibu hamil atau sekitar 41,4%. Di TPMB Ny. G, dari 42 ibu hamil yang diperiksa, 22 di antaranya mengalami anemia. Dampak anemia dapat menganggu perkembangan janin dalam rahim serta dapat mengurangi kemampuan metabolisme tubuh, dapat terjadi cacat bawaan, bayi cepat terkena infeksi bahkan menyebabkan kematian perinatal dan intelegensia. Salah satu upaya dalam penanganan anemia secara non farmakologis dapat diberikan sayur bayam dan rebusan daun ubi jalar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemberian sayur bayam dan daun ubi jalar terhadap perubahan hemoglobin ibu hamil dengan anemia. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kadar Hb pada Ny. U sebelum diberikan sayur bayam sebesar 9,7 gr/dL meningkat menjadi 10,2 gr/dL pada kunjungan kedua dan menjadi 10,6 gr/dL pada kunjungan ketiga. Sedangkan pada Ny. R sebelum diberikan daun ubi jalar diperolah kadar Hb sebesar 9,7 gr/dL meningkat menjadi 9,9 gr/dL pada kunjungan kedua dan menjadi 10,5 gr/dL pada kunjungan ketiga. Terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian sayur bayam dan daun ubi jalar terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dimana pemberian sayur bayam sedikit lebih unggul dengan 0,1 gr/dL dibandingkan daun ubi jalar. Disarankan kepada ibu hamil untuk meningkatkan kadar Hb melalui cara non farmakologi menggunakan sayur bayam dan daun ubi jalar untuk mengatasi masalah anemia pada kehamilan.
PERBEDAAN EFEKTIFITAS PIJAT WOOLWICH DAN TEKNIK MARMET TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM DI UPTD PUSKESMAS CIBEBER KABUPATEN CIANJUR TAHUN 2024
Mayanti, Rini Rinda;
Fani Hanifah;
Hidayani, Hidayani;
Lusi Ginanjar Rahayu;
Emalia Susilawati;
Tiany Kusnawaty;
Erni Aquaristin;
Noor Hasanah;
Neneng Nurhayati;
Ane Lisdayani;
Lia Novitasari
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8849
Capaian ASI Eksklusif di Kabupaten Cianjur sebesar 71,03 % dengan target Nasional sebesar 50% pada tahun 2022 berdasarkan data tersebut menunjukkan angka yang cukup baik tetapi di Puskesmas Cibeber berdasarkan hasil observasi pada ibu nifas yang melahirkan di Puskesmas Cibeber masih ditemukan permasalahan ibu nifas dalam menyusui bayi dan berdasarkan hasil studi pendahuluan dilapangan pada bulan Mei 2023 menunjukkan 3 dari 10 ibu nifas tidak memberikan ASI pada hari pertama melahirkan dikarenakan ASI tidak keluar dengan lancar. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui Perbedaan Efektifitas Pijat Woolwich Dan Teknik Marmet Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Postpartum Di UPTD Puskesmas Cibeber Kabupaten Cianjur Tahun 2024. Penelitian ini merupakan metode penelitian SCLR (Study Case Literatur Review) dengan membandingkan 2 kelompok Responden 1 sampai 4 dengan intervensi pijat woolwich terdapat peningkatan produksi ASI dengan rata-rata peningkatan pada hari ke -3 sebesar 46,25 ccl dan hari ke-7 sebesar 88,75 cc. Responden 5 sampai 8 dengan intervensi teknik marmet terdapat peningkatan produksi ASI dengan rata-rata peningkatan pada hari ke -3 sebesar 45 ccl dan hari ke-7 sebesar 97,5 cc. Terdapat perbedaan peningkatan produksi ASI di hari ke-7 dimana kelompok teknik marmet lebih tinggi nilai rata-ratanya dibandingkan pijat woolwich.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN PIJAT TUINA DAN PEMBERIAN TELUR TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BALITA GIZI KURANG DI TPMB P KABUPATEN GARUT TAHUN 2024
Syaripah, Pipih;
Irma Jayatmi;
Hidayani, Hidayani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8851
Kabupaten Garut, prevalensi balita underweight pada tahun 2022 berdasarkan BB/U adalah 13,1% dan berdasarkan BB/TB adalah 3,8%. Berat badan digunakan sebagai indikator terbaik untuk menilai status gizi dan pertumbuhan anak karena sensitif terhadap perubahan kecil, pengukurannya objektif, dan dapat diulangi. Dampak dari gizi kurang yang ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Maripari saat ini berdampak pada tumbuh kembang anak dimana anak mengalami keterlambatan bicara dan kondisi tubuh sangat kurus. Hasil wawancara kepada 10 orang ibu yang memiliki balita dengan berat badan kurang, ditemukan bahwa balitanya mengalami gangguan nafsu makan dan tidak naik berat badan selama 2 bulan terakhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian pijat tuina dan pemberian telur terhadap peningkatan berat badan balita gizi kurang. Metode penelitian menggunakan rancangan peneletian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada bayi sebanyak 2 balita yang mengalami gizi kurang. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pijat tui na efektif terhadap peningkatan berat badan balita gizi kurang dengan meningkatkan berat badan sebanyak 0,8 kg selama 14 hari. Telur rebus juga efektif terhadap peningkatan berat badan balita gizi kurang dengan meningkatkan berat badan sebanyak 1,2 kg selama 14 hari. Sehingga disimpulkan pemberian telur rebus lebih efektif terhadap peningkatan berat badan balita gizi kurang dibandingkan pijat tui na dengan selisih peningkatan sebanyak 0,4 kg selama 14 hari. Diharapakan masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita gizi kurang dapat mengimplementasikan pemberian pijat tuina dan pemberian telur ayam sesuai aturan untuk membantu peningkatan nafsu makan dan kenaikan berat badan balita.
PERBANDINGAN PEMBERIAN TERAPI MUROTAL AL-QURAN DAN SENAM LANSIATERHADAP KUALITAS TIDUR PADA LANSIA DI TPMB L KABUPATEN GARUT TAHUN 2024
Permatasari, Linda;
Maryam Syarah M;
Hidayani, Hidayani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8854
Berdasarkan data di Puskesmas Karangpawitan pada tahun 2023 terdapat sebanyak 135 orang lansia mengalami gangguan tidur yang disebabkan oleh 22,9% akibat kecemasan, 28,1% akibat kebiasaan tidur larut malam, 18,5% karena masalah kesehatan fisik, dan 30,3% sering terbangun di tengah malam. Dampak dari gangguan tidur pada lanjut usia apabila tidak ditangani dapat menurunkan kualitas hidup, demensia, suasana hati, produktivitas, dan kesehatan fisik. Salah satu terapi untuk meningkatkan kualitas tidur dapat menggunakan terapi murotal dan senam lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan pemberian terapi Murotal Al-Quran dan senam lansia terhadap kualitas tidur pada lansia. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada bayi sebanyak 2 orang lansia yang mengalami gangguan tidur. Hasil penelitian menunjukkan pemberian terapi murotal efektif dalam meningkatkan kualitas tidur ditandai dengan skor PSQI sebelum intervensi sebesar 9 menjadi 7 setelah intervensi. Pemberian pemberian senam lansia juga efektif dalam meningkatkan kualitas tidur ditandai dengan skor PSQI sebelum senam lansia sebesar 9 menjadi 8 setelah senam lansia. Terdapat perbedaan antara pemberian terapi murotal Al Quran dan senam lansia terhadap peningkatan kualitas tidur lansia dimana terapi murotal lebih efektif terhadap peningkatan kualitas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengatasi kualitas tidur pada lansia dengan menggunakan pemberian terapi murotal dan senam lansia.
PERBANDINGAN PEMBERIAN DAUN BINAHONG DAN KAYU MANIS TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI TPMB R KABUPATEN GARUT TAHUN 2024
Apriliani, Rika;
Hidayani, Hidayani;
Irma Jayatmi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8903
Angka kejadian ruptur perineum di Jawa Barat tahun 2022 mencapai 54%, sedangkan di Kabupaten Garut, angka ini mencapai 61% dari jumlah ibu yang melahirkan. Laporan Puskesmas Karangpawitan tahun 2023 mencatat 33,04% yang mengalami luka perineum dari seluruh ibu bersalin. Dampak yang terjadi apabila penyembuhan luka terhambat seperti kesakitan dan rasa takut untuk bergerak, sehingga dapat menimbulkan banyak permasalahan diantaranya sub involusi uteru. Upaya untuk mencegah infeksi luka perineum dapat dilakukan melalui terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan pemberian daun binahong dan kayu manis terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada 2 orang ibu nifas yang mengalami luka perineum. Terdapat efektivitas rebusan daun binahong terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas dengan skor luka perineum sebelum diberikan air rebusan daun binahong sebesar 6 dan sesudah diberikan air rebusan daun binahong sebesar 0. Terdapat efektivitas rebusan kayu manis terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas dengan skor luka perineum sebelum diberikan air rebusan kayu manis sebesar 6 dan sesudah diberikan air rebusan kayu manis sebesar 0. Tidak terdapat perbedaan efektivitas antara rebusan daun binahong dan rebusan kayu manis terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu dalam perawatan luka perineum dengan menggunakan air rebusan daun binahong dan kayu manis dengan cara membasuh atau membersihkan luka sehingga masyarakat dapat melakukannya secara mandiri sesuai dengan arahan..
PERBANDINGAN PEMBERIAN FE DENGAN PISANG AMBON DAN JUS JAMBU BIJI MERAH TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI DI PUSKESMAS SUKAHURIP KABUPATEN GARUT TAHUN 2024
Logayah, Ima Siti;
Hidayani, Hidayani;
Madinah Munawaroh
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8904
Kabupaten Garut tahun 2022 kejadian anmeia pada remaja putri mencapai 51,2%. Puskesmas Sukahurip pada tahun 2023 hasil pemeriksaan kadar hemoglobin terhadap siswa di sekolah-sekolah didapatkan 47,6% siswa putri memiliki kadar Hb <12 gr/dL. Anemia terjadi karena penurunan jumlah erosit atau kadar hemoglobin dalam darah. Penyerapan zat besi diberikan bersamaan dengan sumber makanan yang mengandung vitamin C seperti pisang ambon dan jambu biji. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan pemberian Fe dengan pisang ambon dan jus jambu biji merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin remaja putri. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada bayi sebanyak 2 remaja putri yang mengalami anemia. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok yang diberikan tablet Fe dengan jus jambu biji merah, kadar Hb meningkat dari 10,2 gr/dL menjadi 11,2 gr/dL, sedangkan pada kelompok yang diberikan tablet Fe dengan pisang ambon, kadar Hb meningkat dari 10,2 gr/dL menjadi 11 gr/dL. Hasil penelitian tersebut bahwa pemberian pisang ambon dan jambu biji merah sama-sama efektif dalam meningkatkan kadar Hb remaja, namun terdapat sedikit perbedaan. Meskipun perbedaannya tidak besar, jus jambu biji merah memberikan hasil yang sedikit lebih unggul. Diharapkan hasil penelitian ini juga diharapkan dapat membantu remaja dalam meningkatkan kadar hemoglobin secara mandiri dengan mengkonsumsi tablet Fe dengan pisang ambon dan jambu biji merah apabila mengalami anemia sekaligus mencegah terjadinya anemia dengan mengkonsumsi pada saat menstruasi.
PENGARUH PEMBERIAN BUAH KURMA DAN JERUK NIPIS TERHADAP PENINGKATAN HB PADA IBU HAMIL ANEMIA DI TPMB Ny. A KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2024
Suhadah, Adah;
Hidayani, Hidayani;
Gaidha K Pangestu
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8905
TPMB Ny. A merupakan salah satu TPMB yang berada di wilayah kerja PKM Cikalong. Berdasarkan catatan ibu hamil dari bulan Januari sampai Mei tahun 2024 tercatat 35 ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya dan 17 di antaranya mengalami anemia. Dampak anemia dapat menganggu perkembangan janin dalam rahim serta dapat mengurangi kemampuan metabolisme tubuh, dapat terjadi cacat bawaan, bayi cepat terkena infeksi bahkan menyebabkan kematian perinatal dan intelegensia. Salah satu upaya dalam penanganan anemia secara non farmakologis dapat diberikan buah kurma dan jeruk nipis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian buah kurma dan jeruk nipis terhadap peningkatan Hb pada ibu hamil anemia. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pemberian buah kurma meningkatkan Hb pada ibu hamil anemia dari 9,6 gr/dL pada kunjungan pertama menjadi 10,1 gr/dL pada kunjungan kedua dan menjadi 10,6 gr/dL. Pemberiaan jeruk nipisjuga meningkatkan Hb pada ibu hamil anemia dari 9,6 gr/dL pada kunjungan pertama menjadi 10,0 gr/dL pada kunjungan kedua dan menjadi 10,4 gr/dL. Pemberian buah kurma dan jeruk nipis sama-sama efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin, namun pemberian buah kurma sedikit lebih efektif dan cepat dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester 3 diandingkan dengan pemberian jeruk nipis dengan selisih peningkatan kadar Hb sebesar 0,2 gr/dL. Disarankan kepada ibu hamil untuk meningkatkan kadar Hb melalui cara non farmakologi menggunakan buah kurma dan jeruk nipis untuk mengatasi masalah anemia pada kehamilan.
PERBANDINGAN PEMBERIAN NUGGET TEMPE KEDELAI DAN NUGGET TAHU DAUN KELOR TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BALITA GIZI KURANG DI PMB NY. R KABUPATEN GARUT TAHUN 2024
Fujiawati, Rosy;
Madinah Munawaroh;
Hidayani, Hidayani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53625/jirk.v4i7.9054
Prevalensi gizi kurang pada balita di Puskesmas Karangpawitan Kabupaten Garut pada tahun 2023 tercatat sebanyak 5,45% balita. Berat badan digunakan sebagai indikator terbaik untuk menilai status gizi dan pertumbuhan anak karena sensitif terhadap perubahan kecil, pengukurannya objektif, dan dapat diulangi. Dampak dari gizi kurang yang ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Karangpawitan saat ini berdampak pada tumbuh kembang anak dimana anak mengalami keterlambatan bicara dan kondisi tubuh sangat kurus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pemberian nugget tempe kedelai dan nugget tahu daun kelor terhadap peningkatan berat badan balita gizi kurang. Metode penelitian menggunakan rancangan peneletian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada bayi sebanyak 2 balita yang mengalami gizi kurang. Hasil penelitian menunjukkan pemberian nugget tempe kedelai efektif terhadap peningkatan berat badan balita gizi kurang dengan meningkatkan berat badan sebanyak 1,1 kg selama 21 hari. Pemberian nugget tahun daun kelor efektif terhadap peningkatan berat badan balita gizi kurang dengan meningkatkan berat badan sebanyak 1,4 kg selama 21 hari. Disimpulkan pemberian nugget tahu daun kelor lebih efektif terhadap peningkatan berat badan balita gizi kurang dibandingkan nugget tempe kedelai dengan terdapat selisih peningkatan berat badan sebanyak 0,3 kg selama 21 hari. Diharapakan masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita gizi kurang memberikan asupan makanan tambahan berupa olahan tempe sebagai lauk maupun cemilan dan kombinasi tahun daun kelor sehingga balita cepat kembali pulih ke berat badan yang normal.
PERBANDINGAN PEMBERIAN JUS WORTEL DAN JUS TOMAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL DI TPMB E KABUPATEN GARUT TAHUN 2024
Eva Puspawidari;
Hidayani, Hidayani;
Fanni Hanifa
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 8: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53625/jirk.v4i8.9388
Kabupaten Garut pada tahun 2023, diperkirakan 12,8% ibu hamil menderita hipertensi sedangkan di Puskesmas Leuwigoong kejadian hipertensi sebanyak 98 ibu hamil yang didominasi oleh ibu hamil dengan HDK dengan persentase sebanyak 50%. Dampak jangka pendek jika terjadi hipertensi dalam kehamilan antara lain bisa pada ibu dan janin. Selain dengan obat-obatan, terapi pada ibu hamil dengan hipertensi dapat diberikan jus wortel dan jus tomat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan pemberian jus wortel dan jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada ibu hamil dengan hipertensi sebanyak 2 orang di TPMB E Kecamatan Leuwigoong Kabupaten Garut. Pemberian terapi jus wortel efektif terhadap penurunan tekanan darah dari 160/100 mmHg pada kunjungan pertama menjadi 150/90 mmHg pada kunjungan kedua dan menjadi 130/80 mmHg. Konsumsi jus tomat efektif dalam menurunkan tekanan darah ibu hamil dari 160/90 mmHg pada kunjungan pertama menjadi 150/90 mmHg pada kunjungan kedua dan menjadi 120/80 mmHg. Terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian jus mentimun dan labu siam terhadap hipertensi pada ibu hamil dimana pemberian jus tomat lebih efektif dibandingkan jus wortel dalam menurunkan tekanan darah. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan mengkonsumsi jus tomat atau jus wortel sehingga ibu hamil dapat melakukan secara mandiri dan dapat mengurangi risiko pada kehamilan.