p-Index From 2021 - 2026
7.701
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management Jurnal Fitopatologi Indonesia Vegetalika Jurnal Sain Veteriner Jurnal Ilmu Pertanian Jurnal Penelitian Saintek Biospecies Journal of Tropical Life Science : International Journal of Theoretical, Experimental, and Applied Life Sciences Jurnal Veteriner Jurnal Natur Indonesia Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Prosiding Seminar Biologi Bioedukasi BIOTROPIA - The Southeast Asian Journal of Tropical Biology IPTEK Journal of Proceedings Series Jurnal Sains dan Teknologi BUNGAMPUTI Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Jurnal Riset Ekonomi & Bisnis Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi Biotropika Pelita Perkebunan AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Program Kreativitas Mahasiswa - Penelitian Indonesian Journal of Biotechnology Biota Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Planta Tropika Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Majalah Obat Tradisional Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains BERITA BIOLOGI JURNAL BIOLOGI INDONESIA Jurnal Ilmiah KOMPUTASI Jurnal Biodjati PROCEEDING ICBS Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) jurnal Ilmu Pertanian (Agricultural Science) INSIST (International Series on Interdisciplinary Research) Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK) Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Jurnal JKFT Jurnal Pembelajaran dan Biologi Nukleus Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Jurnal Akuntansi Food ScienTech Journal Sains dan Matematika International Journal of Environment, Engineering, and Education Jurnal Agrotropika Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences International Journal of Environment, Engineering & Education Pasundan International of Community Services Journal (PICS-J) ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Proceeding Biology Education Conference Berkala Penelitian Hayati Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE) Comsep : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Jarlit Makara Journal of Science Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Jurnal Kedokteran Hewan Berkala Ilmiah Biologi Journal of Fisheries & Marine BIO-SAINS | Jurnal Ilmiah Biologi Indonesian Journal of Jamu BIOTROPIC
Claim Missing Document
Check
Articles

Pembuatan sediaan gel dari ekstrak melon (Cucumis melo L. “Gama Melon Parfum”) di Laboratorium Farmasi Universitas Gadjah Mada Nurdilfa, Nurdilfa; Meriem, Selis; Sulaiman, ‪Teuku Nanda Saifullah; Yusuf, Adib Fakhruddin; Daryono, Budi Setiadi
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 4 No 1 (2024): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v4i1.34887

Abstract

Kosmetika bahan alam saat ini menjadi penggunaan yang sangat esensial misalnya penggunaan Gama Melon Parfum sebagai bahan baku pembuatan gel, karena penggunaan tumbuhan sebagai bahan dasar kosmetika memiliki bahan baku yang aman untuk digunakan dan memiliki efek samping yang lebih kecil. Gama Melon Parfum merupakan melon yang saat ini dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada yang dapat dijadikan sebagai bahan baku kosmetik alami karena memiliki metabolit sekunder berupa flavonoid, saponin, terpenoid dan cucurbitacin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan gel dari ekstrak Gama Melon Parfum. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental, yang terdiri atas pembuatan ekstrak melon melalui metode dekokta (pemanasan) dan pembuatan gel. Adapun hasil yang didapatkan yaitu sediaan gel dengan banyak gelembung udara di dalamnya disebabkan karena proses pengadukan yang terlalu cepat dan banyaknya udara yang masuk pada saat pembuatan sediaan gel. Hal ini menunjukkan proses pembuatan gel harus diperhatikan agar mendapatkan sediaan gel yang sesuai.
Pembuatan sediaan serum dari ekstrak Gama Melon Parfum (GMP) di Laboratorium Farmasi Universitas Gadjah Mada Masita, Masita; Masriany, Masriany; Sulaiman, ‪Teuku Nanda Saifulllah; Wibowo, Wiko Arif; Daryono, Budi Setiadi
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 4 No 1 (2024): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v4i1.34997

Abstract

Kosmetik menurut Food and Drug Administration merupakan produk yang digunakan pada kulit dengan tujuan untuk membersihkan, mempercantik, memperbaiki diri ataupun untuk meningkatkan daya tarik. Berdasarkan Peraturan Kepala BPOM nomor 18 tahun 2015 tentang persyaratan teknis bahan kosmetik, bahan kimia pada kosmetik dibedakan menjadi dua, yaitu bahan kimia berbahaya yang dilarang dan bahan kimia berbahaya yang diperbolehkan digunakan dengan pembatasan dalam penggunaannya pada produk kosmetik. Namun pada dasarnya, kosmetik tidak hanya terbuat dari bahan kimia melainkan dapat pula terbuat dari bahan alami seperti ekstrak buah yang dimanfaatkan. Salah satu tumbuhan yang dapat dijadikan bahan alami dalam pembuatan kosmetik yaitu buah melon. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif yang terfokus pada proses pembuatan sediaan serum dari ekstrak melon kultivar Gama Melon Parfum yang diperoleh melalui metode dekokta (pemanasan). Hasil yang diperoleh yaitu diketahui adanya batasan-batasan dalam pembuatan kosmetik terkhusus pada penambahan bahan dan perlakuan yang membantu keberhasilan pembuatan serum, seperti pengadukan campuran harus dilakukan secara konstan, jika tidak maka akan menimbulkan buih atau gelembung yang menyebabkan pH serum tidak stabil.
PECTORALIS THORACICUS MUSCLE PERFORMANCE OF HYBRID CHICKEN (F1) DERIVED FROM CROSSBREED BETWEEN BROILER AND PELUNG (Gallus gallus gallus) Saragih, Hendry Tri Sakti; Roosdianto, Iwan; Daryono, Budi Setiadi
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 11, No 2 (2017): June
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v11i2.2282

Abstract

This research purpose was to study the phenotype characters of body weight and pectoralis thoracicus muscle performance of hybrid chicken (F1) derived from crossbreed between parent stock broiler strain Cobb-500 and Pelung (Gallus gallus gallus). The chicks were divided into 3 groups and each group consists of 5 days-old chicks (DOC). Group 1 (T1) was used as control involving DOC derived from crossbreed between female and male of broiler Cobb-500 strain. Group 2 (T2) involving DOC derived from crossbreed between female and male Pelung, while Group 3 (T3) was DOC derived from crossbreed between female broiler strain Cobb-500 and male Pelung. The chicken was grown up to 49 days to evaluate the body weight, the pectoralis thoracicus weight, the pectoralis thoracicus area, and myofiber area. Data were statistically analyzed using one way Anova. The results showed that the average of body weight in T1; T2; and T3 were 2,17086.02; 506.220.02; and 1,23868.25 g, respectively (P0.05). The average of pectoralis thoracicus muscle weight in T1; T2; and T3 were 165.0411.97; 21.262.44; and 68.741.94 g, respectively (P0.05). The average of pectoralis thoracicus muscle area in T1; T2; and T3 were 97.09,7; 616,4; and 63,41,8 cm2 , respectively (P0,05). The average of pectoralis thoracicus myofiber area in T1; T2; and T3 were 14.721.04; 4.662.1; and 13.131.3 m2 , respectively (P0.05). It was concluded that crossbreed between broiler strain Cobb-500 and Pelung improved the body weight and pectoralis thoracicus muscle performance of hybrid chicken (F1).
(RETRACTED) Yield of Sorghum bicolor (L.) Moenh Genotypes in A Plastic Mulch Planting System in Gunungkidul muazam, Arif; Widyayanti, Setyorini; Daryono, Budi Setiadi
Jurnal Biodjati Vol 8 No 2 (2023): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v8i2.28840

Abstract

Sorghum is a strategic commodity with good nutritional and high antioxidant content that can be used as a source of food, feed, and industrial raw materials. Sorghum is a relatively low and less intensive crop than other staple food crops. Sorghum yield can be increased by establishing plant population through a mulching planting system. The purpose of this study was to determine the yield power of several sorghum genotypes, namely three new superior varieties (Bioguma, Kawali, and Samurai) and three local varieties (Plonco, Hitam Wareng, and Ketan Merah), planted with a plastic mulch planting system. The research was conducted on farmers' land in Karangmojo, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, which is a dryland soil type. The experimental design used a randomized complete block design (RCBD) with 5 replications. Observation parameters included growth components and sorghum production. The results showed that sorghum planting with a mulching planting system was able to provide yields for the Bioguma variety of 7.70 tons/ha, Plonco variety of 8.41 tons/ha, Samurai variety of 5.38 tons/ha, Kawali variety of 8.21 tons/ha, Hitam Wareng variety of 3.91 tons/ha, and Ketan Merah variety of 4.00 tons/ha. Based on the results of the study, it was found that the genotypes of local varieties were able to compete with new superior varieties and had the best growth response and yield power in the rainy season planting.
Inter-Simple Sequence Repeats Application on the Identification of Genetic Variation of a New Indonesian Melon Cultivar “Melona” Salsabila, Tantri Ajeng Salma; Yusuf, Adib Fakhruddin; Wibowo, Wiko Arif; Kusnanda, Prima Sekti; Daryono, Budi Setiadi
Makara Journal of Science Vol. 29, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The field of identification of molecular markers has seen significant advancements, with the Inter-Simple Sequence Repeat (ISSR) emerging as a prominent tool for characterizing genetic variation within species. This study focuses on the new Indonesian melon cultivar “Melona,” developed through selective breeding of commercial melons. This study aimed to assess the utility of ISSR markers in evaluating the genetic variation and stability of the “Melona” cultivar. Comparisons were made with established cultivars—‘Inthanon,” “Rich Sweetness,” “Chamoe,” and “Hikapel”—using five ISSR primers: UBC 807, UBC 808, UBC 810, UBC 812, and UBC 826. A total of 70 DNA fragments with a high polymorphism rate were produced, thereby providing insight into phenetic relationships among the cultivars with simi-larity indices <70%. These genetic distinctions were corroborated through morphological evaluations. These findings indicate that ISSR markers effectively reveal genetic variation within species, offering a practical approach for devel-oping new plant varieties in the Cucurbitaceae family.
Jamu Kunir Asem: Ethnomedicine Overview by Javanese Herbal Medicine Formers in Yogyakarta Kurniawan, Febri Yuda; Jalil, Muhamad; Purwantoro, Aziz; Daryono, Budi Setiadi; Purnomo
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v6i1.211

Abstract

Kunir asem is one of the traditional drinks that still survive in Javanese society. The young generation needs to be introduced to the heritage of traditional herbal medicine, so that its existence is maintained. Some people judge that herbal medicine is an ancient traditional drink and does not keep up with the times. The objectives of this study are: (1) Explain the study of etnobotany which make up turmeric acid; (2) Explain how the principle of the benefits of kunir asem is based on the understanding of the seller of herbs in the Province of Yogyakarta. This study uses a qualitative method. The research data was taken with documentation, interviews, and documentation. The research data were analyzed by qualitative descriptive. The conclusion of this study is that biopharmaca plants in kunir asem are turmeric and tamarind, and some are added spices in the form of brown sugar, lemongrass, cardamom, cloves, kedawung, lime, and cinnamon. Herb sellers reveal that kunir asem can promote haids, facilitate digestion, reduce stomach acid, as an antibiotic, fresh body, and eliminate acne.
Downy Mildew Infection in Indonesian Melon Cultivar 'Melona' Based on Morphological and Anatomical Characters Angellya, Bunga Finovel; Yusuf, Adib Fakhruddin; Wibowo, Wiko Arif; Daryono, Budi Setiadi
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 10, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v10i1.8597

Abstract

Melons are a horticultural crop of the Cucurbitaceae family with high economic value and worldwide distribution. The 'Melona' variety is the result of breeding selection from commercial melons in Indonesia and has a golden yellow skin color with lobes, crisp flesh, and a high degree of sweetness. Downy mildew is a fungal infection that attacks the leaves of the plant causing brownish-yellow-colored symptoms. Downy mildew can cause crop failure under extreme conditions as the plant loses its productive capacity. Infection levels were observed by scoring and calculating disease index scores. The morphology of healthy and diseased plants was documented and analyzed descriptively. Anatomical features of healthy and diseased leaves were compared using anatomical observations on leaf cross-sections. Quantitative data analysis was carried out using the T-test analysis method with a 5% significance level. Melona's resistance to downy mildew is in the tolerant to susceptible category. Chlorosis and necrotic spots on the leaves and stunted growth are symptoms of downy mildew infection. Healthy leaves had a greater axial and abaxial epidermal thickness, a lower mesophyll thickness, a smaller cell size and a better quantity and quality of trichomes than leaves infected with downy mildew.
Kestabilan Karakter Fenotip Melon (Cucumis melo L. ‘Sun Lady’) Hasil Budidaya di Dusun Jamusan, Prambanan, D.I. Yogyakarta Ishak, Muhammad Alif; Daryono, Budi Setiadi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.978 KB)

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) kini berkembang sebagai salah satu komoditas unggulan holtikultura di Indonesia. Permintaan konsumen terhadap buah melon diperkirakan terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Namun terdapat kendala dari ketersediaan dan harga benih melon yang mahal karena umumnya diimpor dari luar negeri. Salah satunya adalah melon ‘Sun Lady’ yang berasal dari Taiwan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter dan kestabilan fenotip melon ‘Sun Lady’ yang ditanam di Dusun Jamusan, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta. Metode yang dilakukan meliputi pengolahan lahan, persemaian, penanaman, perawatan dan pemeliharaan tanaman serta pengambilan sampel buah dan karakteristik fenotip buah. Sampel diambil dari empat blok, tiap blok dipilih 12 tanaman. Karakter yang diamati terdiri dari karakter kualitatif dan kuantitatif yang dilakukan pada saat fase vegetatif tanaman berhenti (23-25 HST). Hasil data karakter kuantitatif dianalisis menggunakan pengujian ANOVA melalui software PKBSTAT 2.02 satu faktor pada taraf signifikansi α = 0,05 dan α = 0,01. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa karakter fenotip secara kualitatif berbeda dengan melon ‘Sun Lady’ hasil penelitian sebelumnya yaitu warna kelopak bunga Yellow Green RHS 145 A, warna kepala putik Yellow RHS 6 A, warna batang Green RHS 139 C, warna daging buah Light Yellow Orange RHS 23 C, warna biji Dark Orange Yellow RHS 20 B dan warna kulit buah Light Yellow RHS 8 C serta memiliki rata-rata berat buah yang lebih besar yaitu 991,87 gr. Analisis sidik ragam pada taraf signifikansi α = 0,05 dan α = 0,01 menunjukan bahwa buah melon ‘Sun Lady’ memiliki karakter fenotip yang unggul, seragam dan stabil walaupun ditanam pada waktu dan lokasi berbeda, sehingga dapat dijadikan pembanding dalam pengembangan benih unggul melon dalam negeri.
Pengembangan Penelitian Genetika Molekular dalam Meningkatkan Inovasi Pembelajaran Berbasis Hasil Penelitian Daryono, Budi Setiadi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4265.515 KB)

Abstract

"Barang siapa menguasai benih, maka dia akan menguasai pangan, dan barang siapa menguasai pangan maka dia akan menguasai dunia" Ir. Soekarno
Antioxidant Activity in Melon (Cucumis melo L. 'Gama Melon Parfum') as Antiaging Cream Formulation Wahyuni, Satria; Wibowo, Wiko Arif; Sulaiman, Teuku Nanda Saifullah; Daryono, Budi Setiadi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2023.011.03.05

Abstract

Antiaging cosmetics are becoming increasingly popular among the general public. Melon (Cucumis melo L.) Gama Melon Parfum cultivars ('GMP') are one of the plants that can be utilized as a basic ingredient in the production of antiaging cosmetics. 'GMP' melon has cucurbitacin compounds that can be utilized as antiaging and contains flavonoid, saponin, and terpenoid compounds that have antioxidant properties. This research aims to analyze the difference in antioxidant activity of 'GMP' melon extract and 'GMP' melon cosmetic cream preparation cultivated in Yogyakarta with 'GMP' melon cultivated in Bandung, analyze extract standardization parameters, and determine the phenolic and flavonoid contents of each melon extract contains. The activity of antioxidants was determined by the DPPH method, the Folin-Ciocelteu method to measure phenolics, and the AlCl3 solution-based colorimetric approach to measuring flavonoid content. It was revealed that the highest % RSA of antioxidant activity is in ‘GMP’ melon extract cultivated in Bandung. The results of the standardization of 'GMP' melon extract met the requirements of standard parameters. The greatest total phenolic content is derived from the extract of ‘GMP’ melon in Bandung, while the highest total flavonoid content in 'GMP' melon extracts is cultivated in Yogyakarta. The highest to lowest antioxidant activity of ‘GMP’ melon cream was formula IV (‘GMP’ melon extract 30% cultivated in Bandung), formula III (‘GMP’ melon extract 20% grown in Bandung), formula II (‘GMP’ melon extract 30% cultivated in Yogyakarta), formula I (‘GMP’ melon extract 20% cultivated in Yogyakarta), and the lowest is in K- with formula without ‘GMP’ melon extract.
Co-Authors ., Sudarsono Abiyyayumna Rif’at Chasnaurosyiqoh Abrory Agus Cahya Pramana Achmad Amzeri AGUS HERY SUSANTO Agus Nuryanto Agus Setiawan Ainun Nikmati Laily Ajeng Kusumaningtyas Pramono Ajeng Kusumaningtyas Pramono, Ajeng Kusumaningtyas Aji, Katon Waskito Al-Mughni, Eka Wasi? Alin Liana Anahtadiya Nurfa Shochicha Anak Agung Gede Agung Andra Jausa Salsabila Angellya, Bunga Finovel Anisa Parazulfa Anjar Tri Wibowo Annas, Muhammad Sabri Aprilia Sufi Subiastuti Arfa, Namira Nur Ari Indrianto Arief Budiman Aries Bagus Sasongko, Aries Bagus Arimarsetiowati, Rina Asep Rizal Ibrohim Asep Rizal Ibrohim, Asep Asih, Ni Putu Sri Aurantika, Rindu Avia Purnama Saputri Awik Puji Dyah Nurhayati Ayyu Rahayu Aziz Purwantoro Budy Wiryawan Catur Ahda Darojatun Darmastuti Deris Trian Rahmandhias Desi Oktaviani DIAH RACHMAWATI Diah Rachmawati Diah Rachmawati DIAN ARUNI KUMALAWATI Didi Usmadi Didik Indradewa Dinar Nugroho Pratomo Dwi Umi Siswanti Dwijayanti, Vindi E. Suharyanto Edi Suharyadi Eka Noviana Eka Tarwaca Susila Putra Eka Wasi’ Al-Mughni Eko Agus Suyono Elysia Mutiara Azizah Endah Retnaningrum Endang Semiarti Erfianti, Tia Erwin Prastowo Estiyani Indraningsih Esty Nidianti Fadilah Husnun Feren Putri Sholiha Fitranandan, Charisma Asri Fitri Nadifah Galuh Tresnani Ganies Riza Ariestya Ganies Riza Aristya Gebby Agnessya Esa Oktavia Hajrah Hajrah, Hajrah Hani Christin Yambise Hasanah, Muslifah Hasibuan, Aldy Riau Wansyah Hendry T.S.S.G. Saragih Hendry T.S.S.G. Saragih Hendry Tri Sakti Saragih Hendry Tri Sakti Saragih Hermawan, Vera Hetty Nopianasanti Hidayat, Madyan Akmal Hidzroh , Faridatul Himawan Tri Bayu Murti Petrus Hindarsah, Ida Huda, Muhammad Syafi’atol I Dewa Putu Darma I Dewa Putu Darma I Dewa Putu Darma I Dewa Putu Dharma I Made Yudana I Putu Agus Hendra Wibawa I Wayan Suardana I Wayan Swarautama Mahardhika I Wayan Swarautama Mahardhika I Wayan Swarautama Mahardhika I Wayan Swarautama Mahardhika IKA MUSTIKA Ikhsan Nur Huda Ikhsan Nur Huda Indra Lesmana Irma Nofitahesti Ishak, Muhammad Alif Ismail, Ismail Isna Mustafiatul Ummah Issirep Sumardi Iwan Gunawan Iwan Roosdianto Iwan Roosdianto Iwan Satibi Jalil, Muhamad Joko Prastowo Joseph Chohansandhika Karmilah, Karmilah Keiko T. Natsuaki Keiko T. Natsuaki, Keiko T. KENJI WAKUI Kristamtini Kristamtini, Kristamtini Kurniawan, Febri Yuda Kusnanda, Prima Sekti Kyswantoro, Yunita Firdha Latifah, Vida Rahma Lily Arsanti Lestari Linda Oktavianingsih M.Pd. ., PROF. DR. I MADE YUDANA, M.Pd. M.Pd. ., PROF.DR.A.A. GEDE AGUNG, M.Pd. Mahfut Makmur, Kurnia Maria Paristiowati Maryani Maryani Maryani Maryani Masita, Masita Masithoh, Dewi Masriany, Masriany Meitha, Karlia Meriem, Selis Miftahudin . Mochammad Imron Awalludin Muazam, Arif Mudasir Mudasir Muhammad Bima Atmaja Muhammad Dylan Lawrie Mumpuni, Nurpuji Nainggolan, Ananto Puradi Narzassi, Angga Bintang Nia Fararid Askar Niken Satuti Nur Handayani Nizma, Nata Dwi Annisa Nugroho Nofriarno Nugroho, Giri Nurachmad Bagas Indriarto Nuraliyah, Tasya Nurcahyati, Vivi Indah Nurdilfa, Nurdilfa Nurhasanah, Anggun Diyan Ovami, Debbi Chyntia Poerwanto, Seonarwan Hery Polikarpia Wilhelmina Bani Prabawani, Ratri Lila Prastiyanto, Muhammad Evy Pratama, Bernardinus Pratiwi, Arini Dian Priyono, Dwi Sendi Puji Wulandari Purnomo Purnomo Purnomo Purnomo Purnomo Purnomo Purnomo Purnomo Purnomo Puti Hana Ramadhani Putri Renata, Nellis Nadinda Putro, Karso Suryo Putu Ayu Damayanti Rahmadani, Wenny Deisshinta Rahmadilla Salsabila Mahdison Rajif Iryadi Rajif Iryadi Ratri Lila Prabawani REFLINUR REFLINUR Restiyanti Restiyanti Retnaningrum, Endah Ridesti Rindyastuti Rina Sri Kasiamdari Rini Etika Ranis Rizko Hadi Rizko Hadi, Rizko Roberdi, Roberdi Rohman, Randi Abdur Rozikin, Rozikin Rugayah Rugayah Sahni Damerianta Salsabila, Tantri Ajeng Salma Sartika, Dian Satria Wahyuni SEDYO HARTONO Setiyobudi, Rizal Hermawan Setyorini Widyayanti, Setyorini Shita Tiara Sigit Dwi Maryanto Sigit Dwi Maryanto Sigit Dwi Maryanto Sigit Dwi Maryanto Sigit Dwi Maryanto, Sigit Siti Subandiyah Slamet Widiyanto Soenghoe Jang Sonjaya, Rasman Sri Darmawati Sri Wahyuningsih Subiastuti, Aprilia Sufi Sudrajat, Rochmat Tri Sukarti Moeljopawiro Sukirno Sukirno Sulaiman, ‪Teuku Nanda Saifullah Sulaiman, ‪Teuku Nanda Saifulllah Sulaiman, Teuku Nanda Saifullah Sulaiman‬, ‪Teuku Nanda Saifullah Sumarmi Sumarmi Sunusi, Fitriani Auriga Supadmi, Francisca Romana Sri Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Susamto Somowiyarjo Susilawati Susilawati Sutomo Sutomo Sutomo Sutomo Syamsul Arifin Tara Puri Ducha Rahmani TATIK CHIKMAWATI Taufik Hidayatullah Tety Hartatik Teuku Nanda Saifullah Tjoa, Stanley Evander Emeltan Tony Liwang Tri Rini Nuringtyas Tsani, Salma Mutiara Tuty Arisuryanti, Tuty Umar Hafidz Asy’ari Hasbullah, Umar Hafidz Asy’ari Utin Elsya Puspita Utin Elsya Puspita Utomo, Condro Wahyuni, Satria Wayan Tunas Artama Wayan Tunas Artama Wenny Deisshinta Rahmadani, Wenny Deisshinta Wibowo, Wiko Arif Widya Asmara Widyasari, Adristi Shafa Wiko Arif Wibowo Wiko Arif Wibowo Wisnu Nurcahyo Wiwit Probowati Yasir Sidiq Yekti Asih Purwestri Yohana Theresia Maria Astuti, Yohana Theresia Maria Yuanita Rachmawati Yudhistira Nugraha Yuli Astuti Yuliara, I Made Yusuf, Adib Fakhruddin Zolekhah, Dewi