p-Index From 2021 - 2026
9.144
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Manajemen dan Organisasi Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Jurnal Manajemen dan Agribisnis Signifikan : Jurnal Ilmu Ekonomi SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan Jurnal Keteknikan Pertanian AGRIEKONOMIKA Jurnal Agro Ekonomi Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship (IJBE) Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Forum Agribisnis Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) E-Journal AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Jurnal Tataloka Agro Ekonomi JDE (Journal of Developing Economies) Jurnal Penelitian Karet Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Jurnal Studi Manajemen dan Bisnis Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal SEPA (Social Economic and Agribusiness Journal) International Research Journal of Business Studies (E-Journal) Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) AFRE Accounting Financial Review Al-Muzara'ah Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Indonesian Journal of Agricultural Research Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian AGROMIX Jurnal Sosial Humaniora JURNAL AGRICA Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Agro Bali: Agricultural Journal Jurnal Agro Ekonomi Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Journal of Strategic and Global Studies Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi Business Review and Case Studies BISNIS & BIROKRASI: Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Sustainability Science and Resources Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah International Journal of Agriculture System Journal Research of Social Science, Economics, and Management Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis IIJSE Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Economic Development Analysis Journal Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan International Research Journal of Business Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kinerja Daya Saing Industri Teh Indonesia Nurohman, Nurohman; Rifin, Amzul; Djohar, Setiadi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 2, No 5 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.43 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2018.002.05.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengukur dan menganalisis daya saing industri teh Indonesia di dunia berdasarkan kinerja perdagangan internasional. Ada empat langkah yang dilakukan secara berkesinambungan untuk mencapai tujuan tersebut. Pertama, mengukur daya saing teh Indonesia dengan Relative Trade Advantage (RTA), kedua mengidentifikasi faktor-faktor determinan daya saing melalui survei kepada stakeholder  industri teh, ketiga menganalisis faktor-faktor determinan dengan Model Diamond Porter, dan keempat menggambarkan perubahan faktor-faktor determinan daya saing teh Indonesia. Tingkat daya saing industri teh Indonesia merupakan kemampuan industri teh dalam negeri untuk bertahan dalam persaingan dalam pasar global. Penelitian ini membandingkan kinerja daya saing teh Indonesia pada tahun 2010 dan 2016 dengan sejumlah pertimbangan. Dari hasil perhitungan, tingkat daya saing teh pada dua tahun tersebut berada di atas level 1 yang berarti teh Indonesia lebih kompetitif jika dibandingkan dengan komoditas dalam negeri lainnya. Survei dan wawancara mendalam yang dilakukan pada 12 responden dari perusahaan BUMN, swasta, pemerintah, asosiasi, dan lembaga penelitian menunjukkan bahwa penerapan PPn perkebunan 10% dan regulasi pembatasan masuknya teh ke Uni Eropa menjadi perhatian utama seluruh responden karena menghambat kinerja daya saing industri teh. Sementara itu, faktor yang mendukung daya saing industri teh tampak dari berkembangnya industri agrowisata dan perusahaan minuman siap saji teh.
Determinants of Exporting Firm: Case of Food Processing Sector in Indonesia Rifin, Amzul
INTERNATIONAL RESEARCH JOURNAL OF BUSINESS STUDIES Vol 10, No 1 (2017): April - July 2017
Publisher : Universitas Prasetiya Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.61 KB)

Abstract

The Impact of Mobile Internet Adoption by Cocoa Farmers: A Case Study in Southern East Java, Indonesia Nabhani, Irfan; Daryanto, Arief; Machfud, Machfud; Rifin, Amzul
INTERNATIONAL RESEARCH JOURNAL OF BUSINESS STUDIES Vol 8, No 2 (2015): August-November 2015
Publisher : Universitas Prasetiya Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.217 KB)

Abstract

EFISIENSI TEKNIS, PERUBAHAN TEKNOLOGI, DAN PRODUKTIVITAS FAKTOR TOTAL PABRIK KELAPA SAWIT DI INDONESIA Jelita, Nur; Harianto, Harianto; Rifin, Amzul
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.19

Abstract

Meningkatnya permintaan CPO sebagai bahan baku telah mendorong pengembangan pabrik kelapa sawit dalam beberapa tahun terakhir menjadikan Indonesia sebagai produsen dan eksportir terbesar di dunia untuk memenuhi kebutuhan domestik dan asing, yang telah mendorong pengembangan pabrik kelapa sawit dalam beberapa tahun terakhir. Efisiensi teknis menjadi salah satu tantangan utama bagi produsen untuk meningkatkan daya saing mereka. Dengan demikian produktivitas faktor total juga menjadi aspek penting untuk mengukur pertumbuhan output selama periode waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis, perubahan teknologi, dan produktivitas faktor total pabrik kelapa sawit di Indonesia menggunakan data survei industri manufaktur 2011 hingga 2015 dari Badan Pusat Statistik. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun sebaran pabrik kelapa sawit terbesar berlokasi di Sumatra, persentase efisiensinya lebih banyak berlokasi di Kalimantan. Sementara itu, sektor swasta asing menunjukkan kinerja yang lebih baik daripada pabrik-pabrik milik swasta nasional dan milik negara. Perubahan teknologi menunjukkan peningkatan selama 2011-2015 meskipun tidak memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan TFP, perubahan ini menyebabkan pabrik kelapa sawit beralih menggunakan teknologi terbarukan. Sementara itu, pabrik kelapa sawit masih perlu meningkatkan pertumbuhan TFP yang masih negatif.
ANALISIS KINERJA RANTAI PASOK PT SUJ MEDAN Sibuea, Faiz Ahmad; Nurmalina, Rita; Rifin, Amzul
JURNAL AGRICA Vol 13, No 1 (2020): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.998 KB) | DOI: 10.31289/agrica.v13i1.3420

Abstract

The poultry industry, especially broilers is the basis of the people's economy which has high potential in increasing inclusive economic growth. In addition, it can also be studied from the product distribution side, from the point of producer to the end consumer. One of the companies engaged in the production of broiler broilers is PT SUJ. The purpose of this study is to analyze the performance of farmer and company supply chains using the Supply Chain Operational Reference (SCOR) model approach with regard to internal and external attributes. The results showed that PT SUJ has four institutions involved in marketing broiler chickens, namely breeder partners, companies, brokers / agents and consumers. For measuring supply chain performance, the results of measuring the performance of broiler broiler supply chains at the level of partner farmers on the attributes of responsiveness and flexibility have achieved the best performance position (superior). However, for the attributes of reliability and assets are still at the level of advantage. Meanwhile, the value of chicken supply chain performance for the broiler company level on the attributes of reliability, responsiveness and flexibilty has achieved the best performance (superior). However, for attributes the company's assets only achieve a good position (advantage). Generally, the performance of broiler chicken supply chains is good at the farmer and company level.
Peranan Koperasi terhadap Penurunan Biaya Transaksi Usaha Ternak Sapi Perah di Kabupaten Boyolali Aini, Anis Nur; Syaukat, Yusman; Rifin, Amzul
Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.511 KB) | DOI: 10.21082/jae.v34n2.2016.123-133

Abstract

EnglishBoyolali Regency is the largest milk-producer in Central Java Province. There are many market institutions serving the farmers in selling their products. Interaction between the dairy-cow farmers and market institutions incurs transaction costs. The farmers’ efforts to reduce risk of milk quality deterioration and to search market institutions create transaction costs resulting in profit reduction. Objective of this study is to analyze the transaction costs paid by the dairy-cow farmers. Transaction cost was computed using an accounting approach and its determinants were evaluated using a regression method. Primary data were collected through a survey conducted in Cepogo District, Boyolaly Regency, during April-May 2016 from 104 farmer respondents.The results showed that average transaction cost was Rp47,44/liter. Total monthly transaction costs paid by the village cooperative (KUD) members were Rp31.955, consisted of searching cost (Rp1.059 or 3.31%), negotiation cost (Rp724 or 2.27%), and enforcement cost (Rp30.173 or 94.42%). Total monthly transaction costs paid by the non-KUD members were Rp48.012 per month, consisted of Rp2.825 (5.88%), Rp1.204 (2.51%), and Rp43.983 (91,61%) for searching cost, negotiation cost, and enforcement cost, respectively. Transaction cost paid by the KUD members were lower than that paid by non-KUD members. Roles of cooperative in reducing transaction costs were not determined by membership status, but by its real services as reflected in increasing the number of cows per farm, shorter distance of the cooling unit to the farms and information provision to all members.IndonesianKabupaten Boyolali merupakan penghasil susu terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Terdapat beberapa lembaga pemasaran yang bekerja sama dengan peternak dalam penjualan susu. Upaya peternak untuk mengurangi risiko susu cepat rusak dan mencari lembaga pemasaran akan memunculkan biaya transaksi yang menurunkan pendapatan peternak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya transaksi yang ditanggung peternak. Biaya transaksi dihitung dengan metode akuntansi, sementara determinan biaya transaksi ,dianalisis dengan metode regresi. Data dikumpulkan melalui survei di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali selama bulan April hingga Mei 2016 dengan jumlah responden sebanyak 104 peternak. Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya transaksi yang dikeluarkan peternak adalah Rp47,44/liter susu. Total biaya transaksi per bulan yang dikeluarkan peternak anggota Koperasi Unit Desa (KUD) adalah Rp31.955, yang terdiri dari Rp1.059 (3,31%) biaya pencarian informasi, Rp724 (2,27%) biaya negosiasi, dan Rp30.173 (94,42%) biaya pelaksanaan kontrak. Total biaya transaksi yang dikeluarkan peternak bukan anggota KUD adalah Rp48.012, yang terdiri dari Rp2.825 (5,88%) biaya pencarian informasi, Rp1.204 (2,51%) biaya negosiasi, dan Rp43.983 (91,61%) biaya pelaksanaan kontrak. Biaya transaksi yang ditanggung peternak anggota KUD lebih rendah dibanding peternak bukan anggota KUD. Peranan KUD dalam penurunan biaya transaksi tidak ditentukan oleh status keanggotaan melainkan jasa layanan riil yang tercermin dalam peningkatan jumlah ternak piaraan, penurunan jarak kandang ke pabrik pengolahan susu (cooling unit), dan penyediaan informasi bagi seluruh anggotanya.
Analisis Kepuasan Petani terhadap Penggunaan Pupuk Organik pada Tanaman Padi Gama, I Gusti Made; Oktaviani, Rina; Rifin, Amzul
Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v34n2.2016.105-122

Abstract

EnglishDemand for rice as Indonesian main food staple continues increasing along with the population growth. Currently, most of rice production is still supported by use of chemical fertilizers not environmentally friendly. Government through the Minister of Agriculture Regulation No. 40/2007 recommends organic fertilizer application to improve soil condition and fertility as well as to increase inorganic fertilizer efficiency. One of the organic fertilizers which has been widely applied by farmers is Beka-Pomi fertilizer, a package consisting of Beka decomposer and Pomi organic fertilizers. This research aims to analyze Beta-Pomi customers segmentation, customer satisfaction level, and the main factors affecting farmers’ satisfaction as the fertilizer users. Primary data were collected through random survey of 180 paddy farmers using the fertilizer in Central Java, West Kalimantan, and Lampung Provinces in February-June 2016. The data were analyzed using the descriptive, IPA, CHAID, and CSI methods. Results of analysis indicated that the fertilizer users were dominated by farmers of productive age group (76%), Jajar Legowo and Haston planting pattern (90%), with educational level from primary to secondary schools (91%), agriculture as side job (73%), and land tenure less than 1 hectare (61%). Most farmers satisfied with the Beka-Pomi fertilizer performance (CSI = 80.22%). The main determinants of the satisfaction were land area, planting pattern, educational level, product opinion, farmers’ activities, farmers’ interest, absence of side effects, ability to produce paddy above 10 tonnes/hectare and quick response from the officers. To increase Beka-Pomi sales, it is necessary to improve facilities and field officers’ qualities, decrease product price, and appreciate the farmers applying the fertilizer.  IndonesianKebutuhan beras sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia akan terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Sampai saat ini, sebagian besar produksi padi masih didukung oleh penggunaan pupuk kimia yang tidak ramah lingkungan. Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40/2007 merekomendasikan penggunaan pupuk organik untuk memperbaiki kondisi dan kesuburan tanah, sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk anorganik. Salah satu pupuk organik/hayati yang telah beredar di kalangan petani adalah pupuk Beka-Pomi yang merupakan paket pupuk hayati (decomposer) Beka dan organik Pomi untuk tanaman padi. Penelitian bertujuan menganalisis segmentasi, tingkat kepuasan, dan faktor-faktor utama yang memengaruhi kepuasan petani sebagai konsumen pupuk. Data dikumpulkan melalui survei secara acak pada 180 petani padi yang telah menggunakan pupuk Beka-Pomi di Jawa Tengah, Kalimantan Barat, dan Lampung pada bulan Februari-Juni 2016. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif, IPA, CHAID, dan CSI. Penelitian menunjukkan bahwa pengguna pupuk Beka-Pomi didominasi oleh petani kelompok umur produktif (76%), pola tanam Jajar Legowo dan Haston (90%), tingkat pendidikan setingkat SD─SMA (91%), pekerjaan sampingan di bidang pertanian (73%), dan luas lahan kurang dari 1 ha (61%). Petani merasa sangat puas (CSI = 80,22%) pada kinerja pupuk Beka-Pomi. Kepuasan petani dipengaruhi luas lahan, pola tanam, pendidikan, opini produk, aktivitas petani, minat petani, tidak adanya efek samping, kemampuan menghasilkan padi di atas 10 ton/ha, dan respons cepat petugas. Upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan penjualan Beka-Pomi ialah meningkatkan fasilitas dan kualitas petugas lapangan, menurunkan harga produk, dan mengapresiasi petani pengguna.
Pembandingan Efisiensi Pemasaran Bawang Merah Konsumsi dan Benih di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah Rasoki, Timbul; Fariyanti, Anna; Rifin, Amzul
Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v34n2.2016.145-160

Abstract

EnglishDemand for shallot, used for consumption and seed, tends to increase. However, there are some problems of discontinuity and price fluctuation in its marketing. This research aims to analyze the supply chain of consumption and seed shallot, particularly in Brebes Regency. The research was conducted in the period of April–December 2015 using primary and secondary data. Primary data were obtained through interviews using a questionnaire from 30 farmers based on purposive sampling and 18 traders using a snowball sampling method. Data were analyzed descriptively using a supply chain approach. The results showed that supply chain of shallot for seed was managed better than thatfor consumption purposes. This situation is in line with marketing efficiency. The market of shallot for seed is more efficient than that for consumption indicated by marketing margin and farmer’s share. It is necessary that the government improvesshallot supply chain management particularly for certified high-quality shallot seed provision at affordable price.IndonesianPermintaan bawang merah baik untuk konsumsi maupun benih cenderung meningkat. Namun demikian masih terdapat kendala diskontinuitas serta fluktuasi harga dalam pemasarannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai pasok bawang merah untuk konsumsi dan benih, khususnya di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilakukan pada bulan April–Desember 2015 menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner secara langsung dengan responden sebanyak 30 orang petani bawang merah yang dipilih secara purposive sampling serta pedagang bawang merah sebanyak 18 orang dengan metode snowball sampling. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan pendekatan rantai pasok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok bawang merah untuk benih lebih terkelola daripada rantai pasok bawang merah untuk konsumsi. Pasar bawang merah untuk benih lebih efisien dibandingkan dengan pasar bawang merah untuk konsumsi,yang tercermin dari indikator margin pemasaran dan farmer’s share. Diperlukan kebijakan perbaikan manajemen rantai pasokan bawang merah yang berorientasi pada penyediaan benih bermutu/bersertifikat dengan harga yang terjangkau petani.
Analisis Perdagangan Kopi Indonesia di Pasar Internasional Meiri, Anggi; Nurmalina, Rita; Rifin, Amzul
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 4, No 1 (2013): Buletin Riset Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jtidp.v4n1.2013.p39-46

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara produsen dan eksportir kopi terbesar di dunia. Akan tetapi, pertumbuhan volume ekspor kopi di Indonesia lebih rendah dari pertumbuhan produksinya. Rendahnya ekspor kopi Indonesia disebabkan oleh banyak faktor yang mempengaruhi perdagangan kopi Indonesia di pasar internasional. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perdagangan kopi Indonesia di pasar internasional dan menerangkan potensi perdagangan kopi Indonesia di negara tujuan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis data panel dengan gravity model dan analisis potensi perdagangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peubah yang berpengaruh signifikan terhadap ekspor kopi Indonesia adalah GDP riil/kapita Indonesia, GDP riil/kapita negara tujuan, jarak ekonomi antara Indonesia dengan negara tujuan, dan keanggotaan WTO. Sementara itu, Indonesia memiliki potensi untuk melakukan ekspansi perdagangan kopi ke negara-negara tujuan di masa yang akan datang karena perdagangan kopi Indonesia di negara tujuan masih under trade. Implikasi kebijakan adalah Indonesia harus meningkatkan pangsa pasar dengan memprioritaskan untuk mengekspor kopi ke Mesir dan Aljazair karena kedua negara tersebut memiliki pertumbuhan GDP riil/kapita yang tinggi dan perdagangan kopi Indonesia di Mesir dan Aljazair masih under trade.Kata Kunci: Kopi, ekspor, gravity modelIndonesia is one of the largest coffee producer and exporter in the world. However, the growth of Indonesia’s coffee export volume is lower than that of its production. Indonesia’s coffee export is low due to many factors affecting the Indonesia’s coffee trade in international market. The purposes of this study are to explain the factors that influence Indonesia’s coffee trade in international market and the trade potential of Indonesian coffee in destination countries. The analysis methods used are analysis of panel data with gravity model and trade potential analysis. The results showed that variables that significantly influence Indonesia’s coffee exports are real GDP/capita of Indonesia, real GDP/capita of destination countries, economic distance between Indonesia and destination countries, and WTO membership. Meanwhile, Indonesia has potency to expand coffee trade to the destination countries in the future. Therefore, Indonesia should increase the market share by prioritizing of exported coffee to Egypt and Algeria having high in real GDP/capita growth rate.
Development Strategy of Manggosteen Fruit in West Lombok Regency* Ridho, Rosyid; Baga, Lukman M.; Rifin, Amzul
Journal of Strategic and Global Studies Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangosteen is one of Indonesia's leading commodities and West Lombok was known as the producing centers of mangosteen in the eastern part of Indonesia. The purpose of this study is to identify the current condition of agribusiness of mangosteen as well as to analyze the strengths, weaknesses, opportunities, and threats of these commodities in West Lombok. The data was collected through in-depth interview methods, focus group discussions, and questionnaires. While the internal external analysis and SWOT was used as the analytical tool. The results show that the value of IFE and EFE obtained are 2.70 and 3.71. The strength lies on the branding of the products and the demand for a processing industry, which was shown with a score of 0.64 each. External factors that contributes to the successful development of mangosteen agribusiness is the support of the local government by making it as one of the region's leading commodities with a score of 0.77. The climate and unpredictable weather are now the biggest threat with a score of 0.75.
Co-Authors . Hastuti . Novindra ., Harianto A. Faroby Falatehan Achmad Fachruddin Adelina Siregar, Indah Adetya, Aulia Adrianus Hia Agbolosoo, John Atsu Agrivinie Rainy F Agung Rahmat Syahputra Ahmad Fariz Viali Ahniasari Rosianawati Aini, Anis Nur Alexandro Ephannuel Saragih Alfi Nurdina Ali Djamhuri Alim Setiawan Slamet Amalia Ramadhina Ghaisani Amalia, Azka Andriyono Kilat Adhi Anggi Meiri Anggita Tresliyana Anggita Tresliyana Suryana Anis Nur Aini Arief Daryanto Arief Daryanto Artadi Nugraha Asharuddin, Muh. Asri, Dian Asti Istiqomah Astuti Rahmawati Astuti Rahmawati Atin Saraswati Bagus Ary Wibowo Bambang Juanda Bayu Eka Wicaksana Bunasor Sanim Bustanul Arifin Chaira, Nabila Chrysanthini, Bebby Dahlia Nauly Dalimunthe, Nina Rahmida Daniel Ibrahim Darhyati, Andi Tenri Dedi Fernandes Dian Asri Dian Indri Annisa Dikky Indrawan Dimas Aryo Wicaksono Dinda Aslam Nurul Hida Dini Maulida Rachmi Dominicus Savio Priyarsono Dwi Nurul Amalia Dwi Nurul Amalia, Dwi Nurul Dwi Rachmina Dwi Rachmina Dwipanca Prabuwisudawan Dwirayani, Dina Eka Intan Kumala Putri Endang Pudji Astuti Endang Pudji Astuti Erliza Noor Erwidodo Eva Ariani Eva Farichatul Aeni Fadhilah, Alfirah Faiz Ahmad Sibuea Faizaty, Nur Elisa Faizaty, Nur Elisa Fajar Firmana Faqih Udin dan Jono M. Munandar Meivita Amelia Fariyanti, Anna Faturohman Faturohman Feryanto Feryanto Fika Harini Sinaga Firna Varina Fitri Nurdiyani Fitria Yuliani Fuji Lasmini Gama, I Gusti Made H R Dewati Hakim, Rizqi Imaduddin Hanny Stephanie Harianto Harianto Harianto Harianto Harmini, Harmini Hartoyo Hartoyo Hassan, Ethar Hendina Pratiwi Heny Daryanto Heny K Daryanto Heny Kuswanti Suwarsinah Herawati Herawati Herawati Herawati Herawati Herawati Hermanto Siregar Hidayah Laila Pohan, Fitri Holyness Nurdin Singadimedja I Gusti Made Gama Ibrahim, Daniel Imam T Saptono Imam Teguh Saptono Imam Teguh Saptono Imam Teguh Saptono Imam Wahyudi Immanuel Irfan Nabhani Iyung Pahan Jan Hotman Januarisky, Hanna Aditya Jelita, Nur Joaquina da Silva Pinto Juniska Muria Sariningpuri Lalu Hendri Setiawan Lukman M. Baga Lukman M. Baga Lukytawati Anggraeni Lukytawati Anggreni Luriana Taslim Luriana Taslim Machfud Machfud Machfud Machfud Maharani Tristi Mahendra, Yusuf Iqbal Mahruddin Harahap Mangkudilaga, Erwin Taufik Krisnadi Meiri, Anggi Meliany, Birka Septy Melissa Amandasari Melissa Amandasari Mercky Haryo Mira Apriani Miranda Febriningtyas Mochammad Yunus Gerry Fitriadi Mohamad Syamsul Ma’arif Muh. Asharuddin Muhamad Ridho Syaffendi Muhamad Ridho Syaffendi Muhamad Zulkyfli Luthan Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Ghifari Muhammad Ismail Muhammad Khaliqi Muhammad Teguh Iman Aris Bandriyo Nabhani, Irfan Nabhani, Irfan Netti Tinaprilla Nia Permatasari novindra . Nunung Kusnadi Nunung Nuryartono Nur Ramadhan, Andrian Nurohman, Nurohman Nursamsi Nursamsi Nurul Taufiqu Rochman Nurzakiah, Sitty Oktaviani, Rina Permana, Bertha Lovita Dwi Intania Pohan, Fitri Pramananda, Penggawa Pietra Priatmojo, Bhakti Putra, Rahmadiansyah Putra Putri, Tursina Andita Rahma Meiliza Putri Rahmawati, Astuti Ratna Winandi Ratna Winandi Ratna Winandi Reyna Nadhya Ulhaq Rina Oktaviani Rina Oktaviani Rini Siswati Asnel Rita Nurmalina Rizal Syarief Rizano, Desvand Theola Da Rizki Amalia Rizky Ariesty Fachrysa Halik Rizqi Imaduddin Hakim Rokhani Hasbullah Rosiana, Nia Rui Andriano, Rui Sadikin Kuswanto Safari, Bani Samarra, Ghaida Zahra Saraswati, Ria Indah Setiadi Djohar Setiadi Djohar Setiadi Djohar Setiadi Djohar Siahaan, Henry MP Sigit, Argadatta Siti Jahroh Sri Dharmayanti Sri Hartoyo Sri Hartoyo Sri Hartoyo Stefani, Eska Suharno Suharno Suharno Suharno Suharno Suharno Suharno Suharno Sukardi Sukardi Sulastri Sulastri Suprehatin Suprehatin Suprehatin Suryana, Anggita Tresliyana Syafri, Zelin Relavebrian Syafrizal Maludin Syaima Syifa Fauziah Syifa Fauziah Syifa Fauziah Syuhairi Nasution Tanti Novianti Timbul Rasoki Tintin Sarianti Triana Gita Dewi Triana, Masrifah Ujang Sumarwan Ulhaq, Reyna Nadhya Venty Fitriany Nurunisa Vionencia P.S. Faria Freitas Vitalia Putri Asheri Wahyu Budi Priatna Wahyudi, Wenny Widya Wibowo Setio Laksono Wibowo, Mohamad Emir Widyastutik Wijaya, Amirullah Ximenes, Lito Yanuar, Rahmat Yudha Heryawan Asnawi Yuni Dwi Kartika Yusman Syaukat Yusman Syaukat Zalwa Nahla Lubis