p-Index From 2021 - 2026
11.573
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pertahanan : Media Informasi tentang Kajian dan Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism dan Integrity JCES (Journal of Character Education Society) Etika Demokrasi JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu Journal on Education Journal of Civic Education Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN International Journal for Educational and Vocational Studies Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Scientia Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Pengabdian UNDIKMA Jurnal Pendidikan CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurnal Kewarganegaraan JPKM (JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) UNTAN Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Jurnal Abdimas Indonesia : Jurnal Abdimas Indonesia SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS JURNAL PENDIDIKAN IPS Juwara : Jurnal Wawasan dan Aksara Indo-MathEdu Intellectuals Journal Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Jurnal Dunia Pendidikan Jurnal Basicedu Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Innovative: Journal Of Social Science Research Daya Nasional: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Digulis: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Edumaspul: Jurnal Pendidikan Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Sekolah Menengah Atas Perbatasan Entikong Kalimantan Barat Atmaja, Thomy Sastra; Dewantara, Jagad Aditya; Utomo, Bambang Budi
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.545

Abstract

Pelaku pendidikan di wilayah perbatasan Entikong Kalimantan Barat memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam mempertahankan nilai karakter bangsa. Entikong marupakan salah satu wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia menyimpan potensi degradasi nilai karakter bangsa yang cukup besar. Menyikapi hal tersebut, maka lembaga pendidikan (sekolah) di perbatasan Entikong menerapkan program penguatan pendidikan karakter sebagai instrumen preventif dalam membina dan menumbuh kembangkan nilai utama karakter bangsa (religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, integritas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis sekolah di SMA Perbatasan Entikong Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan pendidikan karakter berbasis sekolah di SMA Perbatasan Entikong Kalbar dilakukan melalui 3 (tiga) program yakni pengembangan diri, mengintegrasikan dalam mata pelajaran, serta melalui budaya sekolah. (1) Program pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan rutin, kegiatan spontan, kegiatan keteladanan dan kegiatan pengondisian di sekolah. (2) Program mengintegrasikan nilai karakter dilakukan oleh guru melalui integrasi/menyisipkan nilai karakter kedalam setiap pokok bahasan dari setiap mata pelajaran. (3) Program budaya sekolah dilakukan dengan cara menetapkan visi dan motto sekolah yang mengandung nilai karakter, memajang banyak bendera merah putih di sepanjang teras sekolah untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme, memajang banyak kalimat motivasi dan bernilai karakter di sepanjang lingkungan sekolah, menerapkan 5 S yakni (senyum, salam, sapa, sopan, santun), menampilkan sikap saling peduli dan kasih sayang kepada seluruh warga sekolah, menetapkan tata tertib sekolah, menciptakan 4 program unggulan sekolah, melaksanakan kegiatan ekstakurikuler yang dapat membentuk karakter peserta didik, menunjukkan contoh teladan yang baik, menindak tegas dengan sanksi jika ada peserta didik yang melanggar disiplin atau tata tertib, serta mengarahkan dan mengirim peserta didik untuk aktif mengikuti ajang perlombaan agar terbentuk karakter berani berkompetisi.
Implementasi Pendidikan Multikultural Di Sekolah Dasar untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Peserta Didik Atmaja, Thomy Sastra
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7664

Abstract

Penerapan pendidikan multikultural di sekolah dasar menjadi penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai moral peserta didik. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pendidikan multikultural di sekolah dasar dengan fokus pada peningkatan keterampilan sosial siswa. Metode penelitian penelitian ini tinjauan literatur dari artikel-artikel terkait dengan tema penelitian. Literatur yang dipilih dianalisis untuk mengidentifikasi tema dan metode utama penerapan pendidikan multikultural, serta dampaknya terhadap keterampilan sosial siswa seperti empati, komunikasi, dan kolaborasi. Hasil penelitian Pendidikan multikultural di sekolah dasar memiliki sifat yang sistemik dan holistik, yang menuntut pengembangan secara menyeluruh. Pendekatan ini didasarkan pada kekayaan budaya dan karakter bangsa dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan menghargai keragaman. Guru memiliki peran kunci dalam menyampaikan nilai-nilai multikultural kepada siswa melalui integrasi materi budaya dalam kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan keragaman budaya, dan pelatihan profesional. Pendidikan multikultural diharapkan dapat membantu siswa menjadi individu yang toleran, inklusif, dan siap menghadapi tantangan dalam masyarakat global yang terus berkembang. Integrasi nilai-nilai seperti toleransi, demokrasi, kesetaraan, dan keadilan dalam pendidikan multikultural di sekolah dasar dapat memberikan dampak positif terhadap keterampilan sosial siswa dan komunitas akademis secara luas. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan multikultural di sekolah dasar memiliki dampak positif dalam persiapan siswa menjadi warga global yang inklusif dan toleran
PENGUATAN PEMAHAMAN WARGA NEGARA MUDA TERHADAP IDENTITAS NASIONAL DALAM KONTEKS NEGARA DI WILAYAH PERBATASAN Purnama, Shilmy; Sulistyarini, Sulistyarini; Dewantara, Jagad Aditya; Atmaja, Thomy Sastra; Sulanda, Sulanda
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 7, No 3 (2024): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v7i3.20838

Abstract

Abstrak: Jagoi Babang merupakan salah satu wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia yang memiliki pontensi melemahnya kesadaran akan identitas nasional terutama pada kalangan generasi muda. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan pelatihan atau workshop yang melibatkan pihak sekolah dan peserta didik yang dapat memberikan penguatan pemahaman kepada warga negara muda terhadap identitas nasional dalam konteks negara di wilayah perbatasan Jagoi Babang Kalimantan Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda di kalangan peserta didik sekolah menengah terkait identitas nasional, terutama di wilayah perbatasan. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa penguatan pemahaman warga negara muda terhadap Identitas Nasional dalam konteks negara di wilayah perbatasan Jagoi Babang Kalimantan Barat yakni: (1) Adanya respon yang positif dari peserta, yang ditunjukkan dengan pertanyaan dan tanggapan yang diberikan selama pelaksanaan kegiatan; (2) Adanya kesesuaian materi dengan kebutuhan peserta didik sebagai warga negara muda di wilayah perbatasan Jagoi Babang; (3) Sebagian besar peserta telah memahami arti pentingnya dan bagaimana implemnetasi identitas nasional dalam kehidupan sehari-hari.Abstract:  Jagoi Babang is one of the border areas of Indonesia and Malaysia that has the potential to weaken awareness of national identity, especially among the younger generation. One of the efforts that can be done to solve the problem is by training or workshops involving schools and students that can provide strengthening understanding to young citizens of national identity in the context of the state in the border area of Jagoi Babang West Kalimantan. This activity aims to increase the understanding of the younger generation among secondary school students related to national identity, especially in the border area. This activity uses lecture, question and answer, and discussion methods. The results of this activity show that strengthening young citizens' understanding of National Identity in the context of the state in the border area of Jagoi Babang West Kalimantan, namely: (1) There was a positive response from the participants, which was shown by the questions and responses given during the implementation of the activity; (2) There was a suitability of the material with the needs of students as young citizens in the Jagoi Babang border area; (3) Most participants have understood the importance and how to implement national identity in everyday life.
INTERNALISASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Sastra Atmaja, Thomy
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Edisi Juni 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i1.7380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peranan kearifan lokal dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan dampaknya terhadap pembentukan karakter kewarganegaraan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis konten dari berbagai artikel yang membahas integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam PKN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal seperti adat istiadat dan hukum adat dapat diintegrasikan secara efektif dalam pembelajaran PKN melalui berbagai strategi dan metode, seperti penggunaan cerita rakyat dan permainan tradisional. Guru PKN memiliki peran penting dalam mengaitkan nilai-nilai kearifan lokal dengan konsep-konsep kewarganegaraan. Pembelajaran berbasis kearifan lokal tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang kewarganegaraan, tetapi juga memperkuat identitas mereka sebagai warga negara yang bertanggung jawab. Selain itu, nilai-nilai seperti gotong royong dapat menjadi sumber nilai yang kaya dan relevan untuk memperkuat karakter dan jati diri siswa sebagai generasi muda yang bangga akan budaya dan tradisi bangsa Indonesia.Kata Kunci: Kearifan Lokal, Pendidikan Kewarganegaraan, Karakter Kewarganegaraan, Identitas Kebangsaan
EFEKTIVITAS PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN POWTOON TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN IPS Scolastika, Gracia Efra; Barella, Yusawinur; Aminuyati, Aminuyati; Okianna, Okianna; Atmaja, Thomy Sastra
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 13, No 2 (2022): Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v13i2.57842

Abstract

This study aimed to determine the effectiveness of the Powtoon application on the learning outcomes of class VIII social studies. This study used a quantitative approach in the form of a quasi-experimental study. The sample of this study comprises 8th-grade B and 8th-grade C students, up to 22 students per class. The data collection techniques used were assessment techniques and documentary study, as well as data collection tools in the form of post-tests and research documents. The results showed that the mean scores from the post-test for the experimental group was 73.81, and the control class was 59.54, with a difference of 14.27. As a result, there are significant differences in learning outcomes. In the normality test, the significance value of the experimental group was 1680.05, while the significance value of the control group was 1430.05. Therefore, the data is in a normal distribution. In the hypothesis test, the sig. value (2-tailed) is 0.0000.05, with an effect size of 1.070.08, which is in the high category. The results showed that the Powtoon application is effective and efficient for eighth-grade social studies learning outcomes.
INTERAKSI SOSIAL ETNIS TIONGHOA DAN ETNIS MELAYU DI KELURAHAN SUNGAI BULAN SINGKAWANG UTARA Hartini, Sri; Buwono, Sri; Wiyono, Hadi; Aminuyati, Aminuyati; Atmaja, Thomy Sastra
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 13, No 2 (2022): Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v13i2.57295

Abstract

This study aims to determine social interactions in cooperation and accommodation between Chinese and Malay ethnic groups in Sungai Bulan Village, Singkawang Utara. The method used in this study is descriptive-qualitative with data sourced from the community (primary data) and documentation (secondary information). This study's informants were six people from Chinese and Malay ethnic groups in Sungai Bulan Village, Singkawang Utara. The data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. Data reduction, data display, and conclusion drawing are the data analysis techniques used. The validity of the research data was tested using extended observations and triangulation. The results of this study show that there is cooperation in the form of association, bargaining, and collaboration. In addition, there are also accommodations in the form of compromise, mediation, and tolerance between both ethnic groups. Based on the results, social interaction in the form of cooperation and capacity between Chinese and Malay ethnic groups in Sungai Bulan Village, Singkawang Utara, is going very well.
Implementasi Implementasi Peraturan Desa Untuk Meningkatkan Civic Engagement Masyarakat Fandi, Fandi Zahri; Erwin; Purnama, Shilmy; Bistari; Sastra Atmaja, Thomy
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2023): CIVIC
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v8i2.6212

Abstract

Village regulations are legal products that have their own position in the life of village communities as guidelines for the administration of village government. There is a lack of development facilities that are suitable for the village environment to support the community, thus encouraging the creation of village regulations. The aim of the research is to find out a picture of the implementation of village regulations towards increasing community civic engagement. The research method used is a qualitative approach through observation, in-depth interviews with the community, community institutions and village government and documentation. The results of the research show that the implementation of village regulations on community civic engagement takes the form of implementation of village regulations by building facilities and infrastructure in the form of roads and banjars, bridges, irrigation and water gates, as well as installing street lighting. Description of the implementation of the community being able to contribute, build organization, take action or take action, motivate and be responsible for implementing village regulations. There is a need to increase communication, education and the use of technology to help increase community involvement. Thus, it is hoped that this research will be able to contribute to further understanding of the implementation of village regulations to increase community civic engagement.
Civic Engagement Relawan PKBM Rumah Pintar Punggur Cerdas Dalam Meningkatkan Literasi Aldi Imanula; Achmadi; Sastra Atmaja, Thomy; Sulistyarini; Zakso, Amrazi
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2023): CIVIC
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v8i2.6272

Abstract

This research aims to find out about the civic engagement of Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Pintar Punggur Cerdas in improving literacy read. Based on the results of this research, the researchers found PKBM volunteers. The PKBM holds a number of programs starting from setting up huts learning, tutoring, digital libraries,reading in the environment, learning english and eradicating illiteracy. Civic engagement volunteers include dedicating themselves as volunteers, collaborating with several parties, providing an understanding of the importance of literacy, and as a mentor in increase literacy. The factors behind volunteers being involded in PKBM Rumah Pintar Punggur Cerdas activities are social factors, self develompment, the same goal, and contributing to society. Obstacles faced by volunteers include obstacles in the field of funding, lack of teaching staff from volunteers, not all volunteers are present during activities, and there are not enough self-confident. Meanwhile, solutions include making donations from fellow volunteers, opening up recruiting volunteers, holding regular evaluations of each activity and taking turns be responsible for the activity. Thus, the actions taken by PKBM Rumah Pintar Punggur Cerdas volunteers are included in civic engagement.
Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Sekolah Menengah Atas Perbatasan Entikong Kalimantan Barat Atmaja, Thomy Sastra; Dewantara, Jagad Aditya; Utomo, Bambang Budi
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.545

Abstract

Pelaku pendidikan di wilayah perbatasan Entikong Kalimantan Barat memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam mempertahankan nilai karakter bangsa. Entikong marupakan salah satu wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia menyimpan potensi degradasi nilai karakter bangsa yang cukup besar. Menyikapi hal tersebut, maka lembaga pendidikan (sekolah) di perbatasan Entikong menerapkan program penguatan pendidikan karakter sebagai instrumen preventif dalam membina dan menumbuh kembangkan nilai utama karakter bangsa (religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, integritas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis sekolah di SMA Perbatasan Entikong Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan pendidikan karakter berbasis sekolah di SMA Perbatasan Entikong Kalbar dilakukan melalui 3 (tiga) program yakni pengembangan diri, mengintegrasikan dalam mata pelajaran, serta melalui budaya sekolah. (1) Program pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan rutin, kegiatan spontan, kegiatan keteladanan dan kegiatan pengondisian di sekolah. (2) Program mengintegrasikan nilai karakter dilakukan oleh guru melalui integrasi/menyisipkan nilai karakter kedalam setiap pokok bahasan dari setiap mata pelajaran. (3) Program budaya sekolah dilakukan dengan cara menetapkan visi dan motto sekolah yang mengandung nilai karakter, memajang banyak bendera merah putih di sepanjang teras sekolah untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme, memajang banyak kalimat motivasi dan bernilai karakter di sepanjang lingkungan sekolah, menerapkan 5 S yakni (senyum, salam, sapa, sopan, santun), menampilkan sikap saling peduli dan kasih sayang kepada seluruh warga sekolah, menetapkan tata tertib sekolah, menciptakan 4 program unggulan sekolah, melaksanakan kegiatan ekstakurikuler yang dapat membentuk karakter peserta didik, menunjukkan contoh teladan yang baik, menindak tegas dengan sanksi jika ada peserta didik yang melanggar disiplin atau tata tertib, serta mengarahkan dan mengirim peserta didik untuk aktif mengikuti ajang perlombaan agar terbentuk karakter berani berkompetisi.
Implementasi Pendidikan Multikultural Di Sekolah Dasar untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Peserta Didik Atmaja, Thomy Sastra
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7664

Abstract

Penerapan pendidikan multikultural di sekolah dasar menjadi penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai moral peserta didik. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pendidikan multikultural di sekolah dasar dengan fokus pada peningkatan keterampilan sosial siswa. Metode penelitian penelitian ini tinjauan literatur dari artikel-artikel terkait dengan tema penelitian. Literatur yang dipilih dianalisis untuk mengidentifikasi tema dan metode utama penerapan pendidikan multikultural, serta dampaknya terhadap keterampilan sosial siswa seperti empati, komunikasi, dan kolaborasi. Hasil penelitian Pendidikan multikultural di sekolah dasar memiliki sifat yang sistemik dan holistik, yang menuntut pengembangan secara menyeluruh. Pendekatan ini didasarkan pada kekayaan budaya dan karakter bangsa dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan menghargai keragaman. Guru memiliki peran kunci dalam menyampaikan nilai-nilai multikultural kepada siswa melalui integrasi materi budaya dalam kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan keragaman budaya, dan pelatihan profesional. Pendidikan multikultural diharapkan dapat membantu siswa menjadi individu yang toleran, inklusif, dan siap menghadapi tantangan dalam masyarakat global yang terus berkembang. Integrasi nilai-nilai seperti toleransi, demokrasi, kesetaraan, dan keadilan dalam pendidikan multikultural di sekolah dasar dapat memberikan dampak positif terhadap keterampilan sosial siswa dan komunitas akademis secara luas. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan multikultural di sekolah dasar memiliki dampak positif dalam persiapan siswa menjadi warga global yang inklusif dan toleran
Co-Authors Abdul Latief Abl, Peni Achmadi Achmadi , Achmadi Achmadi Achmadi Achmadi Achmadi Achmadi Achmadi Afandi Afandi Agus Sastrawan Noor Aldi Imanula Aldian Tomia Alfiani, Alma Aminuyati Aminuyati Aminuyati Aminuyati Amrazi Zakso Anggreni, Adetiya Ardita, Lilis Ariya Winandar Arjon, Viktorianus Marterik Astrini Eka Putri Aulia Andika Rukman Auliah Andika Rukman Awaludin Awaludin Awaludin Awaludin, Awaludin Ayu Andini AYU LESTARI Ayuni, Nina Bambang Budi Utomo Bambang Budi Utomo Bambang Budi Utomo Bambang Budi Utomo Bambang Budi Utomo Bambang Genjik Sutomo Bela Febriyanti Bistari Daim, Ahmad Daniel Daniel Daniel Daniel Darmawan Darmawan Dea Tami Restu Bumi Desi Ratnasari Desky, Handoko Devi, Visensia Dewantara, Jagad Aditya Dwi Lestari, Syhinta Bella Elly Hasan Sadeli EMI EMI, EMI Emita Emita Emita, Emita Endang Purwaningsih Endang Susilowati Erwin Erwin Erwin Evan, Teoderus Fachry Abda El Rahman Fahira, Nurul Fandi, Fandi Zahri Firmansyah, Haris Fitri Wulandari fitriani, nani Fusnika Fusnika, Fusnika Gita Oktavianti Hadi Wiyono Hamidah . Hamidia Hamidia Haris Firmansyah Haris Firmansyah Hazirawati Hazirawati Heni Kuswati Herdianty Ramlan Herdiyati, Nur Husni Syahrudin Ika Rahmatika Chalimi Ilham Fajar Suhendar Imelda Yanti Imran Imran Imran Imran Indah Ainun Mutiara Indah Sari Putri Isma Dewi Ismiyani, Nining Iwan Ramadhan Jasmine, Khariza Arnita Jepri Saputra Jumarni Jumarni Junaidi, Eko Wahyu Karolina, Venny Kurita Ayunina Kurniawati, E Titin Lala, Lala Latipa Latipa Leonardus Leonardus Lona, Urai Maria Ulfa Maria Ulfah Maria Ulfah Maria Ulfah Mariatul Kiptiah Mariatul Kiptiah Mashudi Mashudi Mashudi Mashudi Mashudi Melisa Melisa Merry Krisdayanti Mikaria, Mikaria Mohammad Mathuro Muhajir Muhajir Muhamad Supriadi Muhammad Fachrurrozi Bafadal Muhammad Iqbal Muhammad Nur imanulyaqin Muhammad Supriadi, Muhammad Muhammad Syawaludin Nadiah Nadiah Nining Ismiyani Novia Elisabet Nurkhotimah, Siti Nurul Fadilah Nurul Fahira Okianna Okianna Okianna Okianna Oktapiani Risti Pamilu, Suryo Pandu, Kristian Trikurnianto Pina Pina Purnama, Shilmy Putra, Dede Yas Rahayu, Novia Sri Restu Bumi, Dea Tami Ria Andriani Ria, Hildegardis Rini Musdalifah Rokiaske Rokiaske Rokiaske, Rokiaske Rub’i, Muhammad Anwar Rum Rosyid Rum Rosyid Rum Rosyid Rustiyarso Rustiyarso Rustiyarso, Rustiyarso Saputra, Jepri Sari, Iga Fiolita Scolastika, Gracia Efra Shilmy Siska Rahayu Sisna Sisna Soni Harsono Sri Buwono . Sri Hartini Sri Rahayu Pudjiastuti Suardi Suardi Sulanda, Sulanda Sulistyarini Sulistyarini Sulistyarini Sulistyarini Sulistyarini, Sulistyarini Sulviani, Sulviani Superman Superman Suriyanisa Suriyanisa Suriyanisa, Suriyanisa Sutoyo Budiharto Syamsuri SYAMSURI Syamsuri Syamsuri Syariefudin, Muhammad Tenggon, Tenggon Tomi, Tomi Tri Utami Tri Utami Venny Karolina Venny Karolina Vhiasyah Raeinady Vhicka Cantika Vincent Obedly Wisely Wahyudi, Subhi Wahyuni, Fauziah Sri Wela Sri Ardian Wisely, Vincent Obedly Witarsa Witarsa Witarsa Witarsa, Witarsa Yohanes Bahari Yudhistira Oscar Olendo Yumiantika Yusawinur Barella Yuver Kusnoto, Yuver