p-Index From 2021 - 2026
11.253
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ISTORIA BAHASA DAN SASTRA Attoriolong Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan Humano: Research Journal LINK Phinisi Integration Review Jurnal Moral Kemasyarakatan Equilibria Pendidikan : Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Walasuji : Jurnal Sejarah dan Budaya JEKPEND Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Jurnal Fokus Manajemen Bisnis Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Riset: Jurnal Aplikasi Ekonomi Akuntansi dan Bisnis Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA) Widya Pranata Hukum : Jurnal Kajian dan Penelitian Hukum International Journal of Social Learning (IJSL) Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama JANAKA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KEWIRAUSAHAAN INDONESIA Lani: Jurnal Kajian Ilmu Sejarah dan Budaya Abdimas Altruis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ekonomi Manajemen dan Sosial (JEMeS) ALLURE JOURNAL Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia Journal of Artificial Intelligence and Digital Business ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Inisiatif: Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Jurnal Ekonomi dan Riset Pembangunan Journal of Economic, Religious, and Entrepreneurship (JoERE) Multidisciplinary Journal of Education, Economic and Culture Miftah Danadyaksa Historica Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Journal of Digital Community Services Paramacitra : Jurnal Pengabdian Masyarakat Anjasmoro: Islamic Interdisciplinary Journal Proceeding Of International Conference On Education, Society And Humanity Pinisi Journal of Community Service Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran Multidisciplinary Indonesian Center Journal Indonesian Journal of Education J-CEKI Ulil Albab PESHUM Indonesia Economic Journal Journal of Economic and Business Journal of Sustainable Innovation Engineering Ethnography: Journal of Design, Social Sciences and Humanistic Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Ma’nene: Dinamika Sejarah Tradisi Membersihkan dan Mengganti Pakaian Jenazah Leluhur Suku Toraja Bustan, Bustan; Najamuddin, Najamuddin; Jumadi, Jumadi; Bahri, Bahri
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 7 No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v7i1.7942

Abstract

The Toraja people still maintain their cultural existence in the midst of advances in technology and science, they still carry out traditions from generation to generation called Ma'Nene.However, this culture, over time, has undergone various changes that are no longer original and have even begun to be abandoned by some of its supporting communities. Therefore, this paper seeks to reveal the background of the birth of the Ma'Nene culture, and the factors underlying this cultural change in the Toraja people. This study uses historical research methods, including heuristics (data collection process), criticism/verification (data analysis), interpretation (data interpretation), and historiography (data writing) into a complete story of events.Ma'Nene for the Toraja people is not just a traditional ceremony, but has a deep meaning. Along with the times, various changes have occurred in this Ma'Nene tradition. Various shifts in meaning so that gradually this ceremony is just carrying out the tradition. However, in this way the community continues to maintain the Ma'Nene ceremony because there are still many Toraja tribes who believe that if it is not carried out, it will bring disaster to their lives, for example, failed harvests. The Ma'Nene culture is the ancestral culture of the people who adhere to the Aluk Todolo belief, but the majority of them are already Christian, but some of them still carry out this Ma'Nene culture.Suku Toraja masih mempertahankan eksistensi kebudayaan mereka di tengah kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, mereka masih melaksanakan tradisi secara turun temurun yang disebut dengan Ma’nene. Akan tetapi budaya tersebut, seiring perkembangan waktu mengalami berbagai perubahan yang tidak lagi orisinil bahkan sudah mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat pendukungnya. Olehnya itu, tulisan ini berupaya mengungkap tentang latar belakang lahirnya budaya Ma’Nene, dan faktor yang mendasari terjadinya perubahan budaya tersebut pada Suku Toraja. Kajian ini menggunakan metode penelitian sejarah, meliputi heuristik (proses pengumpulan data) kritik/verifikasi (analisa data), interpretasi (penafsiran data), dan historiografi (penulisan data) menjadi suatu cerita peristiwa yang utuh. Ma’Nene bagi masyarakat Toraja bukan hanya sekedar upacara adat, namun memiliki makna yang mendalam. Seiring perkembangan zaman berbagai perubahan yang terjadi pada tradisi Ma’Nene ini. Berbagai pergeseran makna sehingga lambat laun upacara ini hanya sekedar menjalankan tradisi. Namun dengan begitu masyarakat tetap mempertahankan upacara Ma’Nene karena masih banyak dari Sukut Toraja  yang percaya bahwa jika tidak dilaksanakan akan membawa mala peTidaka bagi kehidupannya, misalnya saja hasil panen yang gagal. Budaya Ma’Nene merupakan budaya leluhur masyarakat yang menganut kepercayaan Aluk Todolo, namun mayoritas mereka sudah beragama kristen, tetapi masih ada diantara mereka yang tetap melaksanakan tradisi Ma’Nene ini.
Adat Limayya dalam Struktur Lembaga Pemerintahan Adat Ammatoa di Tana Toa Kajang Bulukumba Elfira, Elfira; Najamuddin, Najamuddin; Bahri, Bahri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan Adat Limayya yang merupakan bagian dari struktur lembaga pemerintahan adat Ammatoa Kajang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan menggunakan pendekatan analisis sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu: heuristik, kritik, interpretasi, historiografi. Awal mula berdirinya Adat Limayya karena Ammatoa memerlukan bantuan untuk bekerjasama mengatur dan mengawasi sistem yang mengatur kehidupan masyarakat, meliputi kepercayaan, adat istiadat pergaulan, hubungan kekeluargaan, pertanian dan pemerintahan. Selanjutnya terjadi perubahan kewenangan pada lembaga pemerintahan adat yaitu pada tahun 1985 pada masa Pak Haji Tayyeb menjabat sebagai kepala desa, dimana kepala desa dapat merangkap jabatan sebagai bagian dari anggota Adat Limayya. Alasannya, dilatarbelakangi oleh keinginan untuk lebih berdaya guna dalam pengelolaan wilayah dan pelayanan kepada masyarakat yang didasari oleh pertimbangan optimalisasi pelayanan dan pengelolaan desa dengan menduduki jabatan Kepala Desa sekaligus menjadi anggota Adat Limayya.
Rekam Jejak Kepemimpinan Kharismatik I Aba Jadjid Bostan Daeng Mamadja sebagai Karaeng Galesong XVII (1952-2009) Hidayat, Irwan; Bahri, Bahri; Najamuddin, Najamuddin
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i2.46051

Abstract

Throughout its history, the Kingdom of Galesong has been led by 19 rulers, known as Karaengs or Traditional Leaders. This study focuses on the leadership of I Aba Jadjid Bostan Daeng Mamadja, the 17th Karaeng of Galesong, who held the longest reign from 1952 to 2009. Prior to becoming king, he had already proven and shaped his leadership through a series of heroic events that built his reputation and image as a charismatic leader. This research employs a qualitative method with a historical approach. The findings indicate that the formation of I Aba Jadjid Bostans charismatic leadership was influenced by both external (destiny or birthright) and internal (deliberate formation through rigorous training) factors, in line with Max Webers theory. His leadership experienced significant shifts in the role and function of a Karaeng. From 1952 to 1962, as Karaeng of Galesong, he acted both as the head of government in an administrative sense and as the leader of the kingdoms traditional community. However, from 1962 to 2009, his authority was reduced to leading only the kingdoms customary community due to changes in Indonesias governmental structure. Throughout his reign, he was known as a deeply respected and beloved Karaeng, admired for his wisdom, strong character, and charismatic presence. It is therefore unsurprising that his leadership left a lasting legacy, particularly in preserving the existence of the Kakaraengang institution and the cultural traditions of Galesong.
Proses Perjuanagan Andi Nyiwi dalam Mempertahankan Kemerdekaan di Malili 1945 1946 T, Riska; Kesuma, Andi Ima; Bahri, Bahri; Najamuddin, Najamuddin
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i2.46050

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan historis yang secara kritis mengkaji peran Andi Nyiwi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Malili pada tahun 19451946. Penelitian ini menggunakan empat tahapan metode sejarah, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, analisis dokumen, serta wawancara dengan sejarawan lokal dan keturunan para pejuang kemerdekaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Andi Nyiwi, sebagai ketua Pemuda Republik Indonesia (PRI) di Malili, memainkan peran penting dalam melawan pasukan Belanda (NICA) melalui strategi gerilya dan mobilisasi masyarakat. Kepemimpinan dan pengorbanannya menjadi simbol semangat perlawanan rakyat Luwu yang tercermin dalam semboyan heroik Toddo puli Temmalara (Jangan sekali-kali mundur). Penelitian ini menekankan pentingnya narasi lokal dalam memperkaya historiografi nasional dan perlunya pengakuan terhadap tokoh-tokoh daerah dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Penelitian ini berkontribusi dalam pemahaman tentang bagaimana gerakan perlawanan yang dipimpin oleh pemuda turut membentuk awal berdirinya republik.
IMPLEMENTASI PENUGASAN DOSEN DI SEKOLAH UNTUK PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA MATA PELAJARAN SEJARAH INDONESIA DI SMA 1 GOWA Bahri, Bahri; Nuraeni, Nuraeni; Misnah, Misnah; Riang tati, Andi Dewi; Nurlela, Nurlela
ISTORIA : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol. 18 No. 1 (2022): ISTORIA Edisi Maret, Vol. 18. No. 1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/istoria.v18i1.48098

Abstract

Integrating character education in the learning process is an effort to instill character values in students that lead to learning that not only pays attention to cognitive but also affective and psychomotor aspects. Historical subjects have an important role in character formation in students so that the values implicit in an event become very important to be integrated in learning. The implementation of character education has not yet been realized in the subjects of Indonesian history in SMA Negeri 1 Gowa because the learning models and methods used are not varied, other than that the learning tools used do not contain the character values that will be achieved at each step of learning. This leads to the inability of students to identify character values in learning history. The approach used is qualitative. While the data collection techniques used include observation, interviews and documentation. The results showed that the implementation of character education by preparing learning tools based on character education can realize character learners and be able to identify character values in historical learning material.Keywords: PDS, Character Education, Indonesian History.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SEJARAH DALAM MENINGKATKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Armayani, Armayani; Bahri, Bahri
Humano: Jurnal Penelitian Vol 14, No 2 (2023): PERIODE NOVEMBER
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v14i2.6640

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui efektivitas pembelajaran sejarah kepada siswa dalam upaya meningkatkan persepsi siswa terhadap Pancasila. Kajian ini menemukan bahwa setiap mata kuliah, khususnya sejarah, berupaya untuk menjadikan mahasiswa yang memahami Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia sebagai pembelajar. Keenam komponen profil mahasiswa Pancasila juga konsisten digunakan dalam semua pembelajaran berkelanjutan. Mempertahankan moral dan nilai-nilai luhur negara, mempersiapkan siswa menjadi warga dunia, mempromosikan keadilan sosial, dan mengembangkan keterampilan abad 21 adalah tujuan utama dari profil siswa Pancasila. Dengan kata lain, di era globalisasi, peserta didik diharapkan berkembang menjadi peserta didik yang berkarakter, sehingga tidak hanya maju secara teknologi tetapi juga berkembang dari segi kemanusiaan dengan kepribadian yang dimilikinya. Menemukan bahan dari buku dan jurnal yang relevan dengan topik yang diangkat adalah bagaimana penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan teknik kepustakaan.
GURU SEJARAH SEBAGAI AGEN PERUBAHAN DALAM PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF ABAD 21 Ansar, Mutakharah; Bahri, Bahri
Humano: Jurnal Penelitian Vol 15, No 1 (2024): PERIODE JUNI
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v15i1.8162

Abstract

This research aims to identify challenges and innovations in teaching history in the 21st century and explore the role of teacher professionalism in improving the quality of education. The method used is literature study, namely reviewing data that already exists and is ready to be used. The research results show that history teachers need to have high professionalism, technological skills, and the ability to create innovative learning in order to compete at the global level. Innovations in learning, such as the use of creative media and information technology, are critical to increasing student engagement and understanding. Key challenges include the need to overcome student boredom, utilize technology effectively, and ensure that history learning is relevant and contextual. It was found that creative and innovative history teachers can create a dynamic and interesting learning environment that helps students understand the material better and develop good character. This research emphasizes the importance of infrastructure support and training for teachers to integrate technology in history learning effectively. Thus, history teachers in the 21st century are expected to be able to overcome the challenges of globalization and take advantage of existing opportunities to improve the quality of education and produce competent and highly competitive human resources.
REVITALIZATION OF MOSQUE FUNCTIONS IN EMPOWERING CITY ISLAMIC COMMUNITIES BANDAR LAMPUNG Kurniawan, Agus Tri; Bahri, Bahri; Mukmin, Hasan; Yanti, Fitri
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 1, No 1 (2023): First International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The mosque reflects all the activities of Muslims, the mosque is a benchmark and indicator of the welfare of the people both physically and spiritually. There are several mosques in Indonesia that are not carrying out their functions properly, due to the increasing pandemic and the lack of mosque administrators who have contributed to providing potential and ideas in empowering mosques so that the functions of mosques have decreased. Mosque revitalization has indicators of Idaroh Maddy or (Physical Management), Idaroh Ruhiy or (Funcsional Management). The mosque even has areas as pilot centers, namely the Idaroh (Managerial), Imaroh (Development and Empowerment) and Ri'ayah (Maintenance) sections. The function of the mosque at this time must at least fulfill a number of things, namely: the mosque as a center for ritual worship, an Islamic education center, a center for economic empowerment for the people, a health service center for the people, a center for social services for the people, and the mosque as a center for information and communication for the people. This research method is descriptive qualitative which collects primary and secondary data by means of interviews, observation and documentation. Based on the results of data analysis, the revitalization of the functions of the Al Furqon mosque in Bandar Lampung, the Ad Du'a Way Halim Mosque in Bandar Lampung and the Jami Al Anwar Masjid Teluk Betung Selatan are active in several functions, namely 1) Primary Function. 2) Worship Function. 3) Secondary Functions. 4) Educational Function. 5) Economic Function. 6) Community Empowerment Function. 7) Support Functions. Of the three mosques in the city of Bandar Lampung which represent other mosques in advancing and prospering mosques and revitalizing the functions of mosques, namely the functions of mosques have changed and shifted from time to time. The mosque currently functions as a forum for da'wah, economic, social, educational, congregational development, congregational welfare, training. Based on the implementation of the mosque's function in community empowerment, a participatory approach and congregation-based collaborative collaboration is found as a form of community empowerment innovation. The author's suggestions and recommendations are for all mosque administrators to activate the functions of mosque organizations that are less productive by evaluating them so that they will be better in the future
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Identifikasi, Penentuan Prioritas Dan Penyusunan Upaya Perbaikan Permasalahan Kesehatan Lingkungan Nuryanto, Nuryanto; Widiyanto, Teguh; Lagiono, Lagiono; Bahri, Bahri
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.10590

Abstract

Beberapa permasalahan kesehatan lingkungan dapat menjadi potensi penularan penyakit, namun tidak dapat dilakukan intervensi secara keseluruhan, mengingat keterbatasan sumber daya. Sehubungan dengan hal tersebut, maka identifikasi dan penentuan prioritas dapat dilakukan sebagai langkah awal dalam penyelesaian permasalahan kesehatan lingkungan. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dalam mengidentifikasi, menentukan prioritas dan menyusun upaya perbaikan permasalahan kesehatan lingkungan dalam rangka pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Metode dan Sasaran kegiatan adalah kader kesehatan sebanyak 32 orang dengan Kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi, sosialisasi, pendampingan (identifikasi, penentuan prioritas dan penyusunan upaya perbaikan) serta evaluasi. Analisis data menggunakan uji t-test dependent untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan kader kesehatan sebelum dan sesudah kegiatan pemberdayaan masyarakat. Hasil Identifikasi dan penentuan prioritas masalah kesehatan lingkungan di Desa Karangmangu ditemukan 5 besar permasalahan kesehatan lingkungan prioritas yang perlu dilakukan perbaikan antara lain sampah rumah tangga belum dilakukan pengolahan, terdapat rumah tangga yang belum mengakses sarana sanitasi dasar, rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), terdapat rumah tangga yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan kurangnya kesadaran dalam pemberantasan sarang nyamuk. Perlu adanya upaya perbaikan terhadap 5 prioritas masalah kesehatan lingkungan secara berkelanjutan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Karangmangu.
Kepastian Hukum Personal Guarantee Sebagai Penjamin Kredit Bank yang Juga Menjadi Penjamin untuk Debitur Lain di Bank Lain Bahri, Bahri; Tondy, Cicilia Julyani; Irhamsah, Irhamsah
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Januari 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v2i1.1156

Abstract

Abstract : Based on Article 1820 of the Civil Code, an individual guarantee (borgtocht or personal guarantee) is an agreement in which a third party, for the benefit of the debtor, commits himself to fulfill the debtor's obligations regarding the main agreement. The individual agreement is in the form of an assessor or additional guarantee, but apart from that, a fixed asset guarantee is required. This research aims to find out how to implement the provision of a personal guarantee for all personal assets to pay off the debt of 2 (two) debtors at another bank and find out the extent of legal certainty. regarding the act of guaranteeing a personal guarantee for 2 (two) debtors at another bank, the issue is whether the implementation of the guarantee is in accordance with the rules and regulations so that it does not violate the rules because in general and according to the regulations, a personal guarantee only guarantees one debtor, so the problem What is discussed in this article is the process of implementing a personal guarantee which guarantees more than 1 (one) debtor at a different bank, apart from that, what is the form of legal certainty in implementing a personal guarantee which guarantees more than 1 (one) debtor at another bank .The legal theory used in this research is the theory of legal certainty according to Gustav Radbruch and the legal theory of guarantee by J Satrio. The method used in the research is normative juridical, namely legal research interviews or secondary data with primary, secondary and tertiary sources of legal materials. The research approaches used are the Legislative Approach, Conceptual Approach, Analytical Approach, Case Approach and techniques for collecting legal materials by identifying and inventorying positive legal rules, book literature, journals and other sources of legal materials. The analysis technique for legal materials is carried out using grammatical interpretation, historical interpretation and systematic interpretation, and legal construction methods. The results of the research found that providing personal guarantees by guaranteeing more than 1 (one) debtor in different banks is not optimal because it is only limited to the bank's internal beliefs, especially as such personal guarantees are only considered as moral guarantees so that many legal loopholes can occur, and up to Currently, the Civil Code, Banking Law, and OJK Regulations do not have clear rules either prohibiting or allowing such legal actions, so there is no legal certainty for the parties. However, the practice of personal guarantees to date is still an additional guarantee apart from material guarantees.   Keywords : Bank credit which is also a  guarantor for    Other Debtors in Other Banks, Guarantee, Personal Guarantee Legal Certainty.   Abstrak : Berdasarkan Pasal 1820 KUH Perdata, jaminan perorangan (borgtocht atau personal guarantee) adalah suatu perjanjian dimana seorang pihak ketiga, guna kepentingan si berpiutang mengikatkan diri untuk memenuhi perikatan si berutang terhadap perjanjian pokok. Perjanjian perorangan bersifat assesoir atau jaminan tambahan namun diluar itu sudah dipersyaratkan adanya jaminan fix asset, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pelaksanaan atas pemberian personal guarantee terhadap seluruh harta kekayaan pribadi untuk pelunasan hutang 2(dua) debitur di bank lain dan mengetahui sejauh mana kepastian hukum atas tindakan penjaminan personal guarantee atas 2(dua) debitur di bank lain, menjadi persoalannya apakah penerapan  jaminan tersebut  sudah sesuai dengan aturan dan perudang-undangan sehingga tidak menyalahi aturan karena pada umumnya dan sesuai peraturan bahwa personal guarantee hanya menjamin seorang debitur saja, sehingga permasalahan yang diangkat dalam tulisan ini adalah bagaimana proses penerapan jaminan personal guarantee yang menjamin lebih dari 1(satu) debitur di bank lain, selain itu bagaimana bentuk kepastian hukum dalam penerapan jaminan personal guarantee yang menjadi penjamin lebih dari 1(satu) debitur di bank lain. Teori hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kepastian hukum menurut Gustav Radbruch dan  teori hukum jaminan J Satrio. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah yuridis normatif, yaitu penelitian hukum wawancara atau data sekunder dengan sumber bahan-bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Adapun pendekatan penelitian yang dipergunakan Pendekatan Perundang-Undangan, Pendekatan Konseptual, Pendekatan Analitis, Pendekatan Kasus dan teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan menginventarisasi aturan hukum positif, literatur buku, jurnal dan sumber bahan hukum lainnya. Untuk teknik analisa bahan hukum dilakukan dengan penafsiran gramatikal, penafsiran Historis dan penafsiran Sistematis, dan metode konstruksi hukum. Hasil penelitian ditemukan bahwa pemberian personal guarantee dengan menjamin lebih dari 1(satu) debitur di bank lain menjadi tidak optimal karena hanya sebatas keyakinan internal bank terlebih personal guarantee semacam itu hanya dianggap sebagai jaminan moral saja sehingga banyak celah hukum yang bisa terjadi, dan sampai saat ini KUH Perdata, Undang-undang Perbankan, Peraturan OJK tidak ada aturan yang jelas baik melarang atau memperbolehkan tindakan hukum seperti itu sehingga tidak memiliki kepastian hukum kepada para pihak. Meskipun demikian praktik personal guarantee sampai saat ini memang masih menjadi jaminan tambahan selain dari pada jaminan kebendaan.
Co-Authors A. Octamaya Tenri Awaru Adelina Rajagukguk, Sry Aditya, Ascasaputra Adrian, Nour Muhammad Ahmad Ahmad Ahmadin Ahmadin Ahmadin Ahmadin Akbar, Muh Akbar, Muh. Al Haris All, Muh. Akhyar Alamsyah, Fikri Amiruddin Amiruddin Amirullah -, Amirullah Andi Aco Agus, Andi Aco Andi Dewi Riang Tati Andi Ima Kesuma Ansar, Mutakharah Ansyar, Ansyar Antonius Satria Hadi Ardhi Khairi, Ardhi Ardi Ardi Ariyani, A. Rina Armayani, Armayani Armin, Ahmad Artha, Bhenu Ashari, Siti Nurjannah Asmunandar Asmunandar, Asmunandar Asri, Cahya Purnama Aswan Aswan Aulia E.M, Andi Az Zahra, Khofifa Ba’asyir, Muhammad Rizal Bosra, Mustari Budiarti, Yumi Fitri Budy Wiryawan Bustan Bustan, Bustan Darman Manda Manda Dewi Lestari Dewi, Andi Dewi Riang Tati Dewi, Shabrina Syntha Dinka, Cynta Alya Elfira Elfira, Elfira Fachry Abda El Rahman Fadli Fadli Fajar Santoso Falihin, Dalilul Fatwa, Magfirah Eka Fikri, Muhammad Nurul Fitri Yanti Fitria Wulandari Hadi, Antonius Satria Harjianty A.R, Suci Nurul Hasana, Fauziatul Hasni Hasni HERI TAHIR HERI, RIRIN NURFAATHIRANY Hertikasari, Ainun Hery, Riri Nurfaathirany Heryawanti, Eka Puji Hidayat, Irwan I Gusti Bagus Wiksuana Ibrahim Arifin Ibrahim, M Nur Idris, Muh. Irfan Imran, Siti Nurfadila Insani, Al Fajrin Irhamsah, Irhamsah Jamhari Jamhari Jumadi Jumadi Jumriani, Jumriani Junaeda, St. Kabubu, Rusmala Dewi Kamaruddin, Syamsu A Khaeruddin Khaeruddin Kristiana Sri Utami Kurniawan, Agus Tri Lagiono Lagiono, Lagiono Latif, Abd. M, Muhammad Rafly M. Rasyid Ridha Maemunah Maemunah Malihu, La Manggala, Kasma Marsuki, Zulfadli Masdayanti, Masdayanti Matipa, Tirsa Trisandi Maya Kasmita Meidiana Wahda, Aulya Mina Holilah, Mina Misnah Misnah Muh. Akbar Muhammad Amin Muhammad Syukur Mukli, M Muhyan Syahreza Fahrefi Mukmin, Hasan Muslika, Yulia Muslimin, Nurul Fadilah Mustari Mustari Nabila Nurul Insani Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Niken Permata Sari, Niken Permata Nur, Ahmad Nuraeni Nuraeni Nurfadillah, Sabda Nurlela Nurlela Nurlina Nurlina Nuryanto Nuryanto Nuryanto Nuryanto Patahuddin Patahuuddin Permata Sari, Niken Prasetya, Bangun Putra Prasetyo, Widodo Purnama Asri , Cahya Purnama Asri, Cahya Putri, Adelia Mahayani Putri, Marzhela M Putri, Sarah Arsitha Rahman, Rahmatullah Abdul Rahmawati, St. Raihan, Atha Ramadhani, Fitriah Ramli, Ilmardani Rince Rasyid Ridha Rasyid Ridha, Rasyid Ridha Rezeki, Apriyani Putri Riang Tati, Andi Dewi Rifal, Rifal Risfiana, Ira Rufer Firma Harianja Ruhushandy, Ichwan Erlangga Sadewi, Juwita Putri Sadriani, Andi Saputra, Fery Ikhsan Saputra, Irwansya Sari, Utami Tunjung Sastia, Thesa Nur Satria Hadi, Antonius Satriadhi, Bintoro Sinring, Abdullah Subair Subair Subair, Ahmad Suhartini Suhartini Sulmi, Sulmi Sultan, Sulhani Purwanti Sumardin, Oschar Suniyah, Siti Arah Supranta, Virginia Amelia Suriani Abbas Susetya, Muh. Agil Syamsuridhawati, Syamsuridhawati Syarif, Nurul Hidayanti T, Riska Tati, Andi Dewi Riang Tati, Andi Dewi Ring Teguh Widiyanto, Teguh Tenriulan, Andi Theodorus Pangalila Tondy, Cicilia Julyani Tunjung Sari, Utami Usman, Sahrah Fadillah Widi Astuti Yacob, Zahra Giovana Yati, Suci