Claim Missing Document
Check
Articles

MENGASAH KETERAMPILAN SOSIAL PESERTA DIDIK: PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DI KELAS Fazira Septiani Dewi; Nabila Dhafiana; Sri Rahayu Umiyatur Rohmah; Tin Rustini
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v4i7.3404

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, di tempat kerja, dan dalam berbagai interaksi sosial, kemampuan ini sangat penting. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan sosial pada konteks pendidikan, mengetahui peran permainan tradisional dalam pengembangan keterampilan sosial, mengetahui implementasi dan manfaat dari permainan tradisional dalam pembelajaran, mengetahui solusi dan tantangan pada implementasi permainan tradisional dalam pembelajaran. Sekolah dapat mengajarkan keterampilan sosial kepada siswanya untuk meningkatkan perilaku positif dan mengurangi perilaku negatif. Keterampilan sosial yang baik membantu siswa mengelola stres, kecemasan, dan tekanan sosial. Memahami perasaan orang lain membantu mereka merasa lebih seimbang secara emosional dan lebih fokus pada belajar.
PERANAN INOVASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA ERA SOCIETY 5.0 Nabila Soemarto Putri; Syahla Adiba Marahani; Tin Rustini
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v4i7.3414

Abstract

Pada dunia pendidikan, tentunya memerlukan berbagai inovasi-inovasi baru sesuai dengan perkembangan zaman, khususnya pada saat ini yaitu era society 5.0 yang segala hal dalam kehidupan di dominasi oleh teknologi. Inovasi adalah yaitu perubahan yang baru berupa ide, gagasan, praktek atau objek/benda yang sifatnya spesifik, disengaja melalui program yang terencana dan dirancang untuk mencapai tujuan tertentu. Sebuah inovasi dapat dikatakan berhasil apabila penciptaan dan pelaksanaan proses, produk, jasa dan metode yang baru dapat menghasilkan perbaikan kualitas hasil yang efektif dan efisien. Dalam upaya inovasi tentunya dibutuhkan peranan tersendiri dari pendidikan karakter. Pendidikan karakter yaitu segala upaya untuk mengarahkan, melatih, memupuk nilai-nilai baik agar menumbuhkan kepribadian yang baik, bijak, sehingga dapat memberikan kontribusi yang positif kepada lingkungan dan masyarakat luas. Dalam inovasi ini, peranan guru sangatlah penting dan menjadi garda terdepan, namun tetap harus dilakukan kolaborasi dengan pemerintah dan orang tua murid dalam menyukseskannya.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPS DI KELAS 1 SEKOLAH DASAR UNTUK MEMBANGUN PENGETAHUAN DASAR DAN KETERAMPILAN ABAD 21 Dinda Novianti; Ilmi Auliyya; Salwa Asyifa Sabila; Tin Rustini
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v4i7.3415

Abstract

Memasuki abad kedua puluh satu, peran guru sangat penting dalam proses pembelajaran. Guru harus dapat mengadaptasi metode pembelajaran mereka untuk mengikuti perkembangan zaman. Guru sekarang tidak hanya berpartisipasi dalam penyampaian informasi, tetapi siswa juga berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di kelas 1 Sekolah Dasar (SD) memegang peran penting dalam membangun pengetahuan dasar dan keterampilan abad 21 bagi anak usia dini. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi pembelajaran IPS di Kelas 1 SD dalam membangun pengetahuan dasar dan keterampilan abad 21. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka yang dikumpulkan melalui jurnal ilmiah, buku buku referensi, internet, dan penelitian-penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum 2006, Kurikulum 2013, dan Kurikulum Merdeka memanfaatkan K21 dalam pembelajaran IPS dengan cara yang berbeda. Dalam Kurikulum 2006, K21 secara implisit diintegrasikan dalam KD IPS, seperti kemampuan berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan memecahkan masalah. Namun, Kurikulum 2013 lebih menekankan pada pengembangan K21 secara eksplisit dalam pembelajaran IPS sehingga keterampilan abad 21 diintegrasikan dalam tema-tema yang dipelajari.
TANTANGAN PENDIDIK DALAM MENGHADAPI ERA REVOLUSI 4.0 Ainunnisa, Ainunnisa; Wafa Nurbayinah; Tin Rustini
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v4i7.3429

Abstract

Era Revolusi Industri 4.0 merupakan era dimana pengetahuan dan teknologi berkembang dengan sangat cepat mengakibatkan perubahan cepat dan kompetitif. Era Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat memunculkan inovasi baru yang berpengaruh pada beberapa sektor, seperti ekonomi, budaya, dan sosial. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi mengakibatkan beberapa sebagian orang menangkap kesempatan dan mampu memanfaatkan dengan baik. Untuk sebagian orang yang mampu mengimbangi dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi mampu melahirkan suatu gagasan yang baru. Gagasan ini muncul untuk menjawab pemenuh kebutuhan manusia dalam berbagai bidang, tidak terkecuali pendidikan. Pendidikan merupakan penopang utama di Era Revolusi Industri 4.0. Pendidikan juga harus mengalami perubahan ke arah yang lebih baik untuk mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perbaikan mutu dan kualitas guru diharapkan mampu mempersiapkan siswa dalam menghadapi Era Revolusi Industri dan tidak menggeser peran guru sebagai mana mestinya
MENGANALISIS DAMPAK KURIKULUM YANG BERUBAH-UBAH TERHADAP PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Galuh Sekar Putri Prameswari; Sam Rizqi Yunaenti; Sri Nurulita; Tin Rustini
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 8 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v4i8.3521

Abstract

Pendidikan dasar adalah fondasi penting dalam pembentukan karakter, pengetahuan, dan keterampilan generasi muda. Pemerintah sering mengubah kurikulum untuk meningkatkan mutu pendidikan, namun dampaknya terhadap pembelajaran di sekolah dasar perlu dianalisis lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis dampak perubahan kurikulum. Hasil menunjukkan bahwa perubahan yang sering terjadi dapat menyebabkan ketidakstabilan bagi pendidik dan siswa, menghambat adaptasi, dan menurunkan prestasi siswa. Kurikulum harus adaptif untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Peran kurikulum meliputi pelestarian budaya, evaluasi kritis kebudayaan, dan penciptaan inovasi baru. Faktor pendorong perubahan kurikulum meliputi kemerdekaan negara, kemajuan teknologi, dan pertumbuhan populasi. Pemahaman mendalam tentang dampak perubahan kurikulum dapat membantu merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
PELUANG DAN TANTANGAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN BAGI PENDIDIKAN INDONESIA Raudhatul Khasanah; Destriya Risdayatie; Diah Sukma Pratiwi; Tin Rustini
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v4i9.3537

Abstract

Dalam era digital, teknologi telah menjadi elemen penting dalam pendidikan di Indonesia, menawarkan peluang untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas. Melalui e-learning dan platform digital, siswa, termasuk di daerah terpencil, dapat mengakses pendidikan berkualitas. Teknologi juga mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti literasi digital dan kolaborasi. Namun, tantangan seperti kesenjangan digital, keterbatasan infrastruktur, dan kurangnya kompetensi digital guru perlu diatasi. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis peluang dan tantangan penerapan teknologi dalam pembelajaran di Indonesia, serta menawarkan solusi untuk mengoptimalkan penggunaannya. Dengan kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat, teknologi dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
IMPLEMENTASI NILAI SOSIAL DALAM MEMBANGUN KESADARAN BUDAYA PADA JENJANG SD DI KELAS AWAL Andini Elnivira; Jihan Safitri; Meisya Dwi Aryanti; Tin Rustini
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v4i9.3554

Abstract

Pendidikan di usia dini, khususnya di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas awal, merupakan masa kritis dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak. Salah satu aspek penting yang perlu dikembangkan adalah kesadaran sosial budaya. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di kelas awal dapat menjadi sarana efektif untuk membangun kesadaran ini. Kesadaran sosial budaya mencakup pemahaman akan keragaman budaya, toleransi, empati, dan tanggung jawab sosial. Membangun kesadaran ini sejak SD penting karena dapat membentuk karakter anak yang terbuka, toleran, dan menghargai perbedaan, meningkatkan kemampuan berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan sosial yang beragam, menanamkan nilai-nilai positif seperti kepedulian dan kontribusi pada masyarakat, serta mempersiapkan anak menjadi warga negara yang baik.
PENTINGNYA MEMPERKENALKAN KONSEP DIRI BAGI SISWA SEKOLAH DASAR SESUAI DENGAN TEMA 1 KELAS 1 KURIKULUM 2013 Lailatul Badriyah; Najwa Adistia Nisrina; Hurulaynizarqa; Tin Rustini
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v4i9.3587

Abstract

Pada dasarnya pendidikan guna membantu anak untuk mengembangkan diri. Dalam mewujudkan tujuan dari pendidikan, dapat dimulai dari pengenalan diri terhadap anak. Konsep diri merupakan karakteristik yang membedakan seseorang dari orang lain. Berdasarkan data yang diketahui, banyak kenakalan yang dilakukan oleh anak sudah termasuk pada kategori kejahatan. Pengenalan konsep diri ini harus diajarkan sedini mungkin untuk mencegah terjadinya kenakalan anak pada masa yang akan datang. Buku tema 1 pada kelas 1 yang berjudul “Diriku” ini hadir sebagai pengenalan pertama bagi anak yang baru menginjakkan kaki di dunia sekolah dan masyarakat mengenai identitas mereka. Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi literatur melalui pencarian data dan informasi. Konsep diri didefinisikan sebagai pendapat, perasaan, atau gambaran seseorang tentang dirinya sendiri dalam hal fisik dan psikis (sosial, emosi, moral, dan kognitif). Konsep diri tidak tumbuh sendirian; sebaliknya, konsep diri berkembang sebagai hasil dari interaksi dengan orang lain. Oleh karena itu, pembelajaran di sekolah berpengaruh besar dalam pembentukan konsep diri siswa. buku tema satu dengan tema “Diriku” ditujukan untuk membantu peserta didik dalam mengenal dirinya, membantu mengembangkan pemahaman tentang diri mereka sendiri, dan mengenal diri.
PENERAPAN PERILAKU POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Nadya Khairunnisa Purwana; Sekarningrum Nurhidayah; Tiwi Ananta Luqyana; Tin Rustini
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v4i9.3592

Abstract

Pembangunan kesehatan dilakukan untuk meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat, namun ditentukan oleh faktor tertentu. Kesadaran akan pentingnya kesehatan sudah harus ditanamkan dari lingkup keluarga, sehingga anak usia sekolah sudah terlatih untuk menjaga kesehatan.Salah satu upaya yang dipromosikan pemerintah yaitu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penerapan PHBS dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental siswa, sehingga meningkatkan fokus dan konsentrasi mereka dalam belajar. Selain itu, penerapan PHBS juga dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan, sehingga memotivasi siswa untuk belajar lebih giat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan penerapan PHBS di sekolah-sekolah dasar, baik melalui edukasi kepada siswa maupun penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung.
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA SD Dhaifa Shafya Khasyia; Naila Azzahra; Nok Nessa Raudatul Zanah; Tin Rustini
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v4i10.3636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi cara memanfaatkan media digital dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan minat belajar siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu kajian pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam era digital ini, penggunaan teknologi dalam pendidikan menjadi semakin penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan interaktif. Media digital dapat menghubungkan materi IPS dengan kehidupan nyata siswa melalui contoh-contoh aktual, isu-isu terkini, dan studi kasus. Hal ini dapat membantu siswa melihat relevansi IPS dengan kehidupan mereka dan menumbuhkan minat mereka untuk mempelajarinya. Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, siswa dan guru dapat memanfaatkan kemajuan teknologi, baik teknologi digital maupun teknologi komunikasi berbasis jaringan internet untuk menunjang kegiatan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan dapat meningkatkan minat belajar pada siswa sekolah dasar. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa media digital membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih efektif dan menarik.
Co-Authors Afifah Nurani Kamilia Aisyah Agnia Rahmi Agus Mulyana Ainunnisa, Ainunnisa Alfia Usmi Latifah Alia Muflihah Ramadani Amala Sundari Amalia Dwi Pertiwi Andini Elnivira Anti Muthmainnah Arfi Purnama Nur Indah Arya Chandra Wiguna Asep Rudi Nurjaman Atikah Nur’afra Auliadi Auliadi Chendi Maulana Chichi Elsa Nurhayati Chika Fadia Mukaromah Dela Lestari Delis Fitriya Nur Hidayah Denis Desfriyati Desi Nursyifa Ramdhani Destriya Risdayatie Destyana Awalia Firanti Dewi, Dinie Anggraeni Dhaifa Shafya Khasyia Dhilla Pratiwi Diah Sukma Pratiwi Dinda Novianti Dini Alfiani Elis Rina Nuraeni Ervhy Indra Puspita Evita Nor Effendy Fadillah Anissa Febrianti Fannia Sulistiani Putri Fany Isti Fauzia Fatimatul Zahro Fazira Septiani Dewi Febby Nur Adhari Feronika Manalu Fitria Frisian Nur Hanapiah Galuh Sekar Putri Prameswari Gina Amalia Gina Nur Puadah Hafni Fauziyyah Haifa Annisa Hanif Khotimah Hasna Salsa Izdiar Hurulaynizarqa Iga Ghufrani Juniarti Ika Pra Sauma Ilma Siti Salamah Ilmi Auliyya Intan Ratu Anggia Irawati Nuraeni Ismi Rahmayanti Isna Nadifah Nur Fauziah Jihan Safitri Keyla Zahra Kirana Citha Mutiara Lailatul Badriyah Lailatul Qurrota Ayuni Linda Puspita Sari Livia Aliyah Alfita M. Hanif Dhiyaulhaq Meisya Dwi Aryanti Melani Khalimatu Sa’diyah Melia Nurkhalisa Mila Deskia Mita Anggraeni Moch Fitran Naufaldy Muh. Fikri Akbar Ramdhan MUH. HUSEN ARIFIN Muh.Husen Arifin Muthia Aprianti Mutia Qana'a Mutiara Yanda Muzzamil Ali Qodari Nabella Yaniariza Putri Nabila Dhafiana Nabila Ratri Widya Astuti Nabila Soemarto Putri Nabila Tri Nabilla Nur Fauziah Nadia Try Nadya Khairunnisa Purwana Naila Azzahra Najwa Adistia Nisrina Najwa Shalsabilla Apris Naufal Latifah Nazwa Kusumawicitra Nazwa Putri Rizkita Neng Ani Neng Nisa Audina Agustina Nok Nessa Raudatul Zanah Nur Laeli Asyahidah Nurassyifa Qurotul Aini Nurhalizah Apriyani Nurlaila Ramadhani Nurul Mutia Ramdhani Pikir Wisnu Wijayanto PRIHANTINI Putri Khairunnisa Putri Nur Isnaini Ramanda Putri Mardiyyana Raudhatul Khasanah Renita Winarwan Restu Rahayu Rhaudya Zihan Esa Maghfira Riana Marthalivia Jauhar Rida Nazmi Farhani Rifa Fauziah Kamal Rifa Rahmadiani Dewi Rifandi Kusuma Rika Hanipah Rohayati - Sabrina Octaf Erina Sally Alya Febriyani Salma Irdhillah Salsabila Nur Anisa Salwa Asyifa Sabila Salwa, Netha Salwa Noviyanti Sam Rizqi Yunaenti Sekarningrum Nurhidayah Selly Ade Saputri Selvi Triwanvi Septi Yunita Sintia Adi Putri Siti Zaqiyah Sofian Putri Lumban Gaol Sri Nurulita Sri Rahayu Umiyatur Rohmah Syafira Rama Dhani Novianingsih Syahla Adiba Marahani Syifa Astriani Syifa Dilla Khansa Tarisa Nuryanti Tiwi Ananta Luqyana Wafa Nurbayinah Yanda, Mutiara Yona Wahyuningsih, Yona Yunisa Sapphira Titalia Zahra Amanda Koswara Zaskia Putri Aulia Azzahra Zidna Syifanadia Impian Pragita