p-Index From 2021 - 2026
5.495
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Buletin Udayana Mengabdi JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences TEKNIK Indonesian Journal of Applied Sciences Jurnal Ilmiah pesona PAUD Jurnal Natur Indonesia Jurnal Nalar Pendidikan Acta Interna : The Journal of Internal Medicine Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Maspari Journal Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Pendidikan Bahasa Inggris ADDIN Reflective Jurnal Teknologi Pembelajaran Phi : Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapan Journal of Indonesian Coral Reefs International conference on Information Technology and Business (ICITB) Majalah Ilmiah MOMENTUM Jurnal Litbang Industri Agrimeta: Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Jurnal Kelautan Tropis Binus Business Review Journal of Applied Geospatial Information Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Omni-Akuatika Jurnal Luka Indonesia MAJALAH ILMIAH GLOBE JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and Biotechnology OLDI (Oseanologi dan Limnologi di Indonesia) JURNAL MANAJEMEN INFORMATIKA (JUMIKA) Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Dinamika Ekonomi - Jurnal Ekonomi dan Bisnis Mesin Indonesian Aquaculture Journal Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam Ijtimaiyah: Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI JKPD : Jurnal Kajian Pendidikan Dasar JUTEKIN (Jurnal Manajemen Informatika) Jurnal Pendidikan Almuslim Jurnal Cendikia Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni El-Ghiroh : Jurnal Studi Keislaman Jurnal Politikom Indonesiana Edification Journal : Pendidikan Agama Islam Asian Journal of Aquatic Sciences Widyadari : Jurnal Pendidikan Metafora: Education, Social Sciences and Humanities Journal Jurnal Laot Ilmu Kelautan Critical Medical and Surgical Nursing Journal Jurnal Bimas Islam Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Jurnal Kepariwisataan Jurnal Penelitian Tindakan dan Pendidikan Jurnal Litbang Industri CELEBES Agricultural Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Fisheries & Marine Jurnal Perikanan
Claim Missing Document
Check
Articles

Kendala Masyarakat Dalam Melaksanakan Kegiatan Siskamling Dinagari Painan Timur Kabupaten Pesisir Selatan Monalisa, Monalisa; Harisnawati, Harisnawati; Rahayu, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.48 KB)

Abstract

Keberadaan siskamling yang ada di nagari Painan Timur masih belum dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada masyarakat, sehingga masyarakat masih saja mengalamai kerugian karena menjadi korban kejahatan yaitu seperti kasus pencurian, baik yang terjadi di rumah ataupun di jalan raya sekalipun. Hal ini keberadaan siskamling di karenakan masih belum berfungsinya dan para perangkat desa yang ada belum menjalankan tugasnya dengan baik dalam menjalankan ronda. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Apakah kendala masyarakat dalam melaksanakan kegiatan siskamling Di Nagari Painan Timur Kabupaten Pesisir Selatan, dan tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kendala masyarakat dalam melaksanakan kegiatan siskamling Di Nagari Painan Timur Kabupaten Pesisir Selatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Fungsionalisme Struktural adalah Robert K, Merton. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Metode pengumpulan data adalah melalui wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan dengan informan sebanyak 11 orang, informan dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik Purposive sampling. Model analisis data yaitu melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian terungkap bahwa Siskamling yang ada di Paianan timur itu aktif namun yang menjadi permaslahanyanya bahwa sistem tidak berjalan dengan baik, dimana dalam pengadaan kegiatan siskamling pasti ada sistemnya untuk penjaannya pada malam hari itu. Kendala yang ada dalam kegiatan siskamling dipaianan timur itu seperti: a) tidak ada anggaran untuk pelaksanaan siskamling. b) kurangnya kesadaran masrakat akan petingnya keamanan.
Microsatellite DNA Analysis on the Polyandry of Green Sea Turtle Cheloniamydas DEWI PURNAMA; NEVIATY PUTRI ZAMANI; ACHMAD FARAJALLAH
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 20 No. 4 (2013): December 2013
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.098 KB) | DOI: 10.4308/hjb.20.4.182-186

Abstract

Green turtle (Cheloniamydas; Testudines) is included in the group of polyandryanimals, which is single female mated with many male. DNA polymorphism method generally considered to have a high degree of accuracy as compared to other methods to elucidate polyandry phenomena on many animals. In this research, three microsatellite loci were used to identify the number and frequency of genotypes per locus, the number and frequency alleles per locus, and genotypes and number of alleles in the nest. The purpose of this research was to study the reproductive pattern of Cheloniamydas and compensation eggs of males from hatchling’s population in turtle conservation area of Pangumbahan Coastal Park, West Java. The result showed that from 10 nests, we could find 37 genotypes with 11 alleles for D108 locus, 21 genotypes with 9 alleles for B103 locus, and 27 genotypes with 9 alleles for C102 locus. The alleles number of each nest was more than 5 alleles for 5 nests, and more than 4 alleles for the remaining nests. Based on the probabilities of alleles contribution of each parent, the green turtle was polyandry animals.
The Distribution and Abundance of Black Band Disease and White Syndrome in Kepulauan Seribu, Indonesia Ofri Johan; Dietriech Geoffrey Bengen; Neviaty Putri Zamani; . Suharsono; Michael John Sweet
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 22 No. 3 (2015): July 2015
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1694.941 KB) | DOI: 10.4308/hjb.22.3.105

Abstract

Coral diseases that have emerged since the early 1970s have caused significant regional ecological impacts. However, there has been a paucity of research into coral disease in South-East Asia, including Indonesia. This study provides baseline coral disease data in the Kepulauan Seribu Marine National Park. In this study we show a positive correlation between overall coral cover and the dominant reef building coral Montipora spp. and found two main diseases, black band disease (BBD) and WS, were highly prevalent throughout all reefs. Based on spatial location, the highest abundance of BBD (0.08 col./m2) was found at sites nearer (zone 1) to the mainland, whilst for WS (0.05 col./m2) highest abundance was found at middle sites (zone 2). According to the temporal data, the highest abundance of BBD (0.77 col./m2) was found during the transition period (between wet and dry seasons), whereas for WS higher abundance occurred within the dry season (0.07 col./m2). There was a significant difference in disease abundance among seasons which was correlated with increasing temperature and light intensity along with variations in total organic matters, nitrite and phosphate levels. Moreover, the middle sites experienced additional stress from the waste material originating from the mainland.
Skreening Alga Hijau Halimeda opuntia (Linnaeus) sebagai Antioksidan dari Pesisir Aceh Barat Mohamad Gazali; . Nurjanah; Neviaty Putri Zamani
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 24 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.849 KB) | DOI: 10.18343/jipi.24.3.267

Abstract

H. opuntia is one of the green algae that distributes sufficiently dominant at the coastal of West Aceh. This research aims to screen the green algae H. opuntia that is potentia as an antioxidant agent. Extraction method in this research used mono maceration. The solvents that are used including ethanol (polar), ethyl acetate (semi-polar), and n-hexane (non-polar). With those three solvents it was obtained three crude extracts including ethanol crude extract, ethyl acetate crude extract, and n-hexane crude extract. Subsequently, the crude extracts were used to conduct the assay including phytochemical assay and the antioxidant activity with DPPH method. The results of phytochemical assay showed that ethanol crude extract of H. opuntia was detected to have active compounds including alkaloids, flavonoid, phenol, tannin, and steroids whereas ethyl acetate extract of H. opuntia was detected to contain phenol compound. Total phenol content of ethanolic extract of H. opuntia = 2460.25 mg GAE/g and ethyl acetate extract = 972.68 mg GAE/g. Antioxidant activity of ethanolic extract has IC50 value = 143.63 mg/L whereas ethyl acetate extract has IC50 value = 75.51 mg/L with Vitamin C as a positive control. This results show that extract of H. opuntia possesses a vital potency as an antioxidant agent that give value added in pharmacy industries.
EKSPLORASI KARANG LUNAK SEBAGAI ANTIOKSIDAN DI PULAU PONGOK, BANGKA SELATAN Rezi Apri; Neviaty P. Zamani; Hefni Effendi
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 4 No 2 (2013): NOVEMBER 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.433 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.4.211-217

Abstract

Karang lunak adalah bagian dari ekosistem terumbu karang yang dapat menghasilkan senyawa metabolik sekunder, yang merupakan respon terhadap lingkungan untuk bertahan hidup. Metabolik sekunderini salah satunya adalah sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk melihat senyawa-senyawa yang terkandung dalam karang lunak Sinularia sp dan Lobophytum sp di perairan Pulau Pongok, Bangka Selatan sebagai anti Antioksidan pada kedalaman 3 meter dan 9 meter. Hasil penelitian analisis fitokimia menunjukkan bahwa karang lunak Sinularia sp dan Lobophytum sp mengandung senyawa Alkaloid, Flavonoid, Phenol Hidroquinon, Steroid, Triterpenoid, Tanin, dan Saponin.
ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS MAKROALGA EKONOMIS PENTING DI PERAIRAN INTERTIDAL MANOKWARI, PAPUA BARAT Hendrik Victor Ayhuan; Neviaty Putri Zamani; Dedi Soedharma
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 8 No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5147.688 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.8.19-38

Abstract

Macroalga in Manokwari area has higher species biodiversity, however this organism is very risk to environmentkondition change either nature or anthropogenic pressure. This study aimed to composition species of algae (clasification and identification) and community assemblage analysis of macroalgae species surrounding Manokwari coastal area. Collecting data was done during east season period (from June 2014 to September 2014) from two different main coastal areas, mainland and outland coastal area. Twenty eight macroalga species were identified and consisted taxonomically of three divisions, three classes, eleven orders, sixteen families, and nineteen genus. Three divisions of macroalga species were green alga (Chlorophyta), red alga (Rhodophyta), and brown alga (Phaeophyta), which each division comprised with 14 species, 8 species, and 6 species respectively. Total of density average of macroalga species in outland was higher than that of in mainland. Structure analysis of macroalga community in outland areas (Mansinam and Lemon) had higher biodiversity index than that of in mainland areas (Rendani, Pasir Putih, and Arfai). Evenness index in both mainland and outland areas were closed to 1, which meant individual of macroalga from each species distributed uniformly and there was no dominant macroalga species. While dominancy index in either mainland or outland reached closely to zero, which meant macroalga community were stable.
STRUKTUR KOMUNITAS LAMUN DI PULAU WANCI, KABUPATEN WAKATOBI, SULAWESI TENGGARA Nur Ikhsan; Neviaty Putri Zamani; Dedi Soedharma
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2070.032 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.10.27-38

Abstract

Lamun merupakan tumbuhan laut yang memiliki peran yang tidak kalah penting dengan ekosistem pesisir lainnya seperti terumbu karang dan mangrove baik dari segi fisik, ekologi, dan ekonomi. Indonesia memiliki 12 jenis lamun dari 58 jenis lamun di dunia. Tidak semua wilayah di Indonesia memiliki jumlah jenis yang sama karena perbedaan kondisi lingkungan atau tekanan antropogenik, sehingga perlu ada kajian keragaman jenis lamun di wilayah perairan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur komunitas lamun dan keterkaitan antara kerapatan lamun dan parameter lingkungan di perairan Pulau Wanci, Sulawesi Tenggara. Stasiun pengamatan berada pada daerah padang lamun yang dibagi menjadi 4 stasiun. Metode sampling yang digunakan mengacu pada McKenzie et al. (2001) menggunakan transek kuadrat 50 cm x 50 cm. Selanjutnya menghitung jumlah tegakan lamun dan mencatat jenis lamun yang ditemukan pada tiap transek kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 7 jenis lamun di perairan Pulau Wanci yaitu Halophila ovalis, Halodule uninervis, Cymodocea rotundata, Thalassia hemprichii, Enhalus acroides, Thalasodendron ciliatum, dan Syringodium isoetifolium dengan kerapatan tertinggi didominasi oleh T. hemprichii, H. uninervis, dan C. rotundata dengan pola sebaran keseluruhan adalah mengelompok. Terdapat keterkaitan antara kerapatan lamun dengan parameter lingkungan, substrat berpasir memiliki korelasi positif yang tinggi terhadap kerapatan lamun sedangkan substrat liat, kecepatan arus, salinitas, dan suhu memiliki korelasi negatif yang rendah sampai tinggi terhadap kerapatan lamun di perairan Pulau Wanci.
KETERKAITAN SUMBERDAYA IKAN EKOR KUNING (Caesio cuning) DENGAN KARAKTERISTIK HABITAT PADA EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI KEPULAUAN SERIBU Raimundus Nggajo; Yusli Wardiatno; Neviaty P . Zamani
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.521 KB)

Abstract

Ikan ekor kuning (Caesio cuning) merupakan jenis ikan konsumsi yang memiliki nilai ekonomis penting dan merupakan salah satu jenis ikan karang yang menjadi target penangkapan di perairan Kepulauan Seribu. Habitat ikan ekor kuning adalah di perairan pantai karang, perairan karang dengan suhu perairan lebih dari 20oC. Hidupnya berasosiasi dengan terumbu karang dan dapat ditemukan di perairan Kepulauan Seribu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sumberdaya ikan ekor kuning dan ekosistem terumbu karang serta mengkaji keterkaitan sumber daya ikan ekor kuning dengan karakteristik habitat. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Seribu dari bulan April-Juni 2009. Lokasi pengamatan adalah di Pulau Pramuka (Timur Pramuka dan Utara Pramuka), Pulau Panggang (Barat Panggang dan Selatan Panggang), Pulau Belanda (Utara Belanda dan Selatan Belanda), dan Pulau Kayu Angin Bira (Timur Kayu Angin Bira dan Barat Kayu Angin Bira). Dasar penentuan titik stasiun pengamatan di setiap pulau berdasarkan pada lokasi tangkapan nelayan pada daerah terumbu karang. Pengambilan data untuk persentase tutupan substrat bentik menggunakan metode transek kuadrat dan dianalisis menggunakan program Coral Point Count with Excell extension (CPCe). Untuk data kelimpahan sumberdaya ikan ekor kuning menggunakan Underwater Visual Cencus, sedangkan untuk data kondisi biologi ikan ekor kuning menggunakan sampel dari hasil tangkapan nelayan di lokasi penelitian pada bulan Mei 2009. Analisis yang digunakan untuk mengetahui keterkaitan sumberdaya ikan ekor kuning dengan karakteristik habitat menggunakan cluster analysis berdasarkan pengelompokan substrat bentik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ekosistem terumbu karang mempunyai penutupan life form 32.27%, sehingga berada pada kategori sedang. Kondisi sumberdaya ikan ekor kuning diduga telah terjadi growth overfishing. Pola pertumbuhan bersifat alometrik dan didominasi oleh ikan yang belum matang (immature) atau belum dewasa (dalam kondisi pertumbuhan). Keterkaitan sumberdaya ikan ekor kuning dengan karakteristik habitat dicirikan dengan keberadaan coral encrusting (CE), acropora digitate (ACD), coral submassive (CS), dead coral with algae (DCA), karang lunak (SC), dan pasir (S). Bentuk pengelolaan ekosistem terumbu karang dan ikan ekor kuning di perairan Kepulauan Seribu secara terpadu dan berkelanjutan yang diusulkan dalam penelitian ini adalah pengelolaan berbasis ekosistem dengan titik penekanan pada habitat dan sumberdaya ikan ekor kuning antara lain: (1) rehabilitasi habiat dengan program transplantasi coral encrusting, acropora digitate, dan coral submassive yang menjadi ciri keberadaan ikan ekor kuning pada daerah yang rusak dan (2) pengaturan upaya penangkapan dan ukuran mata jaring.Kata kunci : ekosistem terumbu karang, ikan ekor kuning, Pulau Seribu.
KONDISI EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI PERAIRAN KABUPATEN BINTAN DAN ALTERNATIF PENGELOLAANYA Febrizal .; Ario Damar; Neviaty P . Zamani
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.719 KB)

Abstract

Kerusakan ekosistem terumbu karang pada umumnya diakibatkan oleh sebab alami dan manusia. Sedikit perubahan kecil pada kualitas air atau fisik dapat menyebabkan perubahan besar pada kondisi dan struktur ekosistem terumbu karang. Di daerah penelitian, informasi tentang kondisi kualitas air dan terumbu karang sangat terbatas sehingga dapat menghambat proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan kawasan terumbu karang. Tujuan dari penelitian ini adalah penentuan kondisi ekosistem terumbu karang, identifikasi penyebab potensial utama kerusakan terumbu karang, dan mencari alternatif pengelolaan terumbu karang di lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah transek kuadrat untuk determinasi penutupan karang dan makroalga, sementara untuk observasi ikan menggunakan teknik Line Intercept Transect (LIT) dan Underwater fish Visual Census (UVC). Analisis data dilakukan dengan menggunakan beberapa analisis standar ekologis, korelasi multivariabel dengan menggunakan Principle Component Analysis (PCA), dan analisis ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kondisi penutupan karang masih dalam kondisi baik. Analisis menunjukkan bahwa peningkatan persentase penutupan karang hidup diikuti oleh penurunan penutupan makroalga. Selanjutnya, ikan herbivora dan penutupan alga terhubungkan secara terbalik. Kesimpulannya adalah bahwa jika terumbu karang mengalami gangguan, maka akan berpotensi menyebabkan peningkatan penutupan makroalga. Ikan herbivora terbukti secara efektif mampu mengkontrol penutupan makroalga dan sekaligus membantu pemulihan kondisi ekosistem terumbu karang.Kata kunci: aktivitas manusia, ikan herbivora, makroalga, terumbu karang
RISET DAN INOVASI TERUMBU KARANG DAN PROSES PEMILIHAN TEKNIK REHABILITASI: SEBUAH USULAN MENGHADAPI GANGGUAN ALAMI DAN ANTROPOGENIK KASUS DI KEPULAUAN SERIBU Hawis Madduppa; Beginer Subhan; Dondy Arafat; Neviaty Putri Zamani
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 3 No 2 (2016): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset dan inovasi pada ekosistem terumbu karang sangat diperlukan dalam upaya menghadapi gangguan alami dan antropogenik yang merusak. Hal ini untuk memahami bagaimana prioritas intervensi manusia dalam usaha perbaikan melalui rehabilitasi atau restorasi. Berdasarkan informasi ilmiah bahwa dalam beberapa dekade terakhir dimana sudah banyak terumbu karang yang telah sangat terganggu, sehingga diperlukan terobosan riset dan inovasi. Beberapa riset dan inovasi yang dapat diinisiasi untuk mendukung program rehabilitasi adalah: (1) Pergeseran komunitas terumbu karang; (2) Perbaikan komunitas terumbu karang dari fenomena pemutihan massal, spesies invasive, dan penyakit karang lainnya; (3) Persediaan bibit transplan berdasarkan analisis konektivitas, resiliensi dan keragaman genetika Terumbu Karang untuk restorasi; (4) Interaksi antara koral, alga dan mikroba, serta implikasinya untuk ekologi dan bahan obat; (5) Makroekologi, fungsi ekosistem dan biogeografi; dan (6) Pembuatan pelayanan pemetaan ilmiah biodiversitas dan rehabilitasi/restorasi berbasis website. Sebagai contoh, ekosistem terumbu karang di Kepulauan Seribu yang terletak di utara Jakarta, merupakan lokasi yang sangat cocok untuk mempelajari tentang pengaruh alami dan antropogenik, dan bagaimana memberikan pemilihan terhadap teknik rehabilitasi yang sesuai. Teknik restorasi atau rehabilitasi (Misalnya: Ecoreef, Reefball, Rockfile, Artificial Reef, dan Transplantasi karang) sudah banyak dikembangkan di Indonesia. Teknik tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan dan tidak ada satu metodepun yang bisa memuaskan semua pihak dan tidak ada satu metodepun yang bisa diterapkan pada berbagai kondisi dan kesehatan terumbu karang. Dukungan riset dan inovasi terumbu karang akan memberikan peluang untuk partisipasi inklusif bagi seluruh komponen masyarakat untuk memelihara ekosistem terumbu karang di Kepulauan Seribu secara tepat guna.Kata kunci: Transplantasi karang, rehabilitasi, restorasi, pemutihan masal, spesies invasive
Co-Authors . Muhidin . Nurjanah . Suharsono Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Halik Abdul Haris Abdul Motalib Angkotasan Abdul Wahab Abdurrachman Baksir, Abdurrachman Abjan Ibrahim, Abjan ACHMAD FARAJALLAH Achmad, M Djanib Adewal, Murad Alvian K Adika Adinuha, Dinda Afifah Agung Putra Utama Agus Barmawi Agus Jodi Gunawan Ahmad Ghozali Aisyah, Siti Zanuba Alan Frendy Koropitan Albinus Ngapu Albinus Ngapu Albinus Ngapu Ali Dzulfigar An Nisa Nurul Suci Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andhita Dyorita Khoiryasdien Andika, Yudho Andri Sukmaindrayana Angela Mariana Lusiastuti Anggraini, Nurlita Putri Arief Pratomo, Arief Ariefianto Tri Mahadi Arif Miftahul Aziz, Arif Miftahul Ario Damar Arisandi, Defrian Marza Asadatun Abdullah Astini, Lita Ayu, Inna Puspa Ayub Sugara Baddu, Sartini Bambang Pujianto Bashari, Muhammad Hasan Beginer Subhan Bengen, Dietriech Geofrfey Chaidir Chaidir Citra Putri Perdana Cukup Mulyana Cut Meurah Nurul ‘Akla Dadang Haryanto Damanhuri, Harfiandri Danik Septianingrum Darmanto Darmanto Darmiyati Muksin David Smith Dea Fauzia Lestari, Dea Fauzia Dedi Soedarma Dedi Soedharma DEDI SOEDHARMA Dedi Soedharma Dedi Soedharma Dedi Soedharma Dedi Soedharma DEWI PURNAMA Dharmawan, I Wayan Eka Diah Riski Gusti Dian Eni Sunarni Dian Pertiwi Dietriech Geoffrey Bengen Dondy Arafat Drs. I Made Kirna,M.Si . Durrotul Maghfiroh eko efendi Ekowati Chasanah Ekowati Chasanah Elfahmi Elfahmi, Elfahmi Elfurqany, Nuwairy Endang Sunarwati Srimariana Erlangga Erniati Fadel Muhammad Fahmi, Mulkan Fajar Maulana . Farida Hanum Farida Hanum Febrizal . Fredinan Yulianda Gunawan, Anggraeni Sari Gusti Ngurah Sutapa Hadiati, Mia hamrun hamrun Hanum Resti Saputri Harahap, Zulhan Arifin Hari Eko Irianto Harisnawati, Harisnawati Hawis H Madduppa HEDI INDRA JANUAR Hedi Indra Januar Hedi Indra Januar Hefni Effendi Hendrik Victor Ayhuan Hilmi Abdullah Husmayani, Wa Ode I Ketut Arnawa I Made Supadma I Made Suryana I Nyoman Wijaya I NYOMAN WIJAYA I Putu Sujana I Wayan Runa I Wayan Supartha Ibnu Purwanto Ida Ayu Dwi Giriantari Idris, Muhamad Kemal Ikbal Marus, Ikbal Ila Israwaty Ilham, Yuwanda Ilhami, Bq Tri Khairani Ilhami, Bq Tri Khairina Ilya Krisnana, Ilya Imam Bachtiar Imam Bahtiar, Imam Imam Syafaat Imamshadiqin, Imamshadiqin Imanditya, Muhammad Fachriza Imanullah Intan Lestari Irmalita Tahir, Irmalita Irmanida Batubara Ismail, Firdaut Jeddah Isnul Jhoni Wahyu Adi John I. Pariwono Jonson Lumban Gaol Karman, Amirul Kartika Dewi Kusumawati, Rr Puji Hastuti Leni, Yusyam Lenny Marlinda Lieng, Lieng Lim, Cheng Ling Luhulima, Yunita Maemonah, Maemonah Mahmudi Mahmudi Mardiah Suci Hardiyanti Marfungah, Luthfi Maria Andini Supriyadi Mayaguezz, Henky Merari Panti Astuti Meutia Samira Ismet Michael Delpopi Michael John Sweet Michael Sweet Miswandi, Muhammad Mochamad Nasichin Al Muiz Moh Muhaemin Moh. Muhaemin Mohamad Gazali Mohamad Gazali Mohamad Gazali Mohammad Mukhlis Kamal Moody Rizqy Syailendra Putra Muhamad Darmawan Muhamad Gilang Arindra Putra Muhamad Gilang Arindra Putra Muhamad Iqbal Muhammad Abrar Muhammad Andre Nugraha, Muhammad Andre MUHAMMAD ILHAM Muhammad Irlan Assidiq Kusuma Ramadhan Muhammad Ramdhan Muhammad Reza Cordova Muhammad Reza Cordova, Muhammad Reza MUJIZAT KAWAROE Muliari Muliari Muliari Muliari Mulkan Fahmi Murjaya, I Made Mutmainnah Mutmainnah N. Nurjanah Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Naswan Suharsono Natih, Nyoman Metta Nyanakumara Nebuchad Nezzar Akbar Nebuchadnezzar Akbar Ni Kadek Dita Cahyani, Ni Kadek Dita Ni Komang Tri Suandayani NI MADE AYU SULASMINI . Ningtyas, Azizah Lutfia Noferya, Efi Norma Astrianingsih Novriyandi Hanif Nur Ikhsan Nurfiana - Nuwairy Elfurqany Nyoman M N Natih Ofri Johan Ofri Johan Ofri Johan Ofrie Johan Paembonan, Rustam E Paradita Hasanah Partono, Tri Pradina Purwati Pramulya, Rahmat Putu Eka Pasmidi Ariati Putu Sri Astuti R.E. Sirregar Rachmaniar Rachmaniar Rachmaniar Rachmat Rahimah, Insaniah Rahman Rahman Rahman, Lucky Rahmat Asy’ari Rahmat, Fadhlan Basiluddin Raimundus Nggajo Ramadhan, Febriansyah Ramadian Bachtiar Raynata Gyshovadhira Rezi Apri Riris Roiska Risti Endriani Arhatin RITA ANDINI Robba Fahrisy Darus Robba Fahrisy Darus, Robba Fahrisy Rohmawati Bareta, Ainun Rozirwan . RR. Ella Evrita Hestiandari Rudhy Akhwady Rustam Effendi Paembonan, Rustam Effendi Ryan Adhitia Muslim Saiful Adhar Sallatu, Muh Ashry Salma Hanifa Irliana Samsuardi Samsuardi, Samsuardi Samusamu, Andrias Steward Sani, Lalu M. Iqbal Sani, Lalu Mukhsin Iqbal Sawalman, Rahmat Selviani, Selviani Shinta Werorilangi, Shinta Siolimbona, Abdul Ajiz Siti Sarah Siti Sarah, Siti Soedjatmiko - Sri Eko Wahyuni SRI RAHAYU Suharsono . Suharsono Suharsono Suharsono Suharsono Suharsono _, Suharsono Sulistiowati Sulistiowati Suparno . Syafrizayanti, Syafrizayanti Syafrudin Syafrudin Syamsidar Gaffar Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Syawaludin Alisyahbana Harahap T. A Fauzi Soelaiman T. Husain Tarigan, Nurhayati TARUNI SRI PRAWAST MIEN KAOMINI ANY ARYANI DEDY DURYADI SOLIHIN Taslim Arifin Tio Dwi Wibisono Titik Hardewi Yani Tito Arya Soma Tri Nur Sujatmiko Tumpak Sidabutar Verawati Ayu Lestari Vyana Lohjiwa Wibowo, Eko S Wiwiek Probowati Yamadipo, Yusarwan Yennafri, Yennafri Yosie Andriani Yudho Andika Yudi Herdiana Yudi Setiawan Yuli Naulita Yuliara, I Made Yulius Yulius Yundari, Yundari Yusli Wardiatno Zakiyah Rahim Zedta, Raymon Rahmanov Zulham Apandy Harahap