Claim Missing Document
Check
Articles

Found 82 Documents
Search
Journal : PHARMACON

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI NANOPARTIKEL EKSTRAK LENGKUAS PUTIH (Alpinia galanga (L.) Willd) TERHADAP BAKTERI Klebsiella pneumoniae Kumowal, Selphina; Fatimawali, Fatimawali; Jayanto, Imam
PHARMACON Vol 8, No 4 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29354

Abstract

ABSTRACTWhite galangal rhizome (Alpinia galanga (L.) Willd's) scientifically proven has properties as antibacterial, antifungal, anticancer, antitumor, antioxidant and cytotoxic. In nano size, the contact surface area of the particle becomes larger which can increase the amount of active substance which is isolated more so that the antibacterial activity is stronger. This study aims to determine whether the white galangal extract nanoparticles have antibacterial activity against the bacteria Klebsiella pneumoniae and measure the inhibitory ability of white galangal extract nanoparticles against bacterial growth and compared with white galangal ethanol extract. White galangal was extracted using maceration method with ethanol solvent and nanoparticle formulation made of white galangal extract by ionic gelation method. The antibacterial activity test was carried out using agar diffusion method and observations were made 1x24 hours incubation period, with inhibition zones measured using a millimeter ruler. The results showed that the white galangal extract nanoparticles had antibacterial activity to inhibit the bacteria Klebsiella pneumoniae, with the results of inhibition zone measurements of 22.5 mm. Keywords : Antibacterial, Extraction, Klebsiella pneumoniae, Nanoparticles, White galangal. ABSTRAKRimpang lengkuas putih (Alpinia galanga (L.) Willd) memiliki khasiat yang sudah dibuktikan secara ilmiah sebagai antibakteri, antijamur, antikanker, antitumor, antioksidan dan sitotoksik. Dalam ukuran nano, luas kontak permukaan partikel menjadi lebih besar yang dapat meningkatkan jumlah zat aktif yang terisolasi lebih banyak sehingga aktivitas antibakteri semakin kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah nanopartikel ekstrak lengkuas putih memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae serta mengukur kemampuan daya hambat nanopartikel ekstrak lengkuas putih terhadap pertumbuhan bakteri dan dibandingkan dengan ekstrak etanol lengkuas putih. Lengkuas putih diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol dan dibuat formulasi nanopartikel ekstrak lengkuas putih dengan metode gelasi ionik. Untuk pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar dan pengamatan dilakukan 1x24 jam masa inkubasi, dengan zona hambat diukur menggunakan penggaris millimeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel ekstrak lengkuas putih memiliki aktivitas antibakteri untuk menghambat bakteri Klebsiella pneumoniae, dengan hasil pengukuran zona hambat sebesar 22,5 mm. Kata Kunci : Lengkuas putih, Nanopartikel, Antibakteri, Ekstraksi, Klebsiella pneumoniae.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K.Schum) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Klebsiella pneumoniae ISOLAT SPUTUM PADA PENDERITA PNEUMONIA RESISTEN ANTIBIOTIK SEFTRIAKSON Abubakar, Poetry Melinda; Fatimawali, Fatimawali; Yamlean, Paulina
PHARMACON Vol 8, No 1 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29228

Abstract

ABSTRACT Red galangal rhizome is a plant that has various properties including antifungal and antibacterial. Red galangal rhizomes contain a class of flavonoids, phenols and terpenoids, which can be, used as basic ingredients of modern medicines. Flavonoids and phenols are also known to inhibit microbes. Flavonoids can inhibit microbes that have been resistant to antibiotics. This study aims to determine the antibacterial activity of red galangal rhizome extract (Alpinia purpurata K.Schum) and test its inhibitory effect on the growth of Klebsiella pneumoniae bacteria in sputum isolates in patients with pneumonia resistant ceftriaxone antibiotics. Red galangal rhizome plant was extracted by maceration method using 96% ethanol. Antibacterial inhibitory tests were carried out using the disc and well method. The results showed that the red galangal extract of rhizome had a inhibitory effect on the bacterium Klebsiella pneumoniae. On the disc method for concentrations of 100%, 75%, 50%, 25% and 12.5% the diameter of the inhibition zone is 9.6 mm, 8.68 mm, 8.5 mm, 8.5 mm and 7.6 mm. The inhibition ability of bacterial growth on the disc method is categorized as moderate because it has an average inhibition zone diameter of 5-10 mm. Whereas in the well method for concentrations of 100%, 75%, 50%, 25% and 12.5% the diameter of the inhibition zone was 25.8 mm, 20 mm, 15.6 mm, 12.7 mm and 9.7 mm, respectively. The inhibition ability of bacterial growth in the well method for 100% concentration is categorized as very strong because it has an average inhibition zone diameter of >20 mm, for concentrations of 75%, 50% and 25% it is categorized as strong because it has an average inhibition zone of 10- 20 mm and for a concentration of 12.5% it is categorized as moderate because it has an average inhibition zone diameter of 5-10 mm. Keywords: Red galangal rhizome, Alpinia purpurata K.Schum, Klebsiella pneumonia  ABSTRAK Rimpang Lengkuas merah merupakan tanaman yang memiliki berbagai khasiat di antaranya sebagai antijamur dan antibakteri. Rimpang Lengkuas merah mengandung golongan senyawa flavonoid, fenol dan terpenoid yang dapat digunakan sebagai bahan dasar obat-obatan moderen. Senyawa flavonoid dan fenol juga diketahui dapat menghambat mikroba. Flavonoid dapat menghambat mikroba yang telah resisten terhadap antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak rimpang Lengkuas merah (Alpinia purpurata K.Schum) dan menguji daya hambatnya terhadap pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniae isolat sputum pada penderita pneumonia resisten antibiotik seftriakson. Tanaman rimpang Lengkuas merah di ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji daya hambat antibakteri dilakukan dengan metode cakram dan sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang Lengkuas merah memiliki daya hambat terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae. Pada metode cakram untuk konsentrasi 100%, 75%, 50%, 25% dan 12,5% diameter zona hambatnya ialah 9,6 mm, 8,68 mm, 8,5 mm, 8,5 mm dan 7,6 mm. Kemampuan penghambatan pertumbuhan bakteri pada metode cakram di kategorikan sedang karena memiliki diameter zona hambat rata-rata 5-10 mm. Sedangkan pada metode sumuran untuk konsentrasi 100%, 75%, 50%, 25% dan 12,5% diameter zona hambatnya ialah 25,8 mm, 20 mm, 15,6 mm, 12,7 mm dan 9,7 mm. Kemampuan penghambatan pertumbuhan bakteri pada metode sumuran untuk konsentrasi 100% di kategorikan sangat kuat karena memiliki diameter zona hambat rata-rata >20 mm, untuk konsentrasi 75%, 50% dan 25% di kategorikan kuat karena memiliki diameter zona hambat rata-rata 10-20 mm dan untuk konsentrasi 12,5% di kategorikan sedang karena memiliki diameter zona hambat rata-rata 5-10 mm. Kata Kunci:Rimpang Lengkuas merah,  Alpinia purpurata K.Schum, Klebsiella pneumonia
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) TERHADAP BAKTERI Klebsiella pneumonlae Melkianus, Brando; Fatimawali, Fatimawali; Sudewi, Sri
PHARMACON Vol 8, No 1 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29241

Abstract

ABSTRACT Research has been carried out on the Antibacterial Activity Test of Mangosteen (Garcinia mangostana L.) Fruit Bark Extract against Klebsiella pneumoniae bacteria. This study aims to determine the antibacterial activity of mangosteen peel extract using the diffusion method with positive control of Ciprofloxacin and negative control of aquades and the test solution used by mangosteen peel extract. The result showed differences in extract concentrations of 25% (6.66 mm) categorized as medium, extract concentractions of 50% (8.83 mm) categorized as medium, extract concentractions of 75% (9.16 mm) categorized as medium, and extract concentractions of 100% (10.16 mm) categorized as strong in influencing the inhibition of the growth of Klebsiella pneumoniae bacteria. The result of this study also showed that mangosteen peel extract (Garcinia mangostana L.), has a broad-spectrum bioactive compound which means it can inhibit the growth of Gram negative bacteria. Keywords : Garcinia mangostana L, Klebsiella pneumoniae, Ciprofloxacin  ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.) Terhadap Bakteri Klebsiella Pneumoniae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah manggis menggunakan metode difusi agar dengan kontrol positif Ciprofloxacin dan kontrol negatif aquades serta larutan uji yang digunakan ekstrak kulit buah manggis. Hasil penelitian menunjukkan Perbedaan konsentrasi ekstrak 25% (6,66 mm) termasuk sedang, konsentrasi ekstrak 50% (8,83 mm) termasuk sedang, konsentrasi ekstrak 75% (9,16 mm) termasuk sedang, dan konsentrasi ekstrak 100% (10,16 mm) termasuk kuat dalam mempengaruhi penghambatan pertumbuhan bakteri Klebsiella Pneumoniae. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa Ekstrak kulit buah manggis (Garcinia Mangostana L.), memiliki senyawa bioaktif dengan spektrum luas artinya dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram negatif. Kata kunci : My Garcinia Mangostana L,  Klebsiella Pneunoniae, Ciprofloxacin
UJI ANTIBAKTERI DARI BAKTERI ASAM LAKTAT HASIL FERMENTASI SELADA ROMAIN (Lactuca sativa var. longifolia Lam.) Sumual, Acika; Fatimawali, Fatimawali; Tallei, Trina E.
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29296

Abstract

ABSTRACTLactic Acid Bacteria (LAB) are a group of Gram-positive bacteria that produce lactic acid as the major metabolic end product. They are cocci or rods, nonsporulating and are anaerobic or facultative anaerobes bacteria. Most LABs are probiotics that are known to have good benefits to health, such as inhibiting some pathogens. This study was aimed to examine the potential probiotics properties of LAB isolates from Romaine lettuce fermentation which is included  antibacterial activity of isolates. The isolates are spread on MRS agar  supplemented with 1% of CaCO3 and then purified by using streak method to obtain pure isolates. The results showed that there are 4 isolates from Romaine lettuce fermentation which have the potential to inhibits some pathogens.Key words: Lactic acid bacteria, fermentation, Romain lettuce, potential probiotic ABSTRAKBakteri Asam Laktat (BAL) merupakan sekelompok bakteri Gram positif yang menghasilkan asam laktat sebagai produk akhir metabolisme. Berbentuk kokus atau batang, tidak memiliki spora dan bersifat anaerob atau fakultatif anaerob. Sebagian besar BAL merupakan probiotik yang diketahui memiliki manfaat baik bagi kesehatan, seperti memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan isolat BAL dari hasil fermentasi selada Romain sebagai probiotik potensial yang mencakup aktivitas antibakteri isolat. Isolat bakteri ditumbuhkan pada media MRS agar  yang ditambahkan 1% CaCO3 kemudian dimurnikan menggunakan metode gores (streak) sehingga diperoleh isolat murni yang kemudian diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ke empat isolat yang diperoleh dari hasil fermentasi selada romain yang berpotensi memiliki aktivitas penghambatan bakteri patogenKata kunci: Bakteri asam laktat, fermentasi, selada Romain, probiotik potensial
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K. Schum) TERHADAP BAKTERI Klebsiella pneumonia ISOLAT URIN PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH Puasa, Novanda S.; Fatimawali, Fatimawali; Wiyono, Weny
PHARMACON Vol 8, No 4 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29379

Abstract

ABSTRACTRed galangal rhizome is a plant that has various properties including as an antibacterial and antifungal. Red galangal rhizome in addition to containing essential oils also contains flavonoid, phenol and terpenoid compounds. Red galangal is also used as a basic ingredient of modern medicine. The content of flavonoid compounds which are thought to inhibit the growth of bacteria. This study aims to determine the antibacterial activity of red galangal rhizome extract (Alpinia purpurata K.Schum) against the growth of Klebsiella pneumoniae bacteria of urine isolates in urinary tract infections patients. Red galangal rhizome plants were extracted by maceration method using 96% ethanol solvent. Antibacterial activity test was carried out using the disc and wells method. The results showed that the red galangal rhizome extract has antibacterial activity against the bacteria Klebsiella pneumoniae. In the disc method for concentrations of 80%, 60%, 40%, 20% and 10% the average diameter of the clear zone is 13 mm, 12.3 mm, 10.6 mm, 10.5 mm and 9.8 mm. The ability of antibacterial activity is included in the strong category because it has an inhibition of 10-20 mm. In the method of wells the average diameter of the clear zone is 15.6 mm, 14.6 mm, 13.6 mm, 13 mm and 11.3 mm. The ability of antibacterial activity in the well method of concentrations of 80%, 60%, 40%, 20% and 10% is included in the strong category because the average diameter of inhibition is 10-20 mm.Keywords: Alpinia purpurata K. Schum, Klebsiella pneumoniae, Red Galangal Rhizome ABSTRAKRimpang Lengkuas merah merupakan tanaman yang memiliki berbagai khasiat di antaranya sebagai antibakteri dan antijamur. Rimpang Lengkuas merah selain mengandung minyak atsiri juga mengandung golongan senyawa flavonoid, fenol dan terpenoid. Lengkuas Merah juga digunakan sebagai bahan dasar obat-obatan moderen. Kandungan senyawa flavonoid yang diduga dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang telah resisten antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak rimpang Lengkuas merah (Alpinia purpurata K.Schum) terhadap pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniae isolat urin pada penderita infeksi saluran kemih. Tanaman rimpang Lengkuas merah di ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode cakram dan sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang Lengkuas merah memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae. Pada metode cakram untuk konsentrasi 80%, 60%, 40%, 20% dan 10% rata-rata diameter zona beningnya 13 mm, 12,3 mm, 10,6 mm, 10,5 mm dan 9,8 mm. Kemampuan aktivitas antibakteri termasuk dalam kategori kuat karena memiliki daya hambat 10 – 20 mm. Pada metode sumuran rata-rata diameter zona beningnya ialah 15,6 mm, 14,6 mm, 13,6 mm, 13 mm dan 11,3 mm.  Kemampuan aktivitas antibakteri pada metode sumuran konsentrasi 80%, 60%, 40%, 20% dan 10% termasuk dalam kategori kuat karena rata-rata diameter daya hambatnya 10 – 20 mm.Kata kunci : Rimpang Lengkuas merah, Alpinia purpurata K.Schum, Klebsiella pneumoniae
PENETAPAN KADAR AKRILAMIDA PADA KENTANG GORENG YANG BEREDAR DI RESTORAN CEPAT SAJI DI KOTA MANADO DENGAN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Butue, Leobernard; Fatimawali, Fatimawali; Wewengkang, Defny S.
PHARMACON Vol 8, No 3 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29384

Abstract

ABSTRACTAcrylamide has been classified as a cancer causing compound or potentially carcinogenic in humans. Acrylamide is produced from foods that contain high carbohydrates with temperatures over 1200C in processing. One of foods that are popular and potentially produce acrylamide compounds was fried potato. This study aims to determine the levels of acrylamide contained in french fries using UV-Vis Spectrophotometry method. Samples were obtained from 3 fast food restaurants in the City of Manado. In this study the analysis of acrylamide compounds from 3 samples were carried out at 267 nm wavelength using an aquadest blank with 2 repetitions. The estimated result of three samples are K samples of 0.69 µg/g, M of 0.58 µg/g, and T samples of 0.67 µg/g. The three samples did not contain acrylamide because the levels obtained were still below the detection limit (LOD) of 1.54 µg/g. Keywords: Acrylamide, French Fries, UV-Vis Spectrophotometry, Fast Food Restaurants in Manado. ABSTRAKAkrilamida telah diklasifikasikan sebagai senyawa yang menyebabkan kanker atau berpotensi sebagai karsinogenik pada manusia. Akrilamida dihasilkan dari makanan yang mengandung karbohidrat tinggi dengan suhu lebih dari 1200C pada pengolahannya. Makanan yang banyak digemari serta berpotensi menghasilkan senyawa akrilamida salah satunya adalah kentang goreng. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar akrilamida yang terkandung dalam kentang goreng dengan menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Sampel diperoleh dari 3 restoran cepat saji di Kota Manado.  Pada penelitian ini analisis senyawa akrilamida dari 3 sampel dilakukan pada panjang gelombang 267 nm menggunakan blanko aquadest dengan 2 kali pengulangan. Hasil perhitungan dari ketiga sampel adalah sampel K sebesar 0,69 µg/g, M sebesar 0,58 µg/g, dan sampel T sebesar 0,67 µg/g. Ketiga sampel tidak mengandung akrilamida karena kadar yang didapat masih berada di bawah batas deteksi (LOD) yang didapat yaitu 1,54 µg/g. Kata Kunci:   Akrilamida, Kentang Goreng, Spektrofotometri UV-Vis,  Restoran cepat saji di Manado
TRANSFORMASI PLASMID YANG MENGANDUNG GEN merB PADA BAKTERI Escherichia coli TOP-10 Rotinsulu, Sarah; Fatimawali, Fatimawali; Tallei, Trina E.
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29294

Abstract

ABSTRACT DNA transformation is the process of inserting recombinant DNA into host cells via vector plasmid. The host cell that is often used is TOP-10 Escherichia coli. The transformation method is widely used to transfer plasmids containing genetic material. This study aimed to evaluate the results of plasmid transformation containing the merB gene in the Escherichia coli TOP-10 bacteria. This study initiated with identification of the microbiology of host cells to be used, namely Escherichia coli TOP-10. Escherichia coli TOP-10 host cells were made into competent cells by transforming plasmids containing merB gene into Escherichia coli TOP-10 host cells using the heat shock method. The transformation results were evaluated by observing at the growth of Escherichia coli TOP-10 colonies on agar LB media containing ampicillin antibiotics. Plasmids on Escherichia coli TOP-10 were isolated and analyzed by 1% agarose gel electrophoresis. The results showed that the transformation of plasmids containing merB in Escherichia coli TOP-10 bacteria was successfully carried out as indicated by the growth of Escherichia coli TOP-10 bacteria on LB media agar containing ampicillin and the visualization on agarose gel resulted that the plasmid which carried the merB gene could be transformed in to the E. coli TOP-10 bacteria cell. Keywords: Transformation, Plasmids, merB genes, heat shocks, E. coli TOP-10ABSTRAK Transformasi DNA merupakan proses memasukkan DNA kedalam sel bakteri. Metode transformasi dipakai secara luas untuk mantransfer plasmid yang mengandung bahan genetika. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil transformasi plasmid yang mengandung gen merB pada bakteri Escherichia coli TOP-10. Penelitian ini didahului dengan identifikasi secara mikrobiologi bakteri Escherichia coli TOP-10. Bakteri Escherichia coli TOP-10 dibuat menjadi sel kompeten yang digunakan sebagai inang. Selanjutnya dilakukan transformasi plasmid yang mengandung gen merB kedalam sel inang E. coli TOP-10 menggunakan metode heatshock. Hasil transformasi dievaluasi dengan melihat adanya koloni E. coli TOP-10 pada media LB agar yang mengandung antibiotik ampisilin. Plasmid pada E. coli TOP-10 diisolasi dan dianalisis dengan elektroforesis gel  agarose 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi plasmid yang mengandung gen merB pada bakteri Escherichia coli TOP-10 berhasil dilakukan, ditunjukkan dengan adanya pertumbuhan bakteri E. coli TOP-10 pada media LB agar yang mengangandung ampisilin dan hasil visualisasi pada agarose gel terlihat bahwa plasmid yang membawa gen merB dapat ditransformasikan ke dalam sel bakteri E. coli TOP-10. Kata kunci : Transformasi, Plasmid, gen merB, heatshock, E. coli TOP-10 
ANALISIS BORAKS PADA ABU KOPRA DI MINAHASA UTARA DAN MINAHASA TENGGARA Watania, Marcela; Fatimawali, Fatimawali; Rotinsulu, Henki
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29300

Abstract

ABSTRACT Copra ashes are ash produced from burning coconut husk in the copra roasting process after more than three roasts. Noodle producers in Manado and Tombatu were  using copra ashes as an additive to noodles because it has benefits as a substitute for borax, which is prohibited from using on food, since it can improve the texture of noodles, as preservatives, improve the color and appearance of noodles. The purpose of this study is to analyze qualitatively and quantitatively the presence of borax compounds in copra ashes. Qualitatively analysis was carried out using the flame and color method, and the quantitative test used the UV-Vis spectrophotometry method at the wavelength of 545 nm and 0.125% curcumin as the color reagent. The study showed positive result on the qualitative test of the color method against turmeric paper whereas turn to brownish red, and negative result on the flame test whereas turn to red greenish fire, on the quantitative test the sample level A=1.459 ppm and sample B=2.092 this indicates that samples A and B were positive contains borax.Keywords: Copra ashes, food additives, borax and spectrophotometry ABSTRAK             Abu kopra adalah abu yang dihasilkan dari pembakaran sabut kelapa dalam proses pemanggangan kopra setelah lebih dari 3 kali pemanggangan. Abu kopra oleh produsen mie di Airmadidi dan di Tombatu digunakan sebagai bahan tambahan  pada mie karena memiliki manfaat sebagai pengganti boraks yang dilarang penggunaannya pada makanan, karena dapat memperbaiki tekstur mie, sebagai  pengawet dan memperbaiki warna dan penampilan mie. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis secara kualitatif dan kuantitatif keberadaan senyawa boraks di dalam abu kopra. Analisis kualitatif dilakukan dengan metode nyala dan warna, dan uji kuantitatif digunakan metode spektrofometri UV-Vis pada panjang gelombang 545 nm dan kurkumin 0,125% sebagai pereaksi warnanya. Penelitian menunjukkan hasil positif pada uji kualitatif metode warna yaitu kertas tumerik menjadi merah kecoklatan, dan hasil negatif pada uji nyala yaitu api berwarna merah kehijauan, pada uji kuantitatif kadar sampel A=1,459 ppm dan sampel B=2,092 ini menunjukkan bahwa sampel A dan B positif mengandung boraks. Kata kunci      : Abu kopra, bahan tambahan makanan, boraks dan spektrofotometri.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANGLENGKUAS PUTIH (Alpinia galanga L. Willd) TERHADAPBAKTERI Klebsiella pneumoniae ISOLAT URIN PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH Shintia, Arini; Fatimawali, Fatimawali; Siampa, Jainer P.
PHARMACON Vol 8, No 4 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29378

Abstract

ABSTRACTWhite galangal rhizome is a plant that has properties such as antifungal and antibacterial. White galangal rhizome contains of active compounds, namely flavonoid, phenol and terpenoid compounds which can inhibit microbes. This study aimed to determine the antibacterial activity of ethanol extracts of white galangal rhizome against Klebsiella pneumoniae urine isolate in patients with urinary tract infections. White galangal rhizome plants were extracted using 96% ethanol solvent. Antibacterial activity test was performed using the disc and wells method. The result showed that ethanol extracts of white galangal rhizome has antibacterial activity against the bacteria Klebsiella pneumoniae. In the disc method with concentrations of 80%, 60%, 40%, 20% and 10% the diameter of the inhibition zone formed are 9,8 mm; 9 mm; 7,8 mm; 7,9 mm and 7,7 mm. Inhibition of the disc method is categorized as medium because the diameter of the zone formed is only around an average of 5-10 mm. Whereas in the wells method for concentrations of 80%, 60%, 40%, 20% and 10% the diameter of the inhibition zone are 11,3 mm; 10,3 mm; 9,3 mm; 6,3 mm and 2,6 mm. The inhibitory ability at concentrations of 80% and 60% is categorized as strong because it has an average of 10-20 mm, for concentrations of 40% and 20% are categorized as medium, because it has an average inhibition zone diameter of 5-10 mm, and for concentration of 10% is categorized as weak because it has a inhibition diameter <5 mm.Keywords: White Galangal Rhizome (Alpinia galanga L. Willd), Klebsiella pneumonia ABSTRAKRimpang lengkuas putih merupakan tanaman yang memiliki khasiat di antaranya sebagai antifungi dan antibakteri. Rimpang Lengkuas putih mengandung golongan senyawa aktif yaitu golongan senyawa flavonoid, fenol dan terpenoid yang dapat menghambat mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang Lengkuas putih terhadap bakteri Klebisella pneumoniae isolat urin pada penderita infeksi saluran kemih. Tanaman rimpang Lengkuas putih di ekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri dengan metode cakram dan sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang Lengkuas putih memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae. Pada metode cakram dengan konsentrasi 80%, 60%, 40%, 20% dan 10% diameter zona hambat yang terbentuk ialah 9,8 mm; 9 mm; 7,8 mm; 7,9 mm dan 7,7 mm. Penghambatan pada metode cakram dikategorikan sedang karena diameter zona yang terbentuk hanya berkisar pada rata-rata 5-10 mm. Sedangkan pada metode sumuran untuk konsentrasi 80%, 60%, 40%, 20% dan 10% diameter zona hambatnya ialah 11,3 mm; 10,3 mm; 9,3 mm; 6,3 mm dan 2,6 mm. Kemampuan penghambatan pada konsentrasi 80% dan 60% di kategorikan kuat karena memiliki diameter zona hambat rata-rata 10-20 mm, untuk konsentrasi 40% dan 20% di kategorikan sedang, karena memiliki diameter zona hambat rata-rata 5-10 mm, dan untuk konsentrasi 10% di kategorikan lemah karena memiliki diameter zona hambat <5 mm. Kata Kunci: Rimpang lengkuas putih (Alpinia galanga L. Willd), Klebsiella pneumoniae
ANALISIS BORAKS PADA ABU KOPRA DI KABUPATEN MINAHASA DAN MINAHASA SELATAN Putri, Ida A. R.; Fatimawali, Fatimawali; Rotinsulu, Henki
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29293

Abstract

ABSTRACTBorax is one of the dangerous substances and is prohibited from being used in food products. Borax is chemical compound called sodium tetraborate (NaB4O7 ⁻10 H2O). Borax or Borax acid is usually used for making detergents and antiseptic and its use in food product, can cause a various health problems. The purpose of this study was to determine the presence and levels of Borax found in copra ash in Tateli and Lelema villages. The method which used in this study was the flame Color Test method, Tumeric Paper and UV-Vis Spectrophotometer. The results obtained that the two samples identified based on color visualization parameters. Quantitative analysis by UV-Vis spectrophotometer resulted in the value of Borax levels for each sample which calculated using the regression formula of y = 0,137x + 0,136 and the value of R2 = 0,999. Sample A is 1.131 μg/mL and B sebesar 0,277 μg/mL. The grade value indicates the presence of Borax in samples A and B. Keywords : Borax, Copra Ashes, Color Test, UV-Vis Spectrophotometry ABSTRAKBoraks termasuk salah satu zat berbahaya dan dilarang digunakan pada produk pangan. Boraks merupakan senyawa kimia dengan nama natrium tetraborat (NaB4O7 10 H2O). Boraks atau asam boraks biasanya digunakan untuk bahan pembuat deterjen dan antiseptik dan penggunaannya dalam produk-produk pangan, dapat menyebabkan berbagai gangguan pada kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan dan kadar Boraks yang terdapat pada abu kopra di Desa Tateli dan Desa Lelema. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Uji Warna pada Nyala Api, Kertas Tumerik dan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian yang diperoleh bahwah hasil analisis secara kualitatif dengan Uji warna pada Nyala Api dan Kertas Tumerik diperoleh kedua sampel teridentifikasi berdasarkan  parameter visualisasi warna. Analisis kuantitatif spektrofotometer UV-Vis menghasilkan nilai kadar Boraks tiap sampel masing-masing yang dihitung dengan menggunakan rumus regresi y = 0,137x + 0,136 dan nilai R2 = 0,999. sampel A sebesar 1,131 μg/mL dan B sebesar 0,277 μg/mL. Nilai kadar menunjukkan keberadaan Boraks di dalam sampel A dan B. Kata Kunci:  Boraks, Abu Kopra, Uji Warna, Spektrofotometri UV-Vis
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring Aaltje Ellen Manampiring Aaltje Manampiring Aaltje Manampiring Aaltje Manampiring Aaltje Manampiring Abas, Abdul Hawil Abdul Jalil Abubakar, Poetry M.S. Abubakar, Poetry Melinda Adeanne Wullur Adikila, Gregorius Giani Adithya Yudistira Adrian Umboh Ahmad Haekal Alamri, Firdaus Alexander S. L. Bolang Andini Andrew Pangemanan, Andrew Angelique Baya, Gloria Prisca Susana Angelique C. M. Tanan Anggelia Nelisa Kapantow Anita Linda Yohana Pratasik Anita Mamuaya Anita Rahel Meilina Paendong Anjely Jessica Makatempuge Annisa Hamka Antasionasti, Irma Apolonia Amelintje Gusmão Awoah Asriyana S Kaseng Astrid Noviera Iksan Axl L. Windah Ayu Fauzia Malinda B H. R. Kairupan Baharuddin, Fatmawaty Bahter, Julia V.F. Barasarathi , Jayanthi Basalamah, Rizqah BEIVY JONATHAN KOLONDAM Bernadus, Zefanya Bernadus, Zefanya G Billy J Kepel Billy J Kepel Billy J. Kepel Billy J. Kepel Billy Johnson Kepe Billy Kepel Billy Kepel Billy Kepel Bodhi , Widdhi Budiarso, Fona Hermina Dwiana Budiarso, Fone D.H. Budiarso, Hermina Butue, Leobernard Catur Riany Celik, Ismail Changiz Mohiyeddini Cheisy Anastasya Gratia Lengkong Chintya G. Derek Damaris, Damaris Datu, Olvie S. Datu, Olvie Syenni Debbie Retnoningrum Debora Tandi DEBY AFRIANI MPILA Defny Silvia Wewengkang Deliyana Lanti Desye Nurmalita Tanan Devianitta Sarapi Dian Pratiwi Dian Pratiwi Dina Rombot Dolongtelide, Jeclin Inebel Donald Andreas Chandra Dos D. L. E. Br Siagian Edward Nangoy, Edward Eka Mulya Muthalib Ekawati Tallei, Trina Ellen Manampiring, Aaltje Elly Suoth Endang Triastuti Engka, Joice Nancy Ermawati Ermawati Eva M. Mantjoro Farhan A. Bidullah Fatima Fatima Fatmawaty Badaruddin Feti Fatimah Feybe Ireine Kumayas Fona Budiarso Frans S. M. Mintardjo Frederika Filly Toad Frenly Wehantouw Frisky S. Badi, Frisky S. Friyan Criscanus Manopo Gabriela Clementine Ranti Gani Jumaat Gani, Maria A Gani, Maria A. Gayatri Citraningtyas Gazali Gazali Gemi Nastiti Gerungan, Yizreel Y. GONI, BRIGITA CHRISTANIA AURORA Gosal, Leonardo Delvin Grenshannya Anasthasya Pua Greta J. P. Wahongan Gustaaf A. E. Ratag Hamdiyah Hamzah Hamidah Sri Supriati Hanna Elga Sulu Hariyanto, Yuanita Amalia Hasan, Puput Herawati Hasan, Puput Herawati Said Hasanuddin, Israyati R. Hebber, Tri Heedy M Tjitrosantoso Henki Rotinsulu, Henki Hermina Budiarso, Fona Dwiana Herny E.I. Simbala Hosea Jaya Edy I Dewa Ayu Accyuta Kirana I Dewa Ayu Prabawati I Putu Andika Arianta Inda V. M. Rawung, Inda V. M. Intan Baiduri Irawan Yusuf Irawan Yusuf Irma Antasionasti Irma Antasionasti Irma Antasionasti Irma Febrianti Wahongan Irma Tristanti Iswanto Toling Jainer P Siampa Jainer Pasca Siampa Jayanto, Imam Jeane Mongi Jimmy Posangi Jimmy Posangi Jimmy Posangi Jimmy Posangi John Socrates Kekenusa John Socrates Kekenusa Johnson Kepel, Billy Jootje M. L. Umboh Josepin P Konda Julianri Lebang Julianri Sari Lebang Julianri Sari Lebang Jurike Kaunang Kairupan, Tara S. Kalalo, Marko Jeremia Kalalo, Tekla Kamaruddin Kamaruddin Kambey, Debora F. Kamu, Priska Eliasa Kapondo, Gwendolyn L. Karamoy, Eunike M. Karauwan, Indri G Kawengian, Shirley ES. Keintjem, Brigieta Kepel, Billy Kepel, Billy Johnson Kepel, Regina E.M. Kezia Pangemanan Kissi Parengkuan Konda, Josepin P Kuliahana, Ana Kumala Dewi, Citra Kumowal, Selphina Lady zha-zha Luntungan Lampus, Christania Landy A. Ch Lolaen LAPIAN, ALDA JULISTY GABRIELA Lasut, Misella R. C. Lasut, Misella Regina Laurencia Diva Bernadette Artantyo Lengkong, Cheisy Anastasya Gratia Ley, Gabriella Therezia Ley Lidya Togelang Lidya Valda Mamoto Lisa Kepel M Fadhel Nurmidin M. Pertiwi, Junita Ma'ruf, Nurul Qalbiyyah Makatambah, Venila Malino, Angeline Priscillia Mambo, Christi Diana Manampiring, Aaltje Ellen Mansur, Nurfauziah Mantjoro, Eva M. Maria Immaculata Tangkau Marina Mamarimbing Marko Jeremia Kalalo Marko Jeremia Kalalo Maulydia, Nur B. Max R.J. Runtuwene Meilani Jayanti Melkianus, Brando Miranti Aike Wemay Mohtar, Khumairah Monalisa Karinda Morgen Ekaputra Pangaila Muh. Rifaldi Latarang Muharli Qadri Kanon Mutiara Cantika Mutiara Ramadani Mutmainah Mutmainah Nainggolan, Ivana C. Naray, Gueen L. G. Natasya Ester Rebeca Tamahiwu Natsir, Rosdiana Ni Wayan Dianti Niode, Nurdjannah Jane Nova Hellen Kapantow Novelina Irianti Damanik Nurdjannah J. Niode Nurfitriani Nurfitriani, Nurfitriani Nurhamidin, Anastasia P.R. Oksfriani Jufri Sumampouw Olivia C. Mulalinda Olivia G. Mokolensang, Olivia G. Olvie Datu Olvie Syenni Datu Olvie Syenni Datu Olvie Syennie Datu Omega Agral Owu, Nadya M. PANI, PUTRI MARGARETHA GLAUDY Pantow, Natalia M. Patrick Muljono Patrick Muljono, Patrick Paukiran, Degol Paulina Yamlean Paulina Yamlean Paulina yamlean Pehino, Albrita Pendong, Christa Hana Angle Pertiwi, Junita Maja Poluakan, Ricko Johanes Prasetio, Nathanael F. Prayoga, Deshanda Kurniawan Puasa, Novanda S. Purwanto, Diana Shintawati Putri, Ida A. R. Putri, Prisna Aswarita Rahadian, Rifky Aditya Rahmad Dian Rambi, Christani I J Ratte, Titah Amelia Ratu, Belinda D. P. M. Ratulangi, Andrew Johanes Refa Riski Aulia Regina Masengi, Angelina Stevany Rengur, Zul Aini Rifqi Adithya Rika Wulandari Rimporok, Aprilia Rinaldi Idroes RINI Rio Windy Sondakh Ristanti Pratiwi Rizya Marchilia Mamahit Rotinsulu, Sarah Rotty, Linda WA. Rumagit, Tjandra A. RUMALUTUR, CHRISTHALIA IEWANDA Rumangu, Chrisa P. Rumondor, Erladys M. Rundengan, Gerald Sahi, Makbul Renaldi Salsabila, Febrisa Saragih, Nathin Loria , Sarah Mariana Pattuju Saranita V. G. Polii sari sakinah Sherly Dawile Shintia, Arini Siampa, Jainer P Siampa, Jainer Pasca Siboantua Broolin Simanjuntak Siringo-Ringo, Aurian Fricilia Siti Suhartini Sitti Romlah Sri Sudewi Sri Sudewi Sri Sudewi, Sri Sriwaningsih S Nahe Stevana F.A. Paat Sugeha, Inti Rizcy Sari Sumakul, Gilbert Samuel Sumual, Acika Syifa Katili Talla, Tamrin Tallei, Trina Ekawati Tania, Adinda Dwi Tendean, Lydia Estelina Naomi Terence Kanzil Titah Amelia Ratte Tjandra A. Rumagit Tjandra, Regina F. Trina E Tallei Trina E Tallei Trina E. Tallei, Trina E. Trina Ekawati Tallei Trina Ekawati Tallei TRINA EKAWATI TALLEI Trina Tallei Trina Tallei Trina Tallei Turalaki, Grace Lendawati Amelia V. Lomotu, Dinda Vanessa J. T. Seran, Vanessa J. T. Vibrila Berliana Djanas Watania, Marcela Wawo, Arsianita Ester Welong Seftian Surya Weny I Wiyono Weny Wiyono Widdhi Bodhi Widdhi Bodhi Widdhi Bodhi Widdhi Bodhi widdhi Bodhi Widdhi Bodhi Widhi Bodhi Widya Hana Putri Gerung Wijaya, Puspita Windy Sumarauw Wulan P. J. Kaunang Wulan Palilingan, Wulan Wulan Tuerah Wungouw, Herlina Ineke Surjane Wungouw, Herlina IS. Yamani, Gasim Yohanes Adithya Koirewoa Yulia Maria Jarut Yulianty Sanggelorang Yuyun Andriani Agus Zahra Zahra Zainal Abidin Zulfikri Zulfikri, Zulfikri