p-Index From 2021 - 2026
12.216
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam Al-Ulum Jurnal Diskursus Islam AL-Fikr Jurnal Adabiyah AT TA´DIB JURNAL IQTISAD: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Sulesana qolamuna : Jurnal studi islam Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur’an dan Tafsir Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter IQRO: Journal of Islamic Education Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam Harmoni Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah Nizham Journal of Islamic Studies Widya Balina :Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Journal Of Management Science (JMAS) Jurnal Pendidikan Jurnal Ilmiah Akuntansi Peradaban ADDIN JURNAL ILMIAH EDUKATIF Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Al-Riwayah : Jurnal Kependidikan JURNAL KEISLAMAN Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Action Research Literate (ARL) Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Jurnal Al Tasyri'iyyah Banco: Jurnal Manajemen dan Perbankan Syariah Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR) Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Munadzomah Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) Kumpulan Artikel Pendidikan Anak Bangsa : Journal Pendidikan, Sosial dan Humaniora ALSYS : Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Golden Ratio of Data in Summary Jurnal Tafsere International Journal of Management and Business Economics Al-Aqwam: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir JPLED Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam Global Education Journal Economos : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Al Rikaz : Jurnal Ekonomi Syariah Dahzain Nur Socius: Social Sciences Research Journal Journal of Innovative and Creativity Journal of International Multidisciplinary Research TEKNOS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi International Journal of Islamic Studies Journal of Authentic Research TAFASIR Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Multidisciplinary Indonesian Center Journal AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Aslama ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research Service Jurnal Kajian Budaya & Media Hasina: Jurnal Akuntansi dan Bisnis Syariah Jurnal Ilmu Agama Indonesia (JIGAMNA) Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah Al-Musannif At Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Al-Azhar Islamic Law Review
Claim Missing Document
Check
Articles

Masyarakat Madani Perspektif Al-Qur’an: Prinsip-prinsip Pembentukan dan Relevansi di Era Modern Andi Sitti Emeralda Ria; Muhammad Yusuf; Hasyim Haddade
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 24 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/refleksi.v24.i1.44445

Abstract

This article presents an in-depth analysis of the concept of madani society (civil society) from the Qur’anic perspective, understood as an ideal social order founded upon justice, welfare, and democratic values. The study aims to formulate the fundamental principles underlying the formation of a madani society and to underscore their relevance in responding to the challenges of globalization, pluralism, and shifting power dynamics in the modern era. The research employs a qualitative methodology based on library research with a descriptive-thematic (mawḍū‘ī) analytical approach. Primary data are drawn from key Qur’anic verses—Q. al-Nisā’ 58, al-Ḥujurāt 13, al-Shūrā 38, and al-Baqarah 143—supported by authoritative exegetical works by Ibn Kathīr, al-Qurṭubī, and Sayyid Quṭb. The findings indicate that the conceptual blueprint of a madani society is constructed upon four foundational principles: (1) justice as the ethical and legal cornerstone; (2) equality of human dignity, which rejects discrimination and affirms diversity; (3) consultation (shūrā) as a participatory political mechanism to prevent authoritarianism; and (4) moderation (ummatan wasaṭan) as a moral and spiritual framework. The study argues that these principles position madani society as an essential counter-power through the implementation of amr bi al-ma‘rūf wa nahy ‘an al-munkar as a form of social accountability. Consequently, the Qur’anic conception of madani society offers not only a theoretical framework but also an ethical-operational foundation for establishing a just, harmonious, and inclusive social order in contemporary contexts.
Burnout Dalam Perspektif Al-Qur’an Terkait Ayat-Ayat Psikologi Hilman Maulana N; Hasyim Haddade; Ulfiani Rahman
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2026): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/e49d2q72

Abstract

Burnout is a psychological phenomenon characterized by emotional exhaustion, depersonalization, and decreased self-fulfillment due to prolonged stress, whether in the context of work, education, or social responsibilities. This phenomenon not only impacts mental health but also reduces the overall quality of life. This study aims to analyze the concept of burnout from a Qur'anic perspective through an examination of verses related to human psychology. The approach used is qualitative library research using the thematic interpretation method (tafsir maudhu'i), which emphasizes the collection and analysis of Qur'anic verses related to human mental conditions, such as fatigue, sadness, anxiety, fear, despair, and recovery efforts through serenity, patience, surrender (relief), dhikr (remembrance of God), prayer, and balance in life (tawāzun). The results show that the Qur'an recognizes human psychological dynamics as part of life's trials and provides spiritually based solutions that can build mental and emotional resilience. These Qur'anic concepts not only help identify symptoms of burnout but also offer strategies for managing life's stresses holistically, encompassing both psychological and transcendental dimensions. These findings demonstrate that mental health, from an Islamic perspective, cannot be separated from spiritual health, and that an integrative approach between Qur'anic values ​​and modern psychology can be an effective solution to addressing the problem of burnout in the contemporary era. Thus, this research contributes to the development of thematic interpretation studies and holistic mental health practices. Abstrak Burnout merupakan fenomena psikologis yang ditandai oleh kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian diri akibat tekanan yang berkepanjangan, baik dalam konteks pekerjaan, pendidikan, maupun tanggung jawab sosial. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep burnout dalam perspektif Al-Qur’an melalui telaah ayat-ayat yang berkaitan dengan aspek psikologis manusia. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif kepustakaan (library research) dengan metode tafsir tematik (tafsir maudhu’i), yang menekankan pengumpulan dan analisis ayat-ayat Al-Qur’an terkait kondisi jiwa manusia, seperti kelelahan, kesedihan, kegelisahan, ketakutan, keputusasaan, serta upaya pemulihan melalui ketenangan hati, sabar, tawakkal, dzikir, doa, dan keseimbangan hidup (tawāzun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an mengakui dinamika psikologis manusia sebagai bagian dari ujian hidup dan memberikan solusi berbasis spiritual yang dapat membangun ketahanan mental dan emosional. Konsep-konsep Qur’ani ini tidak hanya membantu mengidentifikasi gejala burnout, tetapi juga menawarkan strategi untuk mengelola tekanan hidup secara menyeluruh, mencakup dimensi psikologis dan transendental. Temuan ini memperlihatkan bahwa kesehatan mental dalam perspektif Islam tidak dapat dilepaskan dari kesehatan spiritual, dan bahwa pendekatan integratif antara nilai-nilai Qur’ani dan psikologi modern dapat menjadi solusi efektif dalam menghadapi problematika burnout di era kontemporer. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian tafsir tematik serta praktik kesehatan mental yang holistik.
Al Tawakkal dalam Al Qur’an Andi Iting; Muhammad Yusuf; Hasyim Haddade
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 1 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i1.380

Abstract

Artikel ini membahas tentang tawakkal dalam Al-Qur'an dan ditulis dengan menggunakan metode tafsir tematik. Dalam analisisnya, penulis terlebih dahulu menentukan topik, setelah itu mencari ayat-ayat yang berkaitan dengan topik dan dilanjutkan dengan mengulas ayat-ayat yang terkumpul. Al-Qur'an menyebutkan banyak ayat yang berkaitan dengan perintah untuk percaya kepada Allah dan menyerahkan semua hasil setelah usaha yang sungguh-sungguh. tawakal itu adalah menyerahkan segala keputusan dari usaha dan ikhtiar itu kepada Allah. Quṭb pula menyebut tawakal itu adalah suatu usaha yang dibarengi berserah kepada Allah akan keputusannya. Tawakkal itu menunjukkan kelemahan manusia di hadapan Allah . Tawakal adalah sepenuhnya menyerahkan atau menyandarkan semua urusan kepada satu- satunya objek tunggal yaitu Allah penjamin mutlak, pencukup rezeki dan penguasa segala urusan kehidupan. Penyerahan yang dimaksud di sini tidak hanya sekedar pasrah saja, akan tetapi penyerahan yang harus didahului ikhtiar atau usaha terlebih dahulu.
Wawasan Al-Qur’An tentang Hak Asasi Manusia Hamka Ilyas; Hasyim Haddade; Sudirman M
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 2 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i2.552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam wawasan AlQur’an tentang hak asasi manusia, termasuk konsepsi, prinsip, dan implikasinya dalam kehidupan sosial kontemporer. Kajian dilakukan melalui penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, yakni dengan menelaah ayatayat AlQur’an yang berhubungan dengan martabat serta hak dan kewajiban manusia, serta mengkaji tafsir klasik dan kontemporer yang relevan untuk memahami makna dan konteksnya. Selain itu, literatur ilmiah tentang hak asasi manusia dalam perspektif Islam digunakan untuk memperkaya analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AlQur’an menegaskan nilai kemanusiaan yang universal sebagai ciptaan Allah, memberikan dasar normatif tentang hak hidup, kebebasan, keadilan, dan martabat manusia yang tidak dapat dikurangi, serta menempatkan tanggung jawab sosial dan etika sebagai bagian integral dari pengakuan hak tersebut. Konsep ini tidak hanya bersifat teoretis tetapi juga memiliki relevansi aplikatif dalam dinamika kehidupan masyarakat modern. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa wawasan AlQur’an tentang hak asasi manusia memberikan landasan filosofis dan praktis yang kuat untuk mempromosikan martabat dan keadilan dalam tatanan sosial.
School Well-Being sebagai Prediktor Resiliensi Santri: Studi Kuantitatif Berbasis Structural Equation Modeling di Pesantren Indra Wijaya; Hasyim Haddade; Ulfiani Rahman; Ahmad Afif
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i1.38400

Abstract

Abstract: This study is important for understanding how School Well-Being in Islamic boarding schools (pesantren), which has been underexplored, can influence santri resilience in facing academic, social, and spiritual challenges within a structured pesantren environment. The study aims to analyze the impact of School Well-Being on santri resilience in pesantren. A quantitative approach with a correlational survey design was used. The study sample consisted of 416 senior high school-level santri selected using multistage cluster random sampling. The instruments used were the School Well-Being Scale based on the Konu and Rimpelä model, and the Resilience Scale based on Reivich and Shatté's theory. Both instruments demonstrated validity and reliability, with Cronbach's Alpha of 0.857 for the School Well-Being Scale and 0.790 for the Resilience Scale. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The results showed that School Well-Being positively and significantly affects santri resilience (β = 0.215; p < 0.001). These findings suggest that an emotionally, socially, and spiritually supportive pesantren environment contributes to strengthening the psychological resilience of santri. This study highlights the importance of developing an education ecosystem focused on well-being as a strategy to enhance santri resilience.Abstrak: Penelitian ini penting untuk memahami bagaimana School Well-Being di pesantren, yang masih belum banyak diteliti, dapat mempengaruhi resiliensi santri dalam menghadapi tantangan akademik, sosial, dan spiritual di lingkungan pesantren yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh School Well-Being terhadap resiliensi santri di pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Sampel penelitian berjumlah 416 santri tingkat SMA yang dipilih melalui teknik multistage cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Skala School Well-Being berdasarkan model Konu dan Rimpelä serta Skala Resiliensi berdasarkan teori Reivich dan Shatté. Kedua instrumen ini memiliki validitas dan reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha 0,857 untuk Skala School Well-Being dan 0,790 untuk Skala resiliensi. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa School Well-Being berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi santri (β = 0,215; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan pesantren yang mendukung secara emosional, sosial, dan spiritual berkontribusi dalam memperkuat ketahanan psikologis santri. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan ekosistem pendidikan yang berorientasi pada kesejahteraan sebagai strategi dalam meningkatkan resiliensi santri. 
REKONSTRUKSI PEMAHAMAN KESETARAAN GENDER DALAM AL-QUR'AN MELALUI ANALISIS KONTEKSTUAL AYAT-AYAT GENDER A.Izzul Haq; Hasyim Haddade; Rosmini Rosmini
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12168

Abstract

Gender equality in Islam remains a significant issue in contemporary Islamic discourse, as different interpretations of Qur’anic verses often generate diverse perspectives on the roles and positions of men and women in social life. This article aims to analyze the concept of gender equality from the Qur’anic perspective, examine the contextual interpretation of gender-related verses, and explain their relevance to contemporary Muslim society. This study employs a library research method using a thematic (maudhu’i) exegesis approach and descriptive qualitative analysis. The data were collected from the Qur’an, classical and contemporary Qur’anic commentaries, and relevant scholarly literature. The findings reveal that the Qur’an positions men and women as human beings who possess equal dignity, moral responsibility, and opportunities to attain honor before Allah. A contextual interpretation of gender-related verses demonstrates that several provisions commonly perceived as reflecting inequality are, in fact, closely linked to the socio-historical circumstances of the revelation and are intended to promote justice and public welfare (maṣlaḥah). Therefore, gender equality in Islam represents a manifestation of the Qur’anic values of justice and continues to serve as an ethical foundation for fostering harmonious social relations in contemporary society.
Paradigma Pendidikan Holistik dalam Al-Qur'an: Analisis Tafsir Tematik tentang Integrasi Tarbiyah, Ta'lim, dan Ta'dib St. Dewi Nurul Fitrizki; Hasyim Haddade; Hamka Ilyas; Muh Nur Fithri
Dahzain Nur Vol 16 No 1 (2026): Dahzain Nur
Publisher : STAI YAPIS Takalar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69834/dn.v16i1.437

Abstract

The dichotomy between education oriented toward knowledge acquisition and character formation highlights the need to reconstruct a more holistic paradigm of Islamic education. This study aims to examine the holistic educational paradigm in the Qur'an through the integration of the concepts of tarbiyah, ta'lim, and ta'dib using a thematic (maw??‘?) Qur'anic exegesis approach. This research employs a library research design, with the Qur'anic verses related to education serving as the primary data source, complemented by classical and contemporary Qur'anic commentaries as well as Islamic education literature as secondary sources. The analysis was conducted through several stages, including the identification of relevant verses, thematic classification, linguistic and contextual analysis, synthesis of interrelated meanings, and interpretation by relating the findings to contemporary educational theories. The findings reveal that the Qur'anic educational paradigm is inherently holistic, integrating tarbiyah as the process of nurturing human potential, ta'lim as the development of knowledge, and ta'dib as the cultivation of ethical conduct and civilized character. These three concepts collectively establish a comprehensive educational paradigm that balances intellectual, spiritual, moral, and social dimensions, making it highly relevant as a foundational framework for the development of contemporary Islamic education aimed at nurturing knowledgeable, morally upright, and civilized individuals.
Konsep Taqwa dalam Al-Qur’An: Analisis Tafsir Tematik Ahmad Ridha Jafar; Hasyim Haddade; Rosmini Amin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.646

Abstract

Kajian tentang taqwa sering direduksi menjadi nasihat moral yang bersifat individual, padahal Al-Qur’an menempatkannya sebagai kesadaran teologis, etika sosial, dan dasar pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep taqwa dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik dengan menelaah makna linguistik, derivasi, ayat-ayat pokok, karakteristik muttaqin, serta relevansinya bagi kehidupan modern dan pendidikan karakter. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif dan metode tafsir maudhu’i. Data primer bersumber dari ayat-ayat Al-Qur’an tentang taqwa dan kitab tafsir klasik-kontemporer, terutama Tafsir al-Tabari, Ibn Kathir, al-Qurthubi, Fi Zhilal al-Qur’an, Tafsir al-Azhar, dan Tafsir al-Misbah, sedangkan data sekunder berasal dari jurnal ilmiah, buku metodologi tafsir, serta kajian psikologi dan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taqwa berasal dari akar w-q-y yang bermakna menjaga atau melindungi diri; secara Qur’ani, makna ini berkembang menjadi kesadaran aktif yang mengintegrasikan iman, ibadah, keadilan, pengendalian diri, kepedulian sosial, dan tanggung jawab moral. Perbandingan tafsir menunjukkan bahwa mufassir klasik menekankan ketaatan normatif dan keselamatan eskatologis, sedangkan mufassir kontemporer memperluas taqwa ke ranah transformasi sosial, pendidikan, dan kesadaran etis publik. Kesimpulannya, taqwa bukan sekadar rasa takut kepada Allah, melainkan paradigma hidup yang membentuk moral consciousness dan karakter manusia dalam relasi spiritual, sosial, dan pendidikan.
Melawan Teologi Kekerasan: Tafsir Tematik Anti-KDRT sebagai Solusi Masalah Gender Domestik Dwi Rezki Wahyuni; Rosmini; Hasyim Haddade
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.649

Abstract

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di dalam masyarakat Muslim seringkali mendapatkan legitimasi teologis akibat interpretasi secara parsial, tekstual, dan patriarkis terhadap teks Al-Qur'an. Fenomena ini mendorong perlunya rekonstruksi pemikiran keagamaan yang jauh lebih adil. Artikel ini bertujuan mengonstruksi paradigma tafsir tematik (maudhu'i) yang responsif gender sebagai counter-narrative terhadap teologi kekerasan  tersebut, selain memberikan manfaat teoretis untuk memperkuat hak-hak perempuan di dalam ranah domestik. Dengan metode kualitatif berbasis kajian pustaka, penelitian ini mengkonstruksi dan menyusun ayat-ayat Al-Qur'an terkait relasi domestik seperti mu’asyarah bil ma’ruf, sakinah, mawaddah, wa rahmah menjadi satu visi anti-kekerasan. Hasil studi menunjukkan bahwa Islam secara fundamental menolak segala bentuk kekerasan domestik ( baik fisik, psikis, seksual, ekonomi) karena bertentangan dengan prinsip keadilan ('adl) dan kemaslahatan yang digagas maqashid syariah. Kesimpulannya, konstruksi tafsir tematik ini menawarkan solusi metodologis terhadap masalah gender domestik melalui dekonstruksi otoritas mutlak suami menjadi relasi kesalingan (mubadalah) serta reinterpretasi teks-problem seperti ayat nusyuz dan visualisasi tindakan fisik (wadribuhunna).
Etos Kerja dalam Perspektif Al-Qur'An (Kajian Tafsir Maudhu'i Ayat-Ayat 'Amal, Sa'y, dan Keseimbangan Dunia-Akhirat Reski Eka Putri; Hasyim Haddade; Rosmini Amin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.651

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji wawasan Al-Qur'an tentang etos kerja sebagai landasan normatif dalam membentuk karakter kerja produktif, jujur, dan berorientasi pada ridha Allah. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik ( maudhu'i ), yaitu menghimpun dan menganalisis secara komprehensif ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan etos kerja. Sumber primer berupa Al-Qur'an dan kitab-kitab tafsir klasik-kontemporer, sedangkan sumber sekunder mencakup buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur'an memandang kerja sebagai bagian integral dari misi kekhalifahan manusia di bumi. Etos kerja dalam perspektif Al-Qur'an mencakup prinsip-prinsip keikhlasan, kejujuran, profesionalisme, ketekunan, dan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Ayat-ayat seperti QS. At-Taubah: 105 menegaskan perintah universal bekerja, QS. Al-Jumu'ah: 10 mengajarkan keseimbangan ibadah dan ekonomi, QS. An-Najm: 39-41 menjamin balasan setimpal atas usaha, serta QS. Ar-Ra'd : 11 dan QS. Al-Qasas: 77 tekanan hukum kausalitas perubahan dan keseimbangan hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wawasan Al-Qur'an tentang etos kerja memberikan kontribusi filosofis dan praktis bagi pengembangan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual. Temuan ini diharapkan menjadi landasan bagi pembentukan karakter kerja Islami di berbagai sektor kehidupan
Co-Authors A. Mustika Abidin A.Izzul Haq Abdul Azis Abdul Hakim Junaid Abdul Hayyaqdhan Asufah Abdul Syakur Abdullah AF Abu Bakar, Achmad Abu Bakar, Ahmad Abu Sahman Nasim Abubakar, Achmad Achmad Abubakar Achruh, Andi Adam, Adiyana Adelia Nindya Putri Ahmad Afif Ahmad Mudzakkir Ahmad Mudzakkir Ahmad Ridha Jafar Ahmad Syafi&#039;i Ainun Jariah Alhaddad, Bujuna A. Almutawakkil Alallah Andi Iting Andi Kamal Ahmad Andi Moh. Rezki Darma Andi Rahmat Abidin Andi Sitti Emeralda Ria Andi Tenrileleang Arifin, Asriadi Arnadi Arnadi, Arnadi Asmi Ashari Shabran Asmin Asmin Baso Pallawagau Budiono, I Nyoman Dahlia Daily, Syarmillah Darmawati Hanafi Darnanengsih Darnanengsih Deby Cahya Kamila Gawing Dwi Rezki Wahyuni Fahruddin GHANY, ABDUL Ghazali Awaluddin Hamka Hamka Hamka Hamka Ilyas Hamka Ilyas hamkah, hamkah Hasan, Nugraha hasnia Haswani Ansar Hasyim, Noorhayati Binti Hilman Maulana N Husain, Hartina Husain, Muhammad Zakir Hutagaluh, Oskar Ilyas, Hamka Imam, Muhammad Khoirul Indra Wijaya IRFAN, MUFLIH NAUFAL Islam, Yousuf Mahbubul Januardy, Uray K, Ratna. Kurniati Kurniati Kurniati Laela Safriani M. Alhabsyi, Ni’ma Maemunah, St. Maggu, Istiqamah Mirwan Sudarmawan Rifai Mizna Laila Albaar Moch Natsir Mahmud Muh Nur Fithri Muh Tabran Muh. Irham Muh. Yusuf Muh. Yusuf Muhammad Agus Muhammad Basrul Anwar Muhammad Dzal Anshar Muhammad Fadel Muhammad Galib Muhammad Irham Muhammad Khadary Muhammad Mukhtar. S Muhammad Nasir Muhammad Rusmin, Muhammad Muhammad Yahya Muhammad Yahya Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Kasim Muhsin Mahfudz Muhyiddin Tahir Mulyanti Munawarah, Zakiah Al Munir Alimuddin Munir Munir Muslimah Muslimah Mustika Abidin Musya Rifah Muzakkir Najamuddin Petta Solong Nana Nur Zulaikha Nasrullah Bin Sapa Norwawi, Norita Binti Md Nugraha Hasan Nur Jihadilla Nurchalis Aziz Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurul Hasanah Nurul Istianah Ruddin Patriana, Patriana Rahmi Damis Ramadhani, Syamsinar Reski Eka Putri Rifain, Aswar Rosmini Rosmini Rusydi Khalid Sabbar Dahham Sabbar Sabbar, Sabbar Dahham Sabriadi HR Sadaruddin, Sadaruddin Saifuddin Samsidar Jamaluddin Samsir Samsir Sempo, Muhammad Widus Sitti Khadijah Amran Sitti Mania, Sitti Sri Mulyati Sri Wahyuni St. Dewi Nurul Fitrizki Sudirman M Sumarno Suryaningrat, Dani Syahrul Syahrul Syamsuddin Syaridawati Syarif, Ahmad Syarif Ta’wil Teguh Arafah Julianto Tharekh Era Elraisy Tita Rosalina Tomadehe, Sumiati Ulfiani Rahman Ulfiani Rahman Ummul Hidayatullah Syarifuddin Wakia, Nurul YULIANSYAH Yuniarti, Desi Yunita Sari Yusdiansyah, Yusdiansyah Yusran, Ramlah ZAENAL ABIDIN Zakiah Al Munawarah Zaputra, Reo