p-Index From 2021 - 2026
12.216
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam Al-Ulum Jurnal Diskursus Islam AL-Fikr Jurnal Adabiyah AT TA´DIB JURNAL IQTISAD: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Sulesana qolamuna : Jurnal studi islam Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur’an dan Tafsir Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter IQRO: Journal of Islamic Education Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam Harmoni Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah Nizham Journal of Islamic Studies Widya Balina :Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Journal Of Management Science (JMAS) Jurnal Pendidikan Jurnal Ilmiah Akuntansi Peradaban ADDIN JURNAL ILMIAH EDUKATIF Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Al-Riwayah : Jurnal Kependidikan JURNAL KEISLAMAN Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Action Research Literate (ARL) Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Jurnal Al Tasyri'iyyah Banco: Jurnal Manajemen dan Perbankan Syariah Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR) Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Munadzomah Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) Kumpulan Artikel Pendidikan Anak Bangsa : Journal Pendidikan, Sosial dan Humaniora ALSYS : Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Golden Ratio of Data in Summary Jurnal Tafsere International Journal of Management and Business Economics Al-Aqwam: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir JPLED Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam Global Education Journal Economos : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Al Rikaz : Jurnal Ekonomi Syariah Dahzain Nur Socius: Social Sciences Research Journal Journal of Innovative and Creativity Journal of International Multidisciplinary Research TEKNOS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi International Journal of Islamic Studies Journal of Authentic Research TAFASIR Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Multidisciplinary Indonesian Center Journal AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Aslama ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research Service Jurnal Kajian Budaya & Media Hasina: Jurnal Akuntansi dan Bisnis Syariah Jurnal Ilmu Agama Indonesia (JIGAMNA) Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah Al-Musannif At Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Al-Azhar Islamic Law Review
Claim Missing Document
Check
Articles

Wawasan Al-Qur'an Tentang Kesehatan Muhammad Basrul Anwar; Hamka Ilyas; Hasyim Haddade
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 7 (2026): Juli 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1559

Abstract

Kesehatan merupakan instrumen krusial bagi manusia untuk menjalankan fungsi spiritual sebagai hamba dan fungsi sosial sebagai khalifah secara optimal. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi wawasan Al-Qur'an tentang kesehatan fisik dan mental melalui pendekatan metode Tafsir Mawḍu'ī (tematik). Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur'an memandang kesehatan sebagai kesatuan holistik antara aspek jasmani (fisik) dan rohani (psikis/mental). Kesehatan fisik diwujudkan melalui perintah menjaga kebersihan (thaharah), mengonsumsi makanan halal dan thayyib, serta larangan berperilaku berlebihan dalam makan. Sementara itu, kesehatan mental-spiritual dicapai melalui zikir, ketenangan jiwa (sakinah), tawakal, dan optimalisasi fungsi Al-Qur'an sebagai asy-Syifa (penyembuh gangguan psikologis dan spiritual). Integrasi kedua aspek ini memposisikan pemeliharaan kesehatan (hifzh an-nafs) sebagai bagian integral dari tujuan utama hukum Islam (maqashid al-syari'ah).
Wawasan Al-Qur'an Tentang Ukhuwah Sitti Khadijah Amran; Hasyim Haddade; Hamka Ilyas
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 7 (2026): Juli 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi wawasan Al-Qur'an tentang Ukhuwwah (persaudaraan) dan implikasinya bagi masyarakat modern. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metodologi tafsir tematik (maudhu'i), mengumpulkan data dari berbagai ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan persaudaraan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Al-Qur'an mengkategorikan Ukhuwwah ke dalam beberapa jenis utama: Ukhuwwah Islamiyah (persaudaraan seagama), Ukhuwwah Insaniyah (persaudaraan kemanusiaan), dan Ukhuwwah Nasabiyah (persaudaraan sedarah). Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa pemahaman dan implementasi prinsip-prinsip Al-Qur'an ini dapat secara efektif menyelesaikan konflik sosial dan mendorong perdamaian.
Wawasan Al-Qur'an Tentang Lingkungan Hidup Nana Nur Zulaikha; Hasyim Haddade; Hamka Ilyas
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 7 (2026): Juli 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1562

Abstract

Artikel ini mengkaji wawasan Al-Qur'an tentang lingkungan hidup melalui pendekatan tafsir tematik (tafsir maudhu'i). Penelitian ini berangkat dari keprihatinan mendalam terhadap krisis lingkungan global yang semakin mengancam keberlangsungan kehidupan di bumi. Al-Qur'an sebagai kitab suci yang bersifat universal dan komprehensif telah memberikan perhatian yang sangat serius terhadap persoalan lingkungan jauh sebelum isu ini menjadi perhatian dunia modern. Melalui telaah sejumlah ayat kunci, artikel ini membuktikan bahwa Al-Qur'an mengandung wawasan ekologis yang kaya, meliputi: prinsip penciptaan alam sebagai tanda-tanda kebesaran Allah (ayat kawniyyah), konsep manusia sebagai khalifah beserta tanggung jawab ekologisnya, larangan tegas terhadap kerusakan lingkungan (fasad fi al-ardh), perintah menjaga keseimbangan ekosistem (mizan), serta panduan etis dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Ambang Batas Pengelolaan Alam: Ayat-Ayat Lingkungan Tentang Keseimbangan Pemanfaatan Mirwan Sudarmawan Rifai; Rahmi Damis; Hasyim Hadade
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 9 (2026): April 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21319468

Abstract

This study aims to examine the Qur’anic concept of balance in the utilization of natural resources and to formulate the ethical limits of natural resource exploitation through a thematic Qur’anic exegesis (tafsir maudhu‘i) approach. The research is motivated by the growing global ecological crisis, which is largely driven by excessive exploitation of natural resources and has resulted in widespread environmental degradation, including deforestation, flooding, landslides, and climate change. Employing a library research method, this study analyzes relevant Qur’anic verses concerning the environment by drawing upon classical and contemporary Qur’anic commentaries, as well as other pertinent scholarly literature. The data are examined using a descriptive-analytical approach to explore the relationship between the Qur’anic texts and the interpretations of Muslim exegetes regarding the principles of ecological balance, human stewardship (khil?fah), and the prohibition of environmental destruction. The findings reveal that the Qur’an views nature as a divine trust (am?nah) that must be managed responsibly, equitably, and sustainably. The principles of moderation, balance, environmental stewardship, and the prohibition of corruption on earth constitute the normative foundation for Islamic environmental ethics. This study concludes that the exploitation of natural resources should be governed by the principles of public welfare (ma?la?ah), ecological balance, and environmental responsibility, thereby positioning the Qur’anic eco-theological perspective as a fundamental framework for promoting sustainable development.
Interpretation of Dreams in QS. Yusuf Verses 1–6: Contextual Review and Classical Interpretation Deby Cahya Kamila Gawing; Muhammad Yahya; Hasyim Haddade
ALSYS Vol 6 No 4 (2026): ALSYS: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v6i4.11063

Abstract

This study examines classical and contemporary interpretations and related literature on Surah Yusuf/12:1–6 to understand the meaning of Yusuf’s dream revelation and the ethical-pedagogical values embedded in the verses. Employing a qualitative approach with a systematic literature review design, this study analyzes selected interpretations, journal articles, theses, and books that directly discuss the verses. The data were examined thematically and comparatively to identify patterns of interpretation, the narrative function of the dream, and Qur’anic–biblical points of comparison. The findings indicate that Yusuf’s dream is positioned as a form of revelation and a prophetic sign that shapes his moral journey through patience, steadfast faith, and wisdom. Contemporary interpretations further emphasize the pedagogical function of the narrative for character education. The comparative analysis reveals narrative similarities between Qur’anic and biblical traditions, while also identifying differences in their theological emphases. This study concludes that Yusuf’s dream in Surah Yusuf/12:1–6 contains significant ethical and pedagogical values that remain relevant for contemporary character education. The study contributes to Qur’anic interpretation and Islamic education by offering a literature-based synthesis of dream revelation, prophetic morality, and character formation, with implications for integrating Yusuf’s values into character education programs and for guiding future empirical studies.
The principle of Moderation in the Qur'an, Surah al-Baqarah, Verse 143 Nurul Istianah Ruddin; Hasyim Haddade; Muhammad Yahya
Global Education Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.1913

Abstract

Socio-religious polarization, intolerance, and the rejection of religious moderation resulting from the weak theological grounding of the faithful at the grassroots level have triggered serious national tensions. This study aims to extract the principle of moderation in Surah Al-Baqarah, verse 143, through a comparison of classical and contemporary interpretations from the Indonesian archipelago. The research method employs a qualitative literature review using a thematic (maudhu’i) exegetical approach to the interpretations of Al-Tabari, Hamka, and Quraish Shihab. The findings reveal a hermeneutical evolution from Al-Tabari’s classical theological-eschatological framework toward the practical, community-oriented approach of Hamka and Quraish Shihab in the Nusantara region. Specifically, Al-Tabari focuses on justice as a witness to the afterlife; Hamka emphasizes the resilience of the nationalist-religious struggle; while Quraish Shihab highlights the dialogical aspect of social inclusiveness. From this dialectic, a blueprint for the three operational pillars of wasathiyah is formulated: the epistemological pillar (the harmonization of reason and revelation), the practical-ethical pillar (the balance of social rights and obligations), and the socio-cultural pillar (active tolerance based on local wisdom). As a concrete recommendation, the Indonesian Ministry of Religious Affairs, interfaith leaders, and educators must organically integrate this three-pillar operational blueprint into the national curriculum and community outreach modules.
Musyawarah dan Relevansinya bagi Demokrasi di Indonesia (Studi Analisis terhadap Q.S. asy-Syūrā/42: 38 dan Q.S. Āli-Imrān/3: 159) Andi Tenrileleang; Dahlia; Hasyim Haddade; Muh. Irham
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i2.2091

Abstract

Musyawarah merupakan prinsip fundamental Islam yang berakar dari perintah langsung Allah swt demi mencapai keputusan yang berkeadilan dan penuh maslahat. Musyawarah bukan sekadar anjuran moral, melainkan instrumen krusial dan pilar vital yang wajib diimplementasikan umat Islam dalam seluruh aspek kehidupan demi menjaga stabilitas dan keberlangsungan tatanan sosial. Penelitian ini secara mendalam mengkaji hakikat musyawarah dalam Al-Qur’an, menganalisis pemikiran para mufassir secara komparatif, serta menelaah implementasinya sebagai bagian dari konteks demokrasi modern Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan kualitatif, penelitian ini melakukan penafsiran tematik terhadap Q.S. asy-Syūrā/42: 38 dan Q.S. Ā li-Imrān/3: 159 untuk mengeksplorasi relevansi doktrinal dan praktisnya. Hasil penelitian menegaskan bahwa Al-Qur’an menetapkan musyawarah sebagai identitas utama orang beriman, yang memberikan landasan teologis kokoh bagi mekanisme pengambilan keputusan kolektif dalam kehidupan umat. Para mufassir secara konsensus menyepakati bahwa musyawarah merupakan instrumen yang menjaga kemaslahatan bersama. Implementasi nilai ini merupakan wujud nyata dari prinsip keadilan, kesetaraan derajat, dan kebebasan berpendapat di tengah masyarakat yang heterogen. Lebih jauh, nilai-nilai syariat ini terintegrasi secara harmonis dalam konstitusi Indonesia dan menjadi fondasi utama kehidupan berbangsa serta bernegara melalui sila keempat Pancasila. Dengan demikian, musyawarah berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan nilai-nilai Islam dengan praktik kenegaraan yang demokratis, memastikan bahwa setiap pengambilan keputusan mencerminkan kearifan kolektif dan tanggung jawab teologis yang mendalam bagi seluruh warga negara.
Nilai-Nilai Etos Kerja Qur'ani dalam Perspektif Tafsir Tematik: Landasan Profesionalisme Laela Safriani; Muhammad Agus; Hasyim Haddade; Muhammad Irham
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/0n9yen50

Abstract

Artikel ini mengkaji nilai-nilai etos kerja dalam perspektif Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik (tafsir maudhu‘i). Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan etos kerja di tengah dinamika kehidupan modern yang ditandai oleh meningkatnya tuntutan profesionalisme, produktivitas, dan kompetisi kerja. Al-Qur’an tidak hanya memberikan dorongan untuk bekerja dan berusaha, tetapi juga menawarkan landasan moral dan spiritual yang membentuk karakter kerja seorang muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengonstruksi nilai-nilai serta prinsip-prinsip etos kerja yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an, sekaligus menjelaskan kontribusinya terhadap pembentukan produktivitas dan profesionalisme Islami. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data diperoleh melalui pengumpulan ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kerja, usaha, amanah, tanggung jawab, kualitas amal, disiplin waktu, dan pengembangan diri. Analisis dilakukan secara tematik dengan mengidentifikasi tema-tema utama, menelaah konteks ayat, serta menghubungkannya dengan konsep etos kerja dalam Islam berdasarkan penafsiran para mufasir klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memandang kerja sebagai bagian integral dari ibadah, pengabdian kepada Allah Swt., dan manifestasi tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Ditemukan sejumlah nilai utama etos kerja Qur’ani, yaitu ikhlas, amanah dan kejujuran, tanggung jawab, disiplin dan penghargaan terhadap waktu, kerja keras (mujāhadah), profesionalisme dan kualitas kerja (itqān dan ihsān), orientasi masa depan, serta keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Nilai-nilai tersebut membentuk kerangka etos kerja Islami yang mengintegrasikan dimensi spiritual, moral, dan sosial dalam aktivitas profesional. Dengan demikian, etos kerja Qur’ani berfungsi sebagai landasan normatif dalam membangun sumber daya manusia yang produktif, berintegritas, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan individu maupun masyarakat.
KH. Ahmad Dahlan Dan Perserikatan Muhammadiyah: Revolusi Dalam Bidang Pendidikan Islam Fahruddin; Syamsuddin; Hasyim Haddade
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.5948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan karakter pendidikan Islam pada masa klasik dan modern, serta merumuskan model sintesis yang integratif dalam rangka memperkuat sistem pendidikan Islam yang relevan dengan perkembangan zaman. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) dan analisis komparatif terhadap literatur ilmiah periode 2020--2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam klasik menekankan pembentukan karakter moral dan spiritual melalui pendekatan halaqah, dialog keilmuan, serta internalisasi nilai akhlak, sedangkan pendidikan Islam modern berorientasi pada pengembangan kompetensi, integrasi ilmu pengetahuan, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Perbedaan paradigmatik ini menunjukkan bahwa integrasi antara nilai-nilai klasik dengan pendekatan modern dapat menghasilkan model pendidikan Islam yang lebih holistik, adaptif, dan kontekstual. Meskipun memiliki perbedaan paradigmatik, keduanya memiliki kesamaan dalam tujuan pembentukan manusia yang beriman dan berilmu. Penelitian ini menemukan bahwa integrasi antara nilai-nilai klasik, konvensional dan pendekatan modern dapat menghasilkan model pendidikan Islam yang lebih holistik, adaptif, dan kontekstual. Kontribusi praktis penelitian ini terletak pada perumusan kerangka konseptual pendidikan Islam integratif yang dapat dijadikan dasar pengembangan kurikulum, strategi pembelajaran, dan kebijakan pada penelitian pendidikan Islam. Kontribusi penelitian ini terletak pada perumusan kerangka konseptual pendidikan Islam integratif yang dapat dijadikan dasar pengembangan kurikulum, strategi pembelajaran, dan kebijakan pada penelitian pendidikan Islam.
KONSEP MUSYAWARAH DALAM AL-QUR’ĀN Sri Wahyuni; Yunita Sari; Hasyim Haddade; Rahmi Damis
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 3 No 1 (2026): New Tren in Islamic Religious Educatoin
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musyawarah atau syûrâ dalam perspektif tafsir Al-Qur’an dengan pendekatan tematis, term  syûrâ  dalam tinjauan Al Qur’an,urgensi dan manfaatnya. Penulis akan memfokuskan pada ayat-ayat Al-Qur’an tentang  syûrâ  , yakni, QS. al-Baqarah/2; 233, Q.S. Ali ‘Imran/3;159, dan Q.S. asy-Syura/42; 38. Dalam mengupas ayat-ayat tentang musyawarah, penulis menggunakan metode library research secara tematik (tafsir maudhu’i).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara filosofis, musyawarah berakar dari makna "mengeluarkan madu," musyawarah dalam tiga ranah utama: (1) (keluarga) sebagai bentuk kemitraan suami-istri; (2) Ranah kepemimpinan sebagai wujud inklusivitas kebijakan; dan (3) Ranah komunitas mukmin sebagai identitas sosial.
Co-Authors A. Mustika Abidin A.Izzul Haq Abdul Azis Abdul Hakim Junaid Abdul Hayyaqdhan Asufah Abdul Syakur Abdullah AF Abu Bakar, Achmad Abu Bakar, Ahmad Abu Sahman Nasim Abubakar, Achmad Achmad Abubakar Achruh, Andi Adam, Adiyana Adelia Nindya Putri Ahmad Afif Ahmad Mudzakkir Ahmad Mudzakkir Ahmad Ridha Jafar Ahmad Syafi'i Ainun Jariah Alhaddad, Bujuna A. Almutawakkil Alallah Andi Iting Andi Kamal Ahmad Andi Moh. Rezki Darma Andi Rahmat Abidin Andi Sitti Emeralda Ria Andi Tenrileleang Arifin, Asriadi Arnadi Arnadi, Arnadi Asmi Ashari Shabran Asmin Asmin Baso Pallawagau Budiono, I Nyoman Dahlia Daily, Syarmillah Darmawati Hanafi Darnanengsih Darnanengsih Deby Cahya Kamila Gawing Dwi Rezki Wahyuni Fahruddin GHANY, ABDUL Ghazali Awaluddin Hamka Hamka Hamka Hamka Ilyas Hamka Ilyas hamkah, hamkah Hasan, Nugraha hasnia Haswani Ansar Hasyim, Noorhayati Binti Hilman Maulana N Husain, Hartina Husain, Muhammad Zakir Hutagaluh, Oskar Ilyas, Hamka Imam, Muhammad Khoirul Indra Wijaya IRFAN, MUFLIH NAUFAL Islam, Yousuf Mahbubul Januardy, Uray K, Ratna. Kurniati Kurniati Kurniati Laela Safriani M. Alhabsyi, Ni’ma Maemunah, St. Maggu, Istiqamah Mirwan Sudarmawan Rifai Mizna Laila Albaar Moch Natsir Mahmud Muh Nur Fithri Muh Tabran Muh. Irham Muh. Yusuf Muh. Yusuf Muhammad Agus Muhammad Basrul Anwar Muhammad Dzal Anshar Muhammad Fadel Muhammad Galib Muhammad Irham Muhammad Khadary Muhammad Mukhtar. S Muhammad Nasir Muhammad Rusmin, Muhammad Muhammad Yahya Muhammad Yahya Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Kasim Muhsin Mahfudz Muhyiddin Tahir Mulyanti Munawarah, Zakiah Al Munir Alimuddin Munir Munir Muslimah Muslimah Mustika Abidin Musya Rifah Muzakkir Najamuddin Petta Solong Nana Nur Zulaikha Nasrullah Bin Sapa Norwawi, Norita Binti Md Nugraha Hasan Nur Jihadilla Nurchalis Aziz Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurul Hasanah Nurul Istianah Ruddin Patriana, Patriana Rahmi Damis Ramadhani, Syamsinar Reski Eka Putri Rifain, Aswar Rosmini Rosmini Rusydi Khalid Sabbar Dahham Sabbar Sabbar, Sabbar Dahham Sabriadi HR Sadaruddin, Sadaruddin Saifuddin Samsidar Jamaluddin Samsir Samsir Sempo, Muhammad Widus Sitti Khadijah Amran Sitti Mania, Sitti Sri Mulyati Sri Wahyuni St. Dewi Nurul Fitrizki Sudirman M Sumarno Suryaningrat, Dani Syahrul Syahrul Syamsuddin Syaridawati Syarif, Ahmad Syarif Ta’wil Teguh Arafah Julianto Tharekh Era Elraisy Tita Rosalina Tomadehe, Sumiati Ulfiani Rahman Ulfiani Rahman Ummul Hidayatullah Syarifuddin Wakia, Nurul YULIANSYAH Yuniarti, Desi Yunita Sari Yusdiansyah, Yusdiansyah Yusran, Ramlah ZAENAL ABIDIN Zakiah Al Munawarah Zaputra, Reo