p-Index From 2021 - 2026
25.007
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Al-Mizan (e-Journal) Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Jurnal Diskursus Islam AL-Fikr LEGITIMASI: Jurnal Hukum Pidana dan Politik Hukum PALITA: Journal of Social - Religion Research Tafaqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman FITRAH:Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial al-Afkar, Journal For Islamic Studies Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law Jurnal Al Himayah TAZKIR: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman TAHKIM Unes Law Review BILANCIA IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan NUKHBATUL 'ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam Al-Adalah: Jurnal Hukum dan Politik Islam Jurnal Ilmu Sosial Politik dan Humaniora (Jisora) Jurnal Al-Dustur El-Faqih : Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Hermeneutika : Jurnal Ilmu Hukum Asy-Syariah BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Al-Azhar Journal of Islamic Economics Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Journal of Social Science Mutawasith: Jurnal Hukum Islam Shar-E: Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Dirasat Islamiah: Jurnal Kajian Keislaman Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Midwifery Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Kafa’ah: Journal of Gender Studies International Journal of Social Science TASAMUH: Jurnal Studi Islam Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Qisthosia Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Tasamuh: Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana Jurnal Al Tasyri'iyyah Al-Manahij : Jurnal Kajian Hukum Islam Jurnal Cakrawala Ilmiah Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Jurnal Pengabdian Mandiri Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (JIPMI) JUSTICES: Journal of Law AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Jurnal Marital: Kajian Hukum Keluarga Islam Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Journal of Social Science Al-Rasikh : Jurnal Hukum Islam Jurnal Al-Wasith : Jurnal Studi Hukum Islam Ethics and Law Journal: Business and Notary Al-fiqh : Journal of Islamic Studies AL-SULTHANIYAH Jurnal Ilmiah Falsafah Socius: Social Sciences Research Journal Al-Bayyinah Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Anayasa Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan Journal of Innovative and Creativity JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Media Hukum Indonesia (MHI) HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Complex : Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional Rechtsvinding HUMANIORASAINS Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik Al-Qolamuna : Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Journal of Dual Legal Systems Journal of Strafvodering Indonesian AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM Bilancia : Jurnal Studi Ilmu Syariah dan Hukum Al-Qawānīn: Jurnal Ilmu Hukum, Syariah, dan Pengkajian Islam Abdurrauf Science and Society Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Jurnal Teologi Islam Insight: Indonesian Journal of Social, Humanity, and Education Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Wahana Islamika; Jurnal Studi Keislaman Jurnal Wacana Sosial Nusantara Makkah: Journal Of Islamic Studies Wasīlah: Journal Of Sharia Sciences AL-ASHLAH Bayan: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Journal of Nafaqah Journal of Strafvordering Indonesian Jurnal Ilmiah Matematika Realistik Jurnal Ilmu Hukum Indonesia Ushul Al-Hukm: Jurnal Syariah dan Hukum Islam Law Studies and Justice Journal ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Al-Azhar Islamic Law Review
Claim Missing Document
Check
Articles

Siyasah sebagai Prinsip Politik Islam dalam Menjaga Hak Minoritas dan Mengelola Keragaman Pluralitas Ahmad Fakhri Wardana; Meutya Ramdhani Zalsabila; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/0g6db658

Abstract

This study examines the role of siyasa as a political principle in Islam that is oriented towards efforts to maintain and fulfill the rights of non-Muslim citizens in Indonesia, which is pluralistic in terms of religion, ethnicity, and culture. As a country with the largest Muslim population in the world, Indonesia has a strong constitutional foundation in guaranteeing religious freedom and the protection of human rights for all citizens without discrimination. However, in social and political practices, various challenges are still encountered in the form of intolerance, marginalization, and discriminatory treatment of religious minorities that often contradict the values ​​of Pancasila and the mandate of the 1945 Constitution. Through a qualitative approach with historical methods and literature analysis, this study examines the concept of fiqh siyasah and its relevance in the context of the modern Indonesian state that adheres to a democratic system and the principle of the rule of law. Fiqh siyasah is understood not merely as a theory of power, but as an ethical framework that emphasizes the values ​​of justice (al-‘adl), deliberation (shura), equal rights, and the public good (maslahah ‘ammah). These principles align with the primary objectives of Islamic law (maqasid al-shariah), particularly in safeguarding religion, life, intellect, property, and human dignity. The results of this study indicate that the application of siyasa values ​​in public policy can strengthen the protection of minority rights if accompanied by consistent law enforcement, inclusive policy reform, and education for pluralism and tolerance in various aspects of life. Thus, siyasa functions not only as an Islamic moral guideline but also as a strategic instrument for realizing a just, harmonious, and inclusive Indonesian society for all citizens, regardless of religious or belief differences. Abstrak Penelitian ini mengkaji peran siyasah sebagai prinsip politik dalam Islam yang berorientasi pada upaya menjaga dan memenuhi hak-hak warga negara non Muslim di Indonesia yang plural secara agama, etnis, dan budaya. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki landasan konstitusional yang kuat dalam menjamin kebebasan beragama serta perlindungan hak asasi manusia bagi seluruh warga negara tanpa diskriminasi. Namun demikian, dalam praktik sosial dan politik, masih dijumpai berbagai tantangan berupa sikap intoleransi, marginalisasi, dan perlakuan diskriminatif terhadap kelompok minoritas agama yang sering kali bertentangan dengan nilai Pancasila dan amanat Undang-Undang Dasar 1945. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode historis dan analisis literatur, penelitian ini menelaah konsep fiqh siyasah serta relevansinya dalam konteks negara modern Indonesia yang menganut sistem demokrasi dan prinsip negara hukum. Fiqh siyasah dipahami tidak sekadar sebagai teori kekuasaan, tetapi sebagai kerangka etis yang menekankan nilai keadilan (al-‘adl), musyawarah (shura), persamaan hak, dan kemaslahatan umum (maslahah ‘ammah). Prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan tujuan utama syariat Islam (maqasid al-shariah), khususnya dalam menjaga agama, jiwa, akal, harta, dan kehormatan manusia. Hasil dari Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai siyasah dalam kebijakan publik dapat memperkuat perlindungan hak-hak minoritas jika diiringi dengan penegakan hukum yang konsisten, reformasi kebijakan yang inklusif, serta pendidikan pluralisme dan toleransi di berbagai lini kehidupan. Dengan demikian, siyasah berfungsi tidak hanya sebagai pedoman moral keislaman, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk mewujudkan tatanan masyarakat Indonesia yang adil, harmonis, dan inklusif bagi seluruh warga negara, tanpa memandang perbedaan agama atau keyakinan.  
Digitalisasi dan Transformasi Hukum Islam: Tantangan Peradilan Agama Dalam Era Peradilan Elektronik Mustafa Mustafa; Kurniati Kurniati; misbahuddin misbahuddin
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v10i1.6839

Abstract

Transformasi peradilan agama melalui digitalisasi merefleksikan perubahan mendasar dalam cara hukum Islam dipahami dan dijalankan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan sistem peradilan elektronik tidak hanya menggeser aspek teknis-prosedural, tetapi juga menyentuh dimensi struktur, kultur, dan epistemologi hukum. Pergeseran tersebut tampak pada berubahnya otoritas hukum yang tidak lagi sepenuhnya bertumpu pada aktor, melainkan juga pada sistem digital yang membingkai proses peradilan. Di sisi lain, munculnya problematika normatif dan epistemologisterutama dalam pembuktian dan kehadiran para pihak menuntut penafsiran ulang terhadap konsep klasik hukum Islam. Dalam kerangka ini, pendekatan maq??id al-shar?‘ah relevan sebagai landasan reflektif agar transformasi tetap berorientasi pada keadilan dan kemaslahatan. Kekuatan kajian ini terletak pada integrasi dimensi normatif, sosial, dan teknologi dalam satu kerangka analisis yang utuh. Pendekatan tersebut memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam terhadap dinamika hukum Islam di tengah perubahan zaman. Selain itu, pengembangan gagasan seperti rekonstruksi epistemologi hukum dan ekosistem fikih digital memberikan kontribusi reflektif terhadap pengayaan diskursus hukum Islam kontemporer, sekaligus menegaskan fleksibilitas dan relevansinya dalam menghadapi kompleksitas modernitas. Namun demikian, kajian ini memiliki keterbatasan, terutama karena dominasi pendekatan normatif yang membuat dimensi empiris belum tergali optimal. Selain itu, perkembangan teknologi yang cepat menantang relevansi analisis. Oleh karena itu, diperlukan kajian lanjutan yang lebih komprehensif dan empiris guna memperkuat temuan serta pengembangan konseptual.
Transformasi Hukum Islam dalam Sistem Kolonial di Indonesia: Analisis Historis-Kritis terhadap Politik Hukum Kolonial Muhammad Achyar Hamid; Kurniati Kurniati; Misbahuddin Misbahuddin
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v10i1.6928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi hukum Islam dalam konteks kolonialisme serta implikasinya terhadap sistem hukum di Indonesia. Fokus utama kajian ini adalah mengungkap bagaimana intervensi kolonial tidak hanya memengaruhi struktur kelembagaan hukum Islam, tetapi juga membentuk ulang dasar konseptual dan legitimasi otoritasnya dalam masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain historis-kritis melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen, yang memungkinkan penelusuran dinamika perubahan hukum secara sistematis dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolonialisme berperan signifikan dalam mereduksi otoritas hukum Islam melalui kebijakan hukum yang bersifat subordinatif, seperti penerapan teori resepsi, yang menempatkan hukum Islam di bawah hukum adat dalam sistem kolonial. Selain itu, kolonialisme juga mengubah cara pandang terhadap sumber dan otoritas hukum Islam, sehingga berdampak pada praktik hukum di era kontemporer. Keaslian penelitian ini terletak pada pendekatan integratif yang menggabungkan analisis historis, konseptual, dan nilai secara sistematis untuk memahami transformasi hukum Islam secara menyeluruh. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya rekonstruksi hukum Islam yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga adaptif terhadap konteks sosial modern, guna mewujudkan sistem hukum yang lebih adil, inklusif, dan relevan dalam kerangka negara hukum Indonesia.
Dominasi Pendapatan Istri dalam Perspektif Maslahah (Analisis Relasi Suami dan Istri di Ulumanda, Kabupaten Majene) Iskandar; Kurniati; Nila Sastrawaty; Abdul Wahid Haddade; Abd Syatar
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 1 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i1.383

Abstract

Tujuan pokok penelitian adalah untuk menganalisis Dominasi Pendapatan Istri dalam Perspektif Hukum Islam (Analisis Relasi Suami dan Istri di Ulumanda, Kabupaten Majene), Tujuan khusus, yaitu: 1) Untuk mengetahui realitas sosial peran istri dan suami dalam mencari nafkah 2) Untuk mengetahui dampak dominasi pendapatan istri terhadap dinamika relasi suami dan istri 3) Untuk mengetahui Pandangan Maslahah mengenai dampak dominasi pendapatan istri dalam relasi suami dan istri. Jenis penelitian ini tergolong penelitian kualitatif (field research) dengan pendekatan yang digunakan adalah teologis-normatif syar’i dan yuridis empiris. metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan penelusuran referensi. Teknik pengolahan data dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan, 1) Realitas pendapatan istri dalam rumah tangga membawa berbagai konsekuensi sosial yang memengaruhi dinamika keluarga dan pandangan masyarakat. Realitas sosial yang sering muncul diantaranya adalah perubahan peran domestik dalam rumah tangga, 2) Dampak dominasi pendapatan istri dalam rumah tangga dapat menimbulkan dampak negatif dan positif. 3) Pandangan Maslahah Mursalah tentang relasi suami istri diatur dengan prinsip keadilan, tanggung jawab, dan saling melengkapi. Namun, dominasi pendapatan istri dalam keluarga dapat memengaruhi dinamika, terutama jika tidak ada pemahaman yang mendalam tentang hak dan kewajiban masing-masing pasangan.
Implikasi Hukum Islam terhadap Pemanfaatan Teknologi Biomedis Sudirman; Kurniati; Misbahuddin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi hukum Islam terhadap pemanfaatan teknologi biomedis dalam perspektif maqashid syariah serta mengkaji relevansi prinsip-prinsip syariah dalam merespons perkembangan teknologi kesehatan modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-analitis berbasis studi kepustakaan, dengan mengkaji berbagai literatur ilmiah, fatwa, dan konsep hukum Islam kontemporer yang berkaitan dengan teknologi biomedis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam pada dasarnya bersifat adaptif dan dapat menerima pemanfaatan teknologi biomedis sepanjang berorientasi pada kemaslahatan, khususnya dalam menjaga jiwa dan keturunan. Namun demikian, terdapat dinamika perbedaan pandangan terhadap teknologi yang lebih kompleks seperti rekayasa genetika dan kecerdasan buatan dalam medis, yang menuntut pendekatan ijtihad yang lebih kontekstual dan interdisipliner. Penelitian ini juga menemukan adanya kesenjangan antara perkembangan teknologi dengan pemahaman masyarakat Muslim terhadap implikasi hukumnya. Oleh karena itu, pendekatan maqashid syariah menjadi kerangka yang relevan dalam menjembatani antara inovasi teknologi dan nilai-nilai syariah. Kesimpulannya, hukum Islam memiliki potensi besar untuk merespons perkembangan teknologi biomedis secara konstruktif, namun memerlukan penguatan kajian yang komprehensif dan kontekstual agar mampu memberikan panduan yang aplikatif bagi masyarakat.
A Literature Review of Islamic Concepts on Human Rights and Democracy in Indonesia Mirna Yunita; Kurniati Kurniati; Musyfikah Ilyas
Rechtsvinding Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/rechtsvinding.1770

Abstract

This study aims to examine the concepts of Human Rights and democracy from an Islamic perspective in Indonesia. Human Rights (HR) and democracy have become important topics in social and political life. Democracy is a system of government that involves the active participation of citizens and is closely related to human rights, including equality of rights and obligations. This research focuses on analyzing Islamic concepts of human rights and democracy in Indonesia.This study employs a qualitative descriptive research method. The type of research used is normative research, commonly referred to as library research, which involves collecting data and written works related to human rights and democracy in Indonesia from the perspective of Islamic law.The findings of this study indicate that Islam has a clear and profound understanding of Human Rights and democracy, derived from the teachings of the Qur'an and the Sunnah. Islam affirms that every human being possesses fundamental rights that must be respected, such as the right to life, freedom, justice, and equal treatment. Meanwhile, democracy provides freedom for society while ensuring the protection and recognition of the rights of every individual.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Tata Cara Pencalonan Presiden di Indonesia: Studi Prinsip Kebebasan Memilih (Al-Ikhtiyar) Nurfadillah Wilmayanti; Hilda Hinaya; Kurniati Kurniati
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2026): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/y5vfpw27

Abstract

This study examines the presidential nomination mechanism in Indonesia from the perspective of Islamic law, particularly the principle of al-ikhtiyar (freedom of choice). The study aims to analyze the conformity between the nomination procedure regulated under Article 6A of the 1945 Constitution and Law No. 7 of 2017 on General Elections with the Islamic principle that the determination of a leader must be based on the free will of the people, without coercion or manipulation. This study uses a normative legal research method with a statute approach and a conceptual approach, with primary legal materials consisting of legislation, the Qur'an, and Hadith. The results show that Indonesia's presidential election system generally reflects direct popular participation in line with the principle of al-ikhtiyar, but the presidential threshold provision restricts the freedom of political parties to nominate candidates, thereby giving rise to a partial inconsistency with the principle of freedom of choice in Islamic political thought.
Rekonstruksi Prinsip Hubungan Internasional dalam Tatanegara Islam: Antara Normativitas Klasik dan Realitas Global Kontemporer Ghina Ghefira Fadhia Arham; Muhammad Afif Al Husen; Muhammad Afdal Amirullah3, Amirullah; Kurniati Kurniati
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2026): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/t0d2fz69

Abstract

The development of the modern international system, which emphasizes peace, state sovereignty, legal equality, and human rights, has created the need to re-examine the classical construction of international relations in Islamic statecraft. Concepts such as dār al-Islām, dār al-ḥarb, jihad, and classical citizenship systems emerged within the historical context of the caliphate, which differs significantly from the modern nation-state system. This study aims to analyze the principles of international relations in Islamic governance, identify their opportunities and challenges in contemporary global realities, and formulate a contextual and relevant reconstruction. This research employs a literature review method with a normative-conceptual approach by examining primary sources such as the Qur'an, Sunnah, classical works of fiqh siyasah and siyar, as well as secondary sources including scholarly journals, monographs, and international legal documents. The findings indicate that universal Islamic values such as justice, peace, respect for treaties, and public welfare are highly relevant to modern international law. However, several classical constructions require reinterpretation to align with principles of state sovereignty, human rights, and equal citizenship. Therefore, the maqāṣid al-syarī‘ah approach serves as the main instrument for reconstructing Islamic international relations so that it remains relevant, adaptive, and capable of contributing to the contemporary global order.  
KHITAN PEREMPUAN DALAM TRADISI BUGIS (MAKKATTE’) PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM ADAT Fitri Sri Ramadhani M; Elsa Dwi Aryana Ramadhani; Kurniati
Jurnal Humaniora & Sosial Sains Vol 1 No 3 (2024)
Publisher : Pojok Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik khitan perempuan, yang dikenal dalam tradisi Bugis sebagai Makkatte’, dalam konteks hukum Islam dan budaya lokal. Latar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya memahami tradisi Makkatte’ yang telah menjadi bagian integral dari identitas masyarakat Bugis, meskipun terdapat kontroversi terkait dengan kesehatan dan hak asasi perempuan. Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi alasan di balik pelaksanaan khitan perempuan, serta konsekuensi sosial dan kesehatan yang mungkin ditimbulkannya. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap tokoh masyarakat untuk menggali perspektif mereka mengenai praktik ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun masyarakat Bugis menganggap Makkatte’ sebagai ritual pengislaman yang penting, terdapat kekhawatiran terkait pelaksanaan khitan oleh sanro yang tidak menjamin kesterilan alat. Penelitian ini juga mengungkapkan adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai status hukum khitan perempuan, dengan beberapa menganggapnya wajib dan lainnya hanya sebagai sunah. Hasilnya menekankan perlunya kolaborasi antara pelestarian tradisi dan penerapan standar kesehatan yang lebih baik untuk melindungi hak-hak individu, terutama perempuan, dalam menjalankan praktik budaya mereka.
DARI TEKS KE KEMASLAHATAN: MERUMUSKAN PARADIGMA PEMERINTAHAN ISLAM KONTEMPORER Khairun Musmar; Aggi Lestari; Asyiqa Jamil; Kurniati
AL-ASHLAH : Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol. 6 No. 02 (2026): July, 2026
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/5ageh307

Abstract

Artikel ini mengkaji sejauh mana konsep maslahah dapat dijadikan paradigma normatif dan metodologis dalam tata kelola pemerintahan Islam kontemporer yang berhadapan dengan birokrasi modern, digitalisasi pelayanan publik, dan tuntutan keadilan sosial. Penelitian ini memosisikan diri sebagai kajian normatif-konseptual yang berupaya menjembatani idealitas maqasid al-syari’ah dengan kebutuhan teknis pemerintahan modern, melampaui studi terdahulu yang cenderung parsial pada aspek regulasi. Dengan menggunakan metode kualitatif normatif berbasis studi kepustakaan terhadap literatur usul fikih, maqasid al-syari’ah, fiqh siyasah, serta temuan empiris mutakhir tentang kebijakan publik dan tata kelola digital, analisis dilakukan secara deskriptif-analitis terhadap dimensi normatif, metodologis, dan implikatif maslahah. Hasil kajian menunjukkan bahwa maslahah berfungsi sebagai fondasi legitimasi moral kebijakan, kerangka metodologis untuk menguji kebijakan berbasis data dan keberlanjutan, serta instrumen evaluatif terhadap keadilan, demokrasi, kepemimpinan, dan perlindungan hak warga di era pemerintahan digital, sehingga menegaskan fleksibilitas hukum Islam dalam merespons kompleksitas kontemporer sekaligus menghindari formalisme legal yang mengabaikan kemaslahatan substantif masyarakat luas.
Co-Authors A Qadir Gassing A, Ardiwansa A, Asriawan A. Farah Salsabilah A. Qadir Gassing A. St. Aqilah Nur Asizah A.Muh Agil Fikri Firdaus Abd Rahman Abd Rahman R Abd Rahman R Abd Syatar Abd. Qadir Gassing Abd. Rahman Abd. Rahman Abd. Rahman R Abd. Rahman Razak Abdalul Zikri Abdul Aziz Anwar Abdul Halim Samaruddin Abdul Halim Talli Abdul Rahim Abdul Rauf Muhammad Amin Abdul Rivai Poli Abdul Wahid Haddade Abdurrahman Abubakar Bahmid Abu Sahman Nasim Abu Sahman Nasim Achmad Abubakar Achmad Alfian Achmad Musyahid Idrus Achmad Rafiu Adinda Cahya Magfirah Aggi Lestari Agung, Muh. Agus Miranto Ahmad Al Fairuz Ramadhan Ahmad Fadly Rahman Ahmad Faidillah Ahmad Fakhri Wardana Ahmad Fauzan Ahmad Ginannafsih Shafar Ahmad Mathar Ahmad Riyas Sauqy Ahmad Rizky Ilyas Ahmad Very Ahmad Zulkarnaen Ahyar Nastainul Haq Ainun Syahrani Aisyah Maulidatul Haq Aisyah Shada Aisyiah Al Islami Harris Ajub Ishak Akmal Alfiyyah Nur Alifah Alimuddin Alimuddin Amanda Amanda Amril Ananda Putri Andhika Yusuf Andi Airiza Rezki Syafa'at Andi Airiza Rezki Syafa’at Andi Alya Nabilah Andi Arfan Sijal Andi Ariel Firdani Andi Aulia Andi Fadhil Andi Hastriana Andi Ika Prasasti Abrar Andi Jabal Nur Andi Moh. Rezki Darma Andi Muh. Taqiyuddin BN Andi Muhammad Arya Andi Muhammad Ridwan Baso Bella Andi Muhammad Rifqy Ramadhan Andi Mustaqfirah Aminuddin Andi Mutmainnah Assyahrah Andi Nur Wasita Syafirawati Andi Syahrani Afdhal Andi Yusril Azwandi Andry Nirwanto Anjas Saputra Anjas Saputra Aqna Nely Azqia Muqtar Ardah, Lukman ARFAH Arham, Ghina Ghefira Fadhia Ariel Nur Ramadhan Arif Rahman Ramli Arninda Arninda Asfira Yuniar Asmah Asman Asman Asni Asrul Asrul Astriani Astriani Aswidia Agustin Asyiqa Jamil Ativa Nurhadi Audi Pratama Aulia Qur’ani Bahar Auliah Ramadhani Awalia, Nurhikma Awaliah Musgamy Ayu Rahayu H Ayudia Ramadhani Azis Rahman Bayu Teja Sukmana Burhan, Nur Amaliah Cahyanti Febrianty Chandra Alfian Darhan Sutradi Hukpar Darmawansyih Darnia Darnia Dava Prayoga Dhiyan azizah Dhiyaul Akbar Dian Adriani Dian Amelia Sari Dian Anggraeni Dirgi Septian Darmajid Edelia Triasty Eka Syahriani Elina Mirza Elsa Dwi Aryana Ramadhani Erfandi Hasan Evhy Sekarwangi Putri Fadhlurrahman Rizkullah Fadilah Alwaritsa Tayib Fadlia Mubakkira Fadliyanto Koem Fahrial S Fathiyah Marsya Tilawah Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatthurohman Fatthurohman Feliatra Fera Zabira Zahra Ferdiansa Putra Ferdiansa Syaputra Fiantika Armanda Fitri Sri Ramadhani M Fuad Farawansyah G. Gunawan Ghina Ghefira Fadhia Arham Gita Maharani Gunawan Gunawan Gusnata Gusnata Haeni Mukti Halim Talli Halisatul Muslimah Hamdan Hamdan Hardianti Hardianti Haris Haris Haruna, Nadyah Harwis Alimuddin Hasnia Hasnia Hasyim Haddade Hawa Hendrik Imran Herman Herniwati Herniwati Hidayatussalam Hilda Hinaya Huriyah Nahdah Alimah Husni Mubarak Husnul Fatihah I.M. Aiman Ramadhan. S Ibtisam Ibtisam Ikhsan, Akmal Ikram, Muhammad Furqanul Ilham Ramadhan Imam Makmun Imam Makmun Imran, Muh. Fadhil Abdillah Indo Santalia Indra Satriani Irbach Nurfatin Mahmud Irmaya Alyasari Ishma Ramadani Iskandar Islamul Haq Ismail Keri J, Jumarni Jufri Juhrana Susilo Kamaluddin Nurdin Marjuni Kamila, Selma Zahra Kayla Zulkhaira Sembiring Khaeril Akhsan Khairun Musmar Khoirun Nisya Kurnia Munir Linda Oktaviana Lomba Sultan Luthfi Bakence M Ilham M, Mutmainnah M. Fadli M. Fikrar Saputra M.Airil Ahmadi M.Raffi Apriadi Magefirah Mahfuz Assiddiq Mansyur, Nur Islamiah Mappasessu Mappasessu Marilang Maryam Maryam Marzuki Umar Maulida Nurhilaly Meilani Putri Basri Meli Kamelia Meutya Ramdhani Zalsabila Miftahul Jannah Mirdina Ayanah Mirna Yunita Misbahuddin Misbahuddin Misbahuddin Misbahuddin Misruki Misruki Moh Alvin Kamal Muammar Bakry Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak, Kasyful Muh Alghifari Muh Dwi Angkasa Putra Amin Muh Fadly Multazam Muh Faturrahman Muh Ghazi Al Ghifari Muh Rifqi Fayyad Mas’ud Muh. Abdul Ghafur Muh. Alief Ramadhan Muh. Baqir Hakim Muh. Djumarsyil Muh. Dzaky Abdad Muh. Fajrul Islam Muh. Fikri Alfian Muh. Ikbal M Muh. Resky Akbar Muh. Rifqhi Al-Qadri Muh. Shohibul Ihzar Muh. Syahril Sabirin Muh. Wafdan Asyiari Muh. Yusril Faudzi Muhamad Roy Abidin Muhammad Abrar Mansyur Muhammad Achyar Hamid Muhammad Afdal Amirullah3, Amirullah Muhammad Afif Al Husen Muhammad Afif Al Husen Muhammad Ali Afsar Muhammad Asmar Muhammad Audy Andy Muhammad Faruq Muhammad Fazlurrahman Syarif Muhammad Fikri Ramadhan Muhammad Fuad Zhaky Muhammad Imran Muhammad Mulyadi Muhammad Nasir Nasir Muhammad Naufal Wijaya Muhammad Nur Hidayat Muhammad Rayyan Muhammad Rusydi Muhammad Saleh Ridwan Muhammad Sunan Muhammad Tahir Muhammad Taufan Djafri Mustafa Mustafa Musyfikah Ilyas Musyfikah Ilyas Musyfikah Ilyas Mutiah Mukarramah Alkhatimah Mutiara Wahyuni Nurfiana S Naba, Khair Tasnim Razak Nabil Akbar Nafisah Nafisah Nasrung, Nur Aulia Nawirman Ni'man Samad Nila Sastrawaty Nisa'ul Majdah Nurdin Nugraha Hasan Nur Afifa Maharani Nur Aliah Mufidah Nur Alim Nur Andini Azmalia Nur Anggieta Putri Nur Asriyani Ridwan Nur Azizah Nur Azzahra Nur Halisah Nur Ilmi Ainun Nisa Anwar Nur Mumtahana Nur Resky Aulia Nur Wahyuni Nuraiman Nuriaman Nuranisa Nuranisa Nurchamidah Nurfadillah Wilmayanti Nurfharadilla Qyrhani AS Nurfianalisa Nurfyana Narmia Sari Nurjanna, Sitti Nurjannah Nurjannah Nurkholis Ali Ridho Nurkholis Ali Ridho Nurmilasari Nurul Al-fatihah Rahman Nurul Atika Nurul Azizah Nurul Hadist Nurul Ismatul Khaerah Nurul Muthmainnah Nurul Safitri Nurul Wasilah Kadir Nurunnasikin Panji Anugrah Patongai, Alni Avasyah R.A Pratama, Raffi Farid Amar Pratiwi, Ratu Ajeng Qadir Gassing Qadir Gassing Raditya Al Fath Rafi Pradipa Rahmad Kartono Rahman, Ahmad Fadly Rahmat Farham Rahmat, Anugrah Safitri Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmiati Ramadani, Tasya Almutia Rameyza Elya Yulianti Rasna Rasna Resky Mulia Azzahrah Ria Sukmawidari Rifky Adji Sukmana Rifyan Zahir Rimbawan, Israh Dwi Rindi Rindi Rini Rahmadani Rismah Rismah Rondang Herlina Ryan Hakim Almuhayawi Ryas Maududdin S, Sarmila Sabbar Dahham Sabbar Safei Safei Safitri Aulia Zalsalnabila Safriani, Laela Sahruni Sahruni Sahruni Salpiyah Salpiyah Salsa Luthfiah Rezki Samsidar Jamaluddin Samsuddin S, Samsuddin Sanallah, Muh. Saprian Taga Leo Sari, Dian Amelia Shabrina Syifa Salsabila Shafira Shafira Siti Aisyah Siti Aulya Indira Siti Maryam Siti Nur Kholifah Siti Rahmayanti Sitti Aisyah Kara Sitti Mania, Sitti Sri Ayu Andari Putri Alwaris Sri Wahyuni Ningsi Sri Wulandari Sudirman Sulfianti Irma Pai'pinan Sutikno Sutikno Sutra Saldi Suwandi, Ervina Syahriadi Syahrul Syahrur Rahmat Syamsuddin, Darussalam Syamsul, Auliyah Shafira Azzahra Syatar, Abdul Syuaib Jailuddin Tantri Indar Pratiwi Tantri Pratiwi Tarmizi Tarmizi Taslim Jusmin Tasliyah Erlina Tasya Almutia Ramadani Tasya Almutia Ramadani Tenri Nayyara Nurnaina Tri Layla Salehah Try Sa’adurrahman HM. Kafrawi Usman Jafar Wardayani Wardayani Wildan Raudzan Yusnadia Achda Saputri Yusriansyah Yusriansyah Yusuf Rahim Yuyuk Adelista Zainuddin Zalsabillah, Annisa Zasmita Auliah Wardani Zul Mulki Zulfitri Zulkarnain Suleman Zulhas’ari Mustafa