p-Index From 2021 - 2026
6.108
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Penapisan Genotipe Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) untuk Toleransi terhadap Kekeringan , Misnen; Endah Retno Palupi; Muhamad Syukur; , Yudiwanti
Indonesian Journal of Agronomy Vol. 40 No. 3 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.134 KB) | DOI: 10.24831/jai.v40i3.6832

Abstract

The selection of Jatropha curcasfor drought tolerance is one of the key points prior to growing the species extensively on marginal lands. The objective of this study was to determine drought tolerant genotypes based on morphological and physiological characters. The research consisted of two experiments. The first experiment was aimed at determining the moisture content of the media to generate drought stress. The experiment was arranged in a split-plot design with moisture content as the main plot and genotypes as sub-plot. Four level of moisture contents were tested, i.e. 22-23%, 27-28%, 32-33%, and 37-38%. The genotypes tested (9) were Dompu-1, Gunung Tambora, Bima (representing genotypes from dry areas); Aceh Besar, IP-2P, Komering (representing genotypes from wet areas); and IP-1M, Papua, Yogyakarta (representing genotypes from moderately dry areas). The result showed that 22-23% moisture content of the media was suitable for drought tolerance test in Jatropha curcas. The second experiment was screening of genotypes using the suitable media moisture content from first experiment. Twenty three genotypes were screened for drought tolerance under 22-23% media moisture content. The result show that Dompu-2, Indralaya and China were tolerant to drought; Sukabumi-1, Sukabumi-2, Pidi, Lahat, Kupang, Lampung-2, Lampung-3, Sumba, IP-2M, and IP-2A genotypes were moderately tolerant; Curup, Bogor-1, Bogor-2, Bogor-3, Pontianak, Pagar Alam, Palembang, Saweli, Jeneponto, and Medan genotypes were sensitive to drought. Plant height, leaf water content, leaf area and percentage of plant survival can be used as indicators of drought tolerance for seedling selection using a non-destructive method.Keywords: drought tolerance, genotypes, Jatropha curcas, screening
Daya Hasil 12 Hibrida Harapan Jagung Manis (Zea maysL. var. saccharata) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan Hesti Paramita Sari; . Suwarto; Muhamad Syukur
Buletin Agrohorti Vol. 1 No. 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.904 KB) | DOI: 10.29244/agrob.1.1.14-22

Abstract

The objective of this research was to evaluate yield potential of 12 sweet corn promising hybrids from Plant    Breeding Program (Bogor Agricultural University) and Indonesian Cereals Research Institute colection. This research was conducted at experimental field Indonesian Cereals Research Institute, in Maros, South Sulawesi, from June to August 2011. The genotypes used were : IM-12, IM-13, IM-14, IM-15, IM-16, IM-23, IM-24, IM-25, IM-34, IM-35, IM-45, IM-55, and three comercial varieties i.e. Super Sweet Corn, Sweet Boy, and Talenta. The design of this research was Randomized Complete Block Design with four replications. Data was analyzed with F-test then continued with Dunnett test (α=5%). Selection index was used for choosing the best genotype. Interaction between two factors, i.e. genotype and year, was analyzed with combined variance analysis using primary data from this research and secondary data from last year research (done from April to June 2010). Broad sense heritability was estimated from this two-factors analysis. The result from this research was the sweet corn productivity was not affected by genotype, but affected by genotype and year interaction. On the other hand, total soluble solid was affected by genotype, but not affected by interaction between genotype and year. Among characters evaluated, total soluble solid had highest broad sense heritability. Based on selection index, IM-16 was a promising hybrid and can be developed to be new commercial variety.Keywords: yield trial, sweet corn hybrid, selection index, broad sense heritability
Daya Hasil 15 Galur Cabai IPB dan Ketahanannya terhadap Penyakit Antraknosa yang Disebabkan oleh Colletotrichum acutatum Lia Marliyanti; Muhamad Syukur; . Widodo
Buletin Agrohorti Vol. 1 No. 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.535 KB) | DOI: 10.29244/agrob.1.1.7-13

Abstract

This research intended to evaluate the yield of 15 IPB chili pepper lines from Plant Genetics and Breeding Division, Department of Agronomy and Horticulture, IPB, and was compared then with 5 commercial varieties. This research also intended to evaluate its resistance to anthracnose. This research was done from January until July 2011 at Bogor. The main character that evaluated was yield component and resistant to character. IPB019015, IPB110005, IPB120005, IPB009019, IPB002046, and IPB001004 had yield ability better than commercial varieties. IPB019015 had resistance to anthracnose disease better than commercial varieties.Keywords: anthracnose, chili, yield component
Uji Daya Hasil Sepuluh Galur Cabai (Capsicum annuum L.) Bersari Bebas yang Potensial Sebagai Varietas Unggul . Kusmanto; Arya Widura Ritonga; Muhamad Syukur
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.373 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.14974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan beberapa galur harapan cabai bersari bebas (OP) hasil pemuliaan Laboratorium Pemuliaan IPB dengan varietas cabai OP komersial dan mendapatkan galur yang memiliki karakter-karakter yang lebih unggul dibandingkan dengan varietas pembanding tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2010 sampai Januari 2011 di Kebun Percobaan Leuwikopo IPB. Percobaan dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan tiga belas perlakuan dan tiga ulangan sehingga seluruhnya terdapat 39 satuan percobaan. Galur yang diuji yaitu F6001004-5, F6002003-9, F6002005-4-76, F6002046-2, F6015002-8, F7002001-4, F7009002-1, F7009015-4, F7009019-1, dan F7015008-5, selanjutnya dibandingkan dengan tiga varietas cabai komersial yaitu varietas Trisula, Gelora, dan Tit Super. Peubah yang diamati meliputi tinggi tanaman, tinggi dikotomus, diameter batang, lebar kanopi, lebar daun, panjang daun, umur berbunga, bobot per buah, bobot buah layak pasar, dan bobot buah total.  Berdasarkan peubah yang diamati menunjukkan bahwa galur F6002046-2, F6001004-5 dan F7009015-4 berpotensi sebagai calon varietas unggul.
Uji Daya Hasil Lanjutan Tomat (Solanum lycopersicum L.) Populasi F8 Lisa Sentani; Muhamad Syukur; Siti Marwiyah
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 1 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.196 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i1.15003

Abstract

Permasalahan utama pada budi daya tanaman tomat di dataran rendah adalah kurang tersedianya varietas unggul yang berdaya hasil tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hasil genotipe tomat populasi F8. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Leuwikopo IPB, Dramaga, Bogor pada bulan Februari hingga Juni 2015. Percobaan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT), satu faktor dengan tiga ulangan. Faktor tersebut adalah genotipe yang terdiri atas 13 genotipe tomat dan dua varietas komersial (Intan dan Ratna) sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh genotipe memiliki tipe pertumbuhan determinate. Seluruh genotipe memiliki bentuk daun dan bentuk tandan buah yang sama dengan varietas pembanding Intan dan Ratna. Seluruh genotipe berpengaruh nyata terhadap keseluruhan karakter. Genotipe tomat yang memiliki daya hasil lebih baik dari genotipe lainnya dan varietas pembanding Intan adalah F8 005001-4-1-12-3-87-3 dan F8 005001-4-1-12-3-66-1 (jumlah dan bobot buah per tanaman lebih tinggi). Produktivitas dan bobot per buah yang paling tinggi dimiliki oleh genotipe F8 005001-4-1-12-3-87-3. Seluruh genotipe memiliki panjang buah, tebal daging buah, dan padatan terlarut total yang lebih baik dari varietas pembanding Intan.
Pendugaan Parameter Genetik dan Seleksi Karakter Kuantitatif Cabai Rawit (Capsicum annuum L.) Populasi F3 Abdul Rahman Fajar Sidiq; Muhamad Syukur; Siti Marwiyah
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 2 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.401 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i2.16801

Abstract

Konsumsi cabai rawit terus meningkat namun produktivitasnya masih rendah, sehingga diperlukan pemuliaan yang mengarah pada perbaikan daya hasil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman genetik, korelasi antar karakter, heritabilitas arti luas, dan nilai kemajuan seleksi populasi F3 cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo, IPB, Dramaga, Bogor dan Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman, Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB. Percobaan menggunakan 5 genotipe tetua dan 6 genotipe F3 cabai rawit, dengan genotipe tetua yang diulang sebanyak 3 ulangan dan genotipe F3 tanpa ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter bobot buah per tanaman dan jumlah buah per tanaman memiliki keragaman genetik luas pada semua genotipe. Semua karakter pengamatan berkorelasi positif terhadap daya hasil kecuali umur berbunga dan umur panen. Nilai heritabilitas arti luas dengan kriteria tinggi terdapat pada karakter bobot buah per tanaman, bobot per buah, dan panjang buah. Hasil seleksi indeks yang dilakukan menunjukkan kemajuan seleksi yang besar pada karakter bobot buah per tanaman dan jumlah buah per tanaman.
Analisis Keragaan Cabai Rawit Merah (Capsicum frutescens ) Lokal Asal Kediri dan Jember Nanda Chesaria; . Sobir; Muhamad Syukur
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 3 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.177 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i3.21107

Abstract

Keberagaman hasil produksi cabai selain disebabkan oleh pengaruh lingkungan, juga karena pengaruh genotipe yang beragam. Penggunaan benih hibrida (sifat seragam) oleh petani masih rendah dan mengharuskan pemulia tanaman untuk memanfaatkan genotipe lokal yang relatif sergam dan tahan pada lingkungan tertentu. Eksplorasi perlu dilakukan untuk memperluas pemanfaatan plasma nutfah lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi lima belas aksesi lokal asal Kediri dan Jember dan memperoleh setidaknya satu karakter unggul yang sama atau lebih baik dari galur dan varietas cabai rawit pembandingnya. Penelitian dilaksanakan dari November 2016 hingga Mei 2017 di Kebun Percobaan IPB Pasir Kuda dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB, Bogor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Teracak Lengkap (RKLT) dan diuji lanjut dengan Tukey Beda Nyata Jujur (TABEL). Bahan genertik yang diuji terdiri atas 15 aksesi (CR1, CR2, CR3, CR4, CR5, CR6, CR7, CR8, CR9, CR10, CR11, CR12, CR13, CR14, dan CR15), 3 galur cabai koleksi Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB (Bonita, F4321295285, F3321290), dan 1 varietas hibrida komersial sebagai pembanding (Varietas Taruna). Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe berpengaruh nyata pada hampir seluruh parameter yang diamati, kecuali bobot 100 butir. Hasil analisis korelasi menunjukkan umur berbunga dan umur panen bernilai positif, umur panen dengan jumlah buah dan bobot buah per tanaman bernilai positif, dan bobot per buah dengan bobot buah per tanaman bernilai positif. Berdasarkan nilai analisis ragam, Bonita, Taruna, CR14, CR3, dan CR8 memiliki keunggulan potensi hasil yang cukup baik dibanding genotipe lain.
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat Neng Neni; Awang Maharijaya; Muhamad Syukur
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 3 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.248 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i3.21108

Abstract

Konsumsi kentang terus meningkat seiring meningkatnya penduduk, namun total produksinya mengalami penurunan pada tahun 2015, maka diperlukan usaha memperoleh varietas yang berproduktivitas tinggi. Institut Pertanian Bogor telah merakit genotipe kentang yaitu PKHT-2, PKHT-3, PKHT-4, PKHT-6, PKHT-9, PKHT-10, dan PKHT-12. Petani umumnya menggunakan benih dari hasil panen sebelumnya. Benih yang digunakan secara terus menerus dapat menyebabkan rendahnya produksi, maka perlu adanya alternatif teknik perbanyakan di lapang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan genotipe IPB asal stek buku tunggal dengan keragaan produksi G2 tertinggi dan membandingkan hasil produksi kentang antara tanaman yang berasal dari bahan tanam stek buku tunggal dengan umbi di lapang. Penelitian dilaksanakan pada Februari-Juli 2017 di Desa Tambakbaya, Kecamatan Cisurupan dan Desa Margamulya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Percobaan pertama menggunakan stek buku tunggal genotipe PKHT-2, PKHT-3, PKHT-4, PKHT-6, PKHT-9, PKHT-10, PKHT-12, Atlantik, Granola, Medians dan Intan. Percobaan kedua menggunakan bahan tanam stek buku tunggal dan umbi dari genotipe PKHT-4, Intan dan Medians. Hasil penelitian menunjukan keragaan  produksi  pada  bahan  tanam stek buku  tunggal  dipengaruhi  oleh  genotipe.  Genotipe  PKHT-6 menghasilkan keragaan produksi dan hasil tertinggi dibanding genotipe maupun varietas pembanding yaitu 18,32 ton ha-1. Ketiga genotipe pada percobaan kedua menggunakan bahan tanam umbi yaitu PKHT-4, Intan dan Medians menghasilkan potensi hasil lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman genotipe yang sama asal stek buku tunggal. Tanaman PKHT-4 asal umbi menghasilkan potensi hasil lebih tinggi dibandingkan varietas pembandingnya yaitu 17,00 ton ha-1.Konsumsi kentang terus meningkat seiring meningkatnya penduduk, namun total produksinya mengalami penurunan pada tahun 2015, maka diperlukan usaha memperoleh varietas yang berproduktivitas tinggi. Institut Pertanian Bogor telah merakit genotipe kentang yaitu PKHT-2, PKHT-3, PKHT-4, PKHT-6, PKHT-9, PKHT-10, dan PKHT-12. Petani umumnya menggunakan benih dari hasil panen sebelumnya. Benih yang digunakan secara terus menerus dapat menyebabkan rendahnya produksi, maka perlu adanya alternatif teknik perbanyakan di lapang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan genotipe IPB asal stek buku tunggal dengan keragaan produksi G2 tertinggi dan membandingkan hasil produksi kentang antara tanaman yang berasal dari bahan tanam stek buku tunggal dengan umbi di lapang. Penelitian dilaksanakan pada Februari-Juli 2017 di Desa Tambakbaya, Kecamatan Cisurupan dan Desa Margamulya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Percobaan pertama menggunakan stek buku tunggal genotipe PKHT-2, PKHT-3, PKHT-4, PKHT-6, PKHT-9, PKHT-10, PKHT-12, Atlantik, Granola, Medians dan Intan. Percobaan kedua menggunakan bahan tanam stek buku tunggal dan umbi dari genotipe PKHT-4, Intan dan Medians. Hasil penelitian menunjukan keragaan  produksi  pada  bahan  tanam stek buku  tunggal  dipengaruhi  oleh  genotipe.  Genotipe  PKHT-6 menghasilkan keragaan produksi dan hasil tertinggi dibanding genotipe maupun varietas pembanding yaitu 18,32 ton ha-1. Ketiga genotipe pada percobaan kedua menggunakan bahan tanam umbi yaitu PKHT-4, Intan dan Medians menghasilkan potensi hasil lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman genotipe yang sama asal stek buku tunggal. Tanaman PKHT-4 asal umbi menghasilkan potensi hasil lebih tinggi dibandingkan varietas pembandingnya yaitu 17,00 ton ha-1.
Studi Karakter Fisik dan Fisiologi Buah dan Benih Tomat (Solanum lycopersicum L.) Tora IPB Mercy Julinda Zebua; Tatiek Kartika Suharsi; Muhamad Syukur
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.744 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i1.24418

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Ketersediaan benih yang bermutu masih tergolong rendah karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap mutu benih yang dihasilkan adalah umur buah pada saat dipanen. Buah yang dipanen saat buah telah mencapai masak fisiologi menghasilkan benih yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan karakter fisik buah dan fisiologi benih tomat varietas Tora-IPB pada periode pemasakan. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT). Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan, IPB sejak bulan Februari 2017- Agustus 2017. Karakter yang diamati adalah karakter fisik buah dan fisiologi benih. Hasil penelitian ini adalah umur buah mempengaruhi karakter fisik buah yaitu pada warna dan kelunakan buah. Umur buah tidak mempengaruhi karakter fisiologi benih yaitu daya berkecambah dan indeks vigor. Mutu benih tomat Tora-IPB pada penelitian ini belum bisa ditentukan, karena benih dari buah yang dipanen 35 HSB-50 HSB viabilitasnya 39.10-49.00% dan vigornya 12.97-20.00%. Kondisi tanaman tomat Tora-IPB yang bervigor rendah dan banyak serangan penyakit juga menyebabkan perkembangan buah tidak optimal, demikian juga mutu fisiologis benihnya.
Perakitan Varietas Hibrida Jagung Manis Berdaya Hasil Tinggi dan Tahan Terhadap Penyakit Bulai Sriani Sujiprihati; Muhamad Syukur; Andi Takdir Makkulawu; R Neny Iriany
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 17 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.909 KB)

Abstract

Sweet corn is a result of recessive mutation which occurs naturally in gene that controls the conversion of sugar into starch in corn seed endosperm. There are 3 main genes that affect corn sweetness, namely sugary gene (su), sugary enhancer gene (se), and shrunken gene (sh2). This study aims to obtain a general combining ability value for the sweet corn lines, which will be the parent in diallel crosses; obtain the information of general combining ability, specific combining ability, and heterosis value for sweet corn lines; and obtain one or more promising single cross hybrids that will be potential for high yield and resistance to downy mildew disease. The study was conducted from April 2009 until November 2011 at the Experimental Field Centre for Cereal Plant Study (BALITSEREAL), Maros, South Sulawesi. The results showed that five genotypes had moderately high yield: Mr4/SC/BC4-3-1B, Mr14/SC/BC4-6-1B, Mr11/SC/BC4-3-1B, Mr14/SC/BC3-8-1B, and Mr12/SC/BC4-6-1B. The attack level of downy mildew that was classified as resistant has 0 to 7% rate. The combination of crosses that produce better productivity than all the varieties are: C × A (Mr11/SC/BC4-2-1B-1 × Mr12/SC/BC4-5-B-1), A × D (Mr12/SC/BC4-5-B-1 × Mr11/SC/BC4-2-1B-1), E × B (Mr12/SC/BC3-3-1B -1 × Mr14/SC/BC4-6-1B-1), and B × D (Mr11/SC/BC4-2-1B-1 × Mr14/SC/BC4-6-1B-1 ). Five hybrids can be continued for the preliminary testing of yields. Twelve candidate varieties do not have yield different than the checked varieties, so it can proceed to a multilocation trials to explore the advantages that can be released as new varieties.
Co-Authors , Deviona, , , Misnen , Widodo , Yudiwanti , Yustiana ,, Rosminah ,, Sopiana ,, Usman . Kusmanto . Rustam . Sobir . UNDANG . Widodo Abdul Hakim Abdul Hakim Abdul Rahman Fajar Sidiq Abdulah Bin Arif Abdullah B. Arif Abdullah bin Arif Abdullah Bin Arif Abdullah Bin Arif Adriwan Siregar, Heri Ady Daryanto Agustina, Ferra Anggita Ahmad Fahrori Al Hasani Akbar Hidayatullah Zaini Akbar Hidayatullah Zaini Ali Djamhuri Amaliah, Wenny Anas Dinurrohman Susila Andi Takdir Makkulawu Andri Kusmayadi Anung Wahyudi Aprilianti, Devi Kurnia Arief Riza Wijaya, Arief Riza Arif Imam Suroso Arum Sholikhah Arya Yuda Pangestu Asep Setiawan Asril Siregar Awang Maharijaya Azahra, Salsabila Azis Rifianto Azmi, Tubagus Kiki Kawakibi Azmi, Yudia Bagas Akmala Putra Bambang S. Purwoko Bambang Sapta Purwoko Bintang, dan Maria Carolina Evelyn Chesaria, Nanda Constantin, Mondjeli Cucu Gunarsih Darmawan Asta Kusumah Dasumiati Desta Wirnas Dewa Ngurah Suprapta Dewi Sukma Diah Setiowati, Retno Dian Rakhmad Didik Ariyanto Didy Sopandie Dimas Purwo Anggoro Dinar Tri Soelistyowati Diny Dinarti Djayadiningrat, Muhamad Hyar Dwi Guntoro Eka Martha Della Rahayu Elza Zuhry Endah Retno Palupi Endang Gati Lestari Endang Gati Lestari ENDANG GATI LESTARI ENDANG GATI LESTARI ENDANG GATI LESTARI Eny Widajati Erin Puspitarini Evriani Mareza, Evriani Fajar Sidiq, Abdul Rahman Faqih Udin Ghaling Achmad Giyanto Giyanto Giyanto, dan Gustiningsih, Dini HADIPOENTYANTI, ENDANG Hapshoh, Siti Hartati, RR. Sri Helfi Eka Saputra Herry Suhardiyanto Hesti Paramita Sari Hesti Paramita Sari Hidayat, dan Purnama Higuchi, Hirokazu HUSNI, ALI Ilham Dzikrillah Indra Gunawan Irma Isnafia Arief Irman Hermadi Irvansyah Irvansyah Iskandar Lubis Isna Tustiyani Iswari S. Dewi Iswari Saraswati Dewi Iswari Saraswati Dewi JAJAH KOSWARA Jatsiyah, Venti Joko Ridho Witono Juharni Karlin Agustina Ketty Suketi Khaerin Nida Khairunnisa Lubis Kisman Kisman Kondo, Tomohiro KRISTIANTO NUGROHO, KRISTIANTO Kusmanto, . Laksono Trisnantoro Lestari, Puji Lestari, Sari Arie Lia Marliyanti Lia Marliyanti Linda Oktaviana Lisa Sentani Lubis, Khairunnisa Luky Adrianto Luluk Prihastuti Ekowahyuni M A Chozin MADE ASTAWAN Maharijaya, dan Awang MARIA BINTANG Marimin Marimin Marlina Mustafa, Marlina Maya Lestari, Maya Maya Melati Mercy Julinda Zebua Meuthia Rachmaniah Mohamad Rahmad Suhartanto Mu'arif, Mu'arif Muhamad Achmad Chozin Muhammad Hidayat Ginanjar, Muhammad Hidayat Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal Muhammad Rifqi Setio Aji Muhammad Syafi’i Muhammad Zairin Jr. Munarti Muthi'ah Khairun Nisa Muthi’ah Khairun Nisa Nabilah, Noorfakhriyah Ahsanti Nadila, Dea Nadiyah Mawaddah Ayuningtyas Nanda Chesaria Nangi, Moh. Guntur Nasution, Amal Ma’rup Nazirwan Nazirwan Neng Neni Neni, Neng Ninuk Purnaningsih Nugroho, Kristianto Nugroho, Rizki Anjal Puji Nugroho, Syarul Nur Wulandari Nura ,, Nura Nurbani, Hilmi Nurul Khumaida Odang Carman Okti Syah Isyani Permatasari Peni Lestari Permatasari, Okti Syah Isyani Perwira, Prajna Jaya Prayudani, Ayu Putri Gitanjali PUJI LESTARI Punjung Medaraji Suwarno PURNAMA HIDAYAT Putra, Bagas Akmala Putri, Astrid Aditya Putri, Faradila Danasworo Qadir, Abdul R Neny Iriany RAGAPADMI PURNAMANINGSIH Rahman Rahman Rahmawati, Rika Sri Rahmi Henda Yani RAHMI YUNIANTI RAHMI YUNIANTI Rahmi Yunianti Raisa Baharuddin Ratna Ningsih rawati ,, rawati Redy Gaswanto, Redy Reswari, Helvi Ardana Ria Ismiatun Ria Putri Ridwani, Sobir Riti, Estriana Ritonga, Arya W Ritonga, Arya Widura Ritonga, Arya Widura ROHIM FIRDAUS Rohim Firdaus ROHIM FIRDAUS Rokhana Faizah Rokhana Faizah Rosa Yunita Rosa Yunita Rosminah, Rosminah ROSSA YUNITA RR. Ella Evrita Hestiandari Rtionga, Arya Widura Rudy Hermanto Sadewi Maharani, Sadewi Sahid, Zulfikar Damaralam Sandra Arifin Aziz Sari Dewi, Okky Tiara Sautomo, Mohammad Wahyu Sayekti, Tri Wahono Dyah Ayu Sentani, Lisa Shandra Amarilis Shelvie Nidya Neyman Siahaan, Gretty Febriola Sianturi, Clarissa Yolanda Sintho Wahyuning Ardie Siti Marwiyah Siti Marwiyah Sobir Sobir Sobir Sobir Sobir Sobir, dan SRI HENDRASTUTI HIDAYAT Sri Nurdiati Sri Sujiprihati Sri Wahyuni Sri Wening Sri Wening, Sri Wening Sriani Sujiprihati SRIANI SUJIPRIHATI SRIANI SUJIPRIHATI Sriani Sujiprihati Sriani Sujiprihati Sriani Sujiprihati Sriani Sujiprihati Subandi Subandi Subekti, Isnani Suhaeb, Firdaus W. Suhartini, dan Tintin Suhesti, Sri Sukma, Dewi Sulassih, . Sundari, Fitria Suci Suprayanti Martia Dewi, Suprayanti Martia Surjono Hadi Sutjahjo Suwarto Suwarto Suwarto Syafi’i, Muhammad Syaidatul Rosidah Syaidatul Rosidah Syarifah Iis Aisyah Tatiek Kartika Suharsi Tatiek Kartika Suharsi Tefa, Anna Tefa, Anna Tengku Laila Kamaliah Theresia Dame Angel Lie Manurung Trias Sitaresmi Trikoesoemaningtyas Undang Undang Undang, Undang Verry Riyanto Vicente, Tobias Moniz Vitria Puspitasari Rahadi Wahid Rifan Gustoro Wahyu Widiyono Waras Nurcholis WATTIMENA, G. A. Wenny Amaliah Widodo , Widodo . Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo, dan Willy Bayuardi Suwarno Winda Saskia Sijabat Winning Son Ashari Wulan Rahmawati Yesy Mardianawati Yohanes Hendrianto Yudilastari, Tiara Yudiwanti Wahyu E. Kusumo Yuli Rahmadi, Hernawan Yunandra Yundari, Yundari Yursida Yusnita Sari, Yusnita Yusuf Sumaryana Zebua, Mercy Julinda