Articles
Akibat Hukum Pembatalan Sepihak Oleh Konsumen Dalam Transaksi Jual Beli Melalui Marketplace Shopee Dengan Sistem Pembayaran Cash On Delivery Shopee
I Nyoman Putu Budiartha;
Ida Ayu Putu Tania Krisna Dewi;
I.B. Gede Agustya Mahaputra
Jurnal Analogi Hukum Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/jah.7.1.2025.58-63
In the modern era, cash on delivery transactions are in great demand by the public because they provide convenience. However, behind the convenience offered, consumers often make unilateral cancellations by refusing to pay for orders, this is a default that can have legal consequences. The main problem found in this research is how is the regulation of the cancellation of sales and purchase transactions carried out unilaterally by consumers with the cash on delivery system in the Shopee marketplace? And what are the legal consequences of unilateral cancellation by consumers in cash on delivery transactions at the Shopee marketplace?. By using a normative type of legal research with a legislative approach. The conclusion of this research is that Shopee allows consumers to cancel cash on delivery orders unilaterally with several conditions. While the legal consequences received by consumers are that the consumer can be sued based on Article 6 and Article 5 of Law No. 8 of 1999 and Article 1513 of the Civil Code. The seller can also sue consumers to claim compensation as stipulated in Article 1243 of the Civil Code and Article 21 paragraph (4) of Law No. 19 of 2016.
Pengaturan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan Atas Barang Dalam Transaksi Perdagangan Dengan Sistem Elektronik (E-Commerce)
Ni Luh Debby Srinitha Mulyani;
I Nyoman Putu Budiartha;
Desak Gde Dwi Arini
Jurnal Analogi Hukum Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/jah.7.2.2025.224-228
Online buying and selling transactions can cause issues in the tax collection system similar to those in conventional buying and selling. The policies for income tax (PPH) and value-added tax (PPN) between conventional trade systems and e-commerce are similar. The object of income tax in e-commerce transactions is what is received by the taxpayer from the increase in economic capacity, while the object of value-added tax in e-commerce transactions includes the provision of taxable goods that are sold, the use of taxable goods, taxable services, and the export of taxable goods. The research problem formulation of this study is (1) How is the taxation of objects that can be subjected to income tax (PPH) and value-added tax (PPN) in e-commerce transactions? and (2) What is the procedure for imposing income tax (PPH) and value-added tax (PPN) on goods that are transacted electronically (e-commerce)? The research method taken is based on normative legal research, and the approaches used are legislative and conceptual approaches. The goal of this research is to understand the regulation of value-added tax as well as income tax on goods in transactions conducted through internet utilization, as well as the procedure for imposing value-added tax and income tax on electronically transacted goods (e-commerce).
Tanggung Jawab PT Jasa Raharja Dalam Klaim Asuransi Terhadap Kecelakaan Lalu Lintas Penumpang Angkutan Umum
Cok Gede Bagus Putra Premana Pemayun;
I Nyoman Putu Budiartha;
Desak Gde Dwi Arini
Jurnal Analogi Hukum Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/jah.7.2.2025.131-136
Traffic and road transportation play a very important role in daily human life. One of the risks that can occur in human activities is the occurrence of traffic accidents, which are unexpected and unintentional events on the road involving vehicles with or without users. Other means that cause casualties and property damage. The problems are: 1) What is the legal ratio for public transportation passengers in Article 19 of Government Regulation Number 17 of 1965? 2) How is the responsibility of insurance to passengers as victims of public transportation passenger accidents? The purpose of the study is to determine and analyze the legal ratio for public transport passengers in Article 19 of Government Regulation Number 17 of 1965 and to determine and analyze the insurance responsibility of passengers as victims of public transport vehicle accidents. The method used is the normative law method. This research is regulated in Government Regulation Number 17 of 1965 concerning the provisions for the implementation of the Mandatory Passenger Accident Insurance Fund, which aims to help underprivileged people if they have an accident in public transportation, as well as Law Number 33 of 1964 concerning the Mandatory Passenger Accident Insurance Fund In this case the Government cooperates with PT Jasa Raharja to provide coverage and procedures for insurance claims if public transportation passengers experience accidents.
Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Bunda Laundry Atas Kelalaian Pelaku Usaha Yang Mengakibatkan Kerugian Pada Konsumen
I Wayan Pande Eka Trisna;
I Nyoman Putu Budiartha;
Ni Made Puspasutari Ujianti
Jurnal Analogi Hukum Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/jah.7.2.2025.193-198
Consumer protection is an important aspect of running a sustainable business. Legal balance between consumers and producers is the key to preventing losses to consumers. This research aims to examine the legal protection for Bunda Laundry consumers who suffer losses due to the negligence of business actors. Law Number 8 Year 1999 on Consumer Protection is (1) How the legal basis that covers laundry service users. The formulation of the research problem includes questions about legal protection for consumers of Bunda Laundry? and (2) How to resolve the negligence of business actors that result in losses?. The type of research used is Empirical Law with a sociological approach, statutory approach, and conceptual approach. Data sources involve primary legal materials from the Constitution of the Republic of Indonesia, as well as interviews with owners, customers, and employees of Bunda Laundry. Data analysis was conducted by assembling data, clarifying, analyzing, and interpreting data to find relevant patterns and relationships. This research was conducted at Bunda Laundry on Jalan Lettu Anom Kawan Bangli, The results of the study are expected to contribute to the understanding of consumer legal protection in the laundry service business.
Perlindungan Terhadap Anak Dibawah Umur Yang Menjadi Korban Kekerasan Di Indonesia
Anak Agung Gde Agung Kresna Kamaswara;
I Nyoman Putu Budiartha;
Anak Agung Sagung Laksmi Dewi
Jurnal Analogi Hukum Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/jah.7.3.2025.249-255
Perlindungan anak melalui UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak adalah semua tindakan yang bertujuan untuk menjamin dan melindungi anak serta hak-hak mereka sehingga mereka dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara maksimal sesuai dengan martabat dan hak asasi manusia, dan mendapatkan perlindungan dari kekerasan serta perlakuan diskriminatif. Artikel ini membicarakan tentang perlindungan hukum bagi anak-anak di bawah umur yang mengalami kekerasan. Studi ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan bagaimana hukum melindungi anak-anak di bawah umur yang menjadi korban kekerasan, dan untuk mengetahui bagaimana hukum menjatuhkan hukuman terhadap pelaku kekerasan. Penelitian ini adalah jenis penelitian hukum yang bersifat normatif dan dilakukan dengan menganalisis bahan pustaka atau data sekunder saja. Oleh karena itu, sering disebut sebagai "penelitian kepustakaan". Pelaku tindakan kekerasan terhadap anak bisa dituntut dengan Pasal 80 ayat (1) pasal 76C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor. Pada tahun 2014, terdapat perubahan pada Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 setelah dipertimbangkan oleh hakim berdasarkan fakta-fakta yang terungkap selama persidangan.
Implikasi Predatory Pricing Terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah di Indonesia
Bagus Arya Wira Yudha;
I Nyoman Putu Budiartha;
I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar
Jurnal Analogi Hukum Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/jah.7.3.2025.256-261
Perdagangan merupakan suatu bentuk dari kegiatan menjual atau membeli barang dalam memperoleh keuntungan. Perdagangan secara garis besar mengacu pada mekanisme pemberian barang atau jasa dengan imbalan uang. Saingan usaha merupakan prasyarat perekonomian pasar bebas yang membawa empat manfaat bagi pembangunan perekonomian Indonesia, salah satunya adalah menciptakan harga yang kompetitif, meningkatkan kualitas hidup melalui inovasi yang berkelanjutan, mendorong dan meningkatkan mobilitas masyarakat. Perdagangan elektronik atau disingkat E-commerce merupakan kegiatan komersial yang melibatkan konsumen, produsen, penyedia jasa dan pedagang perantara dengan menggunakan jaringan komputer, termasuk Internet. (1) Bagaimana Implikasi dari keberadaan tiktok Shop terhadap UMKM pedagang lokal di Indonesia? (2) Bagaimana perlindungan hukum terhadap UMKM Siapakah yang akan terdampak oleh Predatory Pricing. Apakah toko-toko TikTok?. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan menganalisis berbagai Peraturan Perundang-undangan. Upaya Perlindungan hukum dalam penyelesaian kasus predatory pricing adalah perlu dibuatkan suatu regulasi yang tegas dan jelas oleh pemerintah, bilamana terdapat pelaku usaha ataupun pengguna sosial media yang dalam prakteknya berbasis E-commerce, maka dalam Regulasi atau aturan tersebut perlu dijelaskan mengenai mekanisme, ruang lingkup dan juga parameter harga dalam praktek E-commerce, dengan tujuan memberikan perlindungan hukum bagi pelaku usaha khususnya praktek perdagangan UMKM berbasis konvensional.
Pengaturan Pengenaan Bea Masuk Atas Barang Melalui Usaha Jasa Titip Perusahaan Perseorangan
Dwi Anggi Cahyani;
I Nyoman Putu Budiartha;
Ni Made Puspasutari Ujianti
Jurnal Analogi Hukum Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/jah.7.3.2025.262-268
Pajak sangat penting bagi pemerintah karena memiliki dua tujuan utama: penganggaran dan regulasi. Fungsi anggaran berfokus pada pengumpulan uang sebanyak-banyaknya bagi pemerintah untuk membiayai pengeluarannya. Fungsi pajak yang diatur bertujuan untuk mengontrol dan mempengaruhi masyarakat, perekonomian, dan politik sejalan dengan kebijakan pemerintah. Layanan titipan mengacu pada layanan di mana pengguna dapat membeli barang yang diinginkan melalui teknologi atau media sosial. Ini adalah layanan pengiriman online yang dioperasikan oleh individu, sering disebut sebagai pembelanja pribadi. Adapun rumusan masalah yang diangkat adalah (1) Bagaimana tata cara pengenaan bea masuk barang yang dikirim melalui jasa titip (personal shopper)? dan (2) Bagaimana pengenaan sanksi atas barang impor yang dikirim melalui jasa titip tanpa bukti pengenaan bea masuk?. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode normatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Ketentuan pengenaan bea masuk terhadap barang yang dikirim melalui personal shopper didasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan Indonesia. Sanksi yang berlaku saat ini terhadap barang impor yang dikirim melalui jasa kurir tanpa bukti bea masuk hanya mencakup berbagai macam bea masuk dan pajak.
Perlindungan Hukum Terhadap Pemilik Atas Hilangnya Kendaraan Bermotor Yang Parkir di Daerah Kota Denpasar
Ida Ayu Anggun Tri Apsari;
I Nyoman Putu Budiartha;
I. B Gede Agustya Mahaputra
Jurnal Analogi Hukum Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/jah.7.3.2025.331-337
Kehilangan kendaraan bermotor adalah peristiwa buruk yang tidak diinginkan oleh siapa pun. Kerugian yang ditimbulkan akibat kehilangan kendaraan bermotor sangatlah besar nilainya. Adapun permasalahan dalam penulisan skripsi ini yaitu (1) Bagaimana Perlindungan Hukum Terhadap Pemilik Atas Hilangnya Kendaraan Bermotor yang di Parkir di Daerah Kota Denpasar? dan (2) Bagaimana Bentuk Pertanggungjawaban Perusahaan Daerah Parkir Kota Denpasar atas Hilangnya Kendaraan Bermotor yang Diparkirkan di daerah kota Denpasar?. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan yaitu pendekatan konseptual, pendekatan perundang-undangan, dan pendekatan kasus. Hasil dari penelitian menunjukkan Undang-undang perlindungan konsumen di Denpasar memastikan bahwa individu mendapat kompensasi atas kehilangan kendaraan bermotornya di area parkir. Namun karena tidak adanya tanggung jawab petugas parkir, konsumen tetap berhak mendapatkan ganti rugi atas kendaraan curiannya. Perusahaan parkir di wilayahnya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2005. Jika syarat tertentu terpenuhi, konsumen berhak meminta ganti rugi berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999.
Kedudukan Anak Luar Kawin Yang Tidak Diakui Ayah Biologis Dalam Mewaris di Desa Adat Tanjung Benoa
Ni Kadek Dhea Pratiwi Duarsa;
I Nyoman Putu Budiartha;
Diah Gayatri Sudibya
Jurnal Analogi Hukum Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/jah.7.3.2025.346-353
Sebaik-baik ciptaan Tuhan adalah kita, umat manusia. Per Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, status perkawinan orang tua mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kedudukan anak yang dilahirkan dalam suatu hubungan. Adapun permasalahan dalam penelitian ini (1) Bagaimanakah status hubungan keluarga anak yang tidak diakui oleh ayah biologis dalam mewaris di Desa Adat Tanjung Benoa? dan (2) Bagaimanakah hak mewaris anak yang tidak diakui oleh ayah biologis di Desa Adat Tanjung Benoa?. Di wilayah Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung, di Desa Adat Tanjung Benoa, terdapat seorang anak luar kawin yang tidak diketahui ayah kandungnya. Penelitian empiris adalah suatu jenis penelitian yang digunakan untuk mengkaji peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam masyarakat modern. Metode pengumpulan data yang menggunakan wawancara langsung dengan individu yang memenuhi syarat dapat digunakan sebagai panduan untuk hal ini. Berdasarkan temuan penelitian, di Desa Adat Tanjung Benoa, seorang anak dianggap sebagai anak tidak sah jika ayah kandungnya tidak mengakuinya sebagai anak sahnya. Anak seperti itu hanya mempunyai tanggung jawab moral dari ayahnya dan tidak mempunyai hak hukum untuk mewarisi. Oleh karena itu, aturan-aturan yang melindungi hak-hak anak di luar nikah harus dikodifikasikan dalam undang-undang.
Kajian Yuridis Transaksi Digital Dalam Upaya Perlindungan Konsumen Di Indonesia
I Putu Oka Adi Atmaja;
I Nyoman Putu Budiartha;
I Made Aditya Mantara Putra
Jurnal Analogi Hukum Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/jah.8.1.2026.1-7
Negara Republik Indonesia sedang mengalami perubahan zaman yang begitu pesat, yang mana teknologi telah berkembang dan mempermudah Masyarakat dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Salah satu teknologi yang berkembang dalam dunia perbankan di masyarakat yaitu melakukan transaksi jual-beli barang ataupun jasa tanpa perlu menggunakan uang tunai(uang fisik), melainkan dapat membayarnya dengan menggunakan sistem pembayaran digital(non tunai) seperti E-Wallet. Dengan menggunakan aplikasi yang mendukung sistem e-wallet, dapat dilakukan transaksi dimanapun dan kapanpun tanpa perlu membawa uang tunai. Namun pada prakteknya sering kali pembayaran yang dilakukan secara digital menimbulkan suatu permasalahan. Adapun rumusan masalah yang diangkat yakni: 1) Bagaimanakah pengaturan hukum transaksi digital di Indonesia? 2) Bagaimanakah Akibat hukum dari adanya transaksi digital di Indonesia. Penelitian hukum normatif dipilih sebagai metode dalam penelitian ini, dengan menerapkan jenis pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Transaksi Digital Di Indonesia sudah Termasuk aman karena sudah ada Peraturan PerUndang-Undangan yang mengatur Transaksi Digital agar Masyarakat dapat terlindungi dari penipuan dan modus kejahatan Digital lainnya.