Articles
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF TIPE QUIZ TEAM PADA MATA PELAJARAN TEKNIK PERMESINAN KELAS XI TPM DI SMK NEGERI 2 PAMEKASAN
ARIFIN, SYAMSUL
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JPTM. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Perbaikan kualitas pendidikan dapat dilakukan melalui tiga komponen utama yakni siswa, kompetensi guru dan fasilitas pembelajaran. Semakin banyak sumber belajar maka siswa tidak berharap banyak dari guru. Permasalahan yang dihadapi guru bagaimana cara agar siswa dapat meningkatkan minat, respon dan hasil belajarnya khususnya pada mata pelajaran Teknik Permesinan kelas XI TPM di SMK Negeri 2 Pamekasan, dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan minat siswa, respon siswa, dan hasil belajar siswa. Untuk mengoptimalkan proses pembelajaran peneliti menggunakan Model Pembelajaran Aktif Tipe Quiz Team dengan harapan penerapan Model Pembelajaran Aktif Tipe Quiz Team. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran aktif. Obyek dalam penelitian ini yaitu kelas XI TPM 1 dikarenakan pada kelas ini terdapat siswa yang tinggal kelas jadi proses pembelajaran harus optimal sehingga minat, respon dan hasil belajar siswa dapat meningkat. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar angket minat, lembar angket respon dan lembar tes hasil siswa sedangkan skala ukuran penelitian menggunakan skala likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Aktif Tipe Quiz Team dapat meningkatkan pestasi belajar siswa. Sebelum penerapan pembelajaran berdasarkan masalah rerata hasil belajar siswa hanya mencapai 65,95 sedangkan setelah penerapan Model Pembelajaran Aktif Tipe Quiz Team menjadi 82,71. Respon belajar siswa menunjukkan persentase sebesar 95% dan untuk minat belajar siswa sebesar 93%. Hal ini menunjukkan bahwa siswa kelas XI TPM memiliki respon dan minat belajar yang “Sangat Kuat” dalam pembelajaran mata pelajaran Teknik Permesinan dengan Model Pembelajaran Aktif Tipe Quiz Team. Besarnya thitung hasil uji beda antara nilai preetest dan posttest pada pokok bahasan yaitu 8,28 dan lebih besar dari ttabel yaitu 2,04. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Aktif Tipe Quiz Team berpengaruh untuk meningkatkan prestasi hasil belajar siswa. Kata Kunci: Belajar aktif tipe Quiz Team dan hasil belajar.
K-MEANS SEBAGAI EKSTRAKTOR CIRI PADA KLASIFIKASI DATA DENGAN ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM)
Chamidah, Nurul
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 9, No 2 (2018): JURNAL SIMETRIS VOLUME 9 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (373.045 KB)
|
DOI: 10.24176/simet.v9i2.2433
Besarnya dimensi pada ciri merupakan masalah pada komputasi untuk mengklasifikasi data sehingga diperlukan suatu proses ekstraksi ciri agar dimensinya berkurang dengan cara mengambil hanya informasi yang penting dari ciri. Penelitian ini menggunakan algoritma K-Means untuk mengekstraksi ciri dengan menemukan pola tersembunyi dari setiap kelas kemudian direkonstruksi dengan fuzzy membership function dan mendapatkan pola baru. Pola baru yang terbentuk digunakan sebagai ciri abstrak dan dibagi kedalam data latih dan data uji. Pelatihan dilakukan dengan memanfaatkan algoritma Support Vector Machine (SVM) untuk mendapatkan model klasifikasi. Model klasifikasi SVM yang diperoleh kemudian di uji dengan menggunakan data uji untuk memperoleh performa klasifikasi berupa akurasi dan waktu komputasi. Dengan 5-fold cross validation, metode ini memberikan akurasi yang baik pada dataset Liver, Breast Cancer dan Heart Disease yang diperoleh dari UCI Machine Learning Repository. Penelitian ini menunjukkan kemampuan K-Means untuk mengekstraksi ciri dari dataset. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa K-Means sebagai ekstraktor ciri dapat mengurangi waktu komputasi.
Effect of Principal's Transformational Leadership Style on Teacher Performance
Rahayu, Bekti;
Idris, Fahmi;
Herawati, Tuti
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol 1, No 5 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/ijevs.v1i5.1614
The purpose of this study is to examine how Transformational Leadership is Teacher Performance. Research methods; descriptive analysis, quantitative approach, product moment correlation analysis techniques, determination and regression. Data collected through questionnaires. The population in this study were teachers in two elementary schools in East Bogor City, totaling 54 people, with a total sample of 34 respondents with simple random sampling technique. The results showed a significant relationship between transformational leadership and teacher teaching performance. The recommendation to improve teacher performance is to improve the dimensions of intellectual stimulation and the sensitivity of individual principals and teacher participation in training to improve teacher professional competence.
Peningkatan Ibadah dan Amaliah Sosial Berbasis Masjid
Latuconsina, Husain;
Nazilatul Ula, Nova Septi;
Choirunnisa, Saraskia Mei;
Kurniawati, Fanny Maulida;
Nuresa, Rosi;
Zuhri, Ahmad Syaifudin;
Umbu Nay, Shinta Indriani;
Arifin, Syamsul;
Rumkel, Rasul Hamidi;
Masykuri, Ahmad Amirudin;
Muzayid, Ahmad
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M)
Publisher : Universitas Islam Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (714.56 KB)
|
DOI: 10.33474/jp2m.v1i2.6548
Permasalahan yang dihadapi oleh generasi muda khususnya di desa Mulyoasri Kecamatan Amplegading-Kabupaten Malang adalah ketidakseimbangan antara hamblum minannas dan hablum minallah. Untuk mengatasinya, maka mahasiswa KKN-PPM Tematik berbasis Masjid yang tergabung dalam kelompok 24 Universitas Islam Malang merancang dan mengimplementasikan program kerja yang didasarkan pada hasil survei dengan metode purposive sampling. Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dengan tema “Peningkatan Ibadah dan Amaliah Sosial Berbasis Masjidâ€, diharapkan dapat menjadi stimulan  bagi generasi muda khsusnya dan masyarakat Desa Mulyoasri pada umumnya untuk membentuk karkter Islami berlandaskan Ahlu Sunnah Waljam’ah. Penanaman karakter Islami bagi generasi muda merupakan faktor yang penting untuk mewujudkan insan kamil yang dapat menyeimbangkan hablum minannas (hubungan antar sesama manusia) dan hablum minallah (hubungan antar manusai dengan sang pencipta Allah SWT). Untuk dapat mewujudkan kedua hal ini maka diperlukan penanaman nilai-nilai Islam sejak dini, dan peningkatan iman dan ketakwaan melalui pelaksaanaan ibadah sholat 5 waktu, membaca Al-Qur’an, jumat sedekah  dan menjalankan amalan-amalan Islam Ahlusunnah Wal’jamaah yang telah menjadi tradisi masyarakat Nahliyin. Outcome yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terwujudnya masyarakat yang berwatak Islam Aswaja untuk menggapi insan kamil
Islam, Populisme dan Masa Depan Demokrasi di Indonesia
Arifin, Syamsul
MAARIF Vol 14 No 1 (2019): Populisme Islam dan Tantangan Demokrasi Islam di Indonesia Pasca-Pilpres
Publisher : MAARIF Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (156.555 KB)
|
DOI: 10.47651/mrf.v14i1.46
Populisme merupakan konsep yang disematkan pada gerakan Islam di Indonesia belakangan ini mengiringi beberapa rangkaian politik elektoral baik di level lokal maupun nasional. Ihwal penyematan ini dilatarbelakangi oleh penggunaan identitas keagamaan yang mengesankan gerakan yang dirancang oleh beberapa elite dari kalangan Islam merupakan gerakan eksklusif. Gerakan ini untuk sementara waktu membuahkan hasil yang ditunjukkan dengan kemenangan salah satu pasangan dalam Pilkada di DKI Jakarta pada 2017. Sukses dalam politik elektoral, gerakan populisme Islam terus dirawat yang nantinya menjadi suatu strategi permanen dalam kontestasi politik elektoral di tingkat nasional. Populisme Islam bagi sebagian kalangan dikhawatirkan dapat menghalangi perkembangan demokrasi di Indonesia yang sejatinya masih dalam proses transisi menuju konsolidasi demokrasi. Artikel ini pertama-tama ingin memberikan apresiasi terhadap kontribusi umat Islam sebagai kelompok keagamaan terbesar di Indonesia karena telah memberikan contoh yang baik bagi negara-negara mayoritas Islam lainnya dalam mentransformasi rezim otoriter ke rezim yang lebih demokratis. Pembahasan berikutnya ingin meletakkan populisme sebagai suatu gerakan yang seharusnya memberi manfaat positif terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia mengingat pandangan Muslim mainstream menerima demokrasi baik sebagai suatu fakta sejarah maupun karena dari sisi teologis, Islam dan demokrasi tidak perlu diletakkan dalam posisi yang saling berhadapan.
Pengaruh Berat Umbi Siung Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Bawang Putih (Allium sativum L.)
Arifin, Syamsul;
Baswarsiati, Baswarsiati;
Sugito, Yogi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/1390
Bawang putih adalah sayuran rempah yang dikonsumsi sebagai bumbu masakan. Berdasarkan Badan Pusat Statistika (2018) produksi bawang putih 19,51 ribu ton hasil ini tidak dapat memenuhi permintaan yang ada. Salah satu penyebab rendah nya produksi adalah penggunaan berat bahan tanam yang kurang optimal di kalangan petani. Untuk mendapatkan hasil yang optimal maka perlu diketahui berat umbi siung yang optimal untuk pertumbuhan dan hasil bawang putih. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur. Bahan yang digunakan 3 varietas bawang putih. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama varietas yaitu Lumbu Kuning, Lumbu Hijau, dan Lumbu Putih. Faktor kedua adalah berat umbi siung yang terdiri dari 3 taraf yaitu B1: 0,5 gram, B2: 1,5 gram, dan B3: 2,5 gram. Parameter pertumbuhan meliputi indeks luas daun dan laju pertumbuhan tanaman. Parameter panen meliputi bobot umbi pertanaman, diameter umbi pertanaman, jumlah siung, dan hasil panen. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam. Apabila hasil menunjukkan pengaruh yang nyata maka di uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan ada nya interaksi pada variabel pengamatan indeks luas daun, jumlah siung dan hasil panen. Perbedaan bahan tanam umbi siung memberikan respon berbeda terhadap pertumbuhan vegetatif dan hasil bawang putih. Lumbu Kuning dan Lumbu Putih dengan umbi siung 1,5 gram memberikan hasil yang optimal dan untuk Lumbu Hijau menggunakan umbi siung 2,5 gram menunjukkan hasil yang optimal.
Analisis Hukum Pidana Terhadap Penanggulangan Kejahatan Illegal Logging Di Provinsi Riau (Studi Kasus di Pengadilan Negeri Pekanbaru)
Sibarani, Anggiat;
Arifin, Syamsul;
Siregar, Taufik
ARBITER: Jurnal Ilmiah Magister Hukum Vol 1, No 1 (2019): ARBITER: Jurnal Ilmiah Magister Hukum Mei
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (275.946 KB)
|
DOI: 10.31289/arbiter.v1i1.101
This study aims to look at one of the areas in Riau Province that is experiencing rapid forest degradation, Pekanbaru City, which is the Capital of Riau Province. The existence of forests in Pekanbaru City is only centered on the outskirts of the city and the Greater Forest Park area which is directly adjacent to the Siak Regency and urban forests which are spread in Pekanbaru City. The study was conducted in Pekanbaru City using a normative juridical approach concerning legal principles in the form of conceptions, statutory regulations, views, legal doctrines and related legal systems. This type of approach emphasizes obtaining information in the form of legal texts relating to the object under study, the data collection tool is literature study and documentation study. The results and discussion in this study found that criminal formulations against illegal logging (Illegal Loging) contained in the Criminal Code, after the enactment of Law Number 41 of 1999 concerning Forestry against acts of utilizing forest products without the permission of the authorities, legal subjects both individuals, legal entities and business entities by not providing further explanation of the formulation of criminal acts so that criminal sanctions against individuals and corporations are also applied equally to criminal sanctions, there are still many weaknesses so that they are unable or ineffective to accommodate the novelty of forest destruction. and provide a deterrent effect for the offender. Prevention and Eradication of Forest Destruction as a solution to prevent and eradicate forest destruction with a policy that is more stringent and strict criminal law.
ILLOCUTIONARY SPEECH ACTS ANALYSIS IN TOM CRUISE’S INTERVIEW
Haucsa, Ghasella Makhpirokh;
Marzuki, Abdul Gafur;
Alek, Alek;
Hidayat, Didin Nuruddin
Academic Journal PERSPECTIVE: Education, Language, and Literature Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (331.676 KB)
|
DOI: 10.33603/perspective.v8i1.3304
This study is an analysis of illocutionary speech acts performed in Tom Cruise?s interview in promoting his movie. This study aims to describe the types as well as the functions of illocutionary speech acts performed by both the interviewer and the interviewee. Moreover, this study also describes the most and the least used illocutionary speech acts performed in the interview. This study uses qualitative method employing descriptive analysis design. The data source of this study is collected by downloading the video of the interview from YouTube. The data are observed and transcribed into written form. Furthermore, the data are categorized into some types of illocutionary speech acts. The result showed that there are four kinds of illocutionary speech acts which are performed in Tom Cruise?s interview which are representative, commissive, directive, and expressive. Here, the representative speech acts was categorized as the most performed speech in that interview. The result of the present study showed that Tom Cruise tended to convey his utterance to give statements of fact or to describe things that he believed to be true. Meanwhile, the percentage of the most performed or the most used speech acts to the least one in Tom Cruise?s interview is: representative (48.7%), expressive (38.5%), commissive (7.7%), directive (5.1%), and declarative (0%).
UTILIZING PICTURES IN INCREASING PUPILS’ VOCABULARY MASTERY IN AN EFL CLASS IN PALU CITY INDONESIA
Marzuki, Abdul Gafur
Musawa: Journal for Gender Studies Vol 9 No 2 (2017)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak, IAIN Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24239/msw.v9i2.249
This research aimed at analyzing the implementation of pictures technique in increasing vocabulary of the fourth gradepupils of SDN 6 Palu. This research employed a collaborativeclassroom action research design and was implemented in the formof cycles consisting of four major steps: planning, implementing,observing and reflecting. The subject of the research were 34 pupilsof grade four B at SDN 6 Palu. The instruments used to collect datawere test, observation checklists, field notes, and questionnaire. Thisresearch was completed in two cycles because the results of theresearch in the first cycle did not meet the criteria of success. Eachof cycle comprises four meetings. The findings of the researchshowed that the applying of technique in teaching English canincrease pupils’ vocabulary mastery. This is shown by theimprovement of the mean score made by the pupils, that is: 7.04 incycle I to 8.10 in Cycle II and the number of the pupils who gotscores at least 6.5 or greater was 22 (64.71%) in cycle I to 34(100%) in cycle II. In addition, the pupils gave positive responsetoward the model applied as reflected from the results of threevariables of measurement of the questionnaire given: learningmotivation, learning result, and tasks accomplishment. It can beconcluded that the pictures technique is effective and applicable inteaching vocabulary.
Financial Literacy on Impulsive Buying Behavior in Y Generation
Anisa, Nur Aini;
Arifin, Syamsul;
Setyowati, Lis;
Hidayah, Nur;
Megasari, Aisyah Darti
Quantitative Economics and Management Studies Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (488.621 KB)
|
DOI: 10.35877/454RI.qems80
Impulse buying is a phenomenon that can occur in all generations but more done by the generation that undergoes a change that is the age of adolescents who step on the early adulthood of the Y generation who actually do not have the financial ability to meet their needs. This study aims to analyze the influence of financial literacy on the impulsive buying behavior of online products in Y generation. This research is a descriptive research type, with a quantitative approach. The population of 733 students. The sampling technique used in this research is nonprobability sampling by using purposive sampling type with sample of 142 students. The subject of this research is the students of university. Data collection technique using questionnaire. Data were analyzed using linear regression analysis. The result of data analysis shows that there is influence of financial literacy on impulse buying behavior of online product in Y generation. It means the higher the student's financial literacy, the lower the impulse buying behavior. Conversely, the lower the student's financial literacy, the higher the impulse buying behavior. Data were analyzed using linear regression analysis. The result of data analysis shows that financial literacy has negative effect, but significant to impulsive buying behavior of online product in Y generation. It means The higher student's financial literacy, the lower impulse buying behavior. Conversely, the lower student's financial literacy, the higher impulse buying behavior.