Articles
HUBUNGAN LINGKUNGAN BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN MINAT BELAJAR MAHASISWA SEMESTER III PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI
Nova Asvio
al-fikrah: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Batusangkar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (196.242 KB)
|
DOI: 10.31958/jaf.v3i1.394
This research was started from the students’ interest in STIKes Prima Nusantara Bukittinggi Diploma III of midwifery in the academic year 2011 on learning were high. There were 91,9% of students got achievement index > 2,75. This research was aimed at finding the correlation of learning environment, students’ learning motivation and students’ learning interest. This research belongs to survey analitic by using cross sectional approach. The samples were 96 students and the questionnaire was used as instrument. The data analysis were done by applying statistical test chi square (x2). The findings revealed that there were meaningful correlations of learning environment, students’ learning motivation and students’ learning interest. Keywords: Learning Environment, Students’ Learning Motivation and Students’ Learning Interest
Improving EFL Learners Listening Skills by Using Audio Visual Aids
Hanura Febriani;
Nova Asvio;
Jefril Rahmadoni;
Raveenthiran Vivekanantharasa
Linguists : Journal Of Linguistics and Language Teaching Vol 8, No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Islamic State Institute of Bengkulu (IAIN) Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/ling.v8i2.7662
The purpose of this research is find out how audio-visual aid can enhance students listening skills of EFL learners. From the observation, it was found that most students have bad scores in listening skills and low motivation in following listening materials. The researchers, then, employed the classroom action research method to fix the problem directly. This research was conducted in the English department of UIN FAS Bengkulu. The population used by the researchers was students in the third semester who got listening class. The sampling technique used was purposive sampling, choosing the criteria or specific considerations so that they do not go through the selection process as done in a random technique. In this case, the researchers chose class 3b because it had the lowest grades and motivation among the other classes. Two cycles were done to handle the problem. The instrument used to gain the data by using a test, observation sheet, and interview. The data comparison from pre-assessment to final assessment shows a positive impact of the strategy on students' scores and motivation in the teaching-learning process of listening.
Penyuluhan Tentang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Pada Siswa di SD Negeri 40 Seluma
Melisa Agustin;
Yenda Tri Utami;
Nurnanda Berninda;
Cindy Yasicha;
Nova Asvio;
Yetti Elfina
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55583/arsy.v4i1.541
Anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak yang mengalami keterbatasan atau keluarbiasaan, baik secara fisik, mental-intelektual, sosial, maupun emosional, yang mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan atau perkembangannya, sehingga terdapat perbedaan dengan anak pada umumnya. Interaksi ABK dengan anak pada umumnya sangat berpengaruh terhadap perkembangan sosial mereka. Hal itu sangat penting untuk disadari bersama dari seluruh komponen termasuk di kalangan anak-anak. Namun kenyataannya masih sangat minim pemahaman tentang ABK dikalangan anak-anak terkhusus siswa SD Negeri 40 Seluma. Hal ini menjadi suatu permasalahan yang perlu di perbaiki. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu adanya upaya penyuluhan tentang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri 40 Seluma. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan dan pemahaman tentang ABK. Metode pengabdian ini adalah penyuluhan sosial, dengan target sasaran Siswa SD Negeri 40 Seluma. Berdasarkan hasil survei awal masih banyak ditemukan siswa yang belum paham tentang ABK. Kegiatan pengabdian ini telah dilaksanakan pada bulan April 2023
Sosialisasi Dan Penyuluhan Anak Tunadaksa Di Desa Malakoni
Purmaza Sakti;
Melza Sapitri;
Epri Sundari;
Widia Astika;
Nova Asvio;
Muhammad Yusup
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55583/arsy.v4i1.542
Anak penyandang tunadaksa merupakan seorang anak yang mengalami kelainan ortopedik(salah satu bentuk berupa gangguan dari fungsi normal pada tulang, otot, dan persendian yang mungkin karena bawaan sejak lahir, penyakit atau kecelakaan. Anak penyandang tunadaksa memiliki berbagai macam karakteristik salah satunya karakteristik kepribadian.Adanya kelainan fisik dapat mempengaruhi kepribadian atau ketidakmampuan individu dalam menyesuaikan diri.Di dalam karakteristik kepribadian ini mereka yang cacat sejak lahir tidak pernah memperoleh pengalaman karena mereka memilih menjadi pribadi yang tertutup terhadap apa yang mereka miliki. Oleh karena itu perlu melakukan sosialisasi mengenai anak tunadaksa di lingkungan masyarakat agar masyarakat mampu memahami bagaimana cara berinteraksi yang baik dengan penyandang tunadaksa. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang tunadaksa. Metode yang digunakan adalah deskriptif, ceramah dan diskusi di desa Malakoni Kecamatan Enggano. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dilihat dari tingkat pengetahuan dan kemampuan peserta dalam berdiskusi dan Tanya jawab secara tepat sesuai dengan materi yang sudah diberikan sebelumnya. Simpulan dari kegiatan ini adalah peserta terjadi peningkatan pengetahuan tentang tunadaksa dan cara berinteraksi yang baik dengan penyandang tunadaksa
Sosialisasi Pentingnya Membudayakan Sikap Kepemimpinan Pada Anak Sejak Dini Di Lingkungan RT 04 RW 01 Sumber Jaya
Desi Fatimah;
Rana Pahriati;
Rina Pahriati;
Mariska Amelia;
Nova Asvio;
Khairul Anwar
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55583/arsy.v4i1.544
Kepemimpinan Kepemimpinan merupakan sikap yang perlu dimiliki seorang pemimpin dalam membuat rencana, berpikir dan bertanggung jawab untuk dirinya maupun orang lain. Anak yang mempunyai sikap kepemimpinan tentunya pasti terbentuk karakter yang baik. Oleh karena itu jiwa kepemimpinan perlu dibentuk dan dibangun sejak dini. Terampilan memimpin pada anak perlu diterapkan sejak dini sebagai landasan yang kuat untuk mewujudkan impian dan cita-citanya. Dengan Jiwa kepemimpinan pada anak dapat melatih rasa tanggung jawab, disiplin, dan ketekunan yang bermanfaat untuk masa depan anak. Pengabdian Kepada masyarakat ini melakukan sosialisasi tentang “ Pentingnya menumbuhkan sikap kepemimpinan anak’’ kepada warga khususnya anak-anak di lingkungan RT 04 RW, mengingat masih kurang terbentuknya sikap kepemimpinan dikhalangan anak. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak mengenai pentingnya sikap kepemimpinan, memotivasi siswa untuk melakukan atau menerapkan sikap kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari serta hasil dari pengabdian masyarakat masyarakat ini membuat anak menerapkan sikap kepemimpinan yang berkelanjutan sampai dia dewasa.
Improving students' arabic reading skills through cooperative learning strategy type team games tournament
Dari, Ikke Wulan;
Asvio, Nova
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol 7, No 3 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (607.652 KB)
|
DOI: 10.29210/30031869000
This study aims to help students overcome problems in learning in order to achieve the desired learning outcomes. This research is classroom action research (CAR), using three cycles for six meetings. From the results of the first cycle, it can be seen that the average student test results were 63.96. In the second cycle, the average score of the students' test results was 64.69, in the second cycle, learning mastery increased 33.34% from the initial data. In cycle III seen from the average value of the test results of students is 77.52, students who achieve completeness are 25 people with a percentage of 83.33%, while students who have not completed reach 5 students with a percentage of 16.66%, in Cycle III learning completeness increased by 13.33% from the initial data. It was concluded that the cooperative learning type TGT strategy could improve Arabic reading skills of class VIII C students at SMP Muhammadiyah I Kalirejo Central Lampung with very good results.
Sosialisasi dan Penyuluhan Anak Tunalaras Di Desa Taba
Annisa Darsilla Putri;
Fitasari Putri;
Agnes Afriyanti;
Saidina Ali;
Nova Asvio
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55583/arsy.v4i2.607
Sosialisasi dan penyuluhan anak tunalaras sangat penting untuk dilakukan dan diharapkan dapat berkontribusi mengenai pentingnya dalam mencari solusi untuk menghadapi anak tunalaras yang sulit beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu sangat penting mengetahui bagaimana cara menghadapi dan apa saja yang menghambat perkembengan sosial pada anak tunalaras agar anak tunalaras merasa diterima dalam lingkungan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Banyak masyarakat yang memahami mengenai anak tunalaras yang mana sebelumnya banyak yang belum memahami, belum mengerti bagaimana seorang anak itu bisa dikatakan tunalaras tetapi melalui sosialisasi yang telah diadakan masyarakat menjadi tau akan anak tunalaras. Masyarakat juga tau yang menjadi faktor penyebab dan karakteristik dari anak tunalaras. Dengan adanya perilaku yang ditimbulkan sehingga diperlukan strategi penting untuk mengembangkan anak tersebut dengan layanan pendidikan khusus supaya dapat tumbuh kembang secara optimal. Selama proses pelaksanaan sosialisasi dan penyuluhan menganai anak tunalaras, masyarakat dan anak-anak aktif berpartisipasi dan sangat antusias dalam mengikuti sosialisasi yang telah diadakan, sehingga tujuan dari penyuluhan ini dapat tercapai secara maksimal.
Peran Keluarga Dalam Mempengaruhi Pembentukan Citra Tubuh Pada Penyandang Tunadaksa Dibumi Ayu Residence Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Hikmah Puspasari;
Zerina Ayu Safitri;
Dea Puspitasari;
Defitra Andalani;
Nova Asvio
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55583/arsy.v4i2.617
Anak-anak adalah anugerah dari Tuhan kepada pasangan suami istri, tidak semua anak lahir dan tumbuh dalam kondisi yang sama, bayangkan jika seorang manusia kehilangan salah satu atau beberapa bagian tubuhnya, maka tentu saja hal tersebut akan menghambat individu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Misalnya saja anak yang terlahir dengan kelainan atau hambatan fisik. Anak tuna daksa termasuk anak berkebutuhan khusus karena memiliki kelainan fisik yang menyangkut gangguan gerak yang disebabkan oleh kelainan struktur tulang bawaan, penyakit atau kecelakaan, antara lain polio dan lumpuh. Individu yang mengalami kondisi rusak atau terganggu akibat kelainan bentuk atau hambatan pada tulang, otot, dan persendian dalam fungsi normalnya disebut sebagai tunadaksa. Citra tubuh adalah sikap sadar atau tidak sadar seseorang terhadap tubuhnya, termasuk persepsi dan perasaan masa lalu dan sekarang tentang ukuran, fungsi, penampilan, dan potensi.
Sosialisasi Anak Berkebutuhan Khusus (Anak Tunanetra) Dilingkungan Masyarakat Dusun Bakal Dalam Kecamatan Talo Kecil
Dara Atika;
Monalisa Arsely;
Rendi Caniago;
Wega Julisti;
Nova Asvio
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55583/arsy.v4i2.655
Tunanetra adalah istilah umum yang digunakan untuk kondisi seseorang yang mengalami gangguan atau hambatan dalam indra penglihatannya. Berdasarkan tingkat gangguannya Tunanetra dibagi dua yaitu buta total (total blind) dan masih mempunyai sisa penglihatan (low vision). Metode ini menggunakan Metode Wawancara, dokumentasi. tunanetra adalah individu yang indera penglihatannya tidak dapat digunakan sebagai saluran penerima informasi dalam kegiatan sehari-hari. Jenis tunanetra dapat dibagi menjadi dua, yaitu buta total dengan kondisi tidak dapat melihat sama sekali dan low vision dengan kondisi masih bisa melihat meskipun terbatas. Faktor penyebab ketunanetraan diantara lain: 1) faktor prenatal, pada masa pre-natal sangat erat hubungannya dengan masalah keturunan dan pertumbuhan seorang anak dalam kandungan; UU2) faktror natal, yaitu kerusakan saraf mata akibat terkena benturan alat-alat atau benda keras; 3) faktor postnatal, penyebab ketunanetraan yang terjadi pada masa post-natal dapat terjadi sejak atau setelah bayi lahir. Karakteristik anak tunanetra antara lain yaitu: 1) karakteristik dari segi fisik; 2) segi motorik; 3) segi perilaku; 4) segi akademik; 5) segi pribadi dan sosial. Pembelajaran bagi anak tunanetra cukup berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Beberapa diantaranya yaitu: 1) metode individual; 2) metode pengalaman penginderaan; 3) metode totalitas; 4) huruf Braille; 5) kamera touch sight; 6) regret stylus; 7) optacon; 8) papan hitung dan sempoa; 9) metode self activity; 10) alat perekam suara
Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Karakter Di MI Plus Nur Rahma Kota Bengkulu
Sukatin Sukatin;
Annisa Dewi Saputri;
Apriana Eka Rahayu;
Devina Pelika Putri;
Lisa Ashari;
Nova Asvio
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55583/jkip.v4i1.588
Saat ini pemerintah mengalakan pendidikan yang bercirikan dengan agama, atau yang sering disebut dengan pendidikan karakter. Seperti kita ketahui bahwa karakter bangsa Indonesia sekarang mengalami penurunan sangat drastis. Oleh karena itu pendidikan karakter sebagai solusi untuk membangun karakter bangsa agar memiliki karakter yang baik. Dalam pemberian pendidikan karakter pada sebuah lembaga pendidikan dapat dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter dalam proses pembelajaran. Penelitian yang menggunakan studi pustaka yang bertujuan untuk mengkaji pendidikan karakter yang terdapat dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwap pelaksanaan pendidikan karakter dalam pembelajaran Bahasa Indonesia memerlukan pemahaman guru sebagai pelaksana kurikulum dan fasilitator bagi siswa melalui kegiatan pembelajaran di sekolah sehingga siswa tidak hanya memiliki kompetensi yang baik, melainkan juga memiliki budi pekerti yang terpuji. Karakter manusia dapat dibentuk melalui pendidikan, baik pendidikan keluarga maupun sekolah dan lingkungan masyarakat. Melalui keluarga, pendidikan karakter diperoleh dari keteladanan. Di lingkungan sekolah pendidikan karakter diperoleh melalui penelaahan dan pengkajian, baik melalui berbicara, menyimak, membaca, maupun menulis. Dalam lingkungan masyarakat, pendidikan karakter diperoleh melalui menerapan nilai luhur dan budaya lokal dalam bermasyarakat.