p-Index From 2021 - 2026
7.901
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Pythagoras: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan CIVED (Journal of Civil Engineering and Vocational Education) Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Tadris: Jurnal keguruan dan Ilmu Tarbiyah Jurnal Karya Pendidikan Matematika Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Kajian Linguistik dan Sastra Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Jurnal Elemen Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains dan Matematika EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) AKSIOMA NUMERICAL (Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika) Jurnal Kesehatan Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Palapa: Jurnal Study Keislaman dan Ilmu Pendidikan MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah SPEKTRA: Jurnal Kajian Pendidikan Sains Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Agribisnis Terpadu Educatio Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA Jurnal Kiprah JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi IRJE (Indonesian Research Journal in Education) Theorems (The Original Research of Mathematics) JURNAL EKONOMI PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Perspektif Ilmu Pendidikan Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Qalam: Jurnal Ilmu Kependidikan Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Teknik Psychology, Evaluation, and Technology in Educational Research Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar) MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Jurnal Pendidikan dan Konseling Integral : Pendidikan Matematika JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) (JIML) JOURNAL OF INNOVATIVE MATHEMATICS LEARNING Jurnal Eduscience (JES) Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jurnal IKA PGSD : Ikatan Alumni PGSD UNARS Jurnal Magister Pendidikan Matematika (JUMADIKA) Jurnal Educatio FKIP UNMA Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan PROGRES PENDIDIKAN Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Jurnal Ilmiah Kontekstual Griya Journal of Mathematics Education and Application Jurnal Interaktif: Warta Pengabdian Pendidikan (JIWPP) BIOCHEPHY: Journal of Science Education Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Jurnal Pijar MIPA Indonesian Journal Of Educational Research and Review Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Polinomial : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Karya Abdi Masyarakat Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat International Journal of Trends in Mathematics Education Research (IJTMER) JURNAL PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN MISSIO SJME (Supremum Journal of Mathematics Education)
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Integral : Pendidikan Matematika

PROFILE OF THINKING GEOMETRY LEVELS OF PGSD STUDENT PROGRAMS BASED ON VAN HIELE THEORY Umar Umar; Mohammad Archi Maulyda; Muhammad Erfan; Vivi Rachmatul Hidayati; Arif Widodo
Integral : Pendidikan Matematika Vol 11 No 1 (2020): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The level of Van Hiele geometry thinking is the level of cognitive development of students in understanding the concept of geometry and solving geometry problems based on Van Hiele's level of thinking. Van Hiele divides the level of geometrical thinking of students in understanding geometry material into level 0 (visualization), level 1 (analysis), level 2 (informal deduction), level 3 (formal deduction), and level 4 (rigor). The purpose of this study is to measure and describe the level of geometrical thinking of PGSD study program students based on Van Hiele's theory. This research uses a quantitative descriptive approach. The population in this study were PGSD study program students at one of the State Universities in the City of Mataram. In this study, as many as 130 students of PGSD study programs at one of the state universities in the city of Mataram. The sampling technique used was cluster random sampling. The instrument used in this study was the Van Hiele geometry test developed by Usiskin (1987) which was translated into Indonesian. The results showed that the level of thinking geometry of PGSD study program students based on Van Hiele's theory was at the following levels: (1) 32% of students were at pre 0 level of thinking or had not yet reached level 0 (visualization). (2) 38% of students are at level 0 thinking (visualization). (3) 30% of students are at level 1 thinking level (analysis). (4) There are no students who reach the level of thinking geometry at level 2 (informal deduction), level 3 (formal deduction), and level 4 (rigor). Keywords: level of geometry thinking, van hiele theory, PGSD student Abstrak Tingkat berpikir geometri Van Hiele merupakan tingkat perkembangan kognitif peserta didik dalam memahami konsep geometri dan menyelesaiakan masalah geometri berdasarkan tingkat berpikir Van Hiele. Van Hiele membagi tingkat berpikir geometri peserta didik dalam memahami materi geometri menjadi tingkat 0 (visualisasi), tingkat 1 (analisis), tingkat 2 (deduksi informal), tingkat 3 (deduksi formal), dan tingkat 4 (rigor). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan mendeskripsiskan tingkat berpikir geometri mahasiswa program studi PGSD berdasarkan teori Van Hiele. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi PGSD di salah satu Universitas Negeri di Kota Mataram. Suampel dalam penelitian ini sebanyak 130 mahasiswa program studi PGSD di salah satu universitas negeri di kota Mataram. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes geometri Van Hiele yang dikembangkan oleh Usiskin (1987) yang telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat berpikir geometri mahasiswa program studi PGSD berdasarkan teori Van Hiele berada pada beberapa tingkat sebagai berikut: (1) 32% mahasiswa berada pada tingkat berpikir pra 0 atau belum mencapai tingkat 0 (visualisasi). (2) 38% mahasiswa berada pada tingkat berpikir tingkat 0 (visualisasi). (3) 30% mahasiswa berada pada tingkat berpikir tingkat 1 (analisis). (4) Tidak ada mahasiswa yang mencapai tingkat berpikir geometri pada tingkat 2 (deduksi informal), tingkat 3 (deduksi formal), dan tingkat 4 (rigor). Kata kunci: tingkat berikir geometri, teori van hiele, mahasiswa PGSD The level of Van Hiele geometry thinking is the level of cognitive development of students in understanding the concept of geometry and solving geometry problems based on Van Hiele's level of thinking. Van Hiele divides the level of geometrical thinking of students in understanding geometry material into level 0 (visualization), level 1 (analysis), level 2 (informal deduction), level 3 (formal deduction), and level 4 (rigor). The purpose of this study is to measure and describe the level of geometrical thinking of PGSD study program students based on Van Hiele's theory. This research uses a quantitative descriptive approach. The population in this study were PGSD study program students at one of the State Universities in the City of Mataram. In this study, as many as 130 students of PGSD study programs at one of the state universities in the city of Mataram. The sampling technique used was cluster random sampling. The instrument used in this study was the Van Hiele geometry test developed by Usiskin (1987) which was translated into Indonesian. The results showed that the level of thinking geometry of PGSD study program students based on Van Hiele's theory was at the following levels: (1) 32% of students were at pre 0 level of thinking or had not yet reached level 0 (visualization). (2) 38% of students are at level 0 thinking (visualization). (3) 30% of students are at level 1 thinking level (analysis). (4) There are no students who reach the level of thinking geometry at level 2 (informal deduction), level 3 (formal deduction), and level 4 (rigor). Keywords: level of geometry thinking, van hiele theory, PGSD student Abstrak Tingkat berpikir geometri Van Hiele merupakan tingkat perkembangan kognitif peserta didik dalam memahami konsep geometri dan menyelesaiakan masalah geometri berdasarkan tingkat berpikir Van Hiele. Van Hiele membagi tingkat berpikir geometri peserta didik dalam memahami materi geometri menjadi tingkat 0 (visualisasi), tingkat 1 (analisis), tingkat 2 (deduksi informal), tingkat 3 (deduksi formal), dan tingkat 4 (rigor). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan mendeskripsiskan tingkat berpikir geometri mahasiswa program studi PGSD berdasarkan teori Van Hiele. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi PGSD di salah satu Universitas Negeri di Kota Mataram. Suampel dalam penelitian ini sebanyak 130 mahasiswa program studi PGSD di salah satu universitas negeri di kota Mataram. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes geometri Van Hiele yang dikembangkan oleh Usiskin (1987) yang telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat berpikir geometri mahasiswa program studi PGSD berdasarkan teori Van Hiele berada pada beberapa tingkat sebagai berikut: (1) 32% mahasiswa berada pada tingkat berpikir pra 0 atau belum mencapai tingkat 0 (visualisasi). (2) 38% mahasiswa berada pada tingkat berpikir tingkat 0 (visualisasi). (3) 30% mahasiswa berada pada tingkat berpikir tingkat 1 (analisis). (4) Tidak ada mahasiswa yang mencapai tingkat berpikir geometri pada tingkat 2 (deduksi informal), tingkat 3 (deduksi formal), dan tingkat 4 (rigor). Kata kunci: tingkat berikir geometri, teori van hiele, mahasiswa PGSD The level of Van Hiele geometry thinking is the level of cognitive development of students in understanding the concept of geometry and solving geometry problems based on Van Hiele's level of thinking. Van Hiele divides the level of geometrical thinking of students in understanding geometry material into level 0 (visualization), level 1 (analysis), level 2 (informal deduction), level 3 (formal deduction), and level 4 (rigor). The purpose of this study is to measure and describe the level of geometrical thinking of PGSD study program students based on Van Hiele's theory. This research uses a quantitative descriptive approach. The population in this study were PGSD study program students at one of the State Universities in the City of Mataram. In this study, as many as 130 students of PGSD study programs at one of the state universities in the city of Mataram. The sampling technique used was cluster random sampling. The instrument used in this study was the Van Hiele geometry test developed by Usiskin (1987) which was translated into Indonesian. The results showed that the level of thinking geometry of PGSD study program students based on Van Hiele's theory was at the following levels: (1) 32% of students were at pre 0 level of thinking or had not yet reached level 0 (visualization). (2) 38% of students are at level 0 thinking (visualization). (3) 30% of students are at level 1 thinking level (analysis). (4) There are no students who reach the level of thinking geometry at level 2 (informal deduction), level 3 (formal deduction), and level 4 (rigor). Keywords: level of geometry thinking, van hiele theory, PGSD student Abstrak Tingkat berpikir geometri Van Hiele merupakan tingkat perkembangan kognitif peserta didik dalam memahami konsep geometri dan menyelesaiakan masalah geometri berdasarkan tingkat berpikir Van Hiele. Van Hiele membagi tingkat berpikir geometri peserta didik dalam memahami materi geometri menjadi tingkat 0 (visualisasi), tingkat 1 (analisis), tingkat 2 (deduksi informal), tingkat 3 (deduksi formal), dan tingkat 4 (rigor). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan mendeskripsiskan tingkat berpikir geometri mahasiswa program studi PGSD berdasarkan teori Van Hiele. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi PGSD di salah satu Universitas Negeri di Kota Mataram. Suampel dalam penelitian ini sebanyak 130 mahasiswa program studi PGSD di salah satu universitas negeri di kota Mataram. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes geometri Van Hiele yang dikembangkan oleh Usiskin (1987) yang telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat berpikir geometri mahasiswa program studi PGSD berdasarkan teori Van Hiele berada pada beberapa tingkat sebagai berikut: (1) 32% mahasiswa berada pada tingkat berpikir pra 0 atau belum mencapai tingkat 0 (visualisasi). (2) 38% mahasiswa berada pada tingkat berpikir tingkat 0 (visualisasi). (3) 30% mahasiswa berada pada tingkat berpikir tingkat 1 (analisis). (4) Tidak ada mahasiswa yang mencapai tingkat berpikir geometri pada tingkat 2 (deduksi informal), tingkat 3 (deduksi formal), dan tingkat 4 (rigor). Kata kunci: tingkat berikir geometri, teori van hiele, mahasiswa PGSD
Co-Authors A. A. Sukarso A. Hari Witono A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aeko Fria Utama FR Agus Budi P, Agus Agus Ramdhani Aisa Nikmah Rahmatih Aisa Nikmah Rahmatih Aisa Nikmah Rahmatih Alimuddin, Nurkhaerat Anar, Ashar Pajarungi Anas Ma'ruf Annizar Anas Ma'ruf Annizar Anas Ma'ruf Annizar Annizar, Anas Ma'ruf Anton Budiharjo Anton Budiharjo Anton Budiharjo Anton Budiharjo Arif Widodo Arif Widodo Arif Widodo Arifuddin Arifuddin Arjudin Arjudin Ashar Pajarungi Anar Ashar Pajarungi Anar Asri Fauzi Asrin Asrin Asrin Asrin Asrin Asrin Astria, Fitri Puji Awal Nur Khalifatur Rosyidah Awal Nur Khalifatur Rosyidah Awal Nur Kholifatur Rosyidah Awal Nur Kholifatur Rosyidah Awal Nur Kholifatur Rosyidah Awal Nur Kholifatur Rosyidah Awal Nur Kholifatur Rosyidah Awal Nur Kholifatur Rosyidah Awal Nur Kholifatur Rosyidah Awal Nur Kholifatur Rosyidah Ayu Chinintya Lestari Ayu Rosanti Baidowi Baidowi Baiq Niswatul Khair Baiq Yuni Wahyuningsih Budiharjo, Anton Chuthamar Suwanmani Asian Darmiany Darmiany Darmiany Darmiany Darmiany Deni Sutisna Dina Anika Marhayani Dudi Septiadi Dyah Indraswasti Dyah Indraswati Dyah Indraswati Edy Kurniawansyah Erfan, Muhammad Erry Hidayanto Fachry Abda El Rahman Faishal Wahiduddin, Faishal Falistya Roisatul Maratin Nuro Fauzi, Asri Fitri Puji Astria Gusti Firda Khairunnisa Hamdani, Iwan Hidayati, Vivi Rachmatul Hidayati, Vivi Rahmatul Hijriani, Lailin Husniati Husniati HUSNIATI HUSNIATI Husniati Husniati, Husniati I Ketut Widiada Ibrahim Ibrahim Ida Bagus Kade Gunayasa Ida Ermiana Ida Ermiana Ida Ermiana IDA ERMIANA Ilham Syahrul Jiwandono Indraswati, Dyah Indraswati, Dyah Itsna Oktaviyanti Iwan Hamdani Iwan Hamdani Jamaluddin Jamaluddin Jiwandono, Ilham Syahrul Keke Inggriani Ketut Sri Kusuma Wardani Ketut Sri Kusuma Wardani Khair, Muhammad Sa'duddien Khair, Muhammad Sa’duddin Khairun Nisa Lalu Hamdian Affandi Lalu Muhaimi Lalu Wira Zain Amrullah Linda Feni Haryati Linda Feni Haryati Linda Feni Haryati Linda Feni Haryati M Iqbal M Iqbal Marhayani, Dina Anika Martayadi, Uwi Masrukin Masrukin Muhamad Yusuf Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan, Muhammad Muhammad Sobri Muhammad Sobri Muhammad Sobri Muhammad Syazali Muhammad Syazali Muhammad Syazali Muhammad Syazali Muhammad Tahir Muhammad Tahir Muhammad Tahir Nani Suarni Nawang Sulistyani Nikmah Rahmatih, Aisa Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurmawanti, Iva Nursaptini Nursaptini Nurul Kemala Dewi Nurwahidah Nurwahidah Nurwahidah Pipit Rusmandani Prihma Sinta Utami R Radha R Radha Radiusman Radiusman Rahmatih, Aisa Nikmah Ratih Ayu Apsari Ratih Ayu Apsari Ratih Ayu Apsari Rina Dyah Rahmawati Rosyidah, Awal Nur Khalifatur Rosyidah, Awal Nur Kholifatur RR. Ella Evrita Hestiandari Salsabila, Nilza Humaira Sari, Nursina Sariyasa . Setiani Novitasari Siti Istiningsih Siti Istiningsih Siti Istiningsih, Siti Sofiah Sofiah Sovia Rahmaniah Sripatmi Sripatmi Sripatmi, Sripatmi Sugiman Sugiman Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sukoriyanto Sunarsih Sunarsih Supriadi Supriadi Sutisna, Deni Sutisna, Deni Swasono Rahardjo Syazali, Muhammad Taufik Muhtarom Tito Satrio Tursina Ratu Tyas Deviana Ulfa Lu’luilmaknun Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Umar Uwi Martayadi Uwi Martayadi Vivi Rachmatul Hidayati Vivi Rachmatul HIdayati Vivi Rachmatul Hidayati Vivi Rachmatul Hidayati Vivi Rachmatul Hidayati Vivi Rachmatul Hidayati Vivi Rachmatul Hidayati Vivi Rachmatul Hidayati Vivi Rahmatul Hidayati Widodo, Arif Wulandari, Nourma Pramesti Wulandari, Nourma Pramestie Wuri Wuryandani Yulis Tyaningsih, Ratna Yundari, Yundari