p-Index From 2021 - 2026
25.007
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Al-Mizan (e-Journal) Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Jurnal Diskursus Islam AL-Fikr LEGITIMASI: Jurnal Hukum Pidana dan Politik Hukum PALITA: Journal of Social - Religion Research Tafaqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman FITRAH:Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial al-Afkar, Journal For Islamic Studies Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law Jurnal Al Himayah TAZKIR: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman TAHKIM Unes Law Review BILANCIA IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan NUKHBATUL 'ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam Al-Adalah: Jurnal Hukum dan Politik Islam Jurnal Ilmu Sosial Politik dan Humaniora (Jisora) Jurnal Al-Dustur El-Faqih : Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Hermeneutika : Jurnal Ilmu Hukum Asy-Syariah BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Al-Azhar Journal of Islamic Economics Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Journal of Social Science Mutawasith: Jurnal Hukum Islam Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Dirasat Islamiah: Jurnal Kajian Keislaman Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Midwifery Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Kafa’ah: Journal of Gender Studies International Journal of Social Science TASAMUH: Jurnal Studi Islam Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Qisthosia Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Tasamuh: Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana Jurnal Al Tasyri'iyyah Al-Manahij : Jurnal Kajian Hukum Islam Jurnal Cakrawala Ilmiah Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Jurnal Pengabdian Mandiri Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (JIPMI) JUSTICES: Journal of Law AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Jurnal Marital: Kajian Hukum Keluarga Islam Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Journal of Social Science Al-Rasikh : Jurnal Hukum Islam Jurnal Al-Wasith : Jurnal Studi Hukum Islam Ethics and Law Journal: Business and Notary Al-fiqh : Journal of Islamic Studies AL-SULTHANIYAH Jurnal Ilmiah Falsafah Socius: Social Sciences Research Journal Al-Bayyinah Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Anayasa Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan Journal of Innovative and Creativity JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Media Hukum Indonesia (MHI) HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Complex : Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional Rechtsvinding HUMANIORASAINS Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik Al-Qolamuna : Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Journal of Dual Legal Systems Journal of Strafvodering Indonesian AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM Bilancia : Jurnal Studi Ilmu Syariah dan Hukum Al-Qawānīn: Jurnal Ilmu Hukum, Syariah, dan Pengkajian Islam Abdurrauf Science and Society Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Jurnal Teologi Islam Insight: Indonesian Journal of Social, Humanity, and Education Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Wahana Islamika; Jurnal Studi Keislaman Jurnal Wacana Sosial Nusantara Makkah: Journal Of Islamic Studies Wasīlah: Journal Of Sharia Sciences AL-ASHLAH Bayan: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Journal of Nafaqah Journal of Strafvordering Indonesian Jurnal Ilmiah Matematika Realistik Jurnal Ilmu Hukum Indonesia Ushul Al-Hukm: Jurnal Syariah dan Hukum Islam Law Studies and Justice Journal ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Al-Azhar Islamic Law Review
Claim Missing Document
Check
Articles

Sinkronisasi Hukum Islam dengan Hukum Nasional Pada Kebijakan Publik Indonesia Aulia Qur’ani Bahar; Nurfharadilla Qyrhani AS; Sri Wahyuni Ningsi; Kurniati Kurniati
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/tsdmm778

Abstract

Perkembangan masyarakat modern menuntut pembaruan dalam memahami hukum Islam agar relevan dengan dinamika sosial dan politik kontemporer, khususnya dalam studi ketatanegaraan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi metodologi hukum Islam dan teori hukum modern dalam perumusan kebijakan publik di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinkronisasi dapat dilakukan melalui pendekatan maqasid al-shariah yang berfokus pada kemaslahatan dan keadilan. Keberhasilan integrasi ini terlihat pada penerapan Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan regulasi ekonomi syariah. Sebaliknya, ketidaksinkronan kedua sistem dapat memicu dualisme hukum, konflik sosial, dan menurunnya legitimasi hukum negara. Kesimpulannya, integrasi yang adaptif sangat penting agar hukum Islam dan hukum modern dapat berjalan selaras, menjaga stabilitas sosial, serta memenuhi kebutuhan masyarakat yang beragam.
Peran Negara dalam Menjamin Hak Asasi Manusia Menurut Hukum Tata Negara Islam Auliah Ramadhani; Nurkholis Ali Ridho; Kurniati Kurniati
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/f5tc1d05

Abstract

Human rights are fundamental rights inherent in every individual and serve as the foundation for a just state governance system. In the perspective of Islamic constitutional law, human rights are rooted in sharia principles aimed at achieving public welfare. This study aims to analyze the concept of human rights in Islamic constitutional law and examine the role of the state in guaranteeing, protecting, and enforcing these rights. The research employs a normative juridical approach by reviewing legal doctrines, Islamic legal principles, and relevant regulations. The findings indicate that human rights in Islam encompass both moral and legal dimensions, interconnected through the principles of huququl ibad and maqashid al-shariah. The state plays a strategic role as a protector and guarantor of rights through a fair, transparent, and non-discriminatory legal system. Furthermore, the implementation of human rights in Indonesia reflects the substantive integration of Islamic values within the constitutional framework and public policies. However, challenges remain in harmonizing sharia values with modern human rights standards. Therefore, strengthening the role of the state and public awareness is essential to ensure optimal human rights protection.
Falsafah Dan Hikmah Asuransi: Perspektif Filosofis Dan Etis Dalam Perlindungan Risiko Muh. Fikri Alfian; Andi Yusril Azwandi; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/dvn7jy06

Abstract

This research is motivated by the importance of understanding the philosophical and ethical dimensions of insurance practices, which have often been viewed solely as economic and financial instruments. However, beyond its economic function, insurance embodies moral values ​​related to risk protection, social responsibility, justice, and solidarity among humans. In the context of the development of modern society faced with various economic, social, and environmental uncertainties, the study of the philosophical foundations of insurance becomes increasingly important to ensure that risk protection systems are not only financially effective but also aligned with ethical and humanitarian principles. This research aims to analyze the concept of insurance from a philosophical and ethical perspective and explore the relevance of moral values ​​in the development of a just risk protection system. The research uses qualitative methods with a library research approach. Data were obtained through a documentary study of various primary and secondary sources including philosophy books, ethics literature, risk theory, insurance regulations, scientific journals, and studies on conventional and sharia insurance. The results of the study indicate that conventional insurance is built on the principle of risk transfer and management based on social solidarity, but in practice it still faces a number of ethical issues such as moral hazard, adverse selection, and information asymmetry that have the potential to reduce the value of justice and public trust. On the other hand, sharia insurance (takaful) offers an alternative paradigm based on the principles of ta'awun (mutual assistance), tabarru', and maslahah, which emphasize aspects of togetherness, distributive justice, transparency, and collective responsibility in facing risks. This study found that both models have their respective advantages and limitations, so an integrative approach is needed that is able to combine the technical effectiveness of modern insurance with strong ethical values. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami dimensi filosofis dan etis dari praktik asuransi yang selama ini sering dipandang hanya sebagai instrumen ekonomi dan keuangan. Padahal, di balik fungsi ekonominya, asuransi mengandung nilai-nilai moral yang berkaitan dengan perlindungan terhadap risiko, tanggung jawab sosial, keadilan, serta solidaritas antarmanusia. Dalam konteks perkembangan masyarakat modern yang dihadapkan pada berbagai ketidakpastian ekonomi, sosial, dan lingkungan, kajian mengenai landasan filosofis asuransi menjadi semakin penting untuk memastikan bahwa sistem perlindungan risiko tidak hanya efektif secara finansial, tetapi juga selaras dengan prinsip-prinsip etika dan kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep asuransi dari perspektif filsafat dan etika serta mengeksplorasi relevansi nilai-nilai moral dalam pengembangan sistem perlindungan risiko yang berkeadilan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap berbagai sumber primer dan sekunder yang meliputi buku-buku filsafat, literatur etika, teori risiko, regulasi asuransi, jurnal ilmiah, serta kajian mengenai asuransi konvensional dan asuransi syariah.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asuransi konvensional dibangun atas prinsip transfer dan pengelolaan risiko yang berlandaskan solidaritas sosial, namun dalam praktiknya masih menghadapi sejumlah persoalan etis seperti moral hazard, adverse selection, dan asimetri informasi yang berpotensi mengurangi nilai keadilan dan kepercayaan publik. Di sisi lain, asuransi syariah (takaful) menawarkan paradigma alternatif yang berlandaskan prinsip ta’awun (tolong-menolong), tabarru’, dan maslahah, yang menekankan aspek kebersamaan, keadilan distributif, transparansi, serta tanggung jawab kolektif dalam menghadapi risiko. Kajian ini menemukan bahwa kedua model memiliki kelebihan dan keterbatasan masing-masing, sehingga diperlukan pendekatan integratif yang mampu menggabungkan efektivitas teknis asuransi modern dengan nilai-nilai etika yang kuat.
Falsafah Dan Hikmah Gadai: Peran Gadai Sebagai Solusi Dalam Krisis Ekonomi Sosial Nur Azizah; Andi Ariel Firdani; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/b86jaq85

Abstract

Pawning (rahn) is an Islamic transaction instrument with legal, social, and moral dimensions. The concept of pawning not only serves as collateral for debt but also embodies philosophy and wisdom that reflect the principles of justice, humanity, and balance in the Islamic economic system. This study aims to examine the philosophy and wisdom of pawning and its role as a solution to address the socio-economic crisis. This study uses a library research method with a descriptive qualitative approach. Primary data sources are obtained from the Qur'an, the hadith of the Prophet Muhammad ﷺ, and Islamic jurisprudence literature discussing the concept of rahn, while secondary data sources come from books, scientific journals, and various scientific works relevant to Islamic economics and pawning practices. Data collection techniques are carried out through documentation studies, while data analysis uses content analysis methods by examining, interpreting, and synthesizing various sources to gain a comprehensive understanding of the philosophy and wisdom of pawning from an Islamic perspective. The study's findings indicate that pawning in Islam serves as a safeguarding mechanism that protects the interests of both parties without causing injustice. In situations of socio-economic crisis, pawning provides a humanitarian solution, enabling urgent needs to be met without permanently losing property or falling prey to usury. Furthermore, the concept of pawning strengthens social solidarity, safeguards human dignity, and promotes economic stability. The study's conclusions affirm that the philosophy and wisdom of pawning reflect the relevance of Islamic teachings in addressing contemporary economic challenges. Pawning is not merely a financial instrument, but a means of worship and social empowerment that integrates economic, ethical, and spiritual values ​​into a unified whole.  Abstrak Gadai (rahn) merupakan salah satu instrumen muamalah dalam Islam yang memiliki dimensi hukum, sosial, dan moral. Konsep gadai tidak hanya berfungsi sebagai jaminan utang, tetapi juga mengandung falsafah dan hikmah yang mencerminkan prinsip keadilan, kemanusiaan, dan keseimbangan dalam sistem ekonomi Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji falsafah dan hikmah gadai serta perannya sebagai solusi dalam menghadapi krisis ekonomi sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data primer diperoleh dari Al-Qur’an, hadits Nabi Muhammad ﷺ, serta literatur fikih yang membahas konsep rahn, sedangkan sumber data sekunder berasal dari buku, jurnal ilmiah, dan berbagai karya ilmiah yang relevan dengan ekonomi Islam dan praktik gadai. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sementara analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis) dengan menelaah, menginterpretasikan, dan mensintesiskan berbagai sumber untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai falsafah dan hikmah gadai dalam perspektif Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa gadai dalam Islam berfungsi sebagai mekanisme pengaman hak yang mampu melindungi kepentingan kedua belah pihak tanpa menimbulkan kezaliman. Dalam situasi krisis ekonomi sosial, gadai menjadi solusi yang humanis karena memungkinkan pemenuhan kebutuhan mendesak tanpa harus kehilangan kepemilikan harta secara permanen atau terjerumus dalam praktik riba. Selain itu, konsep gadai memperkuat solidaritas sosial, menjaga martabat manusia, dan mendorong terciptanya stabilitas ekonomi masyarakat. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa falsafah dan hikmah gadai mencerminkan relevansi ajaran Islam dalam menjawab problematika ekonomi kontemporer. Gadai bukan sekadar instrumen finansial, melainkan sarana ibadah dan pemberdayaan sosial yang mengintegrasikan nilai-nilai ekonomi, etika, dan spiritual dalam satu kesatuan yang utuh.
Pemahaman Konsep Nusyuz Laki-Laki Dan Perempuan Dalam Hukum Islam Serta Implikasi Terhadap Kehidupan Rumah Tangga Asmah; Muh. Dzaky Abdad; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/fjvacp36

Abstract

This research is motivated by a patriarchal understanding of the concept of nusyuz in Islamic society, where a wife's disobedience to her husband is often the sole focus without considering the possibility of nusyuz from the man. Based on data from the Religious Courts Agency in 2023, approximately 70% of divorce cases were filed by wives on grounds of incompatibility and violence, indicating that the practice of nusyuz has a more complex social and moral dimension. The purpose of this study is to explain the nature of nusyuz for men and women according to Islamic legal sources, describe methods of knowledge through interpretation of the Qur'an, hadith, and ijtihad of scholars, and analyze the wisdom of its application in domestic life. This study uses a qualitative method with a normative-descriptive approach, modern hermeneutics, and constructive ijtihad through a literature study of classical commentaries such as Jāmi‘ al-Bayān al-Ṭabarī, Tafsīr al-Qurṭubī, and contemporary commentaries such as al-Mishbah. The results of the study show that classical interpretations view nusyuz literally and with gender bias, while contemporary scholars such as Quraish Shihab, Yusuf al-Qaradawi, and Musdah Mulia interpret nusyuz as a two-way disharmony that must be resolved based on the principles of maqāṣid al-syarī‘ah, namely justice and welfare. The conclusion of this study confirms that nusyuz is not merely a unilateral violation, but a form of moral imbalance in the household that needs to be addressed with an ethical and educational approach, so that Islamic law does not become a tool to legitimize violence, but rather a means of maintaining harmony, justice, and affection in the family. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemahaman patriarkal terhadap konsep nusyuz dalam masyarakat Islam, di mana ketidakpatuhan istri terhadap suami sering dijadikan fokus tunggal tanpa mempertimbangkan kemungkinan terjadinya nusyuz dari pihak laki-laki. Berdasarkan data Badan Peradilan Agama tahun 2023, sekitar 70% kasus perceraian diajukan oleh istri dengan alasan ketidakcocokan dan kekerasan, menunjukkan bahwa praktik nusyuz memiliki dimensi sosial dan moral yang lebih kompleks. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hakikat nusyuz laki-laki dan perempuan menurut sumber hukum Islam, menguraikan metode pengetahuan melalui penafsiran Al-Qur’an, hadis, dan ijtihad ulama, serta menganalisis hikmah penerapannya dalam kehidupan rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-deskriptif, hermeneutika modern, dan ijtihad konstruktif melalui studi kepustakaan terhadap tafsir klasik seperti Jāmi‘ al-Bayān al-Ṭabarī, Tafsīr al-Qurṭubī, dan tafsir kontemporer seperti al-Mishbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir klasik memandang nusyuz secara literal dan bias gender, sedangkan ulama kontemporer seperti Quraish Shihab, Yusuf al-Qaradawi, dan Musdah Mulia menafsirkan nusyuz sebagai ketidakharmonisan dua arah yang harus diselesaikan berdasarkan prinsip maqāṣid al-syarī‘ah, yakni keadilan dan kemaslahatan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa nusyuz bukan sekadar pelanggaran sepihak, melainkan bentuk ketidakseimbangan moral dalam rumah tangga yang perlu ditangani dengan pendekatan etis dan edukatif, sehingga hukum Islam tidak menjadi alat legitimasi kekerasan, melainkan sarana menjaga keharmonisan, keadilan, dan kasih sayang dalam keluarga.
Eksistensi Gadai Emas Di Era Modern: Studi Tentang Mekanisme Pelayanan Dan Penilaian Hukum Islam Resky Mulia Azzahrah; Khaeril Akhsan; Nurul Atika; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/jm33bf70

Abstract

This study comprehensively examines the existence, service mechanisms, and Islamic legal assessment of the gold pawning practice (rahn al-dzahab) that is developing in modern Islamic financial institutions. The main focus of the study is directed at how the practice of gold pawning has transformed from a traditional model into a formal, structured financial product, as well as how its legal legitimacy is assessed within the normative framework of Islam. The research method used is qualitative with a normative-philosophical approach. Data were obtained through library research by reviewing primary sources in the form of Fiqh Muamalah literature, sharia texts, and regulations of Islamic financial institutions, and secondary sources in the form of scientific journals, books, and relevant previous research results. This study specifically examines the dualism of contracts in Islamic gold pawning products, namely the qardh contract as a non-profit loan and the ujrah contract as a service fee for the storage and security of collateral. The analysis shows that the existence of modern gold pawning plays a crucial role as a safe and secure liquidity instrument, especially within the framework of ḥifẓ al-māl (property protection). The research findings confirm that charging service fees (ujrah) in gold pawning practices is considered permissible under Islamic law under certain conditions. Ujrah must be determined based on actual calculations of the costs of storage (ḥifẓ) and security (ḥirāsah) of collateral, and should not be directly or proportionally linked to the principal loan (qardh). Thus, the practice of sharia gold pawning is considered to fulfill the aspects of legal certainty (tsubūt) and benefit (maṣlaḥah), as long as the separation of the contract is carried out firmly and the determination of ujrah is carried out transparently to avoid the potential for hidden usury. Abstrak Penelitian ini mengkaji secara komprehensif eksistensi, mekanisme layanan, serta penilaian hukum Islam terhadap praktik gadai emas (rahn al-dzahab) yang berkembang di lembaga keuangan syariah modern. Fokus utama penelitian diarahkan pada bagaimana praktik gadai emas mengalami transformasi dari model tradisional menjadi produk keuangan formal yang terstruktur, sekaligus bagaimana legitimasi hukumnya dinilai dalam kerangka normatif Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan normatif-filosofis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan (library research) dengan menelaah sumber-sumber primer berupa literatur Fiqh Muamalah, nash-nash syariah, serta regulasi lembaga keuangan syariah, dan sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Penelitian ini secara khusus menelaah dualisme akad dalam produk gadai emas syariah, yaitu akad qardh sebagai pinjaman yang bersifat non-profit dan akad ujrah sebagai biaya jasa atas layanan penyimpanan dan pengamanan barang jaminan. Analisis menunjukkan bahwa eksistensi gadai emas modern memiliki peran yang krusial sebagai instrumen likuiditas yang aman dan terlindungi, terutama dalam kerangka ḥifẓ al-māl (perlindungan harta).  Hasil penelitian menegaskan bahwa pembebanan biaya jasa (ujrah) dalam praktik gadai emas dipandang halal menurut hukum Islam dengan syarat tertentu. Ujrah harus ditetapkan berdasarkan perhitungan riil atas biaya penyimpanan (ḥifẓ) dan pengamanan (ḥirāsah) barang jaminan, serta tidak dikaitkan secara langsung atau proporsional dengan jumlah pokok pinjaman (qardh). Dengan demikian, praktik gadai emas syariah dinilai memenuhi aspek kepastian hukum (tsubūt) dan kemaslahatan (maṣlaḥah), selama pemisahan akad dilakukan secara tegas dan penetapan ujrah dilaksanakan secara transparan guna menghindari potensi riba terselubung.
Relasi Partai Politik Islam Dengan Agama Dan Kekuasaan Ahyar Nastainul Haq; Muh Dwi Angkasa Putra Amin; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 3 (2026): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/a2mzsa55

Abstract

Islamic political parties play a crucial role in Indonesia's presidential system, channeling the political aspirations of Muslims and acting as actors in the dynamics of national power. However, the relationship between religion, Islamic political parties, and power often faces challenges due to political practices that tend to be pragmatic and oriented towards short-term interests. This study aims to analyze the position of Islamic political parties in Indonesia's presidential system and examine the relationship between religion and power in Islamic political practice. The study employed a qualitative method with a library research approach through analysis of various literature sources, scientific journals, and relevant references. The results indicate that Islamic political parties have not been fully able to substantively implement Islamic values ​​in political practice due to the persistent influence of power interests and temporary political coalitions. Nevertheless, religion still plays a role as an ethical foundation that emphasizes the values ​​of justice, trustworthiness, honesty, and the welfare of the people in the exercise of power. Therefore, strengthening the substantive implementation of Islamic values ​​in political activities is necessary so that Islamic political parties can contribute optimally to realizing a democratic, just, and welfare-oriented system of government. Abstrak Partai politik Islam memiliki peran penting dalam sistem presidensial Indonesia sebagai sarana penyaluran aspirasi politik umat Islam sekaligus aktor dalam dinamika kekuasaan nasional. Namun, hubungan antara agama, partai politik Islam, dan kekuasaan sering menghadapi tantangan akibat praktik politik yang cenderung pragmatis dan berorientasi pada kepentingan jangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi partai politik Islam dalam sistem presidensial Indonesia serta mengkaji hubungan agama dan kekuasaan dalam praktik politik Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui analisis berbagai sumber literatur, jurnal ilmiah, dan referensi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partai politik Islam belum sepenuhnya mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam secara substantif dalam praktik politik karena masih kuatnya pengaruh kepentingan kekuasaan dan koalisi politik yang bersifat sementara. Meskipun demikian, agama tetap memiliki peran sebagai landasan etis yang menekankan nilai keadilan, amanah, kejujuran, dan kemaslahatan umat dalam penyelenggaraan kekuasaan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan implementasi nilai-nilai Islam yang substantif dalam aktivitas politik agar partai politik Islam dapat berkontribusi secara optimal dalam mewujudkan sistem pemerintahan yang demokratis, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Analisis Maqāṣid Syarī‘ah terhadap Pertimbangan Hakim dalam Putusan Nafkah Anak Pasca Perceraian di Pengadilan Agama: An Analysis of the Maqāṣid al-Sharī‘ah in Relation to Judges' Considerations in Post-Divorce Child Support Rulings in Religious Courts Nur Afifa Maharani; Kurniati; Zulhas’ari Mustafa
QISTHOSIA : Jurnal Syariah dan Hukum Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jhki.v7i1.2284

Abstract

This study examines how maqāṣid syarī‘ah are applied in judicial reasoning on child maintenance after divorce and how they support the protection of children's rights. Using the framework of al-kulliyyāt al-khams, namely the preservation of religion, life, intellect, lineage, and property, the study assesses whether religious court decisions place children's welfare at the center of legal consideration. The research uses a normative legal method, drawing on statutory and case law. It compares three decisions: Decision Number 2487/Pdt.G/2024/PA.Mks, Decision Number 1800/Pdt.G/2024/PA.Pas, and Decision Number 147/Pdt.G/2025/PA.Gtlo. The analysis uses content and comparative analysis to examine the five main objectives of Islamic law. The findings show a shift from formal legal reasoning toward substantive justice in child maintenance cases. The dominant maqāṣid dimensions are ḥifẓ al-nafs, ḥifẓ al-‘aql, and ḥifẓ al-nasl. These include protecting children's basic needs, education, psychological well-being, and continued parental responsibility after divorce. Each decision shows a different pattern. Decision No. 2487/Pdt.G/2024/PA.Mks emphasizes psychological protection and the quality of caregiving. Decision No. 1800/Pdt.G/2024/PA.Pas prioritizes education and living needs based on the father's stable income. Decision No. 147/Pdt.G/2025/PA.Gtlo balances children's needs with the father's financial capacity and regional living costs. However, maintenance awards still rely mainly on the father's financial ability rather than on objectively measured child needs. The study recommends measurable child maintenance guidelines based on age, education, healthcare, living costs, and verified parental income.
PERAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN SEBAGAI MEKANISME CHECK AND BALANCE TERHADAP KEKUASAAN PRESIDEN PERSPEKTIF KEPEMIMPINAN ISLAM Nurul Muthmainnah; Nur Asriyani Ridwan; Aqna Nely Azqia Muqtar; Kurniati Kurniati
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11396

Abstract

This study aims to examine the position, role, and impact of community organizations (organisasi kemasyarakatan or ormas) in overseeing presidential power from the perspective of Islamic leadership. The issues addressed include the legal standing of ormas within the system of presidential oversight, the various roles they perform in monitoring government policies, and the effects of such oversight on governance. This research employs a normative legal research method using statutory, conceptual, historical, and comparative approaches. The data were collected through library research consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials and were analyzed using a descriptive qualitative method. The findings reveal that ormas occupy a strong position as elements of civil society that possess both legal and moral legitimacy to supervise presidential authority. Their functions are carried out through social control, the articulation of public aspirations, public policy advocacy, political education, and efforts to strengthen constitutional accountability. From the perspective of Islamic leadership, such oversight is grounded in the principles of amanah (trustworthiness), justice, consultation (shura), and amar ma'ruf nahi munkar (enjoining good and forbidding evil). The impact of this oversight is reflected in increased transparency, accountability, and the overall quality of governance, while also serving as a mechanism to prevent the abuse of power. Therefore, the oversight conducted by ormas functions not only as an instrument of democracy but also as an embodiment of Islamic leadership values in promoting a just, trustworthy, and welfare-oriented government.
KONTRIBUSI HUKUM ISLAM TERHADAP PENGUATAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA Syuaib Jailuddin; Mahfuz Assiddiq; Kurniati; A. Qadir Gassing
TAHKIM Vol. 22 No. 1 (2026): TAHKIM
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/thk.v22i1.12305

Abstract

Human Rights (HAM) are fundamental rights inherent in every human being from birth and guaranteed by national law and religious principles. In the context of Indonesia, where the majority of the population is Muslim, studying the relationship between Islamic law and human rights is crucial to understanding the intersection between the two. Islamic law places human dignity as a primary value through the principle of al-ḍarūriyyāt al-khamsah, which means safeguarding religion, life, intellect, lineage, and property. This principle aligns with the objectives of human rights, which emphasize the protection and respect of human dignity. Through the concept of Maqāṣid al-Syarī'ah, Islamic law aims to realize public welfare and prevent harm, thus making a real contribution to the implementation of human rights, both in social life and in the national legal system. In Indonesia, the influence of Islamic law is evident in the formation of legislation that aligns with the divine values of Pancasila. This demonstrates that Islamic law can serve as a moral and ethical basis for strengthening human rights, thereby creating a just and harmonious society. Keywords: islamic law, human rights, maqāṣid al-syarī'ah
Co-Authors A Qadir Gassing A, Ardiwansa A, Asriawan A. Farah Salsabilah A. Qadir Gassing A. St. Aqilah Nur Asizah A.Muh Agil Fikri Firdaus Abd Rahman Abd Rahman R Abd Rahman R Abd Syatar Abd. Qadir Gassing Abd. Rahman Abd. Rahman Abd. Rahman R Abd. Rahman Razak Abdalul Zikri Abdul Aziz Anwar Abdul Halim Samaruddin Abdul Halim Talli Abdul Rahim Abdul Rauf Muhammad Amin Abdul Rivai Poli Abdul Wahid Haddade Abdurrahman Abubakar Bahmid Abu Sahman Nasim Abu Sahman Nasim Achmad Abubakar Achmad Alfian Achmad Musyahid Idrus Achmad Rafiu Adinda Cahya Magfirah Aggi Lestari Agung, Muh. Agus Miranto Ahmad Al Fairuz Ramadhan Ahmad Fadly Rahman Ahmad Faidillah Ahmad Fakhri Wardana Ahmad Fauzan Ahmad Ginannafsih Shafar Ahmad Mathar Ahmad Riyas Sauqy Ahmad Rizky Ilyas Ahmad Very Ahmad Zulkarnaen Ahyar Nastainul Haq Ainun Syahrani Aisyah Maulidatul Haq Aisyah Shada Aisyiah Al Islami Harris Ajub Ishak Akmal Alfiyyah Nur Alifah Alimuddin Alimuddin Amanda Amanda Amril Ananda Putri Andhika Yusuf Andi Airiza Rezki Syafa'at Andi Airiza Rezki Syafa’at Andi Alya Nabilah Andi Arfan Sijal Andi Ariel Firdani Andi Aulia Andi Fadhil Andi Hastriana Andi Ika Prasasti Abrar Andi Jabal Nur Andi Moh. Rezki Darma Andi Muh. Taqiyuddin BN Andi Muhammad Arya Andi Muhammad Ridwan Baso Bella Andi Muhammad Rifqy Ramadhan Andi Mustaqfirah Aminuddin Andi Mutmainnah Assyahrah Andi Nur Wasita Syafirawati Andi Syahrani Afdhal Andi Yusril Azwandi Andry Nirwanto Anjas Saputra Anjas Saputra Aqna Nely Azqia Muqtar Ardah, Lukman ARFAH Arham, Ghina Ghefira Fadhia Ariel Nur Ramadhan Arif Rahman Ramli Arninda Arninda Asfira Yuniar Asmah Asman Asman Asni Asrul Asrul Astriani Astriani Aswidia Agustin Asyiqa Jamil Ativa Nurhadi Audi Pratama Aulia Qur’ani Bahar Auliah Ramadhani Awalia, Nurhikma Awaliah Musgamy Ayu Rahayu H Ayudia Ramadhani Azis Rahman Bayu Teja Sukmana Burhan, Nur Amaliah Cahyanti Febrianty Chandra Alfian Darhan Sutradi Hukpar Darmawansyih Darnia Darnia Dava Prayoga Dhiyan azizah Dhiyaul Akbar Dian Adriani Dian Amelia Sari Dian Anggraeni Dirgi Septian Darmajid Edelia Triasty Eka Syahriani Elina Mirza Elsa Dwi Aryana Ramadhani Erfandi Hasan Evhy Sekarwangi Putri Fadhlurrahman Rizkullah Fadilah Alwaritsa Tayib Fadlia Mubakkira Fadliyanto Koem Fahrial S Fathiyah Marsya Tilawah Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatthurohman Fatthurohman Feliatra Fera Zabira Zahra Ferdiansa Putra Ferdiansa Syaputra Fiantika Armanda Fitri Sri Ramadhani M Fuad Farawansyah G. Gunawan Ghina Ghefira Fadhia Arham Gita Maharani Gunawan Gunawan Gusnata Gusnata Haeni Mukti Halim Talli Halisatul Muslimah Hamdan Hamdan Hardianti Hardianti Haris Haris Haruna, Nadyah Harwis Alimuddin Hasnia Hasnia Hasyim Haddade Hawa Hendrik Imran Herman Herniwati Herniwati Hidayatussalam Hilda Hinaya Huriyah Nahdah Alimah Husni Mubarak Husnul Fatihah I.M. Aiman Ramadhan. S Ibtisam Ibtisam Ikhsan, Akmal Ikram, Muhammad Furqanul Ilham Ramadhan Imam Makmun Imam Makmun Imran, Muh. Fadhil Abdillah Indo Santalia Indra Satriani Irbach Nurfatin Mahmud Irmaya Alyasari Ishma Ramadani Iskandar Islamul Haq Ismail Keri J, Jumarni Jufri Juhrana Susilo Kamaluddin Nurdin Marjuni Kamila, Selma Zahra Kayla Zulkhaira Sembiring Khaeril Akhsan Khairun Musmar Khoirun Nisya Kurnia Munir Linda Oktaviana Lomba Sultan Luthfi Bakence M Ilham M, Mutmainnah M. Fadli M. Fikrar Saputra M.Airil Ahmadi M.Raffi Apriadi Magefirah Mahfuz Assiddiq Mansyur, Nur Islamiah Mappasessu Mappasessu Marilang Maryam Maryam Marzuki Umar Maulida Nurhilaly Meilani Putri Basri Meli Kamelia Meutya Ramdhani Zalsabila Miftahul Jannah Mirdina Ayanah Mirna Yunita Misbahuddin Misbahuddin Misbahuddin Misbahuddin Misruki Misruki Moh Alvin Kamal Muammar Bakry Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak, Kasyful Muh Alghifari Muh Dwi Angkasa Putra Amin Muh Fadly Multazam Muh Faturrahman Muh Ghazi Al Ghifari Muh Rifqi Fayyad Mas’ud Muh. Abdul Ghafur Muh. Alief Ramadhan Muh. Baqir Hakim Muh. Djumarsyil Muh. Dzaky Abdad Muh. Fajrul Islam Muh. Fikri Alfian Muh. Ikbal M Muh. Resky Akbar Muh. Rifqhi Al-Qadri Muh. Shohibul Ihzar Muh. Syahril Sabirin Muh. Wafdan Asyiari Muh. Yusril Faudzi Muhamad Roy Abidin Muhammad Abrar Mansyur Muhammad Achyar Hamid Muhammad Afdal Amirullah3, Amirullah Muhammad Afif Al Husen Muhammad Afif Al Husen Muhammad Ali Afsar Muhammad Asmar Muhammad Audy Andy Muhammad Faruq Muhammad Fazlurrahman Syarif Muhammad Fikri Ramadhan Muhammad Fuad Zhaky Muhammad Imran Muhammad Mulyadi Muhammad Nasir Nasir Muhammad Naufal Wijaya Muhammad Nur Hidayat Muhammad Rayyan Muhammad Rusydi Muhammad Saleh Ridwan Muhammad Sunan Muhammad Tahir Muhammad Taufan Djafri Mustafa Mustafa Musyfikah Ilyas Musyfikah Ilyas Musyfikah Ilyas Mutiah Mukarramah Alkhatimah Mutiara Wahyuni Nurfiana S Naba, Khair Tasnim Razak Nabil Akbar Nafisah Nafisah Nasrung, Nur Aulia Nawirman Ni'man Samad Nila Sastrawaty Nisa'ul Majdah Nurdin Nugraha Hasan Nur Afifa Maharani Nur Aliah Mufidah Nur Alim Nur Andini Azmalia Nur Anggieta Putri Nur Asriyani Ridwan Nur Azizah Nur Azzahra Nur Halisah Nur Ilmi Ainun Nisa Anwar Nur Mumtahana Nur Resky Aulia Nur Wahyuni Nuraiman Nuriaman Nuranisa Nuranisa Nurchamidah Nurfadillah Wilmayanti Nurfharadilla Qyrhani AS Nurfianalisa Nurfyana Narmia Sari Nurjanna, Sitti Nurjannah Nurjannah Nurkholis Ali Ridho Nurkholis Ali Ridho Nurmilasari Nurul Al-fatihah Rahman Nurul Atika Nurul Azizah Nurul Hadist Nurul Ismatul Khaerah Nurul Muthmainnah Nurul Safitri Nurul Wasilah Kadir Nurunnasikin Panji Anugrah Patongai, Alni Avasyah R.A Pratama, Raffi Farid Amar Pratiwi, Ratu Ajeng Qadir Gassing Qadir Gassing Raditya Al Fath Rafi Pradipa Rahmad Kartono Rahman, Ahmad Fadly Rahmat Farham Rahmat, Anugrah Safitri Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmiati Ramadani, Tasya Almutia Rameyza Elya Yulianti Rasna Rasna Resky Mulia Azzahrah Ria Sukmawidari Rifky Adji Sukmana Rifyan Zahir Rimbawan, Israh Dwi Rindi Rindi Rini Rahmadani Rismah Rismah Rondang Herlina Ryan Hakim Almuhayawi Ryas Maududdin S, Sarmila Sabbar Dahham Sabbar Safei Safei Safitri Aulia Zalsalnabila Safriani, Laela Sahruni Sahruni Sahruni Salpiyah Salpiyah Salsa Luthfiah Rezki Samsidar Jamaluddin Samsuddin S, Samsuddin Sanallah, Muh. Saprian Taga Leo Sari, Dian Amelia Shabrina Syifa Salsabila Shafira Shafira Siti Aisyah Siti Aulya Indira Siti Maryam Siti Nur Kholifah Siti Rahmayanti Sitti Aisyah Kara Sitti Mania, Sitti Sri Ayu Andari Putri Alwaris Sri Wahyuni Ningsi Sri Wulandari Sudirman Sulfianti Irma Pai'pinan Sutikno Sutikno Sutra Saldi Suwandi, Ervina Syahriadi Syahrul Syahrur Rahmat Syamsuddin, Darussalam Syamsul, Auliyah Shafira Azzahra Syatar, Abdul Syuaib Jailuddin Tantri Indar Pratiwi Tantri Pratiwi Tarmizi Tarmizi Taslim Jusmin Tasliyah Erlina Tasya Almutia Ramadani Tasya Almutia Ramadani Tenri Nayyara Nurnaina Tri Layla Salehah Try Sa’adurrahman HM. Kafrawi Usman Jafar Wardayani Wardayani Wildan Raudzan Yusnadia Achda Saputri Yusriansyah Yusriansyah Yusuf Rahim Yuyuk Adelista Zainuddin Zalsabillah, Annisa Zasmita Auliah Wardani Zul Mulki Zulfitri Zulkarnain Suleman Zulhas’ari Mustafa