p-Index From 2021 - 2026
25.007
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Al-Mizan (e-Journal) Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Jurnal Diskursus Islam AL-Fikr LEGITIMASI: Jurnal Hukum Pidana dan Politik Hukum PALITA: Journal of Social - Religion Research Tafaqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman FITRAH:Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial al-Afkar, Journal For Islamic Studies Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law Jurnal Al Himayah TAZKIR: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman TAHKIM Unes Law Review BILANCIA IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan NUKHBATUL 'ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam Al-Adalah: Jurnal Hukum dan Politik Islam Jurnal Ilmu Sosial Politik dan Humaniora (Jisora) Jurnal Al-Dustur El-Faqih : Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Hermeneutika : Jurnal Ilmu Hukum Asy-Syariah BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Al-Azhar Journal of Islamic Economics Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Journal of Social Science Mutawasith: Jurnal Hukum Islam Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Dirasat Islamiah: Jurnal Kajian Keislaman Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Midwifery Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Kafa’ah: Journal of Gender Studies International Journal of Social Science TASAMUH: Jurnal Studi Islam Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Qisthosia Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Tasamuh: Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana Jurnal Al Tasyri'iyyah Al-Manahij : Jurnal Kajian Hukum Islam Jurnal Cakrawala Ilmiah Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Jurnal Pengabdian Mandiri Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (JIPMI) JUSTICES: Journal of Law AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Jurnal Marital: Kajian Hukum Keluarga Islam Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Journal of Social Science Al-Rasikh : Jurnal Hukum Islam Jurnal Al-Wasith : Jurnal Studi Hukum Islam Ethics and Law Journal: Business and Notary Al-fiqh : Journal of Islamic Studies AL-SULTHANIYAH Jurnal Ilmiah Falsafah Socius: Social Sciences Research Journal Al-Bayyinah Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Anayasa Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan Journal of Innovative and Creativity JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Media Hukum Indonesia (MHI) HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Complex : Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional Rechtsvinding HUMANIORASAINS Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik Al-Qolamuna : Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Journal of Dual Legal Systems Journal of Strafvodering Indonesian AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM Bilancia : Jurnal Studi Ilmu Syariah dan Hukum Al-Qawānīn: Jurnal Ilmu Hukum, Syariah, dan Pengkajian Islam Abdurrauf Science and Society Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Jurnal Teologi Islam Insight: Indonesian Journal of Social, Humanity, and Education Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Wahana Islamika; Jurnal Studi Keislaman Jurnal Wacana Sosial Nusantara Makkah: Journal Of Islamic Studies Wasīlah: Journal Of Sharia Sciences AL-ASHLAH Bayan: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Journal of Nafaqah Journal of Strafvordering Indonesian Jurnal Ilmiah Matematika Realistik Jurnal Ilmu Hukum Indonesia Ushul Al-Hukm: Jurnal Syariah dan Hukum Islam Law Studies and Justice Journal ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Al-Azhar Islamic Law Review
Claim Missing Document
Check
Articles

Problematika Prinsip Syura dalam Sistem Pemerintahan di Indonesia Cahyanti Febrianty; Kayla Zulkhaira Sembiring; Kurniati Kurniati
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 3 No. 4 (2026): Januari-Februari
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jkhkp.v3i2.2056

Abstract

This study discusses the problems of the shura principle in the governmental system in Indonesia. The principle of shura as a concept of deliberation in Islam has relevance to the democratic system implemented in Indonesia, particularly in decision-making processes that prioritize public participation. However, the implementation of the shura principle in governmental practices still faces various challenges, such as the dominance of political interests, oligarchic practices, weak representation of public aspirations, and the lack of orientation toward public welfare. This study aims to analyze the existence, implementation, and impact of the application of the shura principle in the Indonesian governmental system. The research method used is normative legal research with conceptual and statutory approaches. Data sources were obtained from the Qur’an, hadiths, legislation, as well as literature and scientific journals related to siyasah syar’iyyah and the Indonesian governmental system. The results show that the principle of shura has substantially been reflected in the Indonesian democratic mechanism, especially through representative deliberation and public participation. Nevertheless, its implementation has not run optimally due to the interests of political elites, corruption practices, and weak ethical values in governance. This condition has resulted in declining public trust in the government and the failure to establish a just government oriented toward public welfare. Therefore, strengthening the values of shura in the governmental system is necessary through increasing transparency, accountability, and public participation in policy-making processes.
Dinamika Politik Hukum dalam Peradilan Islam: Tantangan Implementasi Keadilan Substantif di Era Modern Abdul Aziz Anwar; Kurniati Kurniati; Zulhas’ari Mustafa
Media Hukum Indonesia (MHI) Vol 4, No 2 (2026): June
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21122436

Abstract

The modern era brings new complexities to the world of justice, thus facing new challenges that tend to be positivistic. In this case, substantive justice prioritizes the content and value of truth over the procedures of legal texts. This study aims to analyze and identify challenges in its implementation in the modern era. The form of substantive justice in this study is understood as the judge's effort to penetrate the rigidity of legal texts in order to achieve material truth and real benefits. Using normative legal research methods, the results show that the implementation of substantive justice faces significant challenges in the form of the dominance of judicial bureaucratic standardization, as well as limitations in the integrity and courage of judges' ijtihad. In the digital and globalized era, these challenges are further complicated by the emergence of new disputes that have not been explicitly accommodated in formal regulations. This study concludes that strengthening the intellectual and moral capacity of judges, as well as reorienting legal education beyond text-based to values-based, are key to ensuring that the judiciary produces decisions not only with legal certainty but also decisions that foster a sense of justice in society and protect rights, thus becoming solutions for justice and the benefit of the people.
Kekerasan Dalam Rumah Tangga Sebagai Alasan Cerai Gugat di Pengadilan Agama Sungguminasa Sri Ayu Andari Putri Alwaris; Kurniati; Asni; Qadir Gassing
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 1 (2024): Education and Islamic Studies (Januari-Juni)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i1.261

Abstract

Pokok masalah penelitian ini adalah kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan cerai gugat di Pengadilan Agama Sungguminasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan mengambil data lapangan (Field Research) melalui penelusuran fakta-fakta di lapangan, dilakukan dengan pendekatan teologi normatif syar’i dan pendekatan yuridis empiris. Sumber data penelitian ini adalah wawancara Hakim, Panitera, dan Pihak. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengelohan dan analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, editing data, analisis data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Pengujian keabsahan data yaitu perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi dan menggunakan bahan referensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, cerai gugat akibat kekerasan dalam rumah tangga yang diadili di Pengadilan Agama Sungguminasa selama 3 (tiga) tahun terakhir masih menunjukkan angka yang cukup banyak, hal ini menunjukkan bahwa masih sering terjadi kekerasan dalam rumah tangga. 1) Bentuk-bentuk kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan cerai gugat di Pengadilan Agama Sungguminasa yaitu kekerasan fisik, psikis, seksual dan penelantaran. Faktor-faktor yang mengakibatkan terjadi kekerasan dalam tangga yaitu perbedaan prinsip, masalah ekonomi, judi, mabuk dan perselingkuhan diantara salah satu pihak, sehingga dampak yang terjadi yaitu rasa trauma namun juga ada rasa lega dan bahagia karena telah telepas dari perbuatan kekerasan dalam rumah tangga yang dialami selama perkawinan. 2) Hakim dalam memberikan pertimbangan putusan terhadap kasus cerai gugat akibat kekerasan dalam rumah tangga di Pengadilan Agama Sungguminasa berdasarkan peraturan Perundang-Undangan, Kompilasi Hukum Islam, serta dari sisi kemaslahatan dan mudharat. 3) Perkara cerai gugat akibat kekerasan dalam rumah tangga perspektif maslahah mursalah termasuk maslahah dharuriyah karena mengancam jiwa dan keturunan.
Eksistensi Penyuluh Agama dalam Mewujudkan Moderasi Beragama di Bantaeng Jufri; Kurniati; Marilang
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 1 (2024): Education and Islamic Studies (Januari-Juni)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i1.303

Abstract

Menjadi Penyuluh Agama Islam merupakan pilihan profesi yang sangat membanggakan. Disebabkan karena selain memenuhi kewajiban agama untuk mengajak pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran atau sering diistilahkan amar makruf nahi mungkar, juga untuk memenuhi tugas kedinasan sebagai Pegawai Kementerian Agama yang diberi tugas dan wewenang penuh untuk melaksanakan bimbingan dan penyuluhan agama serta konsultasi dan pembangunan dengan bahasa agama di tengah-tengah masyarakat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jabatan sebagai Penyuluh Agama Islam ini merupakan penghargaan dari pemerintah kepada tokoh-tokoh agama dengan harapan mereka dapat berperanserta mensukseskan program-program pemerintah dalam pembangunan di bidang agama. Dengan demikian, keberadaan Penyuluh Agama Islam di tengah-tengah masyarakat ini sangat signifikan dan diperlukan. Penyuluh Agama Islam menjadi inspirator, motivator, stabilisator, dan dinamisator pembangunan di tengah-tengah masyarakat dengan bahasa agama Islam. Hal ini disebabkan karena pembangunan nasional bangsa Indonesia bukan hanya dimensi fisik-material, tetapi harus diimbangi juga dengan pembangunan mental-spritual. Sebagaimana dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya disebutkan “Bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesiaa Raya”. Dalam lagu ini terdapat bahasa bangunlah jiwanya di sinilah pentingnya peran dan fungsi Penyuluh Agama Islam untuk membangun jiwa spiritual masyarakat Indonesia yang agamis danmoderat. Peran dan fungsi Penyuluh Agama Islam untuk membangun jiwa keagamaan masyarakat yang moderat sangat dibutuhkan. Karena ancaman bangsa Indonesia sekarang ini adalah maraknya paham-paham keagamaan yang radikal dan liberal yang dapat memecah-belah umat Islam bahkan akan menghancurkan suatu bangsa.
Evolusi Sistem Pemerintahan Arab Saudi dari Monarki Absolut Menuju Demokrasi Herman; Kurniati; Misbahuddin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.313

Abstract

Arab Saudi merupakan negara yang menganut sistem pemerintahan monarki absolut atau kerajaan mutlak. Sebuah bentuk pemerintahan dengan kekuasaan tertinggi di tangan satu orang raja. Meskipun negara ini menganut monarki absolut, namun saudi juga memiliki lembaga-lembaga yang biasanya ada di negara republik. Lembaga tersebut adalah eksekutif, legislatif dan yudikatif. Satu hal yang menjadi pembeda dengan lembaga-lembaga yang ada pada negara republik adalah bahwa lembaga di Arab Saudi tidak memiliki fungsi independensi. Dalam satu dekade terkahir ini, gerakan Arab Spring massif dilakukan oleh masyarakat dibeberapa negara Arab yang merupakan bentuk protes terhadap rezim yang melanggengkan praktik otoriter dalam menjalankan pemerintahan. Protes mereka yang menginginkan peningkatan demokrasi den kebebasan berpendapat di negara-negara arab. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana sistem demokrasi dapat diterapkan di negara Arab Saudi. dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan bahwa evolusi sistem pemerintahan arab dari monarki absolut menuju demokrasi dapat diakukan. Mengingat bahwa salah satu prinsip demokrasi adalah musyawarah yang juga dianjurkan dalam islam. menemukan bahwa di negara Arab Saudi dapat diterapkan sistem demokrasi. adapun saran akademik bahwa diperlukan penelitian-penelitian selanjutnya untuk mengkaji lebih jauh terkait sistem demokrasi di negara Arab Saudi.
Pertimbangan Sosiologis dalam Penegakkan dan Pengamalan Hukum Islam di Indonesia Try Sa’adurrahman HM. Kafrawi; Misbahuddin; Kurniati
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.326

Abstract

Tujuan dan manfaat penelitian adalah untuk mengetahui Penerapan hukum Islam di Indonesia yang berlaku berdasarkan tinjauan sosiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiologi hukum Islam, pemberlakuan hukum Islam di Indonesia, serta penghambat penegakkan dan penerapannya. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research) yang dilaksanakan dengan cara mengumpulkan data dengan cara mempelajari, menelaah, dan meneliti dari buku-buku literatur yang permasalahannya akan diteliti. Hasil penelitian bahwa sosiologi hukum Islam adalah sosologi hukum Islam adalah hubungan timbal balik antara hukum Islam pola perilaku masayarakat dimana sosiologi merupakan salah satu pendekatan dalam memahaminya. Pemberlakuan hukum Islam di Indonesia bersamaan dengan masuknya Islam di Indonesia, sebelum masuknya hukum Islam, rakyat Indonesia menganut hukum adat yang bermacam-macam sistemnya dan sifatnya majemuk. Hal ini dikarenakan pengaruh agama hindu dan budha. Dalam pembangunan hukum Nasional Indonesia, hukum Islam menjadi dasar yang paling dominan, Dimana hukum Islam sangat berperan dalam membentuk perilaku manusia Indonesia. Oleh karena itu, hukum Islam menjadi unsur mutlak bagi pembangunan hukum nasional Indonesia. Penegakan dan penerapan hukum Islam memiliki banyak hambatan-hambatan sehingga hukum Islam terkesan sangat lambat khususnya dalam bidang hukum jinayat (hukum pidana Islam).
Mengulik Kekerasan Seksual dan Pencegahannya dalam Hukum Islam Andi Airiza Rezki Syafa'at; Qadir Gassing; Kurniati
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 1 (2024): Education and Islamic Studies (Januari-Juni)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i1.330

Abstract

Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan dengan menggunakan pendekatan sosiologi dan pendekatan hukum Islam. Bentuk kekerasan seksual yaitu pemerkosaan, intimidasi seksual, pelecehan seksual, eksploitasi seksual, perdagangan perempuan, prostitusi, perbudakan seksual dan pemaksaan perkawinan. Fakto-faktor terjadinya kekerasan seksual yaitu faktor biologis, faktor sosial budaya, faktor situasional. Adapun solusi untuk mengatasi kekerasan seksual yaitu pencegahan melalui akal dan hati, puasa, hukuman yang tegas.
Karakteristik dan Pendekatan Aspek Sosial Hukum Islam, Fungsi, Tujuan Hukum Islam serta Korelasinya dengan Pembinaan Masyarakat Abdul Rivai Poli; Misbahuddin; Kurniati
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.335

Abstract

Artikel ini merupakan analisis konseptual tentang sifat dan penedekatan aspek sosial hukum Islam, fungsi dan tujuan hukum Islam serta korelasinya dengan pembinaan masyarakat.Analisis ini penting karena hukum Islam mencakup berbagai dimensi, yaitu dimensi abstrak, dalam wujud segala perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya, dan dimensi konkret, dalam wujud perilaku yang bersifat konsisten dikalangan orang Islam sebagai usaha untuk melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya itu.Selain itu, hukum Islam juga mencakup substansi yang terinternalisasi ke dalam berbagai pranata sosial.Oleh karena itu,analisis tentang pendekatan aspek sosial dalam hukum Islam dianggap sangat penting.Hukum Islam memiliki sifat ,yaitu keterkaitan dengan Ketuhanan (rabbaniyah),Universal (syumuliyah), Harmonis (wasthiyyah), Manusiawi (insaniyah), Tetap (tsabat) dan Dinamis (tathawwur), Kontekstual (waqi’iyyah) serta Optimis (ijabiyyah).Agama memiliki peran penting dalam Islam sebagai sistem hukum holistik yang berpengaruh pada kehidupan dunia dan akhirat. Hukum Islam memiliki empat fungsi utama yaitu landasan ibadah, penegakan kebaikan, penyelenggaraan kehidupan keluarga dan regulasi masyarakat. Pembentukan hukum Islam bertujuan untuk mencapai kemaslahatan manusia dengan memastikan pemenuhan kebutuhan dasar, kebutuhan sekunder, dan aspek pelengkap yang meningkatkan kesejahteraan.Korelasi yang dalam antara hukum Islam dan Pembinaan masyarakat terletak pada perannya dalam membentuk komunitas yang adil,sejahtera dan bermoral.Hukum Islam tidak hanya sebagai panduan hukum, tetapi juga sebagai pedoman untuk menciptakan lingkungan yang memberdayakan.Selain itu,hukum Islam menjadi landasan bagi nilai-nilai pendidikan dan merangsang semangat pencarian ilmu pengetahuan, menjadikannya pijakan utama dalam membangun masyarakat yang berintegritas.
Problematika Pemberlakuan Hukum Islam di Negara Nomokrasi Indonesia Muhammad Tahir; Kurniati; Marilang
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.342

Abstract

Artikel ini membahas tentang bagaimana teori pemberlakuan hukum Islam di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah library research, yaitu dengan mencari dan mengumpulkan data dari perpustakaan seperti buku-buku sejarah. Hasil penelitian ini adalah sejarah hukum Islam di Indonesia diawali dengan masuknya Islam ke Indonesia yang dibawa para ulama yang kemudian masuk kepada wilayah kerajaan. Tantangan berlakunya hukum Islam di Indonesia adalah belum ditransformasinya hukum Islam ke dalam hukum nasional, tantangan politik, tantangan kultural, tantangan sosial. Solusi dalam penerapan hukum Islam di Inonesia adalah transformasi hukum Islam ke dalam hukum nasional, Adaptasi hukum Islam dan hukum nasional serta budaya masyarakat yang perlu menerapkan hukum Islam dalam kehidupan.
Konsep Poligami menurut Pandangan Perempuan PNS di Kota Makassar terhadap Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 1990 Pasal 4 Ayat (2) Perspektif Maqasid Al-Syari'ah Andi Airiza Rezki Syafa’at; Aisyah Kara; Asni; Kurniati; Indo Santalia
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.361

Abstract

Pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pandangan perempuan Pegawai Negeri Sipil di Kota Makassar terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 Pasal 4 ayat (2) dalam perspektif Maqashid Syari’ah. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan mengambil data lapangan (Field Research) melalui penelurusan hasil wawancara bersama wanita Pegawai Negeri Sipil, dilakukan dengan pendekatan hukum empiris, pendekatan kualitatif, serta pendekatan maqāṣid al-syarī’ah. Adapun sumber data penelitian ini adalah wawancara Wanita Pegawai Negeri Sipil dan aktivis Wanita di Kota Makassar. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Lalu, Teknik pengolahan dan analisis data yang dilakukan dengan melalui tahap reduksi data, klasifikasi data, verifikasi data, analisis data, dan penarikan Kesimpulan. Adapun pengujian keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi dengan sumber dan triangulasi dengan teori. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Pandangan perempuan PNS di kota Makassar terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 Pasal 4 ayat (2) menunjukkan bahwa ada 14 orang setuju dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 Pasal 4 Ayat 2, sedangkan 10 orang tidak setuju dengan peraturan tersebut. 2). Dalam perspektif Maqashid Syari’ah Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 1990 Pasal 4 ayat (2) tersebut menunjukkan bahwa yang sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 Pasal 4 Ayat 2 adalah Hifz al-Nafs dan Hifz al-Mal. Sebaliknya, Maqashid Syari'ah yang tidak sejalan dengan peraturan tersebut adalah Hifz al-Din dan Hifz al-Aql.
Co-Authors A Qadir Gassing A, Ardiwansa A, Asriawan A. Farah Salsabilah A. Qadir Gassing A. St. Aqilah Nur Asizah A.Muh Agil Fikri Firdaus Abd Rahman Abd Rahman R Abd Rahman R Abd Syatar Abd. Qadir Gassing Abd. Rahman Abd. Rahman Abd. Rahman R Abd. Rahman Razak Abdalul Zikri Abdul Aziz Anwar Abdul Halim Samaruddin Abdul Halim Talli Abdul Rahim Abdul Rauf Muhammad Amin Abdul Rivai Poli Abdul Wahid Haddade Abdurrahman Abubakar Bahmid Abu Sahman Nasim Abu Sahman Nasim Achmad Abubakar Achmad Alfian Achmad Musyahid Idrus Achmad Rafiu Adinda Cahya Magfirah Aggi Lestari Agung, Muh. Agus Miranto Ahmad Al Fairuz Ramadhan Ahmad Fadly Rahman Ahmad Faidillah Ahmad Fakhri Wardana Ahmad Fauzan Ahmad Ginannafsih Shafar Ahmad Mathar Ahmad Riyas Sauqy Ahmad Rizky Ilyas Ahmad Very Ahmad Zulkarnaen Ahyar Nastainul Haq Ainun Syahrani Aisyah Maulidatul Haq Aisyah Shada Aisyiah Al Islami Harris Ajub Ishak Akmal Alfiyyah Nur Alifah Alimuddin Alimuddin Amanda Amanda Amril Ananda Putri Andhika Yusuf Andi Airiza Rezki Syafa'at Andi Airiza Rezki Syafa’at Andi Alya Nabilah Andi Arfan Sijal Andi Ariel Firdani Andi Aulia Andi Fadhil Andi Hastriana Andi Ika Prasasti Abrar Andi Jabal Nur Andi Moh. Rezki Darma Andi Muh. Taqiyuddin BN Andi Muhammad Arya Andi Muhammad Ridwan Baso Bella Andi Muhammad Rifqy Ramadhan Andi Mustaqfirah Aminuddin Andi Mutmainnah Assyahrah Andi Nur Wasita Syafirawati Andi Syahrani Afdhal Andi Yusril Azwandi Andry Nirwanto Anjas Saputra Anjas Saputra Aqna Nely Azqia Muqtar Ardah, Lukman ARFAH Arham, Ghina Ghefira Fadhia Ariel Nur Ramadhan Arif Rahman Ramli Arninda Arninda Asfira Yuniar Asmah Asman Asman Asni Asrul Asrul Astriani Astriani Aswidia Agustin Asyiqa Jamil Ativa Nurhadi Audi Pratama Aulia Qur’ani Bahar Auliah Ramadhani Awalia, Nurhikma Awaliah Musgamy Ayu Rahayu H Ayudia Ramadhani Azis Rahman Bayu Teja Sukmana Burhan, Nur Amaliah Cahyanti Febrianty Chandra Alfian Darhan Sutradi Hukpar Darmawansyih Darnia Darnia Dava Prayoga Dhiyan azizah Dhiyaul Akbar Dian Adriani Dian Amelia Sari Dian Anggraeni Dirgi Septian Darmajid Edelia Triasty Eka Syahriani Elina Mirza Elsa Dwi Aryana Ramadhani Erfandi Hasan Evhy Sekarwangi Putri Fadhlurrahman Rizkullah Fadilah Alwaritsa Tayib Fadlia Mubakkira Fadliyanto Koem Fahrial S Fathiyah Marsya Tilawah Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatthurohman Fatthurohman Feliatra Fera Zabira Zahra Ferdiansa Putra Ferdiansa Syaputra Fiantika Armanda Fitri Sri Ramadhani M Fuad Farawansyah G. Gunawan Ghina Ghefira Fadhia Arham Gita Maharani Gunawan Gunawan Gusnata Gusnata Haeni Mukti Halim Talli Halisatul Muslimah Hamdan Hamdan Hardianti Hardianti Haris Haris Haruna, Nadyah Harwis Alimuddin Hasnia Hasnia Hasyim Haddade Hawa Hendrik Imran Herman Herniwati Herniwati Hidayatussalam Hilda Hinaya Huriyah Nahdah Alimah Husni Mubarak Husnul Fatihah I.M. Aiman Ramadhan. S Ibtisam Ibtisam Ikhsan, Akmal Ikram, Muhammad Furqanul Ilham Ramadhan Imam Makmun Imam Makmun Imran, Muh. Fadhil Abdillah Indo Santalia Indra Satriani Irbach Nurfatin Mahmud Irmaya Alyasari Ishma Ramadani Iskandar Islamul Haq Ismail Keri J, Jumarni Jufri Juhrana Susilo Kamaluddin Nurdin Marjuni Kamila, Selma Zahra Kayla Zulkhaira Sembiring Khaeril Akhsan Khairun Musmar Khoirun Nisya Kurnia Munir Linda Oktaviana Lomba Sultan Luthfi Bakence M Ilham M, Mutmainnah M. Fadli M. Fikrar Saputra M.Airil Ahmadi M.Raffi Apriadi Magefirah Mahfuz Assiddiq Mansyur, Nur Islamiah Mappasessu Mappasessu Marilang Maryam Maryam Marzuki Umar Maulida Nurhilaly Meilani Putri Basri Meli Kamelia Meutya Ramdhani Zalsabila Miftahul Jannah Mirdina Ayanah Mirna Yunita Misbahuddin Misbahuddin Misbahuddin Misbahuddin Misruki Misruki Moh Alvin Kamal Muammar Bakry Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak, Kasyful Muh Alghifari Muh Dwi Angkasa Putra Amin Muh Fadly Multazam Muh Faturrahman Muh Ghazi Al Ghifari Muh Rifqi Fayyad Mas’ud Muh. Abdul Ghafur Muh. Alief Ramadhan Muh. Baqir Hakim Muh. Djumarsyil Muh. Dzaky Abdad Muh. Fajrul Islam Muh. Fikri Alfian Muh. Ikbal M Muh. Resky Akbar Muh. Rifqhi Al-Qadri Muh. Shohibul Ihzar Muh. Syahril Sabirin Muh. Wafdan Asyiari Muh. Yusril Faudzi Muhamad Roy Abidin Muhammad Abrar Mansyur Muhammad Achyar Hamid Muhammad Afdal Amirullah3, Amirullah Muhammad Afif Al Husen Muhammad Afif Al Husen Muhammad Ali Afsar Muhammad Asmar Muhammad Audy Andy Muhammad Faruq Muhammad Fazlurrahman Syarif Muhammad Fikri Ramadhan Muhammad Fuad Zhaky Muhammad Imran Muhammad Mulyadi Muhammad Nasir Nasir Muhammad Naufal Wijaya Muhammad Nur Hidayat Muhammad Rayyan Muhammad Rusydi Muhammad Saleh Ridwan Muhammad Sunan Muhammad Tahir Muhammad Taufan Djafri Mustafa Mustafa Musyfikah Ilyas Musyfikah Ilyas Musyfikah Ilyas Mutiah Mukarramah Alkhatimah Mutiara Wahyuni Nurfiana S Naba, Khair Tasnim Razak Nabil Akbar Nafisah Nafisah Nasrung, Nur Aulia Nawirman Ni'man Samad Nila Sastrawaty Nisa'ul Majdah Nurdin Nugraha Hasan Nur Afifa Maharani Nur Aliah Mufidah Nur Alim Nur Andini Azmalia Nur Anggieta Putri Nur Asriyani Ridwan Nur Azizah Nur Azzahra Nur Halisah Nur Ilmi Ainun Nisa Anwar Nur Mumtahana Nur Resky Aulia Nur Wahyuni Nuraiman Nuriaman Nuranisa Nuranisa Nurchamidah Nurfadillah Wilmayanti Nurfharadilla Qyrhani AS Nurfianalisa Nurfyana Narmia Sari Nurjanna, Sitti Nurjannah Nurjannah Nurkholis Ali Ridho Nurkholis Ali Ridho Nurmilasari Nurul Al-fatihah Rahman Nurul Atika Nurul Azizah Nurul Hadist Nurul Ismatul Khaerah Nurul Muthmainnah Nurul Safitri Nurul Wasilah Kadir Nurunnasikin Panji Anugrah Patongai, Alni Avasyah R.A Pratama, Raffi Farid Amar Pratiwi, Ratu Ajeng Qadir Gassing Qadir Gassing Raditya Al Fath Rafi Pradipa Rahmad Kartono Rahman, Ahmad Fadly Rahmat Farham Rahmat, Anugrah Safitri Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmiati Ramadani, Tasya Almutia Rameyza Elya Yulianti Rasna Rasna Resky Mulia Azzahrah Ria Sukmawidari Rifky Adji Sukmana Rifyan Zahir Rimbawan, Israh Dwi Rindi Rindi Rini Rahmadani Rismah Rismah Rondang Herlina Ryan Hakim Almuhayawi Ryas Maududdin S, Sarmila Sabbar Dahham Sabbar Safei Safei Safitri Aulia Zalsalnabila Safriani, Laela Sahruni Sahruni Sahruni Salpiyah Salpiyah Salsa Luthfiah Rezki Samsidar Jamaluddin Samsuddin S, Samsuddin Sanallah, Muh. Saprian Taga Leo Sari, Dian Amelia Shabrina Syifa Salsabila Shafira Shafira Siti Aisyah Siti Aulya Indira Siti Maryam Siti Nur Kholifah Siti Rahmayanti Sitti Aisyah Kara Sitti Mania, Sitti Sri Ayu Andari Putri Alwaris Sri Wahyuni Ningsi Sri Wulandari Sudirman Sulfianti Irma Pai'pinan Sutikno Sutikno Sutra Saldi Suwandi, Ervina Syahriadi Syahrul Syahrur Rahmat Syamsuddin, Darussalam Syamsul, Auliyah Shafira Azzahra Syatar, Abdul Syuaib Jailuddin Tantri Indar Pratiwi Tantri Pratiwi Tarmizi Tarmizi Taslim Jusmin Tasliyah Erlina Tasya Almutia Ramadani Tasya Almutia Ramadani Tenri Nayyara Nurnaina Tri Layla Salehah Try Sa’adurrahman HM. Kafrawi Usman Jafar Wardayani Wardayani Wildan Raudzan Yusnadia Achda Saputri Yusriansyah Yusriansyah Yusuf Rahim Yuyuk Adelista Zainuddin Zalsabillah, Annisa Zasmita Auliah Wardani Zul Mulki Zulfitri Zulkarnain Suleman Zulhas’ari Mustafa