p-Index From 2021 - 2026
9.946
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam KONTEMPLASI: JURNAL ILMU-ILMU USHULUDDIN REFLEKSI EDUKATIKA TA'DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Ilmiah Iqra' NALAR: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam JPPI | Jurnal Penelitian Pendidikan Islam GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling TAZKIR: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Jurnal Kajian Peradaban Islam RELIGIA Nizham Journal of Islamic Studies Jurnal Living Hadis Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam Jurnal Syntax Transformation Jurnal Mu'allim Al-Mubin: Islamic Scientific Journal Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Waraqat : Jurnal Ilmu_Ilmu Keislaman Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Thawalib: Jurnal Kependidikan Islam TAFSE: Journal of Qur'anic Studies Jurnal Kajian Peradaban Islam Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam Bulletin of Science Education TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Journal of Education Research Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an,Tafsirdan Pemikiran Islam Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Jurnal Iman dan Spiritualitas Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Ta’limDiniyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies). Arfannur: Journal of Islamic Education Syams: Jurnal Kajian Keislaman Jurnal Studi Sosial Keagamaan Syekh Nurjati QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal El-Thawalib Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir Aqwal: Journal of Quran and Hadies Studies Nuris Journal of Education and Islamic Studies Religia : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Sosio Religi: Jurnal Kajian Pendidikan Umum Civilization Research: Journal of Islamic Studies Kontemplasi : Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Cendekia: Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam Jurnal Ilmu Pendidikan, Sosial dan Humaniora Jurnal El-Thawalib Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Motivasi dan Aksi Pembelajaran dalam QS. Al-Baqarah 31-33 Fauziah, Syifa Samrotul; Surahman, Cucu; Sumarna, Elan; Aprillianti, Della Putri
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v11i2.18591

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep manusia sebagai pembelajar Allah dalam QS. al-Baqarah (31-33) dan implikasinya terhadap motivasi serta aksi pembelajaran dalam pendidikan Islam kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir tematik (tafsīr maudhu'ī), penelitian ini mengkaji delapan kitab tafsir klasik dan kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa pengajaran al-asmā' kepada Nabi Adam melambangkan anugerah kapasitas intelektual dan spiritual, menjadikan Allah sebagai al-Mu'allim al-Awwal (Pendidik Pertama) dan manusia sebagai pembelajar dengan fitrah mencari ilmu. Penelitian ini mengintegrasikan nilai tarbawi Qur'ani dengan teori psikologi pendidikan modern: self-determination theory, self-regulated learning, habit loop, dan growth mindset. Motivasi intrinsik dalam Islam sejalan dengan kebutuhan psikologis dasar (otonomi, kompetensi, keterkaitan) yang diwujudkan melalui ijtihad, pengembangan fitrah, dan ukhuwah. Proses pembelajaran Qur'ani menekankan siklus tafakkur-niyyah-mujahadah-muhasabah yang resonan dengan fase self-regulated learning. Pembiasaan amal saleh melalui habit loop menjadi kunci transformasi ilmu menjadi karakter (malakah). Implikasi praktis mencakup desain kurikulum integratif, metode pengajaran reflektif, evaluasi berbasis karakter, dan orientasi pendidikan holistik yang menghasilkan individu beriman, berilmu, dan beramal.
Prinsip Keseimbangan dalam Al-Qur’an dan Relevansinya dalam Pembelajaran (Studi atas Konsep Tawazuniyyah dalam QS. Ar-Rahman Ayat 4-13) Ritonga, Mhd. Aksaril Huda Ritonga; Mhd. Aksaril Huda Ritonga; Surahman, Cucu; Sumarna, Elan; Restu Rizki Amanda; Helmy Abdullah Helmy
Mu'allim Vol 8 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/z2e9sr81

Abstract

Penelitian ini membahas prinsip tawâzuniyyah (keseimbangan) dalam Al-Qur’an dan relevansinya dalam pembelajaran dengan fokus kajian pada QS. Ar-Rahman ayat 4–13 melalui pendekatan tafsir tarbawy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna keseimbangan yang terkandung dalam ayat tersebut serta bagaimana prinsip tersebut dapat menjadi landasan konseptual bagi pengembangan pendidikan Islam yang integratif dan holistik. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan sumber data primer QS. Ar-Rahman ayat 4–13 dan data sekunder berupa tafsir-tafsir Al-Qur’an serta literatur pendidikan Islam yang relevan. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan induktif untuk menemukan pola-pola konseptual terkait penerapan prinsip tawâzuniyyah dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Ar-Rahman ayat 4–13 menegaskan pentingnya keseimbangan antara aspek spiritual dan material, dunia dan akhirat, teori dan praktik, serta manusia dengan lingkungannya. Prinsip ini memberikan paradigma baru dalam pendidikan Islam yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga spiritual, moral, dan ekologis. Dengan demikian, tawâzuniyyah dapat dijadikan dasar untuk merancang model pembelajaran yang lebih seimbang, adil, dan sesuai dengan tujuan penciptaan manusia sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi
Rekonstruksi Model Murid Mubadir (Inisiator): Analisis Pedagogis Kisah Sulaiman dan Hud-hud (QS. An-Naml: 20-28) Ahmad Dimyati Ridwan; Cucu Surahman; Elan Sumarna; Zakia Fitri Nabila; Intan Wardatul Karimah
Mu'allim Vol 8 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/spmedt54

Abstract

Studies on the concept of the disciple in the Qur'an are often dominated by the "obedient learner model" extracted from the story of Moses and Khidr. Although ethically important, this paradigm is insufficient to address the demands of modern education that emphasize initiative, independence, and critical thinking. This study identifies this pedagogical gap and aims to reconstruct an alternative model to address it. Using qualitative literature study methods and a thematic tafsir approach, this study analyzes in depth the interaction between Prophet Solomon and the Hud-hud (QS. An-Naml [27]: 20-28), enriched with rhetorical analysis (balaghah) and expert views. The results present a prototype of the "Murid Mubadir" (Initiator Disciple), characterized by proactive initiative in seeking knowledge, intellectual courage in reporting findings, systematic analysis, and a sense of responsibility. On the other hand, Prophet Solomon represents the "Wise Teacher" who is open to new information while upholding the principle of verification (tabayyun). This study concludes that the Qur'an offers a polyphonic, not monolithic, concept of the disciple. The story of Hud-hud provides an empowering pedagogical paradigm for Islamic Religious Education (PAI) to shape learners who are not only civilized, but also critical, proactive, and in tune with 21st-century skills.  
Kontribusi Pembelajaran PAI dalam Membangun Adab dan Budaya Belajar Siswa : Studi Fenomenologi Siti Zahra Pratiwi; Agus Fakhruddin; Elan Sumarna
Nuris Journal of Education and Islamic Studies Vol. 6 No. 1: January - June 2026
Publisher : Institut Nurul Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jeis.v6i1.250

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK) kerap tereduksi menjadi pemenuhan target kognitif semata, meninggalkan esensi fundamentalnya dalam pembentukan karakter dan soft skill. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan pengalaman subjektif siswa dalam memaknai kontribusi pembelajaran PAI terhadap pembentukan adab dan budaya belajar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi fenomenologi, data dikumpulkan melalui observasi naturalistik dan wawancara mendalam terhadap sepuluh siswa berprestasi serta seorang guru PAI di SMKN 1 Cipanas. Hasil analisis tematik hermeneutik mengungkap empat temuan utama. Pertama, internalisasi nilai PAI secara fundamental menggeser paradigma siswa untuk menempatkan adab di atas ilmu, yang termanifestasi dalam kemampuan presisi menyeleksi lingkungan pergaulan toksik. Kedua, penerapan pendekatan dakwah persuasif dan praktik lapangan, seperti simulasi pemulasaraan jenazah, terbukti sukses menciptakan pengalaman belajar bermakna yang meruntuhkan resistensi afektif siswa. Ketiga, kesadaran spiritual yang terbangun berupa rutinitas ibadah mandiri berfungsi sebagai jangkar emosional yang secara efektif menetralisasi tekanan stres akademik vokasional. Keempat, terjadi transformasi pola pikir kesuksesan dari orientasi egosentris-materialistis menuju etos berprestasi holistik yang berdimensi ukhrawi. Temuan ini menyimpulkan bahwa PAI bukanlah mata pelajaran pelengkap kurikulum, melainkan katalisator struktural utama pembentuk soft skill dan resiliensi moral siswa. Implikasi riset ini menawarkan landasan bagi model integrasi pendidikan agama dan vokasi untuk mencetak lulusan industri yang paripurna dan berintegritas tinggi.
The Concept of Tadabbur and Its Relevance to Education: A Study of Tafsir Tarbawi on Surah Shad [38]: 29 Ariq Muammar; Cucu Surahman; Elan Sumarna; Wayan Gastiadirrijal; Aulia Tegar Wicaksono
Arfannur: Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : The Magister of Islamic Education IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/arfannur.v7i1.5498

Abstract

This research is motivated by a major problem in modern education: the gap between the mastery of intellectual knowledge and the appreciation of spiritual and moral values. The current education system tends to emphasize solely the cognitive aspect, while the affective and spiritual dimensions of students are often neglected. This condition causes the learning process to lose meaning and is unable to fully shape the character of a person who is faithful and moral. To address this problem, this study examines the concept of tadabur (reflection) in Surah Shad verse 29 and its relevance to optimizing Islamic education. This study is motivated by the need to provide education that emphasizes not only cognitive aspects but also spiritual and moral aspects. The purpose of this study is to explore the educational values contained in the verse through the tarbawi interpretation approach, in order to determine its contribution to improving the quality of learning and character formation of students. This study uses a descriptive qualitative approach with library research and content analysis methods. Primary data sources come from classical and contemporary tafsir books such as Tafsir Ibn Kathir, Tafsir Al-Misbah, and Tafsir Jalalain, while secondary data were obtained from the book Konsep Tadabur Al-Qur'an by Abas Asyafah and journal articles relevant to the research theme. The results of the study indicate that the concept of tadabur plays an important role in shaping students' reflective and spiritual awareness, as well as providing a conceptual basis for developing a more meaningful, holistic, and contextual Islamic education
MAUIZAH METHOD IN LEARNING THE QURAN AS A CONCEPT OF MORAL AND SPIRITUAL EDUCATION BASED ON QS LUQMAN VERSES 12–19 Aulia Tegar Wicaksono; Surahman's Grandson; Elan Sumarna
Al-Mubin Jurnal Ilmiah Islam
Publisher : Department of Research and Community Service at the Ummul Quro Al-Islami Bogor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/almubin.v9i1.2562

Abstract

This study aims to examine mauizah as a Quranic model of moral and spiritual education based on Surah Luqman verses 12–19 Employing a maudui thematic exegetical approach this qualitative library research integrates classical Quranic commentaries such as al Qurtubi alongside the contemporary interpretation of Tafsir al Misbah by Quraish Shihab in dialogue with Islamic educational and ethical thought In this study mauizah is conceptualized not merely as verbal advice but as a comprehensive pedagogical method characterized by gentle communication emotional proximity and the internalization of moral and spiritual values within the learners inner consciousness The findings reveal that Luqmans counsel constitutes a structured and progressive moral spiritual educational framework encompassing the cultivation of tauhid and syukr gratitude filial piety awareness of muraqabah and the development of istiqamah through salat amr maruf nahy munkar and sabr Furthermore the verse emphasizes social ethics through the cultivation of tawadu self restraint and refined communication These values are transmitted through an affective pedagogical approach that nurtures internal moral awareness rather than externally imposed obedience This study argues that mauizah represents a holistic humanistic and transformative model of Islamic education as it integrates cognitive understanding affective engagement and spiritual awareness in a balanced manner Consequently Quranic education grounded in mauizah offers a relevant and meaningful response to contemporary moral spiritual and character challenges in Islamic education
The Dimensions of Monotheism, Morality, and Sociality as the Goals of Education in Surah Luqman Verses 12–19 Wayan Gastiadirrijal; Cucu Surahman; Elan Sumarna
YASIN Vol 6 No 1 (2026): YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v6i1.8738

Abstract

Western educational paradigms, which dominate schooling in many Muslim-majority contexts including Indonesia, tend to prioritize cognitive and material outcomes at the expense of spiritual, moral, and social development, contributing to ethical erosion among youth. This study addresses this gap by deriving Islamic educational objectives from Surah Luqman (verses 12–19) as a holistic framework for cultivating insān kāmil (perfect humans), with particular emphasis on tawḥīd (monotheism), morality, and social responsibility. Employing a qualitative library research method, primary data from the Qur’an and classical and contemporary tafsīr were analyzed using thematic content analysis, while secondary sources consisted of post-2000 literature on Islamic pedagogy. Through coding, categorization, interpretation, and cross-validation, the analysis identifies three interconnected dimensions: tawḥīd as an epistemological core fostering devotion and resilience; morality expressed through filial piety (birr al-wālidayn), gratitude, patience, and humility; and social responsibility operationalized through prayer, amr bi-l-maʿrūf wa-nahy ʿan al-munkar (enjoining good and forbidding evil), and courteous conduct. Reflective analysis underscores the contemporary relevance of these Luqmanic principles for Indonesian pesantren and madrasahs, countering secular individualism by informing integrated cognitive–affective–behavioral curricula. The study concludes that embedding educational aims derived from Surah Luqman within Indonesia’s Merdeka Belajar policy framework can enhance students’ moral resilience and offers a value-based alternative to predominantly secular models. The findings contribute to the applied exegesis of the Qur’an in pedagogy and have implications for future empirical interventions and the development of digital tools for value-based Islamic education.
Keutamaan Ibu dalam Hak Asuh Anak Perspektif Pendidikan: Analisis Hadits Tarbawi Ilyasa, Faisal Fauzan; Rahardja, Muhammad Nurfaizi Arya; Masrukhin, Akhmad Rudi; Zulaiha, Mailinda Anis; Sumarna, Elan
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. 1 (2025): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ajaip.2025.vol22(1).15850

Abstract

This study aims to analyze the mother's role in child custody after divorce from the perspective of tarbawi hadith, focusing on integrating Islamic educational values. A qualitative approach with descriptive-analytical methods and taḥlīlī analysis techniques was employed. Data were collected through library research utilizing primary and secondary sources from classical and contemporary Islamic literature. The research procedure included theme selection, hadith selection, takhrij analysis, and interpretation of educational values. The findings highlight that tarbawi hadith legitimizes maternal priority in custody as long as moral and spiritual criteria are met, with profound educational implications. Mothers, as the first educators, play a strategic role in ensuring emotional stability, supporting psychological development, and internalizing children's spiritual values. These findings significantly contribute to the Islamic educational perspective on child-rearing, particularly post-divorce.
Kajian Pustaka: Pentingnya Menerapkan Prinsip Pendidikan Adab Sejak Dini Untuk Pembentukan Pribadi Yang Berkarakter Briliana Firdaus; Elan Sumarna; Ganjar Eka Subakti
Syams Vol 7 No 1 (2026): Syams: Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Faculty Ushuluddin, Adab, and Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/syams.v7i1.2869

Abstract

Adab education from early childhood plays a crucial role in shaping children’s character. In practice, however, it is often narrowly understood as politeness, compliance, and obedience to rules. This study aims to analyze the concepts, pedagogical mechanisms, core values, and implementation strategies of adab education within family, school, community, and digital environments. The study employed an integrative literature review by selecting relevant literature on adab education, character education, early childhood, family-based parenting, role modelling, habituation, emotional regulation, and digital education. The data were analyzed through thematic coding, conceptual comparison, and critical synthesis. The findings indicate that adab constitutes a value orientation that integrates moral knowledge, spiritual awareness, self-regulation, responsibility, empathy, and social action. Adab education cannot be effectively implemented solely through verbal advice or the enforcement of rules. Instead, it requires consistent adult role modelling, meaningful habituation, reflective dialogue, prosocial experiences, logical consequences, and collaboration between families and schools. This review proposes a five-stage implementation model comprising value consensus, role modelling, routines, dialogue and reflection, and authentic assessment. Therefore, the effectiveness of adab education is determined more by the consistency of the educational ecology and the quality of interactions than by the number of rules imposed on children.
This study aims to examine the method of tawhid education contained in QS Luqman verse 20 and analyze its implications in contemporary Islamic religious education. This verse contains messages of tawhid emphasized by Luqman to his son, including teachings about the importance of knowing Allah as the creator and maintainer of the universe. The method used in this research is thematic interpretation approach by focusing on the content of the verse and linking it with the concept of tawhid educatio Alfalah, Salma Rahmasari; Cucu Surahman; Elan Sumarna
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 15 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/naq7pv93

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode pendidikan tauhid yang terkandung dalam QS Luqman ayat 20 dan menganalisis implikasinya dalam pendidikan agama Islam kontemporer. Ayat ini memuat pesan-pesan ketauhidan yang ditekankan oleh Luqman kepada anaknya, termasuk ajaran tentang pentingnya mengenal Allah sebagai pencipta dan pemelihara alam semesta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan tafsir tematik dengan memfokuskan pada kandungan ayat dan mengaitkannya dengan konsep pendidikan tauhid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pendidikan tauhid dalam QS Luqman ayat 20 melibatkan pengajaran melalui nasihat bijak, pemahaman rasional atas tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta, serta penguatan moral keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi dari metode ini dalam pendidikan agama Islam mencakup perlunya pendekatan holistik dalam pengajaran tauhid, dengan menekankan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang. Selain itu, metode ini juga relevan dalam membangun karakter peserta didik yang memiliki keimanan kuat, kesadaran moral tinggi, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang lebih integratif dan sesuai dengan tantangan zaman.Keyword: Tauhid; Pendidikan Agama Islam; Metode Pendidikan
Co-Authors Aam Abdussalam Aam Abdussalam, Aam Aceng Kosasih, Aceng Adnin, Gina Fauzia Agus Fakhruddin Ahmad Dimyati Ridwan Ahmad Syamsu Rizal, Ahmad Syamsu Akmal, Miftahul Jannah Alamsyah, Adam Alawiyah, Risa Alfalah, Salma Rahmasari Amanda, Restu Rizki Anggraeni, Nia Anjarsari, Ray Anjarsari, Ray Annida Fitriana Supriadi Aprilia, Nindy Putri Aprillianti, Della Putri Ariq Muammar Artha, Nursani Awal Aufa Assa Syahada Aulia Tegar Wicaksono Aulia Tegar Wicaksono Batula, Abu Warasy Bildan Muhammad Sya'ban Briliana Firdaus Buchori Buchori, Buchori Cucu Surahman Cucu Surahman Donna Fadhilah Dzakiya, Mifta Ghina Edi Suresman Endis Firdaus, Endis Fahrudin Fahrudin Faiz Aswa Nazhan Fajar Islamy, Mohammad Rindu Fauziah, Syifa Samrotul Fauziah, Wafiq Nur Fazar, Fahmi Fitri Hardiyanti Fitri Hardiyanti, Fitri Ganjar Eka Subakti Goldy Septa Prawira Hadiana Nasrullah Hasibuan, Ulfah Salwa Helmy Abdullah Helmy Helmy, Helmy Abdullah Hendra Sudrajat Hidayat, Luthfi Aulia Hilman Taufiq Abdillah Hizba Aulia, Muhammad Huda , Ali Anhar Syi’bul Husaeni, Muhammad Fahri Ali Husna Kamah Husniah, Lu'Lu' Hyangsewu, Pandu Ibrohim, Muhammad Maulana Malik Ilyasa, Faisal Fauzan Intan Wardatul Karimah Intan Wardatul Karimah ISTIANAH Jaedi, M Jalal, M Rifky Faisal Jenuri Juhri Jaelani Kharimah, Alma Nur Lathif , Nur Muhammad Lisyani, Nisa Mada Wijaya Kusumah Marshanda Rosy Rahmawati Marwah, Siti Shafa Marwah, Siti Shafa Masrukhin, Akhmad Rudi Mhd. Aksaril Huda Ritonga Mimin Mulyanah, Mimin Moch. Ardia Putra Mubarokah, Syifa Fatihatul Muhamad Parhan Muhammad Aldam Shaka Pradipta Muhammad Fajrin Haikal Muhammad Fariz Baihaqi Muhammad Hizba Aulia Muhammad Hizba Aulia Mukarrami, Nur Fadhillah Munawar Rahmat Muzakki , Rifqi Fathan Saepudin Nasrudin, Ega Nazhan, Faiz Aswa Nofita Yanti Novia, Shinta Nurhuda, Abid Nurjaman, Asep Rudi Nurti Budiyanti Nurul Karin O’gli, Sodiqov Ulug’bek G’ulomjon Permana, Rizal Pitra Gosha Patriasya Putri, Annisa Ningtias Cevie Rafilah, Nabila Hasna Rahardja, Muhammad Nurfaizi Arya Rahayu, Risma Putri Rahmania, Puput Rahmi, Utami Qonita Raisya Shabira Nursetya Ratna Wulandari Ratna Wulandari Restu Rizki Amanda Rifqi Fathan Saepudin Muzakki Rika Rika Rinjani, Dini Rinjani, Dini Ritonga, Mhd. Aksaril Huda Ritonga Saepudin Muzakki, Rifqi Fathan Salamuddin, Ahmad Salma Rohimah Rukmana Salwa Rihadatul Aisy Selvia, Sasmi Setiawan, Listi Putri Shabrina, Khalishah Nur Sheleisya, Adinda Hasna Siti Zahra Pratiwi Somantri, Mut Mut Mutiah Suharman, Cucu Supriyadi, Tedi Surahman's Grandson Surahman, Cucun Susetyo, Marwal Blantara Sya'ban, Bildan Muhammad Syafe’i, Makhmud Syafei, Makhmud Syahidin Syahidin Syahidin Syahidin Syahidin, Syahidin Syahidin, S Tanjung, Fadhilah Sukmawati Tatang Hidayat Tatang Hidayat TATANG HIDAYAT, TATANG Titin Yuniartin Tya Shofarina M. Nur Utami Qonita Rahmi Utami, Putri Intan Wayan Gastiadirrijal Widiastuti, Dara Widiastuti, Dara Zakia Fitri Nabila Zidny Hikmatiar Zulaiha, Mailinda Anis