p-Index From 2021 - 2026
12.081
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Penelitian Humaniora Litera Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Social Economic of Agriculture Jurnal Teknologi Pendidikan JITRO (Jurnal Ilmiah dan Teknologi Peternakan Tropis) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS Chemistry Indonesian Journal of Chemical Research JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI SAP (Susunan Artikel Pendidikan) SALTeL Journal (Southeast Asia Language Teaching and Learning) Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang JOURNAL OF BUSINESS AND ECONOMICS RESEARCH (JBE) Randwick International of Social Science Journal Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education Journal (Birle Journal) Tekper: Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Pertanian Jurnal Kewarganegaraan Nusantara Hasana Journal Sakti Bidadari (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Ilmiah Penyuluhan dan Pengembangan Masyarakat HUMANISMA : Journal of Gender Studies QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia JOEL: Journal of Educational and Language Research EDUCTUM: Journal Research Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Innovative: Journal Of Social Science Research Sintaks: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Jurnal Yudistira Jurnal Ilmiah Inovasi dan Komunikasi Pembangunan Pertanian Journal of Society Innovation and Development (JSID) Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Innovation for Community Service Journal Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion International Journal of Technology and Education Research Journal of Education Transportation and Business CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora JOAS Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani Jurnal Ilmiah Inovasi dan Komunikasi Pembangunan Pertanian Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya
Claim Missing Document
Check
Articles

Eksplorasi Hegemoni dalam Cerpen "Sebutir Peluru Saja" Karya Iksaka Banu: Kajian Teks Apri Ulita; Hadya Aminah Harahap; Rosmawaty Harahap
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6292

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hegemoni yang terjadi pada masa koloniaisme dalam cerita pendek Sebutir Peluru Saja karya Iksaka Banu. Metodologi penelitian yang digunakan untuk menganalisis cerita pendek ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian teks. Peneliti akan membaca dan mengumpulkan data berupa kata, ungkapan dan kalimat dari salah satu cerpen karya Ikasaka Banu yang berjudul “Sebutir Peluru Saja” pada buku kumpulan cerpen Teh dan Pengkhianat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hegemoni pada cerpen sebutir peluru saja. Hegemoni kekuasaan antara kolonialisme belanda dengan penduduk asli. Kata Kunci: Hegemoni, Cerpen, Analisa
Resistensi Terhadap Kekuasaan Orde Baru dan Cerminan Zaman Dalam Puisi Peringatan Karya Wiji Thukul Claudia Ratna Ningsih; Siti Fadilah Aini Siregar; Rosmawaty Harahap
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6305

Abstract

Abstrak Masa Orde Baru merupakan peristiwa penting bagi Indonesia, karena merupakan masa gejolak dan ketidakstabilan baik dalam pemerintahan maupun perekonomian. Di bidang sastra sendiri, peristiwa-peristiwa yang terjadi pada periode ini mempengaruhi para sastrawan-sastrawan yang menajamkan penanya untuk menarik perhatian pada puisi-puisi yang ditulis pada periode ini dengan penekanan pada sindiran, protes, dan perlawanan terhadap penguasa. Studi ini bertujuan mengkaji praktik kekuasaan Orde Baru dalam karya puisi Wiji Thukul dengan menggunakan pendekatan mimetik. Penelitian ini melibatkan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan mimetik untuk mendapatkan landasan penguatan tentang hubungan puisi Peringatan dengan sosial konteks pada masa Orde Baru dan kajiannya terhadap mengkaji hubungan puisi Peringatan dengan kenyataan di luar sastra.. Berdasarkan analisis ditemukan bahwa Orde Baru merupakan pemerintahan yang otoriter, represif, dan pemerintahan yang menindas. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa puisi Peringatan karya Wiji Thukul adalah karya puisi yang memiliki nilai dan mengandung semangat juang yang tinggi dalam menggugurkan kekuasaan Orde Baru yang sedang berlangsung dan berusaha memperjuangkan adanya keselarasan antara pemerintah dengan rakyatnya serta aspirasi dan kebebasan berpendapat harus ditegakkan. Kata Kunci: Resistensi, Orde Baru, Puisi Peringatan, Wiji Thukul Abstract The New Order period was an important event for Indonesia, because it was a time of turmoil and instability in both government and the economy. In the field of literature itself, the events that occurred in this period influenced writers who sharpened their pens to draw attention to the poetry written in this period with an emphasis on satire, protest, and resistance to the authorities. This study aims to examine the practices of New Order power in Wiji Thukul's poetry using a mimetic approach. This research involves a qualitative descriptive research method with a mimetic approach to obtain a strengthening basis for the relationship between Warning poetry and the social context of the New Order era and the study examines the relationship between Warning poetry and reality outside of literature. Based on the analysis, it was found that the New Order was an authoritarian government, repressive, and oppressive government. From this research it can be concluded that the poem Warning by Wiji Thukul is a work of poetry that has value and contains a high fighting spirit in overthrowing the ongoing New Order power and trying to fight for harmony between the government and its people and aspirations and freedom of opinion must be upheld. Keywords: Resistance, New Order, Peringatan Poetry, Wiji Thukul
Analisis Mendalam Puisi "Karawang-Bekasi" oleh Chairil Anwar Ezra Natasya Hutabarat; Najla Haifa Maulidina Tarigan; Rosmawaty Harahap
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6306

Abstract

Abstract Many people know about the poem 'Karawan Bekasi' by Cairil Anwar, but only a few know the events behind the creation of Cairil Anwar's legendary poem. If we can understand and interpret the meaning of the poem Karawang Bekasi by Charil Anwar, then we can understand the situation of the Karawang Bekasi Front during the Physical Revolution to Defend Independence (1945-1949) and the fighters at that time made such choices. The Karawang-Bekasi Front fought against NICA (Netherlands Indian Civil Administration). The poems created by Cairil Anwar are the inner experiences felt by Cairil Anwar based on the situation and conditions at that time, thus allowing him to express his imagination and thoughts, and the legendary Karawang Bekasi poems were created with the theme of patriotic nationalism. Keywords: Karawang Bekasi, Chairil Anwar, Independence, Fighter, Experience Abstrak Banyak orang yang mengetahui tentang puisi 'Karawang Bekasi' karya Cairil Anwar, namun hanya sedikit yang mengetahui peristiwa di balik penciptaan puisi legendaris Cairil Anwar tersebut. Makna puisi Karawang Bekasi karya Charil Anwar, situasi Front Karawang Bekasi pada masa Revolusi Fisik Mempertahankan Kemerdekaan (1945-1949) dan para pejuang pada saat itu membuat pilihan seperti itu. Front Karawang-Bekasi berperang melawan NICA (Netherlands Indian Civil Administration). Puisi-puisi yang diciptakan oleh Cairil Anwar merupakan pengalaman batin yang dirasakan Cairil Anwar berdasarkan situasi dan kondisi saat itu, sehingga memungkinkan ia mengekspresikan imajinasi dan pemikirannya, dan puisi-puisi legendaris Karawang Bekasi diciptakan dengan tema patriotik nasionalisme. Kata Kunci: Karawang Bekasi, Chairil Anwar, Kemerdekaan, Pejuang, Pengalaman
Semangat Patriotisme dalam Karya Sastra Indonesia: Menelusuri Nilai-Nilai Kebangsaan Cerita Pendek dengan judul “Piloe” Kevin Pardede; Samuel Simamora; Rosmawaty Harahap
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6316

Abstract

Abtrak Artikel ini menelusuri nilai-nilai patriotisme dan kebangsaan yang terkandung dalam cerita "Piloe" karya Soeman HS, seorang penulis sastra Indonesia. Dengan memperhatikan aspek-aspek kebersamaan, kejujuran, dan semangat keceriaan dalam cerita tersebut, artikel ini mengupas bagaimana karya sastra dapat memperkuat semangat cinta tanah air dan kebangsaan. Melalui analisis mendalam terhadap karakter-karakter dan alur cerita, artikel ini menjelaskan bagaimana cerita “Piloe” dapat menjadi cerminan dari nilai-nilai patriotisme dalam konteks sastra Indonesia. Artikel ini juga membahas bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam “Piloe” dapat memperkaya pemahaman akan semangat kebangsaan dan patriotisme di kalangan pembaca, khususnya generasi muda. Dengan menyoroti aspek-aspek kecil dalam cerita yang mencerminkan semangat persatuan, pengorbanan, dan kejujuran, artikel ini bertujuan untuk menggugah rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap Indonesia. Diharapkan bahwa melalui analisis mendalam terhadap karya sastra, pembaca akan lebih memahami dan menghargai nilai-nilai kebangsaan yang terus relevan dalam konteks sosial dan budaya Indonesia. Kata Kunci : Sastra, Patriotisme, Piloe
Dampak Budaya Pop Korea Terhadap Pemerolehan Bahasa Korea Sebagai Bahasa Kedua Syarafina Harahap; Sabrina Pramesuary Dwi Nanda; Difa Hartati; Yulisin Nazra; Revayani Sagala; Mega Kristina Purba; Naima Azmi Hutagalung; Puan Annisa Pane; Nila Dwi Amalia; Rosmawaty Harahap; Hidayat Herman
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7236

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meluasnya budaya pop Korea yang memengaruhi minat masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mempelajari bahasa Korea sebagai bahasa kedua karena terpengaruh dengan hal-hal yang mereka gemari. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana budaya pop Korea melalui musik, drama, dan media sosial berkontribusi terhadap pemerolehan bahasa Korea oleh pembelajar non-penutur asli yang dikuasai sebagai bahasa kedua. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari pengisian kuisioner dan wawancara yang dilakukan kepada pelajar yang aktif mengikuti budaya pop Korea. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan terhadap budaya pop Korea meningkatkan motivasi, kosakata, serta kemampuan pemahaman bahasa Korea para pembelajar. Kesimpulannya, budaya pop Korea memiliki peran signifikan sebagai media pembelajaran bahasa Korea secara tidak langsung, sehingga dapat dijadikan strategi pendukung dalam proses pemerolehan bahasa kedua.
Potret Kritik Sosial dalam Antologi Puisi Doa untuk Anak Cucu Karya W. S. Rendra Pintauli Silaban; Rosmawaty Harahap
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): April-Juni, Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/m2h4az78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap potret kritik sosial dalam kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu karya W. S. Rendra. Fokus penelitian meliputi: (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk kritik sosial yang mencerminkan berbagai permasalahan sosial, seperti kemiskinan, kriminalitas, disintegrasi keluarga, konflik pemuda, perang, pelanggaran norma, kerusakan lingkungan, dan birokrasi; dan (2) mengkaji kritik sosial melalui literatur sosiologi dan metode hermeneutika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Sumber data utama berupa 22 puisi dalam buku Doa untuk Anak dan Cucu Kita (2013) karya W. S. Rendra. Peneliti bertindak sebagai subjek interpretatif, memahami makna sosial dan keagamaan dalam teks. Temuan penelitian menunjukkan bahwa puisi Rendra mencerminkan realitas sosial dalam hubungan manusia dengan sesama, alam, dan Tuhan. Kritik sosial yang ditemukan meliputi dua belas isu utama, yang utama adalah isu keadilan (12 puisi), kejahatan (10), ekonomi (10), birokrasi (9), dan pelanggaran norma (6). Penelitian ini menunjukkan bahwa karya Rendra merupakan media ekspresif untuk menyampaikan kritik terhadap ketimpangan sosial.
Eksistensi dan Makna dalam Cerpen Sebuah Surat Karya Kuswahyo dengan Pendekatan Interdisiplin Ester Marga Retta; Jelita Sitorus; Mutiara Aprilia; Nayla Apriani Lubis; Nurul Annisa; Soraya Firanti Nur; Rosmawaty Harahap
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): April-Juni, Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/8366qk89

Abstract

Penelitian ini mengkaji eksistensi dan makna dalam cerpen "Sebuah Surat" karya Kuswahyo menggunakan pendekatan interdisiplin. Latar belakang penelitian ini berfokus pada pencarian identitas tokoh utama yang menghadapi tekanan norma sosial dalam konteks masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi literatur, yang meliputi analisis strukturalisme, semiotika, dan filsafat untuk menggali berbagai lapisan makna dalam cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen ini tidak hanya menyampaikan cerita menarik, tetapi juga mencerminkan kondisi sosial dan budaya pada saat penulisannya. Melalui penggunaan bahasa simbolis dan provokatif, cerpen ini mendorong pembaca untuk merefleksikan nilai-nilai yang diyakini. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman karya sastra Indonesia, serta mengajak pembaca untuk merenungkan hubungan antara individu dan Tuhan.
INOVASI PENGENDALIAN HAMA TIKUS MENGGUNAKAN PUKAT ANTI TIKUS PADA TANAMAN PADI SAWAH DI KELURAHAN SENDANG MULYA SARI KECAMATAN TONGAUNA KABUPATEN KONAWE Robi, Hendrikus; Rosmawaty, Rosmawaty; Mardin, Mardin
Jurnal Ilmiah Inovasi dan Komunikasi Pembangunan Pertanian Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Extension, Faculty of Agriculture, Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56189/jiikpp.v5i1.12

Abstract

Rats have been identified as a significant threat to rice productivity in Indonesia, including in Sendang Mulya Sari Village in the Tongauna Subdistrict of Konawe Regency, a region that is a major producer of rice. The objective of this study is to analyze the manufacturing process, steps for use, characteristics of innovation, and effectiveness of the Anti-Rat Net as an alternative for controlling rats in rice fields. The research was conducted using a qualitative approach through a purposive study in Sendang Mulya Sari Village, involving 18 informants who were purposively selected from 11 rice farming groups. The research concentrated on the methodologies for fabricating and utilizing the Anti-Rat Net, emphasizing its innovative attributes. The findings indicated that the Anti-Rat Net exhibited a substantial capacity to curtail the severity of rat pest incursions, accompanied by a notable capture success rate and a comparatively low operational cost efficiency when benchmarked against established methodologies. The Anti-Rat Net innovation is characterized by its adaptability to farmers' needs and ease of application. The present study corroborates the hypothesis that the Anti-Rat Net can function as an effective solution for sustainable rat pest control.
FAKTOR TEKNIS DALAM ALIH PENGGUNAAN LAHAN USAHATANI KAKAO MENJADI KELAPA SAWIT DI DESA MONDOKE KECAMATAN LAMBANDIA KABUPATEN KOLAKA TIMUR Ardianti, Mirna Sri; Nikoyan, Anas; Arif, La Ode Kasno; Rosmawaty, Rosmawaty
Jurnal Ilmiah Inovasi dan Komunikasi Pembangunan Pertanian Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Extension, Faculty of Agriculture, Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56189/jiikpp.v4i4.26

Abstract

The transition from cocoa farming to oil palm cultivation in Southeast Sulawesi, particularly in Mondoke Village, is attributable to technical factors. Oil palm is regarded as more lucrative, more manageable, and more resilient to pests and diseases than cocoa. The objective of this study is to ascertain the technical factors involved in the conversion of cocoa farming land to oil palm in Mandoke Village, Lambandia Subdistrict, East Kolaka Regency. The informants for this study consisted of farmers who were members of farmer groups and agricultural extension workers. The study's informant pool comprised a total of nine individuals, including eight farmers and one agricultural extension worker. The data collection techniques employed in this study encompassed observation, documentation, and interviews guided by a structured interview protocol. The present study centered on the technical factors that precipitated the conversion of agricultural land. The collected data was then subjected to qualitative analysis. The findings of the study indicate that the technical factors associated with the conversion of cocoa farmland to oil palm plantations, undertaken by farmers in Mondoke Village, are as follows: farmers possess the knowledge necessary for the cultivation of cocoa, yet they recognize that cocoa necessitates more intensive care than oil palms. Regular fertilization and pruning are essential to maintain the health of cocoa trees and prevent overgrowth, which can lead to increased susceptibility to pests such as PBK and Helopeltis. In contrast, oil palm maintenance is less complex, necessitating only the pruning of aged fronds to facilitate harvesting and deter pests. The management of pests, such as caterpillars and rats, in oil palm plantations can be effectively addressed through the implementation of controlled measures, including the application of pesticides and the maintenance of sanitation. Furthermore, the yield of old cocoa trees (over 20–25 years old) is lower, while oil palms demonstrate a longer and more stable production period throughout the year.
RESPON PETANI TERHADAP INOVASI PEMANFAATAN SEKAM PADI SEBAGAI BIOE ALTERNATIF PADA KELOMPOK TANI SIDO MAKMUR DI DESA AMBOPI KABUPATEN KONAWE Sunaddi, Ade; Rosmawaty, Rosmawaty; Mardin, Mardin
Jurnal Ilmiah Inovasi dan Komunikasi Pembangunan Pertanian Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Extension, Faculty of Agriculture, Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56189/jiikpp.v5i3.50

Abstract

The utilization of rice husk waste as an alternative bioenergy source is an innovative approach that has the potential to support environmentally friendly energy production while increasing the added value of agricultural waste. However, farmers' acceptance of this innovation is largely influenced by their perceptions of its characteristics. This study aimed to analyze farmers' responses to the innovation of utilizing rice husk as an alternative bioenergy source among members of the Sido Makmur Farmer Group in Ambopi Village, Tongauna Utara District, Konawe Regency. The study employed a descriptive qualitative approach supported by simple quantitative data. All 17 members of the Sido Makmur Farmer Group were selected as informants using a census technique. Data were collected through observation, structured interviews, and documentation. Data were analyzed using the interactive model developed by Miles and Huberman, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. Farmers' responses were examined based on Rogers' five perceived characteristics of innovation, namely relative advantage, compatibility, complexity, trialability, and observability. The findings revealed that farmers showed positive responses toward the innovation of utilizing rice husk as an alternative bioenergy source. The innovation was perceived to reduce dependence on conventional energy sources, enhance the utilization of rice husk waste that had previously been considered to have little economic value, and provide a more environmentally friendly alternative energy source. In terms of compatibility, the innovation was considered appropriate for the local economic, socio-cultural, and environmental conditions because it utilizes abundant locally available raw materials. The perceived complexity of the innovation was relatively low since the required tools and materials were readily available and the production process was simple, although farmers' age and heavy daily workloads remained constraints for some respondents. Furthermore, the innovation could be easily tested on a small scale, and its benefits were readily observable, thereby strengthening farmers' confidence in accepting the innovation. The study concludes that the perceived characteristics of innovation, including relative advantage, compatibility with farmers' needs, ease of understanding, trialability, and observability, are the primary factors that foster positive farmer responses toward the utilization of rice husk as an alternative bioenergy source and have the potential to accelerate the adoption of this innovation in rural communities.
Co-Authors . Mukhtar Abdi Abdi Abdi Abdi, Abdi Ambo, Reski Aminuyati Anggi Nur Febriani Apri Ulita Aprialti, Anastasya Riska Ardianti, Mirna Sri Ariska Erawati Ariyani, Ni Ketut Hintan Arman Arman Arya Dwi Andika4 Aryaldy Zulkarnaini Asa, Nurul Astriani, Mita Ayuri, Stefany Indah Azhar Bafadal, Azhar Bahari Bahari, Bahari Bandjar, Adriani Bijang, Catherina Manukpadang Bonita Manullang Budi Setiawan Cicilia Gultom Claudia Ratna Ningsih Dian Maharani Harahap Diana Permata Sari Difa Hartati Eka Indriyani Elisabeth Purba Elisia Agni Tangdilintin Elly Prihasti W Elly Prihastuti Wuriyani Elly Prihastuti Wuriyani Enjelita Nopri Handayani Hutagalung Eny Sihite Erlita, Yeni Ester Marga Retta Ezra Natasya Hutabarat Fadhlurrahman, Fadhlurrahman Fahria Nadiryati Sadimantara Farras Al Faathir Nasuton Fatiyah Salsabilah Lubis Faustina Putri Rasali Febri Anggitta Simamora Febriana, Isra Fensia Analda Souhoka Fina Mardiana Nasution Fitri Yani Fitri Zulhandayani Fitria Wulandari Fonti Fai Banjarnahor Gafaruddin, Abdul Ganesha, Galland Gaspersz, Nelson Ginting, Piladelpia Trifosa Gita Malem Br Karo Sekali Grace Tampubolon Gracesela Septiana Sibuea Gracia Lumbantobing Gunoroso, Suntoro Hadya Aminah Harahap Hamdiyah, Hamdiyah Hanisa Hanisa Hanna Sianturi Hasanela, Nurani Hasea Simanjuntak Hellna Tehubijuluw Hidayat Herman Hidayat Herman Hidrawati, Hidrawati Hikmah Sidabutar Hoirina Pulungan I W. Sutapa Imam Muhardinata Indah Sari, Maya Indriana Indriana, Indriana Ine Fausayana, Ine Innova Riana Yanti Sinambela Irma Laura Elisabet Hutauruk Irna Renata Sembiring Jelita Sitorus Jesika Lolo Karina Manik Jesika Margaretha sianipar Kapelle, Imanuel B. D. Kartini Kartini Kevin Pardede Kezia Erica Agave Kiki Sri Rezeki l, Azhar Bafada La Ode Kasno Arif, La Ode Kasno La Rianda Lamria Romaito Sidabutar Lentiar Gultom Lia Pertiwi Lusinda Sigiro Maharani, Sri Wiyati Mahulau, Nurlina Mardin, Mardin Mastuti, Mastuti Mayesa Rohayu Purba Mega Fatimah Rosana Mega Kristina Purba Mikael Pardomuan Hutabarat Milka Ria Daeli Mirajrina, Wa Ode Monica Monalisa Hutabarat Muhammad Ali Hakim Muliana, Dina Munirwan Zani, Munirwan Mutiara Aprilia Naila Nur Sabila Naima Azmi Hutagalung Najla Haifa Maulidina Tarigan Nasution, Jamila Nayla Apriani Lubis Nayla, Novisya Nazwa Salsabila Pasaribu Nikoyan, Anas Nila Dwi Amalia Nopita Aditia Silaban Nur Frety Soumena Nurdin , Nurhayati Nurul Aisyah Syahkila Nurul Annisa Opi, Saktiyani Osmer Hasoloan Nadeak Pakpahan, Raisha Mei Nabel Pattiasina, Priska Marisa Pintauli Silaban Puan Annisa Pane Putri Dhea Sapitri R, Irwan Rahim, Difa Cahyani Raiyana Putri Kana Ramnaega L Siregar Rarajelita Rarajelita Regita Amelia Reni Wati Br Sagala Sagala Revayani Sagala Ribka Elstin Sigab Risnawati, Cici Rizkita Rodearni Robi, Hendrikus Romaito Sihombing Rotua Lumban Toruan Rut Putriana br Manik Ruth Angel Manurung Sabda Hidayah Sabrina Pramesuary Dwi Nanda Safira Ayesha Ismaidini Salmawati, Mimi Samosir, Jusca Santanovalina Samual, Ismah Samuel Simamora Sarah Sofyanti Br Siregar Selvian, Selvian Septi Permai Natasya Tambunan Sheshilia Putri Damanik Shinta Brisma Shiwi Sulistyani Silalahi, Maysarah Simanjuntak, Elisabet Simanjuntak, Emasta Evayanti Siti Fadilah Aini Siregar Sitti Nurhalizah Sofia Ayu Wandan Sohilait, Mario Rowan Soraya Firanti Nur Sri Ganda Cibro Sri, Dewi Suhardi Suhardi Suhardin Suhardin, Suhardin Sukarta, Asmah Sunaddi, Ade Suriana Suriana Susanto Ginting Susi Novi Handayani Hasibuan Syahriani Syahriani, Syahriani Syamsul Bahri Syarafina Harahap Talenta Sembiring Tanjung, Tobi Bagustian Taufik, Yani Theresa Intan S Tia Maharani Timanta Agustina Br Purba Tiory Sitanggang Triaviranda, Triaviranda Usman Rianse Vina Tri Septiana Wa Ode Yusria, Wa Ode Wa Rini Wasilah, Atika Wulandari, Febri Yanti Melina Ambarita Yesika Simbolon Yolanda, Esti Yulisin Nazra Yuliza Rahma Lubis