p-Index From 2021 - 2026
17.308
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Laa Maisyir Jurnal Ekonomi Islam Jurnal Adabiyah SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Al-Mashrafiyah : Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Perbankan Syariah IQRO: Journal of Islamic Education At-Tawassuth: Jurnal Ekonomi Islam JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Khatulistiwa: Journal of Islamic Studies Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Iqtishoduna: Jurnal Ekonomi Islam Madinah: Jurnal Studi Islam FINANSIA : Jurnal Akuntansi dan Perbankan Syariah BISEI: Jurnal Bisnis dan Ekonomi Islam Abdimas UNWAHAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat UNWAHAS Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business JURNAL EKONOMI SYARIAH Mu'amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Ilmu Manajemen Profitability Jurnal Ilmiah Al-Tsarwah Muttaqien; Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies El-kahfi : Journal of Islamic economics El-Iqtishady TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam (SEBI) Al-I'jaz: Jurnal Studi Al-Qur'an, Falsafah, dan Keislaman Jurnal Ar-Ribh Jurnal Penkomi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi Jurnal Iqtisaduna Al-Buhuts (e-journal) Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan JAMBURA: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN BISNIS Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Islamic Economic and Business Journal Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi Robust: Research of Business and Economics Studies AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam Mutanaqishah: Journal of Islamic Banking Journal of Management and Social Sciences Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Sighat : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Moneta: Jurnal Manajemen & Keuangan Syariah Madani: Multidisciplinary Scientific Journal An Nuqud: Journal of Islamic Economics SAUJANA : Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Syariah Socius: Social Sciences Research Journal JSE: Jurnal Sharia Economica Southeast Asia Journal of Graduate of Islamic Business and Economics Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam IIJSE JEBD Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Journal of Innovative and Creativity Adpebi International Journal of Multidisciplinary Sciences Media Hukum Indonesia (MHI) Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Adpertens ; Jurnal Ekonomi dan Manjemen Jurnal Intelek Insan Cendikia Amsal Al-Qur’an: Jurnal Al-Qur’an dan Hadis Tafaqquh : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Ahwal Syahsiyah Tarbiatuna: Journal of Islamic Education Studies TIJARAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Syariah Multidisciplinary Indonesian Center Journal Andragogia: Journal of Educational Sciences and Islamic Studies Jurnal Cendekia Ilmiah Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi PESHUM LITERA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Al-Qawānīn: Jurnal Ilmu Hukum, Syariah, dan Pengkajian Islam Study of Scientific and Behavioral Management (SSBM) Tilawah: Journal of Al-Qur'an Studies Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Mushaf Journal: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis (MJ) Jurnal Ekonomi dan Bisnis (Jebi) Advances In Education Journal Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan
Claim Missing Document
Check
Articles

Bankruptcy and the Concept of Hiwalah (Debt Transfer) in Islamic Economic Law Khofifah Magfirah; Annisa Fuziyah; Nasrullah Bin Sapa; Darmawati H
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 12 (2026): January
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18136753

Abstract

This study examines the concepts of bankruptcy (al-Ifl?s) and ?iw?lah from the perspective of Islamic economic law. Bankruptcy has become an important issue in modern economic activities when an individual or institution is unable to fulfill its financial obligations, while hiwalah is an instrument in fiqh muamalah that can serve as a solution for debt transfer. The research employs a normative-juridical approach by analyzing evidences from the Qur’an, Hadith, as well as the views of classical and contemporary scholars. The findings show that Islam regulates bankruptcy based on principles of justice and protection for weaker parties without causing injustice to creditors. Meanwhile, huwalah is a sharia-compliant instrument that can be used to lawfully transfer debt obligations under Islamic law while also reducing risk in financial transactions. The implications of this study affirm that the concepts of bankruptcy and hiwalah in Islamic law are not merely classical doctrines but have strong relevance within the modern Islamic economic legal system, including Islamic banking and financial institutions.
Kedudukan Rasm Al-Qur'an dalam Penjagaan Bacaan dan Keseragaman Teks Mushaf Nurchalisa; Nasrullah Bin Sapa; Muhammad Amin Sahib
Al-Qawānīn: Jurnal Ilmu Hukum, Syariah, dan Pengkajian Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Transformasi Hukum Islam dalam Konteks Sosial Kontemporer
Publisher : Pusat Studi Hukum Islam (PSHI) YPI Shafal 'Ulum Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70193/alqawanin.v2i2.07

Abstract

Istilah Rasm al-Qur’an ini diartikan sebagai kaidah-kaidah penulisan dalam penulisan al-Qur’an pada masa khalifah Utsman bin Affan dan para sahabat. Penggunaan rasm al-Qur’an, khususnya rasm ʿUthmānī, memiliki tujuan yang  sangat mendasar dan strategis dalam sejarah penyebaran Al-Qur’an. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga keseragaman, keautentikan, dan kemurnian teks al-Qur’an sehingga setiap salinan al-Qur’an yang dibaca di berbagai wilayah umat Islam tetap konsisten. Ada perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai status hukum rasm al-Qur’an, tetapi sebagian besar sepakat bahwa rasm ʿUthmānī wajib dipertahankan dalam mushaf. Perbedaan muncul terutama terkait apakah rasm itu bersifat wajib dibaca persis seperti tertulis atau hanya sebagai pedoman tulisan bagi qira’at yang sahih. Sebagian ulama menekankan bahwa rasm ʿUthmānī memiliki status hukum yang kuat karena merupakan bentuk resmi mushaf yang ditetapkan oleh Khalifah Utsman bin Affan untuk menjaga keseragaman teks.
Pemikiran Ekonomi Bani Saljuk: Dari Pertanian Ke Perdagangan Internasional Sufiani Zahra; Mukhtar Lutfi; Nasrullah Bin Sapa
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 2 No. 3 (2025): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini mengeksplorasi peran pertanian dan perdagangan internasional pada masa Daulah Bani Saljuk dalam konteks perkembangan ekonomi dan sosial. Pertanian menjadi pilar utama perekonomian dengan penerapan teknik irigasi yang inovatif dan pengelolaan lahan yang efisien, sehingga meningkatkan hasil panen dan ketersediaan pangan. Kebijakan pemerintah yang mendukung sektor pertanian, termasuk pengurangan pajak, mendorong pertumbuhan pasar lokal. Sementara itu, perdagangan internasional berkembang pesat melalui jalur perdagangan strategis yang menghubungkan Timur dan Barat. Berbagai komoditas, seperti rempah-rempah, tekstil, dan barang berharga, diperdagangkan, memperkuat hubungan antarbudaya. Pedagang berperan sebagai penghubung antara berbagai komunitas, menciptakan jaringan yang mendukung pertukaran ide dan teknologi. Penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi antara pertanian dan perdagangan internasional bukan hanya memengaruhi ekonomi, tetapi juga memperkaya aspek sosial dan budaya masyarakat Bani Saljuk.
Proses Sertifikasi Halal di Indonesia dari Perspektif Regulator dan Praktisi Industri Maulana Maulana; Nasrullah Bin Sapa; Mukhtar Galib; Cut Muthiadin
Muttaqien Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies
Publisher : Muttaqien Publishing, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat (P3M) STAI DR. KH.EZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52593/mtq.06.1.01

Abstract

The halal certification process in Indonesia is crucial in meeting the needs of both domestic Muslim consumers and the international market. This study examines the perspectives of regulators and industry practitioners on halal certification in Indonesia, focusing on regulatory complexity, procedural challenges, and market-driven compliance. Using a descriptive qualitative approach, the study identifies key issues, including the overlap of responsibilities among regulatory bodies, the impact of digital transformation, and the importance of government-industry collaboration. Findings reveal that regulatory complexity often creates procedural confusion, hindering compliance. BPJPH’s digital initiatives present opportunities to streamline certification but face accessibility challenges, particularly for SMEs in rural areas. Additionally, strong consumer demand for halal products pressures companies to prioritize halal certification as part of their competitive strategy. This study’s implications suggest a need for an integrated approach in Islamic studies involving religious, policy, and business disciplines to develop a responsive Sharia-based economy. Enhancing collaboration between regulators and industry is critical to support the growth of Indonesia's halal sector and strengthen its position in the global halal market.
Individual Investor Behavior in Sharia-Compliant Stock Investment Decisions on the Indonesia Stock Exchange Ahmad Zikri Dwiatmaja; Rika Dwi Ayu Parmitasari; Nasrullah Bin Sapa
IQTISHODUNA: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 15 No. 1 (2026): April (on progress)
Publisher : Department of Sharia Economics Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Syarifuddin Lumajang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/iqtishoduna.v15i1.3490

Abstract

Sharia-compliant stock investment is increasingly popular, particularly among Generation Z and millennial investors. However, investment decisions are influenced not only by rational considerations, such as fundamental and technical analysis, but also by psychological factors and investor behavior. This study aims to analyze the effects of overconfidence, financial attitude, and risk tolerance on Sharia stock investment decisions on the Indonesia Stock Exchange, with Islamic financial literacy as a moderating variable. This study employs a quantitative approach using a survey method, in which data were collected through questionnaires distributed to Sharia stock investors. The data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) to examine the relationships among variables. The results indicate that overconfidence, financial attitude, and risk tolerance have a positive and significant effect on investment decisions. Islamic financial literacy is found to moderate the relationships between financial attitude and investment decisions, as well as between risk tolerance and investment decisions, but does not moderate the relationship between overconfidence and investment decisions. These findings suggest that a strong understanding of Islamic financial literacy can help mitigate overconfidence bias in investment decision-making, enabling investors to behave more rationally when selecting Sharia-compliant stocks. Therefore, enhancing Islamic financial literacy through education and training is essential to support more prudent decision-making and to help investors avoid high-risk investments
Perkembangan Pranata Ekonomi: Tinjauan Historis Masa Pemerintahan Bani Umayyah Sulfiani Sulfiani; Mukhtar Lutfi; Nasrullah Bin Sapa; Khalizah Lutfia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12166

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan pranata ekonomi pada masa pemerintahan Bani Umayyah melalui perspektif historis-institusional, dengan menelusuri perubahan administrasi, fiskal, moneter, perdagangan, pertanian, dan distribusi kesejahteraan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan kepustakaan. Data sekunder diperoleh dari artikel jurnal, buku ilmiah, prosiding, dan dokumen akademik relevan, terutama terbitan 2021–2025, yang ditelusuri melalui Google Scholar, Crossref, DOAJ, dan Scopus. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi melalui tahapan reduksi, pengelompokan tematik, interpretasi, sintesis, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan pranata ekonomi Bani Umayyah berlangsung secara bertahap. Pada masa Mu'awiyah bin Abi Sufyan, reformasi birokrasi dan pembentukan diwan memperkuat administrasi keuangan negara. Pada masa Abdul Malik bin Marwan, standardisasi dinar dan dirham, arabisasi administrasi, serta penguatan sektor perdagangan dan pertanian meningkatkan kemandirian dan stabilitas ekonomi. Pada masa Umar bin Abdul Aziz, reformasi perpajakan, pengelolaan Baitul Mal, desentralisasi zakat, dan perlindungan terhadap kelompok lemah memperkuat pemerataan kesejahteraan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil membentuk sistem ekonomi yang lebih terorganisasi, adaptif, dan berorientasi pada keadilan sosial. Prinsip transparansi, produktivitas aset, distribusi kekayaan, dan tanggung jawab negara yang berkembang pada periode tersebut tetap relevan sebagai bahan refleksi bagi penguatan tata kelola ekonomi publik kontemporer.
Pemikiran Ekonomi Islam pada Masa Daulah Fatimiyah: Analisis Kebijakan Ekonomi dan Relevansinya terhadap Pengembangan Ekonomi Islam Kontemporer Khaliza Lutfia; Mukhtar Lutfi; Nasrullah Bin Sapa; Musfirah HR
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12171

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran ekonomi Islam pada masa Daulah Fatimiyah serta mengevaluasi relevansi kebijakan ekonominya terhadap pengembangan ekonomi Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan kepustakaan melalui penelaahan artikel ilmiah, buku akademik, dan literatur historis yang membahas kebijakan fiskal, perdagangan, sektor riil, dan pembangunan sumber daya manusia pada periode Fatimiyah. Data dianalisis menggunakan analisis isi melalui tahapan seleksi sumber, pengelompokan tematik, sintesis, dan interpretasi kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi Daulah Fatimiyah ditopang oleh pengelolaan Baitul Mal, optimalisasi zakat, kharaj, jizyah, dan bea perdagangan, pengawasan pasar, pembangunan pelabuhan dan irigasi, penguatan pertanian, serta investasi pendidikan melalui Al-Azhar. Kebijakan tersebut membentuk sistem ekonomi yang menghubungkan penerimaan negara dengan redistribusi kekayaan, penyediaan layanan publik, stabilitas perdagangan, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Prinsip keadilan, kemaslahatan, amanah, akuntabilitas, dan keberlanjutan yang tercermin dalam kebijakan tersebut tetap relevan bagi ekonomi Islam modern. Relevansi tersebut terutama terlihat pada integrasi keuangan publik dengan zakat dan wakaf produktif, penguatan sektor riil dan UMKM, pembangunan infrastruktur, transparansi kelembagaan, serta investasi sumber daya manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman ekonomi Daulah Fatimiyah dapat menjadi sumber pembelajaran historis untuk merancang kebijakan ekonomi Islam yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada maqashid al-syariah, tanpa menyalin bentuk kelembagaannya secara langsung ke dalam konteks negara modern.
Pemikiran Ekonomi Islam Kerajaan di Indonesia Muhammad Imam Dhiya’ul Haq; Mukhtar Lutfi; Nasrullah Bin Sapa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12227

Abstract

Pemikiran ekonomi Islam pada masa kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia merupakan fondasi historis penting bagi pembentukan karakter ekonomi syariah nasional, tetapi pembahasannya masih lebih terbatas dibandingkan kajian ekonomi Islam kontemporer. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan pemikiran ekonomi Islam pada Kerajaan Samudra Pasai, Aceh Darussalam, Demak, Banten, dan Ternate; mengidentifikasi karakteristik kebijakan ekonominya; membandingkan bentuk implementasinya; serta menjelaskan kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi Islam Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh dari artikel ilmiah, buku akademik, prosiding, dan dokumen sejarah yang relevan, kemudian dianalisis melalui reduksi, klasifikasi tematik, interpretasi komparatif, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerajaan-kerajaan tersebut mengintegrasikan prinsip syariah ke dalam pengelolaan perdagangan maritim, kebijakan fiskal, baitul mal, zakat, wakaf, sistem moneter, pengawasan pasar, dan distribusi kesejahteraan. Persamaan utamanya terletak pada orientasi keadilan, kemaslahatan, transparansi, dan tanggung jawab sosial, sedangkan perbedaan penerapannya dipengaruhi oleh kondisi geografis, komoditas utama, struktur politik, serta jaringan perdagangan masing-masing wilayah. Samudra Pasai menonjol dalam sistem moneter dan perdagangan internasional, Aceh dalam pengelolaan fiskal, Demak dalam redistribusi sosial, Banten dalam tata kelola pasar, dan Ternate dalam perdagangan rempah. Sintesis penelitian menghasilkan kerangka integratif yang menghubungkan nilai, kelembagaan, distribusi, dan adaptasi sebagai dasar pengembangan ekonomi Islam Indonesia yang kontekstual. Temuan ini menegaskan bahwa warisan kerajaan tetap relevan sebagai sumber pembelajaran bagi kebijakan ekonomi syariah nasional.
Pemikiran Ekonomi Islam Daulah Mughal dan Relevansinya terhadap Pengembangan Ekonomi Syariah Modern Andi Sompa; Mukhtar Lutfi; Nasrullah Bin Sapa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12281

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran ekonomi Islam pada masa Daulah Mughal serta relevansinya terhadap pengembangan ekonomi syariah modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka dan analisis isi deskriptif-analitis. Data sekunder diperoleh dari artikel ilmiah, buku, prosiding, dan dokumen akademik yang membahas sejarah ekonomi Mughal, kebijakan agraria, fiskal, perdagangan, moneter, serta perkembangan ekonomi Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ekonomi Mughal dibangun melalui pengelolaan agraria zamindari dan jagirdari, reformasi pajak berbasis sistem zabt dan dahsala, pengawasan pasar melalui prinsip hisbah, pelarangan praktik riba dan monopoli, serta standardisasi mata uang logam. Kebijakan tersebut memperkuat kepastian penerimaan negara, melindungi petani kecil, menjaga stabilitas harga, memperluas perdagangan, dan mempertahankan daya beli masyarakat. Keberhasilan tersebut ditopang oleh penerapan nilai ‘adl, maslahah, amanah, transparansi, dan perlindungan terhadap kelompok rentan dalam masyarakat yang majemuk. Secara konseptual, pengalaman Daulah Mughal relevan bagi pengembangan ekonomi syariah modern melalui penguatan tata kelola fiskal, regulasi pasar, integrasi sektor keuangan dengan sektor riil, pengembangan ZISWAF produktif, industri halal, fintech syariah, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance dan Sustainable Development Goals. Temuan ini menegaskan bahwa warisan ekonomi Mughal tidak harus diterapkan secara literal, tetapi direkonstruksi melalui kelembagaan yang adaptif, akuntabel, inklusif, dan berkelanjutan untuk mendukung kemaslahatan publik secara adil dan berkesinambungan.
Pemikiran Ekonomi Islam pada Masa Daulah Mamluk: Analisis Kritis terhadap Konsep Moneter, Inflasi dan Intervensi Pasar Hasma Hasmah; Mukhtar Lutfi; Nasrullah Bin Sapa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12297

Abstract

Daulah Mamluk merupakan fase penting dalam evolusi pemikiran ekonomi Islam karena memperlihatkan pergeseran dari pembahasan fikih muamalah yang normatif menuju analisis ekonomi yang lebih positif, empiris, dan berorientasi makro. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kritis perkembangan pemikiran ekonomi Islam pada masa Daulah Mamluk dengan menelaah konsep mekanisme pasar, kebijakan moneter, inflasi, serta intervensi negara yang dikembangkan oleh Ibnu Taimiyah dan Al-Maqrizi. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan dengan pendekatan historis-konseptual. Data diperoleh dari karya primer dan berbagai literatur sekunder yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi dan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakstabilan politik, gangguan produksi dan perdagangan, korupsi administratif, beban perpajakan, serta devaluasi akibat peredaran mata uang tembaga atau fulus secara berlebihan menjadi latar penting lahirnya pemikiran ekonomi yang progresif. Ibnu Taimiyah menjelaskan pembentukan harga melalui interaksi permintaan dan penawaran, konsep harga adil atau thaman al-mithl, serta legitimasi intervensi pemerintah melalui lembaga Hisbah ketika terjadi distorsi pasar. Al-Maqrizi mengembangkan klasifikasi natural inflation dan human error inflation serta menegaskan hubungan antara inflasi, kebijakan moneter, dan kualitas tata kelola pemerintahan. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pemikiran ekonomi pada masa Daulah Mamluk memberikan dasar konseptual yang relevan bagi pengembangan ekonomi syariah kontemporer, terutama dalam menjaga stabilitas harga, mengendalikan jumlah uang beredar, memperkuat pengawasan pasar, dan mewujudkan tata kelola ekonomi yang adil serta akuntabel.
Co-Authors - Trimulato, - A. Ika Fahrika AA Sudharmawan, AA Abd. Hafid Abdi Widjaja Abdi Wijaya, Abdi Abdul Chadjib Halik Abdul Husain Natsir Abdul Rizal, Abdul Abdul Wahab Abdul Wahid Haddade Adriani Affandi, Ahmad Zulkifli AGUS AGUS Ahmad Sandi Ahmad Zikri Dwiatmaja Aisyah Aisyah Aisyah Aisyah Alda Septiana Ali Ambo Asse Amir, Andi Muhammad Nur Atma Amiruddin K Amiruddin, Muhammad Majdy Andhini Putri Novianti Andi Intan Cahyani Andi Sompa Andi Wawan Mulyawan Anisa Utami Novianty Anisa Utami Novianty Annisa Fuziyah Anugrah Arif Mashuri Arsyadi, Baso Asriadi Arifin Adi Asyraf Mustamin Atika, Atika Rizki Azwar, Azwar Bakti, Andi Adi Prabowo Putra Baso Arsyadi Baso R Basse, Rahman Ambo Caya, Rosdiyana Chairunnisa Chairunnisa Cut Muthiadin Cut Muthiadin Cut Mutiadin Cut Mutihiadin Darmawati H Darmawati H, Darmawati Darmawati Hanafi DARYANTI DARYANTI Dedi Susanto Devy Wulandari Devy Wulandari Devy Wulandari Dian Sari Dliyauddin, Dliyauddin Eka Febrianti, Eka Erniawati, Erniawati Ervina Hijrah Nirwana Fasiha Fasiha Fatimah, Emi Sri Rahayu Fatmawati Fatmawati Fatur Baldan Haramain Fitri, Nurul Amalia Fitriah Ningsih, Fitriah Fitriani Fitriani Gunawan Gunawan H, Herianti H. Muhtar Lutfi Habibi Habibi Habibi Habibi HAERIANTI HERIANTI Halik, Abdul Chadjib Halima Basri Halima Basri Halimah B Halimah Basri Hamzah, Muh. Nasir Hannanong, Ismail Harni Hasbiullah Hasbiullah, Hasbiullah Hasma Hasmah Hasyim Haddade Heri Irawan Heri Iswandi Herman, M. Aras Husain, Muhammad Zakir I Nyoman, Budiono Ihwan Wahid Minu Ikhsan, Muh Ikram, Abdi Dzul Jalal Indradewa, Rhian Irwan Misbach Irwan Misbach Ismawati Ismawati Jailuddin, Syuaib Jamaluddin Jamaluddin Majid Jamaluddin Majid Jayawarsa, A.A. Ketut Jumriani J Kamaruddin Kamaruddin Kamaruddin Kartika Khaliza Lutfia Khalizah Lutfia Khofifah Magfirah Kholid Albar Kurnaemi Anita Lince Bulutoding M Yusuf K Mardiah, Nur Ainun Marwah, Andi Maulana Maulana Maulana Maulana Maulana Maulana, Maulana Mirnawati Mirnawati Misbahuddin Misbahuddin Misbahuddin Misbahuddin Mohamad Subli Muaz Dhiyaulhaq Imran Mubasysyyratul Ummah Sapsuha Muh. Sa’ad Said Muh. Samsunar Muh. Samsunar Muhamad, Mar’ie Muhammad Affandi AR Muhammad Afief Mubayyin Muhammad Afif Muhammad Afif Qubais Muhammad Amin Sahib Muhammad Amin Sahib Muhammad Amin Sahib Muhammad Amin Sahib, Muhammad Amin Sahib Muhammad Awaluddin, Muhammad Muhammad Fadel Muhammad Ilham Muhammad Ilham Muhammad Imam Dhiya’ul Haq Muhammad Imran Muhammad Jumaidi Pamalingan Muhammad, Nurcholis Muhlis Masin Muhlis Muhlis MUHTAR LUTFI Mujahidin Mujahidin Mukhtar Galib Mukhtar Galib Mukhtar Lutfi Mukhtar Lutfi Muntu, Andi Tenri Sri Murtiadi Awaluddin Musfirah HR Muslimin Kara Mustakim Muchlis Nafisya, Zahwah Aulia Nur Annisa Nur Haslin, Muh Ilham Nuraulia Aco Dahrul Nurbaeti Nurchalisa Nurfakhruddin Al Mubarak Nurhidayah Nurhidayah Nurhidayat Nurhidayat Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurul Magfiratullah Putri Ayu Ramadhani R, Randy Rachma Febriyanti Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahman Ambo Masse Rahman R., Abd. Rahmawati, Rahmawati Ramdhani ilham, Rizky Amaliyah Ramlah Ramlah Ramlah Ramlah Ramlah Rasnawati Rika Dwi Ayu Parmitasari Rizki Rahim Rizky Amaliyah Rizky Amaliyah Rosmila Rostinawati Manaf Sabili, Sabili Sahrul Gunawan Saiful Muchlis Samsul Samsul Sapinah Sastri Ayu Wiranitania Selmiana Salam Siradjuddin Sitti Aisya Solly Aryza Sri Wahyuni St Hafsah Umar Sudarmi Sudarmi Sudarmi Sudarmi Sudirman Sufiani Zahra Sufiani Zahra Sulfiani Sulfiani Sumarlin Sumarlin Sumarni S Supriadi Syaharuddin Syaharuddin Syaharuddin Syahruddin Kadir Syam, Agus Syamsul Bahri Syamsurianto, Syamsurianto Syarif As'ad, Muhammad Syarif, Magfira Syaripuddin Syaripuddin Syatar, Abdul Tarmizi Tarmizi Tarmizi Tarmizi Tengku Riza Zarzani N Titin Hardianti Titin Hardianti Titin Hardianti Trisno Wardy Putra Umar Sulaiman Wulandari, Devy Zulfa Amani Zulika Zulika Zulkifli