This Author published in this journals
All Journal IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) MEDIA KONSERVASI Buletin Peternakan JURNAL SOSIAL EKONOMI PETERNAKAN JURNAL BISNIS STRATEGI JURNAL SAINS PEMASARAN INDONESIA JURNAL HUTAN LESTARI Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI INDONESIA Animal Agricultural Journal Diponegoro Journal of Management Jurnal Pendidikan Sains Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika JDM (Jurnal Dinamika Manajemen) Tadris: Jurnal keguruan dan Ilmu Tarbiyah Jurnal Produksi Tanaman Jurnal Sain Peternakan Indonesia Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Journal of Mathematics and Mathematics Education JITRO (Jurnal Ilmiah dan Teknologi Peternakan Tropis) Journal of Research and Advances in Mathematics Education Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Jurnal Inovasi dan Pembelajaran Fisika Al-Jabar : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Livestock and Animal Research Jurnal Penelitian Sains JPPPF (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Fisika) SEJ (Science Education Journal) Animal Production : Indonesian Journal of Animal Production Momentum: Physics Education Journal LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Jurnal Analisis Bisnis Ekonomi International Journal on Emerging Mathematics Education Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman Acintya Jurnal Inovator EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Kasuari: Physics Education Journal (KPEJ) Transformasi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Riayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan Majalah Ilmiah Matematika dan Statistika (MIMS) Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Jurnal Jendela Pendidikan SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Jurnal Ekonomi International Journal on Education Insight Jurnal Kependidikan Jurnal Teknologi Pangan International Journal of Education and Teaching Zone Journal of Sharia (JOSH) Polinomial : Jurnal Pendidikan Matematika Indonesian Journal of Management Science Jurnal Ilmu Kehutanan DEVOTE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Eduvest - Journal of Universal Studies Jurnal Hukum Indonesia Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Jurnal Ilmiah Sultan Agung Jurnal Manajemen Sistem Informasi Jurnal Rekayasa Sistem Informasi dan Teknologi Journal of Information Systems Management and Digital Business Impulse: Journal of Research and Innovation in Physics Education Journal of Management and Innovation Entrepreneurship (JMIE) Opportunity Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Komputer Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Komunikan : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Animal Production Jurnal Pendidikan MIPA Jurnal Pendidikan Progresif Universal Education Journal of Teaching and Learning Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam HOKI : Journal of Islamic Family Law Jurnal Analisis Bisnis Ekonomi Al-Infaq : Jurnal Ekonomi Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Animal Agricultural Journal

KERAGAMAN PROTEIN PLASMA DARAH PADA KAMBING KEJOBONG DAN KAMBING PERANAKAN ETTAWA Dewanti, Dyah Retno; Kurnianto, Edi; Sutopo, Sutopo
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.011 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keragaman protein plasma darah pada kambing Kejobong dan kambing Peranakan Ettawa (PE) dengan menggunakan metode elektroforesis gel poliakrilamida (PAGE). Materi yang digunakan adalah 24 sampel darah kambing Kejobong di Kabupaten Purbalingga dan 24 sampel darah kambing PE di Kabupaten Purworejo. Analisis data meliputi frekuensi gen, heterosigositas individual dan rataan heterosigositas pada enam lokus protein plasma darah. Analisis statistik menggunakan t-tes independent untuk mengetahui ada atau tidak perbedaan frekuensi gen, jumlah genotip dan rataan heterosigositas enam lokus antara kambing Kejobong dan kambing PE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokus protein plasma darah yang meliputi pre albumin (P-alb), albumin (Alb), ceruloplasmin (Cp), transferrin (Tf), post transferrin (P-tf) dan amylase-I (Amy-I) pada kambing Kejobong dan kambing PE bersifat polimorfik. Hasil t-tes independent menunjukkan bahwa jumlah genotip, frekuensi gen dan rataan heterosigositas dari enam lokus protein plasma darah antara kambing Kejobong dan kambing Peranakan Ettawa tidak berbeda nyata. Rataan heterosigositas kambing Kejobong sebesar 0,423 dan kambing PE sebesar 0,435.Kata kunci : kambing, frekuensi gen, heterosigositasABSTRACTThe objective of this study was to evaluate the genotype variations of Kejobong and Ettawa Grade (EG) goats based on the blood plasm protein using gel polyacrilamide electrophoresis (PAGE). Twenty four of blood samples taken from Kejobong goat in Purbalingga regency and twenty four of blood samples taken from Ettawa Grade (EG) goat in Purworejo regency were used as materials. Data were analyzed to calculate gene frequency, individual heterozygosity and average heterozygosity. The independent t-test was performed to analyzed the significance of gene frequency, total genotype and average heterozygosity from six locus of blood plasm protein between Kejobong and Ettawa Grade (EG) goats. Result showed that locus of pre albumin (P-alb), albumin (Alb), ceruloplasmin (Cp), transferrin (Tf), post transferrin (P-tf) and amylase-I (Amy-I) on Kejobong and Ettawa Grade (EG) goats were polymorphic. The total genotype, gene frequency and average heterozygosity of six locus blood plasm protein between Kejobong and Ettawa Grade (EG) goats were not different. Average heterozygosity of Kejobong and Ettawa Grade (EG) goats was 0.423 and 0.435, respectively.Key words : goat gene, frequency, heterozygosity
EVALUASI KUALITAS SEMEN SEGAR SAPI JAWA BREBES BERDASARKAN LAMA WAKTU PENYIMPANAN Varasofiari, Lucy Nurika; Setiatin, Eny Tantini; Sutopo, Sutopo
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.542 KB)

Abstract

ABSTRACT The aim of this study was to determine the correlation between semen storageduration and fresh semen quality (sperm motility, mass movement, abnormality and live sperm percentage) of the Java cattle (n=5 ejaculates). This study was divided into three groups with interval observation on 15 minutes namely 15(T1); 30 (T2) and 45 (T3). Simple linear regression was applied to analyse correlation between semen storage duration (Xi) and fresh semen quality (Yi). The result showed that linear model of sperm motility was Ŷ = 69,90-0,76XL; r2 = 0,568, mass movement was Ŷ = 2,55-0,034X;r2 = 0,779, sperm abnormality was Ŷ = 9,41+0,291X; r2 = 0,821 and live sperm percentage was Ŷ = 81,88-0,603X; r2 = 0,836. It could be concluded that the longer of storage duration will decrease of fresh semen quality.Keywords : Java cattle; semen quality; storage durationABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara lama waktu penyimpanan dengan kualitas semen segar sapi Jawa Brebes (n= 5 ejakulat). Pengamatan dibagi dalam tiga grup dimulai sejak semen masuk ke laboratorium 0 menit, kemudian diikuti pengamatan dengan selang waktu 15 menit yaitu 15; 30 dan 45 menit. Analisis regresi linier sederhana digunakan dalam penelitian ini, yaitu hasil pengamatan terhadap lama waktu penyimpanan (Xi) dan nilai rata-rata motilitas, gerak massa, persentase abnormalitas dan persentase hidup spermatozoa (Yi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas spermatozoa membentuk persamaan regresiŶ = 69,90-0,76X dengan koefisien determinasi r2 = 0,568, gerak massa spermatozoa membentuk persamaan Ŷ = 2,55-0,034X dengan koefisien determinasi r2 = 0,779, abnormalitas spermatozoa membentuk persamaan Ŷ = 9,41+0,291X dengan koefisien determinasi r2 = 0,821, persentase hidup spermatozoa membentuk persamaan Ŷ = 81,88-0,603X dengan koefisien determinasi r2 = 0,836. Dapat diperoleh kesimpulan bahwa lama waktu penyimpanan akan menurunkan kualitas semen segar.Kata kunci: sapi jawa; kualitas semen; waktu penyimpanan.
EFEKTIVITAS PREFREEZING SEMEN SAPI JAWA SEBAGAI PARAMETER KEBERHASILAN PROCESSING SEMEN BEKU Purwaningsih, Rita; Ondho, Yon Soepri; Sutopo, Sutopo
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.175 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas prefreezing terhadap gerakan individu dan persentase hidup spermatozoa pada sapi Jawa. Materi yang digunakan adalah semen sapi Jawa yang berasal dari 6 kali ejakulasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan (T0 tidak dilakukan prefreezing; T1 prefreezing 5 menit; T2 prefreezing 9 menit dan T3 prefreezing 13 menit) dengan enam kali ulangan. Parameter yang diamati gerakan individu dan persentase hidup spermatozoa. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa efektivitas prefreezing tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap gerakan individu dan persentase hidup spermatozoa sapi Jawa. Disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata pada parameter yang diamati. Disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut pada parameter yang lain, seperti pemeriksaan abnormalitas, evaluasi integritas membran plasma berupa keutuhan membran plasma ataupun keutuhan akrosom.Kata Kunci : sapi Jawa; prefreezing; gerakan individu; persentase hidupABSTRACT The objectives of this study were to determine the prefreezing effectiveness for motility and the percentage of live spermatozoa in cattle Java. The material used was semen of Java cattle originated from 6 times ejaculation. The Complete Randomized Design (CRD) was used with four treatments (T0 : control; T1 : prefreezing time of 5 minutes; T2 : prefreezing time of 9 minutes and T3 : prefreezing time of 13 minutes) and six replications at each treatment. Parameters observed were motility and percentage of live spermatozoa. The results showed that the difference in the length of time of prefreezing did not significant (P> 0.05) on sperm motility and percentage of live cattle Java. It was concluded that there was not significant different on parameters observed. It is recommended that further research should be done on other parameters, such as the semen abnormalities, evaluation of plasma membrane integrity both on plasma membrane and the acrosome integrities.Key words: Java cattle; prefreezing; motility; percentage of sperm live
KERAGAMAN PROTEIN PLASMA DARAH KAMBING JAWARANDU DI KABUPATEN PEMALANG Brata, Galih Dewa; Sutopo, Sutopo; Kurnianto, Edy
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.397 KB)

Abstract

ABSTRACT The aim of this study was to evaluate the variability of blood proteins plasma from Jawarandu goat at six loci by simultaneously. A total of 24 samples of blood protein plasm of Jawarandu goat from Pemalang District was taken. Vertical polyacrylamide gel electrophoresis system used to analyze blood plasma samples. The parameters observed were pre-albumin, albumin, ceruloplasmin, transferrin, post-transferrin and amylase-1 based interpretation bands appear from the results of electrophoresis. The results showed that each of 6 loci observed are controlled by two alleles. Individual heterozygosity values of each locus as follow pre-albumin (0.444), albumin (0.492), ceruloplasmin (0.500), transferrin (0.444), post-transferrin (0.486) and amylase-1 (0.486). The average heterozygosity of Jawarandu goat at Pemalang District was 0.475.Keywords: genetic variability, jawarandu goat, heterozygosityABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi keragaman protein plasma darah dari kambing Jawarandu pada enam lokus secara simultan. Materi penelitian berupa 24 sampel plasma darah kambing Jawarandu yang terdapat di Kabupaten Pemalang. Teknik elektroforesis dengan gel poliakrilamid sistem vertikal digunakan untuk menganalisis sampel plasma darah. Parameter yang diamati meliputi pre-albumin, albumin, ceruloplasmin, transferin, post-transferin dan amylase-1 berdasarkan interpretasi pita-pita yang nampak dari hasil elektroforesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6 lokus tersebut masing-masing dikontrol oleh 2 alel. Nilai heterozigositas individual masing-masing lokus adalah pre-albumin (0,444), albumin (0,492), ceruloplasmin (0,500), transferin (0,444), post-transferin (0,486) dan amylase-1 (0,486). Rata-rata heterozigositas kambing Jawarandu di Kabupaten Pemalang sebesar 0,475.Kata kunci : keragaman genetik, kambing Jawarandu, heterozigositas
TIPOLOGI FERNING SAPI JAWA BREBES BETINA BERDASARKAN PERIODE BERAHI Silaban, Nelva Lestari; Setiatin, Enny Tantini; Sutopo, Sutopo
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.708 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipologi ferning sapi betina Jabres berdasarkan periode berahi di Desa Malahayu Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 13 ekor sapi Jawa Brebes (Jabres) betina milik petani peternak yang dipelihara secara umbaran. Metode pengambilan lendir serviks dengan menggunakan metode ulas vagina, lendir diambil sebanyak 2-4 kali dalam sehari. Gambaran ferning diperoleh dengan cara mengoleskan lendir serviks yang menempel ada cotton bud di atas object glass, dikering udarakan kemudian diamati dengan bantuan mikroskop pada pembesaran 10 x 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 13 ekor sapi selama satu siklus estrus bervariasi antara 11-19 hari. Tipologi ferning sapi Jabres secara spesifik dapat menunjukkan tahapan siklus estrus. Gambaran tipologi ferning sapi Jabres betina diperoleh bervariasi, berupa garis-garis seperti jarum dan bercabang. Gambaran ferning mendekati puncak estrus terlihat jelas dan nyata membentuk daun pakis.Kata kunci: siklus berahi, lendir serviks, ferning, sapi jabres betinaABSTRACTThe research was conducted to learn about ferning typology based on estrous cycle period of javanese cattle breed in the Village District Malahayu Banjarharjo Brebes in Central Java. The material used in this study were 13 cows Java (Jabres) farmers' breeder females reared umbaran. Cervical mucus method of making pillowcase using vaginal mucus taken 2-4 times a day. Ferning’s picture obtained by applying cervical mucus swab stick was above the glass object, aired dried and then observed with a microscope at a magnification of 10 x 10. The results showed that in 13 cows during the estrous cycle varies between 11-19 days. This could be can refer to typology ferning’s Jabres specifically showed estrus cycle stage. Preview typology Jabres female cow ferning obtained varied, such as lines such as needles and branches. Preview ferning pine approaching the peak estrus and tangible form frond.Keywords: estrus cycle, cervical mucus ferning, jabres female cow
HERITABILITAS UKURAN TUBUH BRANTI HASIL PERSILANGAN ANTARA ITIK (Anas plathyrynchos) DAN ENTOG (Cairina moschata) UMUR 1-4 MINGGU DI KABUPATEN BREBES JAWA TENGAH (Heritability of body size Branti Results Crosses Between Duck (Anas Plathyryncos) and entog Hapsari, Ratna Kusuma; Sutiyono, Sutiyono; Sutopo, Sutopo
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 4 (2014): Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.163 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses seleksi perbibitan Brantihasil persilangan antara itik dan entog pada peternakan itik tradisional di Kabupaten Brebes. Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah memperoleh informasi dan proses seleksi perbibitan Branti pada pola pemeliharaan Tradisional di Kabupaten Brebes. Materi  yang digunakan dalam penelitian adalah Branti dari persilangan itik dan entog jantan maupun betina di Kabupaten Brebes sejumlah 155 ekor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Syarat dan penentuan didasarkan atas populasi terbesar itik di Kabupaten Brebes serta kelompok tani ternak yang memiliki ternak itik dan entog yang menghasilkan Branti. Pengambilan data dilakukan dengan cara pengukuran secara langsung. Parameter yang diamati umur; Panjang Pangkal Sayap/Humerus (V1), Panjang Paha Atas/Femur (V2), Panjang Paha Bawah/Tibia (V3), Panjang Badan/Clacicl-pubis (V4), Panjang Leher/Atlas-clavicle (V5) dan pertumbuhan branti pada umur tertentu yaitu 1-4 minggu. Heritabilitas dari ukuran tubuh branti jantan dan betina umur 1 – 4 minggu yang terbesar adalah Panjang Badan/Clacicl-pubis dengan nilai rata – rata heritabilitas pada branti jantan umur 1 minggu yaitu 0,968 dengan rata – rata ukuran panjang badan 9,01 cm; umur 2 minggu dengan rata – rata 0,972 dan rata –rata ukuran panjang badan 9,67 cm; umur 3 minggu dengan rata – rata 0,9815 dan rata – rata ukuran panjang badan 11,97 cm; umur 4 minggu dengan rata – rata 0,9855 dan rata – rata ukuran panjang badan 13,47 cm; sedangkan pada branti betina memiliki nilai rata – rata heritabilitas 0,9395 umur 1 minggu dan rata – rata ukuran panjang badan 8,77 cm; nilai rata – rata heritabilitas 0,946 umur 2 minggudan rata – rata ukuran panjang badan 9,37 cm; nilai rata – rata heritabilitas 0,993 umur 3 minggudan rata – rata ukuran panjang badan 11,67 cm; nilai rata – rata heritabilitas 0,994 umur 4 minggu dan rata – rata ukuran panjang badan 13,17 cm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai heritabilitas tertinggi terletak pada panjang badan/ clacicl-pubis antara itik dan entok dengan branti atau tiktok.Kata Kunci : Branti, seleksi, heritabilitas, ukuran tubuh itik ABSTRACT.This study aims to determine the breeding selection process Branti result of a cross between duck and entog on traditional duck farms in Bradford district. The benefits to be gained from this research is the formation and selection process memperolehinBranti breeding patterns Traditional maintenance in Bradford district .The material used in this study are from a cross Brantientog ducks and male and female in Bradford district tail number 155 . Research conducted by purposive sampling method . Terms and determination was based on the largest population of ducks in the Bradford district and farmer group that has a duck and entog which produces Branti . Data collection was done by direct measurement . Parameters observed age ; Long Lists Wing/ humerus ( V1 ) , Upper Thigh length/femur (V2) , Long Thigh Bottom/Tibia (V3) , Long Body/Clacicl - pubis (V4) , Long Neck/Atlas - clavicle (V5) and Branti growth at a certain age is 1-4 weeks . Branti heritability of body size of males and females aged 1-4 weeks were the largest Long Firm/ Clacicl - pubis with value - average heritability Branti 1 week old males is 0.968 with the average - average body length of 9.01 cm , age 2 week with the average - average 0,972 and an average body length of 9.67 cm , age 3 weeks with the average - average 0.9815 and the average - average body length of 11.97 cm with a mean age of 4 weeks - average 0.9855 and average - average body length of 13.47 cm , while the females have Branti value - average heritability 0.9395 age 1 week and the average - average body length of 8.77 cm value - average heritability of 0.946 age of 2 weeks and average - average body length of 9.37 cm value - average heritability of 0.993 and the average age of 3 weeks - average body length of 11.67 cm value - average heritability of 0.994 and a mean age of 4 weeks - average body length of 13 , 17 cm . Based on the results of this study concluded that the highest heritability value lies in the length of the body / clacicl - pubis between duck and wild duck with Branti or ticktock .Keywords :Branti , selection, heritability , body size ducks
PERBANDINGAN PENGGUNAAN PENGENCER SEMEN SITRAT KUNING TELUR DAN TRIS KUNING TELUR TERHADAP PERSENTASE DAYA HIDUP SPERMATOZOA SAPI JAWA BREBES Hartanti, Dwi; Setiatin, Eny Tantini; Sutopo, Sutopo
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.921 KB)

Abstract

Masalah utama pada perkembangbiakan sapi Jawa Brebes adalah keterbatasan jumlah pejantan unggul dan terjadinya perkawinan silang dengan bangsa lain karena dipelihara secara umbaran. Guna mempertahankan kemurnian turunan dari sapi Jabres perlu dilakukan upaya manipulasi bioteknologi reproduksi, yaitu dengan Inseminasi Buatan (IB). Upaya optimalisasi pengolahan semen agar diperoleh kualitas semen yang optimal dapat dilakukan melalui pemilihan jenis pengencer semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pengencer semen sitrat kuning telur dan tris kuning telur terhadap daya hidup spermatozoa sapi Jawa Brebes. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus-September 2011 di Kelompok Tani Ternak (KTT) Cikoneng Sejahtera di Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu semen yang ditampung dari 5 ekor pejantan sapi Jawa Brebes. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 5 ekor sapi Jabres dengan 3 macam perlakuan (T1 = tanpa pengecer; T2 = pengencer sitrat kuning telur dan T3 = pengencer tris kuning telur). Parameter yang diamati yaitu persentase daya hidup spermatozoa dari lama spermatozoa mampu bertahan hidup sampai dengan tingkat daya hidup 0% pada pengamatan 0-9 jam dengan interval pengamatan 1 jam dan setiap sampel diamati oleh 3 orang panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval jam ke-0 didapatkan T1 mempunyai perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap T2 dan T3. Pada interval jam ke-1 setelah diencerkan, persentase daya hidup spermatozoa T2 maupun T3 menunjukkan adanya relatif angka yang lebih tinggi dibandingkan T1. Pada interval jam ke-2, persentase daya hidup spermatozoa T1 berbeda nyata (P<0,05) dengan T2 maupun T3. Pada interval jam ke-3 setelah diencerkan, persentase daya hidup spermatozoa T2 maupun T3 menunjukkan adanya relatif angka yang lebih tinggi dibandingkan T1. Pada interval jam ke-4, T1 berbeda nyata (P<0,05) dengan T2 dan T3, sedangkan T2 dan T3 tidak berbeda. Berdasarkan pengamatan interval jam ke-1, ke-3, ke-5, ke-6, ke-7, ke-8 dan ke-9, perlakuan T1, T2 dan T3 tidak terdapat perbedaan (P>0,05) terhadap persentase daya hidup spermatozoa. Kesimpulan dari penelitian adalah pengencer sitrat kuning telur dan tris kuning telur mempunyai pengaruh yang sama terhadap kemampuan daya hidup spermatozoa pada berbagai interval pengamatan setelah pengenceran. Persentase daya hidup spermatozoa semakin menurun pada pengamatan interval pertama sampai sembilan jam setelah diencerkan.Kata kunci : interval pengamatan, daya hidup, pengencer semen, sapi Jawa Brebes
PENGARUH JARAK DAN WAKTU TEMPUH TERHADAP POST THAWING MOTILITY, ABNORMALITAS DAN SPERMATOZOA HIDUP SEMEN BEKU (The Effect of Travel Distance and Travel Time Toward Post Thawing Motility, Abnormality and Life Sperm of Frozen Semen) Wahyutea, Hendhita Reski; Sutopo, Sutopo; Ondho, Yon Soepri
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.486 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan  mengetahui pengaruh jarak dan waktu tempuh dari pos IB ke akseptor IB terhadap evaluasi post thawing motility (PTM), abnormalitas dan spermatozoa hidup pada semen beku. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 36 straw semen beku berasal dari pejantan Simental. Rancangan penelitian ini menggunakan RAL pola faktorial2 x 2 terdiri dari 2 faktor yaitu faktor A = jarak (1 = 0-3 kilometer dan 2 = >3-6 kilometer) dan faktor B = waktu (1 = 1-5 menit dan 2 = >5-10 menit). Data diolah dengan uji F dan dilanjutkan uji jarak berganda Duncan apabila terdapa tperbedaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase PTM pada perlakuan A1B1 (60%); A1B2 (57,78%) dan A2B1 (55,6%) berbeda nyata (P<0,05) terhadap A2B2 (50%). Persentase abnormalitas spermatozoa pada perlakuan A1B1 (16,4%) tidak berpengaruh terhadap A1B2 (16,5%) namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap A2B1 (19,01%) dan A2B2 (21,07%). Persentase spermatozoa hidup pada perlakuan A1B1 (67,92%) A1B2 (65,5%) A2B1 (63,92%) berbeda nyata (P<0,05) terhadap A2B2 (62,28%). Hasil penelitian disimpulkan bahwa perlakuan A1B1 memberikan informasi hasil yang paling baik. Kata Kunci : Jarak Tempuh; Waktu Tempuh; PTM; Abnormalitas; Semen ABSTRACT This research was conducted  to evaluate the effect of distance and time from the postal of Artificial Insemination (AI) to the acceptor of AI on frozen semen to observed the Post Thawing Motility (PTM), sperm abnormality and life sperm. A total of  36 frozen semen from cattle Simental bull were used in this research. A Factorial completely randomized design was used in the experiment with the first factor A was distance (1 = 0-3 kilometer and 2 = >3-6 kilometer)and thefactor B was time (1 = 1-5 minute dan 2 = >5-10 minute). Statistical data were then analyzed with F test and Duncan’s multiple range test. Results of this research showed that percentage of PTM on A1B1 (60%); A1B2 (57.78%) and A2B1 (55.6%) were significantly different (P<0,05) to A2B2 (50%). Percentage of  sperm abnormality A1B1 (16.4%) has no different with A1B2 (16.5%) but highly significantly different (P<0.01) to A2B1 (19.01%) and A2B2 (21.07%). Percentage of life spermatozoa on A1B1 (67.92%);  A1B2 (65.5%) and  A2B1 (63.92%) were significantly different (P<0.05) to A2B2 (62.28%). The study concluded that A1B1 was the best treatment. Key Word : Travel distance; Travel time; PTM; Abnormality; Semen
Co-Authors A Setiaji, A A., Andini, N. ABDUL HAMID Abdul Hamid Abdullah, Rizqi Ach. Syah Khoirun Na’im Ade Duana Pratiwi Adeng Pustikaningsih Adha, Ahmad Ridlotul Adie Pamungkas Adisna, Qowiyyun Dyaheksita Pradani Putri Adrianto, Adrianto Affandi, Azhar Kholiq Afrian, Reza Agustine, Ananda Dwi Ahmad Burhan Hakim Ahmad Taufiq Ahmad, Hasan Moftah Ahmed Ahmad, Zahid Ahmed, Bilal Akhmad Aminuddin Bama, Akhmad Aminuddin Akhmad Jufriadi Al-Baarri, Ahmad Ni'matullah Anang Martoyo Angin, Siprianus L Ani Mardiastuti Anik Nurhanifah, Anik ANWAR, MUHFIK ARI SUPARWANTO Arif Hidayat Arif Hidayat Hidayat, Arif Hidayat Arini, Wahyuningyan Aris Nasuha Asep Yudha Wirajaya Asim Asim, Asim Asmarani , Dewi Assegaf Gavlek Atik Rahmawati Augustia, Sekarani Yuteva Aulia Hayu Nityasari, Aulia Hayu Awaludin Awaludin, Awaludin Azhar Muntaha Badranaya, Muhammad Imawan Bhakti Etza Setiani Bisri Mustofa Budi Usodo Christina Kartika Sari Chusniyah, Dina Asmaul Cornelis, Vieta Imelda Daud Samsudewa Dela Ayu Lestari, Dela Ayu Desella Inna Rahmatina, Desella Inna Desyana, Nidya Dhewa, Oktaf Gani Dian Gamma Pramudewa, Dian Gamma Diding Fachrudin Dinarti, Nindia Diniati, Bintis Ti’anatud Diva, Alfatheya Margwita Diva, Muhammad Dwi Hartanti Dyah Ratri Aryuna Dyah Retno Dewanti E Kurnianto E. T. Setiatin, E. T. Edi Kurnianto Edy Kurnianto Edy Kurnianto Edy, Judeanto Efiyati, Efiyati Endang Purwaningsih Enny Tantini Setiatin Eny Tantini Setiatin Erianto Erianto Erni Erni Erry Koriyanti Fahrun Dama Fajar Nugraha Falerina Rahmatunnisa Chaniago Farida Indriani Farida Nurhasanah FATHULOH, RIDWAN Fauzan Sulman Fauzi Hidayat, Muhammad Fauziah, Natasya Nurul Febrian Adiputra, Febrian Ferdian Assiddiq, Ferdian Fitri, Devin Anggraeni Frinsyah Virgo Galih Dewa Brata Habib, Muhammad Alhada Fuadilah Hadi Hadi Hadi Hadi hadi surachman Halim Oky Zulkarnaen Hana Diana Maria Hanif, Luqman Hapsari, Ratna Kusuma Hapsari, Ria Mawar Hardyani, Ringga Fatma Hari Prayogo Hari Wisodo, Hari Hariroh, Luluk Harjanto, Chrisna Tri Harjuna, Rinda Harry Soesanto Hartoyo Hartoyo Hasanah, Rizqiatul Hena Dian Ayu Hendhita Reski Wahyutea, Hendhita Reski Hendriyanto, Agus Henny Ekana Chrisnawati Herlina Darwati Hilmasari, Lutfi Fatma I Made Sukresna Ibnu Widiyanto Ika Pratama Kusumawati Indah Lestari, Indah Indiyanti, Indiyanti Indra Hidayatulloh Iqbal Bilgrami Biruni Ira Kurniawati Irene Rosa Lullulangi, Irene Rosa Irsandi, Ricky Rizki Jane Koswojo Janeko, Janeko Jeffry Nugraha Joni Devitra, Joni Juniati Juniati Kamalludin, Mamat Hamidi Kamila, Firda Tasya Karawahenni, Yolanda Dwi Vivian Kartiwa, Cece Enjang Khairul Saleh Komarudin Komarudin Latifa, Alfa Putri Latifah, Riska Nurul Lia Yuliati, Lia Lubaba, Hanny Lucy Nurika Varasofiari Lumbantoruan, Julia Ester Lusia Oktaviani, Lusia M. Sumarsono Manaf, Zuerdiana Binti Mardiyansyah, Wijaya Maria, Hana Diana Martoyo, Anang Maslakhah, Ida Moh Sa’diyin Mohamad Ridwan Muadzimah, Zumrotul Mubarok, Faizal Mubarok, Moch Yazid Muchamad Rinaldi Mudinillah, Adam Muhammad Andie Hakim, Muhammad Andie Muhammad Haris Muhammad Irfan Muhyidin Muhyidin Mulyana, Andika Pratama Munawaroh, Vina Shofwatul Munir, Ulfa Saikhul Muniri Muniri, Muniri Musrikah, Musrikah Mustika, Maya Mustofa, Fatmawati N. Fatmarischa Nabilah, Beby Pamungkas Nabilah, Zata Nandang Mufti Nasikh Nelva Lestari Silaban Netty Kurniawati, Netty Netty Kurniawaty Nikita Nila Erdiana, Nila Novinoa, Galuh Novita, Elvira Novtriana, Deasti Nugraha, Jeffry Nuha, Ahmad Lu’lu’ Dhiyaun Nukhba, Rania Nur Khakim, M. Yusup Nurida, Nurida Nuril Munfaridah, Nuril Nurkhalifah, Fatimah NURUL AZIZAH Nyoto Santoso Oceani, Oceani Oktavia, Linda Pahlevi, Anzaruddin Septian Pamungkas, Adie paraswati, yunita andri Philco, Syaddad Verahry Pinilih, Anggoro Canggih Pragunadi, Nindita Gabriele Prawitasari Prihatno Kusdiyarto Purbo Suwasono Puspita, Wanda Indriana Putri, Rizqy Nur Ayu Qomari, Nurul Qondas, Jiddan Gamal Rafsanjani, Ardhy Rahim, Handy Faishal Rahmawati Prabandan, Rahmawati Rahmawati, Putri Melinda Ratika Sekar Ajeng Ananingtyas Regina Cahya Tifanni Riadi, Dicky Bachtiar Rifqi, Abu Risnawati, Ria Riski Rita Purwaningsih Riza, Saiful Rizki Sappitu Hidayat, Rizki Sappitu Rizkiyanti, Eva Rohmawati, Widya Rohmiati, Dyah Palupi Romansyah, Teddy Amin Rosidah, Nanda Nur Indah Kamilatur Rosiyati, Diana S. Johari Sabar Narimo Safrina, Sri Sahal Fawaiz Said Muhammad Reza Ardiansyah, Said Muhammad Reza Saputri, Virda Hersy Lutviana Sasongko, Beni Tri Sentot Kusairi Septiawati, Farida Setiaji, Asep Setyowiseso, Bagas Sisca Fajriani Siti Helmyati Siti Hidayah Siti Khoiriyah Siti Sailah, Siti Siti Zulaikah Soekorini, Noenik Sudarmanto Sudarmanto, Sudarmanto sudianto Sudianto, Sudianto Suhroni Suhroni, Suhroni Sujarwo, Joko Sulur Sunaryono Sunaryono, Sunaryono Supardi Supardi Supriana, Edi Surgawi, Ilham Surgawi Suryanto, L. Suryanto Suryanto, L. Suryanto Susilo Toto Raharjo Sutiyono Sutiyono sutiyono sutiyono Sutono Sutono Syamsiar, Syamsiar Syihab, Zuher Tali Tulab, Tali Taufan Marhaendrajana, Taufan Tengku Riza Zarzani N Tohir Solehudin Tommy Sulthon Darmawan, Tommy Tri Adi Prasetya Tri Hadi Karyono Tsania Nur Diyana Ulya, Richa Railil Ummu Sholihah Umy Zahroh, Umy Upik Tria Wahyu Eko Saputro, Wahyu Eko Wartono Wartono Wati, Diah Ayu Widya Wibowo, Wira Hadi Widiaswara, Tias Yasirul Amin Yaumi, Mimi Rohazal Yemi Kuswardi, Yemi Yeni A Mulyani Yogi Sugito Yon Soepri Ondho Yousaf, Muhammad Rizwan Yuliati Wahyu Setyorini Yumna, Janika Salma Zaka, Amar Rizki