p-Index From 2021 - 2026
18.759
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Al-Mizan (e-Journal) Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Jurnal Diskursus Islam AL-Fikr LEGITIMASI: Jurnal Hukum Pidana dan Politik Hukum PALITA: Journal of Social - Religion Research Tafaqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman FITRAH:Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law Jurnal Al Himayah TAZKIR: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman TAHKIM Unes Law Review BILANCIA IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan NUKHBATUL 'ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam Jurnal Ilmu Sosial Politik dan Humaniora (Jisora) Jurnal Al-Dustur Hermeneutika : Jurnal Ilmu Hukum Asy-Syariah BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Al-Azhar Islamic Law Review Al-Azhar Journal of Islamic Economics Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Al-Syakhshiyyah : Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Journal of Social Science Mutawasith: Jurnal Hukum Islam Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Midwifery Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Kafa’ah: Journal of Gender Studies International Journal of Social Science Qisthosia Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Tasamuh: Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana Jurnal Al Tasyri'iyyah Al-Manahij : Jurnal Kajian Hukum Islam Jurnal Cakrawala Ilmiah Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Jurnal Pengabdian Mandiri Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (JIPMI) Jurnal Marital: Kajian Hukum Keluarga Islam Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Journal of Social Science Jurnal Al-Wasith : Jurnal Studi Hukum Islam Ethics and Law Journal: Business and Notary AL-SULTHANIYAH Jurnal Ilmiah Falsafah Socius: Social Sciences Research Journal Al-Bayyinah Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Journal of Innovative and Creativity JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Media Hukum Indonesia (MHI) HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Rechtsvinding HUMANIORASAINS Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik Journal of Dual Legal Systems Journal of Strafvodering Indonesian AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Jurnal Cendekia Ilmiah Bilancia : Jurnal Studi Ilmu Syariah dan Hukum Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Wahana Islamika; Jurnal Studi Keislaman Makkah: Journal Of Islamic Studies AL-ASHLAH Journal of Nafaqah Journal of Strafvordering Indonesian Jurnal Ilmiah Matematika Realistik Ushul Al-Hukm: Jurnal Syariah dan Hukum Islam ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

A Literature Review of Islamic Concepts on Human Rights and Democracy in Indonesia Mirna Yunita; Kurniati Kurniati; Musyfikah Ilyas
Rechtsvinding Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/rechtsvinding.1770

Abstract

This study aims to examine the concepts of Human Rights and democracy from an Islamic perspective in Indonesia. Human Rights (HR) and democracy have become important topics in social and political life. Democracy is a system of government that involves the active participation of citizens and is closely related to human rights, including equality of rights and obligations. This research focuses on analyzing Islamic concepts of human rights and democracy in Indonesia.This study employs a qualitative descriptive research method. The type of research used is normative research, commonly referred to as library research, which involves collecting data and written works related to human rights and democracy in Indonesia from the perspective of Islamic law.The findings of this study indicate that Islam has a clear and profound understanding of Human Rights and democracy, derived from the teachings of the Qur'an and the Sunnah. Islam affirms that every human being possesses fundamental rights that must be respected, such as the right to life, freedom, justice, and equal treatment. Meanwhile, democracy provides freedom for society while ensuring the protection and recognition of the rights of every individual.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Tata Cara Pencalonan Presiden di Indonesia: Studi Prinsip Kebebasan Memilih (Al-Ikhtiyar) Nurfadillah Wilmayanti; Hilda Hinaya; Kurniati Kurniati
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2026): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/y5vfpw27

Abstract

This study examines the presidential nomination mechanism in Indonesia from the perspective of Islamic law, particularly the principle of al-ikhtiyar (freedom of choice). The study aims to analyze the conformity between the nomination procedure regulated under Article 6A of the 1945 Constitution and Law No. 7 of 2017 on General Elections with the Islamic principle that the determination of a leader must be based on the free will of the people, without coercion or manipulation. This study uses a normative legal research method with a statute approach and a conceptual approach, with primary legal materials consisting of legislation, the Qur'an, and Hadith. The results show that Indonesia's presidential election system generally reflects direct popular participation in line with the principle of al-ikhtiyar, but the presidential threshold provision restricts the freedom of political parties to nominate candidates, thereby giving rise to a partial inconsistency with the principle of freedom of choice in Islamic political thought.
Rekonstruksi Prinsip Hubungan Internasional dalam Tatanegara Islam: Antara Normativitas Klasik dan Realitas Global Kontemporer Ghina Ghefira Fadhia Arham; Muhammad Afif Al Husen; Muhammad Afdal Amirullah3, Amirullah; Kurniati Kurniati
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2026): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/t0d2fz69

Abstract

The development of the modern international system, which emphasizes peace, state sovereignty, legal equality, and human rights, has created the need to re-examine the classical construction of international relations in Islamic statecraft. Concepts such as dār al-Islām, dār al-ḥarb, jihad, and classical citizenship systems emerged within the historical context of the caliphate, which differs significantly from the modern nation-state system. This study aims to analyze the principles of international relations in Islamic governance, identify their opportunities and challenges in contemporary global realities, and formulate a contextual and relevant reconstruction. This research employs a literature review method with a normative-conceptual approach by examining primary sources such as the Qur'an, Sunnah, classical works of fiqh siyasah and siyar, as well as secondary sources including scholarly journals, monographs, and international legal documents. The findings indicate that universal Islamic values such as justice, peace, respect for treaties, and public welfare are highly relevant to modern international law. However, several classical constructions require reinterpretation to align with principles of state sovereignty, human rights, and equal citizenship. Therefore, the maqāṣid al-syarī‘ah approach serves as the main instrument for reconstructing Islamic international relations so that it remains relevant, adaptive, and capable of contributing to the contemporary global order.  
KHITAN PEREMPUAN DALAM TRADISI BUGIS (MAKKATTE’) PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM ADAT Fitri Sri Ramadhani M; Elsa Dwi Aryana Ramadhani; Kurniati
Jurnal Humaniora & Sosial Sains Vol 1 No 3 (2024)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik khitan perempuan, yang dikenal dalam tradisi Bugis sebagai Makkatte’, dalam konteks hukum Islam dan budaya lokal. Latar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya memahami tradisi Makkatte’ yang telah menjadi bagian integral dari identitas masyarakat Bugis, meskipun terdapat kontroversi terkait dengan kesehatan dan hak asasi perempuan. Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi alasan di balik pelaksanaan khitan perempuan, serta konsekuensi sosial dan kesehatan yang mungkin ditimbulkannya. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap tokoh masyarakat untuk menggali perspektif mereka mengenai praktik ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun masyarakat Bugis menganggap Makkatte’ sebagai ritual pengislaman yang penting, terdapat kekhawatiran terkait pelaksanaan khitan oleh sanro yang tidak menjamin kesterilan alat. Penelitian ini juga mengungkapkan adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai status hukum khitan perempuan, dengan beberapa menganggapnya wajib dan lainnya hanya sebagai sunah. Hasilnya menekankan perlunya kolaborasi antara pelestarian tradisi dan penerapan standar kesehatan yang lebih baik untuk melindungi hak-hak individu, terutama perempuan, dalam menjalankan praktik budaya mereka.
DARI TEKS KE KEMASLAHATAN: MERUMUSKAN PARADIGMA PEMERINTAHAN ISLAM KONTEMPORER Khairun Musmar; Aggi Lestari; Asyiqa Jamil; Kurniati
AL-ASHLAH : Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol. 6 No. 02 (2026): July, 2026
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/5ageh307

Abstract

Artikel ini mengkaji sejauh mana konsep maslahah dapat dijadikan paradigma normatif dan metodologis dalam tata kelola pemerintahan Islam kontemporer yang berhadapan dengan birokrasi modern, digitalisasi pelayanan publik, dan tuntutan keadilan sosial. Penelitian ini memosisikan diri sebagai kajian normatif-konseptual yang berupaya menjembatani idealitas maqasid al-syari’ah dengan kebutuhan teknis pemerintahan modern, melampaui studi terdahulu yang cenderung parsial pada aspek regulasi. Dengan menggunakan metode kualitatif normatif berbasis studi kepustakaan terhadap literatur usul fikih, maqasid al-syari’ah, fiqh siyasah, serta temuan empiris mutakhir tentang kebijakan publik dan tata kelola digital, analisis dilakukan secara deskriptif-analitis terhadap dimensi normatif, metodologis, dan implikatif maslahah. Hasil kajian menunjukkan bahwa maslahah berfungsi sebagai fondasi legitimasi moral kebijakan, kerangka metodologis untuk menguji kebijakan berbasis data dan keberlanjutan, serta instrumen evaluatif terhadap keadilan, demokrasi, kepemimpinan, dan perlindungan hak warga di era pemerintahan digital, sehingga menegaskan fleksibilitas hukum Islam dalam merespons kompleksitas kontemporer sekaligus menghindari formalisme legal yang mengabaikan kemaslahatan substantif masyarakat luas.
Sinkronisasi Hukum Islam dengan Hukum Nasional Pada Kebijakan Publik Indonesia Aulia Qur’ani Bahar; Nurfharadilla Qyrhani AS; Sri Wahyuni Ningsi; Kurniati Kurniati
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/tsdmm778

Abstract

Perkembangan masyarakat modern menuntut pembaruan dalam memahami hukum Islam agar relevan dengan dinamika sosial dan politik kontemporer, khususnya dalam studi ketatanegaraan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi metodologi hukum Islam dan teori hukum modern dalam perumusan kebijakan publik di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinkronisasi dapat dilakukan melalui pendekatan maqasid al-shariah yang berfokus pada kemaslahatan dan keadilan. Keberhasilan integrasi ini terlihat pada penerapan Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan regulasi ekonomi syariah. Sebaliknya, ketidaksinkronan kedua sistem dapat memicu dualisme hukum, konflik sosial, dan menurunnya legitimasi hukum negara. Kesimpulannya, integrasi yang adaptif sangat penting agar hukum Islam dan hukum modern dapat berjalan selaras, menjaga stabilitas sosial, serta memenuhi kebutuhan masyarakat yang beragam.
Peran Negara dalam Menjamin Hak Asasi Manusia Menurut Hukum Tata Negara Islam Auliah Ramadhani; Nurkholis Ali Ridho; Kurniati Kurniati
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/f5tc1d05

Abstract

Human rights are fundamental rights inherent in every individual and serve as the foundation for a just state governance system. In the perspective of Islamic constitutional law, human rights are rooted in sharia principles aimed at achieving public welfare. This study aims to analyze the concept of human rights in Islamic constitutional law and examine the role of the state in guaranteeing, protecting, and enforcing these rights. The research employs a normative juridical approach by reviewing legal doctrines, Islamic legal principles, and relevant regulations. The findings indicate that human rights in Islam encompass both moral and legal dimensions, interconnected through the principles of huququl ibad and maqashid al-shariah. The state plays a strategic role as a protector and guarantor of rights through a fair, transparent, and non-discriminatory legal system. Furthermore, the implementation of human rights in Indonesia reflects the substantive integration of Islamic values within the constitutional framework and public policies. However, challenges remain in harmonizing sharia values with modern human rights standards. Therefore, strengthening the role of the state and public awareness is essential to ensure optimal human rights protection.
Falsafah Dan Hikmah Asuransi: Perspektif Filosofis Dan Etis Dalam Perlindungan Risiko Muh. Fikri Alfian; Andi Yusril Azwandi; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/dvn7jy06

Abstract

This research is motivated by the importance of understanding the philosophical and ethical dimensions of insurance practices, which have often been viewed solely as economic and financial instruments. However, beyond its economic function, insurance embodies moral values ​​related to risk protection, social responsibility, justice, and solidarity among humans. In the context of the development of modern society faced with various economic, social, and environmental uncertainties, the study of the philosophical foundations of insurance becomes increasingly important to ensure that risk protection systems are not only financially effective but also aligned with ethical and humanitarian principles. This research aims to analyze the concept of insurance from a philosophical and ethical perspective and explore the relevance of moral values ​​in the development of a just risk protection system. The research uses qualitative methods with a library research approach. Data were obtained through a documentary study of various primary and secondary sources including philosophy books, ethics literature, risk theory, insurance regulations, scientific journals, and studies on conventional and sharia insurance. The results of the study indicate that conventional insurance is built on the principle of risk transfer and management based on social solidarity, but in practice it still faces a number of ethical issues such as moral hazard, adverse selection, and information asymmetry that have the potential to reduce the value of justice and public trust. On the other hand, sharia insurance (takaful) offers an alternative paradigm based on the principles of ta'awun (mutual assistance), tabarru', and maslahah, which emphasize aspects of togetherness, distributive justice, transparency, and collective responsibility in facing risks. This study found that both models have their respective advantages and limitations, so an integrative approach is needed that is able to combine the technical effectiveness of modern insurance with strong ethical values. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami dimensi filosofis dan etis dari praktik asuransi yang selama ini sering dipandang hanya sebagai instrumen ekonomi dan keuangan. Padahal, di balik fungsi ekonominya, asuransi mengandung nilai-nilai moral yang berkaitan dengan perlindungan terhadap risiko, tanggung jawab sosial, keadilan, serta solidaritas antarmanusia. Dalam konteks perkembangan masyarakat modern yang dihadapkan pada berbagai ketidakpastian ekonomi, sosial, dan lingkungan, kajian mengenai landasan filosofis asuransi menjadi semakin penting untuk memastikan bahwa sistem perlindungan risiko tidak hanya efektif secara finansial, tetapi juga selaras dengan prinsip-prinsip etika dan kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep asuransi dari perspektif filsafat dan etika serta mengeksplorasi relevansi nilai-nilai moral dalam pengembangan sistem perlindungan risiko yang berkeadilan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap berbagai sumber primer dan sekunder yang meliputi buku-buku filsafat, literatur etika, teori risiko, regulasi asuransi, jurnal ilmiah, serta kajian mengenai asuransi konvensional dan asuransi syariah.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asuransi konvensional dibangun atas prinsip transfer dan pengelolaan risiko yang berlandaskan solidaritas sosial, namun dalam praktiknya masih menghadapi sejumlah persoalan etis seperti moral hazard, adverse selection, dan asimetri informasi yang berpotensi mengurangi nilai keadilan dan kepercayaan publik. Di sisi lain, asuransi syariah (takaful) menawarkan paradigma alternatif yang berlandaskan prinsip ta’awun (tolong-menolong), tabarru’, dan maslahah, yang menekankan aspek kebersamaan, keadilan distributif, transparansi, serta tanggung jawab kolektif dalam menghadapi risiko. Kajian ini menemukan bahwa kedua model memiliki kelebihan dan keterbatasan masing-masing, sehingga diperlukan pendekatan integratif yang mampu menggabungkan efektivitas teknis asuransi modern dengan nilai-nilai etika yang kuat.
Falsafah Dan Hikmah Gadai: Peran Gadai Sebagai Solusi Dalam Krisis Ekonomi Sosial Nur Azizah; Andi Ariel Firdani; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/b86jaq85

Abstract

Pawning (rahn) is an Islamic transaction instrument with legal, social, and moral dimensions. The concept of pawning not only serves as collateral for debt but also embodies philosophy and wisdom that reflect the principles of justice, humanity, and balance in the Islamic economic system. This study aims to examine the philosophy and wisdom of pawning and its role as a solution to address the socio-economic crisis. This study uses a library research method with a descriptive qualitative approach. Primary data sources are obtained from the Qur'an, the hadith of the Prophet Muhammad ﷺ, and Islamic jurisprudence literature discussing the concept of rahn, while secondary data sources come from books, scientific journals, and various scientific works relevant to Islamic economics and pawning practices. Data collection techniques are carried out through documentation studies, while data analysis uses content analysis methods by examining, interpreting, and synthesizing various sources to gain a comprehensive understanding of the philosophy and wisdom of pawning from an Islamic perspective. The study's findings indicate that pawning in Islam serves as a safeguarding mechanism that protects the interests of both parties without causing injustice. In situations of socio-economic crisis, pawning provides a humanitarian solution, enabling urgent needs to be met without permanently losing property or falling prey to usury. Furthermore, the concept of pawning strengthens social solidarity, safeguards human dignity, and promotes economic stability. The study's conclusions affirm that the philosophy and wisdom of pawning reflect the relevance of Islamic teachings in addressing contemporary economic challenges. Pawning is not merely a financial instrument, but a means of worship and social empowerment that integrates economic, ethical, and spiritual values ​​into a unified whole.  Abstrak Gadai (rahn) merupakan salah satu instrumen muamalah dalam Islam yang memiliki dimensi hukum, sosial, dan moral. Konsep gadai tidak hanya berfungsi sebagai jaminan utang, tetapi juga mengandung falsafah dan hikmah yang mencerminkan prinsip keadilan, kemanusiaan, dan keseimbangan dalam sistem ekonomi Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji falsafah dan hikmah gadai serta perannya sebagai solusi dalam menghadapi krisis ekonomi sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data primer diperoleh dari Al-Qur’an, hadits Nabi Muhammad ﷺ, serta literatur fikih yang membahas konsep rahn, sedangkan sumber data sekunder berasal dari buku, jurnal ilmiah, dan berbagai karya ilmiah yang relevan dengan ekonomi Islam dan praktik gadai. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sementara analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis) dengan menelaah, menginterpretasikan, dan mensintesiskan berbagai sumber untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai falsafah dan hikmah gadai dalam perspektif Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa gadai dalam Islam berfungsi sebagai mekanisme pengaman hak yang mampu melindungi kepentingan kedua belah pihak tanpa menimbulkan kezaliman. Dalam situasi krisis ekonomi sosial, gadai menjadi solusi yang humanis karena memungkinkan pemenuhan kebutuhan mendesak tanpa harus kehilangan kepemilikan harta secara permanen atau terjerumus dalam praktik riba. Selain itu, konsep gadai memperkuat solidaritas sosial, menjaga martabat manusia, dan mendorong terciptanya stabilitas ekonomi masyarakat. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa falsafah dan hikmah gadai mencerminkan relevansi ajaran Islam dalam menjawab problematika ekonomi kontemporer. Gadai bukan sekadar instrumen finansial, melainkan sarana ibadah dan pemberdayaan sosial yang mengintegrasikan nilai-nilai ekonomi, etika, dan spiritual dalam satu kesatuan yang utuh.
Pemahaman Konsep Nusyuz Laki-Laki Dan Perempuan Dalam Hukum Islam Serta Implikasi Terhadap Kehidupan Rumah Tangga Asmah; Muh. Dzaky Abdad; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/fjvacp36

Abstract

This research is motivated by a patriarchal understanding of the concept of nusyuz in Islamic society, where a wife's disobedience to her husband is often the sole focus without considering the possibility of nusyuz from the man. Based on data from the Religious Courts Agency in 2023, approximately 70% of divorce cases were filed by wives on grounds of incompatibility and violence, indicating that the practice of nusyuz has a more complex social and moral dimension. The purpose of this study is to explain the nature of nusyuz for men and women according to Islamic legal sources, describe methods of knowledge through interpretation of the Qur'an, hadith, and ijtihad of scholars, and analyze the wisdom of its application in domestic life. This study uses a qualitative method with a normative-descriptive approach, modern hermeneutics, and constructive ijtihad through a literature study of classical commentaries such as Jāmi‘ al-Bayān al-Ṭabarī, Tafsīr al-Qurṭubī, and contemporary commentaries such as al-Mishbah. The results of the study show that classical interpretations view nusyuz literally and with gender bias, while contemporary scholars such as Quraish Shihab, Yusuf al-Qaradawi, and Musdah Mulia interpret nusyuz as a two-way disharmony that must be resolved based on the principles of maqāṣid al-syarī‘ah, namely justice and welfare. The conclusion of this study confirms that nusyuz is not merely a unilateral violation, but a form of moral imbalance in the household that needs to be addressed with an ethical and educational approach, so that Islamic law does not become a tool to legitimize violence, but rather a means of maintaining harmony, justice, and affection in the family. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemahaman patriarkal terhadap konsep nusyuz dalam masyarakat Islam, di mana ketidakpatuhan istri terhadap suami sering dijadikan fokus tunggal tanpa mempertimbangkan kemungkinan terjadinya nusyuz dari pihak laki-laki. Berdasarkan data Badan Peradilan Agama tahun 2023, sekitar 70% kasus perceraian diajukan oleh istri dengan alasan ketidakcocokan dan kekerasan, menunjukkan bahwa praktik nusyuz memiliki dimensi sosial dan moral yang lebih kompleks. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hakikat nusyuz laki-laki dan perempuan menurut sumber hukum Islam, menguraikan metode pengetahuan melalui penafsiran Al-Qur’an, hadis, dan ijtihad ulama, serta menganalisis hikmah penerapannya dalam kehidupan rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-deskriptif, hermeneutika modern, dan ijtihad konstruktif melalui studi kepustakaan terhadap tafsir klasik seperti Jāmi‘ al-Bayān al-Ṭabarī, Tafsīr al-Qurṭubī, dan tafsir kontemporer seperti al-Mishbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir klasik memandang nusyuz secara literal dan bias gender, sedangkan ulama kontemporer seperti Quraish Shihab, Yusuf al-Qaradawi, dan Musdah Mulia menafsirkan nusyuz sebagai ketidakharmonisan dua arah yang harus diselesaikan berdasarkan prinsip maqāṣid al-syarī‘ah, yakni keadilan dan kemaslahatan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa nusyuz bukan sekadar pelanggaran sepihak, melainkan bentuk ketidakseimbangan moral dalam rumah tangga yang perlu ditangani dengan pendekatan etis dan edukatif, sehingga hukum Islam tidak menjadi alat legitimasi kekerasan, melainkan sarana menjaga keharmonisan, keadilan, dan kasih sayang dalam keluarga.
Co-Authors A Qadir Gassing A, Ardiwansa A, Asriawan A. Farah Salsabilah A. Qadir Gassing Abd Rahman Abd Rahman R Abd Rahman R Abd Syatar Abd. Qadir Gassing Abd. Rahman Abd. Rahman Abd. Rahman R Abd. Rahman Razak Abdalul Zikri Abdul Aziz Anwar Abdul Halim Talli Abdul Rahman Abdul Rauf Muhammad Amin Abdul Rivai Poli Abdul Wahid Haddade Abdurrahman Abubakar Bahmid Abu Sahman Nasim Abu Sahman Nasim Achmad Abubakar Achmad Alfian Achmad Musyahid Idrus Adinda Cahya Magfirah Aggi Lestari Agung, Muh. Agus Miranto Ahmad Faidillah Ahmad Fakhri Wardana Ahmad Fauzan Ahmad Ginannafsih Shafar Ahmad Mathar Ahmad Rizky Ilyas Ahmad Very Ahyar Nastainul Haq Aisyah Maulidatul Haq Aisyiah Al Islami Harris Ajub Ishak Aldin, Din Alief Alwan Alfian, Befri Alfiyyah Nur Alifah Alimuddin Alimuddin Alimuddin, Harwis Ananda Putri Andi Airiza Rezki Syafa'at Andi Airiza Rezki Syafa’at Andi Alya Nabilah Andi Arfan Sijal Andi Ariel Firdani Andi Aulia Andi Fadhil Andi Hastriana Andi Ika Prasasti Abrar Andi Jabal Nur Andi Moh. Rezki Darma Andi Muh. Taqiyuddin BN Andi Muhammad Rifqy Ramadhan Andi Nur Wasita Syafirawati Andi Syahrani Afdhal Andi Yusril Azwandi Andry Nirwanto Anjas Saputra Anjas Saputra Aqna Nely Azqia Muqtar Ardah, Lukman ARFAH Arham, Ghina Ghefira Fadhia Arif Rahman Ramli Asfira Yuniar Asmah Asman Asman Asni Astriani Astriani Asyiqa Jamil Athoriq R, Muhammad Aqsho Che Ativa Nurhadi Aulia Qur’ani Bahar Auliah Ramadhani Awalia, Nurhikma Awaliah Musgamy Ayudia Ramadhani Bayu Teja Sukmana Burhan, Nur Amaliah Cahyanti Febrianty Darhan Sutradi Hukpar Darliana Darliana Darmawansyih Darnia Darnia Dhiyan azizah Dhiyaul Akbar Dian Amelia Sari Dian Anggraeni Dirgi Septian Darmajid Eka Syahriani Elina Mirza Elsa Dwi Aryana Ramadhani Evhy Sekarwangi Putri Fadilah Alwaritsa Tayib Fadliyanto Koem Fahrial S Fathiyah Marsya Tilawah Fatmawati Fatmawati Fatthurohman Fatthurohman Feliatra Ferdiansa Putra Fiantika Armanda Fitri Sri Ramadhani M Fuad Farawansyah G. Gunawan Ghina Ghefira Fadhia Arham Gita Maharani Gunawan Gunawan Gusnata Gusnata Halim Talli Halisatul Muslimah Hardianti Hardianti Haris Haris Haruna, Nadyah Hendrik Imran Herman Herniwati Herniwati Hidayatussalam Hilda Hinaya Husni Mubarak Ibtisam Ibtisam Ihkhsan, Muh Ikhsan, Akmal Ikram, Muhammad Furqanul Ilham Ramadhan Imam Makmun Imam Makmun Imran, Muh. Fadhil Abdillah Indo Santalia Indra Satriani Irbach Nurfatin Mahmud Iskandar Islamul Haq Ismail Keri J, Jumarni Jufri Kamaluddin Nurdin Marjuni Kamila, Selma Zahra Kayla Zulkhaira Sembiring Khaeril Akhsan Khairun Musmar Khoirun Nisya Kurnia Munir Lomba Sultan Luthfi Bakence M Ilham M, Mutmainnah Mahfuz Assiddiq Mansyur, Nur Islamiah Mappasessu Mappasessu Marilang Maryam Maryam Marzuki Umar Meli Kamelia Meutya Ramdhani Zalsabila Mirdina Ayanah Mirna Yunita Misbahuddin Misbahuddin Misruki Misruki Moh Alvin Kamal Muammar Bakry Mubarak, Kasyful Muh Dwi Angkasa Putra Amin Muh Fadly Multazam Muh Ghazi Al Ghifari Muh. Alief Ramadhan Muh. Baqir Hakim Muh. Dzaky Abdad Muh. Fikri Alfian Muh. Ikbal M Muh. Resky Akbar Muh. Rifqhi Al-Qadri Muh. Shohibul Ihzar Muh. Yusril Faudzi Muhammad Achyar Hamid Muhammad Afdal Amirullah3, Amirullah Muhammad Afif Al Husen Muhammad Afif Al Husen Muhammad Audy Andy Muhammad Fazlurrahman Syarif Muhammad Imran Muhammad Mulyadi Muhammad Nur Hidayat Muhammad Rusydi Muhammad Saleh Ridwan Muhammad Tahir Muhammad Taufan Djafri Muspita Sari Mustafa Mustafa Musyfikah Ilyas Musyfikah Ilyas Mutiara Wahyuni Nurfiana S Naba, Khair Tasnim Razak Nabil Akbar Nafisah Nafisah Nasrung, Nur Aulia Ni'man Samad Nila Sastrawaty Nur Afifa Maharani Nur Aliah Mufidah Nur Asriyani Ridwan Nur Azizah Nurfadillah Wilmayanti Nurfharadilla Qyrhani AS Nurfianalisa Nurfyana Narmia Sari Nurjanna, Sitti Nurkholis Ali Ridho Nurmilasari Nurul Atika Nurul Azizah Nurul Hadist Nurul Ismatul Khaerah Nurul Muthmainnah Nurunnasikin Panji Anugrah Patongai, Alni Avasyah R.A Pratama, Raffi Farid Amar Pratiwi, Ratu Ajeng Qadir Gassing Qadir Gassing Rahmad Kartono Rahman, Ahmad Fadly Rahmat, Anugrah Safitri Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmiati Ramadani, Tasya Almutia Rasna Rasna Resky Mulia Azzahrah Ria Sukmawidari Rifky Adji Sukmana Rifyan Zahir Rimbawan, Israh Dwi Rindi Rindi Rondang Herlina Ryas Maududdin S, Sarmila Safei Safei Safitri Aulia Zalsalnabila Safriani, Laela Sahruni Sahruni Salsa Luthfiah Rezki Samsidar Jamaluddin Samsuddin S, Samsuddin Sanallah, Muh. Sari, Dian Amelia Shabrina Syifa Salsabila Shafira Shafira Siti Aisyah Siti Nur Kholifah Siti Rahmayanti Sitti Aisyah Kara Sitti Mania, Sitti Sri Ayu Andari Putri Alwaris Sri Wahyuni Ningsi Sudirman Sutikno Sutikno Suwandi, Ervina Syahrul Syamsuddin, Darussalam Syamsul, Auliyah Shafira Azzahra Syatar, Abdul Syuaib Jailuddin Tantri Indar Pratiwi Tantri Pratiwi Tarmizi Tasliyah Erlina Try Sa’adurrahman HM. Kafrawi Usman Jafar Wardayani Wardayani Yusnadia Achda Saputri Yusriansyah Yusriansyah Yusuf Rahim Yuyuk Adelista Zainuddin Zalsabillah, Annisa Zul Mulki Zulfitri Zulkarnain Suleman Zulhas’ari Mustafa