p-Index From 2021 - 2026
10.602
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EKUIVALEN - Pendidikan Matematika Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science) Jurnal Ternak Tropika JITRO (Jurnal Ilmiah dan Teknologi Peternakan Tropis) Journal of Family Science Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan Anfusina: Journal of Psychology Journal of Psychological Science and Profession Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Proceeding INTERNATIONAL SEMINAR IMPROVING TROPICAL ANIMAL PRODUCTION FOR FOOD SECURITY Jurnal Medik Veteriner GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Al Mi’yar: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Jurnal Studia Insania Jurnal Dunia Kesmas Jurnal Kreativitas PKM JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) JPIB : Jurnal Psikologi Islam dan Budaya Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP) Edukimia Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Jurnal Perak Malahayati : Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Manajemen dan Budaya Jurnal Pengabdian Multidisiplin ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) CEMERLANG :Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis PSYCOMEDIA: Jurnal Psikologi ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Open Community Service Journal Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Jurnal Kedokteran Hewan Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Multazam : Jurnal Manajemen Haji dan Umrah Chalaza Journal of Animal Husbandry JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Nutriture Journal Web of Scientist: International Scientific Research Journal Ilmu Manajemen Sosial Humaniora (JIMSH) JPAP (Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan) Jurnal Agripet PESHUM Midwifery Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (Studi Kasus Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung) Nurul Isnaini
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i4.444

Abstract

Angka kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di Indonesia sangat bervariasi antara satu daerah dengan daerah lain, yaitu berkisar antara 9%-30%. Berdasarkan laporan tahunan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tahun 2010 kasus BBLR sebanyak 11%, tahun 2012 11% dan tahun 2012 sebanyak 11,9%. Data kejadiaan BBLR di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2010 sebanyak 17,1%, tahun 2011 sebanyak 17,3%, tahun 2012 kembali meningkat sebanyak 18,3%.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, desain analitik dengan pendekatan case control. Populasi seluruh bayi dirawat diruang perinatologi tahun 2013 berjumlah 654. Sampel 212, terdiri dari 106 kasus dan 106 kontrol. Pengambilan sampel kontrol dilakukan dengan teknik purposive sampling, dan kasus total populasi kasus. Sedangkan analisis data univariat, bivariat (Chi Square) dan multivariat dengan menggunakan regresi logictik ganda. Derajat kepercayaan ditetapkan 95% dengan alpha 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa variabel yang berpengaruh terhadap kejadian BBLR, yaitu usia ibu (p-value = 0,008; OR = 2,18), jarak kehamilan (p value= 0,019; OR = 1,99), paritas (p-value = 0,005; OR = 2,28), penyakit ibu (p-value = 0,000; OR = 2,84), hidramnion (p-value = 0,034; OR = 1,91), perdarahan antepartum (p-value = 0,006; OR = 2,23), komplikasi kehamilan (p-value = 0,020; OR = 1,98), cacat bawaan (p-value = 0,05; OR = 1,81), infeksi dalam rahim (p-value = 0,013; OR = 2,07). Faktor dominan yang paling berpengaruh dengan kejadian BBLR yaitu komplikasi kehamilan (p value = 0,006 OR = 2,437). Disarankan ibu hamil mampu meningkatkan peran serta dinas kesehatan, bekerjasama dengan petugas kesehatan dan masyarakat dalam mencegah dan menangani kejadian BBLR.Kata Kunci : Faktor-Faktor yang mempengaruhi, kejadian BBLR
PENGARUH KOMPRES HANGAT PADA PUNGGUNG DALAM MENGURANGI NYERI PERSALINAN KALA I, DI RSUD SUKADANA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Nurul Isnaini
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i4.504

Abstract

Nyeri persalinan adalah suatu proses fisiologis yang terjadi ketika otot-otot rahim berkontraksi sebagai upaya membuka servik dan mendorong kepala bayi kearah panggul. Namun, nyeri persalinan dapat menjadi sebuah masalah yang dihadapi ibu bersalian.Mengingat dampak nyeri cukup signifikan, maka harus ada u paya untuk menurunkan nyeri tersebut.Salah satu upayanya adalah pemberian kompres hangat pada punggung.Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk diketahuinya pengaruh kompres hangat pada punggung dalam mengurangi nyeri persalinan kala I di RSUD Sukadana Kabupaten Lampung Timur tahun 2016. Penelitian quasi exsperimen, dengan rancangan one group pretest-postest, jumlah sampel 30 orang dengan metode accidental sampling. Pengumpulan data dengan data primer yang digunakan untuk mengukur skala nyeri dengan teknik kompres hangat.Analisis data yang digunakan adalah univariat, bivariat dengan uji t paired test. Hasil penelitian menunjukan bahwa distribusi frekuensi rata-rata nyeri persalinan kala I sebelum dilakukan kompres hangat pada punggung 5,40 dan setelah dilakukan kompres hangat 3,10, dengan standar deviasi 1,918. Hasil uji beda diketahui ada perbedaan mean nyeri sebelum dan sesudah kompres hangat. Disarankan bagi institusi pendidikan kebidanan, diharapkan dapat menambah kasanah pengetahuan tentang menejemen pengurangan nyeri persalinan.Selain itu bagi pelayanan, diharapkan dapat dijadikan salah satu alternatif untuk mengurangi nyeri persalinan pada I
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI UMUR 0-6 BULAN DI BPS AGNES WAY KANDIS BANDAR LAMPUNG TAHUN 2013 Nurul Isnaini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i1.534

Abstract

Manfaat ASI saat ini sudah tidak dapat diragukan lagi dan pemerintah juga telah menggalakkan pemberian ASI secara eksklusif. Pada kenyataannya, kaum ibu khususnya di kota-kota besar, dewasa ini cenderung memilih memberikan susu formula baik sebagai pengganti ataupun pendamping ASI dalam memenuhi kebutuhan gizi bagi bayi mereka. Di Indonesia hampir semua bayi mendapatkan ASI, namun hanya sekitar 52% ibu memberikan ASI eksklusif. Cakupan pemberian ASI eksklusif di Propinsi Lampung selama dua tahun terakhir mengalami penurunan, tahun 2012 sebesar 34,53%, tahun 2013 sebesar 13,49% sedangkan target yang diharapkan yaitu sebesar 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan pemberian susu formula pada bayi umur 0 – 6 bulan di BPS Agnes Way Kandis Bandar Lampung Tahun 2013.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, desain analitik pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi umur 0-6 bulan di BPS Agnes Paskarini Way Kandis Bandar Lampung  dari bulan Januari sampai Juni 2013. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 46 orang. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi, analisa bivariat menggunakan chi-square.Hasil analisa univariat didapatkan distribusi frekuensi pendidikan dalam kategori tinggi 28 (60,9%), pekerjaan dalam kategori tidak bekerja 25 (54,3%), akses informasi dalam kategori dapat 30 (65,2%). Hasil analisa bivariat didapatkan ada hubungan pendidikan dengan pemberian susu formula (p-value=0,040; OR=4,583), ada hubungan pekerjaan dengan pemberian susu formula (p-value=0,009; OR=7,000), ada hubungan akses informasi dengan pemberian susu formula (p-value=0,011; OR=6,667). Kesimpulan : Ada hubungan pendidikan dengan pemberian susu formula, ada hubungan pekerjaan dengan pemberian susu formula, ada hubungan akses informasi dengan pemberian susu formula. Kata Kunci : Pendidikan, Pekerjaan, Akses Informasi, Pemberian Susu Formula
PENGARUH PEMBERIAN JUS BELIMBING MANIS TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTESNI DI PANTI SOSIAL LANJUT USIA TRESNA WERDHA NATAR LAMPUNG TAHUN 2018 Rosi Novita sari; Vida Wira Utami; Nurul Isnaini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i4.993

Abstract

BerdasarkandatadiDinasKesehatanProvinsiLampungbahwa,penyakithipertensidisetiap tahunnyaselalumasukkedalam10(sepuluh)besarpenyakityangdideritamasyarakatdimanapada tahun2004mendudukiperingkatVIIIsebanya89.204kasusatau6,58%,tahun2005peringkatke VI sebanyak110.622kasusatau7,33%danpadatahun2006peringkatkeIIIsebanyak52.147kasusatau 9,87%,danpadatahun2008urutan7yangmanamengalamipenurunan4,21%atau65.282,sedangkan padatahun2012mengalamipeningkatanyangsepesifikyaitu71034menjadiperingkatke3dengan demikinhipertensimerupakanmasalahkesehatanyangadadi10(sepuluh)besarpenyakityangdiderita masyarakattiaptahunnya(DinkesProvinsiLampung,2014).Tujuanpenelitianiniadalahuntuk mengetahuipengaruhpemberianjusbelimbingmanisterhadappenurunantekanandarahpadalansia denganhipertesnidi Panti SosialLanjut Usia Tresna WerdhaNatar Lampung Tahun 2018Jenispenelitiankuantitatif,Rancanganpenelitianyangdigunakan  eksperimensemu(quasi eksperiment)denganpendekatantwogrouppost only.Dengan populasidansampelsebnyak30 lansia, tekniksamplingpurposivesamplinganalisadatamenggunakanunivariatdanbivariate,ujistatistikujit-tesindependen.BedasarkanhasilRata-ratatekanandarahsetelahintervensisebesar127.33,standardeviasi sebesar10.998,standarerorsebesar2.840hasilrata-rataterendahatauhasilminimalyaitusebesar110danhasiltekanandarahtertinggiatauhasilmaximalsebesar150.tekanandarahdiastoliksetelah intervensisebesar90.00,standardeviasisebesar5.345,standarerorsebesar1.380hasilrata-rata terendahatauhasilminimalyaitusebesar90danhasiltekanandarahtertinggiatauhasilmaximal sebesar100.ujitdidapatpvalue0,000<α (0,05)artinyaH0ditolakdanHaditerima,yangberartiada PengaruhPemberianJusBelimbingManisTerhadapPenurunanTekananDarahPadaLansiaDengan HipertesniDiPantiSosialLanjutUsiaTresnaWerdhaNatarLampungTahun2018.Sarandiharapkan dapatdiaplikasikankepadalansiayangmengalamitekanandarahtinggi,sehinggalebihmenghindari efek samping dalam penggunaan obatfarmakologi, dan dapat dijadikan acuan untuk penkes. Kata Kunci : Jusbelimbing Manis, Tekanan Darah, Lansia, Hipertensi
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER I TENTANG HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI BPM WIRAHAYU PANJANG BANDAR LAMPUNG TAHUN 2017 Nurul Isnaini; Reza Refiani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i1.637

Abstract

Kematian dan kesakitan pada ibu hamil dan bersalin serta bayi baru lahir sejak lama telah menjadi masalah, khususnya di negara-negara berkembang. Salah satu penyebab kematian wanita usiasubur, diantaranya disebabkan oleh hyperemesis gravidarum sekitar 25-50%. Kematian saatmelahirkan menjadi penyebab utama mortalitas perempuan pada masa puncak produktifitasnya. WorldHealth Organization (WHO) memperkirakan setiap tahun terjadi 210 juta kehamilan diseluruh dunia.Dari jumlah ini 20 juta perempuan mengalami kesakitan sebagai akibat kehamilan. Sekitar 8 jutamengalami komplikasi yang mengancam jiwa, dan lebih dari 500.000 meninggal. Sebanyak 240.000dari jumlah ini hampir 50% terjadi di negara-negara Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Indonesia.(Riskesdas, 2014). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu HamilTrimester I Tentang Hiperemesis Gravidarum Di BPM Wirahayu Panjang Bandar Lampung Tahun2017. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, rancangan deskriptif. Populasi seluruhibu hamil trimester I, sampel ibu hamil trimester I yang ada pada saat penelitian berlangsung yaitusebanyak 33 orang dengan tehnik accidental sampling. Distribusi frekuensi pengetahuan ibu hamil trimester I tentang Hyperemesis Gravidarumdalam kategori baik sebanyak 22 orang (66.7%). Saran bagi ibu agar ibu dapat menambahpengetahuan tentang dampak dan bahaya dari hyperemesis gravidarum tersebut, dan diharapkan ibujuga mampu untuk meningkatkan informasi pengetahuan melalui sharing dengan sesama ibudilingkungan rumah, atau melalui media elektronik, dan buku bacaan
HUBUNGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN KEMATIAN NEONATAL DI RSUD. DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2013 Neneng Siti Latifah; Nurul Isnaini; Meilia Syafitri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i3.554

Abstract

Bayi dengan BBLR merupakan salah satu penyebab kematian bayi Neonatal berdasarkan data yang menunjukkan kasus terjadinya BBLR memungkinkan terjadinya kematian neonatal. Pada tahun 2013 terjadi peningkatan pada kasus BBLR yaitu terdapat 624 bayi (39,2%)  dengan jumlah kelahiran 1.592 dan jumlah bayi yang meninggal akibat BBLR tersebut sebanyak 189 bayi (30,2%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bayi berat lahir rendah dengan kematian neonatal di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2013Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan analitik dan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung, pada tanggal 5 Mei 2014 - 5 juni 2014. Populasi semua bayi yang lahir di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek  tahun 2013 sebanyak 1.592 bayi, dengan jumlah sampel 320 orang. Teknik pengambilan sampel sistematik random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder yang didapat dari data rekam medik pasien. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat.Hasil analisa univariat didapat distribusi frekuensi bayi baru lahir di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2014 dalam kategori BBLR sebesar 177 (55,3%) dan tidak BBLR sebesar 143 (44,7%). Dan distribusi frekuensi BBLR di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2014 dalam kategori meninggal sebanyak 186 (58,1%) dan yang hidup sebanyak 134 (41,9%). Hasil analisa bivariat didapat p-value = 0,028 yang berarti ada hubungan bayi berat lahir rendah dengan kematian neonatal di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2013 dan diperoleh OR = 1,693. Saran penelitian adalah diharapkan dapat meningkatkan kualitas kerja tenaga kesehatan khususnya bidan, agar angka kejadian BBLR dan kematian neonatal menurun. Kata Kunci :  BBLR, kematian neonatal
Tentang Penulis yulistiana evayanti nurul isnaini dewi yuliasari Isi Jurnal Cari ##plugins.block.navigation.searchScope## Telusuri Berdasarkan Terbitan Berdasarkan Penulis Berdasarkan Judul Jurnal Lain Informasi Untuk Pembaca Untuk Penulis Untuk Pustakawan ISSN : 2476-8944 e ISSN : 2579-762X Proses Publikasi Format Penulisan Alih Publikasi Merespon Hasil Review Contoh Submision Jurnal di OJS Pengguna Nama Pengguna Kata Sandi Ingat Saya Bantuan Jurnal Flag Counter Total: 509Today: 2Yesterday: 5Vi Yulistiana Eva Yanti; Nurul Isnaini; Dewi Yuliasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v3i4.634

Abstract

Salah satu penyebab kematian bayi di Indonesia adalah infeksi, termasuk infeksi saluran nafasyang menyebabkan zat besi dalam tubuh akan berkurang sehingga dapat menyebabkan anemiadefisiensi besi. Tingginya prevalensi anemia defisiensi besi berhubungan dengan tidak cukupnyapenimpanan cadangan zat besi sehingga dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan danperkembangan dalam 6 bulan pertama kehidupan. Penundaan pemotongan tali pusat dapatmenyediakan tambahan darah sebanyak 80 – 100 ml pada bayi baru lahir yang mengandung 75 mg zatbesi sebagai hemoglobin yang mencukupi kebutuhan zat besi selama 3 bulan pertama kehidupan. Pada2 bulan pertama kehidupan, kadar hemoglobin bayi turun dan besi hasil pemecahan hemoglobintersebut disimpan sebagai cadangan. Saat memasuki usia 2 – 4 bulan, pertumbuhan bayi semakinpesat, pembentukan hemoglobin juga semakin banyak dan kebutuhan besi semakin meningkat. Ketikabayi berusia 4 bulan keatas, cadangan besi mulai menurun dan kadar besi dari ASI tidak bertambah,akbibatnya pada usia 6 bulan, cadangan besi dan ASI tidak cukup lagi memenuhi kebutuhan besi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kohort, kelompok pertama dilakukantindakan penundaan pemotongan tali pusat selama 3 menit, kelompok kedua tidak dilakukanpenundaan pemotongan tali pusat, kemudian 6 bulan kedepan bayi dari kedua kelompok dilakukanpemeriksaan hemoglobin dan hematokrit. Hasil penelitian uji statistic didapatkan ada pengaruh penundaan pemotongan tali pusat denganpeningkatan kadar hemoglobin dalam darah dengan p=0,000 dan ada pengaruh penundaanpemotongan tali pusat dengan peningkatan kadar hematokrit dalam darah dengan p=0,000. Dengandilakukannya penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pertolongan persalinan normalsehingga bayi baru lahir yang mengalami anemia diusia pertumbuhan dapat dihindari, sehinggagenerasi mendatang akan lebih berkualitas baik secara intelektual question (IQ) maupun emosionalquestion (EQ).
HUBUNGAN PIJAT OKSITOSIN PADA IBU NIFAS TERHADAP PENGLUARAN ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAJA BASA INDAH BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 Nurul Isnaini; Rama Diyanti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i2.551

Abstract

ASI adalah nutrisi alamiah terbaik bagi bayi dengan kandungan gizi paling sesuai untuk pertumbuhan optimal (1). Berdasarkan data presurvey yang diperoleh dari Wilayah Kerja Puskesmas Raja Basa Indah Bandar Lampung bulan maret - mei terdapat 78 ibu nifas. Dari 44 ( 6% ) orang ibu  nifas yang mengeluh ASI tidak keluar pada hari pertama pospartum, dan 13 (1,8%)  orang ibu nifas mengeluh masih sedikit pengluaran ASInya dan 29 (4%) ibu nifas mengeluh ASI tidak lancar mengakibatkan ibu untuk memilih susu formula dan terdapat 2 (0,3 %) ibu post partem yang mengalami perdarahan yang disebabkan oleh lemahnya kontraksi (atonia uteri). Tujuan peneliti : Diketahui hubungan pijat oksitosin pada ibu nifas terhadap pengeluaran ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Raja Basa Indah Bandar Lampung Tahun 2015.            Yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan rancana penelitian menggunakan Quasi Eksperimen, dengan desain penelitian yang digunakan adalah Static Group Comparison, penelitian dilakukan pada tanggal 15   juni - 1 juli 2015 dan penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas raja basa indah. Tehnik sampling yang di gunakan purposive  sampling, data dalam penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder, pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data yang di gunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan Chi Square            Berdasarkan hasil peneliti diketahui dari 15 responden yang dilakukan pijat oksitosin sebanyak 9 ibu nifas (60%) yang pengeluaran asinya cepat, 5 ibu nifas (33 % ) yang pengeluaran asinya normal dan ibu yang mengalami pengeluaran asinya lambat sebesar 1 ibu nifas (7 % ) dan kelompok yang tidak dilakukan pijat oksitosin 15 responden sebanyak 12 ibu nifas (80%) yang pengeluaran asinya lambat, 3 ibu nifas (20 % ) yang pengluaran asinya normal dan tidak ada ibu yang mengalami pengeluaran asinya cepat, perhitungan menggunakan SPSS ditemukan p value 0,000 <p α 0,05 atau (5%). Dengan demikian Ho tolak yang artinya adanya hubungan pijat oksitosin pada ibu nifas terhadap pengeluaran ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Raja Basa Indah Bandar Lampung Tahun 2015. Kata kunci : Pijat Oksitosin
HUBUNGAN USIA,USIA MENARCHE DAN RIWAYAT KELUARGA DENGAN KEJADIAN KANKER PAYUDARA DIRUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2015 Nurul Isnaini; Elpiana Elpiana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v3i2.612

Abstract

Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2007, kanker payudara menempati urutan pertama pada pasien rawat inap di seluruh RS di Indonesia (16,85%), disusul kanker leher rahim (11,78%). RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung merupakan rumah sakit rujukan yang ada di Provinsi Lampung, data yang diperoleh tahun 2014 dari rekam medis kasus kanker payudara tercatat sebanyak 1.797 dan menempati posisi tertinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, usia menarche dan riwayat keluarga dengan kejadian kanker payudara di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2016. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 312 responden diilih sebagai sampel penelitian dengan teknik simple random sampling.Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Juni 2016.Pengumpulan data dengan menggunakan lembar checklist dianalisa secara univariat dan bivariat (chi square). Sebanyak 108 (34,6%) responden pada usia yang beresiko, sebanyak 108 (34,6%) responden pada usia menarche beresiko, sebanyak 204 (65,4%) responden tidak memiliki riwayat keluarga. Ada hubungan usia dengan kejadian kanker payudara (p-value: 0,000; OR 3,160), usia menarche dengan kejadian kanker payudara (p-value: 0,000; OR 3,110), riwayat keturunan dengan kejadian kanker payudara (p-value: 0,000; OR 2,961) di RSUD. Dr. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2015.Kata Kunci: Usia, Usia Menarche, Riwayat Keluarga, Kanker Payudara
Kualitas Semen Cair Kambing Boer Berbahan Pengencer Air Kelapa Muda Varietas Viridis Setelah Simpan Dingin Muhammad Ade Salim; Muhammad Nur Ihsan; Nurul Isnaini; Trinil Susilawati
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 1 (2019): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.92 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i1.5449

Abstract

ABSTRAKAir kelapa muda varietas viridisdapat dijadikan pengencer aletrnatif semen cair bagi program IB di daerah minim sarana semen beku. Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh penggunaan air kelapa muda viridissebagai bahan pengencer terhadap kualitas semen cair kambing Boer setelah didinginkan. Dilaksanakanselama 3 bulan di Laboratorium Fakultas Peternakan UBUnit SumberSekar,Malang. Metodenya yaitu eksperimen. Semen dari  3 pejantan Boer umur 3-5 tahun, dikoleksi seminggu sekali dengan VB. Air kelapa mudaviridis umur 5-7 bulan serta tris aminomethane sebagai kontrol. Didesain menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 perlakuan yaitu P0 (tris aminomethane + 10% KT) dan  P1 (air kelapa muda viridis + 10% KT) masing-masing diulang 10 kali. Data dianalisis dengan analisis Ragam (Anova) dengan software Genstat 18. Variabelnya yaitu motilitas individu, viabilitas dan abnormalitas. Hasil penelitian yaitu motilitas individu pada P1bertahan sampai 4 hari (40,5± 24,3%), viabilitas terbaik sampai hari ke-5 (42±24,6%), abnormalitas terendah di hari ke-7(1,31± 0,6). Kesimpulannya, Pengencer air kelapa muda viridis dapat mempertahankan kualitas semen cair kambing Boer selama 4 hari untuk motilitas dan 5 hari untuk viabilitas.Kata Kunci:pengencer, air kelapa, varietas viridisABSTRACTYoung viridis coconut water could be used as an alternative to liquid semen diluent for artificial insemination program in the area with limited facility for frozen semen production. This study evaluated the use of young coconut water as a diluent on liquid semen quality of Boer goat after cold storage. This study was carried out for 3 months at Sumber Sekar Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, University of Brawijaya, Malang. The semen was collected from 3 Boer bucks aged at 3 to 5 years old. The semen collection was done once a week with the aid of artificial vagina. The diluents used were young Viridis coconut (5 to 7 months old) and tris aminomethane. The method used was an experiment in a randomized block design with 2 treatments and 10 replicates. The treatments used were T0: tris aminomethane + 10% egg yolk (control) and T1:  young Viridis coconut water + 10% egg yolk. Data were analyzed by analysis of variance using Genstat 18 software. The variables measured were sperm individual motility, viability, and abnormality. The results showed that the sperm individual motility in T1 survived up to 4 days (40.5± 24.3%), the best viability at 5 days (42.0±24.6%),  while the lowest abnormality at 7 days (1.31±0.6). It could be concluded that: 1. Tris aminomethane diluent has higher quality with the storage length up to 9 days, 2. Young Viridis coconut water diluent could preserve liquid semen quality of Boer goat up to 4 days for sperm motility and 5 days for sperm viability.Keywords: diluents, coconut water, viridis variety
Co-Authors A.S, Veronica Dyah Abdul Rochim Ade Tiara Adelina Ari Hamiyanti Adnan Reza, Faisal Agung Aji Perdana Akhmad Kurniawan Akhsani, Murikhatul Alfa Fajarrofa Alfana, Ratu Ali Mahfud Amalia, Anny Amran, Rovita An Nabawy, Achmad Riefqy Andi Thahir Anggit Damaratri Lapoliwa Anggraeni, Inna Anggraini Anggraini Annisa Fitriani, Annisa Annisa Nyuwita Antika, Bernadeta Ramah Ardyah Ramadhina Irsanti Putri Ariesty, Ghina Ayu Arif, Ani Atul Arrahman, Rudi Arrow Sakti Darren Leksono Artharini Irsyammawati Artharini Irsyammawati Aryastuti, Nurul Asri Nurul Huda Astriana Astriana, Astriana Astuti, Ni Made Marnita Aulia Puspita A Yekti Aulia Puspita Anugra Yekti Aviliani, Dita Awang Tri Satria Ayssa, Gusti Al Ayu Melia Sades Ayu Sulvi Istanty Aziz, Achmad Fadhli Bastianus Doddy Riyadi Budjana, Diajeng Wulandari Cahyana, Dian carmidah carmidah Choirun Ni'mah Choirun Nisak Damaris, Crista Darojah, Siti Darsono, Susilo Nur Aji Cokro Dayana, Putri Debrina Chandra Wiyanti Debrina Chandra Wiyanti Dedes Amertaningtyas Dedi Muhammad Devi Maharani Dewi Yuliasari Dewitasari, Eka Aprilia Dian Cahyana Durinda Puspasari Eliwarti Eliwarti, Eliwarti Elpiana Elpiana Erli, Syifa Chorunnissa Ermasari, Anissa Eros Sukmawati Eros Sukmawati Errico Errico Ervina Martiana Evayanti, Yulistiana Evrianasari, Nita Faisal Adnan Reza Faizal Andri Fajar Amaliah Fajarrofa, Alfa Fajratul Izzah, Misyka Falah, Moh. Miftahul Fatmah, Maryani Faulani, Catur Lusma Fazrien, Wahyu Alif Febrianto, Nanang Feri Eka Wahyudi Feri Eka Wahyudi Firdaus, Amir Firman, Afrizal Fithria Mumtazah, Dzul Fitria Fitria Fitria, Puput Gagas Erdi Saputro Genovicha, Bendsia Hanief Eko Sulistyo Hanief Eko Sulistyo Hapsari Titi Palupi Harsi, Tri Hartandi, Nugroho Heraini, Dela Hermanto Herwijanti, Enniek Ika Fitri Puspitasari Ika Nurjannah Inna Anggraeni Inna Yatusholikhah Intan Islamia Islamy, Chairunnisa Putri Ismail Hasan, Ismail Iswati Iswati iswati iswati Ita Wahju Nursita Itqan, Moh Syadidul Juin Hadisuyitno Junaedi Junaedi Junaedi Junaedi Juniandri . Khalid, Husain Komalyna, I Nengah Tanu Kurniaesa, Titah Ulya Kurniasari, Devi Kurniawati Kurniawati Kusuma, Nanda Dhiya Kusumawati, Enik Dwi Kuswati Kuswati Kuswati Kuswati Lantarno Lathifah, Neneng Siti Lely Ika Mariyati Leondro, Henny Lhatifah, Neneng Siti Lieyo Wahyudi Lukman Affandhy Sunarto Lukmana, Diah M Ade Salim M Fajar Agustian M Nur Ihsan M Nur Ihsan M Nursalim Malay M. Adhyatma Maghfiroh, Noni Ashri Maharani, Devi Mandalika, Baiq Elok Marcella, Fanna Mardiana, Riril Mariza, Ana Mashudi Mashudi Maternity, Dainty Meilia Syafitri Miftakhul Jannah Mira Agustina Moch Saifudin Mochammad Saifur Moh Nur Ihsan Moh Thoriq Fernanda Moh. Miftahul Falah Mohammad Efendi Mokhamad To'ib Muchamad Lutfhi Muchamad Luthfi Mugiyati Muh. Aniar Hari Swasono Muhammad Ade Salim Muhammad Halim Natsir Muhammad Halim Natsir Muhammad Hatta Muhammad Nur Ihsan Muhammad Nur Ihsan Muhammad Nur Ihsan, Muhammad Nur Muhammad Sabri Muhammad Yayang Eka Kurniawan Murcahyana Murcahyana Murcahyana, Murcahyana Nafis, Fardha Ad Durrun Naida, Firgiani Puspita Neneng Siti Latifah Ningsih, Astri Cahya Ningtyas, Febrianti Harum Nisa Umrotul Mila Nisa’us Sholikah Nolasco da costa Nugraha, Pazri Nuning Nurcahyani Nurfaqillah, Nurfaqillah Nurhasanah Nurhasanah Nurliyani Nurliyani Nuroni, Nuroni Nurul Huda Nuryadi Nuryadi Pawestri, Hartini Prasetyaning Pradana, Satria Adi Pramudhita, Anggita Dian Pratiwi Trisunuwati Purnaningsih, Widarti Tri Puspita, Gita Anggara Putri Utami, Putri Rahayu Lestari Rahman Maulana Rahmawati, Achadiyah Rahmawati, Nanda Ayu Rama Diyanti Ramadhan, Bintang Djodi Ramadhani, Anisa Rara Putri Audia Renfiana, Lilis Revangga, Yanda Rico Reza Refiani Rina Novita Sari Indah Ristrushana, Nurma Angelita Rizky Maulana, Rizky Rizqi, Silfi Oktafiani Rohayati, Lilis Rohima, Ainur Febrianti Rosi Novita sari Rosmayanti, Anny Rosmiyati Rosmiyati Rotua Aruan, Rumiri Rumiri Rotua Aruan, Rumiri Rotua rusadi, paramita Rusno Rusno Safrina, Shela Samino Samino Sari, Fenny Refika Sari, Nita Evriana Septania, Sovi Septianingsih, Triana Setiawan, Raka ShikhMaidin, Mashitah Siti Aisah Siti Sunami Sitiadira Aulia Aldini Soviska Nur Aini Sri Minarti Sri Wahjuningsih Sri Wahyuningsih Sudarmanto Sudarmanto Suhandi Suhandi, Suhandi Sulistyo, Hanief Eko Sulistyowati, Deny Sumardi, Lalu Sunarsih Sunarsih Sundari Sundari supriadin supriadin Sutyarso Suwarniati, Gusti Ayu Syah, Habib Asshidiq Syamsul Bahri Tibar, Sri Linda Azzahra Tomy Suganda Tri Agus Sulistya Tri Harsi Tri Harsi Trinil Susilawati Trinil Susilawati Try Puji Lestari Umam, Fatihul Utami, Vida Wira Wahjuningsih , Sri Wahyu Riza Zamani Wahyudi, Aditiya Wahyudi, Feri Eka Waras Harianto Wenas, Karl Wihatyani, Ketut Wiyoso, Shelfia Anggraini Wulan Lailatul Mufidah Yahya, Fizian Yuli Yantina Yulia Indri Anastasia Yulistiana eva yanti Zaidan , Muchammad Zarkasy, Ahmad Zenni Nur Fadilah