p-Index From 2021 - 2026
13.604
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MEDIA KONSERVASI Jurnal Informatika TEKNIK JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA JURNAL ILMU SOSIAL Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Jurnal Nosel Interaksi Online Journal of Oceanography Jurnal Anestesi Perioperatif EL-MUHASABA Jurnal Informatika Jurnal Biotek Medisiana Indonesia JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains AJIE (Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship) JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Journal of Indonesian History Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Jurnal Manajemen Keuangan Publik Jurnal Berkala Kesehatan Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Journal of Energy, Mechanical, Material and Manufacturing Engineering Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia INOVTEK Polbeng - Seri Informatika Solidaritas Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan JURNAL REKAYASA SISTEM INDUSTRI Jurnal AKSI (Akuntansi dan Sistem Informasi) Jurnal Kesehatan Manarang INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JSiI (Jurnal Sistem Informasi) J-SAKTI (Jurnal Sains Komputer dan Informatika) Manuju : Malahayati Nursing Journal Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Unnes Journal of Public Health J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JAVA Journal of Electrical and Electronics Engineering Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Source: Jurnal Ilmu Komunikasi Health Information : Jurnal Penelitian JUKANTI (Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi) ANIMA Indonesian Psychological Journal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Jurnal Mnemonic JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Jurnal Ners An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Tekinkom (Teknik Informasi dan Komputer) Studi Kasus Inovasi Ekonomi Science Midwifery Aiti: Jurnal Teknologi Informasi Jurnal Surya Masyarakat JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) Jurnal Teknik Informatika (JUTIF) Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat JETA (Journal of English Teaching and Applied Linguistic) Jurnal UNITEK Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Senopati : Sustainability, Ergonomics, Optimization, and Application of Industrial Engineering MAHESA : Malahayati Health Student Journal Journal of Industial Engineering and Technology J-SAKTI (Jurnal Sains Komputer dan Informatika) Al-Hilal: Journal of Islamic Astronomy Journal of Education Research International Journal of Management Science and Information Technology (IJMSIT) Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Journal Of Human And Education (JAHE) Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Proceeding of the International Conference on Family Business and Entrepreneurship (ICFBF) Jurnal Pengabdian Vokasi Jurnal Pendidikan dan Perhotelan Smart City Jurnal Ilmiah Fokus Ekonomi, Manajemen, Bisnis & Akuntansi (EMBA) JURNAL PENGABDIAN PENDIDIKAN MASYARAKAT (JPPM) Jurnal Manajemen Rekayasa dan Inovasi Bisnis ANGON: Journal of Animal Science and Technology Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Nanggroe: Journal Of Scholarly Service Proceeding of International Conference on Science, Education, and Technology Kartala Visual Studies Warta LPM Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Nanggroe: Journal of Scholarly Service Heca Journal of Applied Sciences Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (JUKANTI) Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Akiratech Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Ulil Albab Journal of Green Engineering for Sustainability Jurnal Pengabdian Cendikia Nusantara Determinasi: Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen dan Akuntansi NMI THE JOURNAL OF Nursing Management Issues
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PROMOSI, PUBLISITAS, DAN FREKUENSI WORD OF MOUTH TERHADAP MINAT KUNJUNGAN WISATA KE KABUPATEN SEMARANG Hutabarat, Oithona Gracelia R.; Nugroho, Adi; Naryoso, Agus; Gono, Joyo NS
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.25 KB)

Abstract

Perkembangan pariwisata di Indonesia saat ini didorong untuk menjadi salah satu sektor yang memberikan andil besar dalam pengembangan perekonomian dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Hal tersebut juga menjadi prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang, di mana sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang mampu mendukung pendapatan asli daerah.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan mengambil lokasi penelitian di Kab. Semarang. Pendekatan penelitian yang dilakukan mengunakan pendekatan kuatitatif untuk mengetahui pengaruh dari promosi, publisitas, dan WOM terhadap minat kunjungan wisata ke Kab. Semarang. Data didapatkan melalui penyebaran kuisioner secara merata terhadap populasi atau sampel penelitian, yaitu wisatawan dari Kota Semarang. Seluruh data dan informasi yang berhubungan dengan penelitian ini diwujudkan dalam bentuk angka dan dianalisis menggunakan statistik untuk penelitian. Dengan demikian, tujuannya adalah untuk mengetahui apakah promosi, publisitas, dan WOM berpengaruh signifikan terhadap keputusan wisatawan dalam melakukan kunjungan wisata ke Kabupaten Semarang.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) Promosi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan kunjungan wisata. 2) Publisitas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan kunjungan wisata. 3) Word of Mouth berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan kunjungan wisata. 4) Promosi, Publisitas, dan frekuensi Word of Mouth secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat kunjungan wisata ke Kab. Semarang.
Interpretasi Khalayak dalam Rubrik Goresan Hati pada Majalah Sekar Wahyu Pertiwi, Astuti Dwi; Nugroho, AdI; Lukmantoro, Triyono
Interaksi Online Vol 1, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.45 KB)

Abstract

Nama : Astuti Dwi Wahyu PertiwiNIM : D2C009126Judul : Interpretasi Khalayak dalam Rubrik Goresan Hati padaMajalah SekarABSTRAKPerempuan senantiasa dijadikan objek yang tepat dalam setiap bidikan panahmedia massa, khususnya di Indonesia. Berbagai masalah pribadi perempuan yangterungkap di media massa menjadikan posisi perempuan semakin termarjinalkan.Salah satu media massa yang melanggengkan praktik publikasi masalah pribadiyang dilakukan para perempuan adalah Majalah Sekar dengan nama rubriknyaGoresan Hati. Mulai dari kasus perselingkuhan, perceraian, sampai kekerasandalam rumah tangga, coba diangkat oleh pihak Goresan Hati sebagai motifbantuan bagi para perempuan yang mengalami kisah pahit dalam hidupnya,dengan bercerita secara gamblang pada rubrik tersebut.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif denganmenggunakan pendekatan resepsi yang berpijak pada deskripsi kata-kata yangmencakup pencarian data dan fakta mengenai suatu fenomena dengan tujuanmenjelaskan suatu keadaan atau fenomena. Penelitian kualitatif memerlukanketerlibatan yang lebih mendalam dengan khalayak itu sendiri. Ini termasukteknik seperti wawancara dalam rangka untuk sampai pada kesimpulan tentangperilaku khalayak dalam kaitannya dengan konsumsi media (Kothari, 2004).Hasil penelitian berdasarkan pemaknaan pembaca pada rubrik Goresan Hati,menunjukkan khalayak menganggap bahwa cerita dalam rubrik Goresan Hatimerupakan sebuah cerita yang dapat dijadikan pembelajaran dalam kehidupanseseorang. Selain itu, sikap waspada dan hati-hati dalam bertindak dapat munculsetelah membaca rubrik ini. Selain itu masalah pribadi perempuan yang ada padamajalah wanita, diyakini karena masih diterapkannya sistem patriarki yang masihmengakar kuat dalam kehidupan antara laki-laki dan perempuan. Terdapatkeberagaman pendapat mengenai keorisinilan kisah dalam rubrik Goresan Hatisebagian informan menganggap bahwa cerita Goresan Hati merupakan kisahnyata yang ditulis langsung oleh si ‘korban’ sedangkan dua informan lainberpendapat bahwa kisah tersebut adalah murni hasil rekayasa media demimendapatkan perhatian publik dengan latar belakang untuk memperolehkeuntungan semata.Kata kunci : perempuan dan media, pengungkapan masalah pribadi.Nama : Astuti Dwi Wahyu PertiwiNIM : D2C009126Judul : Audience Interpretation for Rubric of Goresan Hati on SekarMagazineABSTRACTWomen continue to be appropriate objects in every shot arrows of mass media,especially in Indonesia. Women's personal problems were revealed in the mediamakes women more marginalized position. One of the mass media who perpetuatethe practice of publishing personal problems that the women are Sekar Magazineto name columns Goresan Hati. Ranging from cases of infidelity, divorce,domestic violence up, trying to be appointed by the liver as a motive Scratches aidfor women who experienced the bitter story of his life, with vivid storytelling onthe rubric.This research uses descriptive qualitative research method using an approachbased on the description of the reception of words that includes collecting dataand facts about a phenomenon in order to explain a situation or phenomenon.Qualitative research requires a deeper engagement with the audience itself. Theseinclude techniques such as interviews in order to arrive at conclusions aboutaudience behavior in relation to media consumption (Kothari, 2004).The results based on the interpretation of the reader Goresan Hati rubric, show theaudience think that the story in the rubric Goresan Hati is a story that can be usedas learning in one's life. In addition, being alert and cautious in acting may ariseafter reading this column. Besides women's personal problems that exist inwomen's magazines, is still believed to be due to the implementation of thepatriarchal system that still entrenched in the lives of men and women. There is adiversity of opinion regarding the originality of the story within the rubric of someinformants Goresan Hati Stroke Heart assume that the story is a true story writtendirectly by the 'victim' while two other informants argued that the story is purelyengineered media to get the public's attention to the background to obtain profit.Keywords: women and the media, the disclosure of personal problems.Interpretasi Khalayak dalam Rubrik Goresan Hati padaMajalah SekarSkripsiDisusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikanPendidikan Strata 1Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Imu PolitikUniversitas DiponegoroPenyusunNama : Astuti Dwi Wahyu PertiwiNIM : D2C009126JURUSAN ILMU KOMUNIKASIFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG2013PENDAHULUANMedia massa pada hakikatnya merupakan perantara komunikasiyang digunakan untuk menyampaikan pesan dari sumber berita kekhalayak banyak. Salah satu media massa tersebut adalah majalah.Majalah adalah sebuah media publikasi atau terbitan secara berkala yangmemuat artikel-artikel dari berbagai penulis (Assegaff, 1983 : 127).Selain memuat artikel, majalah juga merupakan publikasi yangberisi cerita pendek, gambar, review dan ilustrasi yang dapat mewarnai isidari majalah. Majalah juga tak jarang dijadikan rujukan oleh parapembacanya dalam mencari sesuatu hal yang diinginkannya. Kemunculanmajalah memberikan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakatakan informasi beragam yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat saatini. Maka tak perlu heran berbagai ragam majalah beredar saat ini, yangmana disesuaikan dengan segmentasinya.Majalah dapat dibedakan menurut pembaca pada umumnya ataukelompok pembaca yang menjadi target pasarnya, yakni majalah dapatdiklasifikasikan menurut segmen demografis (usia atau jenis kelamin),atau pun pembedaan secara psikografis, dan geografis atau dapat dilihatdari segi kebijakan editorialnya (Kasali, 1992:111).Salah satu jenis majalah yang saat ini sedang mengalamiperkembangan yang sangat pesat yakni majalah wanita. Majalah wanitaadalah majalah yang berisikan karangan-karangan khusus mengenai duniawanita, dari masalah-masalah mode, resep masakan, kekeluargaan danjuga yang dihiasi dengan foto-foto (Assegaff, 1983 : 126-128).Kehadiran majalah wanita ini menjadi ruang tersendiri bagi kaumhawa untuk mengekspresikan diri. Salah satu isi dari majalah wanitaadalah rubrik-rubrik yang berisi curahan hati yang dilengkapi dengankonsultasi dari ahli psikolog.Selama ini sudah banyak majalah yang memberikan kesempatanbagi para perempuan untuk menuliskan segala opini atau bahkanmenuliskan masalah-masalah (nyata) yang dialaminya dalam rubrik-rubrikcurahan hati yang sudah disediakan. Kisah nyata yang dikirim langsungoleh ‘si korban’ ini, ternyata diminati banyak pembaca perempuan untukmenceritakan kisah seputar kehidupan dan masalah mereka untuk dimuatdalam majalah.Majalah Sekar hadir untuk mencoba memenuhi segala informasiyang dibutuhkan oleh para wanita Indonesia. Sekar memposisikan brandnyasebagai sahabat dan tempat bertanya yang tepat dan akurat.Menghadirkan informasi seputar dirinya, keluarga, hingga kehidupansebagai seorang wanita. Dengan komposisi yang berimbang Sekarmenyajikan informasi yang dibutuhkan oleh wanita pada umumnya yaknigaya hidup, kecantikan, kesehatan, dan resep-resep masakan.(http://www.majalahsekar.com/sekar-info/feature, 17 Maret : 20.45 ).Banyak ditemuinya majalah wanita yang memberikan ruangcurahan hati bagi kaumnya untuk menceritakan masalah-masalah yangsedang dialami membuat media tak lagi hanya menjadi saluran informasimelainkan juga sebagai tempat untuk pengungkapan sebuah hal yangbersifat pribadi. Media tampaknya dapat menjadi pengaruh yang cukupbesar bagi pembacanya dengan menyajikan isi pesan yang ditulis cukupsederhana sehingga mudah untuk dimengerti.Berdasarkan hal tersebut, peneliti mencoba mengidentifikasibagaimana khalayak secara aktif dapat memaknai isi pesan dari rubrikGoresan Hati pada Majalah Sekar.ISIKetika sorotan media massa pada persoalan perempuan, terkesanmaknanya sebagai pelengkap pemberitaan. Persoalan menjadi serius ketikapemberitaan media massa menyangkut sisi-sisi “pribadi perempuan”,makna pemberitaannya justru menjadi konsumsi laki-laki, maka di situterkesan bahwa perempuan sedang dieksploitasi sebagai sikapketidakadilan terhadap perempuan dan bahkan kekerasan terhadap mereka.Hal yang dilakukan media ini, tidak berlaku ketika kaum laki-lakimengalami hal yang sama dengan wanita, ketika kaum Adam mengalamihal yang mencoreng sisi seksualitas mereka, jarang sekali mediamenghadirkannya ke publik. Ketika hadir pun, media menganggapnyasebagai hinaan terbesar bagi kaum yang terkuat di bumi ini.Media juga tak jarang memperlihatkan berita mengenaipemerkosaan atau tindak kekerasan terhadap perempuan. Seolah-olahtindakan tersebut dapat terjadi karena tindakan atau cara berperilakuperempuan. Helen Benedict mengungkapkan tentang laporan kejahatanseksual ditemukan bahwa perempuan memang sering disalahkan atastindakan “provokatif” mereka, namun tidak semua korban kejahatanseksual direpresentasikan dengan cara yang persis sama (dalam Byerly,2006 : 43).Memang media turut membuat sejarah panjang “penjajahan”terhadap perempuan, namun media melalui beritanya sampai hari ini masihbelum mau beranjak dari lingkaran stereotipe gender yang diperlihatkandalam setiap pemberitaan yang diterbitkan.Ketertarikan seseorang dalam membeli majalah juga dapatdipengaruhi pula oleh cover atau sampul majalah tersebut. Sampul dalamsebuah majalah dapat mengungkapkan janji-janji seperti personality ataukepribadian dari majalah itu sendiri. Selain itu, lewat sampul majalah akanjelas terlihat siapa target pembacanya (Kitch, 2001 : 4).Penelitian tentang resepsi khalayak perempuan pernah dilakukanoleh Janice Radway. Karyanya, Reading The Romance : Women,Patriarchy, and Popular Literature (1984) merupakan salah satu studipertama yang meneliti ketertarikan teks dari sudut pandang pembacasehingga merupakan sebuah teks kunci dalam sejarah penelitian khalayak.Radway mewawancarai para pembaca novel-novel Harlequin Romance.Radway mempelajari bagaimana para perempuan menafsirkan novel-novelromantis dan mencermati teks sebagai bagian dari sebuah prosesinterpretatif.Dalam penelitian khalayak dalam majalah Sekar ini teori yangtepat digunakan adalah teori khalayak Ien Ang, dimana analisis resepsimenyampaikan bahwa teks dan penerimanya adalah bagian yang tidakdapat dipisahkan sebagai suatu daerah kajian yang berkesinambungan danmemiliki aspek sosial komunikasi. Teks media hanya memunculkanmakna pada saat diresepsi, yaitu ketika teks tersebut dibaca, dilihat, ataudidengar. Khalayak sebagai penerima dipandang sebagai producer ofmeaning, bukan hanya konsumen media saja. Mereka men-decode ataumenginterpretasikan teks media sesuai dengan pengalaman sosial danhistoris mereka. Dengan demikian dihasilkan cara yang berbeda darikelompok-kelompok sosial yang berbeda pula dalam menginterpretasikanteks media yang sama. Atas dasar kesamaan minat dan pemahaman yangsama mengenai teks media maka terbentuklah kelompok-kelompokdimana tiap anggota di dalamnya memiliki ketertarikan yang sam untukbertukar pikiran mengenai teks di media (dalam Downing, Mohammad,dan Sreberny Mohammad, 1990 : 165).Khalayak yang mejad informan daam penelitian ini merupakankhalayak yag masih aktif membaca rubrik Goresan Hati. Keempatinforman memiliki tingkat pendidikan dan lingkungan sosial yang berbedaDalam wawancara informan menyampaikan interpretasi mereka masingmasingterkait dengan tulisan rubrik Goresan Hati. Khalyak yang dalamhal ini merupakan penghasil makna memaknai isi rubrik Goresan Hatisecara beragam, karena teks yang berbeda dapat menghasilkan pemaknaanyang beragam.Berdasarkan hasil penelitian dan wawancara dapat disimpulkansebagai berikut :1. Khalayak menganggap bahwa cerita dalam rubrik Goresan Hatimerupakan sebuah cerita yang dapat dijadikan pembelajaran dalamkehidupan seseorang.2. Penelitian ini menunjukkan kesamaan pendapat antara keempatinforman mengenai gambaran perempuan dalam rubrik Goresan Hatiyakni perempuan sebagai sosok yang tertindas, bodoh, hina, tergantungpada pihak laki-laki.3. Penelitian ini menunjukkan keberagaman pendapat mengenaikeorisinilan kisah dari setiap cerita dalam rubrik Goresan Hati.Sebagian informan mengaku bahwa proses dramatisasi kuat terjadi didalam rubrik tersebut. Sedangkan salah seorang informan mengakubahwa cerita dalam rubrik Goresan Hati adalah cerita yang memangbenar-benar terjadi yang dialami oleh seseorang. Dimungkinkan bahwaseseorang yang menuliskan masalahnya dalam rubrik tersebut karenatidak memiliki tempat untuk bercerita sehingga memilih media massasebagai wadah dalam mengungkapkan perasaan hati.PENUTUPBerbagai penelitian tentang perempuan dalam media massa nyarissemuanya menunjukkan wajah perempuan yang kurang menggembirakan.Perempuan sering digambarkan sebagai sosok yang penuh derita, noda danterdiskriminasi. Padahal perempuan pun sama dengan laki-laki sebagaimanusia utuh yang terdiri atas badan dan jiwa serta bebas menentukansikap dan menjadi dirinya sendiri. Sejumlah kalangan menilai,pemberitaan tentang wanita pun masih sedikit, sehingga terjadiketimpangan informasi.Isu seputar perempuan seperti kesetaraannya dengan laki-laki,terutama dalam sektor publik, memang sudah menjadi kebijakanpemerintah. Tak kurang dari regulasi tentang perempuan dan pembentukanMenteri Negara Pemberdayaan Perempuan yang mengurusi masalahmasalahkaum perempuan. Tapi, kondisi aktual masyarakat saat ini kurangmendukung upaya penyetaraan itu. Masyarakat kita masih menganutideologi dan nilai-nilai patriarki, yang menganggap posisi laki-laki lebihdominan ketimbang perempuan. Bahkan, perempuan masih dianggapsebagian besar orang sebagai subordinat dari sebuah sistem.DAFTAR PUSTAKAAssegaf, Djaffar. 1983. Jurnalistik Masa Kini. Ghalia Indonesia. Jakarta.Byerly, Carolyn M., and Karen Ross. 2006. Women and Media, A CriticalIntroduction. Australia: Blackwell Publishing.Chambers, Deborah, Steiner, and Carole, F. (2004). Women And Journalism.London And New York.Croteau, David, and Hoynes, William. (2003). Media Society : Industries, imagesand audiences (3rd Edition). Thousand Oaks : Pine Forge Press.Downing, John, Ali Mohammadi, Annabelle Sreberny-Mohammadi. 1990.Questioning The Media a Critical Introduction. USA: Sage PublicationFakih, Mansoer. 1996. Analisis Gender & Transformasi Sosial. Yogyakarta :Pustaka Pelajar.Holmes, Diana. 2006. Romance and Readership In Twentieth-Century France.Oxfort University Press.Radway, Janice. 1991. Reading Romance : Women, Patriarchy and PopularLiterature. University of California Press.Jensen, Klaus Bruhn. 2002. “Media Audience Reception Analysis: MassCommunication as The Social Production of Meaning”. Klaus BruhnJensen and Nicholas W.Jankowski. A Handbook of QualitativeMethodologies for Mass Communication Research. USA: RoutledgeKasali, Rhenald. (1992). Manajemen Periklanan Konsep dan aplikasinya DiIndonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.Kitch, Carolyn L. 2001. The Girl on the Magazines Cover : The Origins of VisualStereotypes in American Mass Media. University of North CarolinePress.Kothari, C.R. 2004. Research Methodology : Methods and Techniques. NewDelhi : New Age International (P) Ltd.McKay, Jenny. 2000. The Magazines Handbook.New York.McQuail, Dennis. 1991. Teori Komunikasi Massa. Erlangga. Jakarta.Michelle, Zimbalist, Rosaldo, and Lamphere Louise. 1974. Women, Culture andSociety. Stanford cal.: Stanford University Press.Moleong, Lexy. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif (edisi revisi). Bandung :PT. Remaja.Neuman, Lawrence. 2007. Social Research Methods: Qualitative andQuantitative Approaches – 6th Edition. Boston: Pearson Education.Tong, P. Rosemarie. 1998. Feminist Thought, Pengantar Paling Kompehensifkepada Arus Utama Pemikiran Feminis. Jala Sutra, Yogyakarta.Sunarto. 2009. Televisi, Kekerasan, dan Perempuan. Kompas. Jakarta.Thornham, Sue. 2010. Teori Feminis dan Cultural Studies. Yogyakarta: Jalasutra.Thornham, Sue. 2007. Women, Feminism and Media. Edinburgh : EdinburghUniversity.Jurnal :Siregar, Yuanita, Aprilandini, dan Anggoro, Yudho Mahendro. PencitraanPerempuan di Majalah: Konstruksi Identitas Perempuan KelasMenengah di Perkotaan. Komunitas Vol.5 No.1. Edisi : Juli 2011.Skripsi :Yanti, Fitri. 2010. Analisis Semiotik Isi Cover Majalah Sekar Edisi Februari-Maret 2010 : Representasi Perempuan Indonesia dalam Cover Majalah.(http://www.library.upnvj.ac.id/pdf/2s1hi/206612122/halamandepan.pdf)Efendi, M. Yusuf. 2011. Interpretasi Khalayak terhadap Berita-BeritaDemonstrasi Mahasiswa di Surat Kabar Kompas. UniversitasDiponegoro.Marline, Riris. 2010. Interpretasi Khalayak terhadap Program Acara TelevisiTermehek-mehek. Universitas Diponegoro.Majalah :Kartini. 2011. Oh Mama,Oh Papa : Wanita yang Dicintai Suamiku.Minggu Pagi. 2012. Oh Tuhan : Kekuatan Tuhan yang Kuandalkan.Sekar. 2013. Goresan Hati : Kecil Ditelantarkan Orang Tua Saat DewasaDitelantarkan Suami. Edisi 104.Sekar. 2013. Goresan Hati : Karena Terpaksa, Kutukar Anakku dengan Uang.Edisi 108.Situs Internet :Dwiagustriani. 2009. Beda Chic Beda Sekar.http://terasimaji.blogspot.com/2009/06/beda-chic-beda-sekar.html, diakses9 Juli 2013 : 11.00 wib).Hidayat, Ari. 2012. Sosok Perempuan dalam Media Massa.(http://arihidayat-arihidayat.blogspot.com/2012/04/sosok-perempuandalam-media-massa.html, diakses pada 15 Juli 2013, 13 : 30 wib)Kania, Dessy. 2013. Komisi Penyiaran Indonesia dan Pencitraan Perempuan diMedia. (http://mediadanperempuan.org/tag/citra-perempuan/, diakses pada16 Juli 2013, 14 : 14 wib).Majalah Sekar. Dunia Usaha Profil. (http://www.majalahsekar.com/duniausaha/profil , 9 Juli 2013, 11.00 wib).Prasojo, Haryo. 2013. Kapitalisme dan Citra Tubuh Perempuan : Sebuah Gugatanterhadap Libido Pornografi.(http://haryo-prasodjo.blogspot.com/2013/05/kapitalisme-dan-citra-tubuhperempuan.html, diakses pada 16 Juli 2013, 14 : 34 wib).Santi, Sarah. 2006. Perempuan dalam Iklan Otonomi atas Tubuh atau Komoditi.(http://www.esaunggul.ac.id/article/perempuan-dalam-iklan-otonomi-atastubuh-atau-komoditi/, diakses pada 15 Juli 2013, 15 : 11 wib).
Analisis Framing Kasus Suap Kuota Impor Daging Sapi Di Partai KeadilanSejahtera (PKS) Dalam Koran Tempo Faurizka, Hani; Sunarto, Sunarto; Nugroho, Adi
Interaksi Online Vol 2, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.074 KB)

Abstract

ABSTRACTJUDUL : Framing Analysist of Beef Import Quota Bribery Case in PartaiKeadilan Sejahtera (PKS) within The Koran TempoNAMA : HANI FAURIZKANIM : D2C009005The mass media always saw political issues as an attractive publicity and also something witha high news value. In several recent years, news reports in Indonesia has always marred by manyIndonesian political elites allegations of bribery cases. One of several authority and power abusementcases by cadres of political parties in Indonesia were the suspected fund bribery of beef imports quotain Partai Keadilan Sejahtera (PKS).Media reporting activities in political cases made them involved in making of politicaldiscourse. Media wasn’t act as news courier only but they act as political agent also, they do framingthe message for making up issues, and Koran Tempo is on the list with all of its interest attributewithin this case.This was descriptive research with framing analysis approach developed by Robert N.Enmant. This research was conducted to determine the frame formed by Koran Tempo in every theirnews about the bribery case of beef import quotas that occurred in PKS.Result of this study indicated that the Koran Tempo news was dominated by “news maker”frame pattern. Tempo tried to form a view that the names of PKS leaders who are involved in cases isseen as a mistake. The non-PKS resource persons been chosen to corroborate the indicationsstatements of the names of this Islamic-based party leaders involvement. Legal system and the KPK’sprocess of investigation considered as the only right way to solve the problem. In the end, KoranTempo is clearly not a neutral media. Koran Tempo’s news keep the journalists subjectivity that isbased on an ideology as a critical and courageous media in their every news publication.Key words : Political party, Bribery case, Koran TempoABSTRAKJUDUL : Analisis Framing Kasus Suap Kuota Impor Daging Sapi Di PartaiKeadilanSejahtera (PKS) Dalam Koran TempoNAMA : HANI FAURIZKANIM : D2C009005Media massa selalu melihat persoalan politik sebagai bahan pemberitaan yang menarik danmemiliki nilai berita yang tinggi. Beberapa tahun terakhir pemberitaan di indonesia selalu diwarnaioleh dugaan kasus suap yang banyak menimpa elite partai politik. Salah satu kasus penyalahgunaanwewenang dan jabatan oleh kader-kader partai politik di Indonesia adalah adanya dugaan dana suapkuota impor daging sapi yang mengalir di tubuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).Aktivitas media dalam melaporkan peristiwa-peristiwa politik membuat media seringkaliterlibat dalam pembuatan wacana politik. Media tidak hanya bertindak sebagai penyalur pesanmelainkan juga sebagai agen politik yang melakukan proses pembingkaian pesan untukmengkonstruksi sebuah isu, tak terkecuali Koran Tempo dengan segala atribut kepentingannya dalammenyoroti kasus ini.Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan analisis framing yang dikembangkan olehRobert N. Enmant. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui frame yang dibentuk oleh KoranTempo dalam setiap pemberitaannya mengenai kasus suap kuota impor daging sapi yang terjadi diPartai Keadilan Sejahtera (PKS).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberitaan Tempo di dominasi oleh pola bingkaiNews maker. Tempo mencoba membentuk konstruksi bahwa nama-nama petinggi PKS yang terlibatdipandang sebagai suatu hal yang salah. Pemilihan narasumber non-PKS dipilih Tempo untukmenguatkan keterangan adanya indikasi keterlibatan nama-nama petinggi partai berbasis islamtersebut. Jalur hukum serta proses penyidikan KPK dianggap sebagai satu-satunya cara yang tepatuntuk menyelesaikan masalah. Pada akhirnya jelas Tempo bukanlah media yang netral. PemberitaanTempo menyimpan subjektivitas wartawan yang dilandasi oleh ideologi sebagai media cetak yangkritis dan berani dalam setiap menurunkan berita kepada pembacanya.Key words : Partai politik, Praktik suap, Koran TempoPENDAHULUANA. Latar BelakangMaraknya kasus korupsi yang terjadi diIndonesia seakan – akan menjadi suatu budayayang tidak bisa dihilangkan sejak zaman orde baru dan telah menjadi fenomena sosialyang terjadi pada tatanan pemerintahan. Korupsi merupakan gejala salah pakai dansalah urus dari kekuasaan demi mengeduk keuntungan pribadi, dengan menggunakanwewenang dan kekuatan-kekuatan formal untuk memperkaya diri sendiri.Salah satu bentuk tindak korupsi yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan adalahmasalah suap. Berbagai bentuk praktik korupsi suap menyuap banyak terjadi dilingkungan pejabat birokrasi pemerintah ataupun lembaga publik yangpelaksanaannya bersentuhan dengan masyarakat, tak terkecuali partai politik. Jikadilihat dari Undang-Undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 1999 Tentang PartaiPolitik, disebutkan bahwa terdapat tiga fungsi umum sebuah partai politik, yaitu (1)melaksanakan pendidikan politik dengan menumbuhkan dan mengembangkankesadaran atas hak dan kewajiban politik rakyat dalam kehidupan berbangsa danbernegara; (2) menyerap, menyalurkan dan memperjuangkan kepentingan masyarakatdalam pembuatan kebijakan negara melalui mekanisme badan-badanpermusyawaratan/ perwakilan rakyat; dan (3) mempersiapkan anggota masyarakatuntuk mengisi jabatan jabatan politik sesuai dengan mekanisme demokrasi. Namunsetelah melihat kasus-kasus diatas,bisa disimpulkan bahwa terjadi disfungsi darikeberadaan partai politik di Indonesia. Demokrasi partai dalam mencetak kader-kaderpartai yang bersih sebagai lembaga penyalur aspirasi rakyat, seakan jauh dari kataideal. Elite partai banyak yang menggunakan wewenang dan kekuasaannya untukmemperkaya kepentingan pribadi, yakni terlibat dalam praktik korupsi sepertipencucian uang maupun suap.Dari sekian banyak isu kasus suap yang melibatkan para elite partai politik diIndonesia, peneliti tertarik pada kasus aliran dana suap penambahan kuota impordaging sapi PT. Indoguna Utama yang mengalir di tubuh Partai Keadilan Sejahtera(PKS). Kasus ini terkuak sejak tertangkapnya sosok Ahmad Fathanah di hotel LeMeridien pada dini hari tanggal 29 Januari 2013, yang kemudian menyeret namakader sekaligus mantan presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq, serta petinggi PKS lainnyauntuk turut berurusan dengan KPK.Pada kasus dugaan suap impor daging sapi ini, Luthfi Hasan Ishaaq danFathanah ditetapkan sebagai tersangka bersama dua bos PT. Indoguna Utama(perusahaan pengimpor daging) yaitu Juard Effendi dan Arya Abadi Effendy. Selainsebagai presiden PKS kala itu, Luthfi juga tercatat sebagai anggota Dewan PerwakilanRakyat (DPR) 2009-2014. Ia duduk di Komisi I. Sebagai anggota Komisi I, Luthfihanya bertugas dalam urusan soal komunikasi, informasi, keamanan, dan pertahanan.Urusan peternakan dan impor daging menjadi ranah Komisi IV dan Komisi VI.Dugaan keterlibatan Luthfi dalam kasus ini adalah, ia diduga "menjual" otoritas yangdimilikinya untuk memengaruhi kebijakan soal kuota impor daging. Sebagai petinggiPKS, ia memiliki pengaruh yang besar. Kuota impor daging sapi menjadi kewenanganKementerian Pertanian, di mana menteri yang menjabat, Suswono, adalah kader PKS.Dari beberapa hasil penyidikan KPK, Luthfi pun diteteapkan sebagi tersangka kasussuap kuota impor daging sapi atas hubungannya dengan Suswono, kader PKS yangmenjabat sebagai Menteri Pertanian tersebut.Keterlibatan Luthfi Hasan Ishaaq dalam memanfaatkan jabatan/posisinya untukberhubungan dengan Mentan Suswono melatarbelakangi penetapan statusnya sebagaitersangka suap, dimana melanggar pasal 12 Huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat (2) atauPasal 11 Undang-Undang No. 31/1999 sebagaimana telah diubah menjadi Undang-Undang No. 20/2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP mengenai penyelenggaranegara yang menerima hadiah atau janji terkait kewajibannya.Dari awal tertangkapnya Ahmad Fathanah hingga ditetapkannya Luthfi HasanIshaaq sebagai tersangka pencucian uang, berbagai media massa berbondong-bondongmenyajikan laporan berita ter-update untuk mengulas kasus ini. Salah satu jenis mediamassa adalah media massa cetak yang disebut surat kabar atau koran. Dua nama suratkabar nasional di Indonesia yang tak luput mengulas perkembangan kasus suapdaging impor di PKS adalah Kompas dan Tempo. Dalam kurun waktu selama kuranglebih 5 bulan, yaitu dari tanggal 31 Januari hingga 30 Mei, pemberitaan mengenaikasus ini masih dibahas dalam kedua surat kabar tersebut. Untuk lebih jelas melihatragam berita yang dihadirkan oleh Kompas dan Tempo mengenai kasus suap di PKSedisi 31 Januari – 30 Mei 2013, disajikan dalam tabel berikut :Tabel 1.1Perbandingan jumlah ragam berita dalam surat kabar Kompas danTempo edisi 31 Januari – 30 Mei 2013Ragam BeritaMediaKompas TempoHeadline 8 judul 25 judulBerita Utama - 52 judulNasional - 25 judulPolitik danHukum35 judul -Skandal SuapGuncang PKS- 15 judulJumlah Berita 43 judul 117 judulKeterangan: rincian pada lampiranTerkait dengan berita kasus suap di PKS ini, Tempo menurunkan 25 judulheadline pada halaman cover surat kabar, dibandingkan dengan Kompas yang hanya 8judul headline. Mengingat pentingnya kedudukan sebuah Headline dalam surat kabar,dimana sangat mempengaruhi pembaca dimana memudahkan dalam mengetahuiperkembangan kasus yang terjadi serta menumbuhkan motivasi, mendorong danmengembangkan pola pikir bagi masyarakat untuk semakin kritis dan selektif dalammenyikapi berita-berita yang disajikan pada berbagai media cetak yang ada dimasyarakat.Perbedaan penyampaian suatu berita di berbagai media juga dipengaruhi olehlatar belakang seorang wartawan dari media yang bersangkutan. Dalam Kode EtikJurnalistik Indonesia dalam Undang-Undang Pers, pasal 1 disebutkan bahwa :“Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dantidak beritikad buruk”. Namun saat ini, seiring perkembangan pers serta kekebasan wartawandalam menghasilkan berita tak sedikit ditemukan berita-berita yang dinilai tidak berimbangsesuai dengan ketentuan kode etik jurnalistik. Bagi masyarakat biasa, pesan dari sebuahberita akan dinilai apa adanya. Berita akan dipandang sebagai barang suci yang penuhdengan objektifitas. Namun, berbeda dengan kalangan tertentu yang memahami betulgerak pers. Mereka akan menilai lebih terhadap pemberitaan, yaitu dalam setiappenelitian berita menyimpan ideology dan campur tangan wartawan. Seorangwartawan pasti akan memasukkan ide-ide mereka dalam analisis terhadap data-datayang diperoleh dilapangan.Dalam kasus yang diangkat ini dapat tersaji dengan jelas, bagaimana mediamassa menggambarkan identitas para actor yang menjadi sorotan utama mendominsiteks (profil) yang menjadi sorotan. Adanya proses seleksi isu dan penekanan pada isiberita yang dianggap layak ditampilkan, dipengaruhi juga oleh persepsi wartawan,yang jelas sangat beragam. Interpretasi sangat dilandasi dengan kepentingan masingmasingmedia massa tak terkecuali Koran Tempo dalam pemberitaannya seputarkasus suap impor daging sapi yang melibatkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).B. PermasalahanBagaimana majalah Tempo membingkai berita tentang kasus suap daging sapi imporyang melibatkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ?PEMBAHASANBerdasarkan data empirik penelitian, sejak kasus ini terkuak, Tempo tercatatmenurunkan 25 judul headline mengenai kasus suap kuota impor daging sapi. Namunpenelitian ini hanya merujuk pada 10 judul headline pada tanggal 10 Mei hingga 30Mei 2013, dimana dalam periode tersebut pembahasan berita kasus suap impor dagingsapi yang terjadi di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lebih terfokus, serta menjadicover pemberitaan paling banyak. Dengan menggunakan perangkat framing Entman,akan diketahui bagaimana pembingkaian yang dilakukan Tempo terhadap kasus suapkuota impor daging sapi yang terjadi di PKS. Berikut penjabarannya :Define Problems atau pendefinisian masalah. Dalam membahas masalah kasussuap kuota impor daging sapi di PKS ini, 10 berita yang diturunkan oleh Tempohampir sebagian besar terfokus pada framing pola bingkai News Maker/Public Figure,berita-berita yang disajikan selalu terkait dengan nama-nama besar petinggi PKS yangterlibat didalamnya.Tercatat dari 10 berita tersebut, ada 9 berita menggunakan pola bingkai NewsMaker. Terlihat disini bagaimana Tempo mencoba untuk memberikan gambaranbahwa kasus yang menyeret nama orang-orang penting, orang-orang terkemuka,lembaga penting, menjadi salah satu hal yang menarik untuk dijadikan berita. Dalamhal ini baik itu petinggi partai, menteri dan lembaga tinggi negara yang bersentuhandengan kasus hukum mau tak mau akan ditindak lanjuti pula berdasarkan hukumyang berlaku.Diagnose Causes atau memperkirakan penyebab masalah. Dalam memberitakantentang kasus suap kuota impor daging sapi yang terjadi di PKS ini secara tidaklangsung tampak bahwa Tempo menganggap bahwa kesaksian sumber berita di luarPKS menjadi penyebab masalah dalam kisruh yang melibatkan nama-nama petinggipartainya dan lembaganya itu sendiri. Disini tampak bagaimana Tempo berusahamenyudutkan pihak PKS dengan dengan keterangan-keterangan sumber di luar PKSyang sebagian besar mengungkapkan fakta adanya keterlibatan para petinggi PKSdalam kasus suap kuota impor daging sapi.Make Moral Judgement atau membuat keputusan moral. Menanggapi kasus suapimpor daging yang yang melibatkan para petinggi Partai Keadilan Sejahtera ini, ada 5evaluasi moral yang diberikan oleh Tempo: pertama, keterlibatan para petinggi PKSdinilai salah karena tugas dan wewenang mereka dalam struktur kepartaian tidak adahubungannya dengan kasus penambahan kuota impor daging sapi. Kedua, statushukum Suswono dalam kasus impor daging masih sebatas saksi atas dua tersangkasebelumnya, Luthfi Hasan Ishaaq dan Fathanah . Ketiga, benda-benda yang terkaitdengan aliran dana dari Fathanah dikategorikan sebagai hasil pencucian uang dantindak suap. Keempat, KPK dinilai lamban dalam memproses status hukum danmelakukan pemeriksaan terhadap para petinggi PKS yang terlibat. Kelima, laporanPKS atas KPK termasuk dalam upaya mengkriminalkan KPK, alasannya karena PKSmelaporkan KPK dengan pasal pidana, yakni pencemaran nama baik.Kemudian dalam Treatment recommendation, menurut Tempo rekomendasiyang bisa dilakukan dalam menghadapi kisruh kasus suap kuota impor daging sapiyang terjadi di PKS ini adalah dengan menyerahkan proses dan penyelidikansepenuhnya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tempo menggarisbawahibahwa semua petinggi PKS yang terlibat kasus ini harus di sikapi secara serius, salahsatunya dengan penyelidikan dan pemeriksaan sesuai prosedur hukum yang berlaku.Koran Tempo melihat bahwa penyelidikan yang dilakukan pihak KPK merupakansuatu cara agar masyarakat melihat bahwa segala bentuk praktik korupsi yangdilakukan elite parpol adalah masalah yang serius dan harus ditangani oleh lembagayang berwenang.Dari keseluruhan pemberitaan yang di munculkan, Tempo mencobamengarahkan opini public bahwa kasus suap impor daging yang terjadi di PKS inidianggap salah dan melanggar ketentuan hukum sehingga pantas untuk diprosessesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Tempo juga menggunakanmenggunakan gaya bahasanya cenderung lebih berani. Apalagi, jenis berita yangdisampaikan berupa isu yang sensitif. Keberanian dalam menulis berita yang sensitifitu diikuti dengan kreativitas dalam mengolah berita menjadi sesuatu yang menarikatensi pembaca.PENUTUPKesimpulanMelalui hasil analisis dengan menggunakan perangkat framing Robert N. Enmant,penulis telah menemukan pola bingkai (frame) yang digunakan oleh Tempo dalamkasus suap kuota impor daging sapi yang terjadi pada Partai Keadilan Sejahtera (PKS)dalam periode 10-30 Mei 2013. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberitaanTempo didominasi oleh pola bingkai News maker. Nilai berita News maker padapemberitaan Tempo mendapat porsi yang lebih besar dibandingkan nilai beritakonflik.Tempo menilai bahwa nama-nama petinggi PKS yang terlibat dalam kasus inipenting dan layak dijadikan berita, hal ini sesuai dengan teori jurnalistik yangmenyebutkan bahwa nama selalu menciptakan berita (names make news). Teoritersebut dapat dianalogikan dengan pernyataan bahwa segala sesuatu yang dikatakandan dilakukan oleh orang-orang penting selalu dikutip oleh media dan menjadi berita,sekalipun hal itu bersifat negatif.Tempo mencoba mengkonstruksikan bahwa petinggi PKS yang terlibat kasustindak pidana korupsi, baik dalam bentuk suap maupun pencucian uang, merupakansuatu bentuk penyalahgunaan wewenang dan kedudukan karena tidak seharusnyafigur yang menjadi panutan dalam partai terlibat dalam sebuah kasus. Hal inidipandang oleh Tempo sebagai suatu kesalahan, dan jalur hukum menjadi satusatunyacara yang tepat untuk menyelesaikan masalah.Sikap Tempo tersebut juga didukung dengan pemilihan narasumber yangdigunakan dalam pemberitaan. Mayoritas sumber berita yang ditampilkan Tempoadalah pihak-pihak non-PKS. Kesaksian sumber berita tersebut cenderungmembenarkan fakta keterlibatan para petinggi PKS dalam kasus suap impor daging.Pada akhirnya penulis menyimpulkan bahwa Tempo bukanlah media yang netraldalam mengkonstruksikan suatu isu. Pemberitaan Tempo menyimpan subyektivitaswartawan yang dilandasi oleh ideologi sebagai media cetak yang kritis dan beranidalam setiap menurunkan berita kepada pembacanya.Daftar PustakaReferensi BukuArdianto, Elvinaro., Erdinaya., Komala, Lukiati. (2004). Komunikasi Massa: SuatuPengantar. Bandung: RosdakaryaBungin, Burhan. (2008). Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Prenada Media GroupChaer, Abdul. (2010). Bahasa Jurnalistik. Jakarta: Rineka CiptaDenzin, Norman K., dan Yvonna S. Lincoln. (1994). Handbook of QualitativeResearch. London: SAGE PublicationsDenzin, Norman K., dan Yvonna S. Lincoln. (2009). Handbook of QualitativeResearch. Diterjemahkan oleh Dariyanto dkk dengan judul Handbook ofQualitative Research. Yogyakarta: Pustaka PelajarEffendy, Onong Uchjana. (2005). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung:Remaja RosdakaryaEriyanto. (2002). Analisis Framing: Konstruksi Ideologi dan Politik Media.Yogyakarta: PT. LKis Pelangi AksaraEriyanto. (2007). Analisis Framing : Konstruksi, Ideologi dan Politik Media.Yogyakarta : PT. LKiS Yogyakarta.Junaedhi, Kurniawan. (1995). Rahasia Dapur Majalah di Indonesia. Jakarta: GramediaPustaka Utama.Hamad, Ibnu. (2004). Konstruksi Realitas Politik dalam Media Massa. Jakarta: GranitMoleong, J. Lexy. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : PT RemajaRosdakaryaRahardi, Kunjana. (2011). Bahasa Jurnalistik. Bogor: Ghalia IndonesiaRolnicky, Tom. E, C. Dow Tate, Sherri A Taylor. (2008). Pengantar DasarJurnalisme (Scholastis Journalism). Jakarta: KencanaSobur, Alex. (2005). Analisis Teks Media Massa, Suatu Pengantar Untuk AnalisisWacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. Bandung: Remaja RosdakaryaSteelw, Janet E. (2007). Wars within: The Story of Tempo, an Independent Magazinein Soeharto’s Indonesia. Jakarta: PT Equinox Publishing Indonesia.Sudibyo, Agus. (2001) . Ekonomi Politik Media Penyiaran. Yogyakarta: LkiSSuhandang, Kustadi. (2004). Pengantar Jurnalistik: Seputar Organisasi, Produk, danKode Etik. Bandung: NuansaSumadiria, Haris. (2006). Jurnalistik Indonesia:Menulis Berita dan Feature.Bandung: Remaja RosdakaryaSyah, Sirikit. (2011). Rambu-Rambu Jurnalistik. Yogyakarta:Pustaka PelajarTamburaka, Apriadi. (2012). Agenda Setting Media Massa. Jakarta : RajaGrafindo,PersadaWiryanto. ( 2005). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Grameia WiiasaranaIndonesia.InternetDwi Wedhaswary , Inggried. (2013). Citra Partai Bersih PKS Tercoreng. Dalamhttp://nasional.kompas.com/read/2013/01/31/09280349/Citra.Partai.Bersih.PKS.Tercoreng. Diunduh pada 3 Juni 2013 pukul 20.30 WIBRuslan , Heri. (2013). Presiden PKS Bantah Terima Suap Impor Daging. Dalamhttp://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/13/01/31/mhgw0u-presidenpks-bantah-terima-suap-impor-daging. Diunduh pada 3 Juni 2013 pukul 21.00WIBSuharman, Tri. (2013). Presiden PKS Tersangka Suap Rp 1 Milyar. Dalamhttp://koran.tempo.co/konten/2013/01/31/299464/SKANDAL-IMPORDAGINGPresiden-PKS-Tersangka-Suap-Rp-1-Miliar. Diunduh pada 3 Juni 2013pukul 22.30 WIBDamanik, Caroline. (2013). Sudah Ditahan KPK Emir Masih Berstatus Ketua KomisiXI DPR. Dalamhttp://nasional.kompas.com/read/2013/08/19/1222009/Sudah.Ditahan.KPK.Emir.Masih.Berstatus.Ketua.Komisi.XI.DPR. Diunduh pada 16 Juli 2013 pukul 09.00WIBSuharman, Tri. (2011). Nazar Beberkan Peran Anas dan Angie di Kasus Hambalang.Dalam http://www.tempo.co/read/news/2011/12/22/063373280/Nazar-Beberkan-Peran-Anas-dan-Angie-di-Kasus-Hambalang. Diunduh pada 16 Juli 2013 pukul10.30 WIBKurniawam, Bahri. (2013). ICW: Kader Golkar Paling Banyak Jadi TersangkaKorupsi. Dalam http://www.tribunnews.com/nasional/2012/10/04/icw-kadergolkar-paling-banyak-jadi-tersangka-korupsi. Diunduh pada 16 Juli 2013 pukul13.00 WIBMeisikalesaran. (2011). Contoh Pelanggaran Kode Etik Pers. Dalamhttp://meisikalesaran.wordpress.com/2011/02/07/contoh-pelanggaran-kode-etikpers/.Diunduh pada 22 Juli 2013 pukul 20.00 WIBBlog Tempo Interaktif. (2007). Cergas. Dalamhttp://blog.tempointeraktif.com/tempo/cergas/. Diunduh pada 23 Juli 2013 pukul21.00 WIBDwi Wedhaswary, Inggried. (2013). Luthfi Diduga Jual Pengaruhnya Untuk AturImpor Daging. Dalamhttp://nasional.kompas.com/read/2013/01/31/15290283/Luthfi.Diduga.Jual.Pengaruhnya.untuk.Atur.Impor.Daging. Diunduh pada 28 Juli 2013 pukul 10.00 WIBAlfiyah, Nur. (2013). Luthfi Hasan Ishaaq Tersangka Pencucian Uang. Dalamhttp://www.tempo.co/read/news/2013/03/26/078469527/Luthfi-Hasan-Ishaaq-Tersangka-Pencucian-Uang. Diunduh pada 29 Juli 2013 pukul 22.00 WIBHendrawam, Parliza. (2013). Demokrat dan PKS Dianggap Juara Korupsi. Dalamhttp://www.tempo.co/read/news/2013/02/19/078462351/Demokrat-dan-PKSDianggap-Juara-Korupsi. Diunduh pada 29 Juli 2013 pukul 23.30 WIB
PERLAWANAN TERHADAP BUDAYA DOMINAN DALAM LIRIK LAGU-LAGU EFEK RUMAH KACA (Analisis Semiotika) Khumaedi, Fariza; Lukmantoro, Triyono; Nugroho, Adi
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.506 KB)

Abstract

ABSTRAKSI PERLAWANAN TERHADAP BUDAYA DOMINAN DALAM LIRIK LAGU-LAGUEFEK RUMAH KACA (Analisis Semiotika)Nama : Fariza KhumaediNim: D2C606016Efek Rumah Kaca which consists of Cholil Mahmud as a vocalist and guitarist, AkbarBagus Sudibyo as a drummer, and a bassist Adrian Yunan Faisal as a band called by some mediaas the savior band music of Indonesia. At the moment all the bands in the mainstream talk aboutinfidelity and heartbreak, Efek Rumah Kaca provide refreshment and get closer the audiencewith themes of social reality which contains elements of resistance, where we are invited toappreciate the environment, balance, thinking about the social phenomenon, and open your heartto see oppression of the rulers.This research aimed to analyze the symbols and ideologies that reflect the resistance ofthe dominant culture in the lyrics of Efek Rumah Kaca’s songs. By using this approach belongsSaussure semiology, text analysis consisted of analysis of syntagmatic and paradigmatic analysisare used to reading the symbols of the seven songs from Efek Rumah Kaca chosen by theresearchers, such as: Di udara, Jalang, Mosi Tidak Percaya, Hilang, Kenakalan remaja di erainformatika, Desember, Balerina.The results of this study, based on syntagmatic analysis shows that the Efek RumahKaca’s lyrics are politically themed, rich with voice of resistance against the ruling classoppressed. Efek Rumah Kaca role as an oppressed minority party representation, it is known bylooking at the function's role in the song lyrics. Narrative patterns in the songs can be understoodas representing a story that has a message of resistance against the repression, which in thiscontext is the repression of acts of domination ruling arbitrarily. Second, the songs on the socialthemedused by Efek Rumah Kaca as an afterthought to make amends, learning about life inorder to be better in the future. While the results of paradigmatic analysis showed an associationbetween the tracks of the Greenhouse Effect with political issues and social phenomenon thatoccurred in Indonesia, such as: Di Udara, which tells the story of the death of human rightsactivist, Munir; Jalang, that criticized the Anti-Pornography and Porno action draft law; danHilang, that brought the spirit refuse to forget the kidnapping of activists in Orde Baru era;Kenakalan remaja di era informatika, which tells about the phenomenon of teens naked in frontof the camera; Desember which tells the story of the rainy season often lead to disaster; andBalerina, who shared the experience of dynamics and balance in life.Keyword: Efek Rumah Kaca, Lyric, semiologyPERLAWANAN TERHADAP BUDAYA DOMINAN DALAM LIRIK LAGULAGUEFEK RUMAH KACA(Analisis Semiotika)Musik memainkan peranan penting dalam sejarah kehidupan manusia diberbagai pelosok dunia. Salah satunya adalah sejarah perlawanan atau revolusi.Musik diterapkan sebagai alat untuk menyampaikan opini tentang sudut pandangyang diambil dalam menangkap keadaan sosial yang terjadi di masanya. Musikperlawanan cenderung mendapatkan tempat tersendiri di benak penikmatnya. Hal initerjadi karena lirik yang terdapat di dalamnya mengisahkan pengalaman sejarah yangmemiliki kedekatan secara emosional maupun pengalaman dengan parapendengarnya.Pada masa lalu, kesulitan hidup di rumah, di pabrik, di lokasi pertambangan,di perkebunan dan di ladang pertanian merupakan tema-tema utama bagi lagu-lagubernada protes (http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/lagu-protes-danperjuangan).Namun, kecenderungan di ranah musik mulai berubah seiring perubahandi tiap elemen kehidupan. Melalui budaya populer musik berkembang menjadi salahsatu bagian dari industri, perkembangan inilah yang menjadikan tantangan dankonsekuensi bagi tiap musisi untuk bertahan di ranah musik, apakah mereka masihdapat mempertahankan idealisme bermusik mereka atau hanyut terbawa aruspermainan industri. Untuk sebagian dari musisi yang terjebak permainan industrimusik, tema-tema lagu yang keluar menjadi stereotip, menyesuaikan selera pasar danmayoritas menceritakan tentang kisah romantisme belaka.Musisi yang membawakan pesan resistensi dan pemberontak dapat diamatiberdasarkan genre musik. Dalam ranah rock, band rap-rock Rage Against TheMachine (RATM) merupakan salah satu contoh yang representatif, band yang dikenaldengan warna musiknya yang kental dengan politik dan perlawanan. Albumpertamanya, Rage Against The Machine, dirilis pada tahun 1992 dengan sampulalbum yang sarat dengan kontroversi, yaitu seorang Biksu yang membakar diri(http://www.berdikarionline.com/suluh/20120203/tom-morello-dari-musikperlawanan-hingga-politik.html). RATM menyuarakan kritik sosial yang serupadengan aksi pelaku bakar diri namun menggunakan media yang berbeda dalammengungkapkannya. Mereka sama-sama resah, dan sama-sama ingin „berbagi‟keresahan kepada publik. Keresahan mereka tidak berhenti pada musik dan liriknyayang mengedepankan kritik politik, namun juga karena para personel band ini sangataktif dalam gerakan-gerakan politik perlawanan sayap kiri.Ada beberapa pemusik yang telah menjadi bagian dan menjadi inspiratorrevolusi, seperti John Lennon yang banyak memberi pengaruh terhadap kelas pekerjadan kaum muda, Green day dengan kesedihan mereka terhadap orang-orang Amerikadalam lagu “American Idiot”, hingga PJ Harvey dengan album Let England Shakeyang oleh majalah musik Inggris New Musikal Express (NME), Uncut dan Mojo,dinobatkan sebagai album terbaik tahun 2011(http://www.jakartabeat.net/editorial/pengantar-redaksi/83-editorial/699-bagaimana2011-menghakimi-let-england-shake.html). Beberapa musisi di atas menunjukkanbahwa, musik yang bermuatan perjuangan, pemberontakan atau kritik politik punmemiliki pasar dan penikmatnya sendiri. Musik tentang perlawanan memilikikarismanya sendiri yang membuatnya berbeda dengan tema musik industrial,mungkin karena muatan pesan yang dimiliki merekam peliknya kehidupan.Keberhasilan mereka layak disyukuri karena romantisme bukanlah harga mati danmemberi warna sendiri dalam industri musik.Pada jalur musik protes, masyarakat Indonesia tentu tidak asing dengan namaIwan Fals. Konsistensinya terhadap lagu-lagu dengan lirik perlawanan terhadapketidakadilan membuatnya dikenal sebagai pahlawan kaum pinggiran. Diamengungkapkan realitas sosial dalam untaian lirik lagu berirama balada.Setiap kali mendengar lagu-lagu Iwan Fals, banyak orang yang sejenaktersadar akan kondisi sosial tanah air. Orang menyukainya karena lagu-lagunyamudah dicerna dan mengandung pesan-pesan humanis yang mendalam. Kelebihanlirik lagu-lagu Iwan Fals yang paling mencolok adalah kenyataan bahwa dia tidaklahir dari ruang hampa, lirik-liriknya lahir dari hasil jepretan atas kondisi sosialpolitik Indonesia sendiri dengan penggunaan kata-kata sederhana, telanjang, dankadang-kadang jenaka.Efek Rumah Kaca merupakan buah bibir untuk genre musik indie diIndonesia di tahun 2007 berangkat dari sebuah single “Di Udara” yang didedikasikankepada pejuang HAM, mendiang Munir. Mereka mulai meramaikan industri musikIndonesia dengan membawakan tema-tema musik yang beragam. Efek Rumah Kacamerupakan grup musik indie yang berasal dari Jakarta. Terdiri dari Cholil Mahmud(vokal, gitar), Adrian Yunan Faisal (vokal latar, bass) dan, Akbar Bagus Sudibyo(drum, vokal latar). Melalui jalur musik, Efek Rumah Kaca membingkai peristiwa didunia nyata dan kemudian dituturkan dalam bait-bait lirik. Efek Rumah Kacamerupakan grup band Indonesia saat ini yang secara konsisten memiliki semangatmemperjuangkan idealisme dalam berkarya. Sampai sekarang, band ini sudahmengeluarkan dua buah album studio, yaitu Efek Rumah Kaca pada tahun 2007 danKamar Gelap pada tahun 2008.Efek Rumah Kaca merilis album penuh pertamanya, Self Titled, di bawahlabel indie Paviliun. Tidak diduga, album itu mendapat sambutan baik, terjual 4.000hingga 5.000 keping. Ini adalah jumlah penjualan yang bagus untuk band indie,sekaligus membuktikan bahwa jalur indie pun memiliki kekuatan untuk bersaingdengan jalur mainstream. Di luar penjualan album, Efek Rumah Kaca sering dimintatampil dalam pergelaran musik. Sekarang rata-rata Efek Rumah Kaca memilikijadwal konser enam kali sebulan dengan tarif sekali manggung Rp 0 alias gratishingga Rp 13 juta(http://entertainment.kompas.com/read/2008/09/07/01403215/ERK.Band.dengan.Pernyataan.Politik).Efek Rumah Kaca pada awalnya dibentuk pada tahun 2001. Setelahmengalami beberapa kali perubahan personel, akhirnya mereka memantapkan diridengan formasi band tiga orang. Sebelumnya, band ini bernama Hush. Nama inikemudian diganti menjadi Superego, lalu berubah lagi pada tahun 2005 menjadi EfekRumah Kaca - diambil dari salah satu judul lagu pada album perdana mereka.Sejak awal kemunculan mereka, banyak pihak yang menyebutkan bahwawarna musik Efek Rumah Kaca tergolong dalam post-rock, bahkan ada yangmenyebutkan shoegaze sebagai warna musik mereka. Tetapi, Efek Rumah Kacadengan lugas menyebutkan bahwa warna musik mereka adalah pop, karena merekamerasa tidak menggunakan banyak distorsi dan efek-efek gitar dalam lagu-lagumereka seperti selayaknya musik rock.Efek Rumah Kaca adalah penyegaran bagi musik Indonesia, menjadi sebuahrenungan bagi kita untuk lebih menghargai hidup. Ketika kontroversi pornografi danpornoaksi mencuat, ERK menulis lagu ”Jalang”. Lagu tersebut mengkritik pasalpasalkaret RUU Pornografi dan Pornoaksi. Dalam liriknya tertulis:siapa berani bernyanyi nanti dikebiri/siapa yang berani menari nanti kan dieksekusi//.Penggalan lirik di atas menggambarkan bagaimana Efek Rumah Kaca mencoba untukmenyampaikan pesan bahwa tubuh bukanlah sekadar obyek seksualitas, tapijuga obyek estetik. Pendekatan RUU Pornografi dianggap semata-mata memandangtubuh sebagai isu moral dan tidak sensitif terhadap keberagaman masyarakatIndonesia yang multikultur dalam memandang tubuh dan ketelanjangan.Ketika kasus Munir mencuat, Efek Rumah Kaca meluncurkan lagu “DiUdara”. Lagu tersebut menegaskan, teror dan ancaman pembunuhan tidak akanmenciutkan nyali pejuang HAM seperti Munir. Lagu ini memposisikan diri sebagaiinformasi agar pendengarnya sadar kondisi Munir yang membela orang lalu dibunuh.Dengan mengedepankan spirit perjuangan bagi para pendengarnya, sepertinya EfekRumah Kaca memiliki harapan yang cukup tinggi akan munculnya "Munir-Munir"baru.Lirik Efek Rumah Kaca tidak hanya bicara soal politik. Mereka juga bicarasoal penyakit diabetes yang diderita oleh bassis mereka, Adrian Yunan Faisal, dalamlagu “Sebelah Mata” dan nafsu belanja dalam lagu “Belanja sampai Mati”. Bahkan,mereka menyorot musisi Indonesia yang atas nama selera pasar berbondong-bondongmenulis lagu-lagu cinta.Sudut pandang yang diambil oleh Efek Rumah Kaca dalam memandangmusik bukan sekadar sarana hiburan, melainkan media yang bisa digunakan untukmemotret fenomena sosial, menyatakan opini, bahkan beroposisi, ini merupakanperwujudan dari semangat idealisme, protes dan sikap kritis tentang keadaan sosialyang terjadi pada saat itu. Sikap bermusik seperti ini sebelumnya telah ditunjukkanmusisi Indonesia yang lebih senior, macam Iwan Fals, Harry Roesly, FrankySahilatua, dan Slank. Mereka bertahan dan memiliki massa yang mengidolakanmereka.Jika Rage Against The Machine (RATM) menggunakan lirik sebagai senjataperlawanan terhadap kapitalisme dan politisi, Efek Rumah Kaca menekankan soalmetode bagaimana musik bisa membangkitkan dan menggerakkan massa rakyat,menggunakan lirik untuk membentuk sebuah kesadaran baru bahwa ada sesuatu yangsalah, belum sampai pada perlawanan, maka untuk sampai kepada musik perlawananpun memerlukan tahapan; menggelitik, ingin tahu, menyadari, dan mulai berpikirbagaimana mengubah keadaan.Saat ini musik populer yang digemari oleh masyarakat kurang lebih memilikiciri yang sama, baik dalam aransemen maupun penampilan para musisipengusungnya. Ini tidak terlepas dari campur tangan pelaku industri yang masihmenggunakan musik sebagai komoditas hiburan atau barang jualan semata danmasyarakat yang pasrah menikmati arus musik yang seragam. Efek Rumah Kacamencoba menawarkan gagasan melalui konsep “pasar bisa diciptakan”, konsep inimerupakan bentuk perlawanan jalur independen (subculture) terhadap budayadominan yang diwakili oleh jalur mainstream.Di balik perlawanan jalur independen yang diusung oleh Efek Rumah Kacamelalui keberagaman tema musik yang kemudian mereka wujudkan pada konsep“pasar bisa diciptakan” kita harus menyadari bahwa Efek Rumah Kaca berada dalamsistem yang memungkinkan pihak tertentu yang berusaha menguasai pihak lainnyadengan mendominasi ideologi pada media melalui ekspresi dan sudut pandang yangdianut sebagai budaya mapan, baik secara sadar maupun tidak. Dalam konteks iniEfek Rumah Kaca sebagai komoditas yang dipasarkan oleh label atau korporasi yangmenaungi Efek Rumah Kaca.Dari penjabaran di atas yang menarik untuk dikaji adalah perlawanan tehadapbudaya dominan yang disuarakan oleh Efek Rumah Kaca melalui lirik lagu yangmereka ciptakan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui :1. Simbol-simbol pada lirik lagu-lagu Efek Rumah Kaca yang merefeleksikanusaha perlawanan terhadap budaya dominan dalam sebuah media lagu.2. Ideologi yang berperan dominan dalam lirik lagu-lagu Efek Rumah Kaca dalamkonteks usaha perlawanan terhadap budaya dominan.Penelitian ini menguraikan bagaimana struktur lirik yang dibangun oleh EfekRumah Kaca. Seperti yang kita ketahui bersama, Efek Rumah Kaca merupakan salahsatu band yang memiliki tema bervariasi dalam lagu-lagunya. Dari beberapa albummaupun single yang sudah dirilis, peneliti menemukan sedikitnya empat buah laguyang bertema politik. Lagu-lagu tersebut adalah Di Udara, Jalang, Mosi TidakPercaya, dan lagu terbaru mereka berjudul Hilang. Selain itu dalam penelitian inidijabarkan juga struktur dari tiga lagu Efek Rumah Kaca yang dipilih penelitiberdasarkan pesan yang bersifat lebih personal. Lagu-lagu tersebut adalah Kenakalanremaja di era informatika, Desember, dan Balerina. Selanjutnya lagu-lagu tersebutdianalisis satu persatu menggunakan analisis sintagmatik dan paradigmatik untukmengkaji lebih jauh pesan denotasi dan konotasi yang terkandung di dalamnya.Pendekatan semiologi milik Saussure digunakan untuk membedah kumpulanteks yang terdapat dalam lirik lagu-lagu Efek Rumah Kaca. Analisis teks tersebutterdiri dari analisis sintagmatik dan analisis paradigmatik yang digunakan untukpembacaan simbol-simbol terhadap tujuh lagu dari Efek Rumah Kaca yang telahdisebutkan di atas.Dengan menggunakan Jargon “Pasar dapat diciptakan”, Efek Rumah Kacamencoba menekankan soal metode bagaimana musik bisa membangkitkan danmenggerakkan massa rakyat. Sejumlah media, zine, dan blog sempatmemberitakannya sebagai sindiran Efek Rumah Kaca terhadap industri musik diIndonesia yang semakin seragam. Bermodalkan dua album Efek Rumah Kaca yangsarat dengan muatan kritik-kritik sosial yang tajam berhasil memberikan warna yangberbeda di kancah dunia musik Indonesia.Berdasarkan penilitian yang telah dilakukan, ditemukan beberapa fakta terkaitdengan lirik lagu-lagu Efek Rumah Kaca dalam konteks usaha perlawanan terhadapbudaya dominan yang dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu:Pertama, hasil analisis dari struktur sintagmatik dalam lagu-lagu Efek RumahKaca yang bertema politik menunjukkan bahwa lirik lagu dari Efek Rumah Kacakaya dengan suara perlawanan kelas tertindas terhadap penguasa. Efek Rumah Kacaberperan sebagai representasi pihak minoritas yang tertindas, hal tersebut diketahuidengan melihat fungsi peran dalam lirik lagu. Pola narasi dalam lagu-lagu tersebutdapat dipahami sebagai penggambaran sebuah cerita yang memiliki pesanperlawanan terhadap aksi penindasan, yang dalam konteks ini aksi penindasan adalahdominasi penguasa yang bertindak semena-mena.Kedua, hasil analisis dari struktur paradigmatik dalam lagu-lagu Efek RumahKaca yang bertema politik menunjukkan adanya keterkaitan antara lagu dari EfekRumah Kaca dengan isu politik yang terjadi di Indonesia dan bagaimana sudutpandang Efek Rumah Kaca dalam menyikapi hal tersebut, seperti: Di Udara, yangbercerita tentang kematian pejuang HAM, Munir; Jalang, yang mengkritikRancangan Undang-Undang Anti-Pornografi dan Pornoaksi; dan Hilang, yangmembawa semangat menolak lupa akan peristiwa penculikan sejumlah aktivis padaera Orde Baru. Dari hasil analisis ini juga menjabarkan bagaimana keberpihakanEfek Rumah Kaca dalam memandang isu politik yang ada. Beberapa lagu di atasseperti memperlihatkan respon fisik ketidakpuasan Efek Rumah Kaca terhadappemerintah Indonesia, seperti kasus Munir yang hingga kini belum menemui titikterang siapa dalang dibaliknya atau kasus hilangnya sejumlah aktivis pada masa OrdeBaru hingga kini para keluarga korban belum juga mendapat penjelasan daripemerintah.Ketiga, struktur sintagmatik dalam lagu-lagu Efek Rumah Kaca yangbermuatan isu sosial mendeskripsikan bahwa Efek Rumah Kaca memposisikan dirisebagai individu yang mendapatkan pengalaman secara langsung terhadap fenomenasosial. Lagu-lagu yang bertema sosial ini digunakan oleh Efek Rumah Kaca sebagairenungan untuk mengoreksi diri, media pembelajaran tentang hidup agar dapatmenjadi lebih baik di kemudian hari.Keempat, Berdasarkan analisis paradigmatik yang dilakukan pada beberapalagu Efek Rumah Kaca bermuatan isu sosial, dapat dipahami sebagai pernyataanopini mereka terhadap fenomena sosial yang terjadi. Lagu-lagu Efek Rumah Kacaseperti Kenakalan remaja di era informatika, yang bercerita tentang fenomena pararemaja yang bugil di depan kamera; Desember yang bercerita tentang musimpenghujan yang sering menimbulkan bencana; dan Balerina, yang berbagipengalaman tentang dinamika serta keseimbangan dalam hidup. Di sini terlihatbahwa Efek Rumah Kaca memiliki kepekaan dalam menangkap kondisi sosial yangada di masyarakat dan memberikan opini tentang apa yang mereka rasakan. Haltersebut menempatkan Efek Rumah Kaca pada level berkesenian yang lebih tinggidari pada band-band baru bermunculan yang hanya mementingkan aspek ekonomisemata.
Analisis Bingkai: Objektifikasi Perempuan dalam Buku Sarinah Nugraha, Yudha Setya; Lestari, Sri Budi; Nugroho, Adi; Sunarto, Dr
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.579 KB)

Abstract

Munculnya berbagai kasus – kasus seperti pemerkosaan diangkot, kekerasan dalam rumah tangga, hingga larangan menggunakan rok mini di DPR menuding perempuan sebagai penyebabnya. Dalam kasus tersebut, banyak dari pejabat publik memandang perempuan secara diskriminatif. Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Soekarno diawal kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1947, diterbitkan buku Sarinah yang ditulis oleh presiden pertama Indonesia yaitu Ir. Soekarno. Sebagai pejabat negara, tujuan Soekarno menulis dan menerbitkan buku Sarinah ini untuk memberikan dukungan terhadap perjuangan pergerakan perempuan Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Namun terdapat temuan – temuan yang bersifat objektifikasi perempuan berupa penggunaan metafora dewi – tolol sebagai perumpamaan untuk perempuan yang dipundi  - pundikan layaknya seorang dewi, tetapi dianggap tidak penuh layaknya seorang tolol. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan objektifikasi isi penulisan terhadap perempuan oleh Soekarno dalam buku Sarinah beserta ideologi yang dominan di belakangnya.Penelitian ini menggunakan teori kelompok dibungkam sebagai salah satu penerapan dalam pendekatan teori objektifikasi dan feminisme radikal dalam paradigma kritis melalui metode analisis bingkai model William A. Gamson. Subjek penelitian ini adalah tulisan atau teks dalam buku Sarinah ini yang merupakan hasil dari pemikiran atau pandangan dari Soekarno sebagai penulisnya.Berdasarakan temuan penelitian, objektifikasi terkait isi penulisan buku Sarinah berupa dehumanisasi dan stereotipe terhadap perempuan. Dehumanisasi dalam buku Sarinah dimunculkan melalui metafora, leksikon, dan ilustrasi seperti menganggap perempuan sebagai blesteran dewi – tolol, sebagai benda yang harus dimiliki, barang yang harus ada dalam rumah, benda perhiasan rumah tangga, perempuan tidak lebih dari "benda zaliman suaminya", dan "seorang pengurus rumah yang tidak bergaji serta alat pelahirkan anak". Sedangkan stereotipe perempuan yang dimunculkan dalam buku Sarinah berupa penggambaran sosok perempuan sebagai kaum lemah, kaum bodoh, kaum nrimo, perempuan diperintah laki – laki, bunga rumah tangga, sebagai budak, dan "kodrat" perempuan hidup di bawah telapak laki-laki. Ideologi yang melatarbelakangi terjadinya objektifikasi perempuan ini dikarenakan adanya patriarkisme yang mengakar kuat di masyarakat. Terbukti dengan adanya dominasi kaum laki – laki terhadap perempuan berupa dehumanisasi dan stereotipe dalam isi penulisan buku Sarinah. Kata Kunci: Objektifikasi, Dehumanisasi, Stereotipe, Patriakisme
Divisi Program Manager dalam Kampanye PR Undip Environmentally Friendly Campus "Grenade (Green Action To Avoid Earth Destruction)" Wulandari, Irawati Sri; Naryoso, Agus; Nugroho, Adi; Ulfa, Nurrist Suraya
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.973 KB)

Abstract

Pemanasan global sedang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat dunia. Karena ulah manusia, planet ini sedang mengalami pemanasan global, atau yang biasa disebut sebagai global warming. Global warming adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan di bumi. Universitas sebagai salah satu bagian penting dari masyarakat memiliki andil yang sangat besar dalam usaha pelestarian lingkungan sebagai usaha melindungi dan memperbaiki kerusakan yang telah terjadi di lingkungannya. Undip memiliki komitmen untuk mereduksi pemanasan yang terjadi di bumi, terutama di kota Semarang dan sekitarnya. Undip memiliki komitmen yang kuat untuk melestarikan lingkungan melalui tagline Undip Environmentally Friendly Campus. Berdasarkan riset pra event, didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden belum mengerti mengenai global warming, apalagi indikator universitas ramah lingkungan.Berdasarkan riset pra event tersebut, event dipilih sebagai cara untuk memperkenalkan Undip Environmentally Friendly Campus kepada khalayak target. Adapun khalayak target yang dipilih adalah berasal dari kalangan siswa SMA/SMK/MA yang berada di kawasan sekitar Undip, khususnya di kecamatan Tembalang dan Banyumanik. Event diberi nama “Grenade (Green Action To Avoid Earth Destruction)” dengan diawali roadshow ke sekolah-sekolah, photography challence, journalist writing contest, dan serangkaian acara yang memperkenalkan langsung peserta dengan praktisi Undip untuk memberikan pengetahuan mengenai Undip Environmentally Friendly Campus dan usaha pelestarian lingkungan.Event ini telah sukses dilaksanakan, diketahui dengan meningkatnya pengetahuan peserta sebanyak 37,90% dari hasil kuesioner pra event. Untuk keseluruhan program event "Grenade (Green Action To Avoid Earth Destruction)", berjalan efektif sesuai harapan panitia. Kegiatan yang efektif adalah roadshow, Photography Challence, Undip Gowes Ceria dan Field Trip, talkshow Undip Environmentally Friendly Campus, games dan kuis, penyerahan bibit tanaman mahoni, dan live accoustic. Sedangkan kegiatan yang kurang efektif adalah Journalist Writing Contest. Kata kunci: kampanye PR, event, universitas
Pengembangan dan Pengelolaan Situs Berita www.diengsavanaindonesia.com (Sebagai Fotografer) Priambodo, Handono; Rahardjo, Turnomo; Lukmantoro, Triyono; Nugroho, Adi
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.655 KB)

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan informasi yang cepat dan akurat membuat para penyelenggara media online, khususnya di Indonesia, berlomba-lomba membuat suatu media agar bisa memenuhi permintaan masyarakat tersebut. Hal itu merangsang komunitas maupun organisasi membentuk suatu media yang mampu memberi informasi, berkaitan dengan komunitas dan organisasi mereka.Salah satunya adalah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa yang membuat media online mengenai kondisi terbaru, adat istiadat serta nilai-nilai budaya yang ada di Dieng dengan situs www.diengsavanaindonesia.com. Situs tersebut memberikan berita kepada khalayak selama satu bulan dengan empat rubrik, yaitu alam, sejarah, budaya, galeri. Penyebaran informasi tentang situs juga dilakukan dengan memanfaatkan media sosial seperti facebook, twitter, dan instagram.Beberapa tugas yang dilaksanakan selama pengerjaan situs tersebut diantaranya adalah reporter, fotografer, dan desainer grafis. Tugas reporter yang dilaksanakan yakni melakukan liputan serta menulis naskah. Sedangkan sebagai fotografer, tugas yang dilakukan tidak hanya mengambil foto, tetapi juga mengedit foto tersebut jika terdapat kekurangan, seperti memangkas dan pengaturan kecerahan warna. Kemudian kegiatan mengunggah berita ke situs dan mempromosikannya ke media sosial dilakukan oleh desainer grafis.Meskipun begitu, terdapat beberapa kendala yang dialami, seperti kualitas foto yang kurang maksimal, hingga kesulitan dalam pemilihan tema berita yang akan di unggah serta pengaturan jadwal wawancara dengan narasumber. Namun, secara keseluruhan kendala tersebut bisa diatasi.Selanjutnya, hasil pelaksanaan pengembangan dan pengelolaan situs www.diengsavanaindonesia.com, dari tanggal 1 Oktober hingga 1 November 2015, mendapatkan jumlah pengunjung sebanyak 5.538 dari target minimal 1.500 pengunjung. Sedangkan rata-rata pengunjung per hari mencapai 178, dari target minimal 50 pengunjung. Meskipun begitu, masih terdapat kekurangan dalam situs tersebut, seperti tidak bisa menampilkan foto secara slide show. Hal tersebut perlu diperbaiki agar situs www.diengsavanaindonesia.com menjadi lebih baik.
Seminar dan Wokshop Jurnalistik Anak SMA “Yournalism” T.R, Amal Gamasi; Nugroho, Adi; Setyabudi, Djoko
Interaksi Online Vol 1, No 3: Agustus 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.112 KB)

Abstract

PENDAHULUANMasyarakat Indonesia saat ini merupakan masyarakat informasi yangmenghabiskan sebagian besar waktunya dengan media komunikasi dan menggunakanteknologi informasi seperti ponsel dan komputer maupun laptop. Mereka akan mudahmelakukan pertukaran data informasi karena saat ini,mengingat konvergensi mediatidak hanya mengubah basis data dan medium yang menyalurkannya, tetapi jugasecara keseluruhan mengubah proses produksi, pengolahan, dan distribusi informasisehingga media-media seperti koran, radio, televisi, dan lain-lain akan berubahdengan bentuk-bentuk media baru yang sepenuhnya digital, seperti world wide web,dan internet.Setiap orang bisa merencanakan liputan, meliput, menuliskan hasil liputan,mengedit tulisan, memuatnya dan menyebarkan di berbagai situs internet. Artinyasemua orang sebenarnya bisa menjadi “jurnalis dadakan”, meski begitu tentu sajakualitas jurnalistik mereka masih bisa kita perdebatkan. (Haryati, 2007 : v)Kehadiran situs berita atau portal berita juga dikhawatirkan bisa menjadi ancamanseluruh media massa konvensional. Ada juga media konvensional yang telahmelakukan inovasi dan pengembangan produk ke arah konvergensi informasi demimempertahankan eksistensinya. Suara Merdeka sendiri telah melakukan inovasitersebut dengan nama suaramerdeka.com. Didirikan pada tanggal 14 September 1996oleh H. Tommy Hetami (alm). Pada awalnya website suaramerdeka.com ini hanyaberisikan berita edisi cetak yang diambil dari media cetak Harian Suara Merdeka.Sampai dengan 11 Pebruari 2000 barulah menambahkan pemberitaannya dengan edisiNews Aktual beserta kanal-kanal lainnya. News Aktual ini dimaksudkan agarSUARAMERDEKA.com tidak tertinggal dalam memberitakan sesuatu. Namun yangperlu diperhatikan adalah langkah-langkah apa yang harus dilakukan untukmelakukan inovasi pengembangan produk ke arah digital agar tetap bisa bertahan.Melihat kenyataan yang seperti itu, perlu kiranya Suara Merdeka memberikanpendidikan jurnalistik sejak dini. Kegunaannya untuk mempersiapkan para calongenerasi jurnalis muda untuk memasuki dunia jurnalis profesional mendatang di eracitizen journalism dan meminimalisir keberadaan “jurnalis dadakan” tersebut. Disamping itu juga bermanfaat bagi berkembangnya mading sekolah ke arah digitalsebagai tempat media penyaluran bakat siswa dibidang penulisan, penyaluran minatdibidang yang sama, dan melatih siswa-siswi SMA atau SMK untuk tampil berani dankritis dalam berbagai kondisi serta menjadikan mempromosikan Rubrik EkspresiSuara Remaja (salah satu rubrik di Suaramerdeka.com yang membahas tentang duniaremaja) sebagai penyaluran ide maupun hasil karya mereka.ISIKonsep komunikasi pemasaran terpadu menekankan pentingnya elemen komunikasidalam pemasaran. Komunikasi pemasaran terpadu adalah kegiatan pemasaran denganmenggunakan teknik-teknik komunikasi untuk memberikan informasi kepada orang banyakdengan harapan, agar tujuan perusahaan tercapai, yaitu terjadinya pendapatan sebagai hasilpenambahan penggunaan penggunaan jasa atau pembelian produk yang di tawarkan.(Soemagara, 2006: 4)Suara Merdeka membutuhkan suatu kegiatan promosi yang dapat menjangkau anakanakSMA untuk secara aktif menuangkan ide-ide, hasil karya mereka di Rubrik EkpresiSuara Remaja sehingga membutuhkan sebuah kegiatan komunikasi pemasaran terpadu yangtepat.Melihat anak - anak SMA sekarang ini hidup dalam kecanggihan komunikasi daninformasi seperti adanya smartphone, laptop, dan peralatan IT canggih lainnya, strategi yangtepat adalah membuat kegiatan dengan memanfaatkan antusias mereka terhadap kemajuan ITtersebut mengenai dunia jurnalistik.Event merupakan salah tool public relation yang berbeda. Secara konseptual event tidakhanya mengajak seseorang untuk menggunakan sebuah produk, namun lebih mendekatkanbrand kepada target audience secara langsung sehingga memberikan pengalaman langsungdengan suatu brand. Pengalaman langsung dan baru ini memberikan dampak untuk menarikcalon pelanggan baru atau menambah loyalitas pelanggan lama terhadap brand. Keuntunganevent adalah bisa melibatkan banyak orang, beberapa orang memiliki “sense of publicity”yang mana akan menceritakan pengalaman mereka kepada orang-orang terdekatnya baikorang tua, teman-teman, bahkan di ruang sosial media. Dengan beberapa alasan diatas timpelakasana memilih event “Yournalism” sebagai salah satu bentuk melakukan komunikasipemasaran.Kegiatan ini bertema “YOURNALISM” yang diambil dari penggalan kata“YOUNG” yang berarti muda dan “JOURNALISM” yang berarti dunia jurnalistik. Jadimakna keseluruhannya adalah saatnya dunia jurnalistik muda menunjukkan eksistensinya.Tagline yang saya ambil adalah “together make possible” yang dapat diartikan bersama-samamenjadi mungkin. Bentuk kegiatan ini adalah seminar dan workshop dengan mengumpulkanSiswa-siswi dari beberapa sekolah SMA di salah satu sekolah SMA Semarang denganpenjelasan target audien:Aspek demografisTarget Primer : siswa-siswi SMA SemarangJenis Kelamin : laki-laki dan perempuanUsia : 15 – 19 TahunSES : A – CAspek GeografisSekolah dengan perwakilan dari beberapa zona area Kota Semarang. Semarang Timurmeliputi SMA 11, SMA 15, SMA 2, SMA KES 1. Semarang Tengah meliputi SMA 1,SMA3, SMA 5, SMK 2, SMK 3, SMK 5, SMK 7, SMA LOYOLA, dan SMA SULTAN AGUNG1. Daerah zona tengah lebih banyak karena dijadikan percontohan untuk mengukur seberapaefektif kegiatan ini bagi mereka mengingat letak sekolah mereka yang berada di pusat kotaAspek PsikografisMemiliki rasa ingin tahu yang tinggi, lebih banyak melakukan kegiatan diluar ruang, aktifmencari informasi, memiliki kehidupan sosial yang luas, dan peka terhadap lingkungansekitar.Mereka diberi pelatihan jurnalistik dengan pemberian materi mengenai dunia jurnalistikseperti penulisan berita,news reporting, dan desain layout dengan nara sumber dari orangorangredaksi Suara Merdeka.Setelah mendapat pelatihan dasar jurnalistik, saya berupaya untuk memicu semangatkreatifitas mereka dengan membuat kompetisi mading dengan cara yang berbeda. Melihatperkembangan dunia teknologi informasi sekarang ini, perlu kiranya kita melakukan sebuahinovasi yang berbasis pada teknologi informasi tersebut. Salah satu cara yang ingin sayaterapkan yaitu kompetisi e-mading. E-mading adalah mading yang berbasis pada penggunaaninternet. Lomba e-mading ini berformat .pdf dengan tema Semarang dan dengan beberapakriteria antara lain tata layout, estetika, isi berita. Diharapkan dengan adanya lomba sepertiitu mampu menjaga eksistensi dunia jurnalistik di sekolah terutama mading.PENUTUPEvaluasi diperlukan untuk mengukur keberhasilan suatu kegiatan yang telahdilakukan, melihat tahap-tahap yang telah ditetapkan sebelumnya serta menelaah kekurangandari kegiatan tersebut agar kedepan dapat menjadi tolak ukur untuk kegiatan yangberkelanjutan ataupun menyelenggarakan kegiatan sejenis.Rekomendasi memiliki tujuan untuk memeberikan saran dan menyempurnakankonsep serta dapat menjadi acuan jika akan menyelenggaraka kegiatan serupa. Rekomendasijuga ditujukan kepada pihak klien sebagai saran dalam melakukan kegiatan marcomm untukmemperbesar target audien serta menambah calon potensial target audien.EvaluasiSecara umum event “Yournalism” berjalan dengan baik. Namun ada beberapa poinyang telah ditetapkan sebelumnya, belum dapat dilaksanakan sesuai rencana antara lain:1. Jumlah perwakilan murid dari tiap-tiap sekolah yang seharusnya 10 murid dengansatu pembimbing berubah menjadi 5 murid dan 1 pembimbing hal ini dikarenakan timpelaksana tidak mampu melaksanakan kegiatan secara roadshow, hanya dikumpulkandi 1 tempat sehingga agar materi yang disampaikan tetap efektif cara yang ditempuhyaitu dengan pengurangan kuota dari tiap-tiap sekolah.2. SMA Kesatrian 1 menolak untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan alasan sudahbekerjasama dengan pihak lain dalam bidang yang sama yaitu jurnalistik3. Birokrasi SMA Loyola sulit di ajak berkerjasama. Kurangnya koordinasi antarapenjaga sekolah dengan pihak sekolah membuat surat undangan tidak sampai kepihak sekolah, hal ini dibuktikan dengan tim pelaksana yang melakukan konfirmasitentang surat undangan tersebut yang didapat jawaban belum menerima suratundangan kegiatan itu4. Tempat kegiatan yang semula memakai Aula SMA 1 Semarang pindah ke Aula SMASultan Agung 1 Semarang dengan alasan sama-sama berada di tengah kota5. Periode waktu pada awalnya terbagi dalam 5 sesi. Sesi pertama untuk registrasiulang, sesi 2 pemberian materi berita, sesi 3 penyampaian materi fun reporting, sesi 4pemberian materi desain layout, dan sesi terakhir ditutup dengan penjelasan materilomba e-mading. Namun karena adanya permintaan waktu dari sponsor untuk demoproduk, tim pelaksana berkordinasi dengan pihak ESR untuk melakukan penyusunanacara ulang. Hasilnya susunan acara terbagi menjadi 6 sesi yaitu sesi 1 untukregistrasi ulang, sesi 2 untuk materi Yamaha, sesi 3 sambutan Suaramerdeka.com, sesi4 materi berita, sesi 5 pemberian materi fun reporting, sesi 6 penyampaian materidesain layout, dan sesi terakhir penjelasan materi lomba e-mading.6. Menunjukan pertanggungjawaban anggaran melalui nota dan kwitansi 90% sesuaidengan rencana awal. Anggaran dana tersusun mulai dari pra-kegiatan hinggaterlaksananya kegiatan seperti anggaran perijinan, kebutuhan waktu acara, dananggaran hadiah e-mading. Melihat nominal anggaran dana yang begitu besar, timpelaksana melakukan penyusunan anggaran ulang, hal ini dimaksudkan agar pihaksponsor tertarik untuk menjadi sponsor. Anggaran yang dinilai tidak begitu efektiftidak dimunculkan dalam anggaran melainkan di subsidi dari anggaran lain sepertibiaya administrasi, doorprize,genset,dll.RekomendasiRekomendasi ditujukan kepada 2 pihak yaitu rekomendasi untuk acara apabila acaraini akan dilanjutkan kembali dan dan rekomendasi untuk pihak manajemen Ekpresi SuaraRemaja.Rekomendasi untuk acara “Yournalism”1. Waktu persiapan event disarankan lebih kurang 2 bulan dengan perincian 1bulan pertama untuk pembagian jobdesk, pencarian klien dan peserta, dan 1bulan terkahir untuk sounding sponsorship, produksi kebutuhan acarasehingga tim pelaksana bisa melakukan pematangan konsep, kordinasi danpembagian jobdesk secara mendetail serta sounding proposal sponsorship bisalebih lama2. Memaksimalkan surat rekomendasi dari Diknas agar sekolah menilai bahwaacara ini layak untuk diikuti sehingga mereka dengan sukarela mengijinkansiswa-siswi mereka mengikuti acara tersebut3. Pemberian mentor untuk pendampingan mereka dalam menyusun e-madingsetelah acara selesai sebagai salah satu bentuk perhatian pengelola kegiatanterhadap sekolah dan murid4. Kemasan acara lebih dipercantik seperti penggunaan backsound saat acaramenjelang usai5. Pengelola kegiatan menyediakan spanduk pesan dan kesan guna mengukurkesuksesan acaraRekomendasi untuk Ekpresi Suara Remaja1. Kegiatan seperti ini bisa dijadikan kegiatan rutin ke sekolah-sekolah diSemarang sebagai media pendidikan bagi mereka2. Materi- materi jurnalistik yang disampaikan disesuaikan dengan kondisi saatini3. Strategi roadshow ke sekolah sekolah dapat diterapkan guna menjaring danmendekatkan target audien dengan Ekpresi Suara Remaja4. Konsep yang sama dapat diterapkan di event selanjutnya dengan penyesuaiankondisi sekitar5. Acara ini bisa menjadi tempat pemberian saran untuk Ekpresi Suara Remajadari para audien, sehingga pihak Ekpresi Suara Remaja dapat berbenah kearah yang lebih baik6. Sebaiknya tetap menjalin komunikasi dengan mereka secara berkelanjutanmeski event telah usai untuk mendekatkan brand dengan TADAFTAR PUSTAKAHaryati,dkk. 2007. Jurnal Observasi: Mengamati Fenomena Citizen Journalism / Vol. 5, No1. Bandung : Simbiosa Rekatama Media.Soemanagara, Rd, 2006, Strategic Marketing Communication: Konsep Strategic danTerapan, Bandung: Alfabeta .Shimp, Terence A, 2003, Periklanan dan Promosi : Aspek Tambahan KomunikasiPemasaran Terpadu, edisi ke 5, Jakarta: Erlangga.Aaker, David, 1991, Managing Brand Equity: Capitalizing on the Value of a Brand Name.New York: Free Press.Nursito, 1999, Membina Majalah Dinding, Bandung: Adicita Karya Nusa.ABSTRAKSISeminar dan Wokshop Jurnalistik Anak SMA “Yournalism”Masyarakat Indonesia saat ini merupakan masyarakat informasi yangmenghabiskan sebagian besar waktunya dengan media komunikasi dan menggunakanteknologi informasi seperti ponsel dan komputer maupun laptop. Mereka akan mudahmelakukan pertukaran data informasi karena saat ini,mengingat konvergensi mediatidak hanya mengubah basis data dan medium yang menyalurkannya, tetapi jugasecara keseluruhan mengubah proses produksi, pengolahan, dan distribusi informasisehingga media-media seperti koran, radio, televisi, dan lain-lain akan berubahdengan bentuk-bentuk media baru yang sepenuhnya digital, seperti world wide web,dan internet.Setiap orang bisa merencanakan liputan, meliput, menuliskan hasil liputan,mengedit tulisan, memuatnya dan menyebarkan di berbagai situs internet. Artinyasemua orang sebenarnya bisa menjadi “jurnalis dadakan”, meski begitu tentu sajakualitas jurnalistik mereka masih bisa kita perdebatkan.Melihat kenyataan yang seperti itu, perlu kiranya Suara Merdeka memberikanpendidikan jurnalistik sejak dini. Kegunaannya untuk mempersiapkan para calongenerasi jurnalis muda untuk memasuki dunia jurnalis profesional mendatang di eracitizen journalism. Di samping itu juga bermanfaat bagi berkembangnya madingsekolah ke arah digital sebagai tempat media penyaluran bakat siswa dibidangpenulisan, penyaluran minat dibidang yang sama, dan melatih siswa-siswi SMA atauSMK untuk tampil berani dan kritis dalam berbagai kondisi serta menjadikan RubrikEkspresi Suara Remaja sebagai penyaluran ide maupun hasil karya mereka.Pemberian materi jurnalistik terbagi menjadi dalam 4 bagian. Bagian pertamatentang materi berita, bagian kedua materi reporting, bagian ketiga desain layout, danbagian keempat lomba e-mading sebagai salah satu cara sejauh mana merekamemahami dunia jurnalistik.Kendala yang ditemui saat kegiatan ini misalnya kurangnya kordinasi diantarasiswa dan padatnya kegiatan sekolah membuat mereka tak sanggup mengumpulkanhasil e-mading mereka. Hanya 4 sekolah dari 9 sekolah yang berhasilmengumpulkannya.Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan sejak dini tentang duniajurnalistik, mendidik generasi muda agar lebih kritis mengenai persoalan yang terjadidi masyarakat, meminimalisir kehadiran citizen journalism secara instan, menjadikangenerasi muda sebagai genrasi yang aktif bukan pasif secara informasi, danmenjadikan Rubrik Ekspresi Suara Remaja sebagai wadah aspirasi, ide dan hasilkarya mereka.Kata kunci: Jurnalistik, e-mading, Ekspresi Suara RemajaABSTRACTSeminar and Workshop Journalism for Senior High School “Yournalism”Indonesian society is an information society that spends most of his time withthe media communication and use of information technology such as mobile phonesand laptop computers as well. They will be easy to exchange data information fornow, considering the convergence of media is not only changing the base data anddistribute it medium, but also change the overall production process, processing, anddistribution of information to the media such as newspapers, radio, television, andother etc. will change with the new forms of media are fully digital, such as the WorldWide Web, and the Internet.Each person can plan coverage, cover, write the coverage, editing posts, loadand deploy on various Internet sites. It means that everyone can actually be a"journalist impromptu", though of course the quality of journalism so they can still bedebated.See reality as it is, we should bear in Suara Merdeka provides journalismeducation from an early age. Usefulness to prepare candidates for the generation ofyoung journalists entering the world of professional journalists in the upcoming era ofcitizen journalism. In addition, it is also beneficial for the development of schoolMading towards digital media as a distribution of talent in the field of student writing,channeling interests in the same field, and train students for high school or vocationalschool bold and critically in a variety of conditions and to make the Rubric ofEkspresi Suara Remaja become distribution of ideas and the results of their work.Provision of journalistic material is divided into into 4 sections. The first partof the news items, the second part of the material reporting, the third part of thedesign layout, and the fourth part of e-Mading race as one of the ways the extent towhich they understand the world of journalism.Obstacles encountered when these activities such as the lack of coordinationbetween students and school activities to make their denseness could not collect the e-Mading them. Only 4 schools from 9 schools who successfully collect.The purpose of this activity is to provide early knowledge about the world ofjournalism, to educate the younger generation to be more critical about the problemsthat occur in the community, minimizing the presence of citizen journalism in aninstant, making young people as active rather than passive generation of information,and make Rubric of Ekpresi Suara Remaja as container aspirations, ideas and resultsof their work.Keywords: journalism, e-mading, ekpresi Suara Remaja
KOMUNIKASI STRATEGIS UNTUK PENGELOLAAN KRISIS PUBLISITAS TENTANG PEMADAMAN LISTRIK PT.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JATENG DIY Putra, Beta Himawan; Nugroho, Adi; Naryoso, Agus; Gono, Joyo NS
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.636 KB)

Abstract

Pemadaman listrik merupakan sebuah permasalahan besar bagi setiap orang. Hal ini terjadi mengingat hampir semua peralatan sehari-hari menggunakan listrik sebagai sumber energi utamanya. Di Indonesia sendiri pemadaman masih menjadi permasalahan besar yang belum terselesaikan dengan baik. Terbukti dengan masih tingginya intensitas pemadaman di berbagai daerah di Indonesia. Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi strategis dalam pengelolaan krisis publisitas tentang pemadaman listrik  PT.PLN (Persero) distribusi Jateng dan DIY .Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini, data diperoleh melalui indept Interview dengan beberapa orang atau narasumber yang memiliki wewenang dalam melaksanakan kegiatan public relations PT.PLN (Persero) distribusi Jateng dan DIY. Indept interview yang dilakukan menggunakan pedoman tidak terstruktur, yaitu dimana pertanyaan dapat berkembang jika diperlukan, sehingga tidak terpaku dengan daftar pertanyaan.Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian adalah bahwa dalam melaksakanan kegiatan komunikasi strategis, PT.PLN distibusi Jateng dan DIY telah melaksanakan perencanaan strategis sesuai dengan  10 tahapan perencanaan strategis Anne Gregory yaitu analisis, penyusunan tujuan, identifikasi dan segmentasi sasaran, perumusan pesan, strategi, taktik, ketepatan waktu, sumberdaya dan evaluasi serta review. Review dilaksanakan melihat data dari hasil evaluasi untuk menentukan program selanjutnya. Pada periode Oktober 2014 hingga Desember 2014 tercatat terdapat 38 berita dengan kategori positif dan 8 berita berkategori negatif sehingga untuk periode akhir 2014 dapat disimpulkan bahwa PT.PLN (Persero) distribusi Jawa Tengah dan DIY mencatat publisitas positif sebesar 82,6%.Saran yang dapat disampaikan pada penelitian ini adalah. PT.PLN (Persero) distribusi Jawa Tengah dan DIY perlu melakukan penelitian lebih dalam berkaitan dengan publisitas dan keterkaitanya dengan Reputasi PT.PLN (Persero) distribusi Jawa Tengah dan DIY.
PENERAPAN MEDIA ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN TEKNIK LISTRIK DASAR OTOMOTIF PADA SISWA KELAS X TPBO SMK NEGERI 4 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Nugroho, Adi
Jurnal Nosel Vol 4, No 3 (2016): January
Publisher : Jurnal Nosel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.725 KB)

Abstract

The purposes of this research are (1) to improve the learning?s activity of students on class X TPBO C SMK Negeri 4 Sukoharjo 2014/2015 academic year on the subject of Basic Automotive Electrical Engineering and (2) to improve the students achievement of students on class X TPBO C SMK Negeri 4 Sukoharjo 2014/2015 academic year on the subject of Basic Automotive Electrical Engineering using animation media. This classroom action research consisted of two cycles. Each cycle consisted of action planning, action, observation, and reflection. The research subject were students of class X TPBO C SMK Negeri 4 Sukoharjo 2014/2015 academic year. The data sourced of the research derived from the productive teacher, the head of the administration and the students of class X TPBO C SMK Negeri 4 Sukoharjo 2014/2015 academic year which obtained through observation, documentation, interview and test. The data analysis used was comparative descriptive analysis. The result of the research showed that (1) the application of animation media in the learning process can improved learning activity of students class X TPBO C SMK N 4 Sukoharjo on the subject of Basic Automotive Electrical Engineering. The indicator of students enthusiasm followed the learning process there was an increased from 52.01% on cycle 1 to 81.85% on cycle 2. The indicator of student courage to answer the teacher questions there was an increased from 47.58% on cycle 1 to 81.45% on cycle 2. The indicator of the student more confident to speak in front of class there was an increased from 63.30% on cycle 1 to 85.88% on cycle 2. The indicator of student courage to make an opinion increased from 64.51% on cycle 1 to 90.72% on cycle 2. The indicator of student work on the test with their own increased from 75.80% on cycle 1 to 91.12% on cycle 2. (2) the application of animation media in the learning process can improve the student achievement of student on class X TPBO C SMK Negeri 4 Sukoharjo on the subject of Basic Automotive Electrical Engineering. The lowest score increased from 55 on cycle 1 to 70 on cycle 2. The highest score increased from 90 on cycle 1 to 95 on cycle 2. The average score of class increased from 75 on cycle 1 to 85.33 on cycle 2. The conclusion of this research was the application of animation media can improved students activity learning and students learning achievement on subject of  Basic Automotive Electrical Engineering students of class X TPBO C on SMK N 4 Sukoharjo in 2014/2015 academic year.
Co-Authors ., Noverson A, Izaak Zoelkarnain A. Muthalib Nawawi Abdul Muchid, Abdul Achmad Vandian Nur, Achmad Vandian Adhikara, Algia Kuspratama Adi Setiawan, Candra Adi Utama, Pradipta ADITYA NUGRAHA Aditya Nugraha Agus Naryoso S.Sos, M.Si, Agus Naryoso Agus Santoso Agus Setyawan Agus, Yohanes Hendro Agustinus Fritz Wijaya Ahmad Ashari Ahyana, Afan Arga Aji Nurkafi, Fabi Akhmad Fathurohman Alfayyadh, Hilmi Ali, M Ghufanil Muta Amal Gamasi T.R Amalia Amalia Andadari, Nuringtyas Andhyka, Bintang Andi Setiawan Andree Wijaya Setiawan Andres, Shan Nemuel Anggana, Muhammad Wahyu Anggariawan, Arista Anggraeni, Nabila Widya Anjik Sukmaaji Apriliana, Jennifer Apriyane Patty, Maria Arif Setiawan Arina, Arina Arizal Nur Dwinawan Armunanto, Vinsentius Bram Asti Amalia, Fatiha Astuti Dwi Wahyu Pertiwi Atmojo, Jangkung Tri Ayu Dwi Sukmawati Azharman, Zefri Azzahra, Adelina Bahar, Nisauzzahra Bahrul Ilmi Bantang, Theo Servis Baskoro Rochaddi Berliana, Jane Dina Beta Himawan Putra, Beta Himawan Bistok Hasiholan Simanjuntak Bramantyo Utomo, Abdiel Budiantoro, Cahyo Budinurdjaja, Pribakti Budiyantoro, Cahyo Calvin, Epenetus Caribu Hadi Prayitno Chaerani Nisa, Chaerani Chairiyanti, Chairiyanti Dan Mugisidi David Fredy Christiyanto, David Fredy Denni Susanto Desnita.S, Yolanda Lisa DESWANTO DESWANTO Diah Rukmi Ambarwati, Diah Rukmi Dian Prabowo Dimas Herdy Utomo Dini, Dini Djoko Setyabudi DR Sunarto Duha, Muhammad Syamsud Dwi Haryo Ismunarti Dwi Nurul Izzhati Edi Hartoyo Edi Winarko Eko Handoyo Eko Suhartono Elfa Dhiotami, Adeillia Elferida Sormin Ephraim, Nathanel Ermina Istiqomah, Ermina Erni Suharini Fajar Nugraha Fakhriana, Alya Farhanni, Nadya Fariza Khumaedi Fathur Rokhman Fatkur Rhohman, Fatkur Fauzie Rahman Febrian, Nanda Dwi Fernando , Iqnasius Ardito Fikri, Agus Firmasyah, Teguh Fitri, Adinda Ratu Florina , Ike Desi Gumilar, Edwin Hadana, Marisa Handika, Rosalina Dyah Handono Priambodo, Handono Handoyo, Aries Hani Faurizka Hanifa, Aqyla Chelia Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Harfa, Nelius Hari Basuki Harsono, Hindradjid Hedi Pudjo Santosa Herawati Herawati Heriansyah, Kurnia Herniansyah, Kurnia Hestyani, Dewi Hettyca Astuningdyas Hidayah, Netiva Hijriah, Restu Husaini Husaini Husnul Fatimah Hutama, Adhi Setya Hutama, Adhi Setya Ikhsan, Subkhan Nur Ilham, Ahmad imadduddin, Imadduddin Indra Satria Indriati, Petiana Irawati Sri Wulandari Irza, Abdi Isai, Agustho Istiqomah , Ermina Iwan Aflanie Johan Jimmy Carter Tambotoh Joyo NS Gono Jun Chen, Hana W Karto, Andriani Khabib Mustofa Khairunnisa, Almira Kindarto, Asdani Kota, Paulina Kurnia, Arif Rahmat Kurnia, Janu Yogi Kurniasari, Annisa Kusdharyanto, Hardhita Lasmono Tri Sunaryanto Lia Andriyani Lies Indriyatni Lukman Assaffat Lutvia Anjani, Erlin M Yulianto Maria Maria Marliani Marliani Mashuda, Mashuda Maula, Akbar Ibrahim Maya Sekar Wangi Meitria Syahadatina Noor Meldra, Delia Melkior N.N. Sitokdana Mitro Subroto Moeksin, Ahmad Gamaludin Muhammad Abdan Shadiqi Munsarif, Muhammad Musafaah Musafaah Nadila, Nadila Nanda Amalia Nanik Wahyuni ‎ Nastiti, Titis Nelly Al Audhah Nelly Al Audhah Nensi, Sri Wahyu NIKOLAUS AGENG PRATHAMA Nita Pujianti Nizwar, Muhammad Nopijantoro, Wurjanto Nova Irawati Simatupang Noveiota, Theodore Novel C Damarjati, Dimas Noviananda, Dhandy Nugraheni, Wahyu Nugroho, Dhanang Satria Nugroho, Yohanes Nugroho, Yohanes Nur Fauzi, Fikrii Nurist Surayya Ulfa Nurmilawati, Nurmilawati Nurrist Suraya Ulfa Nurriyatul Lailiyah, Nurriyatul Nursepti, Tika Nurul Hasfi Nyoman Septiari, I Gusti Ayu Oithona Gracelia R. Hutabarat, Oithona Gracelia R. Oktavia, Marni Oski Illiandri Panjaitan, Rido Parulian Paramita, Cinantya Pariasi, Yuan Perwita Kurniawan Prabawa, Joseph Heykel Pradana, Ilham Wahyu Pradipta Angga Saputra, Pradipta Angga Pramada Wicaksono, Aditya Prasetyo Nugroho Prastya, Andika Pratama, Chatra Widsam Pratiwi, Galuh Eka Pratomo Setiaji Prawiro, Aldo Priatama, Yanuar Primada Qurrota Ayun, Primada Qurrota Punik Mumpuni Wijayanti Purba, Leony Sanga Lamsari Purwanto, Teguh Putri Nabila, Alifia Qurrota Ayun, Primada Raharjo, Dimas Yudhistira Rahmatullah, Mohammad Dede Rahmawati, Sintia Herlinda Rahmawati Ramadhani, Rima Dias Ramadhani, Salsabila Ayu Razania Sani, Inatsan Restian, Ahmad Ringoringo , Harapan Parlindungan Rizqia, Annita Nur Rodia Syamwil Roselina Panghiyangani Rosihan Adhani, Rosihan S Martono S. Rouli Manalu Safuan Safuan Sahriswati, Sahriswati Sam’an, Muhammad Santoso, Hedi Pudjo Sanyoto, Didik Dwi Saraswati, Aisha Sari , Agustin Rusiana Sartoyo, Millenino Bergas sarwo edy Sarwoko Sarwoko Sembiring, Asriyani Br Seno Darmanto Silalahi, Abigail Novianti Silvia Kristanti Tri Febriana Sinta Putri, Destya Ayu Siruru, Chrisandy Noel Siswanta, Siswanta Sitepu, Mahani Datita Sosiati, Harini Sri Budi Lestari Stevanus Hanung Tri Budiarto Suadi Suadi Subhan, M. Nuruddin Suci Widyawati Suharlina Suharlina Suharton, Eko Suhartono , Eko Suhet, Windy Kusumawati Sunarso Sugeng Sunarto Sunarto Suparto Suparto Suryaningsih, Betty Ekawati Suryono, Didik Dwi Susilo Budi Priyono, Susilo Budi Suwarman - Syahdiva, Vipin Elrima Syaifani, M. Amin Syamsul Arifin Tamara Nur Aziza Tamtama, Tatang Teguh Sutanto Titin Widiyastuti Tjahyono, Rudi Totok Suwanda Triana, Yuyun Triawanti Triawanti Triyono Lukmantoro Tsani, Ikram Amal Turnomo Rahardjo Umi Mardiyati Untung Widodo, Untung Violita, Evony Vironika, Trisia Wardani, Nur Indah Wibowonoto, Arif Widihastuti, Asti Widiyasari, Eka Widyaningsih, Murti Widyasari, Siti Mahrimah Wijaya, Nanda Arif Wijaya, Vivin Ary Winarsih, Dewi Wirayudatama, Johan Wiwid Noor Rakhmad Yasmin, Salsabila Yoga Aji Handoko Yos Richard Beeh Yudha Setya Nugraha Yuliyanto, Muh. Yuniarto Yuniarto, Yuniarto Yunita Utami, Yunita Yusriana, Amida Yustisiana, Riska Zairin Noor Zamorano, Ivan