This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Majalah Kedokteran Bandung Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health) Jurnal Kesehatan Andalas Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia STOMATOGNATIC- Jurnal Kedokteran Gigi The Indonesian Biomedical Journal Sari Pediatri Jurnal Kesehatan Paediatrica Indonesiana Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Jurnal Kesehatan Komunitas Jurnal Kesehatan Medika Saintika JCES (Journal of Character Education Society) Indonesian Journal of Cardiology Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan B-Dent, Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah JURNAL KESEHATAN PERINTIS Buletin Ilmiah Nagari Membangun NERS Jurnal Keperawatan JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Oto Rhino Laryngologica Indonesiana Majalah Kedokteran Andalas Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan Asia Pacific Fraud Journal Jurnal Bidan Cerdas Health and Medical Journal Human Care Journal Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Jurnal 'Aisyiyah Medika Andalas obstetrics and gynecology journal Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Jurnal Ners Science Midwifery Indonesian Journal of Global Health research Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Warta Pengabdian Andalas: Jurnal Ilmiah Pengembangan Dan Penerapan Ipteks JOURNAL LA MEDIHEALTICO Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI) Andalas Dental Journal JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Riset Informasi Kesehatan Elevate : The International Journal of Nursing Education, Practice and Research Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan (Medical Scientific Journal) MESINA Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Profil Penderita Tuberkulosis Paru antara Perokok dan Non Perokok di Poliklinik Paru RSUP. Dr. M. Djamil Padang Cantika Dinia Zulda; Rizanda Machmud; Irvan Medison
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.657

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di dunia, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu faktor risiko yang dapat menurunkan daya tahan tubuh terhadap bakteri Mycobacterium tuberculosis adalah faktor merokok. Menurut Public Health Agency of Canada terdapat hubungan yang erat antara merokok dengan TB. Tujuan penelitian ini bertujuan adalah menentukan perbandingan profil penderita TB paru antara perokok dan non perokok di Poliklinik Paru RSUP Dr. M. Djamil Padang. Desain yang digunakan adalah cross sectional komparatif terhadap 44 penderita TB perokok dan 44 penderita TB non perokok. Data dikumpulkan melalui wawancara dan rekam medis. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara penderita TB paru perokok dan non perokok berdasarkan hasil pemeriksaan BTA awal (p=0,012) dan gejala hemoptisis (p=0,002). Uji statistik pada rata-rata usia (p=0,109), kejadian TB relaps (p=0,244) dan adanya komplikasi (p=0,395) menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara penderita TB perokok dan non perokok.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dengan Kepatuhan dalam Mengkonsumsi Tablet Besi di Wilayah Kerja Puskesmas Seberang Padang Tahun 2013 Rena Regina Erwin; Rizanda Machmud; Bobby Indra Utama
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.744

Abstract

Salah satu program pemerintah untuk mencegah anemia kehamilan di Indonesia adalah suplementasi besi yang dibagikan gratis melalui Puskesmas dan Posyandu. Efektifitas program ini sulit dicapai karena sering kali dihambat oleh rendahnya kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet besi di wilayah kerja Puskesmas Seberang Padang tahun 2013. Penelitian ini menggunakan desain penelitian  cross sectional yang dilakukan pada bulan Januari hingga Oktober 2013. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester II dan trimester III yang berada di wilayah kerja Puskesmas Seberang Padang, dengan jumlah sampel 52 orang yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian diperoleh 79% ibu hamil termasuk dalam kategori tidak patuh, 58% ibu hamil dengan pengetahuan kurang, dan 52% ibu hamil dengan sikap negatif dalam mengkonsumsi tablet besi. Analisis bivariat dengan uji chi-square diketahui bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan kepatuhan dan juga terdapat hubungan yang bermakna antara sikap dan kepatuhan. Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap merupakan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi.
Analisis Penerapan Upaya Pencapaian Standar Sasaran Keselamatan Pasien Bagi Profesional Pemberi Asuhan Dalam Peningkatan Mutu Pelayanan di Rawat Inap RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2017 Anna Faluzi; Rizanda Machmud; Yulastri Arif
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.919

Abstract

Hasil survey pelaksanaan patien safety di RSUP.DR.M.Djamil Padang selalu terjadi peningkatan insiden setiap tahunnya, angka kepatuhan petugas, yaitu 74% (standar 100%). Tujuan penelitian ini menganalisis upaya pencapaian standar sasaran keselamatan pasien bagi para profesional pemberi asuhan dalam peningkatan mutu pelayanan di Rawat Inap RSUP Dr.M.Djamil Padang Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discusion. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara 17 orang informan yaitu, direktur medik, komite KPRS, pengelola perawatan, kepala ruangan, dokter, perawat, apoteker, ahli gizi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekurangan SDM keperawatan dan farmasi. Pengadaan sarana yang belum tercukupi seperti handraill, bel, wastafel, tissu. Budaya keselamatan pasien, budaya pelaporan IKP, serta kepatuhan profesional pemberi asuhan dalam implementasi SKP belum optimal, rata-rata capaian 89%. Output belum sesuai target 100%, masih terdapat KTD dan KNC. Kesimpulannya, penerapan sasaran keselamatan pasien bagi profesional pemberi asuhan di rawat inap belum maksimal. Disarankan, pimpinan rumah sakit beserta jajarannya melakukan perbaikan mutu melalui penambahan tenaga, melengkapi sarana, optimalisasi pelaporan insiden, optimalisasi kegiatan monev, meningkatkan pelatihan staf.
Gambaran Missing Cases Tuberkulosis pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kota Padang Panjang Mery Febriyeni; Rizanda Machmud; Finny Fitri Yani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1132

Abstract

AbstrakVisi end Tuberculosis 2035 sulit dicapai jika masih banyak kasus TB yang tidak ternotifikasi (missing cases). Missing cases TB merupakan istilah penderita TB yang tidak terdiagnosis (underdiagnosis) atau terdiagnosis namun tidak tercatat (underreporting). Missing cases TB di kota Padang Panjang 3 (tiga) tahun terakhir mencapai 69,35% dibandingkan dengan Sumatera Barat (64,12%), Indonesia (60,78%) dan global (40%). Dampaknya sangat besar, karena keberadaan dan kondisi kasus indeks tidak diketahui. Alur penemuan kasus, jumlah missing cases dan lokasi missing cases belum diketahui dengan jelas. Tujuan: Memperoleh gambaran mengenai alur proses penemuan kasus, mengidentifikasi jumlah missing cases dan lokasi missing cases TB. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus yang telah dilakukan dari Januari sampai Juli 2019 di Puskesmas, Klinik Pratama dan Dokter Praktek Mandiri Kota Padang Panjang. Missing cases TB ditelusuri dengan pendekatan Patient Care Cascade. Lokasi missing cases TB diidentifikasi menggunakan Patient Pathway Analysis. Hasil: Alur penemuan kasus TB paru di FKTP pemerintah sudah sesuai pedoman, namun penemuan kasus TB paru di FKTP non-pemerintah ada perbedaan. Simpulan: Teridentifikasi underdiagnosis sebanyak 71 kasus. Underreporting sebanyak 25 kasus TB. Lokasi terjadinya missing cases TB yaitu di klinik swasta sebanyak 19 kasus dan Dokter Praktek Mandiri sebanyak 6 kasus.. 
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018 Eko Setiawan; Rizanda Machmud; Masrul Masrul
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i2.813

Abstract

Stunting merupakan keadaan indeks tinggi badan menurut umur di bawah minus dua standar deviasi berdasarkan standar WHO.. Stunting merupakan manifestasi jangka panjang faktor konsumsi diet berkualitas rendah, penyakit infeksi berulang, dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan. Jenis penelitian ini adalah studi analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sebanyak 74 sampel dipilih secara simple random sampling. Penelitian dilakukan dari Maret sampai April 2018. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran tinggi badan, wawancara dan pengisian kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi stunting sebesar 26,9 persen dan normal sebesar 73,1 persen. Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat asupan energi, riwayat durasi penyakit infeksi, berat badan lahir, tingkat pendidikan ibu dan tingkat pendapatan keluarga dengan kejadian stunting. Tingkat pendidikan ibu memiliki hubungan paling dominan dengan kejadian stunting. Penelitian ini menyarankan pemerintah, instansi kesehatan, dan pihak terkait berkolaborasi menerapkan kebijakan untuk mengurangi risiko stunting. Masyarakat disarankan mendapatkan pendidikan yang berkualitas, memberikan asupan nutrien yang seimbang dan meningkatkan derajat kesehatan anak.
Analisis Waktu Tunggu Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Achmad Darwis Suliki Tahun 2019 Suspenti Dewi; Rizanda Machmud; Yuniar Lestari
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1137

Abstract

AbstrakWaktu tunggu rawat jalan di RSUD dr. Acmad Darwis Suliki masih menjadi permasalahan, hasil survey awal didapatkan bahwa waktu tunggu rawat jalan masih melebihi SPM rawat jalan yang ada yaitu < 60 menit. Hal ini akan berdampak pada kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diterima. Tujuan: Menganalisis waktu tunggu rawat jalan di RSUD dr. Achmad Darwis Suliki tahun 2019. Metode: Penelitian ini adalah studi kualitatif dengan melakukan wawancara semi terstruktur, Focus Group Discussion, observasi dan telaah dokumen. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara pada sembilan orang informan. Komponen yang diteliti yaitu komponen input (SDM, Standar Prosedur Operasional (SPO)/kebijakan dan sarana prasarana), komponen proses (pendaftaran, menyiapkan dokumen rekam medis, pemeriksaan) dan komponen output. Hasil: Jumlah SDM masih kurang dan kedisiplinan petugas khususnya tenaga medis juga masih kurang, SPO rekam medis belum terlaksana secara optimal karena kurangnya kedisiplinan petugas dalam melaksanakan SPO, sedangkan SPO untuk rawat jalan belum ada. Ketersediaan sarana prasarana masih belum mencukupi. Proses pendaftaran terkendala karena jumlah komputer yang kurang. Menyiapkan dokumen rekam medis belum sesuai dengan standar waktu yang telah ditetapkan karena kurangnya petugas dan  SPO yang belum terlaksana dengan baik. Waktu tunggu rawat jalan masih belum sesuai standar karena masih melebihi waktu 60 menit. Simpulan: Waktu tunggu rawat jalan di RSUD dr. Achmad Darwis Suliki tahun 2019 belum sesuai standar. Disarankan agar pihak rumah sakit dapat meminimalisasi waktu tunggu rawat jalan dengan penambahan petugas, menyusun SPO, melakukan monitoring dan evaluasi, melengkapi sarana prasarana. 
Survei Kepuasan dan Manajemen Keluhan Pasien Diabetes Melitus terhadap Pelayanan Kesehatan Prolanis Askes di Rumah Sakit Pemerintah Propinsi Sumatera Barat Rizanda Machmud; Maryeti Maryeti; Isnati Isnati; Abdiana Abdiana
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.634 KB) | DOI: 10.22146/jkki.36380

Abstract

Background. Indonesia is one of the countries which have increasing of prevalence of diabetes mellitus rapidly. The number of people with diabetes is increasing every 150-200 person everyday. High health care cost and low of productivity is the impact if controlling the Diabetes Mellitus is neglected. ASKES as provider of health insurance in Indonesia has a program called disease management program for diabetes mellitus (Prolanis). The program has not been evaluated since 2010. Analysis both of patient satisfaction and management complaint are needed as an indicator for high quality of health care. The aim of the study is to analyze patient satisfaction and management of complaint for diabetes mellitus patient who has ASKES insurance in Dr.M Jamil hospital West Sumatera Methods. A survey conducted in Dr. M Jamil Hospital. Total of respondent are 100 ambulatory patients of Diabetes Melitus. The technique of sampling is consecutive sampling. The analysis of patient satisfaction uses servqual analysis with 10 dimentions of quality care and Kartesius’s diagram. The complaint management analysis uses 6 dimentions of Commonwealth Ombudsman’s Office, and gap analysis. Result. The score of patient satisfactions as ambulatory patient in diabetes melitus health care in Dr. M Jamil Hospital is 44%. It is lower than the government quality standart for health care. The result of the the study, Kartesius’s diagram shows that there are 4 atributs need to be improved such as capacity of the nurse in promoting and preventing of diabetes mellitus; the pharmacist should give more information of medicine’s schedule and taking care of medicine; schedule meeting the doctor is not on time; the doctors are coming late; and they do not to see the same doctor every meeting. The score of perception in complaint handling is 79.8%. There is unequity distribution of score in 4 dimentions which are Fairness, Responsiveness, Effectiveness, Access (such as improper manner from the nurse when patient complains, the socialisation of complaint handling was unclear (e.g. if something happen, they regarded it as an accident cases or unpredictable factor). The complaint is not solved soon thus the same problem and complaints reoccured all the time. Conclusion. The problems of quality health care for ambulatory patient of diabetes mellitus that has ASKES incurance affect the core business of Dr. M Jamil Hospital management. All these problems are having impact in decreasing patient satisfaction, even when all the rest of performance satisfaction dimention score are high. There is unequity score in complaints handling of the ambulatory diabetes Mellitus patient. It means the patient perceived that the management gives different respond in customer’s complaint handling. Latar Belakang. Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi penyakit diabetes yang meningkat paling cepat. Jumlah penderita diabetes di Indonesia bertambah 150- 200 orang setiap hari. Kelalaian mengendalikan penyakit sejak awal akan dibayar dengan tingginya biaya kesehatan serta rendahnya produktivitas masyarakat. Untuk itu PT ASKES melalui Program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) melakukan upaya promotif dan preventif yang terintegrasi dan model pengelolaan penyakit kronis bagi peserta penderita penyakit kronis, seperti Diabetes Melitus. Evaluasi pelaksanaan Prolanis PT ASKES belum pernah dilakukan sejak diberlakukan tahun 2010. Dibutuhkan indikator dari kualitas pelayanan berupa kepuasan pasien, disamping itu, diperlukan arahan dalam perbaikan proses pelayanan yaitu melalui manajemen keluhan. Kedua hal tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan, untuk mencapai pelayanan kesehatan yang paripurna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kepuasan pasien dan menganalisis penanganan keluhan pasien Diabetes Melitus Peserta ASKES yang berkunjung ke Poli Rawat Jalan RS M Jamil di Sumatera Barat. Metode. Disain penelitian adalah cross sectional dilakukan pada tahun 2013 dengan sampel 100 pasien DM yang memiliki kartu ASKES dan menjalani rawat jalan di Poli Penyakit Dalam RS M Jamil di Sumatera Barat. Teknik pengambilan sampel penelitian concecutive sampling. Kepuasan pasien dijabarkan dalam 10 dimensi mutu dan diolah menggunakan analisis servqual dan Diagram Kartesius. Manajemen keluhan dinilai melalui persepsi pasien terdiri dari 6 dimensi Commonwealth Ombudsman’s Office dan dilakukan gap analisis. Hasil. Didapatkan hasil 44% merasa Puas terhadap pelayanan yang diterima mereka di poliklinik Diabetes Mellitus Prolanis ASKES, namun masih dibawah target standar pelayanan minimal dari pemerintah. Berdasarkan diagram Kartesius yang harus dibenahi ada empat permasalahan: Atribut yang belum memuaskan dan merupakan permasalahan utama adalah : Perawat RS belum mampu memberikan penyuluhan keperawatan yang berhubungan dengan penyakit DM, Petugas apotik memberi informasi cara minum dan menyimpan obat bagi penderita DM, Ketepatan Pelaksanaan pelayanan terhadap jadwal waktu pelayanan yang belum memenuhi harapan pasien, keinginan untuk bertemu dokter yang sama tiap kali kunjungan, dan dokter datang tidak tepat waktu. Persepsi pasien peserta Askes program Prolanis menyatakan kepuasan dalam komitmen dari rumah sakit dalam manajemen atau penanganan keluhan sudah baik sebesar 79.8%. Akan tetapi terdapat perbedaan persepsi yang tidak merata pada pasien Diabetes Mellitus terhadap 4 dimensi dari 6 dimensi yang dinilai yaitu Fairness, Responsiveness, Effectiveness, Access (menyampaikan keluhan mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dari para petugas Rumah Sakit, keberadaan sistem keluhan pelanggan disosialisasikan belum jelas kepada seluruh pengguna Rumah Sakit dan jawaban Rumah Sakit yang diterima pasien masih belum cukup pantas, Rumah Sakit berusaha membuat sesuatu yang terjadi pada pasien tampak sebagai suatu accident yang merupakan bukan kesalahan Rumah Sakit, keluhan yang disampaikan terulang lagi saat kunjungan berikutnya/keluhan tidak ditanggapi). Kesimpulan. Permasalahan utama utuk kepuasan bagi peserta Prolanis ASKES untuk pasien DM di RSUP Dr.M.Djamil menyangkut aspek core business rumah sakit. Keempat hal tersebut memiliki daya ungkit yang besar dalam kepuasan pasien DM. Hal ini menyebabkan hasil pencapaian kepuasan pasien DM di Rumah sakit menjadi rendah, walaupun kinerja lainnya dalam analisis dimensi mutu sudah sangat memenuhi harapan pasien. Analisis dalam manajemen keluhan sudah baik, namun masih adanya perbedaan yang tidak merata dalam menangani keluhan, komplain, pasien Diabetes Melitus Peserta ASKES yang berkunjung ke Poli Rawat Jalan RSM Jamil. 
Analisis Bentuk Pengabaian yang Dialami Lansia yang Tinggal Bersama Keluarga Ezalina Ezalina; Rizanda Machmud; Nursyrwan Effendi; Yantri Maputra
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.231 KB) | DOI: 10.26714/jkj.8.1.2020.83-88

Abstract

Meningkatnya jumlah lansia perlu diperhatikan pengasuhan yang diberikan oleh keluarga berupa pemenuhan kebutuhan fisik, pskologis, dan finansial sehingga lansia tidak terabaikan. Terdapat jenis pengabaian yang dialami lansia ketika tinggal bersama keluarga yaitu pengabaian fisik, psikologis, dan finansial.Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi bentuk pengabaian yang dialami lansia berdasarkan pemenuhan kebutuhan fisik, psikologis, dan finansial. Jenis penelitian adalah kualitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 6 orang informan lansia. Analisis data menggunakan pendekatan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan dari hasil wawancara dengan lansia didapatkan dalam pemenuhan kebutuhan fisik lansia tidak menjadi kewajiban anak, diberikan oleh anak jika anak menyanggupi, bantuan yang diberikan lansia dibayar secara gratis. Berdasarkan pemenuhan kebutuhan psikologis didapatkan lansia hanya sebagai objek, keluarga kurang peka dengan yang diinginkan lansia dan dalam pemenuhan kebutuhan finansial didapatkan pemenuhan keuangan lansia tidak rutin diberikan, lansia butuh uang untuk pegangan. Diharapkan pihak puskesmas melalui pemegang program lansia agar memberikan pedampingan kepada keluarga (care giver) dalam merawat lansia di rumah melalui keterlibatan kader. Kata kunci: pengabaian, lansia, keluarga ANALYSIS OF THE NEGLECT TYPES EXPERIENCED BY THE ELDERLIES LIVING WITH THEIR FAMILY  ABSTRACTThe increasing number of elderly people leads to the need of giving attention on the care given by their families in terms of physical, psychological, and financial needs so they will not be neglected. There are three kinds of neglect experienced by them when living with their families, namely: physical, psychological, and financial neglects. This study aims to explore the neglect types experienced by the elderly based on the fulfillment of physical, psychological, and financial needs.This study used qualitative approach. The sampling technique used was purposive sampling with 6 elderly informants as the samples. Thematic analysis was used to analyze the data. Based on the results of interview, it was found that the physical need of the elderly is not their children’s obligation, given if their children undertake it, the assistance provided by the elderly is considered free of charge. While, based on the psychological needs, the elderly is only as an object, their families is less sensitive to what the elderly wants. Then, in the financial needs, the elderly's financial fulfillment is not given routinely, the elderly need money to handle. It is expected that the Puskesmas (Community Health Center) through the holder of elderly program will provide assistance to the families (care givers) in caring for the elderly at home through the involvement of cadres. Keywords: neglect, family, elderly
Differences in Maternal Leptin Serum Levels between Normal Pregnancy and Preeclampsia Yusrawati Yusrawati; Ratna Lestari Habibah; Rizanda Machmud
The Indonesian Biomedical Journal Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v7i1.20

Abstract

BACKGROUND: Maternal circulating leptin, placental leptin gene expression and protein levels are increased in preeclampsia as compared with those in normal pregnancy. Increased serum leptin levels in preeclampsia which correspond with increased gestational age can be used independently or with other parameters as a marker for the severity of preeclampsia. The advantages of this examination in identifying preeclampsia severity are its simplicity, fast result, low cost and applicability.METHODS: A cross-sectional study was conducted in delivery room, polyclinic of Dr. M. Djamil Hospital, and Biomedical Laboratories of Medical Faculty of Andalas University from December 2013 to April 2014. The samples were collected from 68 women with singleton pregnancy in their third trimester (>28 weeks) presenting to the polyclinic and the delivery room of Dr. M. Djamil hospital. Differences in maternal serum leptin between preeclampsia and normal pregnancy were determined using t-test and Wilcoxon test for data with and without normal distribution, respectively, where p<0.05 indicating a significant results.RESULTS: The mean maternal serum leptin levels in normal pregnancy and preeclampsia were 1588.7964 ± 8.01074 ng/mL and 1608.1725 ± 6.69579 ng/mL, respectively. Thus, there is a statistically significant difference in mean maternal serum leptin levels between the normal pregnancy and preeclampsia (p<0.05).CONCLUSION: There are significant differences in maternal serum leptin levels between women with normal pregnancy and preeclampsia.KEYWORDS: leptin, preeclampsia, pregnancy
Kolonisasi Kuman dan Kejadian Omfalitis pada Tiga Regimen Perawatan Tali Pusat pada Bayi Baru Lahir Riza Yefri; Mayetti Mayetti; Rizanda Machmud
Sari Pediatri Vol 11, No 5 (2010)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp11.5.2010.341-7

Abstract

Latar belakang. Infeksi merupakan penyebab terbanyak kematian bayi baru lahir dan salah satunya disebabkanoleh infeksi tali pusat (omfalitis). Untuk mencegah timbulnya omfalitis bermacam antiseptik atauantimikroba sudah digunakan secara luas. Rekomendasi pemilihan regimen perawatan harus didasarkanpola kolonisasi kuman di institusi tersebut. Badan Kesehatan dunia WHO dan AAP merekomendasikanperawatan tali pusat cara kering tanpa antiseptik ataupun antimikroba.Tujuan. Mengetahui pola kolonisasi kuman, kejadian omfalitis, dan lama puput tali pusat pada regimenperawatan dengan alkohol 70%, povidon iodin 10%, dan cara kering di RS Dr. M. Djamil Padang.Metode. Penelitian klinis eksperimental di Ruang Rawat Kebidanan dan Rawat Gabung RS dr. M. Djamilselama April hingga Agustus 2009. Bayi yang memenuhi kriteria penelitian dirandomisasi untuk mendapatkansatu metode perawatan tali pusat dengan alkohol 70%, povidon iodin 10%, atau cara kering. Swabumbilikal untuk biakan kuman dilakukan di rumah sakit saat bayi berusia 48-72 jam. Bayi diamati sampaitali pusat puput. Analisis data dengan uji chi-square dan Fischer exact.Hasil. Jumlah bayi yang diteliti 147, masing-masing kelompok terdiri dari 49 bayi. Hasil biakan ditemukanpertumbuhan kuman 97,3%, di antaranya 47,5% ditumbuhi lebih 1 kuman (polimikroba). Klebsiella speciesdan Staphylococcus aureus merupakan kuman dominan pada ketiga regimen. Kuman Gram negatif lebihbanyak dari Gram positif. Ditemukan satu kasus omfalitis pada cara kering. Lama puput tali pusat lebihcepat pada cara kering.Kesimpulan. Tidak terdapat perbedaan kolonisasi kuman pada ketiga regimen perawatan tali pusat. Kejadianomfalitis ditemukan satu kasus pada cara kering. Lama puput tali pusat lebih cepat pada cara kering.
Co-Authors - Afrizal A. Aziz Djamal Abdi Setya Putra Abdiana Abdiana Abdiana, Abdiana Adang Bachtiar Addientya Maykeza Adelin, Prima Adrial Adrial, Adrial Afrizal Afrizal Afrizal Afrizal Amelin, Fitrisia Amrin Alkamar Andani Eka Putra Anna Faluzi ANNISA WAHYUNI Apriyeni, Emira Ari Sukma Nela Ariadi, Ariadi Ariescha, Putri Ayu Yessy arif, yulastri Arina Widya Murni Artha Budi Susila Duarsa Astiena, Adila Kasni Audia Tria Putri Ayu Nurdiyan Aziz Djamal Azrimaidaliza Basok, Buhari Bestari Jaka Budiman Bobby Indra Utama Br Ginting Munthe, Novita Candra Deni Mairosa Cantika Dinia Zulda Dally Rahman DEDI FATRIDA Defriman Djafri Defrin, Defrin Delfilaura, Asyifa Delmi Sulastri Denas Symond Desmiwarti Desmiwarti Desmiwarti Desmiwarti Desy Nofita Sari Devi Gusmaiyanto Dewi Susanti Dhyna Lidya Lestari Dia Rofinda, Zelly Dia Dian Pertiwi Dolly Irfandy Dorisnita Dorisnita Dorisnita Dorisnita dorisnita, dorisnita Dwiana Ocviyanti Edi Efian Edison Edison Effy Huriyati Efrida Efrida Eko Setiawan Ekowati Rahajeng Elly Usman Elyasina Elyasina Emeraldy Chatra Eny Yantri Erlina Burhan Esi Afriyanti Evi Hasnita Ezalina, Ezalina Fachry Abda El Rahman Fadila, Zurayya Fairuza Muharammy Fakhri, Muhamad Fathiyyatul Khaira Fathiyyatul Khaira, Fathiyyatul Fauziah Elytha Febrina, Raissa Fenty Anggraini Ferdinal Ferry Ferry, Ferdinal Finny Fitri Yani Finny Fitry Yani Firdawati Firdawati, Firdawati Fitra Dini Fitra Gusfriyanto Fitrayeni Fitrayeni Hamzah, Prima Kurniati Hardisman Harinal Afri Resta Harmawati Harum Nurdinah Haryadi Mangkuto Hasmiwati Hendriani, Intania Dwiputri Hendriati, Hendriati Herman, Deddy Husna Yetti Huvaid, Sevilla Ukhtil Ida Rahmah Burhan Indah Edranovi Putri Indah Syafira Praja Irvan Medison Irvan Medison Irvan Medison Irwanto, Engga Lift Isnati Isnati Isniati Jafril Jafril Jendrius Jendrius Kamal Kasra Kuswardani Susari Putri Lendrawati Lendrawati Leona, Denada Florencia Lili Fajria Lindesi Yanti Linosefa Linosefa M. Abduh Firdaus Mahata, Liganda Endo Mahathir, Mahathir Mahyuni, Eni Maryeti Maryeti Masrul Masrul Mayetti Mayetti Melinda Noer Mery Febriyeni Mike Ayu Wulandari mimi rosiska Mira Susanti Monalisa Monalisa Mudjiran Muhamad Ivan Munthe, Novita Br Ginting Murniwati Murniwati Murniwati Murniwati Nasman Puar Neherta, Meri Nelmi Silvia Nelwati, Nelwati Nency Agustia Nilakesuma, Nur Fadjri Nita Afriani Nopriadi . Novi Yudia Nur Afrainin Syah Nur Indrawati Lipoeto Nur Indrawaty Lipoeto Nurmaines Adhyka, Nurmaines Nursyirwan Effendi, Nursyirwan Nursyrwan Effendi Nurulia Muthi Karima Nusyirwan Effendi Nuzulia Irawati P.A Kodrat Pramudho Prof. Syed Mohamed Aljunid Prof. Syed Mohammed Aljunid Putri Nelly Syofiah Putri Nilam Sari Putri Sri Lasmini Putri Sri Lasmini, Putri Sri R Nona Millani Rahayuningsih, Atih Rahmad Gurusinga Rahmat Syawqi Rasyid, Hauda El Ratna Lestari Habibah Rena Regina Erwin Reni Prima Gusty Renty Ahmalia Rika Sarfika Rima Berlian Putri Rima Semiarty Rima Suryani Rina Jumita Rismawati Yaswir Riza Yefri Rizki Rahmadian Rohim, Muhamad Fatchur Rosdiyanto, Rosdiyanto Rosfita Rasyid Roslaili Rasyid Rosmeri Rosha Rosmery Rosmery Rulifa Syahroel Russilawati, Russilawati Sari, Nur Mala Sari, Yulia Margaretta Soetrisno Soetrisno Soetrisno Soetrisno Suci Rahmasari Sukri Rahman Surya Nelis Susi Erianti Suspenti Dewi Syafrawati Syahredi Adnani Utami, Sherly Putri Vera Sesrianty Vitro Darma Yusra Vivi Syofia Sapardi Wahyuni, Annisa Widayat Alviandi Widiya Wati Yan Edward Yandrizal Yandrizal Yanni, Mefri Yantri Maputra Yashinta Octavian Setyanda Yaslinda Yaunin Yefri Zulfiqar Yenita . Yolazenia Yolazenia Yonrizal Nurdin Yudhia Fratidhina Yulia Efni Yulia Margaretta Sari Yuliarni Syafrita Yunarti Yunarti Yundari, Yundari Yuniar Lestari Yuriko Andre Yurniwati Yurniwati Yusrawati Yusrawati