p-Index From 2021 - 2026
16.386
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Jurnal Inspirasi Pendidikan Jurnal Varidika Profesi Pendidikan Dasar Pedagogia: Jurnal Pendidikan Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini SEJ (Science Education Journal) ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Early Childhood Research Journal (ECRJ) Jurnal Basicedu International Journal of Elementary Education Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Journal on Education JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda) FONDATIA Buletin KKN Pendidikan Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) MURHUM : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Community Empowerment Buletin Literasi Budaya Sekolah Didaktika: Jurnal Kependidikan jurnal dikdas bantara Aksiologi : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Abdi Psikonomi Berkala Ilmiah Pendidikan Jurnal Cakrawala Pendas Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal of Educational Sciences Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Jurnal Basicedu YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya Prosiding University Research Colloquium Journal of Innovation and Research in Primary Education At-Tarbawi: Jurnal Kajian Kependidikan Islam Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Jurnal Mutiara Pendidikan TOFEDU: The Future of Education Journal Indo Green Journal Jurnal Elementaria Edukasia JGSD : Jurnal Guru Sekolah Dasar Profesi Pendidikan Dasar Indo Green Journal Early Childhood Research Journal (ECRJ) Journal of Elementary and Secondary School (JESS) Algebra : Jurnal Pendidikan Sosial dan Sains
Claim Missing Document
Check
Articles

PROBLEMATICS OF LITERATION LEARNING ELEMENTARY SCHOOLS IN THE NEW NORMAL ERA Abidin, Zaenal; Herman, Tatang; Widyasari, Choiriyah; Ismiyasari, Fatimah Nur
JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) Vol 5, No 2 (2021): JMIE (JOURNAL OF MADRASAH IBTIDAIYAH EDUCATION)
Publisher : PD PGMI se Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.028 KB) | DOI: 10.32934/jmie.v5i2.295

Abstract

This study aims to describe literacy learning problems for elementary school students in the new normal era. This type of research is qualitative research. The research design was a case study at MI Muhammadiyah Kartasura. The subjects of this study were teachers, students, and parents of upper-class students. Data collection techniques with observation, interviews, and documentation. The research data validation was carried out by data triangulation, and analysis technique was carried out using qualitative analysis techniques. The data analysis model uses interactive analysis. The results showed that literacy learning in elementary schools has many problems. It was the difficulty of implementing student literacy habits when studying at home, the low reading interest of students, lack of references owned by teachers, and teachers' mastery in the use of technology. Other problems have come from external, unattractive reading, difficulty accessing reading material, internet signal, and some parents do not have time to assist children in a task. The conclusion of this study is to solve the problem of literacy learning for elementary school students. It requires collaboration between teachers, students, and parents of students and digital literacy that is more creative and innovative to motivate students to read so that they remain productive even though learning from home in the new normal era.
Analisis Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Anak Usia 4-5 Tahun melalui Media Kantong Buah Pintar Tiara Dwi Rahma; Choiriyah Widyasari
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.4120

Abstract

Perkembangan kognitif yakni bagian krusial dalam memupuk gaya berpikir anak, salah satunya yakni pemahaman lambang bilangan. Keahlian mengenal lambang bilangan bisa mendominasi kemauan anak untuk meneruskan pendidikan ke kadar berikutnya. Tujuan dari riset ini adalah menganalisis kapabilitas anak usia 4-5 tahun ketika mendalami lambang bilangan lewat kantong buah pintar. Riset ini termasuk riset deskriptif kualitatif. Riset ini dikerjakan via observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam prosedur pengumpulan data. Metode analisis data pada riset ini memakai triangulasi model interaktif yang memadukan reduksi data, penyajian dan penarikan ketetapan. Riset ini dilakukan pemeriksaan terhadap 10 anak usia 4 sampai 5 tahun. Hasil riset ini adalah 5 anak dapat berhitung angka dari 1 sampai 10, 3 anak dapat menunjukkan lambang bilangan dengan kantong buah pintar dan 2 anak kurang mampu dalam mencocokkan angka dengan gambar buah. Hal ini membuktikan bahwa media kantong buah pintar merupakan media pembelajaran yang efektif untuk merangsang kemampuan pengenalan lambang bilangan pada anak
Buku Ajar Happy Thinking: Alternatif untuk Meningkatkan Kosa Kata Anak Usia Dini Hanifah Hanifah; Choiriyah Widyasari
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i3.4258

Abstract

Bahasa inggris sebagai alat untuk mempermudah berkomunikasi dengan orang lain. Tetapi terlebih dahulu memahami penggunaan kosa kata. Kebanyakan peserta didik kurang memahami penggunaan kosa kata dengan maksimal. Maka peneliti mempunyai ketertarikan untuk melaksanakan riset dengan tujuan menganalisis tingkat keefektifan pengimplementasian buku ajar happy thinking dalam meningkatkan kemampuan kosa kata pada anak-anak usia dini. Pelaksanaan riset ini mengimplementasikan metode eksperimen, dimana untuk mengetahui tingkat kemampuan anak-anak terkait kosa kata bahasa Inggris akan menerapkan pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat kemampuan kosa kata anak-anak setelah penggunaan buku ajar happy thinking. Kemudian metode pengujian data menerapkan N-Gain Score dan Paired Sample T-Test. Populasi terdiri dari 25 anak dan sampel yang berjumlah 15. Berdasarkan hasil pengujian N-Gain Score diperoleh nilai persentase 3,7387% untuk kelas eksperimen yang berada dalam kategori efektif. Sedangkan menurut pengujian Paired Sample T-Test, diperoleh nilai post-test-nya sebesar 3,93 dan 0,20 untuk nilai pre-test-nya. Sehingga pengimplementasian buku ajar happy thinking, dalam kategori efektif dalam meningkatkan kemampuan kosa kata anak-anak di TK Aisyiyah 31 Sidodadi.
Analisis Kemampuan Anak Usia 4-5 Tahun dalam Menceritakan Kembali Buku Cerita Bergambar yang Telah Dibacakan Sabillatul Azizah; Choiriyah Widyasari
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i3.4255

Abstract

Kajian ini berfokus untuk mengevaluasi kemampuan anak usia dini dalam melafalkan ulang pada buku cerita bergambar dengan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) yang sesuai. Masa depan pada anak usia dini terdapat peranan penting dalam bercerita, terutama dengan bimbingan dari orang tua atau guru. Kepala sekolah, guru kelas A, serta 16 anak menjadi poin atau topik utama pada kajian ini. Deskriptif kualitatif adalah salah satu teknik dalam kajian ini dengan cara mengumpulkan data atau informasi melalui angket, dokumentasi pribadi, serta studi observasi. Penelusuran atau kajian analisis ini difokuskan dengan cara pemilahan data, penyajian data serta pembuatan konklusi dengan model yang saling berhubungan oleh Miles dan Huberman. Keasasan data atau informasi diverifikasi dengan triangulasi. Hasil kajian studi menunjukkan bahwa pada aspek bahasa, kemampuan menceritakan kembali buku cerita bergambar sesuai dengan indikator dan STPPA, menunjukkan kemampuan sedang dan rendah pada tahapan penyelesaian. 
ANALYSIS OF KURIKULUM MERDEKA IN SEKOLAH PENGGERAK Ali Muckromin; Anam Sutopo; Yulia Maftuhah Hidayati; Choiriyah Widyasari
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.5445

Abstract

Education cannot be limited by space and time as Ki Hajar Dewantara said: "anyone can become a teacher and anywhere can be a class". Education will continue to experience development along with the changes or progress of the times. Since the beginning of independence until now, the curriculum in Indonesia has undergone 12 changes, the first Curriculum 1947; the second Curriculum 1952; the third Curriculum 1964; the fourth Curriculum 1968; the the fifth Curriculum 1975; the sixth curriculum CBSA 1984; the seventh Curriculum 1994; the eighth Curriculum 1999; the ninth Curriculum 2004 (CBSA); the tenth Curriculum 2006 (KTSP); the eleventh Curriculum 2013; And the twelfth “Kurikulum Merdeka” (2022). None other than the occurrence of various kinds of changes that are for the sake of realizing the goals of national education. The curriculum is also a very important organ in the body of education and has a very important role in determining the progress of education in Indonesia. This study aims to analyze the strengths and weaknesses of the “Kurikulum Merdeka” in primary drive schools, Wonosamodro District, Boyolali Regency. The method in this research is qualitative through a case study approach. The research shows the following results: there are several advantages of the “Kurikulum Merdeka” in “Sekolah Penggerak”, including: (1) Improving the quality of learning outcomes within 3 years; (2) Improving the ability and qualifications of school principals and educators; (3) Acceleration of school digitization (received 16 chromebooks); (4) Ability to act as a catalyst for change in other educational units; (5) Accelerating the achievement of Pancasila student profiles; (6) receive intensive assistance; (7) Obtaining additional budget in the form of BOS Performance for 3 years with a nominal value of Rp80,000,000,-/year. The weaknesses are (1) in terms of implementing the curriculum it cannot be fully implemented; (2) lack of human resources and an unstructured system (shortage of PAI & PJOK teachers); (3) The facilities and infrastructures that are less adequate. Pendidikan tidak bisa dibatasi oleh ruang dan waktu seperti yang dikatakan Ki Hajar Dewantara: “Siapapun bisa menjadi guru dan dimanapun bisa menjadi kelas”. Pendidikan akan terus mengalami perkembangan seiring dengan perubahan atau kemajuan zaman. Sejak awal kemerdekaan hingga saat ini, kurikulum di Indonesia telah mengalami 12 kali perubahan, yang pertama Kurikulum 1947; Kurikulum kedua tahun 1952; Kurikulum ketiga tahun 1964; Kurikulum keempat tahun 1968; Kurikulum Kelima 1975; kurikulum keenam CBSA 1984; Kurikulum ketujuh tahun 1994; Kurikulum kedelapan tahun 1999; Kurikulum Kesembilan 2004 (CBSA); Kesepuluh Kurikulum 2006 (KTSP); Kurikulum Kesebelas 2013; Dan yang kedua belas “Kurikulum Merdeka” (2022). Tidak lain adalah terjadinya berbagai macam perubahan demi terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Kurikulum juga merupakan organ yang sangat penting dalam tubuh pendidikan dan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan kemajuan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelebihan dan kelemahan “Kurikulum Merdeka” di sekolah dasar berkendara Kecamatan Wonosamodro Kabupaten Boyolali. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Penelitian menunjukkan hasil sebagai berikut: terdapat beberapa keunggulan Kurikulum Merdeka dalam “Sekolah Penggerak”, antara lain: (1) Meningkatkan kualitas hasil pembelajaran dalam waktu 3 tahun; (2) Peningkatan kemampuan dan kualifikasi kepala sekolah dan pendidik; (3) Percepatan digitalisasi sekolah (menerima 16 chromebook); (4) Kemampuan menjadi katalisator perubahan pada satuan pendidikan lainnya; (5) Percepatan pencapaian profil pelajar Pancasila; (6) mendapat pendampingan intensif; (7) Memperoleh tambahan anggaran berupa BOS Kinerja selama 3 tahun dengan nilai nominal Rp80.000.000,-/tahun. Kelemahannya adalah (1) dari segi implementasi kurikulum belum dapat dilaksanakan secara maksimal; (2) kurangnya sumber daya manusia dan sistem yang tidak terstruktur (kekurangan guru PAI & PJOK); (3) Sarana dan prasarana yang kurang memadai.
Implementasi Modifikasi Kurikulum Berbasis Inklusif di SDN Nglorog 3 Indah Kusuma Wardani; Elvyna Ana Sholikah Diah Kurnia; Kusyuliarto Kusyuliarto; Minsih Minsih; Choiriyah Widyasari
Journal on Education Vol 6 No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i3.5629

Abstract

Currently, Indonesia implements the Merdeka Curriculum for all school levels. In the process of education in schools during the registration period of new students, schools often get students with special / inclusive needs. Details related to inclusive education are not described in the Merdeka Curriculum. However, in the Independent Curriculum, implicit in its policy rules, it has led to inclusive student accommodation. So that each school is directed to accept all students including students with special needs without discriminating. When there are children with special needs in school, special action or management is needed. Therefore, in this study, research was conducted to explore how to implement inclusive-based curriculum modification at SDN NGLOROG 3. Data obtained from interviews, observations and documents. The data obtained is then analyzed with stages of data collection, data reduction, presentation and conclusions. The result of this research is that SDN NGLOROG 3 has diverse students, including inclusion students. The teacher has noticed the diversity of these students in several ways; 1) At the beginning of student admission/beginning of the school year conduct diagnostic assessments to determine the extent of academic and non-academic aspects that students have, 2) in the learning process has accommodated various learning models that can be accepted or followed by all students such as with differentiated learning models. In addition, there are also special treatments or special learning assistance for Children with Special Needs (ABK) who have learning difficulties, 3) there are school programs that support and are in line with the concept of inclusive education, namely the Child Friendly School (CFS) program and P5 themed Bhineka Tunggal Ika
Academic Supervision of Independent Curriculum Implementation at Elementary School Rini Budiwati; Anam Sutopo; Yulia Maftuhah Hidayati; Choiriyah Widyasari
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.3824

Abstract

This research aimed to examine academic supervision, including planning, implementing, and evaluating learning at a state elementary school in Kedungpilang, Wonosamodro, Boyolali. The respondents in this study were school principals, class 1 teachers, and class 4 teachers. The technique for selecting samples used purposive sampling, which is a method for sampling data sources with several considerations. The principal is implementing academic supervision for grade 1 teachers and grade 4 teachers, who have implemented the independent curriculum, while other classes are still using the 2013 curriculum. This research method is a qualitative phenomenology with a case study. The data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used were flow, data reduction, and data presentation at the verification stage. Testing the validity of the data was carried out by using a triangulation approach. The academic supervision results for two teachers during the planning stage were both in the suitable category, with recap values of 86% and 89%, respectively. During the implementation stage, the class 1 teacher received a score of 86% in the excellent category, while the class 4 teacher achieved a score of 91% in the outstanding category. In the evaluation stage, both teachers were again in the excellent category, with recap scores of 86% and 85%, respectively.
Strategi Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dimensi Berkebhinekaan Global Di Sekolah Dasar Nafiah Nur Shofia Rohmah; Markhamah; Sabar Narimo; Choiriyah Widyasari
Jurnal Elementaria Edukasia Vol. 6 No. 3 (2023): september
Publisher : Elementary Teacher Education Program, Majalengka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v6i3.6124

Abstract

The Pancasila Student Profile has six dimensions: faith and devotion to God, diversity in the world, independence, mutual cooperation, critical thinking, and creativity. Global diversity is an appreciation of diversity that comes from the awareness that Indonesia is a big nation with various ethnicities, traditions and cultures that accompany it. The purpose of this study is to explain how SDIT Nur Hidayah Surakarta has strengthened the global diversity aspect of the Pancasila Student Profile. The phenomenological research method is used in the qualitative research methodology. The results of research conducted at SDIT Nur Hidayah Surakarta regarding the strategy of strengthening the profile of Pancasila students with the dimensions of global performance diversity that the strategy is implemented by integrating it into learning activities such as intra-curricular activities and then packaging it into project activities to strengthen student profiles such as introducing Pancasila Teachers using habituation exercises to help students develop a stronger appreciation of cultural diversity around the world. The teachers set an example by not picking friends at school, getting along with everyone in the school community regardless of skin color, religion, or other characteristics, setting an example of tolerance, and carrying out the flag ceremony every Monday, and respecting differences of opinion, can be seen as strengthening the profile of Pancasila students with global diversity dimensions at SDIT Nur Hidayah Surakarta Keywords: Elementary school ; Global Diversity ; Pancasila Student Profile
Pemberdayaan Guru dan Fasilitator dalam Pembelajaran Berdeferensiasi dengan Pendekatan Pendidikan Berpihak pada Anak di Sanggar Belajar Permai Penang Malaysia Fuadi, Djalal; Widyasari, Choiriyah; Prayitno, Harun Joko; Pristi, Eka Destriyanto; Syaadah, Himatus; Muliadi, Muliadi; Rohmah, Nanda Dwi; Putri, Adelia Kurnia; Arista, Alfina Dian; Sari, Dwi Wulan; Komara, Osfir Candikia Rara; Elhawwa, Tazkiyatunnafs
Buletin KKN Pendidikan Vol. 5, No. 2, Desember 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v5i2.23049

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberdayaan guru dan fasilitator dalam pembelajaran pada Sanggar Belajar Permai Penang Malaysia dengan pendekatan pembelajaran berdeferensiasi yang berfihak pada anak, sekaligus sebagai usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas dalam memenuhi kebutuhan belajar individu setiap siswa, penyesuaian ini menyangkut minat, profil belajar, dan kesiapan siswa agar tercapai peningkatan hasil belajar. Solusi yang dilakukan adalah memperkuat guru dan/atau fasilitator dalam pembelajaran berdeferensiasi dengan pendekatan pendidikan berfihak pada anak, melalui beberapa tahapan. Tahap 1: Pemetaan dan pendataan kondisi awal pada mitra. Tahap 2, Sosialisasi melalui diskusi dengan mitra terkait persiapan pelaksanaan, waktu pelaksanaan, anggota yang dilibatkan serta topik pengabdian di Mitra. Tahap 3: Pelatihan dan pemberdayaan dalam pembelajaran berdeferensiasi dan pendekatan pendidikan yang berfihak pada anak. Tahap 4: Pendampingan dalam menerapkan pembelajaran berdeferensiasi dan pendekatan pendidikan berfihak pada anak. Tahap 5: monitoring dan evaluasi semua kegiatan yang ada di mitra. Tahap 6: Penyusunan laporan, dan Tahap ke 7: Tindak lanjut pelaksanaan program. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa telah ada perkembangan pemahaman (82%) terhadap implementasi pembelajaran berdeferensiasi, dan berfihak pada anak, namun masih belum sepenuhnya sesuai dengan konsep dalam kurikulum merdeka. Tindak lanjut Pelaksanaan pembelajaran di Sanggar Belajar Permai Penang dilakukan oleh Mahasiswa sekaligus sebagai fasilitator dari berbagai Perguruan Tinggi Mitra, pelaksanaan dikoordinasikan oleh pengelola Sanggar dibantu oleh kepala sekolah dan pengajar tetap, sehingga mahasiswa/fasilitator hanya mengajar selama satu semester dan selanjutnya akan digantikan oleh mahasiswa semester berikutnya.
Pemberdayaan Guru dalam Peningkatan Layanan Bimbingan Konseling di SD/MI Muhammadiyah Se-Surakata pada Era Komunikasi Global Prayitno, Harun Joko; Wulandari, Murfiah Dewi; Widyasari, Choiriyah; Nursalam, Nursalam; Malaya, Krisma Anugra; Bachtiar, Faisal Yusuf; Hermawan, Hengki; Wulandari, Desi Tri; Aditama, Madya Giri
Buletin KKN Pendidikan Vol. 2, No. 2, Desember 2020
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v2i2.11853

Abstract

Tata kelola penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran jenjang sekolah dasar dihadapkan banyak tantangan dan persoalan pada era komunikasi dan komputasi global ini. Layanan kegiatan bimbingan dan konseling dari guru kepada siswa dan orang tua/wali memerlukan adaptasi cepat supaya pendidikan dan pembelajaran mampu mengikuti perkembangan dan tunturan perubahan tersebut. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan dan meningkatkan layanan bimbingan konseling bagi guru-guru SD/MI Muhammadiyah Se-Surakarta pada era komunikasi dan komputasi global. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan holistik reflektif partisipatif (HRP). Kegiatan dirancang bersama dengan melibatkan kepala sekolah dan guru unggulan sebagai model layanan bimbingan. Kegiatan diteruskan dengan totorial KDT (Kelompok Disukusi Terpumpun), dan partisipasi aktif serta diakhiri dengan refleksi secara holistik. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah bahwa guru-guru SD/MI kemampuan layanan bimbingan dan konselingnya diperlukan pengayaan dan pemutakhiran secara berkala dan terus-menerus. Layanan bimbingan dan konseling guru-guru SD/MI perlu menyeimbangkan antara kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Kompetensi sosial ini memerlukan jangka waktu dan proses yang lebih lama karena berhubungan dengan hakikat kemampuan dan kemandirian anak dalam berkehidupan bermasyarakat. Layanan bimbingan konseleling dari guru kepada anak-anak dan orang tua/wali pada era komunikasi dan komputasi global memerlukan adaptasi teknik dan strategi yang kontekstual.
Co-Authors A'yyun, Aisyah Qurrota Achmad Fathoni Addini, Saifuna Nur Aditama, Madya Giri Adityarini, Heppy Agustina Wahyuningsih Agustina Widianti Ahmad Ahmad Ahmad Muhibbin Aisyah Rahmah I Alfina Mutiara Diaz Fernanda Ali Muckromin Alivia, Revina Aljawad, Havida Inaya Amalia Noviasari Anam Sutopo Anatri Desstya Ar Rasyid, Yazid Fadhil Ardhiansyah, Wildhan Ardiansyah Widya Pahlevi Ardianti, Amelia Rizki Ardianzah, Erwin Argita Imanning Tyas Arifah, Ika Nur Arifah, Irma Arista, Alfina Dian Arya Dani Rushertanto Asriyanto, Amrih Mulat Arif Aulia Luthfi Dewi Pramesta Azzahra, Fathiyah Bachtiar, Faisal Yusuf Bambang Sumardjoko Bayu Kurniawan Bima Putro Wijayanto Cahyaningtyas, Alief Laela Darwanti, Asri Dewi Arum, Revina Alivia Dewi, Febriyanti Sari Dian Wahyuningsih Digna, Dea Djalal Fuadi Dwi Nur Rahma Mardiyani, Rosa Dwi Wulan Sari Early Hari Nugrahini Eko Supriyanto Eko Supriyanto Elvyna Ana Sholikah Diah Kurnia Endang Fauziati Ernawati Ernawati Faizatulfitriyah, Qonitah Fajar Setyorini, Wulan Faridawati, Lina Fatimah, Hana Fatkhurohmah, Fatkhurohmah Firdastin Ruthnia Yudiningrum, Firdastin Ruthnia Fitri Puji Rahmawati Fitria Ayu Aryanti Fitria Purnamasari Gumgum Gumilar Handayani, Arifah Hanifa Hanifah Hanifah Harsono Harsono Hartanti, Riska Harun Joko Prayitno Helzi Helzi Helzi, Helzi Hermawan, Hengki Hidayat, Nashruddin Hilyatul Millah Imania Pratidina Indah Kusuma Wardani Irma Yuliana Ismiyasari, Fatimah Nur Isnaini Budi Hastuti Jihan Fatimah, Iis Joko Setiono Junita Dwi Wardhani Kartikasari, Sri Wahyuni Kasandra, Revalina Khassani Nur Amalinda Khotimah, Nur khusnul khotimah Kinasih, K Komara, Osfir Candikia Rara Kristiono, Andris Kuspini, Sri Kusyuliarto Kusyuliarto Laili Etika R Laili Etika Rahmawati Lanjar Sri Widodo Lastini, Fitri Latif, Azminudin Lilik Mustofiyah Lutfiyanti, Tri Widya Malaya, Krisma Anugra Marantika, Sefina Markhamah Masyhudah, Musfiroh Suci Meiliawati, Amanda Mentari Deka Handayani Miftahudin MILLAH, HILYATUL Mimin Vera Dwi Priyantini Minsih Mirmanto, Nurman Moh Suryo Hardiyat Monica Wahyu Pertiwi Muliadi Murdiani, Janti Murfiah Dewi Wulandari Nafiah Nur Shofia Rohmah Nafisah, Shafa Oktavia Nina Mekalungi Nisa, Asiyah Khoirun Nisriina Amiirah Faatin Nofita Retno Sari Novia Budhiarini Darmawati Novitasari, Dyan Ikawati Nugroho, Aviandri Cahya Nugroho, Bayu Sapto Nur Aini, Kharisma Risa Nur Azizah Rohmawati Nur Hidayat Nurjanah, Alya Rifa Nurjanah, Siti Nurjanah Nurmahfudhah, Salma Nursalam Nursalam Nursalam Nursalam Nuryati Nuryati Panji Prasetyo Pina Indah Sayekti Prilya Shanty Andrianie Pristi, Eka Destriyanto Purnamasari, Fitria Puspita Anggraini, Puspita Putri, Adelia Kurnia Putri, Revalina Qaidatiningsih, Salmarani Putri Qonitah Faizatul Fitriyah Rafika Dian Rahmawati Rasyidah Refiana Hidayah Rellive Enka Banuvita Retno Handayani Ricky Darmawan Riky Bagus Permadi Rini Budiwati Rini Fatmawati Rohati, Feri Mamae Rohmah, Nanda Dwi Roni Subagya Ruslan, Safa Hanna Sabar Narimo Sabillatul Azizah Sakinah, Nadia Lia Salahuddin Salahuddin salamah salamah Salma Zhafirah Yasri Saputri, Aulia Indah Saputri, Lutfiana Ramadhania Saputri, Mona Monica Diky Sari, Novia Putri Mayang Septianingsih, Mia Aris Setiaji, Calista Amalia Shofia Rohmah, Nafiah Nur Sholeha, Vera Siti Aminuriyah Siti Marpuah Siti Uswatun Hasanah Siti Zuhriah Ariatmi Siti Zuriah Ariatmi Sri Haryanti Sri Katoningsih Sri Slamet Sri Suparti Sri Untari Sri Wahyuni Sri Widati Suherman, Suherman Sukartono Sukartono Sukartono Sularsih Sumardiani, Pety Sunaryo, Ilham SUPRIYONO Susanto, Ahsanul Huda Syaadah, Himatus Tahang, Heriyanti Tatang Herman, Tatang Tazkiyatunnafs Elhawwa Tiara Aprilia Dewi Tiara Dwi Rahma To Zahra Asegaf, Fatimah Tri Asmawulan Tri Widawati Ulfa Fauzizah Umar Seno Umi Nurhayati, Umi Untari, Dyah Tri Utami, Fajar Sri Utami, Trias Utsman, Arif Vitri Astuti Wahyu Nurul Mubarokah Warastuti, Wahyu Wardani, Alfina Oktavia Wardani, Indah Kusuma Widawati, Tri Widhyanti, Nugraheni Dwi Widodo, Lanjar Sri Widyastuti Widyastuti Widyawati, Yenny Wihida, Refianti Wisnu Sri Hertinjung wiwin kurniyanti Wulandari, Desi Tri Wulansari, Fauziah Yayuk Sumarni Yulia Maftuhah Hidayati Yumi Zakiyah Yuni Yati Yusrika Firda Isnaini Yustina Neny Hastuti yustri mindaryani, yustri Zaenal Abidin Zainuddin, Almuntaqo Zunan Azis