Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Diskursus Islam

PERAN GURU MATA PELAJARAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI MADRASAH ALIYAH NEGERI DI KOTA TIDORE KEPULAUAN Muhammad, ِAbdullah; Yaumi, Muhammad; Ibrahim, Misykat Malik; Andi Achruh
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 3 (2024): Pendidikan Agama Islam, Menajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v12i3.50830

Abstract

Artikel ini membahas tentang Peran Guru Mata Pelajaran Pendidkan Agama Islam (PAI) dalam Pembinaan Karakter (akhlak) Peserta Didik pada Madrasah Aliyah Negeri di Kota Tidore Kepulauan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengkaji peran guru mata pelajaran agama Islam dalam pembinaan karakter peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri di Kota Tidore Kepulauan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri 1 dan 2 di Kota Tidore Kepulauan, dengan pendekatan pedagogis, sosiologis dan psikologis. Data bersumber dari Guru mata pelajaran pendidikan agama Islam, peserta didik dan tokoh pendiri Madrasah Aliyah Negeri 1 dan 2 di Kota Tidore Kepulauan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen utama dalam penelitian adalah peneliti sendiri, dan juga menggunakan panduan observasi dan pedoman wawancara. Teknik pengolahan data dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahapan, yaitu : kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi data, untuk mengecek keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukan Pertama bahwa peran guru mata pelajaran pendidikan agama Islam dalam pembinaan nilai karakter peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 1 dan 2 di Kota Tidore Kepulauan yang terdiri dari nilai karakter relegius dengan melaksankan peran sebagai sumber keteladan dan pemberi nasehat. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan karakter memiliki peranan penting dalam kehidupan sehingga orang-orang ketika jauh dari nilai-nilai karakter maka mereka tidak lagi memikirkan tentang baik buruknya, akan tetapi mereka hanya memikirkan untuk memuaskan hawa nafsunya walupun itu, melanggar norma-norma masyarakat dan agama.
THE IMPLEMENTATION OF AUTHENTIC ASSESSMENT ON AKIDAH AKHLAK SUBJECT OF THE 5th GRADE IN MIS MAKKARAENG MAROS Nurhadijah, Nurhadijah; Ibrahim, Misykat Malik; Saprin, Saprin; Arif, Muhammad
Jurnal Diskursus Islam Vol 10 No 3 (2022): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v10i3.33645

Abstract

This study aims to describe the implementation of authentic assessment in Akidah Akhlak subject. Sub problem, i.e., 1). How is the authentic assessment process on the 5th grade of Akidah Akhlak subject at MIS Makkaraeng Maros? 2). How are the authentic assessment results on the 5th grade of Akidah Akhlak subject at MIS Makkaraeng Maros?? This type of research is descriptive qualitative research—the data collection is from two primary and secondary sources. The research method used interviews, observation, and documentation, while the data analysis techniques consisted of data reduction, presentation, and verification. The data validity technique is in the form of a triangulation technique. The results showed: (1) The implementation of authentic research in the Akidah Akhlak subject at MIS Makkaraeng Maros went well in the authentic assessment process, which prepared the assessment plan, carried out the assessment, and then carried out the assessment process. (2) The results of the authentic assessment have been carried out in three domains, namely knowledge competence (cognitive), attitude competence (affective), and skill competence (psychomotor). All forms of assessment on the cognitive aspect were already to the maximum. At the same time, we carried out the affective and psychomotor aspects, although only on the primary assessment technique. In contrast, supporting assessments, such as self-assessment, peer-to-peer assessment, portfolio assessment, and project assessment, have not been used by the teachers of Akidah Akhlak subject in the 5th grade at MIS Makkaraeng Maros. In conclusion, the Akidah Akhlak teacher has carried out value from the authentic assessment process with different steps in terms of attitudes, knowledge, and skills. This research implies that authentic assessment requires teachers to broaden their horizons and increase their knowledge to carry out authentic assessments with various assessment forms and many students.