Claim Missing Document
Check
Articles

Gerakan Masyarakat Sadar Serat: Edukasi Konsumsi Buah Dan Sayur Untuk Mendukung Kesehatan Pencernaan Keluarga: Fiber-Aware Community Movement: Education on Fruit and Vegetable Consumption to Support Family Digestive Health Imelda Appulembang; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1657

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan pencernaan merupakan salah satu bagian penting dari kesehatan keluarga. Konsumsi buah dan sayur yang cukup menyediakan serat pangan, vitamin, mineral, dan berbagai komponen bioaktif yang mendukung fungsi saluran pencernaan. Namun, kebiasaan mengonsumsi makanan rendah serat masih menjadi salah satu permasalahan dalam pola makan masyarakat. Kurangnya pemahaman mengenai jenis, jumlah, dan cara praktis meningkatkan konsumsi buah dan sayur dapat memengaruhi penerapan pola makan sehat dalam keluarga. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran keluarga mengenai pentingnya konsumsi serat melalui peningkatan konsumsi buah dan sayur untuk mendukung kesehatan pencernaan. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi gizi, penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi penyusunan menu tinggi serat, pendampingan, serta evaluasi pretest dan posttest. Peserta berjumlah 30 orang anggota keluarga. Materi meliputi pengertian serat, manfaat buah dan sayur, kebutuhan konsumsi harian, sumber serat lokal, strategi meningkatkan konsumsi buah dan sayur, kebutuhan cairan, serta pencegahan konstipasi. Hasil: Rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 59,8 sebelum edukasi menjadi 88,1 setelah edukasi. Peningkatan pemahaman terutama terlihat pada manfaat serat, sumber pangan berserat, jumlah konsumsi buah dan sayur, hubungan serat dengan kelancaran buang air besar, pentingnya konsumsi air, serta penerapan menu keluarga berbasis buah dan sayur. Kesimpulan: Edukasi Gerakan Masyarakat Sadar Serat dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran keluarga mengenai pentingnya konsumsi buah dan sayur. Pendekatan edukasi yang disertai diskusi, demonstrasi, dan pendampingan dapat menjadi strategi promotif untuk mendorong pola makan tinggi serat dan mendukung kesehatan pencernaan keluarga.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Untuk Meningkatkan Respons Kedaruratan Masyarakat: Basic Life Support (BLS) Training to Enhance Community Emergency Response Anshar Rante; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1660

Abstract

Latar Belakang: Kejadian kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan respons cepat sebelum korban mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan. Keterlambatan memberikan pertolongan pada kondisi henti jantung dan henti napas dapat meningkatkan risiko kematian maupun kecacatan. Masyarakat sebagai orang yang sering berada paling dekat dengan korban memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan awal. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) dapat menyebabkan masyarakat ragu atau melakukan tindakan yang tidak tepat. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap kondisi kegawatdaruratan. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan dengan melibatkan 35 orang masyarakat. Metode kegiatan terdiri atas pretest, penyuluhan mengenai kegawatdaruratan dan BHD, demonstrasi, praktik langsung menggunakan manekin, diskusi, simulasi penanganan korban henti jantung, serta posttest dan evaluasi keterampilan. Materi meliputi pengenalan kondisi henti jantung, pemeriksaan respons korban, aktivasi sistem pertolongan, kompresi dada, ventilasi, penggunaan Automated External Defibrillator (AED), serta tindakan setelah pertolongan diberikan. Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti pelatihan. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 56,9 sebelum pelatihan menjadi 87,4 setelah pelatihan. Evaluasi keterampilan menunjukkan sebagian besar peserta mampu melakukan pemeriksaan respons, meminta bantuan, melakukan kompresi dada dengan teknik yang benar, dan mengikuti urutan tindakan BHD secara sistematis. Kesimpulan: Pelatihan BHD dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memberikan pertolongan awal pada kondisi kegawatdaruratan, khususnya henti jantung dan henti napas. Pelatihan secara berkala diperlukan untuk mempertahankan keterampilan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kejadian kegawatdaruratan.
Optimalisasi Pemenuhan Hak Anak Melalui Edukasi Asuhan Tanpa Diskriminasi Pada Keluarga Rahmat Pannyiwi; Djunaedi Djunaedi; Nurmiati Nurmiati
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1661

Abstract

Latar Belakang: Anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, memperoleh perlindungan, mendapatkan pendidikan, kesehatan, kasih sayang, serta diperlakukan secara adil tanpa diskriminasi. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pemenuhan hak tersebut. Namun, perbedaan usia, jenis kelamin, kondisi fisik, kemampuan akademik, karakter, maupun kondisi sosial ekonomi anak dapat memengaruhi pola pengasuhan keluarga. Edukasi kepada orang tua diperlukan untuk memperkuat pemahaman mengenai pengasuhan yang menghargai hak dan martabat setiap anak. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman keluarga mengenai pemenuhan hak anak melalui penerapan asuhan tanpa diskriminasi. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi kesehatan dan pengasuhan, diskusi interaktif, penyampaian materi, studi kasus, serta pendampingan keluarga. Peserta berjumlah 30 orang tua atau anggota keluarga yang memiliki anak. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 60,7 sebelum edukasi menjadi 87,5 setelah edukasi. Peningkatan pemahaman terutama terlihat pada aspek hak anak, prinsip non-diskriminasi, komunikasi positif, pemberian kesempatan yang setara, perlindungan dari kekerasan, serta keterlibatan anak dalam pengambilan keputusan yang sesuai dengan usia dan perkembangannya. Kesimpulan: Edukasi asuhan tanpa diskriminasi dapat meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pemenuhan hak anak dan mendorong penerapan pola pengasuhan yang lebih adil, positif, aman, dan menghargai martabat anak.
Co-Authors Aang Gunawan, Aang Abu Bakar Betan Achmad Hilal Achmad Indra Awaluddin Adisty Dwi Treasa Afina Nurfauziah Ahmad Hilal AJ Didy Surachman Akbar Akhwan Ali Alief Ihram Fatany Amelia Darwis Andi Ernawati Manuntungi Andi Kamal M. Sallo Andi nursiah Anshar Rante Arifina Fahamsya Arlina Muhtari Arnianti Asrianto Asrianto Asrianto Azmi Wijayati Badaruddin Badaruddin Baso Witman Adiaksa Baso Witman Adiaksa Christianingsih, Siska Desman Serius Nazara Devin Mahendika Dewi Parwati Dia Rejeki Utami Dito Anurogo Djunaedi Djunaedi Dunggio, Abdul Rivai Saleh Dwi Ardyna Octa Sari E. Yochanan Edi Pramono Elvira Safidni Elvira Safidni Eni Kurniati Enka Nur Ishmatika Evis Ritawani Hasibuan Febri Sriyanti Febri Sriyanti Ferdic Sukma Wahyudin Fitriah S. Jamin Glory Gelarich Simanjuntak Guntur Roryngosan Fara Haedir, Haedir Halbina Famung Halmar Hamdani Jumadil Hardianti Hardianti Hartati Hartati Henry A. Ruagadi I Ketut Swastika Idris Idris Ima Mustika Tri Lestari Imelda Appulembang Irawati Irawati Iskandar Zulkarnaen Juenita Elfunam Mado Jukarnain Jukarnain Jukarnain Kasmara, Dwi Pratiwi Khalikul Fadli Kurniati Nawangwulan Latifah Latifah Lidia Fitri Lorensius Lonik Lorensius Lonik M. Khalid Fredy Saputra M. Khalid Fredy Saputra Mahfuzhoh Fadillah Heryanda Mahoklory, Serly Sani Maria Kurni Menga Markus Wibowo Marlin Eppang Marwono Marwono Masrikat Maya Diana Claartje Medy Purwanto Meilisa Carlen Mainassy Meillisa C. Mainassy Meillisa Carlen Mainassy Mildaratu Mildaratu Muhammad Asikin Mukriani, Mukriani Musaidah Musaidah Musaidah Musaidah Musaidah Musdalifah Musdalifah Muslimin B Mutiara Hikmah Nadirah Nadirah Najmah Salsabila Nelly Masna Barus Nona Mu’minun Noyumala Noyumala Noyumala Nur Aida Kubangun * Nurasbon Nurasbon Nurhaedah Nurhaedah Nurlaelah Nurmiati Nurmiati Nursinah Nurul Aisyisyah P Olfebri Olfebri Patima Peluw, Zulfikar Pudyastuti, Rita Rena Rahayu Setyaningsih Rezki Auliah Rezqiqah Aulia Rahmat Rezqiqah Aulia Rahmat Rifqi Ferry Balfas Riswan Riswan Riswan Riswan Rizki Andita Noviar Rosdiana Rosdiana Rosmiati Rosmiati Rusdin Wally Rusdin Wally Rusnita Rysidah Zakiyah Hanim Sahabuddin Sahabuddin Sahalessy, Yona C. Sahertian, Betty Anthoineta Salsa Putri Aulia Sapnita Sapnita Saputri, Nurul Aini Suria Sara Surya Suaib Sudirman Sultan Akbar Ibrahim Sutriyati Sutriyati Syaiful Bachri Taslim Taslim Tata Mahyuvi Tri Wahyuni Tri Wahyuni Tri Wahyuni Viyan Septiyana Achmad Warda M Warda M Warda M Warda M Yance R Rainuny Yermi Yermi Yestiani Norita Joni Yudi Muammar Yudi Muammar Yulfira Firdaus Yuliantini Yuliantini Yunita Kristina Yusnita Yusfik Zaenal Zaenal Zumrotul Ula