p-Index From 2021 - 2026
10.518
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Teknik dan Ilmu Komputer Tajdida Suhuf J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Ishraqi Profetika Al-Wijdan : Journal of Islamic Education Studies Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Jurnal Pendidikan Islam Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Educan : Jurnal Pendidikan Islam Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jurnal At-Tarbiyat (Jurnal Pendidikan Islam) Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Jurnal PAI Raden Fatah Jurnal Pendidikan Islam AL-ILMI Instructional Development Journal Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) RESEARCH AND DEVELOPMENT JOURNAL OF EDUCATION (RDJE) Hikmah JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) Didaktika: Jurnal Kependidikan Muttaqien; Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Res Justitia : Jurnal Ilmu Hukum TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Abdi Psikonomi Edusoshum: Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Humaniora Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Tadbiruna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia Prosiding University Research Colloquium Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Jurnal Lektur Keagamaan Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) LECTURES: Journal of Islamic and Education Studies AL ULYA: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Solo Universal Journal of Islamic Education and Multiculturalism Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Jurnal Akselerasi Merdeka Belajar dalam Pengabdian Orientasi Masyarakat (Jurnal AMPOEN) Jurnal Pendidikan Islam Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Journal of Society and Development Al Hikmah: Indonesian Journal of Early Childhood Islamic Education Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Bunyan al-Ulum : Jurnal Studi Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN RELIGIUSITAS DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP PERILAKU MORAL SISWA SMA Saputra, Azis Ilham; Sri Lestari, Sri Lestari; Ali, Mohamad
Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Vol 4, No 2 (2020): November
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseedu.v4i2.14344

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between religiosity and school climate on the moral behavior of high school students. The method used to determine the relationship between religiosity and school climate on the moral behavior of high school students in this study is quantitative. The data in this study were obtained by researchers through the questionnaire distribution method. Furthermore, based on the research results it is also known that the magnitude of the R-square value is 0.472, meaning that the magnitude of the influence of the variables of religiosity and school climate together on moral behavior is 47.2%. Based on the results of the study, it can be concluded that there is a relationship between religiosity and school climate on student moral behavior, then there is a relationship or influence between high school student religiosity. This research implies that the results of this study indicate that there is a relationship between religiosity and students' moral behavior. therefore it is necessary to have moral education through religiosity both at school and in the family environment. This is because a student has deep knowledge and understanding of religious teachings, and practices his religious teachings obediently, he will reject and be negative towards behaviors that violate the teachings of his religion.
SISTEM BOARDING SCHOOL DI MASA PANDEMI DI MAN 1 SURAKARTA Royyani NS, Mukhlis; Ali, Mohamad
Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Vol 4, No 1 (2020): May
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseedu.v4i1.14331

Abstract

This research discusses the PANDEMIC Covid-19 which has changed many world orders, from economic, social to education. This study discusses the implementation of the system boarding school during the pandemic in MAN 1 Surakarta. This study aims to determine the implementation of the system boarding school during the pandemic in MAN 1 Surakarta and to identify the supporting and inhibiting factors of the system boarding school during the pandemic in MAN 1 Surakarta. This research uses field research with a survey research approach. The research subjects were wakakur madrasah, boarders boarding school, and students who took part in the program boarding school. Data collection techniques are interviews and documentation. Data analysis used data reduction, data presentation, and conclusion drawing.  The results of this study indicate that the learning system used in the boarding school of  MAN 1 Surakarta is virtual live streaming, assignments, and material giving. Meanwhile, the supporting factor of the system boarding school during this pandemic was in the form of madrasas facilitating wifi for tutors to support the online learning process, students got a free quote from the government, with online learning this could explain difficult and complicated learning materials to be easy and simple. While the inhibiting factors of the system boarding school during this pandemic were in the form of a lack of effectiveness and time efficiency due to students' parents who were busy working, unstable signals, and limited internet quotas made teachers and students in the online learning process not run optimally. 
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di SDN 1 Pendem Ali, Mohamad
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2021): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : universitas hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v7i1.3880

Abstract

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya kepala Sekolah memiliki peran kepemimpinan yang sangat mempengaruhi kinerja guru dilingkungan kerjanya masing-masing. Keberhasilan serta kegagalan Sekolah sangat ditentukan oleh kepala Sekolah dalam mengelola guru yang tersedia di Sekolah, karena kepala Sekolah merupakan pengendali dan penentu arah yang hendak ditempuh oleh sekolah menuju tujuannya. Akan tetapi berdasarkan observasi peneliti di SDN 1 Pendem menunjukkan bahwa peran kepemimpinan yang dilakukan oleh kepala Sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dengan mengarahkan dan membimbing guru pada saat kesusahan dalam proses pembelajaran. Kinerja gurunya cukup baik tetapi ada yang kurang karena keterbatasan fasilitas yang ada, seperti ketika mengajar dikelas para guru kurang menggunakan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran kepemimpinan kepala Sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SDN 1 Pendem.Penelitian ini menggunakan penelitian kualiatif yang dilakukan di SDN 1 Pendem, dengan desain penelitian deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peran yang signifikan antara kepemimpinan kepala Sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SDN 1 Pendem bahwa ada 6 peran kepemimpinan kepala Sekolah yang dilakukan kepala Sekolah dalam meningkatkan kinerja guru.
Kendala Proses Belajar Mengajar Pada Situasi Covid-19 Dengan Menggunakan Metode Daring Guru dan Siswa Di Sekolah Dasar Ali, Mohamad
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 6, No 2 (2020): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : universitas hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v6i2.3879

Abstract

Tujuan dari penelian ini adalah untuk menggambarkan kendala-kendala proses belajar mengajar menggunakan metode daring guru dan siswa di Sekolah Dasar. Dalam penelitian ini terdapat dua pertanyaan penelitian; 1) Apakah kendala-kendala proses belajar mengajar menggunakan metode daring bagi guru dan siswa Sekolah Dasar?, 2) Bagaimanakah dampak dan solusinya dalam proses belajar mengajar menggunakan metode daring guru dan siswa di Sekolah Dasar?.Untuk menjawab pertanyaan penelitian ini, peneliti melakukan penelitian pustaka dengan sumber data berasal dari buku-buku, jurnal, artikel atau sumber-sumber lain dari internet. Selanjutnya untuk menganalisis data, peneliti melakukan reduksi data (data reduction), menampilkan data (data display), dan penarikan  kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwakendala-kendala yang di hadapi guru dan siswa menggunakan metode pembelajaran daring yaitu kurangnya penguasaan dalam penggunaan teknologi informasi seperti Smartphone, laptop dan aplikasi-aplikasi pembelajaran, penyajian pembelajaran yang terbatas sehingga pembelajaran kurang efektif, Konsentrasi yang kurang maksimal menyebabkan siswa gagal paham atau miskonsepsi terhadap materi pembelajaran. Kurangnya fasilitas pebelajaran seperti jaringan wifi atau kuota internet menyebabkan pembelajaran terhambat
Perkembangan Sekolah Muhammadiyah di Surakarta pada Tahun 1920-1970 Mohamad Ali
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol 15, No 2: December 2019
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/AIIJIS.2019.0107.302-327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: a) menggambarkan dinamika Islam di Surakarta menjelang terbitnya matahari Muhammadiyah di kota bengawan, b) mendeskripsikan gerak langkah sekolah Muhammadiyah di Surakarta pada kurun 1920-1970, dan c) menganalisis corak pengembangan pendidikan Muhammadiyah Surakarta. Dengan menggunakan metode sosio-historis penelitian ini berhasil menemukan hal-hal berikut. Pertama, ketika Muhammadiyah muncul di Surakarta, gerakan modernisasi Islam telah melanda kota ini; poros Kauman mendirikan madrasah Mambaul Ulum Kasunanan pada 1905 dan poros saudagar Laweyan mendirikan Sarekat Dagang Islam (SDI) pada 1911, kehadiran Muhammadiyah memberi warna pada modernisme yang berhaluan reformis. Kedua, secara garis besar gerak langkah sekolah Muhammadiyah di Surakarta selama kurun 1920-1970 dapat dipilah menjadi tiga periode, yaitu: perintisan 1920-1942, pencarian identitas 1942-1957, dan pemekaran 1957-1970. Terakhir, corak pengembangan pendidikan Muhammadiyah di Surakarta mirip pola Yogya yang lebih banyak mendirikan sekolah dari pada madrasah.
Strengthening the capacity of millennial generation of Merapi slopes to disasters through the application of smart schools in the Logede region Istanto Istanto; Tika Retnowati; Moordiningsih Moordiningsih; Mohamad Ali
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 4, No 2 (2019): Attarbiyah: Journal of Islamic Culture and Education
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/attarbiyah.v4i2.185-205

Abstract

Millennial generation of Merapi Slopes view that the eruption of Mount Merapi is a natural cycle, so they are required to be able to adapt to the natural environment. It is a necessity to increase the capacity of millennial generation in the context of disaster management. SMPN 2 Karangnongko applies the Smart School extracurricular in order to disseminate the values of peace and disaster management. The purpose of this study is to describe the perception of millennial generation towards disaster and the effect of the application of Smart Schools on capacity building. The study uses qualitative methods with data collection methods of observation, interviews and documentation. The results showed that the perception of millennial generation in Logede region towards disasters as tragedies, ordeal, tests, and unpleasant events that brought misery. This view is influenced by religious values and local wisdom that develops in the community.
GAGASAN KURIKULUM SYARIAH MOCHAMAD SHOLEH Y.A.I DAN IMPLEMENTASINYA DI PERGURUAN MUHAMMADIYAH KOTTABARAT Mohamad Ali; Hasniar Amanah
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 19, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the ideas of Prof. Mochamad Sholeh Y.A.I, Ph.D related to the concept of the sharia curriculum and the implementation of the sharia curriculum at the Kottabarrat Muhammadiyah College. He is one of the figures who modified the curriculum, namely the sharia curriculum. Sharia curriculum development is planning inclusive learning that still leads to monotheism. This research is qualitative research with data obtained from the library (library search) and field research With a philosophical approach and descriptive analysis. The results show that the idea of the sharia curriculum of Prof. Mochamad Sholeh Y.A.I, Ph.D. is a modification of the national curriculum with five main elements, namely the Qur'an, al-Hadith, national curriculum, Indonesian nature, and International Development. The process of implementing the sharia curriculum at the Muhammadiyah Kottabarat Surakarta College is guided by the Sharia Science book which is used as a guide for teachers, students, and parents in the teaching process of students in such a way that intensive and inclusive interactions occur between children's learning processes at home, at school, and in the community. This inclusive-holistic learning process makes school institutions that excel in monotheism and science which in turn can create the ulul albab generation.
MENUJU TEORISASI PENDIDIKAN BERKEMAJUAN Mohamad Ali
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah dinilai sebagai peletak dasar, sekaligus pelopor pendidikan modern religius di Indonesia. Secara kelembagaan, amal usaha pendidikan masing terus bertahan dan tumbuh di berbagai penjuru tanah air, mulai tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Corak kepeloporan satu abad lalu berupa eksperimentasi institusi pendidikan modern religius, sedangkan agenda mendesak pada abad ini ialah menyusun bangun teori pendidikan. Ada dua arah untuk menyusun bangun atau mengembangakan suatu teori, model teori aksiomatis/deduktif hipotetik dan model teori berpola yang bersifat jalin-menjalin. Penelitian/disertasi penulis bisa dipandang sebagai ikhtiar pengembangan teori dengan “model pola” atau “peta pemikiran”.
PERCIKAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN MOHAMMAD DJAZMAN: Kajian Konsep “Muslim Intelektual” dan “Ethos Kerja Islam” Mohamad Ali; Dartim Ibnu Rush
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mohammad Djazman (1938-2000) seorang aktivis dakwah, praktisi pendidikan, penggerak angkatan muda, dan seorang pemikir ulung yang melampaui disiplin-disiplin keilmuan konvensional. Jejak-jejak amalnya dapat diketahui dengan cepat, misal kepeloporannya dalam perintisan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Namun, ketika sesorang ingin mengetahui bagaimana buah pemikirannya, akan menemui sejumlah kendala. Oleh karena itu, dibutuhkan energi intelektual untuk menggali horizon pemikirannya, sehingga generasi yang lebih kemudian tidak mengalami kesulitan untuk membaca dan memahami pemikiran tokoh-tokoh inspiratif, termasuk Mohammad Djazman. Tulisan ini berupaya menggali percikan pemikiran pendidikan beliau dengan menelusuri konsep-konsep kunci yang dipakainya dalam berbagai tulisan. Konsep “Intelektual Muslim” atau “Muslim Intelektual” dan “ethos kerja Islam” dua konsep yang sering digunakan Mohammad Djazman. Secara filosofis, pemikiran pendidikannya dapat dikategorikan sebagai pendidikan bercorak progresif religius
KOMPARASI PENDIDIKAN ISLAM K.H. AHMAD DAHLAN DAN MUHAMMAD FETHULLAH GÜLEN Mohamad Ali
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 14, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic education is considered only oriented to the hereafter alone, teach rituals and develop a defensive posture and formisme paradigm. On the other hand, Islamic education is faced with the phenomenon of discontinuity which marked the waning value of respect for the basic values and ethics, such as honesty, discipline, tolerance. This Problem is what ignited K.H. Ahmad Dahlan (1868-1923) and Muhammad Fethullah Gülen (1838 - ...) strengthening Islamic education. This study aims to understand the concepts, practices, and comparative Islamic education K.H. Ahmad Dahlan and Muhammad Fethullah Gülen. This type of research is the study of literature with historical and philosophical approach.The results show: first, the concept of Islamic education K.H. Ahmad Dahlan stressed intregration of religious sciences and the modern sciences, tolerance, open to modernity and perfection of mind (intellect); for Fethullah Gülen education is a manifestation of Allah, which emphasizes ethics, science, and theology. Secondly, the common the sharing concept between the two are at: ideas, foundation, educational goals and teaching methods. Third, while the point of difference lies in the educational materials, dormitory educational models (boarding school) and implementing a system of moving class.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA Sudharmawan, AA Abdul Nizar Abdul Rohman Aboubacar Barry Abror Dikna Anugrah Abror Dikna Anugrah Agung Wahyu Utomo Ahmad Muzaki Alhijri, Muhammad Rasyidil Fikri Amir Reza Kusuma Ana Retna Andhim, Muk Anugrah, Abror Dikna Ari Anshori, Ari ARI SUSANTO Ari Susanto Arif Nasiruddin Aris Munandar Arnawati Arnawati Arribath, Dzakiy Arsyada, Aziz Rizqi Atiqoh, Sifa Lutfiyani Azani, Mohamad Zakki Azis Ilham Saputra Azka Musthofa Bambang Sumardjoko Bambang Sumarjoko Bayu Tiansyah Putra Bima Azisza Mahardika Chusniatun Chusniatun Chusnul Fauziah Clara Duta Wahyu Dinata Dartim Dartim Desi Amaliyah Dewi Rohmah Diana Romdhoningsih Een Nuraeni Eka Andy Ristianto Eko Nur Wahyudi Elias Ahmed Erna Widiyastuti Estetika, Rio Fadeli Fadilah Fadilah Faizal, Ihsan Farida, Gina Fatih, Muhammad Iqbal Al Fiftiyansyah, Mohamad Dzikri Fricticarani, Ade Hadi, Muhammad Wafi Hilman Luthfil Hafidz Hafidz Halima, Raden Ayu Handito, Rama Hanifah, Rizky Hasniar Amanah Hera Damayanti Hoga Saragih Husna Nashihin Insani, Zulaiha Nurul Isa Ahlian Muttaqin Istanto Istanto Istanto Istanto Istanto Jafar Ihza Yuska Azzacky Janati, Alya Amellia Ayu Jannah, Khonsa? Izzatul Juli Arianto Jumhana, Enjum Kamaludin, Hamzah Katla Novriyani Kautsar, Denise Khanom, Jobeda Khoiril Al Amin, Rizky Khoiriyah, Nurul Asma Khonsa’ Izzatul Jannah Komala Sari, Putri Kurniawati, Dewi Nurlita Kusuma, Amir Reza Kusuma, Ria Nata Lail Septia Aidah Larasati, Indah Lumiati, Sri Luqman Hakim Lutfi Hafid Ramadana Lutfiah, Jihan M. Archie Hardinagoro Maghfiroh, Rofi Atina Mahardika, Bima Azisza Mahasri Shobahiya, Mahasri Maheraka, Naufal Aden Maradon, Permai Dwiki Mari Wulandari Maryam Hanifah Mashudi Al furqon Maulana, Abdul Khafid Rayhan Ma’arif Jamuin Moh Zakki Azanin Moh. Danil Warisi Mohamed Iyas Valarthodi Mohammad Zakki Azani Mohammad Zakki Azani Moordiningsih Moordiningsih Mu'minah Mualim, Rojif Muchtar, Zulfa Iftinani Muh Nur Rochim Maksum Muhamad Subhi Apriantoro Muhammad Farhan Muhammad Ramadhansyah Muhammad Rasyidil Fikri Alhijri Muhammad Wildan Shohib Muk Andhim Mukhlis Royyani NS Mukti, Oscharil Aji Mursiti, Tutik Mustofa, Triono Ali Muthoifin Mutohharun Jinan Na'imah, Ridha Niyom, Wanchai Nur Ayu Safitri Nur Lynda Febriyani, Fifi Nurfitriana Nurfitriana Nurli Nurlinda Nursaidah Ahmad Nurseha, Muchlis Nurul Latifatul Inayati Nurul Latifatul Inayati Oktaviyani, Rissa Pakpahan, Akbar Waliyuddin Pathurahman, Irfan Permata Ashfi Raihana Permatasari, Eka Wahyu Dian Pratiwi, Woro Yustia Punarsih Punarsih Punarsih, Punarsih Puput Anggreani R. Bilqis Bunga Nirwana Ramadhani*, Kurnia Dwi Ramadhansyah, Muhammad Refi Mulyadi Retna, Ana Ristianto, Eka Andy Rizqianto Hermawan Rohenah Royyani NS, Mukhlis Sabar Narimo Safitri, Hana Ayu Salim, Hakimuddin Saniati Saniati Saputra, Azis Ilham Setyarini, Tri Shohabia, Mahasri Sholihah, Munaya Maratus Sifa Lutfiyani Atiqoh Siti Mahfudoh Sri Lestari Sri Lestari Sri Lestari, Sri Lestari Sri Sumarti Sudarno Shobron, Sudarno Surya, Jaka Syamsudin Nawwar Hibatulloh SYAMSUL HIDAYAT Syifa' Fauziyah, Luthfi Tarani, Muhammad Natsir Tika Retnowati Toni Ardi Rafsanjani Tri Setyarini Tsani, Bilal Ahmad Tutik Mursiti Utomo, Agung Wahyu Wachidah, Nur Wachidi Wachidi, Wachidi Wahyono, Sigit Wanchai Niyom Widiyarto, Angga Zendi Ahmad Maghrobi