p-Index From 2021 - 2026
11.205
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Sosiohumaniora Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Journal of Education and Learning (EduLearn) Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Tadris: Jurnal keguruan dan Ilmu Tarbiyah Jurnal Inspirasi Pendidikan Ta´dib Jurnal Civicus Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Moral Kemasyarakatan Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Journal of Teaching and Learning in Elementary Education Jurnal Pertahanan : Media Informasi tentang Kajian dan Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism dan Integrity Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) Etika Demokrasi Journal of Civic Education Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar) JURNAL ILMIAH MIMBAR DEMOKRASI Akademika : Jurnal Keagamaan dan Pendidikan Jurnal Eduscience (JES) SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL The Innovation of Social Studies Journal Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan ASANKA: Journal of Social Science And Education Journal of Sustainable Tourism and Entrepreneurship Didaktika: Jurnal Kependidikan CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Journal La Sociale Indonesian Journal of Tourism and Leisure Inovasi Kurikulum Journal Evaluation in Education (JEE) Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Journal of General Education and Humanities Journal of International Conference Proceedings QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia International Journal of Religion Education and Law Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Mamangan Social Science Journal SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum IRSYADUNA: Jurnal Kemahasiswaan Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Eduvest - Journal of Universal Studies Education: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Elementaria Edukasia Integralistik Society Sriwijaya University Learning and Education International Journal Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture Educia Journal Unnes Political Science Journal Urwatul Wutsqo : Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman IRSYADUNA: Jurnal Kemahasiswaan PALASTREN: Jurnal Studi Gender Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi
Claim Missing Document
Check
Articles

Transformation of Ecological Citizenship Based on Green Open Space: Civic Education, Social Construction, and Citizen Participation in the Management of Bandung City Green Open Space Parks Julian Mauludi Fadhillah; Dasim Budimansyah; Leni Anggraeni
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): February
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i1.959

Abstract

Urban ecological crises demand a citizenship approach that goes beyond normative compliance and emphasizes citizens' ecological responsibility in public spaces. In Bandung City, the achievement of green open space (GOS) in 2020 reached only 12.25% of the total city area, far below the minimum requirement of 30%. This issue is not only structural but also cultural, as reflected in low citizen participation and the dominant perception of parks merely as recreational spaces. This article analyzes how Bandung City residents construct the functions of GOS parks and the role of Civic Education (PKn) in fostering ecological citizenship through citizen participation. The research employs a qualitative phenomenological approach, using field observation, in-depth interviews, and policy documentation. Data analysis was conducted through reduction, display, and verification. The research results indicate that citizens' social construction of GOS remains oriented toward social-recreational purposes and has not yet been fully internalized as an ecological obligation. The novelty of this research lies in conceptualizing GOS as a civic learning space that connects the social construction of public space with ecological citizenship within a Civic Education perspective. These findings strengthen the argument that strengthening Civic Education based on local GOS issues contributes significantly to the sustainability of city parks.
Membaca Produksi Banalitas Kejahatan Dalam Modernitas: Sebuah Kajian Hermeneutika Filosofis atas Eichmann in Jerusalem Czar Daffa Al Farisi; Aim Abdulkarim; Prayoga Bestari
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 3 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Juni 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i3.2524

Abstract

Banalitas kejahatan kerap dipahami secara psikologis, bahwa Eichmann dan para penjahat perang dunia kedua di pihak Nazi-Jerman bersalah karena tidak berpikir dalam melakukan tindakan kejahatan kemanusiaan pada kebijakan solusi akhir di akhir perang dunia kedua. Perlu pembacaan kembali dan peninjauan ulang atas banalitas kejahatan ini, karena ternyata struktur zaman dari modernitas seringkali luput dari para pembaca Arendt. Dengan menggunakan hermeneutika filosofis yang dikembangkan oleh Hans-Georg Gadamer, penulis berhasil melihat jika ada cara membaca Arendt yang sama sekali lain yakni menggeser penekanan tafsirnya pada masalah yang muncul dalam dua karya besarnya yakni Asal-Usul Totalitarisme dan Eichmann in Jerusalem yaitu modernitas itu sendiri. Modernitas sebagai zaman dimana rasionalitas terbit dalam bentuk instrumentalnya, seperti pada birokrasi dan sistem administrasi di negara-negara modern. Menjadikan kejahatan harus dihayati secara berbeda, ia menjadi asing dan banal, melampaui segala teori dan rumusan etika yang dikembangkan umat manusia sebelumnya. Sekaligus ini merupakan masalah serius yang terus tampil dan perlu dimasukan dalam diskursus kontemporer mengenai modernitas dan problema kemanusiaan modern.
Transformasi Digital Pelayanan Publik: Urgensi Penguatan Etika dan Karakter dalam Kebijakan Inovatif di Banten Ronni Juwandi; Dadang Sundawa; Prayoga Bestari; Syaifullah Syaifullah
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi transformasi digital dalam sektor pelayanan publik di wilayah Banten, dengan fokus pada integrasi nilai-nilai etika dan karakter dalam kebijakan inovatif. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, memadukan studi literatur dengan observasi di instansi pelayanan publik di Banten. Analisis tematik dan triangulasi sumber dilakukan untuk mengeksplorasi pola implementasi serta membandingkan temuan dengan kerangka teori. Digitalisasi layanan publik di Banten belum sepenuhnya inklusif, terutama di daerah rural atau terpencil. Hambatan ini terlihat dari rendahnya penetrasi internet dan keterbatasan infrastruktur teknologi informasi. Literasi digital masyarakat yang bervariasi mempertajam ketimpangan ini, menyebabkan disparitas layanan antara kota dan pedesaan. Selain itu, adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan efisiensi layanan dengan perlindungan hak individu memperlihatkan perlunya reformasi kebijakan berbasis nilai etika dalam transformasi digital. Rekomendasi penelitian mencakup pentingnya program yang humanis, penguatan literasi digital bermoral, dan pengawasan kebijakan yang berkelanjutan guna mewujudkan pelayanan publik yang inklusif, adil, dan berorientasi pada masyarakat luas.
Ethno-Learning and Character Formation: Values and Morals through Culture-Based Education in Cirebon Ade Cahyaningsih; Encep Syarief Nurdin; Dasim Budimansyah; Yadi Ruyadi; Jagad Aditya Dewantara
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11999

Abstract

This study explores how formal education preserves local culture through an ethno-learning approach in government-based schools in Cirebon, Indonesia. Using a multisite ethnographic method, the research was conducted over one year in four secondary schools known for integrating Cirebonese cultural values into teaching. The integration of local culture such as tari topeng (mask dance), gamelan, the Cirebonese language, and the Jelajah Budaya (Cultural Exploration) program helps strengthen students’ cultural identity, develop moral character, and foster positive social dispositions. Teachers act as cultural mediators, connecting tradition with contemporary education. Student engagement varies depending on family background and cultural exposure outside school. Challenges include limited resources, inconsistent student interest, and the need for more adaptive, student-centered pedagogies. The study highlights that culture-based education is not merely supplementary but foundational in forming character, reinforcing identity, and promoting cultural sustainability. It argues for a more contextual, humanistic model of education that aligns with local realities while addressing global educational demands.
Implementasi Civic Culture Melalui Tradisi Tutunggulan Dalam Kehidupan Bermasyarakat di Kampung Palalangon Neng Rika Susanti; Dasim Budimansyah; Nisrina Nurul Insani
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8423

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi Civic Culture melalui tradisi Tutunggulan pada masyarakat Kristen-Sunda di Kampung Palalangon, Kabupaten Cianjur. Tradisi Tutunggulan yang telah berlangsung sejak sekitar tahun 1980 mengandung nilai gotong royong, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial yang menjadi landasan budaya kewarganegaraan masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan pendeta, masyarakat petani, dan generasi muda sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Tutunggulan tidak sekadar berfungsi sebagai praktik budaya, melainkan juga sebagai ruang internalisasi nilai-nilai Civic Culture yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari, seperti kerja bakti, kepedulian sosial, dan partisipasi aktif warga. Tradisi ini sekaligus berperan dalam pembentukan civic skills dan civic disposition yang mendorong terwujudnya masyarakat yang toleran, solidaritas, dan partisipatif.
Aktualisasi Ecological Citizenship pada Generasi Muda Melalui Program Climate Warrior Silvi Amelia Widyarti; Dasim Budimansyah; Pitria Sopianingsih
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8431

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk aktualisasi ecological citizenship pada generasi muda melalui Program Climate Warrior oleh komunitas Speak Out Youth di Kota Sukabumi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi ecological citizenship terwujud secara bertahap melalui tiga fase. Fase Raise Awareness membentuk kesadaran kognitif dan empati ekologis melalui seminar, empathy mapping, dan role play. Fase Create Action mendorong partisipasi aktif peserta dalam mengidentifikasi masalah lingkungan dan merancang solusi secara kolaboratif. Fase Build Advocacies menjadikan peserta sebagai agen perubahan yang menyebarluaskan nilai kepedulian lingkungan kepada komunitas sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan partisipatif berbasis komunitas pemuda grassroots efektif membentuk warga negara ekologis yang sadar, bertindak, dan mengadvokasi keberlanjutan lingkungan.
Civic Responsibility Pedagang Kaki Lima dalam Kepatuhan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 11 Tahun 2024 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL Najma Zahira Devianti; Prayoga Bestari; Dadi Mulyadi Nugraha
Eksekusi : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara Vol. 4 No. 2 (2026): Mei: Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/eksekusi.v4i2.2398

Abstract

This study aims to analyze the implementation of civic responsibility among Street Vendors (PKL) in the implementation of Bandung City Regional Regulation Number 11 of 2024 concerning the Arrangement and Empowerment of Street Vendors. The study employed a qualitative approach using a case study method in the Jalan Saparua area, Bandung City. Participants were determined through purposive sampling, including officers from the Civil Service Police Unit (Satpol PP), the Office of Cooperatives and SMEs, and street vendors. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation studies, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The results showed that the implementation of civic responsibility among street vendors has not been optimal, as reflected in the low understanding of regulations, weak legal awareness and social responsibility, and participation that tends to be conditional and pragmatic. These conditions still lead to violations of street vendor arrangement regulations in the research area. In addition, economic factors and the need to maintain livelihoods also influence the level of compliance of street vendors with regional regulations. Therefore, educational, participatory, and empowerment-based handling strategies are needed to achieve sustainable compliance and create urban order and environmental comfort.  
Studi Eksplorasi Karakter Tanggung Jawab Terhadap Pembelajaran pada Siswa SMA Negeri di Kota Bandung Syfa Kaila Damayanti; Dasim Budimansyah; Nisrina Nurul Insani
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v12i2.17249

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan gejala moral yang menjadi masalah utama pada penanaman karakter tanggung jawab pada siswa.  Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa ada kenaikan angka pada jumlah kasus kenakalan remaja di Indonesia sebanyak 10,7% di tahun 2013-2015. KPAI juga merilis pernyataan mengenai kasus tawuran pelajar di Indonesia pada tahun 2018 mencapai angka 114 kasus atau 32,35%. Hasil penelitian lain juga menyebutkan Indonesia menjadi negara dengan tingkat perundungan paling tinggi di Asia dengan data 84% anak-anak Indonesia pernah mengalami perundungan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat karakter tanggungjawab terhadap pembelajaran pada siswa SMA Negeri di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode jenis eksploratif, dengan Teknik pengumpulan data memakai angket dan Teknik analisis data memakai tabulasi silang atau crosstabulation dengan hasil akhir berupa deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat presentase pelaksanaan karakter tanggung jawab terhadap pembelajaran pada siswa di SMAN Negeri di Kota Bandung berada pada tingkat yang kurang baik. This research is motivated by the decline in moral symptoms which is the main problem in instilling the character of responsibility in students.  The Central Bureau of Statistics stated that there was an increase in the number of cases of juvenile delinquency in Indonesia by 10.7% in 2013-2015. KPAI also released a statement regarding cases of student brawls in Indonesia in 2018 reaching 114 cases or 32.35%. The results of another study also stated that Indonesia became a country with the highest level of bullying in Asia with data on 84% of Indonesian children having experienced bullying. The purpose of this study is to determine the level of character responsibility for learning in public high school students in Bandung City. This study uses a quantitative approach with an exploratory type method, with data collection techniques using questionnaires and data analysis techniques using cross tabulation with the final result in the form of descriptive percentages. The results showed that the percentage level of the implementation of the character of responsibility for learning in students at State Senior High Schools in Bandung City was at a poor level. 
Building Nationalist-Religious Character through Mosque Youth Organizations: Insights from Senior High Schools in Bandung, Indonesia Rifa Anggyana; Kokom Komalasari; Prayoga Bestari; Syaifullah Syaifullah
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 6 No 4 (2025): October
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v6i4.2167

Abstract

Purpose of the study: Character education is a strategic agenda in Indonesia’s nation-building, particularly in responding to globalization, moral degradation, and youth intolerance. Within secondary education, religious extracurricular organizations such as the Mosque Youth Association (Ikatan Remaja Masjid) play a vital role in fostering religiosity while strengthening nationalism. This study investigates the role of the Mosque Youth Association in cultivating nationalist-religious character among students in three high schools in Bandung. Methodology: Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, document analysis, and field notes. Seventeen respondents were selected purposively: school principals, association mentors, leaders, members, government officials, and academic experts. Data analysis employed Miles and Huberman’s interactive model data reduction, data display, and conclusion drawing validated through triangulation of sources, techniques, and time. Main Findings: The findings indicate that the Mosque Youth Association functions as a behavioral laboratory, shaping students’ nationalist-religious character through regular activities such as religious studies, congregational prayers, social service, and leadership training. Consistent habit formation occurs through positive reinforcement (recognition, trust, leadership opportunities) and negative reinforcement (warnings, social sanctions). Key challenges include fluctuating participation, limited resources, repetitive content, and digital demands addressed through program innovation, collaboration, and technology use. Novelty/Originality of this study: The study concludes that character development through the Mosque Youth Association aligns with behavioristic learning theory and provides insights for reinforcement-based character education compatible with the Merdeka Curriculum and the Pancasila Student Profile.
Identitas Kesukuan dan Multikulturalisme Etnis Mahasiswa Makassar Dalam Membangun Relasi Sosial Inklusif di Daerah Istimewa Yogyakarta Rianda Usmi; Dasim Budimansyah; Rahmat Rahmat; Iim Siti Masyitoh; Beti Indah Sari
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v9i1.5176

Abstract

The plurality of religions, ethnicities, languages, and cultures in Indonesia is prone to potential conflict, especially regarding intolerance and violence. The Makassar ethnic group is known to have a strong sense of tribalism towards their ethnicity. This study aims to (1) discribe of the tribal or ethnic identity of Makassar students in Yogyakarta; (2) to reveal the multiculturalism of Makassar students, the strength of their recognition and the depth of their respect for cultural diversity other ethnic’s cultures. This research uses a qualitative approach with a ethnography method. The subjects of this study were South Sulawesi students living in the Makassar Dormitory (Bawakaraeng and Lantimojong Dormitories) in the Special Region of Yogyakarta. Data collection techniques included in-depth interviews, documentation, and observation. Data validity was tested using source triangulation. The analysis technique used was inductive data analysis. The results of this study yielded the following findings: (1) the ethnic awareness embedded in Makassar students is very high, as demonstrated by their sense of pride and belonging to their ethnic group as a legacy of their ancestors; (2) the multiculturalism of Makassar students towards other ethnic/tribal cultures is relatively high, as seen from the type of multiculturalism they embrace, namely critical-interactive. The findings of this study, it can be concluded that the ethnic identity of Makassar students in Yogyakarta does not give rise to exclusivism. On the contrary, it is consistent with the practice of critical-interactive multiculturalism, which means that the Makassar ethnic group builds inclusive social relations in the Yogyakarta community.
Co-Authors - Sapriya Abdul Azis Wahab Ade Cahyaningsih Afriansyah, Ardi Aghisna Akbar Ahsyabila Fazira Aim Abdulkarim Akhmadi Waridyanto Al-Muchtar, Suwarma Alya Rahmawati Anggraeni, Laila Puspita Anita Deka Anto Akbar Ar, Endang Danial Arief Nugroho Ariska, Aas Artinah, Fitriah Arya Destian Asep Dahliyana Asep Mahfudz Asep Mahpudz Atiek Winarti Bakti Fatwa Anbiya Beti Indah Sari Bunyamin Maftuh Cecep Darmawan Chairil Faif Pasani Citra Lidiawati Czar Daffa Al Farisi Dadang Sundawa Dadang Sundawa Dadi Mulyadi Nugraha Dadi Mulyati Darsiharjo Dasiharjo Dedeh Kartini Dedeh Nurhayati Deni Zein Tarsidi Devi Irena Dewantara, Jagad Aditya Diva Dwi Juliana Dwi Atmono Edi Suresman Efriani Efriani Eko Digdoyo, Eko Electra Septarani Ella Kusuma Wardani Elly Malihah Encep Syarief Nurdin Encep Syarief Nurdin Encep Syarif Nurdin Endang Danial Ernawulan Syaodih Erwin Susanto Erwin Susanto Fajriani S, Nur Gaisani Umu Mudhiah Garuzooka John Francis Hadi, Muhammad Rusydan Abdul Harmawati, Yuni Hendri Irawan Hendri Marhadi Hermawan, Dwi Hilmy Nurfaizan Abdul Matin Husnul Fatihah I Nengah Agus Tripayana I Nengah Agus Tripayana . I Putu Windu Mertha Sujana Ifan Kiki Kurniawan Iim Siti Masyitoh Imas Kurniawaty Insani, Nisrina Nurul Intan Indah Permatasari Jagad Aditya Dewantara Julian Mauludi Fadhillah Junaidi Junaidi Kama Abdulhakam Karim Suryadi Kaspul Kaspul Khabibur Rohman Kokom Komala Sari Kokom Komalasari Kokom Komalasari Kurniasih, Yuli Leni Anggraeni Lesmana, Tebi Linda Wardatul Zadidah Lisa Retnasari Lutfiah, Dita Margi Wahono Mirwan Fikri Muhkam Mitchell Mollison Monry Fraick Nicky Gillian Ratumbuysang Mudhiah, Gaisani Umu Mufid Hidayat Muhammad Mona Adha Muhsinah Annisa Muhsinah Annisa Mulia Sari Mulyadi Nugraha, Dadi Mupid Hidayat Mupid Hidayat Mustolikh Mustolikh Muthaqin, Dwi Iman Nabila Rahma Shabrina Najma Zahira Devianti Naniek Krishnawati Neng Rika Susanti Nika Nur Aliantika NIKMAH, KHOIRUN Nunung Nurjanah Nunung Nurjanah Nurihsan, Achmad Juntika Nurlaili Handayani Nurul Aini Pitria Sopianingsih Pradanna, Satrio Alpen Purnama, Sena Aji Rahmat Rahmat Rahmat Rahmat Rawanoko, Endrise Septine Restu Adi Nugraha Rhindra Puspitasari Rianda Usmi Ridwan Setiawan Rifa Anggyana Rifa Anggyana Rika Sartika Rina Patriana Chairiyani Rindiana, Rani Irmawati Rio Razab Isdendi Rivi Ahmad Jalari Ronni Juwandi Ronni Juwandi Rudy Gunawan Sapriya Sarif Hidayat Sena Aji Purnama Silvi Amelia Widyarti Siti Patimah Sofyan Sauri Somad, Momod Abdul Sopianingshi, Pitria Sukadi Sukadi Sulaiman Sulaksono, Teki Prasetyo Supriatna, Aang Supriyono Supriyono Susan Fitriasari Suwandi, Mohamad Ardin Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah, Syaifullah Syfa Kaila Damayanti Teguh Prasetio Teki Prasetyo Sulaksono Tripayana, I Nengah Agus Turmudi Vita Sevia Nanda Warlim Wibowo Heru Prasetiyo Wirdanengsih Wirdanengsih Yadi Ruyadi Yogi Yoga Swara Yuli Apriati Yuli Kurniasih Yuliani Hermaningsih