Claim Missing Document
Check
Articles

“Characteristics of Upper Gastrointestinal Tract Patients Undergoing Endoscopic Examination at Ibnu Sina Hospital, Makassar.” AB, Tarisya Febriyanti Baso; Kanang, Indah Lestari Daeng; Sodiqah, Yani; Hidayati, Prema Hapsari; Iskandar, Darariani
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.9992

Abstract

Disorders of the upper gastrointestinal tract, such as heartburn, bleeding, and difficulty swallowing, are often experienced by many patients. Endoscopy is an important procedure in diagnosing disorders of the upper gastrointestinal tract. Ibnu Sina Hospital in Makassar routinely performs endoscopy on patients with these complaints, but data on the characteristics of patients undergoing this procedure in 2023 is not widely available. This study used a descriptive design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 260 patients who underwent endoscopy for upper gastrointestinal complaints at Ibnu Sina Hospital in Makassar in 2023. Data were collected through patient medical records, which included demographic information, main complaints, and diagnoses found after endoscopy. The results showed that heartburn was the most common complaint (61.2%), followed by upper gastrointestinal bleeding (28.5%) and difficulty swallowing (5%). Gastritis was found to be the most common diagnosis (30.4%), followed by esophagitis and GERD (21.2%). Demographic factors such as age, gender, education, and occupation influenced the distribution of the disease. This study emphasizes the importance of a holistic approach in treating patients with upper gastrointestinal disorders, taking into account social, economic, and lifestyle factors. In addition, early detection through endoscopy needs to be improved to identify gastrointestinal problems more effectively.
The Relationship Between Fasting Blood Sugar Levels And the Quality Of Life Of Type 2 Diabetes Mellitus Patients At the Makassar City Health Service Center In 2025 Alifya, Kafka Mutiara; Hidayati, Prema Hapsari; Harahap, Muhammad Wirawan; Kanang, Indah Lestari Daeng; Jafar, Muh. Alfian; Arifuddin Karim, Abdul Mubdi Ardiansar
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10056

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang terus meningkat, khususnya di Indonesia. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien DM Tipe 2 adalah kadar gula darah puasa (GDP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar gula darah puasa dan kualitas hidup pasien DM Tipe 2 di UPK Balai Pelayanan Kesehatan Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 36 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Kadar GDP diukur dengan glukometer, sementara kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% pasien memiliki GDP yang terkendali, dan 47,2% melaporkan kualitas hidup yang buruk. Terdapat hubungan signifikan antara kadar GDP dan kualitas hidup pasien, dengan pasien dengan GDP terkendali melaporkan kualitas hidup yang lebih baik (p < 0,002). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengendalian gula darah yang baik berhubungan langsung dengan peningkatan kualitas hidup pasien DM Tipe 2. Oleh karena itu, pengelolaan yang tepat terhadap kadar gula darah dan dukungan psikologis serta edukasi sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes.
Diabetic Ulcer Patients : Literature Review St. Nur Ashilah Nafi’ah; Prema Hapsari Hidayati; Rizal Basry; Asrini Safitri
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal EduHealt, Edition January - March, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetic ulcer can cause infection and decrease the quality of life of sufferers. In patients with diabetic ulcers, it is not uncommon to ignore the nutrients consumed. Though nutrition is very important. If nutritional needs are not met, it can cause several conditions such as anemia (especially iron deficiency anemia), hypoalbuminemia ( due to lack of protein intake ), and malnutrition. In addition, the lack of nutrition intake also affects the inflammatory process in the wound healing phase of diabetic ulcer which, if it continues, can cause more severe infection to the sepsis stage. This literature review aiming to summarize the latest information related to research on nutrition in diabetes ulcer patients. The method used in this study is Literature Reviews by including research on nutrition in diabetes ulcer patients. The keywords used were “ nutrition, macronutrient, micronutrient, diabetes ulcer, diabetic foot ulcers, and venous ulcers ” on websites Google Scholar, Gale, and Pubmed. Results : The results of 32 journals showed inadequate intake of macronutrients (carbohydrates, proteins, and fats ) and micronutrients ( vitamins) and minerals ) in patients with diabetic ulcer which can inhibit the diabetic wound healing process. Nutrients consumed both macronutrients and micronutrients are each needed by the body because they play an important role as a source of energy and play a role in the wound healing process
Hubungan Gula Darah Sewaktu dengan Luas Lesi Rontgen Thoraks pada Pasien Diabetes Melitus yang Menderita Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2023-2024 Aisyah Nabilah Sulthan; Prema Hapsari Hidayati; Irmayanti Irmayanti; Dwi Anggita; Febie Irsandy
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.21217

Abstract

ABSTRACTPulmonary tuberculosis is one of the major health problems in indoneisa, especially among patients with diabetes mellitus who have weakened immune systems. The combination of DM-TB increases the risk of disease severity, including the development of extensive pulmonary lesions. This study aims to determine the relationship between random blood glucose (GDS) levels and the extent of thoracic lesions on chest X-rays in patient with Diabetes Mellitus who have Pulmonary Tuberculosis. This research employed an analytical quantitative method with a cross-sectional design. Data were obtained from medical records of patients who met the inclusion criteria, with a a total sampel of 62 individuals. The analysis was conducted using the chi-square test. The results showed a significant relationship between GDS levels and the extent of thoracic lesions, with a p-value of 0.0300 (P0.05). Patients with uncontrolled GDS levels tended to have more extensive pulmonary lesions.The conclusion of this study is that there is a significant relationship between random blood glucose levels and the extent of thoracic lesions on chest X-rays in DM-TB patients, indicating that good glycemic control is very important in the management of Diabetes Mellitus patients with comorbid Pulmonary Tuberculosis. Keywords: Diabetes Mellitus, Pulmonary Tuberculosis, Random Blood Glucose, Thoracic LesionABSTRAK Tuberkulosis paru merupakan salah satu masalah kesehatan utama di indonesia, terutama pada pasien diabetes melitus yang memiliki sistem imun yang lemah. Kombinasi DM-TB meningkatkan risiko keparahan penyakit, termasuk terbentuknya lesi paru yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar gula darah sewaktu (GDS) dengan luas lesi rontgen thoraks pada pasien Diabetes Melitus yang menderita Tuberkulosis Paru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi, dengan jumlah sampel sebanyak 62 orang. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kadar GDS dengan luas lesi thoraks, dengan nilai p sebesar 0,030 (p 0,05). Pasien dengan GDS yang tidak terkontrol lebih banyak mengalami lesi paru yang luas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan antara kadar gula darah sewaktu dengan luas lesi rontgen thoraks pada pasien DM-TB, sehingga kontrol glikemik yang baik sangat penting dalam Manajemen pasien Diabetes Melitus dengan komorbid Tuberkulosis Paru. Kata kunci: Diabetes Melitus, Tuberkulosis Paru, Gula Darah Sewaktu, Lesi Thoraks
KARAKTERISTIK PASIEN TIROTOKSIKOSIS DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR TAHUN 2018-2020 Prema Hapsari Hidayati; Rahmatul Atika Jamal; I Irmayanti; Indah Lestari Daeng Kanang; R Rahmawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 14 No. 2, Juli 2023
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v14i2.1009

Abstract

Tirotoksikosis terjadi akibat berlebihnya hormon tiroid yang beredar dalam darah. Gejala tirotoksikosis meliputi jantung berdebar, adanya pembesaran kelenjar tiroid, nafsu makan meningkat namun berat badan menurun, dan lain-lain. Pengetahuan mengenai karakteristik pasien tirotoksikosis diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terutama di Indonesia. Tujuan penelitian ini Mengetahui karakteristik pasien tirotoksikosis di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2018-2020. Menggunakan Metode Desain penelitian ini adalah descriptive retrospective study dengan pendekatan crosssectional. Hasil: Pasien tirotoksikosis terbanyak didapatkan pada kelompok usia 36-45 sebanyak 37,9%, berjenis kelamin perempuan 81,0%, daerah asal Sulawesi Selatan 82,8%, pekerjaan sebagai IRT 62,1%, dan berpendidikan terakhir SMA/SMK 34,5%. Gejala klinis tirotoksikosis terbanyak adalah jantung berdebar 32 orang (26,9%), tekanan darah prehipertensi 28 orang (48,3%), denyut nadi normal 48 orang (82,8%), dan 27 orang (46,6%) didapatkan pembesaran kelenjar tiroid. Pada 50 orang (86,2%) didapatkan TSH dan FT4 tidak terkontrol, sedangkan hasil laboratorium yang lain dalam batas normal. Ada 9 orang (15,5%) memiliki hasil USG tiroid struma nodusa, sedangkan multinodusa dan diffusa masing-masing 3 orang (5,2%). Kesimpulan pada penelitian ini Pada pasien tirotoksikosis di RS Ibnu Sina Makassar didominasi jenis kelamin perempuan berusia 36-45 tahun dengan gejala klinis adalah jantung berdebar, tekanan darah meningkat, teraba pembesaran kelenjar tiroid dan tidak terkontrolnya kadar hormon tiroid. Background: Thyrotoxicosis results from an excess of thyroid hormones circulating in the blood. Symptoms of thyrotoxicosis include palpitations, enlargement of the thyroid gland, increased appetite but decreased weight, and others. Knowledge of the characteristics of thyrotoxicosis patients is needed to improve the quality of health services, especially in Indonesia. Objective: Knowing the characteristics of thyrotoxicosis patients at Ibnu Sina Hospital Makassar in 2018-2020. Methods: This research design is a descriptive retrospective study with a crosssectional approach. Results: The most thyrotoxicosis patients were found in the age group 36-45 as much as 37.9%, female gender 81.0%, South Sulawesi origin 82.8%, work as housewives 62.1%, and the last education SMA / SMK 34.5%. The most common clinical symptoms of thyrotoxicosis were palpitations 32 people (26.9%), prehypertension blood pressure 28 people (48.3%), normal pulse 48 people (82.8%), and 27 people (46.6%) obtained enlarged thyroid gland. In 50 people (86.2%) obtained uncontrolled TSH and FT4, while other laboratory results were within normal limits. There were 9 people (15.5%) who had struma nodusa thyroid ultrasound results, while multinodusa and diffusa were 3 people (5.2%) each. Conclusion: Thyrotoxicosis patients at Ibnu Sina Hospital Makassar are predominantly female aged 36-45 years with clinical symptoms of palpitations, increased blood pressure, palpable enlargement of the thyroid gland and uncontrolled thyroid hormone levels.
Hubungan Kualitas Tidur dan Kadar Gula Darah Puasa Pada Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Agnes Feterina Parwati Gosal; Prema Hapsari Hidayati; A. Husni Esa Darussalam; Andi Kartini Eka Yanti Yanti; Irna Diyana Kartika Kamaluddin
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.9960

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang umum di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dengan prevalensi yang terus meningkat. Kadar glukosa darah yang tinggi pada penderita DM sering disebabkan oleh resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengelolaan DM adalah kualitas tidur, yang diketahui dapat mempengaruhi kadar glukosa darah puasa (GDP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dan kadar GDP pada pasien DM di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Metode yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional yang melibatkan 36 pasien DM yang memenuhi kriteria inklusi. Kualitas tidur diukur menggunakan kuisioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan kadar GDP diukur menggunakan glukometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% pasien mengalami kualitas tidur yang buruk, dengan 55,6% pasien memiliki kadar GDP yang tidak terkontrol (≥126 mg/dL). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara kualitas tidur dan kadar GDP (p-value 0,049), di mana pasien dengan kualitas tidur baik memiliki kontrol gula darah yang lebih baik. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas tidur merupakan faktor penting dalam pengelolaan diabetes, dan memperbaiki kualitas tidur dapat membantu meningkatkan kontrol glikemik pada pasien. Oleh karena itu, intervensi yang fokus pada perbaikan kualitas tidur, seperti manajemen stres dan kebiasaan tidur sehat, harus menjadi bagian dari strategi pengelolaan diabetes.
Review Literature: an Update Faktor Risiko dan Skrining Awal Retinopati Diabetik Asram, Andi; Hidayati , Prema Hapsari; Novriansyah , Zulfikri Khalil; Hasan, Hasan; Rahmah, Marlyanti Nur
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12249

Abstract

Retinopati diabetik (RD) merupakan komplikasi mikrovaskular serius dari diabetes melitus (DM) yang dapat menyebabkan kebutaan bila tidak dideteksi secara dini. Prevalensi RD di Indonesia cukup tinggi, mencapai 43,1% pada pasien DM tipe 2, dengan 26,1% di antaranya mengancam penglihatan. Penelitian ini menggunakan metode literature review terhadap 10 artikel ilmiah yang relevan, dipublikasikan antara 2020–2025, untuk mengidentifikasi faktor risiko utama RD dan menekankan pentingnya skrining awal. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor risiko paling konsisten adalah durasi DM, kadar HbA1c tinggi, hipertensi, serta jenis kelamin laki-laki. Penurunan HbA1c sebesar 1% dapat menurunkan risiko RD hingga 40%, sedangkan penurunan tekanan darah 10 mmHg menurunkan risiko sebesar 35%. Dislipidemia juga berperan, meskipun hasil penelitian terkait masih bervariasi. Skrining awal RD terbukti efektif mencegah kebutaan melalui deteksi dini menggunakan fotografi fundus, Optical Coherence Tomography (OCT), dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Integrasi skrining ke layanan primer dan pemanfaatan telemedicine direkomendasikan untuk menjangkau daerah dengan akses terbatas. Kesimpulannya, pengendalian faktor risiko dan skrining rutin merupakan strategi utama dalam pencegahan RD dan pengurangan beban kesehatan masyarakat.
Review Literature: an Update Faktor Risiko dan Skrining Awal Retinopati Diabetik Asram, Andi; Hidayati , Prema Hapsari; Novriansyah, Zulfikri Khalil; Hasan, Hasan; Rahmah, Marlyanti Nur
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12989

Abstract

Retinopati diabetik (RD) merupakan komplikasi mikrovaskular serius dari diabetes melitus (DM) yang dapat menyebabkan kebutaan bila tidak dideteksi secara dini. Prevalensi RD di Indonesia cukup tinggi, mencapai 43,1% pada pasien DM tipe 2, dengan 26,1% di antaranya mengancam penglihatan. Penelitian ini menggunakan metode literature review terhadap 10 artikel ilmiah yang relevan, dipublikasikan antara 2020–2025, untuk mengidentifikasi faktor risiko utama RD dan menekankan pentingnya skrining awal. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor risiko paling konsisten adalah durasi DM, kadar HbA1c tinggi, hipertensi, serta jenis kelamin laki-laki. Penurunan HbA1c sebesar 1% dapat menurunkan risiko RD hingga 40%, sedangkan penurunan tekanan darah 10 mmHg menurunkan risiko sebesar 35%. Dislipidemia juga berperan, meskipun hasil penelitian terkait masih bervariasi. Skrining awal RD terbukti efektif mencegah kebutaan melalui deteksi dini menggunakan fotografi fundus, Optical Coherence Tomography (OCT), dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Integrasi skrining ke layanan primer dan pemanfaatan telemedicine direkomendasikan untuk menjangkau daerah dengan akses terbatas. Kesimpulannya, pengendalian faktor risiko dan skrining rutin merupakan strategi utama dalam pencegahan RD dan pengurangan beban kesehatan masyarakat.
Effect of Moringa oleifera Leaf Decoction on Total Cholesterol Levels in Obese White Rats (Rattus norvegicus) Nurul Fiqriyatul Islamiyah; Irmayanti Irmayanti; Ratih Natasha Maharani; Prema Hapsari Hidayati; Andi Alamanda Irwan
Muhammadiyah Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Muhammadiyah Medical Journal (MMJ)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mmj.7.1.73-86

Abstract

Background: Total cholesterol is an essential lipid component required for the formation of hormones, vitamin D, and bile acids. However, elevated cholesterol levels (>200 mg/dL) can lead to hypercholesterolemia and increase the risk of cardiovascular diseases. Besides pharmacological therapy such as simvastatin, which may cause side effects with long-term use, herbal alternatives are increasingly being explored. Moringa oleifera leaves contain phytochemicals with potential cholesterol-lowering effects. Objective: To determine the effect of Moringa oleifera leaf decoction on total cholesterol levels in male white rats (Rattus norvegicus). Methods: This study employed an experimental pretest–posttest control group design and was conducted from August to September 2025 at the Research Laboratory, Faculty of Medicine, University of Muslim Indonesia. Male white rats were divided into treatment groups receiving doses of 400 mg/kgBW and 800 mg/kgBW. Data were analyzed using the Paired Sample t-test and One-Way ANOVA. Results: All groups exhibited total cholesterol levels above normal prior to treatment. Administration of Moringa oleifera leaf decoction at doses of 400 mg/kgBW and 800 mg/kgBW significantly reduced total cholesterol levels (p = 0.000). The decoction significantly reduced cholesterol levels in obese rats, with efficacy comparable to simvastatin and no dose-dependent differences observed. Conclusion: Moringa oleifera leaf decoction has potential as an effective natural alternative for lowering total cholesterol levels in white rats.
Literature Review: Glucocorticoid-Induced Osteoporosis (GIOP) Therapy Based on Current Evidence Atika Ananda Putri; Ida Royani; Prema Hapsari Hidayati
Journal of Community Health Provision Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Community Health Provision
Publisher : PSPP JOURNALS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55885/jchp.v6i2.1023

Abstract

Glucocorticoid-Induced Osteoporosis (GIOP) is the most common form of secondary osteoporosis resulting from long-term glucocorticoid use and is associated with an increased risk of fracture. The management of GIOP continues to evolve as new evidence emerges regarding pharmacological therapy, sequential strategies, and fracture risk-based approaches. This article aims to review glucocorticoid-induced osteoporosis (GIOP) therapy based on the current evidence. This study is a literature review with a search of articles from the PubMed database between 2023 and 2026. The literature used includes original research, systematic reviews, meta-analyses, and clinical guidelines relevant to glucocorticoid-induced osteoporosis (GIOP). Current evidence suggests that glucocorticoid-induced osteoporosis (GIOP) therapy includes bisphosphonates as first-line therapy, denosumab as an alternative in certain at-risk patients, and teriparatide in high-risk patients. Sequential therapy approaches (anabolic-to-antiresorptive) and treat-to-target strategies have been shown to be more effective in increasing and maintaining bone mass. Current evidence-based therapy for glucocorticoid-induced osteoporosis (GIOP) emphasizes an individualized, risk-based approach with a combination of pharmacological therapy, calcium and vitamin D supplementation, lifestyle modification, and regular monitoring. This comprehensive approach is essential to reduce fracture risk and improve quality of life in patients taking long-term glucocorticoids.
Co-Authors A. Husni Esa Darussalam AB, Tarisya Febriyanti Baso Abbas Zavey Nurdin Abdillah, Andi Rachmat Abdullah, Rezky Putri Indarwati Achmad Haruns Muchsin Ade Rahmy Sujuthi Afifah Ridha Humairah Afriansyah, Rafli Agnes Feterina Parwati Gosal Agung Sukriadi Ahyar, Muammar Aisyah Nabilah Sulthan Aisyah Primaputri Ali Aspar Mappahya Alifya, Kafka Mutiara Almirah, Michaella Amrizal Muchtar Ana Meliyana Andi Adam Indra Andi Alamanda Irwan Andi Alamanda Irwan Andi Ambar Yusufputra Andi Dhedie Prasatia Sam Andi Kartini Eka Yanti Andi Kartini Eka Yanti Andi Kartini Eka Yanti Andi Kartini Eka Yanti Yanti Andi Muhammad Luthfi Parewangi Andi Siti Nur Pranana Ummah Feqqi Anggita, Dwi Anna Sari Dewi Ardiansar , Abdul Mubdi Arfan, Rafidah Arifuddin Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arina F Arifin Arina Fathiyyah Arifin Armanto Makmun Arni Isnaini Arfah Aryani, Aulia As'ad, Andri Ashar Magguliling Tayibu Ashari, Anjelia Farmana Asram, Andi Asrini Safitri Asrini Safitri Asrini Safitri Assofi, A. Syarifah Balqis Astra Budiati Nusrat Astri Wahyuni Atika Ananda Putri Ayu Lestari Bakhtiar, Ilma Khaerina Basyar Basyar Dahliah Dahliah AZ Dahliah Dahliah Dahliah, Dahliah Danial, Nurul Fauziah Darariani Iskandar Darariani Iskandar Darussalam, Andi Husni Esa Daulima, Shaula Vaganza Devita Nurul Ainiah, A. Dian Fahmi Utami Dian Fahmi Utami Dirgahayu L, Andi Millaty Dwi Anggita Dwi Anggita Dwi Anggita Dwi Pratiwi Dzul Rizka Edward Pandu Wiriansya Edward Pandu Wiriansya Eka Yanti, Andi Kartini Erida Hasbi, Berry Erlin Syahril Fadhillah, Fadhillah Fadil Mula Putra Faisal Sommeng Faizul A Fatkhurroman, Imam Febie Irsandy Febie Irsandy Febie Irsandy Febriyanti, Andi Gina Fendy Dwimartono Firiansyah, Alief Rezeky G. Gunawan Gina Isni Djanuaresty Iskandar Hadi, Santriani Hamsah, M. Hamsah, Muhammad Hamzah, Pratiwi Nasir Harahap, Muhammad Wirawan Hasan Hasan Hasliyawati Hasan Hasta Handayani Hendrian Chaniago Herlambang Andre Hermiaty I Irmayanti Ida Royani Ida Royani Ilma Khaerina Amaliyah Bakhtiar Imran Safei Imran Safei Imran Safei, Imran Imran, Muh. Indah Lestari Indah Lestari Daeng Kanang Indah Lestari Daeng Kanang Inna Mutmainnah Inna Mutmainnah Musa Irmayanti Irmayanti Irmayanti Irmayanti Irmayanti Irmayanti Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Irna Diyana Kartika Irna Diyana Kartika Kamaluddin Irwan, Andi Alamanda Iswan Wahab, M. Iwan Kurniawan Jabal Nur, Muhammad Jafar, Muh. Alfian Jumarti Ika Wulandari MZ Kamaluddin, Irna Diyana Kartika Kamandali, Buok Aria Kanang, Indah Lestari Daeng Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin Khairun, Nadhifah Wasila M. Hamsah M. Iswan Wahab M. Yogi Riyantama Isjoni M.Abrar Naufal Hidayatullah ZA Makmun, Armanto Mamile, Rahmawati Manggung Manggung Mappaware, Nasrudin Andi Marzelina Karim Miftahul Jannah Mochammad Erwin Rachman Mochammad Erwin Rachman Mochammad Erwin Rachman, Mochammad Erwin Mohammad Reza Zainal Abidin Mubarak, Andi Firman Mufia Muin Mufthiar Muhtar Muh Anugrah Ramadhan Muh. Fadil Asrar Muh. Jabal Nur Muhammad Arif Taufik Muhammad Fauzul Azhim Muhammad Irsan Muflih Mundzir Muhammad Jabal Nur, Muhammad Jabal Muhammad Surya Samudra Muhammad Taufiqurrahman, Muhammad Muhammad Yasin Arsal Muhammad Yatsrib Semme Muhammad Yusuf Sidang Amin Mulyadi, Farah Ekawati Musa, Inna Mutmainnah Mutiara Amalia Muzammilia Nadraini Namirah, Hanna Aulia Nasrudin Andi Mappaware Nasrudin Andi Mappaware Natsir, Pratiwi Nevi Sulvita Karsa Nevi sulvita karsa Nirwana Laddo Ni’ma Haifa Amin Novriansyah , Zulfikri Khalil Novriansyah, Zulfikri Khalil Nur Fadhillah Khalid Nur Hidayah Nur Rahma Nur, M. Jabal Nurfachanti Nurmadilla, Nesyana Nursyamsi Nursyamsi Nurul Faiqah Nurul Fiqriyatul Islamiyah P.Amir, Suliati Paulus Pratiwi L Basri Pratiwi Nasir Hamzah Pratiwi Natsir Purnama, Rahmiaty Purnamasari, Reeny Putri Sakinah Alsia Rumakat R Rahmawati Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Faisal Syamsu Rachmat Latief Rahmah, Marlyanti Nur Rahmatul Atika Jamal Rahmawati Mamille Rahmawati, Rahmawati Ramadhan, Muh. Dwi Cahyo Rasfayanah Rasfayanah Ratih Natasha Maharani Ratih Natasha Maharani Ratu Sri Bestari Reza Farelim Wardana Rezky Pratiwi L Basri Rezky Putri Indarwati Abdullah Rezky Putri Indarwati Abdullah Ridha Humairah, Afifah Rifka Yusraeni Rismayanti Risna Rajab Risna Sri Wahyuni M Rizal Basry Rizky Nurhumairah Sarifuddin Rusman Saffanah Rizkah Muttaqinah Anwar Safitri, Asrini Santriani Hadi Sarah Sarwati, Athiyyah Sarinah Mandella Rumlawan Selviani Sherliana, Sherliana Shofiyah Latief Shulhana Mokhtar Sidrah Darma Sigit Dwi Pramono Sitti Rukiyah Syawal Sodiqah, Yani Sri Irmandha Sri Irmandha K Sri Irmandha Kusumardhani Sri Julyani Sri Vitayani Sri Wahyu Sri Wahyu Sri Wahyuni Gayatri St. Nur Ashilah Nafi’ah St. Nur Ashilah Nafi’ah Suci Ramadhani Sudirman Katu, Sudirman Suliati P Amir Sultan Buraena Sultan Buraena Surdam, Zulfiyah Syahril, Erlin Syamsu Rijal Syarif Hidayatullah Syarifuddin Wahid Syarifuddin, Erwin Tabri, Nur Ahmad Tahir, Nur Cahyani Taufik, Muhammad Akram Tola, Aqilah Faizah Waode Inayatu Zahra Khairunnufus Wawan Susilo Wiriansya, Edward Pandu Wisudawan Wisudawan Wisudawan Wisudawan, Wisudawan Wulan Purnamasyani S Yani Sodiqah Yani Sodiqah Yanti, Andi Kartini Eka Yudistira, Amanda Tasya Reghinaa Putri Yuniati, Lisa Yusuf Kidingallo Zulfikri Khalil Novriansyah Zulfitriani Murfat Zulfiyah Surdam Zulfiyah Surdam