Articles
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP PERILAKU MORAL SISWA SMA
Saputra, Azis Ilham;
Sri Lestari, Sri Lestari;
Ali, Mohamad
Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Vol 4, No 2 (2020): November
Publisher : Muhammadiyah University Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/iseedu.v4i2.14344
The purpose of this study was to determine the relationship between religiosity and school climate on the moral behavior of high school students. The method used to determine the relationship between religiosity and school climate on the moral behavior of high school students in this study is quantitative. The data in this study were obtained by researchers through the questionnaire distribution method. Furthermore, based on the research results it is also known that the magnitude of the R-square value is 0.472, meaning that the magnitude of the influence of the variables of religiosity and school climate together on moral behavior is 47.2%. Based on the results of the study, it can be concluded that there is a relationship between religiosity and school climate on student moral behavior, then there is a relationship or influence between high school student religiosity. This research implies that the results of this study indicate that there is a relationship between religiosity and students' moral behavior. therefore it is necessary to have moral education through religiosity both at school and in the family environment. This is because a student has deep knowledge and understanding of religious teachings, and practices his religious teachings obediently, he will reject and be negative towards behaviors that violate the teachings of his religion.
SISTEM BOARDING SCHOOL DI MASA PANDEMI DI MAN 1 SURAKARTA
Royyani NS, Mukhlis;
Ali, Mohamad
Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Vol 4, No 1 (2020): May
Publisher : Muhammadiyah University Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/iseedu.v4i1.14331
This research discusses the PANDEMIC Covid-19 which has changed many world orders, from economic, social to education. This study discusses the implementation of the system boarding school during the pandemic in MAN 1 Surakarta. This study aims to determine the implementation of the system boarding school during the pandemic in MAN 1 Surakarta and to identify the supporting and inhibiting factors of the system boarding school during the pandemic in MAN 1 Surakarta. This research uses field research with a survey research approach. The research subjects were wakakur madrasah, boarders boarding school, and students who took part in the program boarding school. Data collection techniques are interviews and documentation. Data analysis used data reduction, data presentation, and conclusion drawing.  The results of this study indicate that the learning system used in the boarding school of  MAN 1 Surakarta is virtual live streaming, assignments, and material giving. Meanwhile, the supporting factor of the system boarding school during this pandemic was in the form of madrasas facilitating wifi for tutors to support the online learning process, students got a free quote from the government, with online learning this could explain difficult and complicated learning materials to be easy and simple. While the inhibiting factors of the system boarding school during this pandemic were in the form of a lack of effectiveness and time efficiency due to students' parents who were busy working, unstable signals, and limited internet quotas made teachers and students in the online learning process not run optimally.Â
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di SDN 1 Pendem
Ali, Mohamad
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2021): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : universitas hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/didika.v7i1.3880
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya kepala Sekolah memiliki peran kepemimpinan yang sangat mempengaruhi kinerja guru dilingkungan kerjanya masing-masing. Keberhasilan serta kegagalan Sekolah sangat ditentukan oleh kepala Sekolah dalam mengelola guru yang tersedia di Sekolah, karena kepala Sekolah merupakan pengendali dan penentu arah yang hendak ditempuh oleh sekolah menuju tujuannya. Akan tetapi berdasarkan observasi peneliti di SDN 1 Pendem menunjukkan bahwa peran kepemimpinan yang dilakukan oleh kepala Sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dengan mengarahkan dan membimbing guru pada saat kesusahan dalam proses pembelajaran. Kinerja gurunya cukup baik tetapi ada yang kurang karena keterbatasan fasilitas yang ada, seperti ketika mengajar dikelas para guru kurang menggunakan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran kepemimpinan kepala Sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SDN 1 Pendem.Penelitian ini menggunakan penelitian kualiatif yang dilakukan di SDN 1 Pendem, dengan desain penelitian deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peran yang signifikan antara kepemimpinan kepala Sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SDN 1 Pendem bahwa ada 6 peran kepemimpinan kepala Sekolah yang dilakukan kepala Sekolah dalam meningkatkan kinerja guru.
Kendala Proses Belajar Mengajar Pada Situasi Covid-19 Dengan Menggunakan Metode Daring Guru dan Siswa Di Sekolah Dasar
Ali, Mohamad
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 6, No 2 (2020): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : universitas hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/didika.v6i2.3879
Tujuan dari penelian ini adalah untuk menggambarkan kendala-kendala proses belajar mengajar menggunakan metode daring guru dan siswa di Sekolah Dasar. Dalam penelitian ini terdapat dua pertanyaan penelitian; 1) Apakah kendala-kendala proses belajar mengajar menggunakan metode daring bagi guru dan siswa Sekolah Dasar?, 2) Bagaimanakah dampak dan solusinya dalam proses belajar mengajar menggunakan metode daring guru dan siswa di Sekolah Dasar?.Untuk menjawab pertanyaan penelitian ini, peneliti melakukan penelitian pustaka dengan sumber data berasal dari buku-buku, jurnal, artikel atau sumber-sumber lain dari internet. Selanjutnya untuk menganalisis data, peneliti melakukan reduksi data (data reduction), menampilkan data (data display), dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwakendala-kendala yang di hadapi guru dan siswa menggunakan metode pembelajaran daring yaitu kurangnya penguasaan dalam penggunaan teknologi informasi seperti Smartphone, laptop dan aplikasi-aplikasi pembelajaran, penyajian pembelajaran yang terbatas sehingga pembelajaran kurang efektif, Konsentrasi yang kurang maksimal menyebabkan siswa gagal paham atau miskonsepsi terhadap materi pembelajaran. Kurangnya fasilitas pebelajaran seperti jaringan wifi atau kuota internet menyebabkan pembelajaran terhambat
Perkembangan Sekolah Muhammadiyah di Surakarta pada Tahun 1920-1970
Mohamad Ali
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol 15, No 2: December 2019
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/AIIJIS.2019.0107.302-327
Penelitian ini bertujuan untuk: a) menggambarkan dinamika Islam di Surakarta menjelang terbitnya matahari Muhammadiyah di kota bengawan, b) mendeskripsikan gerak langkah sekolah Muhammadiyah di Surakarta pada kurun 1920-1970, dan c) menganalisis corak pengembangan pendidikan Muhammadiyah Surakarta. Dengan menggunakan metode sosio-historis penelitian ini berhasil menemukan hal-hal berikut. Pertama, ketika Muhammadiyah muncul di Surakarta, gerakan modernisasi Islam telah melanda kota ini; poros Kauman mendirikan madrasah Mambaul Ulum Kasunanan pada 1905 dan poros saudagar Laweyan mendirikan Sarekat Dagang Islam (SDI) pada 1911, kehadiran Muhammadiyah memberi warna pada modernisme yang berhaluan reformis. Kedua, secara garis besar gerak langkah sekolah Muhammadiyah di Surakarta selama kurun 1920-1970 dapat dipilah menjadi tiga periode, yaitu: perintisan 1920-1942, pencarian identitas 1942-1957, dan pemekaran 1957-1970. Terakhir, corak pengembangan pendidikan Muhammadiyah di Surakarta mirip pola Yogya yang lebih banyak mendirikan sekolah dari pada madrasah.
Strengthening the capacity of millennial generation of Merapi slopes to disasters through the application of smart schools in the Logede region
Istanto Istanto;
Tika Retnowati;
Moordiningsih Moordiningsih;
Mohamad Ali
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 4, No 2 (2019): Attarbiyah: Journal of Islamic Culture and Education
Publisher : IAIN Salatiga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18326/attarbiyah.v4i2.185-205
Millennial generation of Merapi Slopes view that the eruption of Mount Merapi is a natural cycle, so they are required to be able to adapt to the natural environment. It is a necessity to increase the capacity of millennial generation in the context of disaster management. SMPN 2 Karangnongko applies the Smart School extracurricular in order to disseminate the values of peace and disaster management. The purpose of this study is to describe the perception of millennial generation towards disaster and the effect of the application of Smart Schools on capacity building. The study uses qualitative methods with data collection methods of observation, interviews and documentation. The results showed that the perception of millennial generation in Logede region towards disasters as tragedies, ordeal, tests, and unpleasant events that brought misery. This view is influenced by religious values and local wisdom that develops in the community.
GAGASAN KURIKULUM SYARIAH MOCHAMAD SHOLEH Y.A.I DAN IMPLEMENTASINYA DI PERGURUAN MUHAMMADIYAH KOTTABARAT
Mohamad Ali;
Hasniar Amanah
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 19, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to determine the ideas of Prof. Mochamad Sholeh Y.A.I, Ph.D related to the concept of the sharia curriculum and the implementation of the sharia curriculum at the Kottabarrat Muhammadiyah College. He is one of the figures who modified the curriculum, namely the sharia curriculum. Sharia curriculum development is planning inclusive learning that still leads to monotheism. This research is qualitative research with data obtained from the library (library search) and field research With a philosophical approach and descriptive analysis. The results show that the idea of the sharia curriculum of Prof. Mochamad Sholeh Y.A.I, Ph.D. is a modification of the national curriculum with five main elements, namely the Qur'an, al-Hadith, national curriculum, Indonesian nature, and International Development. The process of implementing the sharia curriculum at the Muhammadiyah Kottabarat Surakarta College is guided by the Sharia Science book which is used as a guide for teachers, students, and parents in the teaching process of students in such a way that intensive and inclusive interactions occur between children's learning processes at home, at school, and in the community. This inclusive-holistic learning process makes school institutions that excel in monotheism and science which in turn can create the ulul albab generation.
PENGARUH ZONASITERHADAP ARUS MASUK PESERTA DIDIK BARUDI SMP MUHAMMADIYAH KOTA SURAKARTA
Rizky Hanifah;
Mohamad Ali
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 17, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebijakan zonasi merupakan suatu kegiatan dalam Penerimaan Peserta DidikBaru yang menjadikan wilayah sebagai tolok ukur diterimanya calon peserta didikbaru di sekolah negeri. Kebijakan ini menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pengaruh kebijakan zonasiterhadap arus masuk peserta didik baru di SMP Muhammadiyah Kota Surakarta; (2)Menganalisis tanggapan pengelola dan penyelenggara SMP Muhammadiyah diSurakarta terhadap kebijakan zonasi.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode mix method danpendekatan fenomenologis. Pengambilan data, peneliti menggunakan metodewawancara, dokumentasi dan observasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh zonasi terhadap arus masukpeserta didik baru di SMP Muhammadiyah Kota Surakarta bervariasi. SMPMuhammadiyah PK dan SMP Muhammadiyah 1 Surakarta tidak begitu berpengaruhterhadup arus masuk peserta didik baru. Tetapi, di SMP Muhammadiyah 4 dan SMPMuhammadiyah 5 berpengaruh negatif terhadap arus masuk peserta didik baru.Pengelola sekolah juga memberikan tanggapan yang beragam dalam mengadapikebijakan zonasi. Sebagai penyelenggara sekolah, Majelis Dikdasmen PDM KotaSurakarta menilai bahwa kebijakan zonasi dianggap kurang adil dan tidak memilikistrategi khusus dalam menghadapi zonasi.
MENUJU TEORISASI PENDIDIKAN BERKEMAJUAN
Mohamad Ali
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Muhammadiyah dinilai sebagai peletak dasar, sekaligus pelopor pendidikan modern religius di Indonesia. Secara kelembagaan, amal usaha pendidikan masing terus bertahan dan tumbuh di berbagai penjuru tanah air, mulai tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Corak kepeloporan satu abad lalu berupa eksperimentasi institusi pendidikan modern religius, sedangkan agenda mendesak pada abad ini ialah menyusun bangun teori pendidikan. Ada dua arah untuk menyusun bangun atau mengembangakan suatu teori, model teori aksiomatis/deduktif hipotetik dan model teori berpola yang bersifat jalin-menjalin. Penelitian/disertasi penulis bisa dipandang sebagai ikhtiar pengembangan teori dengan “model pola” atau “peta pemikiran”.
PERCIKAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN MOHAMMAD DJAZMAN: Kajian Konsep “Muslim Intelektual” dan “Ethos Kerja Islam”
Mohamad Ali;
Dartim Ibnu Rush
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Mohammad Djazman (1938-2000) seorang aktivis dakwah, praktisi pendidikan, penggerak angkatan muda, dan seorang pemikir ulung yang melampaui disiplin-disiplin keilmuan konvensional. Jejak-jejak amalnya dapat diketahui dengan cepat, misal kepeloporannya dalam perintisan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Namun, ketika sesorang ingin mengetahui bagaimana buah pemikirannya, akan menemui sejumlah kendala. Oleh karena itu, dibutuhkan energi intelektual untuk menggali horizon pemikirannya, sehingga generasi yang lebih kemudian tidak mengalami kesulitan untuk membaca dan memahami pemikiran tokoh-tokoh inspiratif, termasuk Mohammad Djazman. Tulisan ini berupaya menggali percikan pemikiran pendidikan beliau dengan menelusuri konsep-konsep kunci yang dipakainya dalam berbagai tulisan. Konsep “Intelektual Muslim” atau “Muslim Intelektual” dan “ethos kerja Islam” dua konsep yang sering digunakan Mohammad Djazman. Secara filosofis, pemikiran pendidikannya dapat dikategorikan sebagai pendidikan bercorak progresif religius