p-Index From 2021 - 2026
11.134
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Sosiohumaniora Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Journal of Education and Learning (EduLearn) Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Tadris: Jurnal keguruan dan Ilmu Tarbiyah Jurnal Inspirasi Pendidikan Ta´dib Jurnal Civicus Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Moral Kemasyarakatan Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Journal of Teaching and Learning in Elementary Education Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) Etika Demokrasi Journal of Civic Education Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar) JURNAL ILMIAH MIMBAR DEMOKRASI Akademika : Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Jurnal Eduscience (JES) SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL The Innovation of Social Studies Journal Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan ASANKA: Journal of Social Science And Education Journal of Sustainable Tourism and Entrepreneurship Didaktika: Jurnal Kependidikan CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Journal La Sociale Indonesian Journal of Tourism and Leisure Inovasi Kurikulum Journal Evaluation in Education (JEE) Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Journal of General Education and Humanities Journal of International Conference Proceedings QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia International Journal of Religion Education and Law Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Mamangan Social Science Journal SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum IRSYADUNA: Jurnal Kemahasiswaan Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Eduvest - Journal of Universal Studies Education: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Elementaria Edukasia Integralistik Society Sriwijaya University Learning and Education International Journal Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture Educia Journal Unnes Political Science Journal Urwatul Wutsqo : Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman IRSYADUNA: Jurnal Kemahasiswaan PALASTREN: Jurnal Studi Gender Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi
Claim Missing Document
Check
Articles

Student Learning Autonomy Transformation through the ‘Source-Grounded AI’ Feature of NotebookLM in the Basic Japanese Course I (A Case Study of International Relations Students at Universitas Jenderal Achmad Yani) Electra Septarani; Dasim Budimansyah; Encep Syarief Nurdin; Warlim; Yuliani Hermaningsih; Akhmadi Waridyanto
Educia Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Educia Journal
Publisher : Educia Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71435/738191

Abstract

The increasing use of artificial intelligence in higher education has raised concerns about misinformation, overdependence, and the weakening of learner agency. This qualitative case study explores how NotebookLM, as a source-grounded AI tool, supports learner autonomy in Basic Japanese learning among International Relations students at Universitas Jenderal Achmad Yani. The study was conducted in a Basic Japanese 1 course, where lecturer-curated materials were uploaded to the Learning Management System and used by students as the main knowledge base for NotebookLM-assisted learning. Data were collected through digital engagement observations, student reflective logs, and document analysis of Japanese curriculum vitae assignments. The findings show that NotebookLM supported students in verifying basic Japanese vocabulary, reviewing unfamiliar writing forms, revisiting course materials, and applying source-based expressions to personalized learning outputs. Evidence of learner autonomy appeared in students’ source consultation, independent vocabulary selection, self-monitoring, draft revision, and task-based decision-making. However, the study also found uneven patterns of AI use. Some students used NotebookLM critically as a learning support tool, while others tended to rely on it mainly for information retrieval. The findings suggest that NotebookLM does not automatically guarantee accuracy, eliminate AI hallucinations, or produce autonomous learners. Its pedagogical value depends on curated materials, clear task design, lecturer guidance, students’ digital literacy, and reflective learning practices. The study concludes that source-grounded AI can strengthen scaffolded autonomy when integrated responsibly into foreign language education, especially for beginner learners from non-language-major backgrounds. It offers a model for AI-assisted language learning that balances innovation, verification, and learner responsibility.
SLR: Internalisasi Nilai Islam melalui Program MABIT dalam Pendidikan Karakter Intan Indah Permatasari; Dasim Budimansyah; Kama Abdul Hakam; Asep Dahliyana; Imas Kurniawaty
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i6.924

Abstract

Perkembangan pendidikan Islam abad ke-21 menuntut strategi pembentukan karakter peserta didik yang holistik. Program MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) telah banyak diterapkan, namun kajian sistematis mengenai mekanisme internalisasi nilainya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis internalisasi nilai-nilai Islam melalui program MABIT dalam konteks pendidikan karakter. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA terhadap 18 artikel terbitan 2019–2025. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi nilai karakter, peran guru, kepala sekolah, dan orang tua sebagai teladan, serta faktor pendukung dan penghambat program. Kebaruan penelitian terletak pada pemetaan MABIT sebagai model internalisasi nilai Islam berbasis teori pendidikan karakter Thomas Lickona (moral knowing, moral feeling, dan moral action). Hasil kajian menunjukkan bahwa MABIT mampu menanamkan nilai religiusitas, disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian sosial melalui ibadah, refleksi, dan pembiasaan. Penelitian ini menegaskan MABIT sebagai model pendidikan karakter Islami integratif yang memperkaya kajian pendidikan karakter Islam dan relevan untuk praktik pendidikan sekolah.
Keteladanan Guru sebagai Role Model dalam Pengembangan Integritas Peserta Didik Sekolah Dasar Anto Akbar; Dasim Budimansyah; Kama Abdul Hakam; Asep Dahliyana; Imas Kurniawaty
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i6.948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keteladanan guru sebagai role model dalam pengembangan integritas peserta didik sekolah dasar. Integritas dipahami sebagai keselarasan antara nilai, ucapan, dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi fenomenologis interpretatif yang dilaksanakan di SDN 201 Sukaluyu, Kota Bandung. Subjek penelitian terdiri atas empat guru dan delapan peserta didik sebagai informan utama, serta kepala sekolah sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap praktik keseharian guru dalam berbagai konteks kegiatan sekolah selama satu bulan. Data dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menerapkan teknik triangulasi untuk meningkatkan keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan guru sebagai role model dimanifestasikan secara konsisten melalui perilaku disiplin, relasi emosional yang positif, inspirasi moral, serta kemampuan guru dalam menghadapi tantangan profesional secara etis. Keteladanan yang ditampilkan melalui perilaku nyata, empati, dan konsistensi antara ucapan dan tindakan dimaknai peserta didik sebagai pengalaman pembelajaran yang berkontribusi pada pengembangan integritas. Penelitian ini menegaskan bahwa keteladanan guru merupakan strategi pedagogis yang bermakna dalam pengembangan integritas peserta didik di sekolah dasar
Reconstructing Tolerance Education Through a Co-curricular “Social Laboratory”: A Theoretical Review of Intergroup Contact and Sosial Learning Sarif Hidayat; Prayoga Bestari; Asep Mahpudz
The Innovation of Social Studies Journal Vol 7, No 2 (2026): The Innovation of Social Studies Journal, March 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/issj.v7i2.17813

Abstract

Contemporary tolerance education in Indonesia faces a fundamental challenge: the discrepancy between the idealism of an inclusive curriculum and the reality of an increasingly polarized society. This article aims to reconstruct character education approaches by proposing a co-curricular-based "Social Laboratory" model as an alternative to conventional learning. Employing a conceptual analysis method on the "Breaking Down The Wall" program case study, this article synthesizes two primary theoretical frameworks: Gordon Allport’s Intergroup Contact Theory and Albert Bandura’s Social Learning Theory. The in-depth analysis demonstrates that co-curricular interventions are effective in reducing prejudice only if they satisfy four situational prerequisites: equal status, common goals, interdependent intergroup cooperation, and support from institutional authorities. These findings imply a need for school policy reform to institutionalize cross-identity encounters as a structured mandatory curriculum, thereby transforming students' tacit knowledge into tangible civic dispositions.
CONCEPTUALIZING PERCEIVED FORM OVER SUBSTANCE (PFOS): A THEORETICAL EMPIRICAL FRAMEWORK FOR UNDERSTANDING EDUCATIONAL PERFORMATIVITY AMONG INDONESIAN PRE-SERVICE TEACHERS Anita Deka; Dasim Budimansyah; Mupid Hidayat; Momod Abdul Somad
JURNAL EDUSCIENCE Vol 13, No 4 (2026): In Press Vol 13 no.4
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v13i4.9319

Abstract

Purpose – This study aims to conceptualize and examine Perceived Form Over Substance (PFOS) as a theoretical-empirical framework for explaining why Indonesian pre-service teachers may prioritize administrative form, academic image, and measurable outcomes over substantive pedagogical learning.Methodology – This study employed an exploratory quantitative design. The instrument was developed through preliminary observations, focus group discussions, literature review, and two rounds of pilot testing to refine the theoretical domains. The main survey was administered to 347 pre-service teachers in Indonesia. The final instrument consisted of the PFOS scale, Personal Traits (PTRAIT), and Systemic Pressure (PSIST). Quantitative data were analyzed using Principal Component Analysis (PCA) with Promax rotation, reliability analysis, descriptive statistics, and multiple linear regression.Findings – The results indicate that PFOS comprises three dimensions: Academic Formalism, Image Management, and Outcome Orientation. The factor structure was empirically supported by KMO = 0.86, Bartlett’s test p < 0.001, and total variance explained of 45.47%. The PFOS scales demonstrated satisfactory reliability, with Cronbach’s alpha ranging from 0.71 to 0.76. Regression results indicate that systemic pressure, particularly procedural certainty and task structure, is the strongest and most consistent predictor of all PFOS dimensions. Thus, PFOS is better understood as an adaptive response to academic systemic pressures rather than a deficit in individual character.Contribution – This study contributes to educational performativity literature by proposing PFOS as a multidimensional construct in Indonesian teacher education. It offers practical insights for evaluation systems that support autonomy, pedagogical meaning, and substantive learning.
Pedagogical innovations and structural barriers in cultivating participatory civic skills in Indonesian higher education Lisa Retnasari; Aim Abdulkarim; Dadang Sundawa; Prayoga Bestari; Ella Kusuma Wardani; Sulaiman
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v23i1.95331

Abstract

This study addresses a critical gap in the literature on cultivating participatory civic skills in higher education in the digital era. While the importance of such skills is widely acknowledged, little is known about how educators practically conceptualise and assess them. Employing a qualitative phenomenological approach, this research collected data through open-ended questionnaires completed by Civic Education lecturers from diverse higher education institutions across Indonesia. The data were analysed using reflective thematic analysis. The findings show that lecturers demonstrate a robust theoretical understanding of participatory civic skills; this conceptual grasp does not systematically translate into assessment practices that effectively measure participatory learning outcomes. Although pedagogical innovations such as project-based learning and digital platform integration are being adopted to create more authentic learning experiences, their implementation is hindered by structural barriers. These include excessive administrative workloads, inflexible curricula, and inadequate technological infrastructure. Theoretically, this study contributes by highlighting the critical disconnect between pedagogical theory and assessment praxis in civic education. In practice, it underscores that fostering participatory skills necessitates not only classroom-level innovation but also institutional reforms, specifically rationalising workloads, increasing curricular flexibility, and developing authentic assessment models tailored for digital-era civic learning.
Pembentukan Identitas Kewarganegaraan Melalui Komunitas Suporter Bobotoh Persib Bandung Arya Destian; Prayoga Bestari; Asep Mahfudz
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.6896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembentukan identitas kewarganegaraan dalam komunitas Bobotoh Persib Bandung sebagai bentuk kewargaan kultural yang berkembang di luar jalur formal kenegaraan. Berangkat dari fenomena maraknya keterlibatan komunitas suporter dalam berbagai aktivitas sosial, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi partisipatif, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Temuan menunjukkan bahwa identitas kewarganegaraan dalam komunitas Bobotoh terbentuk melalui proses interaksi sosial, internalisasi nilai, serta representasi simbolik yang berlangsung secara konsisten dan kolektif. Nilai-nilai seperti loyalitas, solidaritas, kepedulian sosial, dan nasionalisme lokal terbangun melalui pengalaman bersama dalam mendukung klub sepak bola, serta diperkuat oleh aktivitas komunitas dalam ranah sosial dan budaya. Komunitas ini juga berfungsi sebagai ruang publik alternatif yang memungkinkan warga menegosiasikan identitas, nilai, dan keterlibatan sosial secara otonom. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunitas budaya populer seperti Bobotoh memiliki peran strategis dalam membentuk identitas kewarganegaraan yang reflektif, partisipatif, dan kontekstual. Temuan ini memberi kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan kewarganegaraan berbasis komunitas dan pendekatan partisipatif dalam memperkuat karakter warga negara di era kontemporer.
EKSAMINASI KRIMINOLOGI KRITIS TERHADAP PRAKTIK HUKUMAN MATIDI INDONESIA MELALUI KASUS FERDY SAMBO Alya Rahmawati; Rika Sartika; Dasim Budimansyah
Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/39722w23

Abstract

Penelitian ini menganalisis dilema hukuman mati sebagai ultimum remedium dalam sistem peradilan pidana Indonesia, dengan studi kritis pada kasus Ferdy Sambo. Fokus penelitian adalah mengkaji penerapan dan keterbatasan teori kriminologi (deterrence, retributif, rehabilitatif) serta mengidentifikasi faktor sosial-politik yang memengaruhi perubahan vonis dari hukuman mati menjadi pidana seumur hidup berdasarkan Putusan MA No. 813 K/Pid/2023. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur dan wawancara mendalam, penelitian ini menemukan bahwa perubahan vonis merepresentikan pergeseran paradigma dari keadilan retributif-formal menuju pendekatan yang lebih restoratif dan substantif, dengan pertimbangan hak asasi manusia yang kuat. Faktor media, opini publik, dan penyalahgunaan kekuasaan terbukti signifikan memengaruhi dinamika peradilan. Penelitian merekomendasikan reformasi sistem pemidanaan berbasis keadilan restoratif dan hak asasi manusia, serta penguatan independensi peradilan dalam merespons kompleksitas penegakan hukum di Indonesia. Kata Kunci: Hukuman Mati, Ferdy Sambo, Kriminologi Kritis, Hak Asasi Manusia, Keadilan Restoratif.
Harnessing Social Media for Political Socialization to Boost Youth Participation in Society 5.0 Yogi Yoga Swara; Prayoga Bestari; Supriyono Supriyono; Junaidi Junaidi; Dedeh Nurhayati; Mulia Sari
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 24 No. 2 (2026): Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/alqodiri.v24i2.264

Abstract

Social media has become a dominant digital environment for political communication and civic engagement, particularly among young people who represent the largest proportion of voters in Indonesia. However, despite widespread digital connectivity, youth political participation remains inconsistent, highlighting the need to better understand the role of social media in political socialization within the Society 5.0 framework. This study aims to examine how social media contributes to strengthening youth political participation through political socialization. A qualitative literature review was conducted by systematically analyzing peer-reviewed journal articles, academic books, official reports, and publicly accessible digital sources related to social media, political participation, and Society 5.0. The collected data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, encompassing data reduction, data display, thematic coding, interpretation, and verification. The findings indicate that social media facilitates political learning by expanding access to political information, encouraging interactive civic dialogue, and promoting democratic engagement among young citizens. Platforms such as YouTube, Instagram, TikTok, and AI-assisted political communication initiatives demonstrate considerable potential to strengthen political awareness when supported by credible information and adequate digital literacy. This study contributes to the literature by integrating political socialization, digital political communication, and the Society 5.0 perspective into a comprehensive conceptual framework while providing practical insights for policymakers, educational institutions, electoral management bodies, and civil society organizations in designing more effective digital political education strategies.  
Co-Authors - Sapriya Abdul Azis Wahab Ade Cahyaningsih Afriansyah, Ardi Aghisna Akbar Ahsyabila Fazira Aim Abdulkarim Akhmadi Waridyanto Al-Muchtar, Suwarma Alya Rahmawati Anggraeni, Laila Puspita Anita Deka Anto Akbar Ar, Endang Danial Arief Nugroho Ariska, Aas Artinah, Fitriah Arya Destian Asep Dahliyana Asep Mahfudz Asep Mahpudz Atiek Winarti Bakti Fatwa Anbiya Beti Indah Sari Bunyamin Maftuh Cecep Darmawan Chairil Faif Pasani Citra Lidiawati Czar Daffa Al Farisi Dadang Sundawa Dadang Sundawa Dadi Mulyadi Nugraha Dadi Mulyati Darsiharjo Dasiharjo Dedeh Kartini Dedeh Nurhayati Deni Zein Tarsidi Devi Irena Dewantara, Jagad Aditya Diva Dwi Juliana Dwi Atmono Edi Suresman Eko Digdoyo, Eko Electra Septarani Ella Kusuma Wardani Elly Malihah Encep Syarief Nurdin Encep Syarief Nurdin Encep Syarif Nurdin Endang Danial Ernawulan Syaodih Erwin Susanto Erwin Susanto Fajriani S, Nur Gaisani Umu Mudhiah Garuzooka John Francis Hadi, Muhammad Rusydan Abdul Harmawati, Yuni Hendri Irawan Hendri Marhadi Hermawan, Dwi Hilmy Nurfaizan Abdul Matin Husnul Fatihah I Nengah Agus Tripayana I Nengah Agus Tripayana . I Putu Windu Mertha Sujana Ifan Kiki Kurniawan Iim Siti Masyitoh Imas Kurniawaty Insani, Nisrina Nurul Intan Indah Permatasari Julian Mauludi Fadhillah Junaidi Junaidi Kama Abdulhakam Karim Suryadi Kaspul Kaspul Khabibur Rohman Kokom Komala Sari Kokom Komalasari Kokom Komalasari Kurniasih, Yuli Leni Anggraeni Lesmana, Tebi Linda Wardatul Zadidah Lisa Retnasari Lutfiah, Dita Margi Wahono Mirwan Fikri Muhkam Mitchell Mollison Monry Fraick Nicky Gillian Ratumbuysang Mudhiah, Gaisani Umu Mufid Hidayat Muhammad Mona Adha Muhsinah Annisa Muhsinah Annisa Mulia Sari Mulyadi Nugraha, Dadi Mupid Hidayat Mupid Hidayat Mustolikh Mustolikh Muthaqin, Dwi Iman Nabila Rahma Shabrina Najma Zahira Devianti Naniek Krishnawati Neng Rika Susanti Nika Nur Aliantika NIKMAH, KHOIRUN Nunung Nurjanah Nunung Nurjanah Nurihsan, Achmad Juntika Nurlaili Handayani Nurul Aini Pitria Sopianingsih Pradanna, Satrio Alpen Purnama, Sena Aji Rahmat Rahmat Rahmat Rahmat Rawanoko, Endrise Septine Restu Adi Nugraha Rhindra Puspitasari Rianda Usmi Ridwan Setiawan Rifa Anggyana Rifa Anggyana Rika Sartika Rina Patriana Chairiyani Rindiana, Rani Irmawati Rio Razab Isdendi Rivi Ahmad Jalari Ronni Juwandi Ronni Juwandi Rudy Gunawan Sapriya Sarif Hidayat Sena Aji Purnama Silvi Amelia Widyarti Siti Patimah Sofyan Sauri Somad, Momod Abdul Sopianingshi, Pitria Sukadi Sukadi Sulaiman Sulaksono, Teki Prasetyo Supriatna, Aang Supriyono Supriyono Susan Fitriasari Suwandi, Mohamad Ardin Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah, Syaifullah Syfa Kaila Damayanti Teguh Prasetio Teki Prasetyo Sulaksono Tripayana, I Nengah Agus Turmudi Vita Sevia Nanda Warlim Wibowo Heru Prasetiyo Wirdanengsih Wirdanengsih Yadi Ruyadi Yogi Yoga Swara Yuli Apriati Yuli Kurniasih Yuliani Hermaningsih