p-Index From 2021 - 2026
7.189
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Journal of Nutrition and Health KAPAL Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan JURNAL GIZI INDONESIA Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi UG Journal Prosiding PESAT Journal of Nutrition College Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia TARBAWIYAH JURNAL TAPIS LINK Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia Jurnal Kependidikan Media EDUKASI: Jurnal Pendidikan Islam TERAS Jurnal Riset Gizi Buletin Keslingmas Jurnal Ilmiah Administrasi Publik (JI@P) Jurnal Dimensi Jurnal Tadris Kimiya MESIN Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Jurnal Komtika (Komputasi dan Informatika) Journal of Community Services and Engagement Journal of Applied Food Technology Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Amerta Nutrition Jurnal Arsitektur ZONASI Acintya Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan International Journal of Active Learning Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Canrea Journal: Food Technology, Nutritions, and Culinary Journal PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN JOURNAL OF INFORMATION SYSTEM RESEARCH (JOSH) Medium : Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Applied Research and Smart Technology (ARSTech) Jurnal Komposit : Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik Sipil Community Empowerment Diversity: Disease Preventive of Research Integrity Narra J JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Nutrisia Asalibuna Sports Medicine Curiosity Journal Balance : Media Informasi Akuntansi dan Keuangan Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Jurnal Riset Gizi Journal of Innovative and Creativity SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur Innovation, Technology, and Entrepreneurship Journal Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jurnal Info Kesehatan Journal of Creativity Student Jurnal Komtika (Komputasi dan Informatika) Tapis : Jurnal Penelitian Ilmiah
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN STATUS GIZI DAN ASUPAN BESI DAN SENG TERHADAP FUNGSI MOTORIK ANAK USIA 2-5 TAHUN ARDIARIA, MARTHA; NURYANTO, NURYANTO
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 2, No 2 (2014): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.114 KB) | DOI: 10.14710/jnh.2.2.2014.%p

Abstract

Background: Motoric development is one of crucial step throughout the life cycle. Any disturbances in this step leads to growth and development abnormality. Variables controls the child?s motoric development are nutritional status, iron and zinc intake. This study aims to assess the correlation of nutritional status, iron and zinc intake with the motoric function among children. Method: This study is a part of the bigger study titled The Effect of Zink Supplementation and Vitamin A to Immune Response and Morbidity among Preschool-aged children in Semarang. Study design iscross sectionalwith purposive sampling. Data depicted anthropometric nutritional status, iron and zinc intake through Food Frequency Quantifiedand motoric function score based on the standard of Ministry of Health. Data analysis used the Pearson test and Rank Spearmanfor normality. Result:The lowest and highest motoric function was 11 and 100% respectively. The average nutritional status showed in Z score was?1,60 ± 1,10 (mild malnutrition), Height/Age index -1,86 ± 0,97 (mild malnutrition) andWeight/Height -0,60 ± 1,09 (normal). There was no correlation between nutritional status and motoric function. Iron and zinc adequacy were below the standard, 79,1% and 94,5% respectively. There was a positive correlation between iron intake and motoric function (r: 0,309; p: 0,003) and so were the zinc intake (r: 0,284; p: 0,006). Conclusion:There is a correlation between the iron, zinc intake and motoric function among children Key word:Nutritional satus, iron intake, zinc intake, child?s motoric function 
HUBUNGAN LINGKAR PINGGANG, ASUPAN ZAT GIZI, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEPADATAN TULANG PADA WANITA USIA 30-50 TAHUN Novarinda, Zenita; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.493 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i1.8625

Abstract

LatarBelakang : Prevalensi obesitas sentral pada wanita di Indonesia semakin meningkat. Wanita diketahui memiliki risiko osteoporosis yang tinggi dibanding laki-laki. Lingkar pinggang, asupan zat gizi,dan aktivitas fisik adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kepadatan tulang. Lingkar pingang merupakan indikator dari obesitas sentral. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lingkar pinggang, asupan zat gizi, dan aktivitas fisik dengan kepadatan tulang pada wanita usia 30-50 tahun.Metode :Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Bulustalan dan Sampangan Semarang pada bulan Agustus dan September 2014. Desain penelitian cross-sectional dengan subyek 44 wanita usia 30-50 tahun. Data yang diambil adalah data lingkar pinggang, asupan protein, kalsium, vitamin D, tingkat aktivitas fisik, dan kepadatan tulang. Analisis bivariat dengan uji rank Spearman dan uji Pearson. Analisis multivariat menggunakan uji regresi linier ganda.Hasil : Terdapat 36.4 % subyek yang mengalami osteopenia. Rata-rata aktivitas fisik subyek dalam kategori sedang (996.82 MET.menit/minggu). Rerata tingkat kecukupan protein, kalsium, dan vitamin D yaitu 86.50%, 50.60%, dan 28.37% dari kebutuhan. Vitamin D dan aktivitas fisik tidak berhubungan dengan kepadatan tulang (p>0,05). Terdapat hubungan bermakna antara lingkar pinggang (p=0.026), asupan protein (p=0.046), dan kalsium (p=0.038) dengan kepadatan tulang (p<0.05). Pada analisis regresi linier ganda, asupan kalsium memberi pengaruh paling besar terhadap kepadatan tulang.Kesimpulan : Terdapat hubungan negatif yang bermakna antara lingkar pinggang dengan kepadatan tulang dan hubungan positif yang bermakna antara asupan protein dan kalsium dengan kepadatan tulang. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asupan vitamin D dan aktivitas fisik dengan kepadatan tulang.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 1-3 TAHUN (STUDI DI DESA MENDURAN KECAMATAN BRATI KABUPATEN GROBOGAN) Vaozia, Syifa; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 5, No 4 (2016): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.965 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i4.16426

Abstract

Latar Belakang: Kejadian anak stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang belum terselesaikan. Prevalensi anak stunting di Kabupaten Grobogan cukup tinggi yaitu sebesar 31,1%. Tujuan penelitian untuk menentukan faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 1-3 tahun di Desa Menduran Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan.Metode: Penelitian observasional dengan desain kasus kontrol pada anak usia 1-3 tahun di Desa Menduran Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan. Jumlah sampel meliputi 36 kasus dan 36 kontrol. Status anak gizi stunting dikategorikan berdasarkan tinggi badan menurut umur dengan z-score (<-2SD). Data tinggi badan diukur dengan menggunakan microtoise. Data identitas subjek dan responden, riwayat BBLR, riwayat ASI ekslusif, dan pendidikan ibu diperoleh dengan wawancara dan kuesioner. Data asupan didapat dari recall 3x24 jam. Analisis data dilakukan dengan uji Chi Square.Hasil: Berdasarkan hasil analisis yang merupakan faktor risiko adalah asupan protein (OR=1,71,95%CI:1,30-2,26) dan asupan seng (OR=1,29, 95%CI:1,08-1,53). Sedangkan riwayat BBLR, riwayat ASI ekslusif, asupan energi dan tingkat pendidikan ibu bukan merupakan faktor risiko.Simpulan: Asupan protein dan seng merupakan faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 1-3 tahun di Desa Menduran Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Hubungan usia ibu menikah dini dengan status gizi Balita di Kabupaten Temanggung Khusna, Nur Atmilati; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 6, No 1 (2017): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.796 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i1.16885

Abstract

Latar Belakang : Pernikahan dini (menikah >18 tahun) dapat berpengaruh pada status gizi anak yang dilahirkan. Ibu yang menikah pada usia dini, berisiko memiliki anak berstatus gizi pendek, gizi kurus dan gizi buruk.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia ibu menikah dini dengan status gizi batita di Kabupaten Temanggung.Metode :  Penelitian ini termasuk penelitian observasi dengan desain cross-sectional pada 72 anak yang berusia 0-2 tahun dari ibu yang menikah dini dan dipilih secara consecutive sampling. Ibu dikatakan menikah dini jika usia ibu saat menikah <18 tahun. Status gizi batita diperoleh dari z-score PB/U dan  BB/U menggunakan baku antropometri WHO 2005. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rerata usia ibu saat menikah dini adalah 15,9±0,98 tahun, sedangkan rerata usia batitanya saat ini 10,4±7,16 bulan. Persentase anak pendek pada kelompok usia ibu yang menikah dini saat berusia 14-15 tahun sebesar 43,5% dan pada kelompok yang menikah saat usia 16-17 tahun sebesar 22,4%. Persentase anak gizi kurang pada kelompok usia ibu yang menikah dini saat berusia 14-15 tahun adalah 17,4%, sedangkan pada  kelompok yang menikah saat usia 16-17 tahun sebesar 14,3%. Hal tersebut menunjukkan adanya kecenderungan semakin dini usia nikah ibu, semakin meningkat persentase anak pendek, tetapi secara statistik tidak berhubungan (p=0,067). Begitupula dengan gizi kurang yang juga terdapat kecenderungan semakin dini usia nikah ibu, semakin meningkat persentase gizi kurang, dan secara statistik juga tidak berhubungan (p=0,736).Kesimpulan : Terdapat kecenderungan semakin dini usia ibu menikah, semakin meningkat persentase anak pendek dan gizi kurang, tetapi secara statistik tidak ada hubungan antara usia ibu menikah dini dengan status gizi batita di Kabupaten Temanggung.
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN, ZAT BESI, VITAMIN C DAN SENG DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA BALITA STUNTING Roziqo, Ikhfina Oktokenia; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 5, No 4 (2016): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.162 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i4.16453

Abstract

Latar belakang : Anemia merupakan salah satu penyakit penyerta pada balita stunting. Kejadian anemia dapat diketahui berdasarkan kadar hemoglobin darah (Hb). Zat besi merupakan faktor penyebab utama terjadinya anemia. Namun, pada kenyataannya anemia dapat disebabkan karena asupan zat gizi lain seperti protein, vitamin C dan seng.Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain cross-sectional pada 20 balita berusia 24 – 59 bulan di Kelurahan Jangli. Kadar Hemoglobin (Hb) diperoleh dari analisis dengan metode cyanmethaemoglobin. Kadar Hb <11g/dL dinyatakan sebagai anemia pada balita. Data stunting diperoleh menggunakan standar prosedur antropometri. Data asupan zat besi, protein vitamin C dan seng diperoleh melalui metode Semi Quantitative-Foof Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan produk moment korelasi tes (Pearson test) dengan mempertimbangkan norrmalitas data.Hasil : Rerata kadar hemoglobin sebesar 11,27±0,22 g/dL. Rerata asupan protein sebesar 27,10±2,57 gr, zat besi 3,8±0,95 mg, vitamin C 15,96±8,07 mg, seng 2,88±0,30 mg. Terdapat hubungan antara asupan protein dengan kadar hemoglobin pada balita stunting (r=0,499, p-0,025). Sedangkan asupan zat besi, vitamin C, dan seng tidak terdapat hubungan dengan kadar hemoglobin pada balita stunting (p>0,05).Simpulan : Terdapat hubungan antara asupan protein dengan kadar hemoglobin pada balita stunting. Sedangkan asupan zat besi, vitamin C, dan seng tidak terdapat hubungan dengan kadar hemoglobin pada balita stunting (p>0,05).
PERAN PETUGAS KESEHATAN TERHADAP KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Sabati, Maryasti Rambu; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.686 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10158

Abstract

Latar Belakang: Salah satu unsur yang berperan dalam percepatan pembangunan kesehatan adalah tenaga kesehatan yang bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan di masyarakat. Pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan atau makanan lain. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui peran petugas kesehatan terhadap keberhasilan pemberian ASI Eksklusif di wilayah Puskesmas Sekaran Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang digunakan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan tentang peran Petugas Kesehatan terhadap keberhasilan pemberian ASI Eksklusif. Penelitian dilakukan di Wilayah Puskesmas Sekaran Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa Petugas Kesehatan memberikan dampak positif kepada ibu-ibu menyusui yang melakukan ASI secara Eksklusif. Semua responden berhasil melakukan ASI Eksklusif kepada bayi usia 6-12 bulan. Petugas kesehatan tidak hanya memberikan penyuluhan ASI Eksklusif saja, tetapi penyuluhan lain seperti penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini dan penyuluhan KB. Simpulan: Peran Petugas Kesehatan di Wilayah Puskesmas Sekaran, sangat berperan penting dalam keberhasilan pemberian ASI Eksklusif. Perlu diadakan penelitian yang mendalam untuk mendapatkan strategi terbaik guna meningkatkan pencapaian pemberian ASI Eksklusif.
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, PROTEIN, SENG, DAN KEJADIAN INFEKSI KECACINGAN STATUS GIZI ANAK UMUR 12-36 BULAN Febrindari, Ayu Puspita; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 5, No 4 (2016): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.82 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i4.16435

Abstract

Latar Belakang: Faktor penyebab langsung masalah status gizi anak berupa asupan makan dan infeksi. Asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan akan mengganggu status gizi. Adanya infeksi dapat menyebabkan malabsorpsi, turunnya nafsu makan, dan meningkatnya kebutuhan zat gizi sehingga dapat mengganggu status gizi. Penelitian dilakukan untuk melihat pengaruh faktor asupan makan dan infeksi kecacingan terhadap status gizi balita 12-36 bulan di Desa Menduran, Grobogan.Metode: Penelitian cross-sectional dilakukan pada 53 anak umur 12-36 bulan di Desa Menduran, Grobogan. Data asupan makan didapat dengan metode recall. Infeksi kecacingan didapat dari tes telur cacing pada feses dengan metode direct smear. Status gizi dilihat dengan menghitung z-skor panjang/tinggi badan menurut umur (TB/U atau PB/U) dan berat badan menurut panjang/tinggi badan (BB/TB atau BB/PB). Uji statistik menggunakan uji Rank Spearman.Hasil: Semua subjek 100% tidak terinfeksi kecacingan. Asupan energi tidak memiliki hubungan dengan z-skor TB/U atau PB/U dan z-skor BB/TB atau BB/PB (p>0,05). Asupan protein memiliki hubungan dengan z-skor BB/TB atau BB/PB (r=0,331, p=0,015). Asupan seng memliki hubungan dengan z-skor TB/U atau PB/U (r=0,272, p=0,049) dan z-skor BB/TB atau BB/PB (r=0,327, p=0,017).Kesimpulan: Infeksi kecaingan tidak ditemukan pada penelitian ini. Terdapat hubungan positif antara asupan protein dan z-skor BB/TB atau BB/PB. Terdapat hubungan positif antara asupan seng dengan z-skor TB/U atau PB/U dan z-skor BB/TB atau BB/PB. 
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP GIZI DENGAN PERILAKU MAKAN DARI LUAR RUMAH PADA REMAJA DI KOTA SURAKARTA Setyawan, Fajar; Panunggal, Binar; Nuryanto, Nuryanto; Syauqy, Ahmad; Rahadiyanti, Ayu
Journal of Nutrition College Vol 8, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.895 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i4.25832

Abstract

Latar Belakang: Perilaku makan dari luar rumah meningkat pada periode remaja dan perilaku ini sering dikaitkan dengan obesitas. Pada derajat tertentu pengetahuan dan sikap merupakan faktor yang berpengaruh terhadap perilaku makan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pengetahuan, sikap, dengan perilaku makan dari luar rumah pada remaja.Metode: Penelitian ­cross-sectional dilakukan pada 262 subjek remaja berusia 15-17 tahun di SMAN 3 Surakarta yang dipilih secara acak. Data pengetahuan, sikap, dan perilaku makan remaja diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji Rank Spearman dan Uji U Mann-Whitney.Hasil: Sebanyak 61% subjek memiliki tingkat pengetahuan gizi sedang dan 13% subjek tergolong memiliki tingkat pengetahuan gizi tinggi. Subjek memiliki nilai median 5,3 dari 7 skala likert untuk motivasi makan sehat. Median frekuensi makan dari luar rumah subjek sebanyak 8 kali dalam seminggu terakhir. Ada hubungan antara sikap motivasi makan sehat (= -0,131, p=0,034), uang jajan (=0,166, p=0,007), dan lama di luar rumah ketika hari libur (=-0,215, p=0,000) dengan frekuensi makan dari luar rumah. Ada beda signifikan (p=0,016) frekuensi makan dari luar rumah antara laki-laki dan perempuan.Simpulan: Terdapat korelasi negatif antara sikap motivasi makan sehat dengan frekuensi makan dari luar rumah. Ada korelasi positif lama di luar rumah ketika hari libur dan uang jajan dengan frekuensi makan dari luar rumah. Ada beda frekuensi makan dari luar rumah antara laki-laki dan perempuan.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-24 BULAN (Studi di Kecamatan Semarang Timur) Al-Anshori, Husein; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 2, No 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v2i4.3830

Abstract

Latar Belakang : Stunting merupakan gangguan pertumbuhan karena malnutrisi kronis, yang ditunjukkan dengan nilai z-score panjang badan menurut umur (PB/U) kurang dari -2 SD. Anak 12–24 bulan sangat rentan terjadi masalah gizi stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian stunting.Metode : Penelitian observasional dengan desain case-control dan subjek adalah anak usia 12-24 bulan di Kecamatan Semarang Timur. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling, 36 subjek untuk tiap kelompok. Derajat stunting dinyatakan dengan z-score ­PB/U. Data identitas subjek dan responden, riwayat ASI eksklusif, pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, pendapatan keluarga dan riwayat penyakit infeksi diperoleh melalui kuesioner. Data asupan zat gizi  diperoleh melalui food recall  24 jam selama 2 hari tidak berurutan. Analisis menggunakan metode Chi Square dengan melihat Odds Ratio (OR) dan multivariat dengan regresi logistik ganda.Hasil : Faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 12–24 bulan adalah status ekonomi keluarga rendah (OR= 11.769; p= 0.006; CI 1.401 – 98.853), riwayat ISPA (OR= 4.043; p= 0.023; CI 1.154 – 14.164), dan asupan protein kurang (OR = 11.769; p = 0.006; CI 1.401 – 98.853). Riwayat pemberian ASI eksklusif, pendidikan orang tua, riwayat diare, asupan energi, lemak, karbohidrat, seng dan kalsium bukan merupakan faktor risiko kejadian stunting.Kesimpulan : Status ekonomi rendah, riwayat ISPA, dan asupan protein kurang merupakan faktor risiko yang bermakna pada kejadian stunting anak usia 12-24 bulan.
Pola asuh pemberian makan pada bayi stunting usia 6-12 bulan di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur Loya, Risani Rambu Podu; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 6, No 1 (2017): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.335 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i1.16897

Abstract

Latar belakang;Pola asuh pemberian makan merupakan kemampuan orangtua dan keluarga untuk menyediakan waktu, perhatian dan dukungan dalam memberikan makanan kepada anaknya.Stunting adalah masalah gizi yang terjadi sebagai akibat dari kekurangan zat gizi dalam kurun waktu yang cukup lama.Menurut WHO Child Growth Standart stunting didasarkan pada indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) atau tinggi badan dibanding umur (TB/U) dengan batas (z-score) kurang dari -2 SD.Metode ;Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain penelitian crosssectional menggunakan pendekatan studi kualitatif. Penelitian dilakukan di Kecamatan Katiku Tana Selatan di wilayah kerja puskesmas Malinjak.Pengambilan subyek menggunakan metode purposive sampling.Penentuan subyek sesuai dengan kriteria inklusi dan di dapatkan sejumlah 4 subyek berumur 6 bulan hingga 10 bulan. Analisis data yang dilakukan adalah analisis kualitatif yang disajikan berdasarkan data yang telah dikumpulkan kemudian disimpulkan.Hasil penelitian ;Pola asuh pemberian makan kepada balita stunting tidak sesuai dengan kebutuhan gizi subyek. Praktik pemberian ASI yang tidak ekslusif, pemberian MP – ASI yang terlalu dini pada subyek sebelum 6 bulan. Jenis MP – ASI yang tidak variatif, frekuensi pemberian makan yang tidak sesuai dengan anjuran DEPKES. Rendahnya pengetahuan ibu mengenai pola asuh pemberian makan pada balita adalah faktor ketidaksesuaian pemberian ASI dan pemberian MP – ASI kepada subyek penelitian.Kesimpulan ; Pola asuh pemberian makan pada balita usia 6 – 12 bulan yang salah berpotensi menyebabkan terjadinya stunting.
Co-Authors Acep Hidayat Adhimah, Ayu Fauziyyah Adriyan Pramono Ahmad Faisal Ahmad Shokibi, Ahmad Ahmad Syauqy Akifah, Adzro'ul Akimi, Akimi Albahi, Naufal Hanif Alifa, Fariha Anak Agung Gede Sugianthara Anang, Mohamad Anang Firdaus Andi Widiyanto Ani Margawati Anisyah, Rizky Siti Anjani, Gemala Annas, Annisa Nuraisyah Ardiansyah, Fikri Iqbaal Arif Mustofa Arifin, Ria Arista, Farida Aryu Candra Asnawi Lubis Asri Subarjati, Asri Aulia, Nurhanna Putri Auliya Burhanuddin Ayu Rahadiyanti Ayustaningwarno , Fitriyono Bahri bahri Bida, Yance Binar Panunggal Budi Setiyastuti Chairunnisa, Otty Chandra, Aryu Christa Dian Pratiwi Danang Wahyu Widodo Danar Putra Pamungkas, Danar Putra Darsanto, Darsanto Daryono Daryono, Daryono Dayo, Falahi Deny Yudi Fitranti Dewantara, Jihad Mukti Dewi Marfu’ah Kurniawati Dewisita, Nurprastia Amanda Dewisita, Nurprastia Amanda Diana Nur Afifah, Diana Nur Dina Kurniawati Dwidayati, Kunthi Herma Edi Sukirman Effendy, Khasan Ega Julia Fajarsari Ekowati Chasanah Ekowati Retnaningsih Endang Susilaningsih Endang Yuli Purwani, Endang Yuli Endrinikapoulos, Ariana Enny Probosari Eram Tunggul Pawenang Etika Ratna Noer Evi Widowati Fadhila, Farah Rosyihana Fala, Etika Nurul Fauzi Rahmanullah Febrindari, Ayu Puspita Feril Hariati Fertilita, Soilia Fillah Fithra Dieny Fitriana Yuliastuti Fitriyono Ayustaningwarno Gandhi Sutjahjo Gaputra, Agara D Ginting, Ignasia Agatha Br Habibie, Maeliana Hamidi Hamidi Hana Yuwan Kartikasari Harjono Harjono Hartanti Sandi Wijayanti Hasani, Rofi Abul Hasibuan, Sofyan Sauri Heni Lutfiyati, Heni Hertanto Wahyu Subagio Hidayati, Ulfah Nur Hisanah, Raniah Hosnawati, Hosnawati Husein Al-Anshori Ihat Hatimah Ilham Fajri, Ilham Indrawati, Dwi Rizki Jamiatul Akmal Jauziyah, Shofi Juliyana, Juliyana K, Yudhistira Kamal, Muhammad Jamaludin Kamal, Muhammad Jamaludin Kamila, Annida Dini Karina S, Else Kartiwi, Ari Kasmui -, Kasmui Khoirunnisa, Novia Tri Khusna, Nur Atmilati Kobandaha, Firmansah Kukuh Eka Kusuma Kurnia Yustiana Kurniangga, Diananda Rizki Kurniasari, Isnaini Hijriyah Kusmanto, Harjito Kusumarini, Euis Lagiono Lagiono, Lagiono Laila, Sulaiman Larasti, Veny Linda Apriaty, Linda Loya, Risani Rambu Podu Lucy Yosita Lukman, Sampara Ma'ruf, Fauzan Mahendra, Dwiki Mahendra, Yonny Danies Mahendra, Yonny Danies Maria Mexitalia Marisa Marisa MARTHA ARDIARIA Maryani, Sri Maryasti Rambu Sabati, Maryasti Rambu Maulana, Muhammad Rifki Mawarni, Resti Miftahul Jannah Mira Dian Naufalina Mokhamad Syaom Barliana Muhamad Ramdan, Muhamad Muhamad Yunus Mukhtar Hanafi Murbangun Nuswowati Murti, Adam Wisnu Muzakar, Muzakar Nasril, Nasril Niken Puruhita Ninik Rustanti Nisa, Lainatin Nissa, Choirun Noor Eddy, Noor Novitha, Irni Novri Tanti, Novri Novriadhy, Dian Nugrahani, Fanny Nugraheni, Dini Nugroho Agung Prabowo Nur Ahmad Habibi Nur Kholis Nurkomala, Siti Nurul Fadhilah Oom Komalasari Pamungkas, Gilang Rayiputra Pardomuan Robinson Sihombing Parwito Parwito, Parwito Podojoyo, Podojoyo Prabewi, Nur Prabowo, Hadi Prastiyani, Lien Meilya Muriasti Purnomo, Bayu Chondro Puspitasari, Vanny Puteri P, Pradipta Putri, Elsa Amelia Rachma Purwanti Rahayu, Tiara Fuzi Raihana, Raihana Ramadhan, Rahmawati Ramadhan, Wildan Reni Oktarina Renty Anugerah Mahaji Puteri Resti, Nina Riskha Mardiana Rizki, Anisa Robi Andoyo Rochanah, Rochanah Roziqo, Ikhfina Oktokenia Rudijanto, Hari S. Sugiharto Samsuri Samsuri Sapta, Chaerul Dwi Saputra, Dani Sari, Dini Dewi Purnama Sari, Mega Puspita Setyawan, Fajar Setyoasih, Sri Sharif, Aisyah Mohamad Sidhin, Syaharani Siti Fatimah Muis Solehah, Nisa Zumrotus Sri Langgeng Ratnasari Sri Susilogati Sumarti Sri Wulandari Suhandy Siswoyo Sumaryanto Sumaryanto, Sumaryanto Sundari, Ermawati Suparmin Suparmin Suprapti Suprapti Suprobo, Imam Suprobo, Imam Susyani, Susyani Syaja'ah, Siti Kholifah Teguh Widiyanto, Teguh Tsani, A. Fahmy Arif Tyas Setiyo Yuniarti Ulfa, Viny Rosaliana Umar Faruq, Umar Faruq Vaozia, Syifa Wardani, Aulia Kusuma Wawan Kurniawan Wibowo, Yudi Widya Hary Cahyati Wildana, Maula Najikh Winarso, Widyo Yesi, Desri Yudianto, Peri Yulianto Yulianto Yuyun, Yuyun Zunairoh Zahro, Ainu Ilmiatuz Zenita Novarinda, Zenita Zhu, Fan