p-Index From 2021 - 2026
12.705
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia Zuriat Jimma : Jurnal Ilmiah Manajemen Muhammadiyah Aceh JURNAL JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) MNJ (Malang Neurology Journal) JBMP (Jurnal Bisnis, Manajemen dan Perbankan) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Dewa Ruci : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni GEMA EKONOMI Jurnal Humaniora : Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi dan Hukum Media Karya Kesehatan Sumatera Medical Journal JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Jurnal Statistika dan Matematika (Statmat) Jurnal Kalacakra Al Mashaadir : Jurnal Ilmu Syariah Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Asian Australasian Neuro and Health Science Journal (AANHS-J) Jurnal Ilmiah Teunuleh: The International Journal of Social Sciences Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Indonesian Journal of Health Science Jurnal Ilmiah Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan Studi Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal of Education, Cultural, and Politics Jurnal Sosial dan Sains The Journal of Society Medicine (JSOCMED) Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran VIDHEAS: Jurnal Nasional Abdimas Multidisiplin Jurnal Terapis Gigi dan Mulut JPM MOCCI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi, Sosial Sains dan Sosial Humaniora, Koperasi, dan Kewirausahaan Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Jurnal Medika: Medika Jurnal Keperawatan Medika ABDIMU: Jurnal Pengabdian Muhammadiyah Elementary Education Research JURNAL SAUDAGAR INDONESIA JIM Sendratasik Jurnal Bisnis Digital
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search
Journal : JIM Sendratasik

KERAJINAN TAS ACEH DITINJAU DARI PERSPEKTIF INTRA ESTETIK DI ACEH UTARA Nurhaliza, Siti; Selian, Rida Safuan; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i2.13147

Abstract

Penelitian ini berjudul Kerajinan Tas Aceh Ditinjau dari Perspektif Intra Estetik di Aceh Utara. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kerajinan tas Aceh ditinjau dari perspektif intra estetik di Aceh Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kerajinan tas Aceh ditinjau dari perspektif intra estetik. Pendekatan yang digunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian ini di rumah produksi kerajinan tas Aceh yang ada di Gampong Meunasah Aron Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara, subjek penelitian adalah pemilik dan beberapa pengrajin rumah produksi kerajinan tas Aceh dan objek penelitian adalah bentuk, motif dan warna pada kerajinan tas Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan data reduction, data display dan kesimpulan serta mengecek keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk kerajinan tas memiliki 4 bentuk diantaranya yaitu kotak, persegi panjang, bulat dan oval. Bentuk kotak terdiri dari tas tiara, tas hantaran, tas golf kulit, tas golf, tas luna, tas ransel cewek dan tas eumpang. Bentuk persegi panjang terdiri dari tas guci, dan tas dompet. Pada bentuk bulat terdiri dari tas rotan serta bentuk oval terdiri dari tas ransel. Pada tas ransel, tas selempang dan tas jinjing terdapat 11 motif yaitu Pinto Aceh, Bungong Meucanek, Pucok Bungong, Angka Lapan, Angka Nam, Kacang Goreng, Angka siploh, Taloe Ie, Awan Bungong, Bungong Ek Leuk, Bungong Lawang. Pada tas ransel terdapat motif Pinto Aceh, Bungong Meucanek, Pucok Bungong, Angka Lapan, Angka Nam, Kacang Goreng, Bungong Lawang, Taloe Ie, dan Angka Siploh. Warna yang terdapat pada kerajinan tas Aceh yaitu kuning, merah, hijau, hitam dan biru.Kata Kunci: kerajinan, perspektif, intra estetik
TENUN SONGKET ACEH NYAKMU DI DESA SIEM KABUPATEN ACEH BESAR Utami, Yasmin Afrilla; Selian, Rida Safuan; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i1.13138

Abstract

Penelitian yang berjudul Tenun Songket Aceh Nyakmu di desa Siem Kabupaten Aceh Besar mengangkat masalah bagaimana proses pembuatan dan apa saja motif-motif yang digunakan pada kain songket Aceh Nyakmu di desa Siem Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan kain songket tenun dan motif-motif apa saja yang digunakan pada songket Aceh Nyakmu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Dahlia dan Ida yang merupakan pengrajin tenun songket Aceh di desa Siem Kabupaten Aceh Besar. Objek dalam penelitian ini adalah proses pembuatan kain songket dan motif-motif yang digunakan pada songket Aceh Nyakmu di desa Siem Kabupaten Aceh Besar. Teknik pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumetasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis induktif yang meliputi 3 langkah, yaitu: Reduksi data, Penyajian data dan Penarikan kesimpulan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa proses pembuatan kain songket terdiri dari 5 tahap, yaitu: 1) peuglah beuneung sutera (menggulung benang sutera), 2) seumiweut (menghani benang sutera), 3) peuget idong (membuat simpul benang lungsi yang akan dililit pada batang kumpar), 4) dong teupeun (melilit benang lungsi pada batang kumpar), 5) nyulek motif (mendesain motif) dan motif yang digunakan pada kain songket berjumlah 63 motif yang dibagi menjadi ragam hias geometris ada 25 motif sedangkan ragam hias flora ada 38 motif.Kata Kunci: proses pembuatan, Songket, motif, tenun.
PERKEMBANGAN MUSIK IRINGAN TARI GUEL DI KABUPATEN ACEH TENGAH Fharina, Reny; Fitri, Aida; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i1.13135

Abstract

Tari Guel merupakan, tari yang berasal dari Kabupaten Aceh Tengah. Sedangkan musik iringan adalah musik pengiring sebagai pengendali keselarasan sebuah prosesi tari. Penelitian mengangkat masalah bagaimana perkembangan alat musik iringan Tari Guel di Kabupaten Aceh Tengah. Pendekatan dalam penelitian ini adalah Kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian adalah S. Kobat, Mukhlis Gayo, Ibrahim Kadir dan Teuku Aga. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah perkembangan alat musik iringan Tari Guel. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, dokumentasi, wawancara, dan observasi. Sedangkan untuk teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan alat musik iringan Tari Guel yang dipentaskan di Kabupaten Aceh Tengah mengalami perkembangan dalam beberapa periode, periode pertama 1972-1980 menggunakan gegedem, canang, gong dan vokal dengan dinamik lembut, dengan tempo bervariasi, irama dinamis dan terdengar harmoni. Kemudian berkembang pada periode kedua yaitu pada tahun 1980-2000 ada penambahan alat musik pendukung seperti teganing, bantal didong, bensi dan syair untuk membuat bunyi musik lebih beragam dan tidak mengubah unsur musik pada periode sebelumnya. Selanjutnya periode tahun 2000-2012 terdapat penambahan syair internal, penambahan alat musik suling untuk menggantikan vokal dan mengurangi alat musik pendukung sebelumnya, alasannya karena sulitnya mencari pelantun tradisi saat itu dan sebagai bentuk kreativitas seniman , dinamik menjadi agak cepat dan tempo tidak banyak variasi dan menjadi cepat juga, alat musik pada periode adalah gegedem, canang, gong, dan suling. Perkembangan terakhir tahun 2012-2018 yaitu, pergantian alat musik gegedem menjadi rapai karena sulitnya mencari gegedem dan rapai dianggap lebih sesuai kebutuhan pentas, unsur musik dinamik dalam periode terakhir ini menjadi lebih cepat dan juga tempo yang lebih cepat dari tempo periode sebelumnya, alat musik yang digunakan pada periode ini diantaranya adalah rapai, gong, canang, suling, dan bantal didong.Kata Kunci: perkembangan alat musik iringan, tari Guel.
MOTIF UNTUK PUKULAN RAPAI PASEE PADA PERTUNJUKAN UROEH DI DESA GLUMPANG VII KECAMATAN MATANGKULI KABUPATEN ACEH UTARA Amarlia, Cut; Fitri, Aida; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i1.13128

Abstract

Penelitian berjudul Motif untuk pukulan Rapai Pasee pada pertunjukan Uroeh di Desa Glumpang VII Kecamatan Matangkuli Kabupaten Aceh Utara. Mengangkat masalah (1) Bagaimana motif untuk pukulan Rapai Pasee pada pertunjukan Uroeh dan aturan-aturan yang terkandung pada pertunjukan Uroeh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan motif untuk pukulan Rapai Pasee dan aturan-aturan pada pertunjukan Uroeh di Desa Glumpang VII Kecamatan Matangkuli Kabupaten Aceh Utara. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian menganalisis data dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam penyajian pertunjukan Uroeh Rapai Pasee terdapat motif pukulan yang berbeda diantara motif satu dan lainnya yang disebut dengan istilah lagu (gaya) yang terdiri dari lagu sa, lagu dua, lagu lhee, lagu limong, laagu tujoh, lagu sikureung dan lagu duablah. Motif pukulan (lagu) juga dapat divariasikan dan dikembangkan oleh syeh (petua) yang konteksnya lebih bersifat hiburan atau untuk menambah variasi lagu-lagu yang dibawakan pada saat pertunjukan Uroeh seperti pukulan ekstra (hot) yang ikuti oleh awak rapai dan dimainkan secara berulang-ulang oleh para awak rapai dalam jangka waktu yang lama menurut kesepakatan yang telah dibuat bersama diantara dua kelompok (kuru). Dalam pertunjukan Uroeh Rapai Pasee ada 10 turan-aturan yang ditetapkan pada pertunjukan Uroeh merupakan kesepakatan diantara kedua kelompok (kuru) sebelum pertunjukan berlangsung atau pada saat proses latihan.Kata Kunci: motif Rapai Pasee, Uroeh dan Kuru.
DINAMIKA PEMBELAJARAN PADUAN SUARA PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMAN 1 KOTA SABANG Nurhasanah, Nurhasanah; Syai, Ahmad; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i3.13114

Abstract

Penelitian tentang Dinamika Pembelajaran Paduan Suara pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMAN 1 Kota Sabang ini mengangkat masalah bagaimana dinamika pembelajaran paduan suara pada kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Kota Sabang, yang bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika pembelajaran paduan suara pada kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Kota Sabang. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan jenis deskriptif yang bertujuan untuk mendapat gambaran secara mendalam tentang Dinamika Pembelajaran Paduan Suara Pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMAN 1 Kota Sabang. Subjek penelitian adalah guru pengasuh/pembimbing paduan suara SMAN 1 Kota Sabang serta siswa yang tergabung dalam tim paduan suara di SMAN 1 Kota Sabang, sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah pembelajaran paduan suara. Data diperoleh dengan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis yang digunakan adalah dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menyajikannya dalam bentuk uraian singkat dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan..Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil temuan di lapangan, pelaksanaan pembelajaran paduan suara pada kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Kota Sabang secara umum mengalami dinamika perkembangan mulai tahun 2017 hingga saat ini tahun 2018. Pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2016, pembelajaran paduan suara pada kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Kota Sabang ini masih dilaksanakan seadanya saja. Hal tersebut terlihat pada beberapa segi, seperti: (1) pelaksanaan pembelajaran dan (2) prestasi yang pernah diraih oleh peserta paduan suara pada kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Kota Sabang.Kata Kunci: dinamika, pembelajaran, paduan suara, ekstrakurikuler
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP IMPLEMENTASI ADAT SEUMANOE PUCOK DI MASYARAKAT MEUKEK ACEH SELATAN Viola, Okta; Hartati, Tengku; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i3.13115

Abstract

Penelitian yang berjudul Persepsi Masyarakat Terhadap Implementasi Adat Seumanoe Pucok di Masyarakat Meukek Aceh Selatan. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi masyarakat Kecamatan Meukek terhadap implementasi adat Seumanoe Pucok dan makna yang terkandung dalam unsur-unsur penyajian Seumanoe Pucok. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat Kecamatan Meukek terhadap implementasi adat Seumanoe Pucok dan makna yang terkandung dalam unsur-unsur penyajian Seumanoe Pucok. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah tokoh masyarakat, tuha peut serta seniman. Objek dalam penelitian ini adalah implementasi adat Seumanoe Pucok di masyarakat Meukek Aceh Selatan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner (angket), wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), conclusion drawing/verification (penarikan kesimpulan), dan menggunakan rumus skala likert. Hasil analisis data dari hasil persentase jawaban angket menunjukan bahwa 98% pelaksanaan adat di Kecamatan Meukek sudah berjalan dengan baik, Seumanoe Pucok bukanlah termasuk salah satu adat melainkan resam dalam acara perkawinan maupun sunat rasul, dan Seumanoe Pucok memiliki makna perbuatan terakhir yang dilakukan oleh kedua orang tua kepada anaknya dan juga memiliki makna pensucian, adapun makna yang terkandung dalam unsur-unsur penyajiannya ada 4 yaitu memayungi, syair, peusijuk dan siraman terakhir.Kata kunci: persepsi, implementasi, adat, Seumanoe Pucok
PERGESERAN PERAN PELAKU PONGOT DALAM ADAT PERNIKAHAN DI KABUPATEN GAYO LUES Handayani, Fitri; Supadmi, Tri; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i3.13109

Abstract

Penelitian ini berjudul Pergeseran Peran Pongot dalam Adat Pernikahan di Kabupaten Gayo Lues, mengangkat masalah bagaimana pergeseran peran Pongot dalam adat pernikahan dan faktor yang mempengaruhi pergeseran peran Pongot dalam adat pernikahan di Kabupaten Gayo Lues. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis peneltian deskriftif. Penelitian dilaksanakan di kampung Panglime Linting Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo Lues. Subjek penelitian ini yaitu tokoh adat, tokoh masyarakat dan pemeran pengganti (Ceh Pongot), dan subjek penelitian ini adalah pergeseran peran pongot dalam adat pernikahan di Kabupaten Gayo Lues. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu mereduksi data, display, dan verifikasi. Hasil penelitian mengungkapkan pergeseran peran ini terjadi pada tahun 90-an. Penyebab awal terjadinya pergeseran peran pongot ini karena pada awalnya ada seorang anak dari sebuah keluarga yang hendak menikah dan hal ini memberi kesan yang sangat sedih dalam hati orang tuanya, namun orang tua tidak mampu menyalurkan rasa sedihnya dalam pongot tersebut, sehingga orang tua membayar pemeran pengganti untuk menggantikan posisinya dalam menyalurkan kesedihannya. Bayaran atau upah yang diberikan kepada peran pengganti pada saat ini sudah di tentukan oleh pemeran pengganti, yaitu berupa uang senilai 200 sampai 300 ribu sebagai bentuk terimakasih dari pihak keluarga. Faktor penyebab bergesernya peran pongot ini dipengaruhi banyak hal diantaranya perkembangan zaman, kurangnya dukungan bakat dan minat dari masyarakat setempat, lingkungan atau masyarakat, media, gaya hidup, timbulnya rasa malu dari diri seseorang. pongot yang dilakukan oleh pihak keluarga atau pemeran asli tempat nya tidak menentu namun pongot yang dilakukan oleh peran pengganti ditentukan oleh pihak keluarga dan sudah menjadi sebuah hiburan dalam acara pesta pernikahan Di Kabupaten Gayo Lues. Bergesernya peran pongot di lingkungan masyarakat memberi dampak terhadap sistem sosialnya seperti tidak stabilnya sebuah penjiwaan dan pencapaian hal yang diinginkan tentang pencapaian pongot tersebut karena ia sudah tidak berprilaku sesuai apa yang diharapkan.Kata kunci: pergeseran, peran, Pongot, adat pernikahan
PENYAJIAN RAPAI SAMAN Dl SANGGAR TANGLOENG DONYA DESA IE BEUDOH KECAMATAN SEUNAGAN TIMUR KABUPATEN NAGAN RAYA Masyitah, Cut; Palawi, Ari; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i3.13107

Abstract

Penelitian ini berjudul Penyajian Rapai Saman di Sanggar Tangloeng Donya Desa Ie Beudoh Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya. Masalah penelitian bagaimana bentuk penyajian Rapai Saman di Sanggar Tangloeng Donya Desa Ie Beudoh Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya. Tujuan penelitian mendeskripsikan bentuk penyajian Rapai Saman di Sanggar Tangloeng Donya Desa Ie Beudoh Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian yaitu, Saiful Anwar (Syeh Teh), Syeh Ramli, dan Cut Julinda selaku pelatih dan pengelola sanggar Rapai Saman serta seniman di Nagan Raya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian: mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rapai Saman berasal dari Rapai Tuha yang sudah ada sejak tahun 1946, setelah beberapa kali dikombinasi pada tahun 1981 menjadi Rapai Saman yang seluruh rangkaian geraknya diciptakan oleh almarhum Syeh Sabirin dengan ciri khas permainkan Rapai dengan gerakan Saman dengan sebelas orang penari dan satu orang Syeh. Gerakan Saman pada penyajian Rapai Saman bukan gerakan Saman Gayo karena gerakan dan Syairnya berdeda. Bentuk penyajian Rapai Saman di Sanggar Tangloeng Donya memiliki dua sesi permainan dan sebelas sesi permainan yaitu: Seulawet Nabi, Saleum, Jaroe Ayem, Peh demo, Syair Kisah, lambang Garuda, Jak Adek jak keuno ku ayon, Meucae, Kisah Aceh, Dibabah Kila (gerakan Saman), dan Boeh Gadong Paya. Tarian ini diiringi dengan syair bahasa Aceh dan alat musik Rapai. Pola lantai duduk atau berdiri sejajar dan berbentuk letter V. Busana baju kurung Aceh, songket Aceh, celana hitam, tali pinggang, dan celemek. Tata rias yang digunakan rias sederhana. Tarian ini ditampil pada acara-acara sakral seperti perkawinan, upacara adat, Sunat Rasul, aqiqahan, dan lomba-lomba seni yang biasanya dipentaskan di luar atau di dalam gedung.Kata Kunci: bentuk, penyajian, RapaI Saman.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR TARI TRADISIONAL GUEL DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO-VISUAL DAN TANPA AUDIO-VISUAL DI SMP N 1 DARUSSALAM Triani, Susi; Fitri, Aida; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i2.9654

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Perbandingan Hasil Belajar Tari Tradisional Guel Dengan Menggunakan Media Audio-visual dan Tanpa Audio-visual di SMPN 1 Darussalam. Mengangkat masalah bagaimanakah perbandingan hasil belajar siswa kelas VIII-1 dan kelas VIII-2 pada materi tari tradisional Guel menggunakan media audio-visual dan tanpa audio-visual di SMPN 1 Darussalam. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar siswa kelas VIII-1 dan kelas VIII-2 pada materi tari tradisional Guel menggunakan media audio-visual dan tanpa media audio-visual. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 1 Darussalam yang berjumlah 297 siswa. Sampel penelitian adalah kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen yang beranggotakan 21 siswa/i dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol beranggotakan 26 siswa/i. Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan pertimbangan tertentu (purposive sampling).Teknik Pengumpulan data diperoleh dengan tes praktik. Teknik analisis data dilakukan dengan mentabulasi data dalam daftar distribusi frekuensi dan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa perbandingan hasil belajar siswa kelas VIII-1 dengan menggunakan media audio-visual tidak lebih meningkat dikarenakan pemutaran audio-visual yang sulit dihenti-hentikan ketika sedang berlangsung, dibandingkan siswa kelas VIII-2 yang tanpa menggunakan media audio-visual dengan perbandingan nilai yaitu 76 77. Dengan kriteria pengujian hipotesis, yaitu terima H0, jika thitung ttabel dan dalam hal lain H0 ditolak. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh hasil bahwa terima H0 karena thitung ttabel yaitu 0,0002 2,05 dengan derajat kebebasan 25 dan taraf signifikan 0,05. Sehingga dapat dibuktikan bahwa hasil penelitian belajar menggunakan media audio-visual tidak sama dengan siswa yang tanpa menggunakan media audio-visual.Kata kunci: hasil belajar, media Audio-Visual.
POLA RITME RAPAI HAJAT DI SANGGAR RAPAI TUHA DESA LAMREUNG ACEH BESAR Fahlevi, Reza; Selian, Rida Safuan; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i2.9649

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Pola Ritme Rapai Hajat di sanggar Rapai Tuha desa Lamreung Aceh Besar. Mengangkat masalah tentang bagaimana pola ritme rapai pada rapai hajat di sanggar Rapai Tuha desa Lamreung Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola ritme rapai hajat di sanggar Rapai Tuha desa Lamreung Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Sulaiman sebagai syeh dan pemain Rapai. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah pola-pola ritme rapai hajat. Teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk penulisan pola ritme rapai sampai saat ini belum memiliki notasi ritme baku yang dapat dijadikan pedoman dalam menentukan cara penulisan pola ritme atau pola pukulan dalam memainkan rapai dalam bentuk notasi. Para pemain rapai telah mengikuti notasi-notasi yang telah dibuat oleh penulis dalam memainkan rapai hajat. Oleh karena penulis masih mengikuti standar penulisan pola ritme pada umumnya serta dalam penentuan simbol ritme rapai peneliti akan menggunakan simbol-simbol yang peneliti ketahui. Pola irama rapai hajat ini berbeda dengan rapai lain pada umumnya, karena pola irama rapai yang digunakan oleh pemain rapai hanya menggunakan pukulan rapai sa, dua, dan rapai lhee.Kata Kunci: pola ritme, rapai hajat.
Co-Authors A. Gani, M.Pd, Dr. Harbiyah Ade Ismail Ahadin Ahadin Ahlia, Putri Ahmad Suheil Pulungan Ahmad Syai Ahmadi, Aan Mulya Al Rafni Alfiati Syafrina, Alfiati Alviana, Rahma Amalia Hadi, Dawati Amalia, Lula Amalia, Nana Amarlia, Cut Anam, Budi Safatul Andika, Ghufron Apriliana, Indah Della Ara Ini, Mutiara Ardhia, Dara Ariasna, Ketut Arismunandar, Reza Aristi, Alif Restu Asri, Mimi Aswita, Suci Aszahra, Nesa Azka, Daffa Bachtiar, Fandi Baehaqi Balia, Rahmat Basysyar, Fadhil Muhammad Beutari*, Ulfa Bintang Y.M. Sinaga, Bintang Y.M. Bukhari Bukhari Chairil Amin Batubara Chudri, Intan Rizkia Cut Zuriana Darmawati Darmawati Delly, Hafifa Dewi, Susi Fitria Dimitha, Nurulia Edizal Hatmi Fahlafi, Ridha Faluthia Fajar Nabila, Putri Fajri, Nova Farcha, Annisa Rahmania Fatama, Surya Fatin, Nur Izza Fatma, Surya Fatmariza Fatmariza Fauzi Fauzi Fazlina, Ninda Fharina, Reny Fitri Handayani Fitri, Fasihah Irfani Fitriansyah, Ota Fradinata, Edy Fuad , Ammar G, Harbiyah G., Harbiyah Gandhis, Dinda Rhesti Gani, Harbiyah Gunawan, Panji Habibah, Siti Sab’atul Hadi, Nasrul halifah, elka Halim, Fauziatul Halimatussakdiah Harahap, Leliana Harbiyah G Harbiyah G, Harbiyah G Hasibuan, Afni Rukiyah Hasniyati, Hasniyati Hayati, Cut Nirmala Hermawati, Dewi Hidayani, Cut Hilma Putri Lubis Humaira, Aida Husin, M. Husna, Syarifah Inayatul Husni, Almira Sabrina Hutagalung, Haflin Soraya Ilyas, Kamal Kharrazi Intan Intan Intan Safiah Irfandi, Jalil Ismawan Ismawan, Ismawan Juliani Juliawan, Harvan Karmila, Siti Khairina, Yunika Khairun Nisa Kiftia, Mariatul Kurnita, Taat Liana, Irma Lina Amelia Linda Vitoria, Linda Lindawati Lindawati Linu Ibrahim, Agusnawan M. Yamin Mahyuddin, Mahyudin Maisarah Maisarah, Maisarah Marselindo, Rio Marzalita, Risa Masyitah, Cut Maulina, Isnanda Maya Agustina Mazar, Ichsan Akbar Mazas, Ichsan Akmal Melisa, Rika Mentari, Erniana Miftahul Jannah Miko, Jufri Temas Mimiasri Mimiasri, Mimiasri Mislinawati, Mislinawati Monika, Nadia Muchtira, Amira Muhammad Andi Munawarah, Zharifah Munawarah Munira, Annisa Murhadi, Thasrif Nabilah Nabilah Nadiya - Nadiya Nadiya, Nadiya Naning, Naning KU Nasution, Muhammad Haikal Neni Rostini Nevi Hasrati Nizami Norhazaruddin, Nurul Fatehah Binti Novita Hidayani Novysa Basri Nurhasanah Nurhasanah Nurlina Nurlina Nurmalis, Nurmalis Nurmasyitah Nurmasyitah Nurul Fitriah, Nurul Nurul Zikri Filina Oktania, Ririn Palawi, Ari Panggabean, Jonas Franky Rudianto Panjaitan, Rosi Phonna, Hilwa Putri Prastya, Agung Presilawati, Febyolla Pristiwa, Nara Pudespa, Wirna Purba, , Sartika Dewi Purba, Sartika Dewi Puspita, Nelva Putri, Dwi Ananda Putri, Qanita Putri, Tara Zulia Qamar, Samsul Qurnaini, Khairah Radhiah, Aisyatur Rahmad , Rizki Rahmady, Luthfiar Ramadani, Tiara Ramadhani, Raihan Ramadhini, Dila Syafira Rambe, Aldy S. Rambe, Avie Hanindya Dwiyanti Ramiady, Luthfiar REZA FAHLEVI Rida Safuan Selian Riska Agustina Risnandar, Zuhra Rizki, Heri Rizkia, Mira Safitri, Mellya Sahrapi, Peteri Telpi Said, Darnius Samsul Anwar Saputra , Rudy Juli Saputra, Aiyub Saputra, Aiyup Saputra, Rudy Juli Sara, Hikma Afnia sari, Nova maulita Sarini Vita Dewi Sartika, Fani SATRIYAS ILYAS SEMBIRING, MASTA MARSELINA Siahaan, Rachel Yoan Katherin P Sibarani, Riris SIHOMBING, MASLAN M.R. Sihombing, Maslan MR Sirait, Kamson Siti Nurhaliza Sitompul, Monika Sales Situmorang, Yessi Debora Suci Fitriani, Suci Suci Maulida, Cut Putri Supadmi, Tri Suprapti I, Tati Surbakti, Stefanie Meitha Putri Sejahtera Suriza, Sri Winda Susana, Fia Syafriana, Rina Tawari, Yuni Tengku Hartati Tiarnita Maria Sarjani Tonam, Tonam Triani, Susi Tursinawati Tursinawati, Tursinawati Tursinawati, Tusinawati Ulfah, Haazimah Ulfi, Siti Zaiyana Umul Aiman Utami, Yasmin Afrilla Viola, Okta Wahyudi , Wahyudi Wifda, Sherina Wiratama, Muhammad Jaka Wirataman, Muhammad Jaka Wirdasni, Dian Wulandari, Annisa Yadi, Agusti Yasmin, Putri Nur yusliana, yusliana Yusuf, Yuslaidar Zahara, Devira Zaiyana, Rya Zohra, Aja Fatimah Zulaiha, Rati Eva Zurnila Marli Kesuma