Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis hukum mediasi perceraian di pengadilan agama Legal analysis of divorce mediation in religious courts Gede Agus Krisna Mahendra; Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha; Ni Made Puspasutari Ujianti
Jurnal Analogi Hukum Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.5.2.2023.150-155

Abstract

Manusia sebagai makhluk sosial yang harus berdampingan dengan manusia lainnya, hal tersebut memgakibatkan manusia memiliki insting untuk melahirkan keturunan baru dengan cara melakukan perkawinan. Kata perkawinan sangat melekat dengan embel-embel perceraian, jika ada perkawinan pasti berkaitan dengan masalah perceraian. Jika seseorang melakukan perceraian di Pengadilan Agama maka sebelum merujuk suatu putusan terlebih dahulu para pihak melakukan upaya pendamaian atau mediasi. Hal tesebut sangat menarik untuk diteliti. Rumusan masalahnya adalah, Bagaimana akibat hukum dari perceraian ? dan Bagimana proses mediasi dalam menangani perceraian di Pengadilan Agama ? Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang wanita dengan seorang pria yang bertujuan untuk membentuk rumah tangga yang baik, harmonis dan sejahtera, dalam sebuah perkawinan pasti ada perceraian. Dalam suatu proses perceraian di Pengadilan Agama tentunya sebelum memutuskan untuk bercerai para pihak perlu melakukan proses perdaiaman terlebih dahulu yang sering dikenal dengan proses mediasi. Proses mediasi dilakukan dengan tujuan untuk meminimalisir rasa bersitegang pada saat persidangan dimulai dan diharapkan dengan mediasi kedua belah pihak dalam perkara perceraian memutuskan untuk memperbaiki hubungan dan dapat rujuk kembali
Kebebasan berpendapat dalam hubungannya dengan tindak pidana ujaran kebencian (studi putusan pengadilan tinggi denpasar nomor 72/pid.sus/2020/pt.dps) Gianluca Fredrick Wou Dopo; I Nyoman Putu Budiartha; Ida Ayu Putu Widiati
Jurnal Analogi Hukum Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.5.2.2023.162-166

Abstract

Setiap orang diperbolehkan untuk mengekspresikan pikiran, saran dan kritik mereka. Namun, dengan munculnya situs jejaring sosial, media tersebut telah berkembang menjadi sarana untuk mengekspresikan gagasan tanpa batas, terkadang mengarah pada ujaran kebencian. Berdasarkan hal tersebut, terdapat dua pokok permasalahan yang perlu dikaji yaitu bagaimana pengaturan kebebasan berpendapat dalam tindak pidana ujaran kebencian dan bagaimana pertimbangan hakim terhadap tindak pidana ujaran kebencian dalam Putusan Pengadilan Tinggi Denpasar No.72/Pid.Sus/2020/PT.Dps. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Hasil pembahasan tindak pidana ujaran kebencian secara umum mengatur tentang kebebasan berpendapat dengan membatasi ekspresi apabila ekspresi tersebut mengandung kata yang dapat menimbulkan kebencian, diskriminasi, dan intoleransi terhadap suatu golongan. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar masyarakat tetap aman dan nyaman serta menghindari konflik sosial dari ekspresi tersebut.
Perlindungan Hukum Bagi Pengguna Provider Saat Registrasi Sim Card Terhadap Kewajiban Penyerahan Data Pribadi I GEDE ARIMBAWA; Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H; I Nyoman Gede Sugiartha, SH.,MH
Jurnal Analogi Hukum Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.5.3.2023.287-292

Abstract

Pada dasarnya bentuk perlindungan data pribadi terbagi menjadi dua bentuk, yaitu perlindungan data berupa perlindungan data secara fisik, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Bentuk perlindungan lainnya adalah halaman pengaturan yang mengatur akses tidak sah oleh orang lain, penyalahgunaan data untuk tujuan tertentu, dan kerusakan data itu sendiri. Masalah terkait perlindungan data atau hak privasi muncul dari kekhawatiran tentang pelanggaran orang dan/atau hukum. Perlindungan privasi adalah hak setiap warga negara dan harus dihormati, termasuk perlindungan data (keamanan), jika perlu melindungi data sehingga hanya yang bersangkutan yang dapat mengaksesnya, tergantung pada sifat dan tujuan dari data tersebut. .dan harus dilindungi. Kajian ini mengkaji dua hal, yaitu perlindungan hukum pengguna jasa dan upaya hukum yang tersedia bagi pelanggan telekomunikasi terhadap penyalahgunaan data pribadi terkait registrasi kartu SIM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum preskriptif. Pendekatan hukum dan pendekatan konseptual digunakan sebagai permasalahan. Pendekatan konseptual, pendekatan konseptual, mencoba menganalisis bahan hukum dengan mengidentifikasi makna yang terkandung dalam ekspresi hukum. Kajian ini menggunakan tiga sumber hukum, yaitu sumber hukum primer, sekunder, dan tersier
Akibat Hukum Perjanjian Kerja Yang Mencantumkan Non Competition Clause Untuk Melindungi Rahasia Dagang Bisnis I Gusti Agung Mahendra; I Putu Nyoman Budiartha; I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar
Jurnal Analogi Hukum Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.5.3.2023.293-297

Abstract

Dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat, para pengusaha dituntut untuk lebih kreatif dalam menciptakan model perjanjian kerja yang dapat mendukung kelangsungan bisnis mereka. Salah satu jenis perjanjian kerja yang biasa digunakan adalah perjanjian dengan Klausula Non Kompetisi. Klausula ini berisi larangan bagi mantan pekerja yang masa kerjanya telah berakhir untuk tidak bekerja di perusahaan pesaing yang dianggap sebagai kompetitor. Tujuannya adalah untuk menjaga kerahasiaan dagang dari pesaing. Dalam perspektif Hukum Dagang, penggunaan Klausula Non Kompetisi diperbolehkan sebagai salah satu metode preventif untuk melindungi kerahasiaan dagang. Namun, Klausula ini dapat membatasi hak seseorang untuk pindah pekerjaan dan perlu dibatasi. Oleh karena itu, penggunaannya memerlukan batasan yang jelas. Meskipun demikian, hingga saat ini, pengaturan hukum di Indonesia belum secara tegas mengatur pencantuman Klausula Non Kompetisi dalam perjanjian kerja. Jenis penelitian yang digunakan dalam hal ini adalah Hukum Normatif, di mana penelitian dilakukan melalui studi dokumen dan pendekatan perundang-undangan untuk menghasilkan pemahaman yang lebih baik tentang sistem hukum yang berlaku
Efektivitas Pelayanan Perizinan Pariwisata Melalui OSS (Online Single Submission) Pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Di Kota Denpasar I Putu Bagus Rizaldi Pramana; I Nyoman Putu Budiartha; I Nyoman Sutama
Jurnal Analogi Hukum Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.5.3.2023.305-311

Abstract

Saat ini pelayanan perizinan mengalami kemajuan dengan penggunaan elektronik yang dikelola dengan OSS pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu di Kota Denpasar, adapun permasalahannya adalah 1) Bagaimana Efektivitas Penerapan Sistem Online Single Submission (OSS) dalam pengurusan Izin Pariwisata pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kota Denpasar? dan 2) Faktor apa sebagai penghambat dalam pelayanan perizinan Pariwisata pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Upaya Penanggulangannya? Penelitian ini menggunakan penelitian empiris yaitu melakukan penelitian lapangan. Penerapan Sistem OSS dalam pengurusan Izin Pariwisata pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kota Denpasar belum efektif disebabkan masyarakat yang tidak memahami dalam akses system OSS dan kurangnya sarana prasarana. Faktor penghambat dalam pelayanan perizinan Pariwisata pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yaitu berbagai faktor seperti hukumnya, penegak hukum, sarana, masyarakat, dan kebudayaan. Upaya penanggulangannya memberikan penyuluhan cara akses melalui elektronik OSS dan melakukan regulasi aturan antara NSPK terhadap PP OSS. Saran dalam penelitian ini diharapkan memperbaiki system OSS agar tidak berbelit-belit.
Perlindungan hukum terhadap konsumen air isi ulang di kecamatan negara kabupaten jembrana I MADE ADHI ARIANA; I Nyoman Putu Budiartha; Ni Made Puspasutari Ujianti
Jurnal Analogi Hukum Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.5.2.2023.190-195

Abstract

Air minum merupakan kebutuhan pokok bagi manusia karena sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air. Seiring dengan perkembangan kebutuhan masyarakat akan air minum yang semakin tinggi dan perkembangan pasar bebas serta persaingan di dunia usaha, saat ini banyak depot air minum isi ulang yang bermunculan di Indonesia khususnya di Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana. Namun air minum isi ulang yang tidak sesuai dengan standar kualitas air minum akan membawa dampak yang kurang baik bagi tubuh dalam jangka pendek maupun jangka panjang maka dari itu hal ini sngat menarik untuk diteliti. Permasalahannya adalah Bagaimana perlindungan hukum konsumen terhadap depot air minum isi ulang di Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana? Bagaimana faktor penghambat perlindungan hukum konsumen depot air minum isi ulang di Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana? dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Dengan banyaknya depot air minum isi ulang yang produksi airnya tidak sesuai dengan standar kualitas air yang ada, ini berarti salah satu hak-hak dari konsumen untuk mendapatkan barang yang layak tidak terpenuhi. Oleh karena itu dibutuhkannya pengawasan yang ketat terhadap usaha depot air minum isi ulang, agar dalam pelaksanaannya dapat memenuhi standar kualitas air minum yang telah ditentukan oleh peraturan perundang-undangan yang ada.
Perlindungan hukum bagi konsumen atas adanya kebijakan pemblokiran smartphone melalui international mobile equipment identity I Wayan Egiarta Pramudana; I Nyoman Putu Budiartha; I Made Aditya Mantara Putra
Jurnal Analogi Hukum Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.5.2.2023.201-206

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu minimnya informasi mengenai penjualan produk masa kini yaitusmartphone atau telepon pintar yang digandrungi konsumen dengan maraknya barang illegal yang dijual padapasar gelap, dimana pelaku tersebut membuat kecurangan sehingga konsumen merugi. Maka dari itudiangkatnya skripsi dengan judul Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Atas Adanya Kebijakan PemblokiranSmartphone Melalui International Mobile Equipment Identity. Adapun permasalahan yang diangkat yakni,Bagaimana pengaturan hukum mengenai pemblokiran Smartphone melalui International Mobile EquipmentIdentity dan Bagaimana Bentuk Perlindungan Hukum bagi konsumen Dalam Hal terjadinya pemblokiranterhadap IMEI pada smartphone. Metode penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian hukum normatifdengan jenis pendekatan perundang-undang dan konseptual. Hasil penelitian menunjukan bahwa Negara dalammenjaga perekonomiannya maka adanya IMEI yang memiliki aturan dengan tujuan dilindunginya produsen –produsen yang ada di negara Indonesia. Di lain sisi juga melindungi orang – orang dengan membeli ke pasargelap salah satu kegunaan IMEI tersebut dan Bentuk perlindungan hukum yang di dapatkan oleh para konsumenkarena IMEI smartphone nya terbelokir yakni perlindungan hukum preventif maupun represif. Bentuk suatuupaya yang dilakukan oleh pemerintah guna mencegah terjadinya suatu pelanggaran yang ada yaitu denganupaya secara preventif. Sementara itu secara represif yang dapat dilakukan adalah perlindungan hukum yangberupa saksi atau hukuman.
Aspek hukum pemindahan hak atas tanah melalui risalah lelang IDA AYU NGURAH KEMENUH; I Nyoman Putu Budiartha; Putu Suwantara
Jurnal Analogi Hukum Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.5.2.2023.207-213

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu Peraturan Menteri Keuangan Nomor 213/PMK.06/2020 Tetang PetunjukPelaksanaan Lelang menjelaskan lelang,terkait objek yang dibahas yakni lelang atas tanah, yang dimaksudadalah lelang hak atas tanah menjadi sarana bagi pihak penjual dan pembeli tanah dalam penguasaan dandimanfaatkannya peruntukan tanah tersebut kepada yang akan membeli secara sah pada saat pembayaran,seperti lelang eksekusi dan lelang non eksekusi. Menggunakan jenis Penelitian hukum normatife. Adapunmasalah yang di rumuskan adalah Apakah pemindahan hak atas tanah melalui risalah lelang dapat memberikankepastian hukum Serta Bagaimana pemindahan hak atas tanah melalui lelang. Mengenai Risalah Lelang suatubukti secara otentik yang dibuat dengan adanya dasar aturan hukum dan dibuat oleh penjabat lelang yangdiberikan kewenangan khusus dalam melaksanakan penjualan barang secara lelang, adanya kesempurnaandalam pembuktian yaitu dengan adanya akta otentik yang dimiliki setelah lelang dengan berita acara sehinggadapat memberikan kepastian hukum dengan mendaftarkan ke Kantor Pertanahan Kabupaten/ Kota setempatkarena pendaftaran tanah mempunyai sifat terbuka diatur pada Peraturan pemerintah Nomor 24 Tahun 1997pada Pasal 41 mengenai Syarat Sah dan mekanisme agar tidak terjadi kendala dalam administrasi pertanahan.
Efektivitas penggunaan quick response code indonesian standard (qris) dalam transaksi jual beli di pasar kumbasari denpasar Ni Kadek Wulan Juliandini; I Nyoman Putu Budiartha; Ni Made Puspasutari Ujianti
Jurnal Analogi Hukum Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.5.2.2023.227-232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada Transaksi Jual Beli di Pasar Kumbasari Denpasar. Berkembangnya industri Indonesia akan mengalami banyak perubahan salah satunya bidang pembayaran yang menggunakan pembayaran non tunai melalui QRIS, yang disusun oleh Bank Indonesia, wajib dilakukan setiap transaksi pembayaran di Indonesia, Pasal 6 PADG Nomor 24/1/PADG/2022. Nyatanya, masih terdapat pedagang yang tidak menggunakan QRIS dalam setiap transaksi. Maka penting dilakukan penelitian untuk mengetahui metode transaksi jual beli di Pasar Kumbasari serta bagaimana efektivitas penggunaan QRIS dalam pelaksanaan transaksi digital pada Pasar Kumbasari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris. Berdasarkan hasil studi, dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan QRIS di Pasar Kumbasari masih belum efektif dilakukan oleh para pedagang. Hambatan yang membuat belum efektifnya penggunaan QRIS yaitu, kurangnya antusias pedagang dalam menggunakan QRIS dikarenakan mayoritas pedagang lansia dan ada biaya MDR 0,6% yang diberlakukan kepada pedagang, membuat para pedagang tidak menerapkan QRIS.
Tinjauan Yuridis Terhadap Penyalahgunaan Fungsi Penyeberangan Pejalan Kaki Sebagai Ajang Pagelaran Busana Ni Komang Yolla Jonewabar Sanjiwani; I Nyoman Putu Budiartha; Ni Made Puspasutari Ujianti
Jurnal Analogi Hukum Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Analogi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.5.3.2023.347-352

Abstract

Penyeberangan pejalan kaki telah diatur Berdasarkan UU No dana. 22 tahun 2009 perihal lalu lintas dan angkutan jalan(UU LLAJ). Fungsi penyebrangan Jalan bagi pejalan kaki yang awalnya guna memberi kemudahan untuk pejalan kaki berpindah dari sisi jalan ke sisi jalan lainnya mulai disalahgunakan menjadi tempat untuk memamerkan busana atau menjadi tempat pagelaran busana. Dari sini dapat disimpulkan bahwa pagelaran busana yang digelar di penyeberangan pejalan kaki ini telah melanggar UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ. Dengan demikian masalah yang diangkat pada studi ini yaitu Bagaimanakah akibat hukum terhadap penyalahgunaan penyeberangan penjualan kaki sebagai ajang pagelaran busana dan bagaimanakah sanksi hukum terhadap penyalahgunaan penyeberangan pejalan kaki sebagai ajang pagelaran busana berdasarkan UU LLAJ. Pendekatan penelitian menggunakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan konseptual Dan perundangan. Hasil studi ini menunjukkan bahwasanya pejalan kaki yang melakukan ajang pagelaran busana atau fashion show dapat dikenakan sanksi berdasarkan ketentuan UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ. Pejalan kaki yang menyalahgunakan penyeberangan pejalan kaki telah melanggar pasal 274 dan pasal 275 UU No. 22 Tahun 2009 perihal LLAJ.
Co-Authors A. A. Ayu Ningrat Chuk Putri Prameswari A. A. Ngurah Deddy Hendra Kesuma A.A Gede Diotama A.A Made Andika Purnama Arta A.A Sagung Laksmi Dewi A.A. Istri Agung Cintya Anomsari A.A. Ngurah Bagus Bayu Prasetia A.A. Sagung Laksmi Dewi A.A. Sagung Laksmi Dewi A.A. Sagung Laksmi Dewi A.A. Sagung Laksmi Dewi A.A. Sagung Laksmi Dewi AA Mas Pradnyandari Mantara Ade Saptomo Ade Satriasa Maha Putra Adinikum Keba Tunggu Agnes Geraldine Olga Supriyana Agung Istri Altia Dwi Widaswari Agus Antara Putra Agustinus Bali Mema Albertus Dicky Andrianto Anak Agung Alit Ista Damayanti Anak Agung Ayu Agung Cleo Bayu Pertiwi Anak Agung Ayu Rai Agung Rene Dhariswari Anak Agung Bagus Ryan Ganandhika Anak Agung Bagus Wirawan Anak Agung Bagus Yoga Pramana Anak Agung Dita Intan Pertiwi Anak Agung Gde Agung Kresna Kamaswara Anak Agung Gde Chandra Wiratama Anak Agung Gede Arnawa Anak Agung Gede Bagastatha Dalem Anak Agung Gede Meditriana Putra Anak Agung Gede Oka Wisnumurti Anak Agung Istri Agung Anak Agung Istri Altia Dwi Widaswari Anak Agung Istri Mahaputri Anak Agung Krisna Kumala Dewi Anak Agung Krisna Sumantri Anak Agung Lanang Parwacita Anak Agung Made Ayu Rai Lidya Astari Anak Agung Ngurah Gede Wiratdika Anak Agung Ngurah Sentana Putra Anak Agung Prabhaputra Anak Agung Rosiana Dewi Putri Anak Agung Sagung Laksmi Anak Agung Sagung Laksmi Dewi Anak Agung Sagung Laksmi Dewi Anak Agung Sagung Laksmi Dewi Anak Agung Sagung Laksmi Dewi Anak Agung Sagung Laksmi Dewi Anak Agung Sagung Saviti Mahawishwa Karmani Angliati Deltia Kamuri Mawo Ate ANJANI, Mey Antara, I Wayan Wesna Arini, Desak Gde Dwi Arya Adi Sastra Aryabang Bang Frisyudha Audina Rahma Aurora Mayawa Rissandjani Ayu Metta Sandra Azizul Anwar Bagus Arya Wira Yudha Bayu Angga Saputra Bayu Kusuma Permana Putra Brendan Matthew Fandoe Carlos M. Raymundo Cecillia Ayu Triwulandari Suhartono Chandra Adi Gunawan Putra Chandra Adi Gunawan Putra Charles Ferguson Lagaribu De Ornay Cok Gede Bagus Putra Premana Pemayun Cokorda Gede Wirasatya Pradana Cokorda Istri Agung Mahayuni Cokorda Istri Ratih Utami Dewi Cokorda Istri Sarawasundhari Darma Budi Setiawan Darma Budi Setiawan Demosthenes B. Vibandor Denisya, Ni Putu Desak Gd.Dwi Arini Desak Gde Dwi Arin Desak Gede Dwi Arini Desak Gede Dwi Arini Desak Gede Dwi Arini Desak Gede Dwi Arini Desak Gede Dwi Arini Desak Putu Kania Pratiwi Desi Purnani Desi Purnani Dewa Ayu Cahyani Paramitha Dewa Ayu Diah Handayani Dewa Ayu Dita Novilina Dewa Ayu Nyoman Trisnamurti Dewa Ayu Putu Mita Purnamasari Dewa Gede Doni Anggara Pramudia Dewa Ketut Swanjaya Tirta Dewi, A.A Sagung Laksmi Dewi, A.A. Sagung Laksmi Diah Cayatri Sudibya Diah Gayatri Sudibya Diah Gayatri Sudihya Dimas Hadi Prastya Dita Paramitha Djelantik, IGN. Supartha Dwi Anggi Cahyani Dwitya Candra Yasa Dyah Merryani Dynna Madina Karuniawan Efraim Mbomba Reda Fatikhah Kismilarsih Fatikhah Kismilarsih Ferdy Pradana Galu Putri Fatia Gde Nanda Radithya Kresnantara Sanjaya Gede Agung Wirawan Nusantara Gede Agung Wirawan Nusantara Gede Agus Darmawan Gede Agus Krisna Mahendra Gede Agus Wiadnyana Gede Andi Wiradharma Gede Angga Prawirayuda Gede Bagus Andika Putra Gede Dana Semara Putra Gede Mahadi Waisnawa Hanata Putra Gede Mahesa Priyambada Kusuma Gede Nira Wicitra Yudha Gede Oscar Geovani Gede Yudi Krisnanda Gianluca Fredrick Wou Dopo Gianyar, I Made Guntarto Widodo Gusti Ayu Ajeng Prabaningtyas Gusti Ayu Arya Anindyanari Auliani Dewi Gusti Ayu Dewi Irna Yanthi Gusti Bagus Windu Sada Gusti Ngurah Sudarma Yuda Gusti Putu Ngurah Gita Pradnyana Putra Hamam Febrian Cahaya Hartini Sarifan Hartini Saripan Hartini Saripan I B Eka Karanantara I Dewa Gede Aditya Mahendra Putra I Dewa Gede Angga Bhasudeva I Dewa Gede Dwipayana Putra I Dewa Putu Andre Wiratama I Dewa Putu Andre Wiratama I Gede Agus Purna Jaya I Gede Agus Putrayasa I Gede Agus Wira Sanjaya I GEDE ARIMBAWA I Gede Dharma Kusuma I Gede Dharma Kusuma I Gede Eka Surya Pramana I Gede Gita Ananda Putra I Gede Mallik Satya Devangga I Gede Nyoman Aditya Riana Triputra I Gede Prema Nugraha Suastama I Gede Putu J Gusnaedi I Gede Satya Bala Putra Dewa I Gede Sudiarta I Gede Sukadana I Gede Tirtayasa I Gede Vera Yudana I Gede Wardana Oka Sastra Wiguna I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar I Gusti Agung Mahendra I Gusti Agung Ngurah Anom Deva I Gusti Agung Tria Masdiana Putra I Gusti Ayu Andara I Gusti Ayu Claudia Prathami Mertha I Gusti Ayu Intan Chandra Dewi I Gusti Ayu Intan Surya Dewi I Gusti Ayu Pryanka Nindyaprasista Putri I Gusti Ayu Ria Rahmawati I Gusti Bagus Suryawan I Gusti Made Ngurah Bagus Andre Wedananta I Gusti Ngurah Agung I Gusti Ngurah Agung Krisna Dwipayana Pradnyan I Gusti Ngurah Agung Krisna Dwipayana Pradnyan I Gusti Ngurah Bagus Denny Hariwijaya I Gusti Ngurah Gede Maheshwara Wedananta I Gusti Ngurah Muliarta I Gusti Ngurah Muliarta I Gusti Ngurah Rendra Suryana I Gusti Ngurah Winda Aditya Putra I Gusti Putu Ghosadhira Vedhastama I Kadek Adi Payana I Kadek Agus Arnawa Pariwesa Putra I Kadek Agus Dimas Harta Khanna I Kadek Ari Cahya Dwipa I Kadek Ary Astrawan I Kadek Bagiasa I Kadek Bagus Hari Rama Sanjaya I Kadek Bayu Surya Diana I Kadek Boy Aditya Mertajaya I Kadek Galang Taksu Ananda I Kadek Grendy Bhineka I Kadek Leo Byasama Wijaya I Kadek Sridana I Kadek Surya Wirawan I Ketut Detri Eka Adi Pranata I Ketut Gede Suardana I Ketut Irianto I Ketut Irianto I Ketut Kasta Arya Wijaya I Ketut Suardika I Ketut Suardika I Ketut Sukadana I Ketut Widia I Komang Angga Triyadi Giri I Komang Dodik Wijaya I Komang Ngurah Wirya Jaya I Komang Tresnanda Pramana I MADE ADHI ARIANA I Made Adi Putra I Made Adi Putrawan I Made Adi Sanjaya I Made Aditya Mantara Putra I Made Aditya Wira Sanjaya I Made Amertha Wiguna I Made Ardena I Made Ari Yudistira I Made Dharma Putra I Made Dwi Bimantara I Made Dwi Darmestha I Made Dwiki Yolanda I Made Krisnan Wijaya Putra I Made Mardika I Made Maswinartha I MADE MINGGU WIDYANTARA, I MADE MINGGU I Made Oka Pradnya Prawira I Made Panji Ambara Putra I Made Pratitha Adi Putra I Made Pria Dharsana, I Made Pria I Made puspasutari Ujianti I Made Rai Sukerta I Made Rauhimas Oka Raharja I Made Rimawan I Made Sandi Cahyadi I Made Satria Wibawa Tangkeban I Made Setiasa I Made Sukayasa I Made Suniasta Amertha I Made Suwitra I Made Wiratama I Made Yudi Artana I Nengah Laba I Nengah Laba I Nyoman Agus Saputra I Nyoman Alit Puspadma I Nyoman Alit Puspadma I Nyoman Bangkit Sugiarta I Nyoman Kerthia Wahyudi I Nyoman Oky Krisnanda I Nyoman Srimurti I Nyoman Subamia I Nyoman Subamia I Nyoman Subamia I Nyoman Subamia I Nyoman Sujana I Nyoman Sukandia I Nyoman Sumardiana I Nyoman Sutama I Nyoman Yudhi Astika I Nyoman Yudhi Astika I Pt Gd Seputra I Putu Agus Tirta Yasa I Putu Aldi Wiryatama I Putu Angga Septayana I Putu Bagus Ariana I Putu Bagus Rizaldi Pramana I Putu Bayu Aditya Nendra I Putu Dicky Suryantha I Putu Dipta Indrayana I Putu Erick Sanjaya Putra I Putu Gde Seputra I Putu Gede Murditayasa I Putu Gede Seputra I Putu Gede Seputra I Putu Gede Seputra I Putu Gede Wiramahendra I Putu Haris Parwita I Putu Oka Adi Atmaja I Putu Rusdi Eka Pratama I Putu Setiawan Ivan Baskara I Putu Suwantara I Putu Utama Putra I Putu Widya Laksana Pendit I Putu Wina Wirawan I Putu Yoga Eka Putra Gunawan I Putu Yoga Febrian Cahya I Putu Yogi Saputra I Wayan Agus Grahadi Putra I Wayan Agus Paramartha I Wayan Agus Rama I Wayan Arthanaya I Wayan Bayu Suta I Wayan Egiarta Pramudana I Wayan Eka Yasa I Wayan Ery Prayana Murtiawan I Wayan Gde Wiryawan I Wayan Gede Alfitra Surya Wijaya I Wayan Gede Purnayasa Wijaya I Wayan Gede Purnayasa Wijaya I Wayan Gede Swecana I Wayan Ika Suyun Yastika I Wayan Indra Adi Wicaksana I Wayan Jimmy Artana I Wayan Kartika Jaya Utama I Wayan Mutra I Wayan Pande Eka Trisna I Wayan Parandika I Wayan Pebriyana I Wayan Rideng I Wayan Suambara I Wayan Sujana I Wayan Suka Wirawan I Wayan Tika Tambunan I Wayan Wahyu Wisnanta I Wayan Werasmana Sancaya I Wayan Wesna Astara I Wayan Yudi Antara Putra I. B. Gde Agustya Mahaputra I.G.A Bela Indah Komala Yusianadewi Ida Ayu Anggun Tri Apsari Ida Ayu Chandra Cintiadewi Ida Ayu Cintiya Kencana Dewi Ida Ayu Gede Putri Satrianingsih IDA AYU NGURAH KEMENUH Ida Ayu Putu Purnam Asri Ida Ayu Putu Tania Krisna Dewi Ida Ayu Putu Widiati Ida Ayu Putu Widiati Ida Ayu Putu Widiati Ida Ayu Sri Intan Dwiyanti Ida Bagus Agung Putra Santika Ida Bagus Gede Agustya Mahaputra Ida Bagus Gede Widyana Putra Ida Bagus Gede Wiswamitra Ida Bagus Rama Pratistha IGN. Supartha Djelantik Indah Permatasari Indah Permatasari Indrasari Kresnadjaja Indrasari Kresnadjaja Jacob Davidson Korassa Sonbai Janneta Angela Pangalila Johannes Ibrahim Kosasih Kadek Agus Adi Mego Kadek Anggik Dwiyanti Kadek Apriliani Kadek Apriliani Kadek Ardy Arya Saputra Kadek Ayu Manik Gita Shintadewi Kadek Bagas Piadnyan Kadek Bayu Dinata Putra Kadek Bramanta Rudi Kaze Kadek Cinthya Dwi Lestari Kadek Dani Arditha Perrnana Kadek Darmayanti Putri Kadek Della Ayu Saputri Kadek Devi Arta Adnyani Kadek Dewi Darmayanti Kadek Diah Indrayani Kadek Dio Ramadi Natha Kadek Indra Yuda Kadek Jiyoti Mahayana Kadek Mas Aditya Mahottama Kadek Megah Bintaranny Kadek Ramdhana Wija Dharma Kadek Rizky Aditya Indrabuana Kadek Septian Dharmawan Prastika Kadek Vegas Ananta Sicaya Kadek Yogi Pranata Mulyawan A Karma, Ni Made Sukaryati Kaze, Kadek Bramanta Rudi Kenneth De Lara Lim Ketut Adi Wirawan, Ketut Adi Ketut Arie Jaya Ketut Putri Oka Suari Komang Ayu Sintia Dewi Komang Ayu Windy Widyastari Putri Komang Ayuk Septianingsih Komang Kory Jayani Komang Krisna Hady Saputra Komang Saeramessatya Purwadi Sastra Komang Vegayanthi l Gede Surya Mardita Putra lda Ayu Putu Widiati Leovigildo C. Sentelices Lia Ayu Lestari Linda Vianty Mala Takko Luh Eni Pribadi Luh Putu Sudini Luiza Klementina M Asa Lulus Purna Malintang M Syahrul Bahri Made Andhini Candardevi Made Bagoes Wiranegara Wesna Made Danang Mahendra Gama Made Dharma Laksana Swastika Made Gama Sasmitha Made Indira Sukma Dewi Made Ipunk Dwi Kusuma Made Irnanda Diandifa Lestari Made Isma Amanda Swadesi Made Isma Amanda Swadesi Made Minggu Widiantara Made Putri Laras Sapta Ananda Made Rama Wiguna Primantara Made Restu Hawiwie Made Setiasa Made Setiasa Made Setiasa Made Wisnuyoga Wardana Made Yunanta Hendrayana Madejaya Senastri Mahaputra, I.B. Gd. Agustya Maharani, Ni Putu Desya Mandasari, IA Cynthia Saisaria Marcelo Roland C. Villafuerte May Linda Iswaningsih Mey Anjani Miel S. Bongon Miftakhul Aini N Nursandi Nani Widya Sari Nengah Renaya Nengah Renaya Nengah Renaya Ngurah Aldi Ramaputra Ni Gusti Ketut Sri Ni Gusti Ketut Sri Astiti Ni Gusti Ketut Sri Astiti Ni Gusti Ketut Sri Astiti Ni Gusti Ketut Sri Astiti Ni Gusti Ketut Sri Astiti Ni Gusti Ketut Sri Astiti Ni Gusti Ketut Sri Astiti Ni Gusti Ketut Sri Astiti Ni Kadek Ani Ni Kadek Arisya Citra Repinta Ni Kadek Ayu Padmi Ari Sudewi Ni Kadek Dhea Pratiwi Duarsa Ni Kadek Emy Kencana Wati Ni Kadek Erika Ni Kadek Iwantari Putri Ni Kadek Marantina Dewi Ni Kadek Mirayati Ni Kadek Purnama Dewi Ni Kadek Riawati Ni Kadek Sinta Dewi Ni Kadek Sofia Arianti Ni Kadek Wulan Juliandini Ni Kadek Yunika Pramesti Ni Ketut Rahayu Utami Laksmidewi Ni Komang Sutha Yudiansari Ni Komang Trisna Desinta Ni Komang Wulan Prayatni Kana Ni Komang Yolla Jonewabar Sanjiwani Ni Luh Ari Andini Adnyana Ni Luh Debby Srinitha Mulyani Ni Luh Fitri Ni Luh Gede Suwarni Ni Luh Kadek Dwi Fenny Febriyanti Ni Luh Made Mahendrawati Ni Luh Putu Ayu Cahyani Ni Luh Putu Ayu Cahyani Ni Luh Putu Manik Suryani Ni Luh Sintya Damayanti Ni Luh Supadmi Ni Made Ayu Dwi Ardani Ni Made Ayu Pratiwi Ni Made Debi Ade Viskesia Ni Made Febby Savitri Dwi Cahyani Ni Made Harini Ni Made Lady Ruslya Ni Made Mirah Dwi Lestari Ni Made Pupspasutari Ujianti Ni Made Puspa Sutari Ujianti Ni Made Puspa Sutari Ujianti Ni Made Puspa Sutari Ujianti Ni Made Puspa Sutariujianti Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Puspautari Ujianti Ni Made Puspautari Ujianti Ni Made Ratih Prameswari Ni Made Septyawati Ni Made Seri Wahyuni Dewi Ni Made Sinthya Kusuma Arisanthi Ni Made Sintia Tarisa Ni Made Spasutari Ujianti Ni Made Sukariyati Karma Ni Made Tessa Aprillia Dewi Ni Made Vira Vija Rahmasari Ni Made Yuli Ratna Dewi Ni Made Yunika Andrini Ni Made Yunika Andrini Ni Nyoman Alit Meilinda Suasthi Ni Nyoman Alit Meilinda Suasthi Ni Nyoman Ayu Ratih Ganitri Ni Nyoman Wulan Prasintya Putri Ni Putu Alya Regina Putri Ni Putu Ayu Diah Novianti Ni Putu Dea Oktaviani Dewi Ni Putu Denisya Ni Putu Dyah Ayu Karina Prabandari Ni Putu Elisa Pebriyanti Putri Ni Putu Erni Novayanti Putri Ni Putu Gita Padmayani Ni Putu Nita Erlina Sari Ni Putu Rai Santi Pradnyani Ni Putu Trisna Dewi Ni Putu Wirastha Wisnuswari Ni Wayan Sukalandari Nuarta, I Nengah Nurin Fitriana Ulfa Nyoman Andhi Priyambawa Nyoman Chrisna Dewi Asmarani Nyoman Gede Antaguna Oksidelfa Yanto Pande Bagus Yoga Pratama Putra Pande Gede Gita Putra Nugraha Pande Gede Gita Putra Nugraha Pande Gede Mantra Artha Wicaksana Pande Nyoman Jaya Budiarta Parandita, Anak Agung Ngurah Jlantik Parmila, I Putu Permatasari, Made Intan Philipus Dian Anjaraka Prabowo Wijayanto Prasetyo Ramanda Prima Maria Fatima Bana Putu Agung Surya Prawira Putu Agus Wiyoga Dana Putra Putu Angelita Putri Putu Anggelita Putri Putu Ayu Candradiva Saraswati Putu Ayu Devi Kardila Putu Ayu Sriasih Wesna Putu Ayuk Sapta Agustini Putu Bagus Gandiwa Dhanandjaya Putu Berliana Prema Swari Putu Chandra Arta Dharma Putu Indri Sri Giyanthi Putu Inten Kanaya Putu Mia Tyska Permata Sari Putu Nita Yulistian Putu Rahayu Purnamasari Putu Sintya Pratiwi Manikashanti Putu Suryani . Putu Suwantara Putu Widhiatmika Coryka R.A. Nanik Priatini R.A. Nanik Priatini Rafizah Abu Hassan Rahmat Mohamad Rahul Maulana Rai Dharma Utama Ratih Cahya Pramitasari Ratih Wedhasari Ratu Muti’ah Ilmalia Ratu Muti’ah Ilmalia Renaya, Nengah Riadhi Tedi Putra Riberio, Leonito Ricky Kusnadi Robertus Berli Puryanto Robiatul Adawiyah Rofi Kurniawan Rustandi Ryan Soma Ryan Soma Ryskiaden Markus Sarasota Tomasoa Selamet, I Ketut Senastri, Ni Made Jaya Siti Aishah Siti Hafsyah Idris Siti Romlah Styawati, Ni Komang Arini Sugiartha, I Nyoman Gede Sujana, I Nyoman Sumardika, I Nyoman Suryani, Luh Putu Tjokorda Gede Agung Sayogaditya Widya Pramana Putra Ujianti, Ni Made Puspasutari Ulil Azmi Victoria Bellanique Solang Wanda Shicilya Wibisana, Anak Agung Ngurah Adhi Widhiatmika Coryka Widiati, Ida Ayu Putu Wijaya, I Kadek Merta Wikrama, A.A. Gede Agung Andika Yoga Wira Pranata Yogi Kristanto Yosef Primus Bana Yoshua Pramana Kawi