p-Index From 2021 - 2026
10.433
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Karakter Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri (e-journal) Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Kopasta: Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman JKI (Jurnal Konseling Indonesia) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JUANG: Jurnal Wahana Konseling JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Bisma The Journal of Counseling ENLIGHTEN (Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam) EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Jurnal Peduli Masyarakat FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Indonesian Psychological Research Soeropati: Journal of Community Service G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling KONSELING EDUKASI : Journal of Guidance and Counseling Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Journal of Language and Health Transformasi dan Inovasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Cons-Iedu: Islamic Guidance and Counseling Journal Jurnal Administrasi Pendidikan dan Konseling Pendidikan Nalar: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Jurnal Bimbingan dan Konseling Pandohop Al-Musyrif : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesian Journal of Education Research (IJoER) Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Kajian Pendidikan dan Psikologi Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan KONSELOR Jurnal As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application
Claim Missing Document
Check
Articles

Career Maturity in High School Students: The Interplay of Self Efficacy and Locus of Control Dandi Prayoga; Najlatun Naqiyah; Ari Khusumadewi; Wiryo Nuryono; Dian Oktaviana
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol. 13 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/dr981972

Abstract

The research is motivated by the need for career maturity to help students choose the right educational path, as many students lack readiness. This is due to low career planning skills, limited knowledge about further education and the workforce, and the tendency to follow peers' choices without considering their own potential. Using a quantitative approach with an ex post facto correlational design, the study involved a population of 4,383 students with a sample of 367 students selected through cluster random sampling. The instruments used include Career Maturity Inventory (validity 0.306-0.610, reliability 0.734), General Self efficacy (validity 0.488-0.748, reliability 0.850), and Rotter's Locus of control (validity 0.153-0.791, reliability 0.911). Data were analyzed using Kendall's Tau and Kendall's W techniques. The results showed a significant relationship between “self efficacy” and career maturity (p = 0.000, r = 0.387), locus of control and career maturity (p = 0.000, r = 0.137), and a significant relationship between “self efficacy” and locus of control with career maturity (p = 0.000, W = 0.755). The findings confirm that “self efficacy” and belief in locus of control significantly affect career maturity. The role of counseling teachers is needed in supporting the development of students' self-efficacy and locus of control through directed and continuous counseling services, and this research encourages the development of holistic career guidance programs and further research on external factors. Tujuan penelitian ini mengkaji keterkaitan antara “self efficacy” dan “locus of control” dengan kematangan karier siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis ex post facto melalui desain korelasional, yang memiliki populasi 4.383 siswa dengan sampel 367 siswa yang dipilih melalui stratified random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Career Maturity Inventory (validitas 0,306–0,610, reliabilitas 0,734), General Self efficacy (validitas 0,488–0,748, reliabilitas 0,850), dan Rotter's Locus of control (validitas 0,153–0,791, reliabilitas 0,911). Analisis data dilakukan dengan teknik Kendall’s Tau dan Kendall’s W. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara self efficacy dan kematangan karier (p = 0,000, r = 0,387), locus of control dan kematangan karier (p = 0,000, r = 0,137), serta hubungan signifikan antara self efficacy dan locus of control dengan kematangan karier (p = 0,000, W = 0,755). Temuan ini menegaskan bahwasanya percaya diri dan keyakinan terhadap kontrol diri sangat memengaruhi kesiapan karier. Peran guru BK dibutuhkan dalam mendukung pengembangan self efficacy dan locus of control siswa melalui layanan konseling yang terarah dan berkesinambungan, serta penelitian ini mendorong pengembangan program bimbingan karier holistik dan penelitian lanjutan mengenai faktor eksternal.
INTERNALISASI NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL “GULAT OKOL” MELALUI BIMBINGAN KONSELING MULTIKULTURAL Rosyidah, Himmah; Naqiyah, Najlatun; Khusumadewi, Ari
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9384

Abstract

Indonesia boasts a diverse range of cultures spread across its regions. Culture is a national identity; every country in the world certainly has its own. Culture can function to shape the attitudes and behavior of a group of people, and can serve as a guide for life in conducting themselves. Globalization also triggers a shift in societal mindsets from traditional perspectives to more logical and rational thinking. One effort to prepare and fortify adolescents in the era of globalization is to build adolescent character based on local cultural values. In this context, the role of multicultural guidance and counseling becomes crucial. The purpose of this study is to uncover the internalization of local cultural values ​​​​of the okol wrestling tradition through multicultural guidance and counseling. This study used a qualitative approach with a literature study method (library research) with a period of 2020-2025. Data collection was carried out using a literature review technique, namely by collecting secondary data from various relevant and credible sources. The results of the study show that the okol wrestling tradition is a local cultural tradition that is not only recreational or competitive, but also contains educational and psychosocial values, including: (1) Sportsmanship, (2) Emotional control, (3) Social solidarity and togetherness, (4) respect for others. Through the internalization of the okol wrestling cultural values ​​in this multicultural counseling guidance, it also contributes to strengthening the local cultural identity of students, fostering a sense of pride and love for their own regional culture, and can reduce individualistic values ​​that tend to emerge as a result of globalization. ABSTRAK Indonesia memiliki beragam macam budaya yang tersebar di berbagai penjuru wilayah. Budaya merupakan identitas bangsa, setiap negara di dunia pasti memiliki budayanya masing-masing. Budaya dapat berfungsi membentuk sikap dan perilaku suatu golongan masyarakat, serta dapat menjadi pedoman hidup dalam bertingkah laku. Globalisasi juga memicu pergeseran pola pikir masyarakat dari cara pandang tradisional menuju pemikiran yang lebih logis dan rasional. Salah satu upaya untuk mempersiapakan dan membentengi remaja dalam era globalisasi adalah membangun karakter remaja berbasis nilai budaya lokal. Dalam konteks inilah peran bimbingan dan konseling multikultural menjadi sangat penting. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap internalisasi nilai budaya lokal tradisi gulat okol melalui bimbingan konseling multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library researchca) dengan rentang tahun 2020-2025. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik kajian pustaka, yaitu dengan menghimpun data sekunder dari berbagai sumber yang relevan dan kredibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi gulat okol merupakan tradisi budaya lokal yang tidak hanya bersifat rekreatif ataupun kompetitif saja, melainkan juga mengandung nilai-nilai edukatif dan psikososial antara lain : (1) Sportivitas, (2) Pengendalian emosi, (3) Solidaritas sosial dan kebersamaan, (4) penghargaan terhadap orang lain. Melalui internalisasi nilai budaya gulat okol dalam bimbingan konseling multikultural ini turut memberikan kontribusi dalam menguatkan identitas budaya lokal siswa, menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya daerah sendiri, serta dapat mengurangi nilai-nilai individualis yang cenderung muncul akibat dari globalisasi.  
MAKNA TRADISI RUWAH DESA BAGI PENGEMBANGAN KONSELING MULTIBUDAYA Isdwiyanti, Dian; Naqiyah, Najlatun; Khusumadewi, Ari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9350

Abstract

The Ruwah Desa tradition represents a form of local wisdom within Javanese society that embodies social, spiritual, and psychological values and continues to be preserved in rural communities, including Rangkah Kidul Village, Sidoarjo Regency. This study aims to examine the meaning of the Ruwah Desa tradition and its relevance to the development of multicultural counseling grounded in local wisdom. A qualitative approach with a case study design was employed. Participants were selected purposively and included traditional leaders, religious figures, village officials, and community members actively involved in the implementation of the tradition. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and document analysis, and analyzed interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the Ruwah Desa tradition embodies values of communal spirituality, mutual cooperation, social solidarity, intergenerational value transmission, and environmental awareness, which contribute to strengthening social cohesion and collective emotional regulation within the community. These values are strongly aligned with the principles of multicultural counseling, particularly in promoting contextual, inclusive, and community-based counseling services. This study contributes to the enrichment of multicultural counseling discourse by integrating local cultural practices as psychosocial resources in counseling and guidance services. ABSTRAK Tradisi Ruwah Desa merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat Jawa yang mengandung nilai-nilai sosial, spiritual, dan psikologis yang masih terpelihara dalam kehidupan masyarakat pedesaan, termasuk di Desa Rangkah Kidul, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna tradisi Ruwah Desa serta relevansinya bagi pengembangan konseling multibudaya berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian ditentukan secara purposive, melibatkan tokoh adat, tokoh agama, aparat desa, dan masyarakat yang terlibat aktif dalam pelaksanaan tradisi. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ruwah Desa mengandung nilai spiritualitas komunal, gotong royong, solidaritas sosial, pewarisan nilai lintas generasi, serta kepedulian terhadap lingkungan yang berperan dalam memperkuat kohesi sosial dan regulasi emosi kolektif masyarakat. Nilai-nilai tersebut memiliki kesesuaian yang kuat dengan prinsip konseling multibudaya, khususnya dalam menghadirkan layanan konseling yang kontekstual, inklusif, dan berbasis komunitas. Penelitian ini berkontribusi pada pengayaan kajian konseling multibudaya melalui integrasi praktik budaya lokal sebagai sumber daya psikososial dalam layanan bimbingan dan konseling.
PENDEKATAN KONSELING MULTIKULTURAL UNTUK MENUMBUHKAN KESETARAAN DAN SENSITIVITAS GENDER DI KALANGAN SISWA Wilujeng, Wiwik; Naqiyah, Najlatun; Khusumadewi, Ari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9351

Abstract

Gender inequality in education, manifested through unequal role distribution, negative labeling, and bullying, can hinder students' psychological and academic development. This study focuses on analyzing the role of a multicultural counseling approach as an intervention strategy to foster gender equality and sensitivity in schools. The method used is a literature study by reviewing various theoretical references and relevant research results on multicultural counseling and gender issues. The research findings indicate that the implementation of multicultural counseling, both through individual and group services, is effective in helping students identify biased social constructs, reduce stereotypes, and develop empathy and mutual respect amidst diversity. This approach is not only preventive against discrimination but also transformative in creating an inclusive and safe school climate. The main conclusion emphasizes that multicultural counseling is a crucial instrument that requires counselor competence in recognizing cultural and gender biases, in order to create a just educational environment and support the sustainable self-actualization of all students. ABSTRAK Ketimpangan gender dalam pendidikan, yang termanifestasi melalui pembagian peran tidak seimbang, pelabelan negatif, hingga perundungan, dapat menghambat perkembangan psikologis dan akademik siswa. Penelitian ini berfokus pada analisis peran pendekatan konseling multikultural sebagai strategi intervensi untuk menumbuhkan kesetaraan dan sensitivitas gender di sekolah. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai referensi teoritis dan hasil penelitian relevan mengenai konseling multikultural dan isu gender. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi konseling multikultural, baik melalui layanan individu maupun kelompok, efektif membantu siswa mengidentifikasi konstruksi sosial yang bias, mereduksi stereotip, serta mengembangkan empati dan sikap saling menghargai di tengah keberagaman. Pendekatan ini tidak hanya bersifat preventif terhadap diskriminasi, tetapi juga transformatif dalam menciptakan iklim sekolah yang inklusif dan aman. Simpulan utama menegaskan bahwa konseling multikultural merupakan instrumen krusial yang menuntut kompetensi konselor dalam mengenali bias budaya dan gender, guna mewujudkan lingkungan pendidikan yang adil dan mendukung aktualisasi diri seluruh siswa secara berkelanjutan.  
PELESTARIAN BUDAYA SALIM DAN UCAP SALAM SAAT BERTEMU GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA Safitri, Ida; Naqiyah, Najlatun; Khusumadewi, Ari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9352

Abstract

Culture is a vital entity passed down through generations. In the context of Indonesian education, the tradition of shaking hands and greetings holds a high urgency as a manifestation of noble character. This research is motivated by the need to strengthen character education in schools to address the decline in ethics and students' respect for educators. The main focus of this study is to analyze the implications of preserving the culture of shaking hands and greetings when meeting teachers on the formation of students' polite character. The research method applies a systematic literature study by reviewing various relevant journals over the past five years. The findings show that greetings are not merely verbal greetings, but contain a prayer for safety and a deep value of tolerance. The habit of shaking hands and greetings has consistently been proven to be able to shape polite behavior, improve the ethics of verbal and non-verbal communication, and strengthen emotional bonds and Islamic brotherhood between teachers and students. The main conclusion emphasizes that this cultural integration is very effective as an instrument for forming polite character, so it is worth preserving not only in the academic environment, but also implemented widely in students' social interactions in society. ABSTRAK Budaya merupakan entitas vital yang diwariskan secara turun-temurun, di mana dalam konteks pendidikan di Indonesia, tradisi salim dan mengucapkan salam memiliki urgensi tinggi sebagai manifestasi karakter luhur. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya penguatan pendidikan karakter di sekolah guna menanggulangi penurunan etika dan rasa hormat siswa terhadap pendidik. Fokus utama kajian ini adalah menganalisis implikasi pelestarian budaya salim dan salam saat bertemu guru terhadap pembentukan karakter kesantunan siswa. Metode penelitian menerapkan studi literatur sistematik dengan menelaah berbagai jurnal relevan dalam rentang waktu lima tahun terakhir. Temuan menunjukkan bahwa salam tidak sekadar sapaan verbal, melainkan mengandung muatan doa keselamatan dan nilai toleransi yang mendalam. Pembiasaan salim dan salam secara konsisten terbukti mampu membentuk perilaku sopan santun, meningkatkan etika komunikasi verbal maupun non-verbal, serta mempererat hubungan emosional dan ukhuwah Islamiyah antara guru dan peserta didik. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi budaya ini sangat efektif sebagai instrumen pembentukan karakter yang santun, sehingga patut dilestarikan tidak hanya dalam lingkungan akademik, tetapi juga diimplementasikan secara luas dalam interaksi sosial siswa di masyarakat.    
EFEKTIVITAS KONSELING MULTIBUDAYA BERBASIS ART THERAPY DALAM REGULASI EMOSI SISWA SMP Saputra, Reri; Naqiyah, Najlatun; Khusumadewi, Ari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.9353

Abstract

Multicultural school environments require guidance and counseling services that are responsive to cultural diversity and students’ emotional dynamics. Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), as an Indonesian school abroad, accommodates junior high school students from diverse cultural backgrounds, which may contribute to emotional regulation challenges. This study aims to explore the role of multicultural counseling based on art therapy in supporting changes in students’ emotional regulation at Sekolah Indonesia Jeddah. The study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through in-depth interviews with students, observations of counseling sessions, documentation of art therapy artifacts, and supporting interviews with guidance counselors and homeroom teachers. The research was conducted through three stages: pre-intervention (needs assessment), intervention in the form of multicultural counseling using art therapy, and post-intervention. Data were analyzed thematically to identify patterns of change in emotional regulation. The findings indicate improvements in emotional awareness, a shift from reactive to reflective emotional responses, the development of more adaptive emotional regulation strategies, more constructive management of social conflicts, and more positive interpretations of multicultural experiences. These findings suggest that integrating art therapy into multicultural counseling serves as an effective expressive and reflective medium for enhancing students’ emotional regulation. This study provides practical implications for the development of inclusive and culturally sensitive guidance and counseling services in multicultural school settings. ABSTRAK Lingkungan sekolah multibudaya menuntut layanan bimbingan dan konseling yang mampu merespons keberagaman latar budaya dan dinamika emosi siswa secara adaptif. Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) sebagai sekolah Indonesia di luar negeri memiliki karakteristik siswa SMP yang heterogen, sehingga berpotensi memunculkan permasalahan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk memaknai peran konseling multibudaya berbasis art therapy dalam mendukung perubahan regulasi emosi siswa SMP di Sekolah Indonesia Jeddah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan siswa, observasi proses konseling, dokumentasi artefak art therapy, serta wawancara pendukung dengan guru bimbingan dan konseling dan wali kelas. Penelitian dilaksanakan melalui tahapan pra-intervensi (asesmen kebutuhan), intervensi berupa konseling multibudaya berbasis art therapy, dan pasca-intervensi. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola perubahan regulasi emosi siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kesadaran emosi, pergeseran respons emosi dari reaktif ke reflektif, berkembangnya strategi regulasi emosi yang lebih adaptif, pengelolaan konflik sosial yang lebih konstruktif, serta pemaknaan yang lebih positif terhadap pengalaman multibudaya. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi art therapy dalam konseling multibudaya berfungsi sebagai media ekspresif dan reflektif yang efektif dalam mendukung regulasi emosi siswa. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan layanan bimbingan dan konseling yang inklusif dan sensitif budaya di lingkungan sekolah multikultural.  
Co-Authors , LUSIANI A'yun, Siti Qurotul Adi Atmoko Afdal Agustin Hanivia Cindy AINIAH, QURROTUL Aisya Briliana Putri K Al Habsy , Bakhrudin Al Hakim, Ibrahim All Habsy, Bahkrudin Amalia Anggraeni Amalina Diananda Safira Amalya El Fatihah Djovana Amang Fathurrohman Ameliya Sayyidatus Syifa' Andhega Wijaya Anggraeni, Amalia Anita Dhuwi Rahayu Arfianti, Yunica Putri Arfiyani, Maulidia Putri Aris Rudi Purnomo Ariyanti, Amelia Septianing Ariyanti, Vivin Asmara, Yuanisa Fatimada Astarina, Dian Azril Syamsurizal Bakhrudin All Habsy Bakhrudin All Habsy, Bakhrudin All Baktiadi, Athallah Nadhif Bambang Dibyo Wiyono Berlian Hati, Angela Amanda Budi Purwoko Caraka Putra Bhakti Carolina Ligya Radjah, Carolina Ligya Crisfatika Yulianti Dandi Prayoga Delia Indrawati DENOK SETIAWATI Devi Ratnasari Dewi Puspita Sari Dhita Werdhikaning Tyas Asih Dian Oktaviana Ditenta Kurnia Tasya Djovana, Amalya El Fatihah Durrotun Nafisah Dwi Pertiwi, Fina Eko Darminto Elisabeth Christiana Eraeni, St. Evi Winingsih, Evi FASEH I, RAMADHANI FATIMATUS ZAHRO, NANING Febiyanti, Dela Firdaus, Azzahro Firdaus, Intan Nur FITRI RODIANA, NURIL Gadis Cahayani Guntur Sandi Sandi Habibah, Noviana HADI WARSITO WIRYOSUTOMO Hakiki, Intan Ainul Hakim, Muchammad Achsanul Halimatus Firdiyanti Hanifudin, Muhamad Hannurawan, Fattah Herdiana Putri Indahsari Hidayah, Riska Hijrin Fitroni HILMAN, LUTHVAN Husni Abdillah IM. Hambali Imaddudin, Imaddudin Indraswari, Berlian Mayang Irfan Fauzi Isdwiyanti, Dian Ismi Faradila, Ismi Isnawati, Alamanda Wahyu Izzaty Nur Fajriyah Jessica Fiqma Aprilia Junaidi Romadhon Kasih, Zelma Setya Khaelani, Fawwas Firdaus Khairunnisa Khairunnisa KHOLILAH, NUR Kurniawan, Shopyan Jepri Leksana, Dinar Mahdalena Leksana Lianawati, Ayong Linsetyowati, Nabita Cahya Camilla M. Ramli Mahargian, Bara Persada MAPULTA INMAS, MUHAMAD Mayang Pramesti Maysa Nurarisanty Mega Nurhayati, Mega Mochamad Nursalim Mohammad Agil Agustinu Mosleh, Ikrimania Musyaffa, Alvito Fadhil Nabila Hamzati Nailah Hadi Paramita Najlatun Naqiyah Nandang Budiman Neni Mariana Nigsih, Fitria Ninggar, Dhea Valina Dara Nova Elisa Novita Sari, Pipit Nurisma Elok Fadila Fadila Nurma Yulya Sari Nursani, Rahma Naadira Nurul Hofifah OVIEANTI YOLA MIRANDA, KARINA Penulis, Ayu Sekar Wangi Pramana, Atan Pramesti, Mayang Prasetyo, Intan Anggraheni Zahrin Pratama, Gadis Putri Amelia Pratiwi, Reshinta Puspita Prima Vidya Purnama, Ivan Fadillah Putra Putri Agung Amanda Maharani PUTRI AINI AZIS, ATIKAH Putri Inayah Qurrota A'yuni Nur Rohmah RACHMAWATI, AJENG Rahmawati, Maria Yustiana Rahmiawan, Natasya Artamefilla Retno Tri Hariastuti RIBKA PERWITASARI, PRISSILIA Risqullah Pidi, Nesya Roby Anggara Handika Putra Rosyidah, Himmah Rozita Jayuz Safitri, Ida Safitri, Ika Santoso, Mohamad Andi Saputra, Reri Sari, Nurma Yulya Septia Anggraini Septinda Rima Dewanti Setiawatiningsih, Iyka Shafira Dzata Shabrina Wulandari Shafira, Rizka Rusydah Reza Siti Aisyah Siti Aminah Sri Harsantik, Gatis Sri Wahyuni Sukmawati, Indah SURYA ADI LESTARI, DINNA Susanti, Dyah Amelia Syahrudi, Qonita TAMSIL MUIS Thaariq, Ahmad Ghulam Ath TITIN INDAH PRATIWI Ubaidillah Ulfa Madina Fitrayani Valencya, Natasalwa Virdiansyah, Daniel Dwi W. S., Hadi Warsito Wadlhah, Zulfa Huwaidah Wahyuningsih, Dwi Ratnawati Widyaswari, Monica Wilujeng, Wiwik Wiryo Nuryono Wiryo Nuryono WIRYO NURYONO Wiyono, Bambang Dibyo Wiyono, Rima Faradillah Wati Firdaus Yuni Lestari Zahro, Putri Awalia Zara Diva Paramatatwa Zikra Zuhriyah, Sofia Aminatuz