p-Index From 2021 - 2026
7.189
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Journal of Nutrition and Health KAPAL Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan JURNAL GIZI INDONESIA Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi UG Journal Prosiding PESAT Journal of Nutrition College Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia TARBAWIYAH JURNAL TAPIS LINK Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia Jurnal Kependidikan Media EDUKASI: Jurnal Pendidikan Islam TERAS Jurnal Riset Gizi Buletin Keslingmas Jurnal Ilmiah Administrasi Publik (JI@P) Jurnal Dimensi Jurnal Tadris Kimiya MESIN Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Jurnal Komtika (Komputasi dan Informatika) Journal of Community Services and Engagement Journal of Applied Food Technology Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Amerta Nutrition Jurnal Arsitektur ZONASI Acintya Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan International Journal of Active Learning Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Canrea Journal: Food Technology, Nutritions, and Culinary Journal PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN JOURNAL OF INFORMATION SYSTEM RESEARCH (JOSH) Medium : Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Applied Research and Smart Technology (ARSTech) Jurnal Komposit : Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik Sipil Community Empowerment Diversity: Disease Preventive of Research Integrity Narra J JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Co-Value : Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan Nutrisia Asalibuna Sports Medicine Curiosity Journal Balance : Media Informasi Akuntansi dan Keuangan Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Jurnal Riset Gizi Journal of Innovative and Creativity SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur Innovation, Technology, and Entrepreneurship Journal Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jurnal Info Kesehatan Journal of Creativity Student Jurnal Komtika (Komputasi dan Informatika) Tapis : Jurnal Penelitian Ilmiah
Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Konsumsi Asam Lemak Trans di Pedesaan Ulfa, Viny Rosaliana; Subagio, Hertanto Wahyu; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 6, No 3 (2017): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.412 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i3.16912

Abstract

Latar Belakang: Perubahan gaya hidup seperti konsumsi asam lemak trans terutama di pedesaan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk melihat konsumsi asam lemak trans di pedesaan.Metode: Penelitian deskriptif semi-kualitatif dilakukan di Desa Watuagung dengan 68 sampel ibu rumah tangga usia 30-55 tahun yang diambil secara cluster sampling. Asam lemak trans diukur dengan FFQ semi-kuantitatif, dihitung dalam persentase asam lemak trans dari total energi dan dibandingkan dengan rekomendasi WHO 2008. Analisis data menggunakan uji statistik deskriptif.Hasil: Rerata konsumsi asam lemak trans sebesar 0,38±0,3% dari total energi. Kelompok asam lemak trans yang sering di konsumsi adalah olahan gorengan 0,27% dari total energi dengan frekuensi  konsumsi 1-4 kali/minggu (78%). Sumber asam lemak trans yang paling banyak tersedia adalah kelompok olahan gorengan (6-8 jenis). Pengetahuan asam lemak trans dalam kategori kurang (53%), subjek tidak pernah mendengar promosi dan iklan (63%), dan semua aspek pemilihan makan terkait asam lemak trans dianggap penting.Simpulan: Konsumsi sumber asam lemak trans di pedesaan tidak melebihi batas maksimal dari WHO yaitu kurang dari 1% dari total energi. Kelompok sumber asam lemak trans yang sering dikonsumsi adalah olahan gorengan.
PRAKTIK PEMBERIAN MPASI (MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU) PADA ANAK STUNTING DAN TIDAK STUNTING USIA 6-24 BULAN Nurkomala, Siti; Nuryanto, Nuryanto; Panunggal, Binar
Journal of Nutrition College Vol 7, No 2 (2018): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.816 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v7i2.20822

Abstract

Latar Belakang: Praktik pemberian MPASI berpengaruh terhadap pertumbuhan bayi dan anak. Pemberian MPASI yang tidak tepat dapat menyebabkan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pemberian MPASI pada anak stunting dan tidak stunting usia 6-24 bulan. Metode: Penelitian cross-sectional dilakukan di Kabupaten Cirebon. Subjek terdiri dari 42 subjek stunting dan 42 subjek tidak stunting yang diambil dengan metode consecutive sampling. Praktik pemberian MPASI meliputi waktu pemberian MPASI pertama, variasi bahan MPASI, frekuensi pemberian MPASI, dan asupan zat gizi, didapatkan dari kuesioner food recall 3x24 jam. Stunting ditentukan dengan perhitungan Z-Score PB/U <-2 SD, sedangkan tidak stunting ditentukan dengan PB/U -2 s/d +2 SD. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square, Independent T-Test, dan Mann Whitney.Hasil: Rerata kecukupan asupan energi pada kelompok stunting adalah 70.14±21.91% total kebutuhan, sedangkan pada kelompok tidak stunting adalah 106.4±35.26% total kebutuhan. Total subjek pada kelompok stunting yang memiliki asupan energi kurang sebanyak 88.1%, asupan energi cukup sebanyak 9.5%, dan asupan energi berlebih sebanyak 2.4%, sedangkan asupan energi yang rendah, cukup, dan berlebih pada kelompok tidak stunting masing-masing sebanyak 33.3%. Asupan energi, protein, besi dan seng menunjukkan adanya perbedaan antara kelompok stunting dan tidak stunting (p<0.05). Terdapat perbedaan variasi bahan MPASI antara kelompok stunting dan tidak stunting (p=0.008), sedangkan waktu pemberian MPASI pertama dan frekuensi pemberian MPASI tidak menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p>0.05).Simpulan: Terdapat perbedaan variasi bahan MPASI dan rerata asupan energi, protein, besi, dan seng pada praktik pemberian MPASI antara anak stunting dan tidak stunting usia 6-24 bulan.
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN SARAPAN DENGAN KESEGARAN JASMANI DAN STATUS GIZI PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI PADANGSARI 02 BANYUMANIK Ethasari, Rossa Kurnia; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 3, No 3 (2014): Juli 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.625 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i3.6587

Abstract

Latar Belakang : Masih banyak anak sekolah dasar (SD) yang belum  tahu  manfaat  sarapan dan seringnya mengabaikan sarapan. Sarapan berguna untuk kesegaran jasmani dan status gizi yaitu melalui pemenuhan kebutuhan zat gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan dengan kesegaran jasmani dan status gizi pada anak SD.Metoda : Desain penelitian adalah cross-sectional. Subjek sebanyak 56 anak diperoleh dengan cara random sampling. Data yang dikumpulkan meliputi kebiasaan sarapan diperoleh dengan metode food recall 3x24 jam, kesegaran jasmani diperoleh dengan Harvard Step Test dan status gizi ditentukan berdasarkan pengukuran z-score IMT/U. Data dianalisis menggunakan uji rank spearman dengan melihat kenormalan data. Hasil : Rerata kebiasaan sarapan subyek yaitu sebesar 4,28±1,84 kali/minggu. Rerata sumbangan energi sarapan subyek yaitu sebesar 34,01±9,09 persen. Rerata kesegaran jasmani subyek yaitu sebesar 73,08±8,81 bpm. Rerata z-score IMT/U subyek yaitu sebesar 0,88±1,45. Hasil penelitian menunjukkan  tidak ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan kesegaran jasmani (p = 0,372, r = 0,045). Tidak ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan status gizi (p = 0,080, r = 0,190).Simpulan : Tidak ada hubungan antara kebiasaan sarapan dengan  kesegaran  jasmani dan status gizi. 
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, PROTEIN, SENG, DAN KEBUGARAN FISIK DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK STUNTING DI SDN PENGANTEN I, II, DAN III KECAMATAN KLAMBU KABUPATEN GROBOGAN Shokibi, Ahmad; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.601 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i1.8623

Abstract

Latar Belakang : Prestasi belajar anak stunting lebih rendah dibanding anak non-stunting.Faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar adalah asupan energi, protein, seng, dan kebugaran fisik, sehingga apabila asupan dan kebugaran anak stunting baik maka ada harapan prestasi belajarnya juga baik. Tujuan : Mengetahui hubungan asupan energi, protein, seng, dan kebugaran fisik dengan prestasi belajar anak stuntingMetode : Jenis penelitian ini adalahanalitic observational dengan desaincross-sectionalpada 67 murid stuntingkelas III - VI SDN Penganten I, II, dan III. Data asupan energi, protein, dan seng diperoleh melalui Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (FFQ), data kebugaran fisik diperoleh melalui harvard step test untuk anak usia Sekolah Dasar, data prestasi belajar diperoleh dari rata-rata nilai matematika, bahasa Indonesia, dan IPA semester terakhir (Januari-Juni 2014) yang diperoleh dari rapor. Hubungan asupan energi, protein, seng, dan kebugaran fisik dengan prestasi belajar menggunakan uji Pearson.Hasil : Rerata asupan energi, protein, dan seng subjek berturut-turut 1648 ± 809 kkal, 68 ± 25 gr, 7.1 ± 2.6 mg dengan sebagian besar tingkat kecukupan energi, protein, dan seng subjek berturut-turut adalah rendah (46.3 %), tinggi (66.7 %), rendah (80.6 %). Rerata skor kebugaran fisik subjek 59 ± 15 dengan sebagian besar masuk kategori tingkat kebugaran sedang (61.2 %). Rerata nilai prestasi belajar subjek sebesar 75 ± 7. Terdapat hubungan positif antara kebugaran fisik dengan prestasi belajar anak stunting (r : 0.744, p<0.05). Tidak ada hubungan antara asupan energi, protein, dan seng dengan prestasi belajar anak stunting (p>0.05).Kesimpulan : Kebugaran fisik terbukti berhubungan dengan prestasi belajar anak stunting, dimana semakin baik kebugaran fisik anak stunting maka prestasi belajarnya juga semakin baik.Asupan energi, protein, dan seng tidak terbukti  memiliki hubungan dengan prestasi belajar anak stunting.
HUBUNGAN KEJADIAN KECACINGAN TERHADAP ANEMIA DAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KELURAHAN BANDARHARJO, SEMARANG Puteri P, Pradipta; Nuryanto, Nuryanto; Candra, Aryu
Journal of Nutrition College Vol 8, No 2 (2019): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.045 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i2.23821

Abstract

 Latar Belakang : Penyakit infeksi yang umum terjadi di daerah tropis dan sub-tropis adalah kecacingan. Indonesia memiliki angka prevalensi kecacingan sebesar 45%-65%. Kecacingan dapat mengakibatkan anemia, penurunan status gizi, pertumbuhan terahambat, hingga penuruan kemampuan kognitif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kejadian kecacingan dengan anmeia dan kemampuan kognitif di Semarang.Metode : Desain Penelitian pada penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah sampel 51 anak Sekolah Dasar. Data kecacingan ditentukan menggunakan metode Kato-Katz dilakukan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Variabel anemia ditentukan dengan pemerikasaan kadar hemoglobin dalam darah dengan metode cyanmethemoglobin. Variabel kemampuan kognitif didapatkan dari hasil tes kemampuan kognitif dengan pemeriksaan Montreal Cognitive Assessment Versi Indonesia (MoCA-Ina). Hasil : Hasil menunjukkan terdapat 2 (3,9%) subjek positif kecacingan dari 51 subjek, sedangkan 31 subjek (65,9%) mengalami anemia dan 42 subjek (81,1%) memiliki kemampuan kognitif yang kurang. Berdasarkan uji statistik tidak terdapat hubungan kejadian kecacingan dengan anemia (p=1,00) dan kemampuan kognitif (p=1,00) serta tidak terdapat hubungan antara anemia dengan kemampuan kognitif (p=0,439).Simpulan : Tidak terdapat hubungan antara kejadian kecacingan terhadap anemia dan kemampuan kognitif pada anak sekolah dasar di Kelurahan Bandarharjo Semarang.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-3 TAHUN (Studi di Kecamatan Semarang Timur) Kusuma, Kukuh Eka; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 2, No 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.19 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i4.3735

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi kronis yang menggambarkan terhambatnya pertumbuhan karena malnutrisi jangka panjang, ditunjukkan dengan nilai z-score TB/U kurang dari -2SD. Prevalensi stunting pada balita di Indonesia masih tinggi terutama pada usia 2-3 tahun. Faktor risko stunting  antara lain panjang badan lahir, asupan, penyakit dan infeksi, genetik, dan status sosial ekonomi keluarga. Stunting terutama pada anak usia diatas 2 tahun sulit diatasi, sehingga penelitian mengenai faktor risiko stunting pada anak usia diatas 2 tahun diperlukan.Metode: Penelitian observasional dengan desain case-control pada balita usia 2-3 tahun di wilayah kecamatan Semarang Timur. Pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling, 36 subjek pada tiap kelompok. Stunting dikategorikan berdasarkan nilai z-score tinggi badan menurut umur (TB/U). Data identitas subjek dan responden, panjang badan lahir, pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, pendapatan keluarga dan jumlah anggota keluarga diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner. Data tinggi badan anak dan tinggi badan orang tua diukur menggunakan microtoise. Analisis bivariat menggunakan Chi-Square dengan melihat Odds Ratio (OR) dan multivariat dengan regresi logistik ganda.Hasil: Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor risiko stunting pada balita usia 2-3 tahun adalah status ekonomi keluarga yang rendah (P = 0,032; OR = 4,13), sedangkan panjang badan lahir, tinggi badan orangtua, dan pendidikan orang tua bukan merupakan faktor risiko stunting.Kesimpulan: Status ekonomi keluarga yang rendah merupakan faktor risiko yang bermakna terhadap kejadian stunting pada balita usia 2-3 tahun. Anak dengan status ekonomi keluarga yang rendah lebih berisiko 4,13 kali mengalami stunting.
PENGARUH PENDIDIKAN GIZI MELALUI KOMIK GIZI SEIMBANG TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA SISWA SDN BENDUNGAN DI SEMARANG Marisa, Marisa; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.394 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6911

Abstract

Latar Belakang : Permasalahan gizi yang banyak terjadi pada anak usia sekolah dasar salah satunya disebabkan kurangnya pengetahuan gizi. Pedoman gizi terbaru yang ada di Indonesia yakni Tumpeng Gizi seimbang juga belum dapat tersosialisasi dengan baik. Komik menjadi salah satu media yang sangat digemari anak – anak yang kini telah banyak dimanfaatkan sebagai media pendidikan. Pemberian pendidikan gizi melalui media komik diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang gizi seimbang khususnya bagi anak – anak. Metode : Penelitian ini berjenis quasi experimental dengan pre-post test two group design pada anak SDN Bendungan kota Semarang kelas IV dan V sebanyak 66 anak. Subyek dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan 1 yang hanya diberikan komik dan kelompok perlakuan 2 yang diberikan komik dan pendampingan seminggu sekali selama satu bulan. Data pengetahuan dan sikap tentang gizi seimbang diperoleh dari wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Pengaruh pendidikan gizi terhadap pengetahuan dan sikap pada kedua kelompok diuji menggunakan uji paired t-test, Wilcoxon dan Mann Whitney.Hasil : Peningkatan median pengetahuan gizi seimbang pada kelompok perlakuan 1 dari sebelum nya sebesar 56% menjadi 72%,  sedangkan pada kelompok perlakuan 2 rerata pengetahuan sebelum sebesar 61,82 ± 11,09% menjadi 80,85 ± 10,43%. Peningkatan median sikap gizi seimbang pada kelompok perlakuan 1 dari sebelumnya sebesar 64% menjadi 88%, sedangkan peningkatan median sikap pada kelompok perlakuan 2 dari sebelum nya sebesar 60% menjadi 84%. Terdapat perbedaan pada peningkatan pengetahuan gizi antara kelompok perlakuan 1 dan 2 (p<0,05), namun tidak terdapat perbedaan peningkatan sikap gizi antara kelompok perlakuan 1 dan 2 (p>0,05).Kesimpulan : Pendidikan gizi melalui komik gizi seimbang meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang gizi seimbang pada kedua kelompok. Terdapat perbedaan pada peningkatan pengetahuan antara kelompok perlakuan 1 dan 2. Tidak ada perbedaan pada peningkatan sikap antara kelompok 1 dan 2.
PERBEDAAN EKSKRESI YODIUM URIN (EYU) DAN TINGGI BADAN ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN NGADIREJO KABUPATEN TEMANGGUNG DENGAN KECAMATAN SEMARANG UTARA KOTA SEMARANG Kurniangga, Diananda Rizki; Nuryanto, Nuryanto
Journal of Nutrition College Vol 5, No 3 (2016): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.954 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i3.16403

Abstract

Latar Belakang : Pertumbuhan anak sekolah dasar yang optimal salah satunya dipengaruhi oleh status yodium. Status yodium dapat diketahui salah satunya dengan cara Ekskresi Yodium Urin (EYU). Faktor yang mempengaruhi ketersediaan yodium adalah wilayah geografis seperti di pesisir pantai dan di pegunungan. Daerah pesisir pantai yang seharusnya tidak ditemui Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), tetapi pada kenyataannya mulai ditemukan GAKY di daerah ini.Metode : Jenis penelitian ini adalah analitic observational dengan desain cross-sectional pada 34 anak kelas IV SD Tegalrejo yang berada di daerah pegunungan Kabupaten Temanggung dan SD Bandarharjo yang berada di pesisir pantai Kota Semarang. Kadar Ekskresi Yodium Urin (EYU) diperoleh dari analisis di laboratorium Balai Litbang GAKY dengan metode spektrofotometri. Data antropometri tinggi badan diperoleh dari pengukuran tinggi badan anak menggunakan microtoise dengan ketelitian 0,1cm Data asupan protein, seng, dan besi, diperoleh melalui metode recall 3x24jam yang kemudian diolah menggunakan Nutrisurvey for Windows. Analisis statistik untuk melihat perbedaan menggunakan uji independent t-test dan Mann-Whitney test.Hasil : Rerata EYU pada anak SD di daerah pegunungan sebesar 145,4±62,7µg/L sedangkan daerah pesisir pantai sebesar 337,5±199,9µg/L. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kadar EYU pada anak SD di daerah pegunungan dengan daerah pesisir pantai (p=0,001). Median tinggi badan anak SD di daerah pegunungan sebesar 126,7 cm, sedangkan median anak sekolah dasar di pesisir pantai sebesar 137 cm. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan tinggi badan anak sekolah dasar antara daerah pegunungan dengan daerah pesisir (p=0,0001). Kesimpulan : Terdapat perbedaan Ekskresi Yodium Urin (EYU) dan tinggi badan yang signifikan antara anak Sekolah Dasar di Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung dengan Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang.
KANDUNGAN GIZI DAN DAYA TERIMA COOKIES BERBASIS TEPUNG IKAN TERI (Stolephorus sp) SEBAGAI PMT-P UNTUK BALITA GIZI KURANG Ramadhan, Rahmawati; Nuryanto, Nuryanto; Wijayanti, Hartanti Sandi
Journal of Nutrition College Vol 8, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.449 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i4.25840

Abstract

Latar Belakang: Ikan Teri (Stolephorus sp) merupakan pangan lokal di Kabupaten Tegal yang potensial dijadikan  PMT-P untuk balita gizi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi  tepung  ikan teri terhadap kandungan gizi  dan daya terima PMT-P Cookies Ikan Teri.Metode: Penelitian eksperimental rancangan acak lengkap satu faktor dengan variasi persentase subtitusi tepung ikan teri (n=4) dari  F0= 0% (kontrol), F1= 10%, F2=15% dan F3=20%. Kadar protein diukur dengan menggunakan metode Micro-Kjedahl, karbohidrat dengan metode by difference, lemak dengan metode Soxhlet, energi melalui perhitungan, kadar air dengan metode gravimetri, kadar abu dengan metode pengabuan kering dan  kadar kalsium serta besi diukur dengan menggunakan metode Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Daya terima menggunakan uji hedonik. Hasil:  Rata-rata kandungan gizi per 100 gram  PMT-P cookies ikan teri  F0, F1,F2, dan F3 secara berturut-turut adalah energi sebesar 424±0,24; 421±0,97; 413±0,42; 422±0,40; protein sebesar 7,67±0,20; 9,48±0,03; 11,85±0,07; 12,77±0,08 g; lemak sebanyak 9,20±0,04; 10,35±0,18; 9,58±0,12; 10.47±0.11 g, karbohidrat sebesar 77,70±0,17; 72,59±0,16; 70,03±0,25; 69,17±0,17 g; kadar air sebanyak 3,75±0,03; 4,56±0,01; 4,66±0,03; 4,40±0,06 %; kadar abu sebesar 1,66±0,01; 3,01±0,03; 3,86±0,02; 3,18±0,02 %; besi 4,04±0,08; 4,51±0,06; 4,78±0,08; 5,32±0,14 mg; dan kalsium sebanyak 1419±3,02; 2600±1,98; 2880±1,98; 3133±2,29 mg. Semakin tinggi subtitusi  tepung ikan teri semakin rendah  daya terima warna, aroma, dan rasa cookies. Cookies yang mendekati standar permenkes dan daya terimanya baik yaitu F1 dengan subtitusi tepung ikan teri sebanyak 10%.Simpulan: Semakin meningkat subtitusi tepung ikan teri maka semakin meningkat protein, lemak, kadar air, kadar abu,  besi, dan kalsium serta menurunnya karbohidrat juga daya terima warna, aroma, dan rasa cookies ikan teri.
HUBUNGAN OBESITAS SENTRAL DENGAN SIKLUS MENSTRUASI DAN DYSMENORRHEA PRIMER PADA REMAJA Karina S, Else; Nuryanto, Nuryanto; Kusumastuti, Aryu Candra
Journal of Nutrition College Vol 6, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.774 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i4.18669

Abstract

Background: Irregular menstrual cycle and primary Dysmenorrhea are menstrual disorder which woman can sustain. These can be occur because nutritional status especially obesity. Central obesity increase in adolescent which describe high body fat mass. High percentage of body fat mass in central obese patients can lead to hormonal dysfuntion and causing abnormal menstrual cycles and primary Dysmenorrhea. Objective: To analyze the association of central obesity with menstrual cycle and primary dysmenorrhea in adolescentsMethods : this study used Cross sectional design with 73 subject central obesity and 73 normal adolescent based on waist circumference. Anthropometric measurements include height, weight and waist circumference. Physical activity assessed by GPAQ physical activity questionnaire, family history Dysmenorrhea, menstrual cycle and primary Dysmenorrhea were assessed by questionnaire. Data were analyzed by Chi Square test.Results: There were 23 adolescents or 31.5% of central obesity group have abnormal menstrual cycle whereas in normal group there were 10 adolescent or 13.6% who have abnormal menstrual cycle. There was association between central obesity and menstrual cycle ( p = 0.018). There were 20 adolescents or 27.3% central obesity group have primary Dysmenorrhea whereas in normal group there were 15 adolescents or 20.5%. There was no significant association between central obesity and primary Dysmenorrhea ( p = 0.43).Conclusion : There was association between central obesity and menstrual cycle but there was not association between central obesity and menstrual cycle
Co-Authors Acep Hidayat Adhimah, Ayu Fauziyyah Adriyan Pramono Ahmad Faisal Ahmad Shokibi, Ahmad Ahmad Syauqy Akifah, Adzro'ul Akimi, Akimi Albahi, Naufal Hanif Alifa, Fariha Anak Agung Gede Sugianthara Anang, Mohamad Anang Firdaus Andi Widiyanto Ani Margawati Anisyah, Rizky Siti Anjani, Gemala Annas, Annisa Nuraisyah Ardiansyah, Fikri Iqbaal Arif Mustofa Arifin, Ria Arista, Farida Aryu Candra Asnawi Lubis Asri Subarjati, Asri Aulia, Nurhanna Putri Auliya Burhanuddin Ayu Rahadiyanti Ayustaningwarno , Fitriyono Bahri bahri Bida, Yance Binar Panunggal Budi Setiyastuti Chairunnisa, Otty Chandra, Aryu Christa Dian Pratiwi Danang Wahyu Widodo Danar Putra Pamungkas, Danar Putra Darsanto, Darsanto Daryono Daryono, Daryono Dayo, Falahi Deny Yudi Fitranti Dewantara, Jihad Mukti Dewi Marfu’ah Kurniawati Dewisita, Nurprastia Amanda Dewisita, Nurprastia Amanda Diana Nur Afifah, Diana Nur Dina Kurniawati Dwidayati, Kunthi Herma Edi Sukirman Effendy, Khasan Ega Julia Fajarsari Ekowati Chasanah Ekowati Retnaningsih Endang Susilaningsih Endang Yuli Purwani, Endang Yuli Endrinikapoulos, Ariana Enny Probosari Eram Tunggul Pawenang Etika Ratna Noer Evi Widowati Fadhila, Farah Rosyihana Fala, Etika Nurul Fauzi Rahmanullah Febrindari, Ayu Puspita Feril Hariati Fertilita, Soilia Fillah Fithra Dieny Fitriana Yuliastuti Fitriyono Ayustaningwarno Gandhi Sutjahjo Gaputra, Agara D Ginting, Ignasia Agatha Br Habibie, Maeliana Hamidi Hamidi Hana Yuwan Kartikasari Harjono Harjono Hartanti Sandi Wijayanti Hasani, Rofi Abul Hasibuan, Sofyan Sauri Heni Lutfiyati, Heni Hertanto Wahyu Subagio Hidayati, Ulfah Nur Hisanah, Raniah Hosnawati, Hosnawati Husein Al-Anshori Ihat Hatimah Ilham Fajri, Ilham Indrawati, Dwi Rizki Jamiatul Akmal Jauziyah, Shofi Juliyana, Juliyana K, Yudhistira Kamal, Muhammad Jamaludin Kamal, Muhammad Jamaludin Kamila, Annida Dini Karina S, Else Kartiwi, Ari Kasmui -, Kasmui Khoirunnisa, Novia Tri Khusna, Nur Atmilati Kobandaha, Firmansah Kukuh Eka Kusuma Kurnia Yustiana Kurniangga, Diananda Rizki Kurniasari, Isnaini Hijriyah Kusmanto, Harjito Kusumarini, Euis Lagiono Lagiono, Lagiono Laila, Sulaiman Larasti, Veny Linda Apriaty, Linda Loya, Risani Rambu Podu Lucy Yosita Lukman, Sampara Ma'ruf, Fauzan Mahendra, Dwiki Mahendra, Yonny Danies Mahendra, Yonny Danies Maria Mexitalia Marisa Marisa MARTHA ARDIARIA Maryani, Sri Maryasti Rambu Sabati, Maryasti Rambu Maulana, Muhammad Rifki Mawarni, Resti Miftahul Jannah Mira Dian Naufalina Mokhamad Syaom Barliana Muhamad Ramdan, Muhamad Muhamad Yunus Mukhtar Hanafi Murbangun Nuswowati Murti, Adam Wisnu Muzakar, Muzakar Nasril, Nasril Niken Puruhita Ninik Rustanti Nisa, Lainatin Nissa, Choirun Noor Eddy, Noor Novitha, Irni Novri Tanti, Novri Novriadhy, Dian Nugrahani, Fanny Nugraheni, Dini Nugroho Agung Prabowo Nur Ahmad Habibi Nur Kholis Nurkomala, Siti Nurul Fadhilah Oom Komalasari Pamungkas, Gilang Rayiputra Pardomuan Robinson Sihombing Parwito Parwito, Parwito Podojoyo, Podojoyo Prabewi, Nur Prabowo, Hadi Prastiyani, Lien Meilya Muriasti Purnomo, Bayu Chondro Puspitasari, Vanny Puteri P, Pradipta Putri, Elsa Amelia Rachma Purwanti Rahayu, Tiara Fuzi Raihana, Raihana Ramadhan, Rahmawati Ramadhan, Wildan Reni Oktarina Renty Anugerah Mahaji Puteri Resti, Nina Riskha Mardiana Rizki, Anisa Robi Andoyo Rochanah, Rochanah Roziqo, Ikhfina Oktokenia Rudijanto, Hari S. Sugiharto Samsuri Samsuri Sapta, Chaerul Dwi Saputra, Dani Sari, Dini Dewi Purnama Sari, Mega Puspita Setyawan, Fajar Setyoasih, Sri Sharif, Aisyah Mohamad Sidhin, Syaharani Siti Fatimah Muis Solehah, Nisa Zumrotus Sri Langgeng Ratnasari Sri Susilogati Sumarti Sri Wulandari Suhandy Siswoyo Sumaryanto Sumaryanto, Sumaryanto Sundari, Ermawati Suparmin Suparmin Suprapti Suprapti Suprobo, Imam Suprobo, Imam Susyani, Susyani Syaja'ah, Siti Kholifah Teguh Widiyanto, Teguh Tsani, A. Fahmy Arif Tyas Setiyo Yuniarti Ulfa, Viny Rosaliana Umar Faruq, Umar Faruq Vaozia, Syifa Wardani, Aulia Kusuma Wawan Kurniawan Wibowo, Yudi Widya Hary Cahyati Wildana, Maula Najikh Winarso, Widyo Yesi, Desri Yudianto, Peri Yulianto Yulianto Yuyun, Yuyun Zunairoh Zahro, Ainu Ilmiatuz Zenita Novarinda, Zenita Zhu, Fan