Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI AKTIFIS MUSLIM KAMPUS TERHADAP TERORISME DAN NEGARA ISLAM INDONESIA (Studi pada Perguruan Tinggi di Kota Metro) Mustofa, Imam
JURNAL TAPIS Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : P3M STAIN Jurai Siwo Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terorisme dan Negara Islam Indonesia (NII) sampai saat ini menjadi tema hangat di berbagai media. Kedua masalah ini menjadi perhatian serius pemerintah, karena keduanya mengganngu kehidupan masyarakat dan mengancam stabilitas pemerintahan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Pemerintah berusaha semaksimal mungkin untuk menanggulangi aksi terorisme dan gerakan NII. Berbagai cara dan pendekatan telah dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini. Pendekatan hukum sebagai upaya pemberantasan melalui penyelidikan, penyidikan, penyidangan, dan eksekusi terhadap para pelaku teror di Indonesia telah dilakukan. Bahkan pemerintah sekarang mulai menempuh cara pencegahan dengan membentuk Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).Mengenai gerakan NII, pemerintah juga berupaya melalui berbagai langkah. Di antaranya melalui kordinasi berbagai Kementerian dan departemen. Mulai dari Kementerian Pertahanan dan Keamanan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Agama, sampai Kementrian Pendidikan Nasional. Pelibatan Kementrian Pendidikan Nasional memang sangat penting dan tepat, mengingat selama ini jaringan gerakan NII sangat berkaitan dengan lembaga pendidikan. Dari berbagai kasus yang muncul selama ini, pola perekrutan anggota baru NII melalui Sekolah Menegah Atas dan Perguruan Tinggi.
IJTIHAD JARINGAN ISLAM LIBERAL: Sebuah Upaya Merekonstruksi Ushul Fiqih Mustofa, Imam
Al-Mawarid Jurnal Hukum Islam Vol 15 (2006): Fiqh dan Kontroversi Seputar Legislasi Pornografi dan Pornoaksi
Publisher : Islamic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic legal theory denotes an original methodology of Islamic studies. This methodology is used by Moslem scholars especially Moslem jurists to understand Islamic teaching. The characteristics of this methodology is departing from texts either Quran or prophet tradition. Besides, human reason is also used in this methodology to understand and apply the Islamic doctrine. Based on this paradigm, it is clear that the forms of Islamic legal reform should consider revelation texts, reason and reality. Hence, this methodology differs from that of liberal Moslem scholars who try to offer Islamic legal reform is only using reason and rational understanding toward Quran and hadis because of social change and the complexity of problem.
STUDI KRITIS TERHADAP KRITIK NALAR ARAB MUHAMMAD ABED AL-JABIRI Mustofa, Imam
ISTINBATH JURNAL HUKUM Vol 7, No 1 (2010): Volume 7 Nomor 1 Mei 2010
Publisher : STAIN Jurai Siwo Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis article traits to discuss Mohammad Abed al-Jabiris critical Arab reason project. As result of study, the author found that Al-Jabiri projected his self in the specific ideas project. He tried to build and bring Islam to improvement based on reality. He poured building of epistemology to three concepts "trilogy of concepts"  which spread in his three books. First, Takwīn al- ‘Aql al ‘Arabī (Formation of Arab Reason, 1982), second, Bunyah al-‘Aql al-‘Arabī (Strutructure of Arab Reason, 1986), and third, al ‘Aql as-Siyāsī al-‘Arabī (Political Arab Reason, 1990). Al-Jabiri concerned on themes which often appear in Arabic language environment. Al-Jabiri return Arab reason structure to three compositions; first, Original Arab composition which he called religious rationality or reason of explication which illustrated in the linguistics and religious science. Second, Greece composition or Aristotelian which he called rationality of rational or demonstrative-cosmologic reason which illustrated in the philosophy and its sciences. Third, old composition  he called irationality of rational future reason and it was illustratred  in the gnostic. In the critical arab reason project, Al-Jabiri discussed many things, but he also leaved many things. He alienatedrationality area at dicipline of knowledge which illustrated in the sufism (gnostic) traditions. Keywords: Critique, demonstrative-cosmologic-gnostic.
METODE IJTIHAD ISLAM LIBERAL (STUDI KRITIS TERHADAP IJTIHAD JARINGAN ISLAM LIBERAL/JIL) Mustofa, Imam
ISTINBATH JURNAL HUKUM Vol 10, No 2 (2013): Edisi September 2013
Publisher : STAIN Jurai Siwo Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tulisan ini mencoba mengkritisi pemikiran para tokoh Jaringan Islam Liberal mengenai metode dan sumber hukum dalam ijtihad. Kajian ini dilatarbelakangi adanya pemikiran ijtihad kalangan Islam liberal tersebut yang berbeda dan bahkan bertolak belakang dengan pandangan mayoritas ulama yang selama ini diikuti oleh mayoritas umat Islam. Mereka bermaksud mereformasi metodologi ijtihad klasik yang menurut mereka problematis dari sudut ontologis-epistemologis tersebut. Reformasi ini dilakukan dengan merekonstruksi kaidah-kaidahh ushuliyah. Pembahsan dalam tulisan ini berdasarkan kajian pustaka yang bersifat kualitatif. Pendekatan yang digunakan penulis adalah pendekatan ushul fiqh. Berdasarkan kajian yang penulis lakukan dapat disimpulakan bahwa kalangan Islam liberal menjadikan akal dan logika publik sebagai ukuran untuk menentukan kemashlahatan dalam pembentukan hukum. Rekonstruksi metodologi tersebut sebagai upaya untuk menghasilkan produk pemikiran Islam, khususnya fikih yang lebih solutif bagi problem-problem sosial dalam kehidupan masyarakat. Namun demikian, ukuran kemashlahatan dalam konsep mereka terlalu lentur dan cenderung mengabaikan nash. Kata kunci : Ijtihad, Jaringan Islam Liberal, Mashlahat, Akal publik. Abstract This article tried to criticize the thought, the method and the source of the laws used by the people that joined in liberal Islam network. The discussion was based on the thought of Ijtihad that is used by them was different and contrast with the view of the majority of Islamic scholars as they are followed by most moslem society. They thinked to reform classical Ijtihad methodology which is problematic based on ontological and epistemologic concept. This reformation is done to reconstruct ushuliyah principle. The discussion of this article is based on the library research qualitatively. The writer used Ushul fiqh approach. Referring to the analyzing the data, it can be concluded that liberal Islam network try to explore the ideas and logical public as the measurement to determine public welfare (mashlahat) in the law convention. This methodology reconstruction is produced as an effort toward new thought of Islamic product especially fiqh in order to solve the social problem in the living society. However, the measurement of public welfare (mashlahat) in their concept is too flexible and tend to avoid nash.Keywords : Ijtihad, Islamic Liberal Association, Mashlahat, Logical Public.
POTRET HUKUM TALAK DAN CERAI DI INDONESIA DAN MESIR (Analisis Deskriptif Komparatif terhadap Perlindungan Hak-Hak Perempuan) Mustofa, Imam
Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Vol 8, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : LP2M IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.917 KB)

Abstract

Ketetapan mengenai hukum keluarga, khusunya yang berkaitan dengan talak dan cerai yang terdapat dalam kitab-kitab fikih pada umumnya bias gender. Hal ini dapat dipahami, karena fikih disajikan tidak mengenal perbandingan dengan kebudayan-kebudayaan lain. Fikih berkembang secara kasuistik tanpa rencana dan sistem dan tidak mempunyai teori mengenai hukum, politik atau ekonomi. Selain fikih kurang memberikan kebebasan kepada fuqaha, karena situasi politik  sepanjang sejarah Islam.Ada beberapa perbedaan dan persamaan antara Perundang-Undangan Hukum Perkawinan, khususnya mengenai talak dan cerai yang berlaku Mesir di Mesir dan di Indoensia, sebagaimana dijelaskan di atas. Namun demikian dalam pengamatan penulis sisi perbedaan keduanya lebih banyak dari pada persamaannya, baik tentang sebab-sebab perceraian maupun tentang prosesnya. Sebab-sebab yang disebutkan dalam perundang-Undangan Indonesia lebih lengkap dan melibatkan suami istri sebagai obyek pembahasannya. Hal ini berbeda dengan Perundang-undangan di Mesir kurang lengkap dan cenderung lebih banyak membahas hal-hal yang berkaitan dengan suami sebagai penyebab perceraian. Begitu juga dalam proses perceraian. Dalam perundang-undangan Indonesia, Pengadilan mempunyai peran yang cukup dominan dalam menentukan perceraian. Sedangkan di Mesir tidak demikian.
POTRET HUKUM TALAK DAN CERAI DI INDONESIA DAN MESIR (Analisis Deskriptif Komparatif terhadap Perlindungan Hak-Hak Perempuan) Mustofa, Imam
Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Vol 5, No 2 (2011): Jurnal Studi Agama dan Masyarakat
Publisher : LP2M IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.917 KB)

Abstract

Ketetapan mengenai hukum keluarga, khusunya yang berkaitan dengan talak dan cerai yang terdapat dalam kitab-kitab fikih pada umumnya bias gender. Hal ini dapat dipahami, karena fikih disajikan tidak mengenal perbandingan dengan kebudayan-kebudayaan lain. Fikih berkembang secara kasuistik tanpa rencana dan sistem dan tidak mempunyai teori mengenai hukum, politik atau ekonomi. Selain fikih kurang memberikan kebebasan kepada fuqaha, karena situasi politik  sepanjang sejarah Islam.Pada umumnya ulama madzhab menyetujui hak talak mutlak suami, sementara istri hanya mempunyai hak khulu’. Dengan demikian suami secara mutlak dapat menceraikan istrinya, sementara kalau istri ingin cerai tetap harus melibatkan suami.Dalam konteks era modern sekarang ini Perundang-Undangan Perkawinan tentang talak dan cerai Indonesia lebih relevan dibandingkan dengan Mesir. Karena dalam ketentuan di Indonesia, Pengadilan mempunyai peran yang cukup signifikan demi adanya kepastian hukum. Kehadiran pengadilan dalam proses perceraian sebagai penengah dan pengawas agar tidak melenceng dari ketentuan dan menghindari kesewang-wenangan terhadap salah satu pihak oleh pihak yang lain. Selain itu agar hak masing-masing pihak lebih terjamin.
TERORISME: ANTARA AKSI DAN REAKSI (Gerakan Islam Radikal sebagai Respon terhadap Imperealisme Modern) Mustofa, Imam
RELIGIA Vol 15 No 1: April 2012
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.217 KB) | DOI: 10.28918/religia.v15i1.123

Abstract

Beberapa intelektual dan peneliti menyimpulkan bahwa faktor pemicu terorisme adalah ideologi atau agama. Dalam hal ini gerakan Islam radikal seringkali dituduh sebagai pemicu dan pelaku berbagai aksi teror tersebut. Memang harus diakui, bahwa ideologi agama sedikit banyak berpengaruh terhadap munculnya aksi radikalisme. Teks-teks agama yang ditafsirkan secara atomistik, parsial-monolitik (monolithic-partial) akan menimbulkan pandangan yang sempit dalam beragama. Kebenaran agama menjadi barang komoditi yang dapat dimonopoli. Ayat-ayat suci dijadikan justifikasi untuk melakukan tindakan radikal dan kekerasan dengan alasan untuk menegakkan kalimat Tuhan di muka bumi ini. Aksi radikalisme inilah yang sering mengarah kearah aksi teror. Oleh karena itu perlu ada dialog dalam masalah pemahaman agama.
SEPARATED OPERATION STATE PADA MEDIUM ACCESS CONTROL DI JARINGAN IEEE 802.11AC Malik, Reza Firsansadaya; Mustofa, Imam
Transmisi Vol 21, No 2 April (2019): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.179 KB) | DOI: 10.14710/transmisi.21.2.43-50

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai bagaimana algoritma Separated Operation States in Medium Access Control (SOSMAC) dapat mengatasi hidden node di jaringan Wireless Local Area Network (WLAN) IEEE 802.11ac dan menghindari collision. Skenario jaringan yang dibangun adalah menempatkan 100 node dengan toplogi grid 10 x 10 yang akan berkomunikasi dengan 4 node server dan menggunakan protokol routing Ad-hoc on Demand Distance Vector (AODV) dalam simulasi jaringan Network Simulator 3 (NS-3). Parameter yang digunakan sebagai acuan analisa pada penelitian ini adalah nilai throughput, packet loss, dan packet delivery ratio. Hasil simulasi SOSMAC yang diperoleh dibandingkan dengan algoritma standar komunikasi yang sudah umum pada jaringan nirkabel yaitu Medium Access Contol Access (MACA).  Hasil perbandingan yang diperoleh adalah nilai rata-rata throughput 6,061 Kbps, packet loss 0,41%, dan Packet Delivery Ratio (PDR) 99,58% yang didapatkan dari algoritma SOSMAC sedangkan pada algoritma MACA diperoleh hasil throughput 5,681 Kbps, packet loss 7,00%, dan Packet Delivery Ratio (PDR) 93,00%.  Oleh karena itu, perbandingan hasil tersebut menunjukkan bahwa algoritma SOSMAC lebih baik dari algoritma MACA dalam mengatasi hidden node dan collision.
Membangun Epistemologi Fikih Medis melalui Kontekstualisasi Maqasid al-Syari’ah Mustofa, Imam
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3885.779 KB) | DOI: 10.24090/mnh.v9i2.501

Abstract

Perkembangan zaman dengan segala produknya membawa perubahan pada berbagai bidang. Perkembangan sains dan Penemuan teknologi telah berpengaruh pada dunia kedokteran. Hal ini tentunya membawa problem tersendiri bila dilihat dari perspektif fikih. Banyak tindakan medis atau jenis-jenis obat yang berkembang saat ini yang belum terjawab secara pasti mengenai status hukumnya dalam perspektif fikih. Tulisan ini bermaksud mengeksplorasi pentingnya membangun epistemologi ijtihad dalam bidang fikih kesehatan di era global saat ini. Fokus kajian dalam tulisan ini adalah kontekstualisasi maqasid al-syari’ah yang dijadikan landasan, acuan, panduan, standar dan sekaligus batasan ijtihad dalam rangka menemukan jawaban problem hukum Islam dalam bidang kesehatan di era modern. Kajian ini merupakan kajian kepustakaan dengan data dari berbagai kitab atau buku-buku dan artikel yang terkait dengan kajian maqasid al-syari’ah dari buku klasik sampai yang modern. Berdasarkan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa, dengan paradigma integratif, maqasid al-syari’ah dapat menjadi sebuah metode yang sangat fleksibel. Ia dapat diterapkan dengan menembus ruang dan zaman. Perangkat-perangkat kontekstualisasi melalui istihsan, fath al-zara’i’, ‘urf dan istishab menjadikan hukum Islam compatible dalam segala situasi, kondisi zaman, sosio-kultural masyarakat modern yang terus berkembang. Paradigma ini akan melahirkan fikih medis yang kontekstual di era modern.
Dampak Putusan Mahkamah Konstitusi Mengenai Pasal 43 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 terhadap Hukum Keluarga di Indonesia Mustofa, Imam
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 6 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.785 KB) | DOI: 10.24090/mnh.v6i2.605

Abstract

Putusan Mahkamah Konstitusi Jumat 17 Februari 2012 terkait dengan anak luar nikah yang disebutakan dalam pasal 43 ayat (1) UU No 1 Tahun 1974 tentang perkawinan menyebutkan bahwa "anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum mempunyai hubungan darah, termasuk hubungan perdata dengan keluarga ayahnya". Perubahan pasal ini harus difahami secara obyektif dan bijak agar membawa maslahat bagi umat dan bukan sebaliknya. Melalui perubahan ini MK berupaya untuk menuangkan hasil ijtihadnya agar anak-anak yang lahir di luar nikah tetap memiliki hak dan kedudukan yang sama dengan anak-anak lain dan agar tidak terjadi perlakuan diskriminatif terhadap anak-anak tak berdosa ini.
Co-Authors Abuzahra, Mutasem Adikara, Tatang Santanu Akintunde, Adeyinka Oye Al arif, Mohammad Anam Ali Agus Ali Saifudin Amrullah, Muhammad Fajar Andri Dwi Cahyono Ardiana, Lutfi Ardianto Ardianto Arif Zamhari Arimbi Ashari, Lukman Ayuti, Siti Rani Bambang Sektiari Lukiswanto Belgania, Ristaqul Husna Brahmantya, Chandra Budi Utomo Budiarto Budiarto Cahya P., Aghid Chamdan, Umar Dadik Rahardjo, Dadik Darsono, Roesno Dedi Irwansyah Dewi, Sapna Kurnia Diana Ambarwati Eka Pramyrtha Hestianah, Eka Pramyrtha Eko Siswanto Enizar Enizar, Enizar Erma Safitri Faiz Muhammad Azhari Fajarwati, Rini Fauzan . Febrianila, Rosiana Fedik Abdul Rantam Hana Eliyani Hani Plumeriastuti Hardaningtyas, Enggar Hardijanto, Hardijanto Hariadi, Masud Harijani, Nenny Hermin Ratnani Herry Agoes Hermadi Hidanah, Sri Hidayah, Aisyah Shaumanur Artha Hidayat, Irman Hidiyati, Evita Fitrianis Ikhsan, Dilla Amalia Bilqis Ilmi, Laily 'Ulya Nurul Imam R., Tjuk Ishaq, Rizal Maulana Ismudiono Ismudiono, Ismudiono Iwan Sahrial Hamid Jannah, Wiwit Mely Yanti Kadek Rachmawati Khairullah, Aswin Rafif Kholifah, Yayuk Komari, Ana Kusnoto Kusnoto, Kusnoto Listyorini, Linda Lokapirnasari, Widya Paramitha Mafruchati, Maslichah Maghfiroh, Nurutin Tutur Bifatikhatil M Mahardika, Rega Malik, Reza Firsansadaya Maliki, Ibnu Akbar Masruchin Meles, Dewa Ketut Mirni Lamid Moh. Mukri Mufasirin Muhammad Yunus Mujahid Mujahid, Mujahid Mukhtar Hadi Muntoha, Tohir Nasucha, Juli Amalia Netika, Melsa Nidom, Chairul Anwar Nisa, Hanifah Khairun Nugraha, Rama Putra Nusdianto Triakoso Paramita L., Widya Pasang, Gabriel Sampe Prastiya, Ragil Angga Pratama, Hanif Sabekti Pudji Srianto Purnawan, Ahmad Budi Putri, Cindy Ercha Aulia Putri, Natalie Lovena Pramono Raharjo, Dadik Rahmahani, Jola Rahmahima, Bella Amiria Rahmaniabdi, El Roy Achmad Rahmatullah, Aldin Akbar Rahmi Sugihartuti, Rahmi Ratna Damayanti Ratnaningtyas, Nurrohmah Rayhansah, Rina Rebut Rimayanti Rimayanti Risna Y, Dyah Ayu Roro Ristiani, Widya Aulia Riza Zainuddin Ahmad Rizqa Ahmadi, Rizqa Rochmah Kurnijasanti Rosyada, Zulfi Nur Amrina Rosyta, Pegy Royhan Alhak, Maftuh Safitri, Ainun Merta Safitri, Erma - Saputro, Amung Logam Sarmanu, Sarmanu Sauqi, Muhammad Septian H, Fajar Sigit Winarto, Sigit Soeharsono Soeharsono Sri Mulyati Sri Pantja Madyawati, Sri Pantja Suharsono Suharsono Suherni Susilowati Sukmanadi, Mohammad Supriyadi Supriyadi Supriyadi Suwarno Suwarno Suzanita Utama Syarifudin, Ahmad TARZAN PURNOMO Tatik Hernawati Tehupuring, Benjamin Chr Tita Damayanti Lestari Tjuk Imam Restiadi Tri Wahyu Suprayogi Trilas Sardjito Wahyu Setiawan Walfajri Walfajri Wibawati, Prima Ayu Widjiati Widjiati, Widjiati Widya Paramita Lokapirnasari Wildani Hefni Wurlina, W Yahya, Alwi Yuliana, Mia Yunita, Maya Nurwartanti Zayyin Dinana Zuzy Aryanti, Zuzy