p-Index From 2021 - 2026
11.573
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pertahanan : Media Informasi tentang Kajian dan Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism dan Integrity JCES (Journal of Character Education Society) Etika Demokrasi JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu Journal on Education Journal of Civic Education Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN International Journal for Educational and Vocational Studies Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Scientia Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Pengabdian UNDIKMA Jurnal Pendidikan CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurnal Kewarganegaraan JPKM (JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) UNTAN Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Jurnal Abdimas Indonesia : Jurnal Abdimas Indonesia SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS JURNAL PENDIDIKAN IPS Juwara : Jurnal Wawasan dan Aksara Indo-MathEdu Intellectuals Journal Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Jurnal Dunia Pendidikan Jurnal Basicedu Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Innovative: Journal Of Social Science Research Daya Nasional: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Digulis: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Edumaspul: Jurnal Pendidikan Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Claim Missing Document
Check
Articles

Motivasi Belajar Peserta Didik pada Masa Pandemi Covid-19 dalam Pembelajaran IPS di SMP Negeri 11 Pontianak Awaludin Awaludin; Sri Buwono; Hadi Wiyono; Aminuyati Aminuyati; Thomy Sastra Atmaja
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.223 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3161

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik peserta didik dalam pembelajaran IPS masa pandemi Covid-19 kelas VIII SMP Negeri 11 Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskritif dengan bentuk penelitian studi survei (survey studies). Penelitian ini menggunakan populasi sebanyak 219 peserta didik dan sampel 70 peserta didik. Teknik pengumpulan data berupa teknik komunikasi tidak langsung yaitu teknik angket. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan penyebaran angket melalui Google Form. Teknk analisis data dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan motivasi intrinsik peserta didik dalam pembelajaran IPS masa pandemi Covid-19 kelas VIII SMP Negeri 11 Pontianak  termasuk dalam kategori tinggi. Sedangkan motivasi ekstrinsik peserta didik kelas VIII SMP Negeri 11 Pontianak termasuk dalam kategori tinggi pula. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar baik motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik peserta didik masa pandemi Covid-19 kelas VIII SMP Negeri 11 Pontianak termasuk dalam kategori tinggi.Kata Kunci: Motivasi Belajar, Pembelajaran IPS, Pandemi Covid-19. AbstractThis study aims to determine the intrinsic motivation and extrinsic motivation of students in social studies learning during the Covid-19 pandemic in class VIII of SMP Negeri 11 Pontianak. The method used in this research is descriptive quantitative method in the form of survey studies. This study used a population of 219 students and a sample of 70 students. Data collection techniques in the form of indirect communication techniques, namely questionnaire techniques. The tool used to collect data by distributing questionnaires through Google Forms. Data analysis technique using descriptive statistics. The results showed that the intrinsic motivation of students in social studies learning during the Covid-19 pandemic class VIII of SMP Negeri 11 Pontianak was included in the high category. Meanwhile, the extrinsic motivation of class VIII students of SMP Negeri 11 Pontianak is included in the high category as well. Thus, it can be concluded that the learning motivation, both intrinsic motivation and extrinsic motivation of students during the Covid-19 pandemic class VIII SMP Negeri 11 Pontianak is included in the high category.Keywords: Learning Motivation, Social Science Learnng, Pandemic Covid-19
Analisis Pendidikan Multikultural pada Peserta Didik di SMP Negeri 18 Pontianak Jepri Saputra; Sri Buwono; Hadi Wiyono; Aminuyati Aminuyati; Thomy Sastra Atmaja
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.746 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3447

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan pendidikan multikultural pada peserta didik di SMP Negeri 18 Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan bentuk penelitian ini adalah bentuk penelitian studi survei. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 95 responden dari kelas VII, VIII & IX SMP Negeri 18 Pontianak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik komunikasi tidak langsung dan alat pengumpulan datanya adalah angket. Sedangkan teknik analisis data menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa sikap toleransi antar perbedaan agama pada peserta didik di SMP Negeri 18 Pontianak yaitu persentase 82,56% dalam kategori Tinggi. Sikap multikultural saling menghormati dan menghargai perbedaan suku dan budaya pada peserta didik SMP Negeri 18 Pontianak mencapai persentase sebesar 80,79% sehingga termasuk dalam kategori Tinggi. Kesimpulan penelitian ini bahwa pendidikan multikultural berhasil dilaksanakan dengan persentase sebesar 81,67%.Kata Kunci: Pendidikan Multikultural, Peserta Didik, Sikap Toleransi, Sikap Menghormati AbstractThis study aims to determine the success of multicultural education for students at SMP Negeri 18 Pontianak. This research uses descriptive method and the form of this research is survey study research. The number of samples in this study were 95 respondents from class VII, VIII & IX of SMP Negeri 18 Pontianak. The data collection technique used is an indirect communication technique and the data collection tool is a questionnaire. While the data analysis technique uses the percentage formula. The results showed that the attitude of tolerance between religious differences in students at SMP Negeri 18 Pontianak was 82.56% in the High category. The multicultural attitude of mutual respect and respect for ethnic and cultural differences in the students of SMP Negeri 18 Pontianak reached a percentage of 80.79% so that it was included in the High category. The conclusion of this study is that multicultural education was successfully implemented with a percentage of 81.67%.Keywords: Multicultural Education, Students, Tolerance, Respect
Mewujudkan Persatuan Bangsa Melalui Penguatan Nilai Ke-Bhinneka-an Generasi Muda di Sekolah Perbatasan Indonesia – Malaysia Jagad Aditya Dewantara; Sulistyarini Sulistyarini; Sri Buwono; Maria Ulfa; Witarsa Witarsa; Thomy Sastra Atmaja; Shilmy Purnama
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 1, No 2 (2022): December 2022
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.171 KB) | DOI: 10.57235/aurelia.v1i2.99

Abstract

AbstrakPemuda merupakan generasi bangsa yang kelak menjadi visioner dalam membangun bangsa dan Negara. Sebagai penggerak bangsa. Sebagai penggerak bangsa, pemerintah menyiapkan jenjang-jenjang pendidikan sebagai wadah dalam belajar untuk mengetahui dan memahami sehingga terciptanya pemuda-pemudi yang berkarakter dan berkualitas. Globalisasi ini, Indonesia mengalami penurunan rasa nasionalisme atau rasa cinta tanah air, hal ini dikarenakan gempuran budaya asing dari berbagai negara yang masuk di Indonesia dengan mudahnya diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika hal ini terus-menerus terjadi, maka budaya, nilai, dan norma sosial yang ada akan merosok sehingga pemuda yang kelak meneruskan tonggak kepemimpinan akan mengalami penurunan kualitas atau daya saing dalam Sumber Daya Manusiaanya. Untuk itu diperlukan penguatan nilai-nilai kebhinekaan dalam pendidikan melalui jenjang sekolah menengah melalui kegiatan workshop. Bhineka Tunggal Ika memiliki makna yang penting bagi bangsa ini selain sebagai semboyan, dalam pemaknaanya Bhineka Tunggal Ika menjadi penglebur akan masalah pluralisme dikarenakan Indonesia sebagai negara yang majemuk. Sehingga diharapkan dalam penguatan nilai-nilai Kebhinnekaan terhadap siswa Sekolah Menengah perbatasan Malaysia – Indonesia ini dapat terwujud secara optimal. Konsep dan penyajian kegiatan workshop diyakini dapat menarik minat siswa untuk memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Bhineka Tunggal Ika, sehingga kelak akan tercipta generasi yang memiliki nasionalisme tinggi kepada bangsa dan Negara, serta mampu mewujudkan Persatuan Bangsa.Kata Kunci: Persatuan Bangsa, Nilai Ke-Bhinneka-an, Generasi Muda di Perbatasan AbstractYouth is the nation's generation who will become visionaries in building the nation and state. As a nation's mover. As a driving force for the nation, the government prepares educational levels as a forum for learning to know and understand so as to create young people with character and quality. With this globalization, Indonesia has experienced a decrease in the sense of nationalism or love for the homeland, this is because the onslaught of foreign cultures from various countries entering Indonesia are easily accepted and applied in everyday life. If this continues to happen, then the existing culture, values, and social norms will deteriorate so that the youth who will continue the leadership milestones will experience a decrease in quality or competitiveness in their Human Resources. For this reason, it is necessary to strengthen the values of diversity in education through the secondary school level through workshop activities. Bhineka Tunggal Ika has an important meaning for this nation apart from being a motto, in its meaning Bhineka Tunggal Ika is a melting pot of the problem of pluralism because Indonesia is a pluralistic country. So that it is hoped that in strengthening the values of Diversity for Middle School students on the Malaysia - Indonesia border, this can be realized optimally. The concept and presentation of the workshop activities are believed to be able to attract students' interest to understand and implement the values contained in Bhineka Tunggal Ika, so that in the future there will be a generation that has high nationalism to the nation and state, and is able to realize National Unity.Keywords: National Unity, Diversity Values, Young Generation at the Border
PROTECTING INDONESIA'S SOVEREIGNTY THROUGH CIVIC ENGAGEMENT IN THE TEMAJUK VILLAGE BORDER AREA Thomy Sastra Atmaja; Shilmy Purnama; Jagad Aditya Dewantara; Muhamad Supriadi
Jurnal Pertahanan: Media Informasi ttg Kajian & Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism & Integrity Vol 8, No 3 (2022)
Publisher : The Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jp.v8i3.1775

Abstract

This study aims to determine the involvement of the society in maintaining and protecting the sovereignty of the Border region in Temajuk. Camar Bulan Subvillage, Temajuk Village, is an area in West Kalimantan Province that is directly adjacent to Malaysia. Under these conditions, this area was once claimed by the state of Malaysia and had become a concern of the public or government. The claim was made by the Malaysian state by establishing 2 lighthouses in the waters of Camar Bulan Sub village. Fortunately, the case was resolved through peace negotiations between countries. After the claim, the community responded to this problem by voluntarily involving themselves in maintaining the boundaries of state sovereignty. The approach used is qualitative and descriptive method. Data sources of the research consisted of Village Officials (Village heads), border guard volunteers (border stake guard officers and border youth), and the people living in the Temajuk border area of West Kalimantan. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, dan conclusion/verification. The results obtained include: (1) society involvement in the Indonesia-Malaysia border has been actively involved in various social and political activities as a form of defending the country; and (2) supporting factors in maintaining the sovereignty of Indonesia's territory in the border areas, namely public awareness is high enough to maintain the sovereignty of the Indonesian border include the existence of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, society awareness to maintain sovereignty as the highest authority holder, society cooperation with various authorities in maintaining the Unitary State of the Republic of Indonesia. 
Efektivitas Model Pembelajaran Outdoor Study dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPS di Tingkat Sekolah Menengah Pertama Muhammad Syawaludin; Aminuyati Aminuyati; Hadi Wiyono; Venny Karolina; Thomy Sastra Atmaja
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i1.4243

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah yang sering muncul di sekolah berkaitan dengan penggunaan model pembelajaran yang kurang efektif oleh pendidik yaitu model konvensional dalam bentuk ceramah yang dapat menciptakan kondisi belajar yang pasif serta akan memberikan kebosanan bagi siswa yang nantinya dapat menyulitkan dalam meningkatkan pengetahuan dan hasil belajarnya. Sehingga peneliti mengembangkan suatu model pembelajaran yaitu model pembelajaran outdoor study guna memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan keefektifan penggunaan model pembelajaran bagi siswa. Penelitian ini bermaksud mengetahui keefektifan dari model pembelajaran outdoor study terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII MTS Negeri 1 Mempawah Hilir. Peneliti menggunakan bentuk quasi eksperimen design dengan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 29 siswa dari kelas VIII B (kelas eksperimen) dan 35 siswa dari kelas VIII C (kelas kontrol) berpartisipasi dalam penelitian ini. Teknik penilaian dan studi dokumenter digunakan buat mengumpulkan informasi data dan tes objektif pilihan ganda sebagai instrumen penelitian. Analisis data menghasilkan bahwa nilai pretest dan posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi dan tidak berdistribusi normal. Sehingga dilakukan uji parametrik dan non parametrik dalam perhitungan hipotesis dan didapatkan hasil uji paired sample t test dengan nilai 0,000 < 0,05 yang artinya pembelajaran outdoor study berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas eksperimen. Kemudian dilakukan juga uji wilcoxon memiliki nilai 0,013 > 0,05 yang artinya pembelajaran konvensional tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas kontrol. Selanjutnya dilakukan uji u mann whitney dan diperoleh nilai 0,000 < 0,05 dan hasil akhir uji effect size memiliki nilai 0,9968 sehingga berada pada kategori tinggi. Maksud penemuan tersebut menjelaskan bahwa model pembelajaran outdoor study lebih efektif meningkatkan 
Perkembangan dan pelestarian tenun Corak Insang khas kota Pontianak Haris Firmansyah; Iwan Ramadhan; Hadi Wiyono; Astrini Eka Putri; Thomy Sastra Atmaja
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i1.23933

Abstract

Kota Pontianak memiliki kain bercorak khas yang berupa tenun corak Insang sebagai identitas budaya yang harus dikembangkan dan dilestarikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji perkembangan dan pelestarian tenun Corak Insang khas kota Pontianak. Tenun Corak Insang merupakan kain yang mengandung nilai budaya yang tinggi sejak zaman Kesultanan Pontianak dan harus dilestarikan keberadaanya. Perlunya perluasan fakta-fakta menarik terkait perkembangan dan pelestarian tenun Corak Insang secara luas sejak dahulu hingga sekarang demi terjaganya keberadaan tenun Corak Insang agar terus dikreasikan, dicintai dan diminati oleh generasi ke generasi. Metode yang digunakan penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Sedangkan sumber data terdiri atas data primer yaitu hasil wawancara dan pengamatan proses pembuatan tenun serta kunjungan museum, data sekunder diperoleh dari arsip gambar dan informasi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Awalnya tenun Corak Insang hanya digunakan oleh kalangan bangsawan di istana Kadriah Pontianak saja. Sebagai lambang identitas bangsawan atau status sosial pada suatu kelompok. Baik dari segi penggunaannya, pembuatan maupun perkembangan dari segi coraknya yang saat ini semakin beragam dan terus dilestarikan oleh masyarakat Melayu kota Pontianak. Disimpulkan bahwa perkembangan dan pelestarian tenun corak insang sudah mengalami inovasi dan kreasi yang lebih baik dengan tetap memertahankan nilai dan tampilan yang khas agar tetap eksis sebagai hasil dari tangan produksinya serta penggunaannya tidak terbatas hanya golongan tertentu saja.   The city of Pontianak has a distinctively patterned cloth in gill pattern weaving as a cultural identity that must be developed and preserved. This study examines developing and preserving the Pontianak City-style woven corak insang. Weaving with gill patterns is a cloth that has contained high cultural value since the time of the Pontianak Sultanate, and its existence must be preserved. It is necessary to expand on interesting facts related to the development and preservation of corak insang weaving from ancient times until now to maintain the existence of gill pattern weaving so that it continues to be created, loved, and in demand by generations. The method used is qualitative research through a descriptive approach. The data sources consist of primary data, namely the results of interviews and observations of the process of making weaving and museum visits, and secondary data obtained from archives of images and information. Data collection techniques were done through observation, interviews, and documentation. Initially, the nobility only used the corak insang weaving at the Kadriah Pontianak palace. As a symbol of the identity of nobility or social status in a group. Both in terms of its use, manufacture, and development in terms of styles, which are increasingly diverse and continue to be preserved by the Malay community of Pontianak City. It was concluded that the development and preservation of gill pattern weaving had experienced better innovation and creation while maintaining a distinctive value and appearance so that it continues to exist due to its production hands, and its use is not limited to specific groups only.
Conflict Resolution after Village Head Election in Jeneponto Regency (Legal and Sociological Review) Auliah Andika Rukman; Suardi Suardi; Imelda Yanti; Indah Ainun Mutiara; Thomy Sastra Atmaja; Elly Hasan Sadeli; Mariatul Kiptiah
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 8, No 2 (2023): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v8i2.10863

Abstract

Background. The research problem is that there was a post-village election conflict in Batujala Village, Bontoramba District, Jeneponto Regency. The aim of the research is to analyze the conflict resolution that was carried out after the election of the village head in Jeneponto Regency. Research methods. This research uses mixed qualitative and quantitative research methods, namely mixed methods concurrent embedded, simultaneously or together but with different weights. Analysis of research data using qualitative data analysis and quantitative data. For qualitative through data reduction, data display and drawing conclusions, while for quantitative data through questionnaire verification, tabulation of questionnaire data and the percentage of questionnaire data. Research result. Conflict resolution after the village head election in Jeneponto Regency was carried out in several ways, namely dominating (emphasizing) assisted by the police, making integrative efforts (together) by summoning the two conflicting parties and compromising to get an agreement between the two conflicting parties. Post-election village head conflicts can be resolved through dominance, integrative and compromise conflict resolution.
PENANAMAN NILAI KARAKTER DISIPLIN MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DI SMA NEGERI 8 PONTIANAK Kurita Ayunina; Mashudi Mashudi; Thomy Sastra Atmaja; Bistari Bistari; Jagad Aditya Dewantara
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7, No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1 Edisi Juni 2023
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i1.4862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penanaman karakter disiplin melalui pramuka di SMAN 8 Pontianak. Menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Proses pelaksanaan program sesuai dengan rancangan waktu dan tempat yang sudah dilakukan yaitu program mingguan, bulanan, tahunan, yaitu latihan wajib mingguan, pembekalan dasar, pengambilan badge bantara. Faktor pendukung, pengurus yang selalu datang lebih awal sehingga memberi contoh yang baik bagi anggota yang lain, jam kedatangan yang tidak terlalu awal seperti jam sekolah sehingga para anggota dapat hadir tepat waktu, semua anggota baik itu anggota baru dan pengurus memiliki tanggung jawab yang sama. Faktor penghambat, cuaca hujan dengan kondisi rumah anggota pramuka yang jaraknya cukup jauh dari tempat pelaksanaan kegiatan. Gambaran karakter disiplin dapat terlihat dari cara berpakaian yang rapi, mematuhi peratuan yang berlaku, mengerjakan tugas sekolah dengan baik, bersikap yang sopan, perkataan yang santun saat berada di pramuka, sekolah maupun di rumah.
Pemberdayaan Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Melalui Literasi Digital QR Code Generator dengan Barcode Suardi Suardi; Muhajir Muhajir; Indah Ainun Mutiara; Herdianty Ramlan; Thomy Sastra Atmaja
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i3.14617

Abstract

Teacher problems that are the main concern in this community service program are (1) The lack of subject books and subject modules owned by the Muhammadiyah teacher group (2) The low knowledge and skills of teachers and students related to educational technology, especially in making QR-based digital literacy Code Generator with Barcodes. The solution to solving this problem is digital literacy training based on QR Code Generator with Barcodes for Muhammadiyah teacher groups, so that it can make it easier to have subject books and subject modules that teachers can use in learning in the new normal era through gadgets. The implementation method is carried out through four stages, namely (1) digital literacy construction, (2) digital literacy is maintained by the community, (3) improving and updating digital literacy and the resulting changes. The results of community service activities show that the Empowerment of the Muhammadiyah Teacher Forum (FGM) through digital literacy based on QR Code Generator with Barcodes is carried out by involving school principals, teachers and students starting from the socialization stage, the stage of making digital literacy designs, the stage of printing digital literacy designs, the stage of delivering material digital literacy, the stage of training the use of digital literacy, the stage of sharing digital literacy and the stage of using digital literacy QR Code Generator with Barcode. The Muhammadiyah Teacher Forum (FGM) Empowerment activity through digital literacy based on the QR Code Generator with Barcodes received a positive response from school principals, teachers and students because they considered this activity useful and very beneficial. Permasalahan guru yang menjadi perhatian utama dalam program pengabdian kepada masyarakat ini adalah (1) Minimnya buku mata pelajaran dan modul mata pelajaran yang dimiliki oleh kelompok guru muhammadiyah (2) Rendahnya pengetahuan dan keterampilan guru dan siswa terkait teknologi pendidikan terkhusus dalam membuat literasi digital berbasis QR Code Generator dengan Barcode. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah pelatihan literasi digital berbasis QR Code Generator dengan Barcode untuk kelompok guru Muhammadiyah, agar dapat memudahkan memiliki buku mata pelajaran dan modul mata pelajaran yang bisa dipakai guru dalam pembelajaran di masa new normal melalui gadget. Metode pelaksanaan dilakukan melalui empat tahap yaitu (1) konstruksi literasi digital, (2) literasi digital dipelihara oleh masyarakat, (3) memperbaiki dan memperbaharui literasi digital dan perubahan yang dihasilkan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan Pemberdayaan Forum Guru Muhammadiyah (FGM) melalui Literasi digital berbasis QR Code Generator dengan Barcode dilakukan dengan melibatkan kepala sekolah, guru dan siswa mulai tahap sosialisasi, tahap membuat desain literasi digital, tahap mencetak desain literasi digital, tahap penyampaian materi literasi digital, tahap melatih penggunaan literasi digital, tahap membagikan literasi digital dan tahap menggunakan literasi digital QR Code Generator dengan Barcode. Kegiatan Pemberdayaan Forum Guru Muhammadiyah (FGM) melalui Literasi digital berbasis QR Code Generator dengan Barcode mendapatkan respons positif dari kepala sekolah, guru dan siswa karena menganggap kegiatan tersebut bermanfaat dan sangat bermanfaat.
PENDAMPINGAN ORANG TUA DALAM MEMBANGUN SEMANGAT BELAJAR ANAK SEBAGAI GENERASI PENERUS BANGSA DI YAYASAN Iwan Ramadhan; Muhammad Fachrurrozi Bafadal; Yudhistira Oscar Olendo; Jagad Aditya Dewantara; Thomy Sastra Atmaja; Suriyanisa Suriyanisa; Daniel Daniel
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.2871

Abstract

Tujuan pengabdian ini untuk membantu orang tua secara teori dan praktik dalam membangun semangat belajar anak melalui kegiatan pendampingan orang tua. Prosedur pelaksanaan pendampingan meliputi perancangan identifikasi masalah dan kegiatan di lapangan yang terdiri dari kegiatan penyampaian materi tentang praktik dan teoritik, melakukan tanya jawab dan diskusi. Masalah dihadapi orang tua dalam pendampingan yaitu anak malas belajar karena lebih sering menggunakan gawai, strategi membangun semangat belajar yang belum tepat, kurangnya motivasi orang orang tua dan kesibukan orang tua. Pemecahan masalah dalam bentuk upaya preventif dan represif didiskusikan pada kegiatan pendampingan ini. Subyek kegiatan pendampingan yaitu orang tua yang memiliki anak berpendidikan mulai dari jenjang pra-sekolah hingga menengah atas. Hasil penelitian ini yaitu adanya kepuasaan orang tua mitra. Kepuasan mitra terwujud dalam apresiasi dan partisipasi aktif orang tua bertanya dan berdiskusi, sehingga dapat disepakati kesimpulan umum dalam kegiatan pendampingan membangun semangat belajar anak oleh orang tua yaitu hal yang harus diperhataikan orang tua menambah pengetahuan, pemahaman dan mengidentifikasikan model belajar anak terlebih dahulu. Sehingga jika orang tua sudah dapat menetapkan model belajar anak, upaya membangun semangat belajar yang tepat dapat dilakukan sesuai dengan karakteristik setiap anak
Co-Authors Abdul Latief Abl, Peni Achmadi Achmadi , Achmadi Achmadi Achmadi Achmadi Achmadi Achmadi Achmadi Afandi Afandi Agus Sastrawan Noor Aldi Imanula Aldian Tomia Alfiani, Alma Aminuyati Aminuyati Aminuyati Aminuyati Amrazi Zakso Anggreni, Adetiya Ardita, Lilis Ariya Winandar Arjon, Viktorianus Marterik Astrini Eka Putri Aulia Andika Rukman Auliah Andika Rukman Awaludin Awaludin Awaludin Awaludin, Awaludin Ayu Andini AYU LESTARI Ayuni, Nina Bambang Budi Utomo Bambang Budi Utomo Bambang Budi Utomo Bambang Budi Utomo Bambang Budi Utomo Bambang Genjik Sutomo Bela Febriyanti Bistari Daim, Ahmad Daniel Daniel Daniel Daniel Darmawan Darmawan Dea Tami Restu Bumi Desi Ratnasari Desky, Handoko Devi, Visensia Dewantara, Jagad Aditya Dwi Lestari, Syhinta Bella Elly Hasan Sadeli EMI EMI, EMI Emita Emita Emita, Emita Endang Purwaningsih Endang Susilowati Erwin Erwin Erwin Evan, Teoderus Fachry Abda El Rahman Fahira, Nurul Fandi, Fandi Zahri Firmansyah, Haris Fitri Wulandari fitriani, nani Fusnika Fusnika, Fusnika Gita Oktavianti Hadi Wiyono Hamidah . Hamidia Hamidia Haris Firmansyah Haris Firmansyah Hazirawati Hazirawati Heni Kuswati Herdianty Ramlan Herdiyati, Nur Husni Syahrudin Ika Rahmatika Chalimi Ilham Fajar Suhendar Imelda Yanti Imran Imran Imran Imran Indah Ainun Mutiara Indah Sari Putri Isma Dewi Ismiyani, Nining Iwan Ramadhan Jasmine, Khariza Arnita Jepri Saputra Jumarni Jumarni Junaidi, Eko Wahyu Karolina, Venny Kurita Ayunina Kurniawati, E Titin Lala, Lala Latipa Latipa Leonardus Leonardus Lona, Urai Maria Ulfa Maria Ulfah Maria Ulfah Maria Ulfah Mariatul Kiptiah Mariatul Kiptiah Mashudi Mashudi Mashudi Mashudi Mashudi Melisa Melisa Merry Krisdayanti Mikaria, Mikaria Mohammad Mathuro Muhajir Muhajir Muhamad Supriadi Muhammad Fachrurrozi Bafadal Muhammad Iqbal Muhammad Nur imanulyaqin Muhammad Supriadi, Muhammad Muhammad Syawaludin Nadiah Nadiah Nining Ismiyani Novia Elisabet Nurkhotimah, Siti Nurul Fadilah Nurul Fahira Okianna Okianna Okianna Okianna Oktapiani Risti Pamilu, Suryo Pandu, Kristian Trikurnianto Pina Pina Purnama, Shilmy Putra, Dede Yas Rahayu, Novia Sri Restu Bumi, Dea Tami Ria Andriani Ria, Hildegardis Rini Musdalifah Rokiaske Rokiaske Rokiaske, Rokiaske Rub’i, Muhammad Anwar Rum Rosyid Rum Rosyid Rum Rosyid Rustiyarso Rustiyarso Rustiyarso, Rustiyarso Saputra, Jepri Sari, Iga Fiolita Scolastika, Gracia Efra Shilmy Siska Rahayu Sisna Sisna Soni Harsono Sri Buwono . Sri Hartini Sri Rahayu Pudjiastuti Suardi Suardi Sulanda, Sulanda Sulistyarini Sulistyarini Sulistyarini Sulistyarini Sulistyarini, Sulistyarini Sulviani, Sulviani Superman Superman Suriyanisa Suriyanisa Suriyanisa, Suriyanisa Sutoyo Budiharto Syamsuri SYAMSURI Syamsuri Syamsuri Syariefudin, Muhammad Tenggon, Tenggon Tomi, Tomi Tri Utami Tri Utami Venny Karolina Venny Karolina Vhiasyah Raeinady Vhicka Cantika Vincent Obedly Wisely Wahyudi, Subhi Wahyuni, Fauziah Sri Wela Sri Ardian Wisely, Vincent Obedly Witarsa Witarsa Witarsa Witarsa, Witarsa Yohanes Bahari Yudhistira Oscar Olendo Yumiantika Yusawinur Barella Yuver Kusnoto, Yuver