p-Index From 2021 - 2026
10.21
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara Auladuna Profesi Pendidikan Dasar Indonesian Language Education and Literature Jurnal Gantang Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Kiprah Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Indonesian Journal of Primary Education DIKBASTRA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra SCHOLASTICA JOURNAL : JURNAL PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DAN PENDIDIKAN DASAR Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Riset Pendidikan Dasar Jurnal Basicedu Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Jurnal Komposisi Deiksis SAP (Susunan Artikel Pendidikan) Jurnal Gentala Pendidikan Dasar Journal of English Education and Teaching (JEET) Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Jurnal Pendidikan dan Konseling Titian: Jurnal Ilmu Humaniora JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia METABASA Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa Edu Sportivo: Indonesian Journal of Physical Education Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Eunoia : Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Aptekmas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal Of Human And Education (JAHE) Journal of Educational Sciences Jurnal Basicedu JURNAL MUARA PENDIDIKAN JURNAL TUNAS PENDIDIKAN Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kearifan Lokal (JIPKL) JGK (Jurnal Guru Kita) Innovative: Journal Of Social Science Research JS (Jurnal Sekolah) PPSDP International Journal of Education Asian Journal of Early Childhood and Elementary Education Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan JOURNAL OF EDUCATION AND LEARNING RESEARCH Indonesian Journal of Primary Education J-CEKI
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemerolehan bahasa anak berkebutuhan khusus (tunarungu) dalam memahami bahasa Nur Haliza; Eko Kuntarto; Ade Kusmana
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL GENRE (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v2i1.2051

Abstract

Children with hearing impairment are children with hearing loss who are classified into deaf and hard of hearing. The direct impact of disability is the obstruction of verbal / verbal communication, both speaking (expressive) and understanding the conversations of others (receptive). Obtaining the first language of a deaf child can be done with total communication. Total communication is the most effective communication system because in addition to using a form of communication orally or called oral, the activity of reading, writing, reading utterances, is also equipped with a form of cues. The purpose of this study was to determine the acquisition of language of children with special needs (deaf) in understanding language. Subjects in this study are children with special needs who experience speech impairment (hearing impairment) while the object of this study is focused on only one child, Mila Erdita, a 15-year-old child. This research refers to case studies with descriptive research type. Data collection techniques in this study will be done in three ways, namely; observation techniques, interview techniques, and documentation techniques. In this research, data processing that will be done is to describe the speech data of deaf children to see the acquisition of children's vocabulary. The results of this study indicate that deaf children can obtain a language of total communication using a form of communication orally or called oral, with the activities of reading, writing, reading utterances, also equipped with signs
Pengaruh afasia pada produksi ujaran dalam proses berbahasa Novia Miftakhul Mimma Aprilda; Eko Kuntartoa; Ade Kusmana
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL GENRE (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v3i1.2180

Abstract

Berbahasa diperlukan kemampuan mengeluarkan kata-kata, ini berarti daerah Broca dan Wernicke harus berfungsi dengan baik. Kerusakan pada daerah tersebut dan sekitarnya menyebabkan terjadinya gangguan berbahasa yang disebut Afasia. Dalam berkomunikasi terdapat suatu proses yang harus dilakukan oleh individu yakni proses memproduksi ujaran. Untuk berkomunikasi seorang individu membutuhkan mental, proses mental ini yaitu pertama berkaitan dengan asumsi individu tentang pengetahuan interlokutor dan kedua adalah kooperatif. Tujuan proses produksi ujaran adalah untuk menghasilkan seperangkat bunyi yang digunakan untuk menyampaikan gagasan kepada orang lain. Proses Berbahasa yaitu proses produktif berlangsung pada diri pembicara yang menghasilkan kode-kode bahasa yang bermakna dan proses reseptif berlangsung pada diri pendengar yang menerima kode-kode bahasa yang bermakna. 
STRATEGI GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER CINTA TANAH AIR SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Rahma Mellenia; Eko Kuntarto; Silvina Noviyanti
SCHOLASTICA JOURNAL JURNAL PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DAN PENDIDIKAN DASAR (Kajian Teori dan Hasil Penelitian) Vol. 5 No. 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sj.v5i1.6937

Abstract

ABSTRAKPendidikan karakter dalam proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas menjadi salah satu alternatif untuk menanamkan karakter cinta tanah air pada peserta didik dengan kegiatan upacara bendera, pembiasaan menyanyikan lagu nasional sebelum dan sesudah aktivitas belajar mengajar di sekolah. Dari kegiatan tersebut diharapkan dapat menjembatani peserta didik dari karakter negatif yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang dilakukan oleh guru dalam menanamkan sikap cinta tanah air pada siswa di Sekolah Dasar Negeri 55/I Sridadi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian berada di Sekolah Dasar Negeri 55/I Sridadi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan melalui mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan strategi yang dilakukan untuk menanamkan sikap cinta tanah air pada siswa yaitu melalui: (1) kegiatan belajar mengajar, dengan melakukan pembiasaan menggunakan bahasa Indonesia, menjaga kebersihan dan kerapian dalam kelas, menyanyikan lagu-lagu nasional sebelum pembelajaran, mengajarkan materi yang mendukung cinta tanah air. (2) budaya sekolah, melakukan kegiatan upacara bendera setiap hari Senin, kegiatan jum’at yasinan, peringatan hari kemerdekaan, hari sumpah pemuda dan hari pahlawan. (3) ekstrakurikuler, berupa pelaksanaan kegiatan pramuka. Beberapa cara tersebut sebagai suatu kesatuan untuk menanamkan cinta tanah air pada peserta didik di Sekolah Dasar Negeri 55/I Sridadi.Kata Kunci : Strategi, Sikap, Cinta Tanah AirABSTRAKPendidikan karakter dalam proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas menjadi salah satu alternatif untuk menanamkan karakter cinta tanah air pada peserta didik dengan kegiatan upacara bendera, pembiasaan menyanyikan lagu nasional sebelum dan sesudah aktivitas belajar mengajar di sekolah. Dari kegiatan tersebut diharapkan dapat menjembatani peserta didik dari karakter negatif yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang dilakukan oleh guru dalam menanamkan sikap cinta tanah air pada siswa di Sekolah Dasar Negeri 55/I Sridadi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian berada di Sekolah Dasar Negeri 55/I Sridadi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan melalui mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan strategi yang dilakukan untuk menanamkan sikap cinta tanah air pada siswa yaitu melalui: (1) kegiatan belajar mengajar, dengan melakukan pembiasaan menggunakan bahasa Indonesia, menjaga kebersihan dan kerapian dalam kelas, menyanyikan lagu-lagu nasional sebelum pembelajaran, mengajarkan materi yang mendukung cinta tanah air. (2) budaya sekolah, melakukan kegiatan upacara bendera setiap hari Senin, kegiatan jum’at yasinan, peringatan hari kemerdekaan, hari sumpah pemuda dan hari pahlawan. (3) ekstrakurikuler, berupa pelaksanaan kegiatan pramuka. Beberapa cara tersebut sebagai suatu kesatuan untuk menanamkan cinta tanah air pada peserta didik di Sekolah Dasar Negeri 55/I Sridadi.Kata Kunci : Strategi, Sikap, Cinta Tanah Air
Analisis Kemampuan Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas II Sekolah Dasar Nadia Fitri Jeni; Eko Kuntarto; Silvina Noviyanti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.676 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas II sekolah dasar serta faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam membaca permulaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data pada penelitian ini adalah guru kelas II dan orang tua siswa kelas II SD Negeri 045/I Sridadi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian di analisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 orang siswa kelas II SD Negeri 045/I Sridadi ditemukan bahwa 6 orang siswa yaitu JA, AC, MR, AI, DA, dan MN mengalami permasalahan dalam ranah membaca permulaan seperti : (a) belum mampu mengenal huruf, (b) membaca suku kata, (c) membaca kata, (d) membaca kalimat sederhana, dan (e) membaca teks pendek yang mana merupakan tolak ukur siswa dikatakan mampu membaca permulaan. Kemudian kesulitan siswa yang dalam membaca permulaan disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: (a) kurangnya minat belajar, (b) kurangnya percaya diri siswa, (c) pendidikan pra sekolah, dan (d) perhatian dari orang tua.
Analisis Kemampuan Menulis Pantun Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Tria Rapika Wahyuni; Eko Kuntarto; Alirmansyah Alirmansyah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.921 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendekskripsikan hasil analisis kemampuan menulis pantun pada siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Studi kasus. Sumber data dalam Penelitian ini adalah guru kelas dan siswa kelas V SD Negeri 45/I Sridadi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dan wawancara. Setelah data terkumpul, data dianalisa secara kualitatif memakai teori teknik analisis Miles dan Huberman yang terdiri dari Reduksi data, penyajian, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 27 orang siswa kelas V SD Negeri 45/I Sridadi ditemukan bahwa 9 orang siswa mengalami yaitu ADC, WJ, RR, CDG, MP, SLN, ZA, SR, dan AS permasalahan dalam menulis pantun seperti : (I) belum mampu memenuhi syarat-syarat pantun (II) belum memenuhi kriteria menulis isi pantun yang menarik (III) belum mampu menulis pantun dengan diksi/gaya Bahasa yang tepat. Kemudian bentuk-bentuk kesulitan yang dialami siswa dalam menulis pantun adalah : (I) menyamakan rima, (II) mengungkapkan pikiran dan perasaan untuk kemanarikan isi pantun (III) membuat pantun yang terdiri dari 8-12 suku kata.
Kemampuan Siswa dalam Mengerjakan Soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) pada Pembelajaran Matematika di Kelas V Sekolah Dasar Fradia Mayang Intan; Eko Kuntarto; Alirmansyah Alirmansyah
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): Volume 5 Number 1 March 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v5i1.1666

Abstract

HOTS (Higher Order Thinking Skills) is an instrument that assesses students' hight level thinking skills so that students are not just remembering but are expected to be able to develop ideas. Based on Bloom's Taxonomy, HOTS questions consist of 3 levels, namely analyzing, evaluating and creating. This study aims to describe the ability of students to work on HOTS (Higher Order Thinking Skills) problems in mathematics learning in VA class SD Negeri No. 55 / I Sridadi at the level of analyzing, evaluating, and creating. This research uses a descriptive quantitative research design. The data of this study were obtained using tests of the students' ability to work on HOTS questions in mathematics learning provided to students by using content validity, while data analysis was performed using descriptive statistical analysis. The results showed that the ability of VA grade students of SD Negeri No 55 / I Sridadi in working on HOTS questions in mathematics learning at the level of analyzing questions was obtained on average by 56.35 with quite good categories. In the matter of evaluating level obtained an average of 72.95 with a high category, on the matter of creating level obtained an average of 64.9 with a pretty good category. The conclusion of this research is the ability of VA class students of SD Negeri No 55 / I Sridadi in working on HOTS questions in mathematics learning is in quite good category, meaning that students are able to work on HOTS questions in mathematics learning.
PEMEROLEHAN BAHASA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (TUNARUNGU) DALAM MEMAHAMI BAHASA Nur Haliza; Eko Kuntarto; Ade Kusmana
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSeseorang dapat berbahasa harus ditunjang oleh fungsi pendengaran yang baik, sebab pemerolehan bahasa terbentuk melalui proses meniru dan mendengar. Setelah bahasa mulai terbentuk, anak akan mencoba mengungkap sendiri melalui kata-kata sebagai awal dari kemampuan bahasa ekspresif. Bila fungsi pendengaran mengalami hambatan, maka proses pemerolehan bahasa akan terganggu, karena kemampuan ini berkembang melalui pendengaran. Anak yang fungsi pendengarannya mengalami hambatan dalam proses pemerolehan bahasa anak, akan mengalami hambatan pula dalam berkomunikasi. Anak tunarungu adalah anak yang mengalami gangguan pendengaran yang diklasifikasikan kedalam tuli (deaf) dan kurang pendengaran (hard of hearing). Dampak langsung dari ketunarunguan adalah terhambatnya komunikasi verbal/lisan, baik secara ekspresif (berbicara) maupun reseptif (memahami pembicaraan orang lain), sehingga sulit berkomunikasi dengan lingkungan orang mendengar yang lazim menggunakan bahasa verbal sebagai alat komunikasi. Pemerolehan bahasa pertama anak tunarungu dapat dilakukan dengan komunikasi total. Komunikasi total merupakan sistem komunikasi paling efektif karena selain menggunakan bentuk komunikasi secara lisan atau disebut oral, dengan kegiatan membaca, menulis, membaca ujaran, juga dilengkapi dengan bentuk isyarat.Kata Kunci: Pemerolehan bahasa, anak tunarungu ABSTRACTA person can speak must be supported by good hearing function, because language acquistion is exist through the process of imitating and listening. After the language begins to form, children will try to express themselves through words as the beginning of expressive language skills. If the hearing function is impaired, the process of language acquistion will be disrupted, because this ability develops through hearing. Children whose hearing function experiences obstacles in the process of acquiring language, will also experience obstacles in communication. Children with hearing impairment are children with hearing loss who are classified into deaf and hard of hearing. The direct impact of disability is the obstruction of verbal/verbal communication, both expressive (speaking) and receptive (understanding the speech of others), making it difficult to communicate with the environment of hearing people who commonly use verbal language as a communication tool. Obtaining the first language of a deaf child can be done with total communication. Total communication is the most effective communication system because in addition to using a form of communication orally or called oral, the activity of reading, writing, reading utterances, is also equipped with a form of cues. Keywords: Acquisition of language, deaf children
Pelatihan Pembuatan Bigbook Digital Sebagai Media Pembelajaran Membaca di SDN 018/V Kuala Tungkal Maryono Maryono; Eko Kuntarto; Eka Sastrawati; Hendra Budiono
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.906 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5915

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada guru dalam membuat bigbook digital sebagai media pembelajaran dalam rangka mempermudah guru dalam membelajarkan membaca pada siswa sekolah dasar. Subjek kegiatan ini adalah guru kelas dan guru bidang studi SDN 018/V Kuala Tungkal sebanyaj 23 orang. Kegiatan dilakukan denngan penyampaian materi dalam bentuk diskusi, ceramah dan tanya jawab, serta praktik langsung pembuatan bigbook digital, diakhir kegiatan dilakukan evaluasi pencapaian keterampilan peserta yang dilihat dari bigbook digital yang dihasilkan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan dari 23 peserta yang mengikuti pelatihan, 17 atau 73,91% sudah dapat membuat bigbook digital sesuai dengan konsep yang telah dijelaskan, dan selebihnya 6 orang peserta atau 26,09% masih perlu bimbingan.
Etnomatematika: Model Baru Dalam Pembelajaran Andri Yani Z; Eko Kuntarto
Jurnal Gantang Vol 2 No 2 (2017): Matematika dalam Perspektif Kehidupan dan Pemanfaatannya dalam Pembelajaran yang
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.74 KB) | DOI: 10.31629/jg.v2i2.203

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui unsur-unsur berpikir kreatif matematis di dalam aktivitas membatik masyarakat Pelayangan Jambi Kota Seberang; untuk mengetahui unsur- unsur berpikir kritis matematis di dalam aktivitas membatik masyarakat Pelayangan Jambi Kota Seberang; dan untuk mengetahui implikasi hasil penelitian ini terhadap pembelajaran matematika. Data penelitian diperoleh dari observasi, wawancara dengan pengrajin batik, dan wawancara dengan guru matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai kegiatan proses membatik masyarakat Pelayangan mempunyai nilai etnomatematika yang ditemukan dalam aspek-aspek etnomatematika seperti aspek membilang, mengukur, penentuan letak, merancang dan menjelaskan. Bentuk aktivitas membatik masyarakat Pelayangan yang bernuansa matematika seperti konsep perbandingan, kekongruenan, konsep luas bidang datar, konsep refleksi, translasi dan rotasi dapat dipraktikkan dan dikembangkan dalam pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada kurikulum 2013. Penelitian ini menghasilkan suatu sintaks pembelajaran matematika dengan pendekatan etnomatematika yang diadopsi dari kegiatan membatik yang digunakan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Olak Kemang Jambi Kota Seberang. Kata kunci: proses membatik, etnomatematika, pembelajaran matematika This study aims to know the elements of mathematical creative thinking contained in batik activity of Pelayangan Jambi Kota Seberang; to know the elements of critical thinking mathematically contained in batik activity of Pelayangan Jambi Kota Seberang; and to know the implication of the result of this study to mathematics learning. Research data was obtained from observation, interviews with batik craftsmen, and interviews with math teachers. The results showed that various activities of batik process of Pelayangan people have ethnomathematics value found in aspects of ethnomathematics such as aspects of counting, measuring, determining the location, designing and explaining. The batik activities of the community displaying mathematical concepts such as comparison, congruence, the broad concept of flat field, the concept of translation, rotation and reflection can be practiced and developed in learning the mathematics of Junior High School in the 2013 curriculum. This research produces a syntax of mathematics learning by using the ethnomatematic approach which is adapted from batik activities used in Madrasah Tsanawiyah Negeri Olak Kemang Jambi Kota Seberang. Keywords: batik process, ethnomathematics, mathematics learning
Analisis Tingkat Pemahaman Guru Terhadap Konsep Pembelajaran Aritmatika-Bahasa di Sekolah Dasar Eko Kuntarto
Jurnal Gantang Vol 3 No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.257 KB) | DOI: 10.31629/jg.v3i2.629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran aritmatika-bahasa. Populasi adalah guru sekolah dasar kelas I - III. Responden berjumlah 30 orang. Analisis dilakukan untuk menggambarkan: (1) tingkat pemahaman guru tentang kurikulum, (2) buku teks, (3) kurikulum pelatihan, dan (4) proses pembelajaran. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa: (1) pemahaman terhadap kurikulum adalah yang paling tinggi sebesar 30,66%; (2) buku pembelajaran sebesar 16,66%; (3) kurikulum pelatihan 0,27%; (4) proses pembelajaran 75,55%. Analisis komponen Perencanaan Pendidikan (RPP) menghasilkan skor rata-rata 53,45% pada tingkat pemahaman guru, lebih kecil dari skor pedoman minimum 76%. Berdasarkan pengamatan proses pembelajaran, diketahui bahwa hanya 23,22% responden atau 7 orang yang memperoleh skor baik. Itu artinya tingkat pemahaman tentang konsep pembelajaran aritmatika-bahasa relatif rendah. Dari hasil penelitian ini disajikan dengan saran-saran berikut: (1) harus ada langkah-langkah untuk meningkatkan pembelajaran elemen aritmatika-bahasa pemahaman guru, (2) kurikulum pelatihan harus menekankan pemahaman konseptual. Kata kunci: pemahaman; guru aritmatika; kurikulum This study aimed to describe the level of teachers' understanding of the concept of arithmetic- language learning. The population was grade I – III of elementary school teacher. Respondents were 30 people. Analyzes were performed to describe: (1) the level of teachers' understanding of the curriculum, (2) textbooks, (3) training curriculum, and (4) the learning process. Based on data analysis, it is shown that: (1) understanding of the curriculum is the highest 30.66%; (2) learning books is 16.66%; (3) training curriculum is 0.27%; (4) the learning process is 75.55%. Analysis of the components of the Lesson Plan (RPP) yielded an average score of 53.45% level of understanding of teachers, smaller than the minimum guideline score 76%. Based on the observation of the learning process, it is known that only 23.22% of respondents or 7 people who obtain a score well. That means that the level of understanding of the heritage of the concept of arithmetic-language learning is relatively low. From the results of this study, it is suggested that: (1) there should be measures to enhance learning of arithmetic-language element of understanding teachers, (2) training curriculum should emphasize conceptual understanding. Keywords: comprehension; arithmetic teacher; curriculum
Co-Authors Abdi, Geby Chrilda Putri Abdoel Gafar Abrar, Mukhlas Ade Kusmana ADHE SAPUTRA, ADHE Afifa Suci Nahara Agung Rimba Kurniawan Agung Rimba Kurniawan Agus Setyonegoro AHMAD, MUHLIS Akhyari, Azki Alfa Rezki Alirmansyah Alirmansyah, Alirmansyah Alirmansyah, Alirmansyah Alqanita, Maulidia Andayani, Nurlita Andi Gusmaulia Eka Putri Andiopenta Purba Andiopenta Purba Andri Yani Z Anggraini, Luvita Aprida Hasnitah Aprilda, Novia Miftakhul Mimma Ari Surya Febriana Ari Surya Febriana Aridem Vintoni Arvita, Tihan Asih Nur Ismiatun, Asih Nur Ayu, Yuni Faska Bangun, Wendy Fernando Bashori , bisri, muawan Budiono, Herman Chan, Faizal Chatarina Umbul Wahyuni Damayanti, Yuliana Darmawan Budiyanto Darni Darni Desti Angraini Desy Rosmalinda Deyana Nuru Intan Dhea Amanda Alfa Rezki Dudu Mawarida Sembiring Eka - Sastrawati Eka Kurnia, Eka Eka Wulandari Eki Elviawati Ema Nur Amalia Endang Nofriani Ervina Septiwi Fadelina Wizola Diva Fadhilah Raihani Faizal C han Fradia Mayang Intan Fransisca, Maria Gempita Damayanti Gustina Anggraini Hadiyanto Hadiyanto Haliza, Nur Harmalis Haryani, Meri Hendra Budiono Hera Apriliana Putri Aritonang Humaila, Annisa Inayah Inayah Indah Panjaitan Intan, Deyana Nuru Ipinda Intan Saliya Ipinda Intan Saliya Isari, Alya Issaura Sherly Pamela Jefri Marzal Juita Ananda, Ivta Karina, Cahya Khairunnisa, Fitri KHOIRUNNISA Khoirunnisa Khoirunnisa Kurnia Saputri Kurniawan, Agung Rimba Kurniawan, Agung Rimba Kurniawan, Hanif Kurniyati, Wiwik Lega Hidayati Lusha Natasya M. Riski Saputra Maryono Maryono Maryono Maryono Maryono Megawati, Merti Melisa Putri Mendrofa, Cheline Nismeta Rotua Merlin Claudia, Deva Muhammad Sholeh MUHAMMAD SHOLEH Muhammad Sholeh Muhammad Sofwan Muhammad Soleh Mujiyono Wiryotinoyo Mulyani, Nurlaili Munawwarah, Farzana Mutiara Ratu Nirmala Nadia Fitri Jeni Nadine, Ardya Syaqibilla Nahara, Afifa Suci Natalia, Mutiara Desma Novia Miftakhul Mimma Aprilda Novita Sari Novita Wisudawati NOVITA WULANDARI Noviyanti, Silvina Nur Haliza Nur Salim Nurul Qalbi Eka Pratiwi Pamela, Issaura Sherly Pateka, Philsa Arin Patindra, Gani Pratiwi, Syara Wahyu Putra, Muhamar Kodafi Putri Susanti Putri, Rizkia Rima Putrina Mesra Rahani Gustina Rahma Mellenia Rahmat Ramadhani, Rahmat Rally, Handayani Ramdahani, Occha Kayla Reli Handayani Resky Dwi Yunita Rezki, Alfa Rezki, Dhea Amanda Alfa Ricky Sujana Rifda Afifa Risdalina Rizki Eka. S Robi Soma S Sugandi Saharudin Saharudin Sari N Sari, Novita Sartika, Diana Sayyidatunnisa, Zhafira Sekar Anggraini Septi Wulandari SEPTI WULANDARI Shella Salsabila Sholeh, Muhammad Siddiq, Aulia Rahman Silvina Noviyanti Silvina Noviyanti Siregar, Risdalina Sofyan Sofyan Sofyan Sri Mutiah Ulfa Sulistiyo, Urip Sutria Ningsih Titin Kusayang Tri Wulandari Tria Rapika Wahyuni Widyawati, Arum Desta Willenda, Zilvira Wilyanti, Liza Septa Winda Agil Zuhriana Windy Lara S. Samosir Wiwik Kurniyati Yanti, Minanti Tirta Yolandini, Renilda Pratiwi Yuliarni, Ike Yundi Fitrah Z, Andri Yani Zahara, Dini Putri Zahyuni, Violita ZD, Nadhifa Nur Rahmah