p-Index From 2021 - 2026
17.614
P-Index
This Author published in this journals
All Journal BASASTRA International Journal of Nusantara Islam Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum JIA (Jurnal Ilmu Agama) Kajian Linguistik dan Sastra LOKABASA Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur´an dan Tafsir ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal Ilmiah Peuradeun FOKUS: Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan Haluan Sastra Budaya Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits al-Afkar, Journal For Islamic Studies Jurnal Ilmiah Iqra' Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Linguistics and Elt Journal LEKSIKA Semiotika Jurnal Dinamika Sosial Budaya Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman AL-FANAR: JURNAL ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra TEKNOSASTIK MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya TARBAWI: Journal on Islamic Education TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Sirok Bastra English Language in Focus (ELIF) PROJECT (Professional Journal of English Education) JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Jurnal Dirosah Islamiyah Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith CALL Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah SALEE: Study of Applied Linguistics and English Education Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Ulumuna Hermeneutik : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir International Journal of Global Operations Research REVELATIA: Jurnal Ilmu al-Qur`an dan Tafsir Journal of English Education and Linguistics Journal of English Language and Education Muhadasah : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Jurnal Humaya: Jurnal Hukum, Humaniora, Masyarakat, dan Budaya RUANG KATA: Journal of Language and Literature Studies Pappasang Hunafa: Jurnal Studia Islamika Jurnal Iman dan Spiritualitas Definisi: Journal of Religion and Social Humanities Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin DIALEKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Matematika Journal of Scientech Research and Development Jurnal Riset Agama Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara JELL (Journal of English Language Learning Journal of Creative Student Research LECTURES: Journal of Islamic and Education Studies Gunung Djati Conference Series ATTAQWA: Jurnal Pendidikan Islam dan Anak Usia Dini Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Socio Politica : Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi Fastabiq: Jurnal Studi Islam IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Islam Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Suara Bahasa: Jurnal Bahasa dan Sastra International Journal of Nusantara Islam Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Abdurrauf Journal of Islamic Studies Reflection: Islamic Education Journal Moral : Jurnal Kajian Pendidikan Islam Classroom: Journal of Islamic Education Ngaji Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mashadiruna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Responsive: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam International Journal of Islamic Khazanah Diya al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis ALFABETA
Claim Missing Document
Check
Articles

Noun Phrase in the Lyrics of Billie Eilish: Visualizing and Tree Diagrams Analysis Dewi Anggi Lestari; Dadan Rusmana; Irman Nurhapitudin
Journal of English Language and Education Vol 11, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v11i3.2356

Abstract

This study examines noun phrases (NPs) in selected lyrics by Billie Eilish, namely Lovely, Ilomilo, and What Was I Made For? Previous studies have mainly focused on discourse analysis, thematic interpretation, and sentence-level syntax, while limited attention has been given to noun phrases, particularly their internal structure and role in meaning construction. This gap indicates the need for a focused syntactic analysis of noun phrases in lyrical discourse. The study aims to identify types of noun phrases, analyze their internal structures, and explain their contribution to emotional meaning. A descriptive qualitative method was applied, with data collected through documentation of song lyrics. The analysis covers 23 noun phrases, consisting of 8 from Lovely, 4 from What Was I Made For? and 11 from Ilomilo. The data were analyzed using identification, classification of structural patterns, and phrase structure rules based on generative grammar. Findings show that noun phrases appear in various forms such as determiner + noun (e.g., a way), possessive constructions (e.g., my fear), and complex structures with post-modifiers (e.g., a place to hide, the friends I’ve had to bury). These noun phrases function not only as grammatical units but also as carriers of emotional meaning, expressing uncertainty, loss, identity, and longing. The study concludes that noun phrases bridge syntactic structure and emotional expression in song lyrics.
Eksplorasi Gaya Bahasa dan Tanda Simbolik 'Bitaqat Hawiyya' Karya Mahmoud Darwish : Studi Stilistika dan Semiotika Maulidya Harahap; Nisa Nur Fitria; Rizzaldy Satria Wiwaha; Dadan Rusmana
Muhadasah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 8 No. 1 (2026): Muhadasah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/muhad.v8i1.4935

Abstract

Puisi ‘Bitaqat Hawiyya’ karya Mahmoud Darwish mencerminkan semangat perlawanan Palestina melalui kekayaan gaya bahasa dan simbolisme mendalam. Penelitian ini mengkaji secara teliti stilistika dan semiotika dalam puisi tersebut, untuk menelusuri bagaimana Darwish membangun identitas nasional lewat karya sastra. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, teks puisi sebagai data primer dianalisis dengan teori stilistika Leech & Short (2007) dan semiotika Barthes (1977). Hasil penelitian menyoroti dominasi metafora, repetisi, serta kalimat deklaratif yang secara efektif menegaskan identitas. Kebaruan terletak pada integrasi hibrida stilistika-semiotika: pemetaan deviasi bahasa (metafora, repetisi) melalui stilistika, dilanjutkan interpretasi denotasi-konotasi Barthes, dan sintesis triangulasi yang menguak mitos resistensi Palestina sebagai bentuk perlawanan non-fisik. Implikasi penelitian ini memperkuat pemahaman sastra Arab kontemporer serta dinamika perjuangan identitas, sambil menyumbang pada pengembangan kajian stilistika dan analisis sastra Arab.
REPRESENTASI KONSEP CINTA PADA FILM FIVE FEET APART (2019): KAJIAN SEMIOTIKA PIERCE Nayazha, Nisya; Rusmana, Dadan; Sakinah, R. Myrna Nur
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 10, No 1 (2022): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v10i1.56115

Abstract

Film merupakan salah satu jenis karya sastra yang menyajikan bentuk cerita fiksi dalam dimensi yang berbeda melalui media visual dan audio. Semua gambar, suara, gerak tubuh, dan semua hal yang ditampilkan dalam film berfungsi sebagai media pembuat makna dan pengiriman pesan di antaranya dapat berupa tanda-tanda. Penelitian ini menganalisis salah satu genre sastra, yaitu film Five Feet Apart (2019). Tema percintaan digambarkan serta direpresentasikan cukup kuat di film ini dan hal tersebut dapat diketahui melalui tanda yang ada di setiap scenenya. Penelitian dan kajian ini memiliki tujuan untuk dapat mendeskripsikan tanda-tanda yang merepresentasikan konsep cinta Robert Sternberg pada tokoh utama dalam film Five Feet Apart dan makna berdasarkan triangle meanings theory Pierce dalam merepresentasikan konsep cinta pada tokoh utama dalam film Five Feet Apart.. Peneliti menggunakan metode kualitatif yang sifatnya deskriptif dengan pendekatan analisis semiotika Pierce untuk menganalisis tanda yang digunakan dalam penggambaran intimacy, passion dan commitment berdasarkan teori Robert Sternberg yang diungkapkan dan digambarkan dalam film. Hasil yang didapatkan berupa  tanda-tanda dan objek yang berkaitan dengan konsep cinta Sternberg seperti kedekatan, komunikasi, ekspresi bahagia, gairah dan sebagainya. Selain itu, melalui analisis interpretant terdapat 10 scenes merepresentasikan makna intimacy, 7 scenes makna passion, serta 1 scenes makna commitment.
Integration of Knowledge, Institutional Strengthening, and Academic Collaboration: An Institutional Visit Study at UIN Alauddin Makassar Dadan Rusmana; Wiryo Wiryo; Mohammad Taufiq Rahman; Andi Muhammad Ali Amiruddin
International Journal of Nusantara Islam Vol 14 No 1 (2026): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v14i1.52992

Abstract

This study aims to analyze the contribution of an academic visit conducted by the Scientific Consortium of UIN Sunan Gunung Djati Bandung to the strengthening of knowledge integration, institutional development, and academic collaboration at UIN Alauddin Makassar. Key concepts employed in this study include knowledge integration, higher education benchmarking, epistemic networking, and Islamic higher education governance. This research adopts a qualitative case study approach, utilizing field observations, focus group discussions, limited interviews, and institutional document analysis. The scope of the study covers the Faculty of Ushuluddin, the Institute for Research and Community Service (LP2M), and the Faculty of Medicine and Health Sciences (FKIK) at UIN Alauddin Makassar. The findings reveal that knowledge integration at UIN Alauddin Makassar has moved beyond conceptual formulation toward institutionalization, as reflected in integrative curricula, research governance, laboratory development, and value-based professional education. Academic visits function as an effective mechanism for institutional learning and epistemic reflection, fostering the consolidation of integrative paradigms and strategic institutional development within Islamic higher education. Key challenges include limitations in research infrastructure, disparities in human resource capacity, and the rigidity of national accreditation and professional standards. This study recommends strengthening inter-institutional research collaboration, developing sustainable benchmarking models, and deepening governance-based knowledge integration. This study contributes empirically to the literature on knowledge integration in Islamic higher education by demonstrating how integrative paradigms are operationalized through institutional policies, academic practices, and benchmarking-based collaboration.
Integration of Knowledge, Institutional Strengthening, and Academic Collaboration: An Institutional Visit Study at UIN Alauddin Makassar Dadan Rusmana; Wiryo Wiryo; Mohammad Taufiq Rahman; Andi Muhammad Ali Amiruddin
International Journal of Nusantara Islam Vol 14 No 1 (2026): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v14i1.52992

Abstract

This study aims to analyze the contribution of an academic visit conducted by the Scientific Consortium of UIN Sunan Gunung Djati Bandung to the strengthening of knowledge integration, institutional development, and academic collaboration at UIN Alauddin Makassar. Key concepts employed in this study include knowledge integration, higher education benchmarking, epistemic networking, and Islamic higher education governance. This research adopts a qualitative case study approach, utilizing field observations, focus group discussions, limited interviews, and institutional document analysis. The scope of the study covers the Faculty of Ushuluddin, the Institute for Research and Community Service (LP2M), and the Faculty of Medicine and Health Sciences (FKIK) at UIN Alauddin Makassar. The findings reveal that knowledge integration at UIN Alauddin Makassar has moved beyond conceptual formulation toward institutionalization, as reflected in integrative curricula, research governance, laboratory development, and value-based professional education. Academic visits function as an effective mechanism for institutional learning and epistemic reflection, fostering the consolidation of integrative paradigms and strategic institutional development within Islamic higher education. Key challenges include limitations in research infrastructure, disparities in human resource capacity, and the rigidity of national accreditation and professional standards. This study recommends strengthening inter-institutional research collaboration, developing sustainable benchmarking models, and deepening governance-based knowledge integration. This study contributes empirically to the literature on knowledge integration in Islamic higher education by demonstrating how integrative paradigms are operationalized through institutional policies, academic practices, and benchmarking-based collaboration.
Variasi Qira’at Al-Qur’an dan Pengaruhnya terhadap Penafsiran Ayat Ayat Al-Qur’an M Renaldi Wahab; Dadan Rusmana; Fahmi Hidayat
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41043

Abstract

Penelitian ini membahas variasi qirā’at al-Qur’an dan pengaruhnya terhadap penafsiran ayat-ayat al-Qur’an. Qirā’at tidak hanya dipahami sebagai perbedaan cara membaca al-Qur’an, tetapi juga sebagai bagian dari otentisitas transmisi wahyu yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW melalui jalur periwayatan mutawatir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk variasi qirā’at serta implikasinya terhadap perluasan makna dan penafsiran al-Qur’an dalam perspektif tafsir klasik dan kontemporer. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) yang berfokus pada analisis literatur ulumul Qur’an, kitab tafsir klasik, serta jurnal ilmiah terbaru dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi qirā’at memiliki kontribusi signifikan dalam memperluas makna ayat (tawsi‘ al-ma‘na), memberikan penegasan makna, serta memengaruhi istinbāṭ hukum dalam beberapa ayat tertentu. Contoh seperti QS Al-Fatihah ayat 4, QS Al-Baqarah ayat 222, dan QS Al-Ma’idah ayat 6 menunjukkan bahwa perbedaan qirā’at menghasilkan dimensi makna yang saling melengkapi tanpa adanya kontradiksi. Dalam tafsir klasik, qirā’at digunakan sebagai sumber utama dalam penentuan makna ayat, sedangkan dalam kajian kontemporer, qirā’at diposisikan sebagai pendekatan linguistik dan hermeneutik dalam memahami al-Qur’an secara lebih komprehensif. Kesimpulannya, qirā’at al-Qur’an berperan sebagai instrumen epistemologis yang tidak hanya menjaga otentisitas bacaan al-Qur’an, tetapi juga memperkaya interpretasi makna dalam tradisi tafsir Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa keberagaman qirā’at merupakan bentuk keluasan makna al-Qur’an yang bersifat sistematis, ilmiah, dan tetap berada dalam koridor wahyu.
TRADISI MENGHIDUPKAN MALAM NISF SHA’BAN DI MASYARAKAT DAN PENGARUH MASYARAKAT URBAN: Studi Living Quran Di Masjid Miftahul Jannah Rw11 Desa Sindang Pakuon, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang Dindin Moh Saepudin; Dadan Rusmana
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol. 7 No. 01 (2019): June
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/diyaafkar.v7i01.4530

Abstract

Nisf Sha’ban has become a tradition in Indonesian society as a day when people flock to fill mosques, musala to read letters of Ya>si>n, prayer sunnah taubat, salawat, dhikr, read the Koran and so on, one of them at the Mosque of Miftahul Jannah, Rt.01 / Rw. 11, Desa. Sindang Pakuon, Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang, so that the authors are interested in examining how the reading and reading of Sha’ba>n is improved by the community with a living approach to the Koran theory. The results of this study indicate that the tradition of Nisf Sha’ban in the hamlet of Cimande, the Mosque of Miftahul Jannah shows one form of reception of Islamic societies towards the Qur‘an. With this, the Qur‘an is not only a reading material, but also as a means to connect the relationship between fellow Cimande Hamlets, with the existence of traditions like this that have been ingrained when the Miftahul Jannah Mosque has been established, according to traditional writers. this kind is a model of Islamic Nusantara which is rich in tradition and culture.
NILAI-NILAI ISLAM DALAM NOVEL SCAPPA PER AMORE: ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE Gina Washilatul Kamila; Dadan Rusmana; R. Myrna Nursakinah
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 2 (2021): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v4i2.1325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai Islam yang tersirat dalam novel Scappa per Amore: Mozaik Perjalanan Cinta di Benua Biru. Adapun masalah penelitian yang akan dibahas yaitu (1) Bagaimana interpretasi tanda yang muncul pada setiap kutipan, (2) Nilai keislaman apa yang dapat dipahami dari setiap kutipan, dan (3) Apa dalil yang mendasari nilai keislaman yang muncul pada setiap kutipan. Penelitian ini menggunakan teori semiotika dikotomik dari Ferdinand de Saussure yakni signifier dan signified sera metode penelitian yang digunakanan adalah metode kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah sepuluh kutipan dari dari novel Scappa per Amore karya Dini Fitria yang terdiri dari lima section dan 29 bab. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat sepuluh nilai agama Islam yang tersirat pada masing-masing kutipan tersebut beserta dalil yang mendasarinya. Nilai-nilai tersebut kemudian dapat dikatakan sebagai pesan yang dapat diambil oleh para pembaca dari novel ini sebagai hikmah dan pedoman hidup sehari-hari.
KOMPARASI TANDA KEAGAMAAN DALAM FILM AJARI AKU ISLAM BERDASARKAN PANDANGAN SEMIOTIKA PEIRCE Eka Aulia Salsabila; Dadan Rusmana; R. Myrna Nur Sakinah
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 2 (2021): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v4i2.1327

Abstract

Indonesia sebagai negara majemuk memiliki begitu banyak perbedaan budaya khususnya pada masalah kepercayaan. Fenomena ini mampu memunculkan konflik-konflik termasuk larangan cinta beda agama. Film Ajari Aku Islam telah menggambarkan sebuah konflik cinta beda agama yakni antara agama Konghucu dan Islam. Dalam membandingkan perbedaan antara agama Islam dan Konghucu, penulis menggunakan teori semiotika komunikasi Charles Sanders Peirce. Analisis perbandingan antara agama Islam dan Konghucu akan dimulai dengan menandai tanda-tanda keagamaan dan kebudayaan yang diperlihatkan dalam film Ajari Aku Islam. Data yang digunakan merupakan tanda verbal dan tanda visual. Kemudian, tanda-tanda tersebut akan dibagi menjadi tiga kategori yakni ikon, simbol, dan indeks. Terakhir, tanda-tanda tersebut akan dianalisis menggunakan proses semiotika pada segitiga triadik Peirce. Hasil analisis menemukan beberapa perbedaan antara agama Islam dan Konghucu, khususnya pada beberapa elemen diantaranya seperti tempat ibadah, media peribadatan, dan cara beribadah. Selain itu, penulis juga menemukan beberapa kebudayaan yang berbeda seperti cara berpakaian dan cara berbicara.
The Complexity of Relationships between Individuals, Society, and Power in the Literary Works of Al-Mutanabbi Nurhilaliah Fitri Sholehah; Astri Khodimatus Sholihah; Channah Qotrunnada; Rizzaldy Satria Wiwaha; Dadan Rusmana
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i2.2053

Abstract

Al-Mutanabbi ranks as one of the most renowned poets in the history of Arabic literature, with his poems reflecting his complex personality and ambitions. This research aims to explore the main themes in Al-Mutanabbi's works, such as identity, self-pride, praise, social critique, and commentary on societal dynamics. By employing textual analysis and historical study methods, this research examines how Al-Mutanabbi used poetry to express his thoughts, construct his self-image, and deliver critiques of social conditions and patronage relationships during his time. The findings reveal that Al-Mutanabbi consistently projected a strong sense of confidence and pride in his works, portraying himself as a great poet. He built relationships with rulers through laudatory poems but also expressed bold criticism of opponents and the societal conditions of his era. His immense ambition is evident in his works, which often highlight the conflict between personal aspirations and the socio-political challenges of the Abbasid era. This study provides new insights into the relationship between a poet's life and the literary works he produces. It also emphasizes how poetry serves as a tool for constructing self-identity and responding to the dynamics of power in the classical era.
Co-Authors Abdan Ahadiyat Abdul Ghoni Abdul Ghoni Adella Rizkia Adreana Annisa Aep Saepuloh Agus Salim Mansyur Agustina Riska Eka Saputri Riska Ahmad Abdul Majid Ahmad, Nurwadjah Ajid Hakim Ajid Thohir Akhmad Jauhari Alwasilah, Galang Ana Widiana Andang Saehu, Andang Andi Muhammad Ali Amiruddin Andri Nurjaman Anggy Giri Prawiyogi Anindya Rizka Ayunda Anisa Hanifah Anisa Hanifah Annisa Nurfauziah Annisa Wahid Aprianti, Dinar Tjitra Arjuna Arjuna, Arjuna Arti Maraya Asep Ridwan Fauzi Asep Saefullah Assyafa Puteri Diyanto Astri Khodimatus Sholihah Awadin, Adi Pratama bin Zainuddin, Ghazali Cantri Maesak Channah Qotrunnada Cindy Fatikasari Ibrahim Dede Arif Rahman Nur Hakim Dede Arif Rahman Nurhakim Dede Burhanudin, Dede Destya Nursifa Meylani Dewi Anggi Lestari Dhiya Ulhaq, Ulayya Dian Budiarti Didin Nurul Rosidin Dindin Moh saepudin Dini Oktaviani Diyanto, Assyafa Puteri Doli Witro Dwi Martiningsih Dwi Zahara Nuraisyah Dzikri Malik Arrahman Eka Aulia Salsabila Eka Aulia Salsabila Elisa Sulistiawati Elma Solihati Erlan Aditya Ardiansyah Erlan Aditya Ardiansyah Fahmi Hidayat Fahmi Mohamad Ansori Fajar Hamdani Akbar Fajriah Inayati Fakhrurrazi Fakhrurrazi Fangesty, Maolidya Asri Siwi Fatimah Isyti Karimah Faza Fauziyyah Fhirda Faiza Fitria, Dhea Rizky Fuad, Asep Gandara, Sayiid Nurlie Gelar Taufiq Kusumawardhana Ghina Fadlilah Sukmara Gina Washilatul Kamila Gina Washilatul Kamila Heri Gunawan Hidayat, Asep Achmad Hikma Nurfadila Husnul Qodim, Husnul Ice Sariyati Ikhsan, Muhammad Jusuf Nur Ilham Ilham Ilma Amalia, Ilma Ira Nazhifatul Qolbah Irman Nurhapitudin Izzah Faizah Siti Rusydati Khaerani Jauhari, Akhmad Kafiyah, Fitroh Ni'matul Kafiyah, Fitroh Ni’matul Karimah, Fatimah Isyti Kharisma, Dewi Khermarinah Khermarinah Khoirunnisa Alfadhillah Kurahman, Opik Taupik Kurahman, Opik Taupik Kusmardani, Alex Latifah, Vina Lili Awaludin Lutfiah Fitriani Lu’luatul Aisyiyyah M Renaldi Wahab M. Ridlwan Hambali M. Yunus, Badruzzaman Mahdy, Aid Daffa Maolidya Asri Siwi Fangesty Maulana Yusuf Alamsyah Maulana, Hadi Maulidya Harahap Meisya Nur Azizah Melinda Koestanti Mifta Ghina Dzakiya Mohamad Akbar Nugraha Mohammad Irfan Farraz Haecal Mohammad Taufiq Rahman Mostafa, Mohamed Abd El Motaleb Moya Sabhana Muhamad Yoga Firdaus Muhamad Yoga Firdaus Muhammad fauzan Muhammad Hasan Ali Muhammad Hasan Ali Muhammad Naufal Nuruddin Salim Muhammad Zia Alkhair Muhlisin, Mumu Muslimah, Anisa Siti Mutiara Ariska Myrna Nur Sakinah Myrna Nursakinah Nabilah Nuraini Naida Rahma Tania Najib, Muhamad Nayazha, Nisya Nia Denisa Nia Kurniasih Nida Amalia Kamal Nisa Meisa Zarawaki Nisa Nur Fitria Nurdin, Aldi Nurfalah, Fauzan Nurhilaliah Fitri Sholehah Nurindah Sari Nurjaman, Ilham Muhamad Opik Taufik Kurahman Opik Taufik Kurahman Opik Taufik Kurahman Opik Taufik Kurrahman Opik Taufikurrahman Opik Taupikur Kurahman Prilianto, Figo Priyawan, Pepen Putri Salisatu Toyibah PUTRI WULANDARI Qodriatinnisa, Raden Rifa R. Myrna Nur Sakinah R. Myrna Nur Sakinah R. Myrna Nur Sakinah R. Myrna Nur Sakinah R. Myrna Nur Sakinah R. Myrna Nursakinah Rachmadina Maghfira Rahman, Mohammad Taufiq Rahmatikawati, Yayan Raihan Sabdanurrahmat Ramdani, Paisal Ramdani, Sandy Muhammad Resti Nurfaidah Retty Isnendes Revky Oktavian Sakti Rini Widiastuti Rizal Nurzain Rizkia Shafarini Rizzaldy Satria Wiwaha Rosihon Anwar, Rosihon Sadad Mujahid Sahlan Muhammad Faqih Sakinah, Myrna Nur Sakinah, R. Myrna Nur Sakova, Leddy Humaira Salam, Muhajir Sandy Agung Saputra, Septian Bimo Saputri, Agustina Riska Eka Sariah Satria Wiwaha, Rizzaldy Siham Adzan Al-Mujaddid Siti Nur Umdati Putriyani Siti Saodah Susanti Sofi Sofiya Sri Bintang Abadi Subiyakto, Dimas Supiana, Supiana Suryana Alfathah Sya'ban, Ijal Syahroni, Roni Syarifah Aini Kamilah Syifa Nuraidah Tarsono Tarsono Taryudi Taryudi Taufiq, Wildan Taufiq, Wildan Taufiqurrahman Teguh Saputra Teguh Saputra Vikki Wardana Wildan Taufik Wildan Taufik Wiryo Setiana, Wiryo Wiryo Wiryo Yasif Maladi Yasmin Harahap Yatmikasari, Ika Yayan Rahmatikawati Yayan Rahtikawati Yesi Martaleni yovik ir yana Yuyun Nurulaen, Yuyun Zahra Uswah Hasanah Zahra, Shafirany Arafah Zahra Zalikha Zalikha