p-Index From 2021 - 2026
6.108
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pewarisan Sifat Beberapa Karakter Kualitatif pada Tiga Kelompok Cabai Abdullah Bin Arif; Sriani Sujiprihati; Muhamad Syukur
Buletin Plasma Nutfah Vol 17, No 2 (2011): December
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v17n2.2011.p73-79

Abstract

Inheritance of Several Qualitative Characters in Three Group Pepper. Selection method is one of most important factors in determining the success of pepper breeding programs. Selection method will be effective if it is supported by a complete knowledge of genetic character inheritance. This research was aimed to investigate the information of inheritance pattern of pepper adaptability to qualitative characters. There are two steps in this research i.e makes material genetic and inheritance study of qualitative characters in the field. The result showed that all characters qualitative controlled one gen. There are several characters qualitative that depended action gen full dominant (colour young length and fruit textur) and others characters depended action gen partial dominant (colour young fruit and flower position). AbstrakMetode seleksi adalah salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan pemuliaan cabai. Metode seleksi akan lebih efektif jika didukung oleh pengetahuan yang lengkap tentang pola pewarisan karakter genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pewarisan yang sesuai untuk karakter-karakter kualitatif. Penelitian ini berlangsung dua tahap, yaitu pembentukan materi genetik dan studi pewarisan karakter kualitatif di lapang. Hasil penelitian menunjukkan semua karakter kualitatif dikendalikan oleh satu gen. Ada beberapa karakter kualitatif yang dipengaruhi oleh gen dominan penuh (warna batang muda dan tekstur permukaan buah) dan karakter lainnya dipengaruhi oleh gen dominan sebagian (warna buah muda dan posisi bunga).
Ketahanan terhadap Penyakit Antraknosa Cabai Lokal dan Introduksi dan Keragaan Daya Hasilnya Abdul Hakim; Muhamad Syukur; , Widodo
Zuriat Vol 23, No 1 (2012)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v23i1.6862

Abstract

Penyakit yang menyebabkan rendahnya produktivitas cabai di Indonesia adalah antraknosa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan genotipe tanaman cabai yang tahan terhadap penyakit antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum acutatum dan memiliki daya hasil tinggi. Penelitian ini dilakukan di lapangan dan laboratorium, menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak, satu faktor dan dua ulangan. Isolat Colletotrichum acutatum yang digunakan adalah BGR 027, PYK 04 dan BKT 05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe IPB C15 memiliki ketahanan paling baik terhadap tiga isolat Colletotrichum acutatum. Genotipe ini merupakan salah satu sumber untuk sifat ketahanan cabai terhadap penyakit antraknosa dan berpotensi untuk dijadikan tetua donor untuk sifat tersebut. Genotipe IPB C14, IPB C15, IPB C128, IPB C129, dan IPB C131 merupakan genotipe yang memiliki bobot buah per tanaman yang tinggi. Genotipe introduksi lebih mendominasi untuk sifat ketahanan dan keragaan daya hasil daripada genotipe lokal. Dengan demikian perlu dilakukan eksplorasi untuk mendapatkan genotipe lokal yang tahan antraknosa dan berdaya hasil tinggi
Seleksi Galur Hasil Persilangan Cabai Lokal dan Introduksi Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal; Muhamad Syukur; Rahmi Yunianti; , Deviona
Zuriat Vol 22, No 1 (2011)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v22i1.6845

Abstract

Seleksi peubah tanaman cabai secara visual dengan memilih fenotipe yang dianggap baik belum dapat memberikan hasil yang memuaskan tanpa berpedoman pada nilai-nilai parameter genetik, yaitu: nilai heritabilitas, ragam genetik, ragam fenotipe dan koefisien keragaman genetik (KKG). Dalam kegiatan seleksi terhadap daya hasil, menggunakan satu peubah saja kurang efektif dan seleksi akan efektif bila menggunakan beberapa peubah secara simultan menggunakan indeks seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk menduga parameter genetik, variabilitas dan heritabilitas beberapa karakter agronomi galur cabai serta untuk mendapatkan galur yang memiliki daya hasil tinggi melalui metode indeks seleksi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Leuwikopo, berlangsung dari bulan Juli sampai bulan Desember 2010. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok, faktor tunggal terdiri atas 15 galur cabai dengan 3 ulangan. Analisis data menggunakan uji F, uji lanjut Duncan’s New Multiple Range Test (5%), pendugaan parameter genetik dan indeks seleksi. Hasil penelitian menunjukkan semua peubah yang diamati memiliki nilai koefisien keragaman dengan kriteria yang luas dan memiliki nilai heritabilitas dalam arti luas kriteria tinggi. Galur cabai yang terseleksi adalah IPB009019, IPB002046, IPB002005, IPB002001 dan IPB009002. Terdapat 3 galur hasil persilangan cabai lokal dan introduksi terpilih yang diduga memiliki hubungan kekerabatan jauh serta berpotensi berdaya hasil tinggi.
HETEROSIS DAN DAYA GABUNG PADA PERSILANGAN HALF DIALLEL CABAI BESAR DAN CABAI KERITING (Capsicum annuum L.) Yesy Mardianawati; Muhamad Syukur
Jurnal Floratek Vol 11, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.233 KB)

Abstract

The aim of this research was to study estimation the heterosis and heterobeltiosis of fifteen hybrids,the general combining ability (GCA), and the specific combining ability (SCA) of six chili inbred lines of hybridization between big and curly pepper (Capsicum annuum L.). This research was conducted at Genetic and Plant Breeding Laboratory and IPB Experimental Field, Leuwikopo, Dramaga, Bogor, from September 2012 to March 2013. The experimental design used was randomized complete block design (RCBD) single factor with three replication. Plant materials were six chili indred lines, fifteen hyrids from hybridizaion half diallel crosses, and two commercial hybrid. Genotype IPB C5 showed the highest GCA for harvesting time, fruit weight, and yield. Genotype IPB C120 showed the highest GCA for plant heigh and fruit length. Genotype IPB C159 x IPB C111, IPB C159 x IPB C2, IPB C120 x IPB C5, IPB C111 x IPBC2, and IPB C19 x IPB C5 had positive heterosis, heterobeltiosis, and SCA values for some variables observed. All these genotypes had advantages that were not significantly different from the comparison of varieties TM 999 and Princeess on all characters observed.
EVALUASI PERTUMBUHAN DAN DAYA HASIL 9 CABAI HIBRIDA Arya Widura Ritonga; Muhamad syukur; Sriani Sujiprihati; Dimas Purwo Anggoro
Jurnal Floratek Vol 11, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.535 KB)

Abstract

Planting pepper hybrid varieties offers an alternative strategy to meet needs of chili pepper in Indonesia. The aim of the experiment waere to evaluate and select nine pepper hybrids thus obtained peppers hybrid potential to be released as hybrid varieties of chili pepper. The experimental design used was Randomized Complete Block Design (RCBD) with one factor and three replications. Plant mateterials were nine pepper hybrid and five commercial hybrid of chili peppers. IPB CH3, IPB CH50 and IPB CH28 pepper hybrid  produced higher selection index value than comercial hybrid of chili pepper. The IPB IPB CH3, IPB CH50 and IPB CH28 pepper hybrid were potential to be released as hybrid varieties of chili pepper.
Interaksi Gen pada Beberapa Karakter Kualitatif Tomat (Solanum lycopersicum L.) Arya Widura Ritonga; Siti Marwiyah; Erin Puspitarini; Muhamad Syukur
Vegetalika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.67540

Abstract

Program pemuliaan tanaman dapat lebih efektif dan efisien jika terdapat informasi pewarisan sifat dari karakter yang akan dimuliakan. Namun, belum semua karakter kualitatif pada buah tomat diketahui pola pewarisan sifatnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang pewarisan sifat beberapa karakter kualitatif pada tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan pada Januari – April 2020 di Kebun Percobaan IPB Leuwikopo, Bogor, Indonesia. Sebanyak 10 tanaman varietas Tora IPB, 10 tanaman genotype GIK serta 10 tanaman F1 (hasil persilangan Tora IPB x GIK) digunakan pada penelitian ini. Selain itu, juga digunakan sebanyak 185 tanaman populasi F2 (hasil selfing F1 Tora IPB x GIK) pada penelitian ini. Analisis data dilakukan menggunakan uji khi kuadrat dilakukan pada populasi F2 untuk menentukan rasio segregasi karakter kualitatif yang paling tepat. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa karakter posisi anak daun terhadap tangkai daun, bentuk ujung buah tomat, tinggi kelopak terhadap mahkota, dan karakter luas plasenta buah tomat dikendalikan oleh 2 gen dengan 2 alel per lokus. Tipe intraksi gen pada pewarisan karakter posisi anak daun terhadap tangkai daun dan bentuk ujung buah tomat yaitu epistasis dominan, sedangkan tipe interaksi gen pada pewarisan karakter tinggi kelopak terhadap mahkota dan karakter luas plasenta buah tomat berturut-turut adalah epistasis dominan ganda dan semi epistasis. Karakter green shoulder pada buah tomat dikendalikan oleh 1 gen dengan 2 alel per lokus. Gen pengendali karakter green shoulder bersifat dominan terhadap karakter tanpa green shoulder (polos) pada buah tomat.
Sebaran Suhu Daerah Perakaran pada Sistem Hidroponik untuk Budidaya Tanaman Cabai di Kawasan Tropika Wenny Amaliah; Herry Suhardiyanto; Muhamad Syukur
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.013 KB) | DOI: 10.19028/jtep.07.1.25-32

Abstract

AbstractChili production in Indonesia is very unstable because most of chili production areas are open field that are quite influenced by weather. Therefore, it is important to develop hydroponic technology for chili cultivation under greenhouse. As energy-efficient cooling system for tropical greenhouses, root zone cooling could be applied by flowing cooled water in pipes that are burried in the root zone. Determining the space between the pipes for flowing the cooled water requires temperature distribution in the root zone. The objective of this research were to find out the temperature distribution in the root zone, to simulate temperature distribution with based on computational fluid dynamics, and to validate the simulated root zone temperature. The results showed that an uniform horizontal temperature distribution during the day time and night time. Uniform verticaltemperature distribution were also noted during the night time. There were quite wide temperature variation in the root zone during the day time, vertically. The validation results showed that temperature distribution in the root zone could be predicted accurately by computational fluid dynamics as indicated by the value of R2 obtained at 0.84 and the linear equation is y axis approaches the value of x axis. Therefore, the predicted temperature distribution would be very useful in determining zone cooling system for chili cultivation in hydroponic system under tropical greenhouse.AbstrakProduksi cabai di Indonesia sangat tidak stabil karena sebagian besar areal budidaya tanaman cabai dilakukan di lahan terbuka yang sangat dipengaruhi oleh cuaca. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan teknologi hidroponik untuk budidaya tanaman cabai di dalam rumah tanaman. Metode pendinginan yang efisien dari segi konsumsi energi untuk rumah tanaman di daerah tropika salahsatunya adalah pendinginan daerah perakaran. Pendinginan daerah perakaran dapat diterapkan dengan mengalirkan air dingin di dalam pipa yang dibenamkan dalam daerah perakaran tersebut. Penentuan jarak antar pipa pendingin tersebut memerlukan sebaran suhu di daerah perakaran tersebut. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk memprediksi sebaran suhu daerah perakaran, melakukan simulasi suhu daerah perakaran menggunakan computational fluid dynamics, dan melakukan validasi hasil simulasi sebaran suhu daerah perakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran suhu daerah perakaran secara horizontal ternyata seragam pada waktu siang maupun malam hari. Data sebaran suhu daerah perakaran yang seragam secara vertikal juga diperoleh pada waktu malam hari. Sebaran suhu daerah perakaran secara vertikal pada siang hari ternyata cukup bervariasi. Validasi menunjukkan bahwa sebaran suhu daerah perakaran dapat diprediksi dengan baik menggunakan computational fluid dynamics yang ditunjukkan dengan nilai R2 yang diperoleh sebesar 0.84 dan diperoleh persamaan y yang mendekati nilai x. Oleh karena itu, suhu daerah perakaran hasil prediksi dapat digunakan untuk perancangan zone cooling system budidaya tanaman cabai secara hidroponik di dalam rumah tanaman.
Analysis of Variance, Heritability, Correlation and Selection Character of M1 V3 Generation Cassava (Manihot esculenta Crantz) Mutants Rahmi Henda Yani; Nurul Khumaida; Sintho Wahyuning Ardie; Muhamad Syukur
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 40, No 1 (2018): FEBRUARY
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v40i1.844

Abstract

Information about genetic variability and correlation between qualitative character and yield are important to support a selection program. The objective of this research was to determine genetic variability, heritability, and path analysis of M1 V3 cassava mutants’ characters. This research was conducted at Bogor Agricultural University Experimental Field Research from May 2014 to May 2015. This research used 32 mutants from five cassava parent lines which were Malang-4 and Adira-4 (national varieties), UJ-5 (Introduction variety from Thailand), and two local genotypes from Halmahera which were Jame-jame and Ratim. The results showed that gamma ray irradiation increased variability from five cassava genotypes. Characters that had high heritability were length of leaf lobe, lengthof petiole, stem diameter, and the height of plant. The path correlation analysis showed that number of tubers, number of economic tuber (> 20 cm), height to first branchingand stem diameter had direct correlation with tuber mass per plant. The characters can be used for the selection of M1 V4 generation.
PENDUGAAN PARAMETER GENETIK BEBERAPA KARAKTER AGRONOMI CABAI F4 DAN EVALUASI DAYA HASILNYA MENGGUNAKAN RANCANGAN PERBESARAN (AUGMENTED DESIGN) Muhamad Syukur; Sriani Sujiprihati; Asril Siregar
JURNAL AGROTROPIKA Vol 15, No 1 (2010): Agrotropika Vol.15 No.1 2010
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.847 KB) | DOI: 10.23960/ja.v15i1.4242

Abstract

The objective of this research was to estimated heritability and variability of agronomic characters and yield evaluation on F4 generations of pepper. This research was conducted at Ciampea, Bogor. The experimental design used was arranged in Augmented Designs. Plant materials were 41 F4 genotypes and 2 check varieties. The result indicated that the character of plant height, dichotomus height, stem diameter, yield per plant, fruit per plant, fruit length, fruit diameter, and fruit flesh thickness had broad genetic variability and high broad-sense heritability. The character of time of flowering, time of harvest and fruit weight had narrow genetic variability and low to medium broad-sense heritability. There were 7 selected genotypes: CCA 5511-6-3, CCA 5511-6-2, CCA 5708-1-1, CCA 5520-2-1, CCA 5511-3-1, CCA 5511-8-3, and CCA 5511-2-1
KARAKTERISTIK FENOTIPE DAN GENOTIPE LIMA STRAIN IKAN MAS DI JAWA BARAT DAN BANTEN Didik Ariyanto; Odang Carman; Dinar Tri Soelistyowati; Muhammad Zairin Jr.; Muhamad Syukur
Jurnal Riset Akuakultur Vol 13, No 2 (2018): (Juni, 2018)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1623.304 KB) | DOI: 10.15578/jra.13.2.2018.93-103

Abstract

Langkah awal program pemuliaan adalah koleksi dan pengenalan karakter materi pemuliaan tersebut. Hasil karakterisasi digunakan sebagai dasar pertimbangan metode pelaksanaan program pemuliaan yang akan dilakukan. Koleksi material genetik untuk program pemuliaan ikan mas menghasilkan lima strain yang dominan dibudidaya di wilayah Jawa Barat dan Banten, yakni strain Rajadanu, Sutisna, Majalaya, Wildan, dan Sinyonya. Pengenalan karakter material genetik ikan mas hasil koleksi dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu fenotipe menggunakan metode truss morfometrik dan genotipe menggunakan metode mikrosatelit DNA. Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi keragaan fenotipe kelima strain ikan mas relatif sesuai dengan variasi keragaan genotipenya. Selain mengelompokkan antar strain, hasil analisis genotipe juga menunjukkan bahwa tingkat keragaman genetik kelima strain ikan mas yang diindikasikan dengan nilai heterozigositas (Ho) relatif rendah, yaitu berkisar antara 0,08-0,20 dengan jarak genetik antar strain berada dalam kisaran 0,420-0,582.The first step in a fish breeding program is the collection and characterization of the breeding subject. The results of characterization are used as a baseline to select suitable potential methods used in the breeding program. The samples of genetic materials of five strains of common carp (Rajadanu, Sutisna, Majalaya, Wildan, and Sinyonya) were obtained from West Java and Banten Province. The characterization of collected genetic materials of the common carp species followed the phenotype and genotype approaches. Phenotypic characterization used truss morphometric method while genotype characterization applied DNA microsatellite method. The results showed that the phenotypic variation of the common carp had a close fit with its genotypic variation. In addition, the genotype analysis also showed that the genetic diversity level of the strains was relatively low indicated by the narrow ranges of heterozygosity values (Ho) (0.08-0.20) and genetic distance among strains (0.420-0.582).
Co-Authors , Deviona, , , Misnen , Widodo , Yudiwanti , Yustiana ,, Rosminah ,, Sopiana ,, Usman . Kusmanto . Rustam . Sobir . UNDANG . Widodo Abdul Hakim Abdul Hakim Abdul Rahman Fajar Sidiq Abdulah Bin Arif Abdullah B. Arif Abdullah Bin Arif Abdullah bin Arif Abdullah Bin Arif Adriwan Siregar, Heri Ady Daryanto Agustina, Ferra Anggita Ahmad Fahrori Al Hasani Akbar Hidayatullah Zaini Akbar Hidayatullah Zaini Ali Djamhuri Amaliah, Wenny Anas Dinurrohman Susila Andi Takdir Makkulawu Andri Kusmayadi Anung Wahyudi Aprilianti, Devi Kurnia Arief Riza Wijaya, Arief Riza Arif Imam Suroso Arum Sholikhah Arya Yuda Pangestu Asep Setiawan Asril Siregar Awang Maharijaya Azahra, Salsabila Azis Rifianto Azmi, Tubagus Kiki Kawakibi Azmi, Yudia Bagas Akmala Putra Bambang S. Purwoko Bambang Sapta Purwoko Bintang, dan Maria Carolina Evelyn Chesaria, Nanda Constantin, Mondjeli Cucu Gunarsih Darmawan Asta Kusumah Dasumiati Desta Wirnas Dewa Ngurah Suprapta Dewi Sukma Diah Setiowati, Retno Dian Rakhmad Didik Ariyanto Didy Sopandie Dimas Purwo Anggoro Dinar Tri Soelistyowati Diny Dinarti Djayadiningrat, Muhamad Hyar Dwi Guntoro Eka Martha Della Rahayu Elza Zuhry Endah Retno Palupi Endang Gati Lestari Endang Gati Lestari ENDANG GATI LESTARI ENDANG GATI LESTARI ENDANG GATI LESTARI Eny Widajati Erin Puspitarini Evriani Mareza, Evriani Fajar Sidiq, Abdul Rahman Faqih Udin Ghaling Achmad Giyanto Giyanto Giyanto, dan Gustiningsih, Dini HADIPOENTYANTI, ENDANG Hapshoh, Siti Hartati, RR. Sri Helfi Eka Saputra Herry Suhardiyanto Hesti Paramita Sari Hesti Paramita Sari Hidayat, dan Purnama Higuchi, Hirokazu HUSNI, ALI Ilham Dzikrillah Indra Gunawan Irma Isnafia Arief Irman Hermadi Irvansyah Irvansyah Iskandar Lubis Isna Tustiyani Iswari S. Dewi Iswari Saraswati Dewi Iswari Saraswati Dewi JAJAH KOSWARA Jatsiyah, Venti Joko Ridho Witono Juharni Karlin Agustina Ketty Suketi Khaerin Nida Khairunnisa Lubis Kisman Kisman Kondo, Tomohiro KRISTIANTO NUGROHO, KRISTIANTO Kusmanto, . Laksono Trisnantoro Lestari, Puji Lestari, Sari Arie Lia Marliyanti Lia Marliyanti Linda Oktaviana Lisa Sentani Lubis, Khairunnisa Luky Adrianto Luluk Prihastuti Ekowahyuni M A Chozin MADE ASTAWAN Maharijaya, dan Awang MARIA BINTANG Marimin Marimin Marlina Mustafa, Marlina Maya Lestari, Maya Maya Melati Mercy Julinda Zebua Meuthia Rachmaniah Mohamad Rahmad Suhartanto Mu'arif, Mu'arif Muhamad Achmad Chozin Muhammad Hidayat Ginanjar, Muhammad Hidayat Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal Muhammad Rifqi Setio Aji Muhammad Syafi’i Muhammad Zairin Jr. Munarti Muthi'ah Khairun Nisa Muthi’ah Khairun Nisa Nabilah, Noorfakhriyah Ahsanti Nadila, Dea Nadiyah Mawaddah Ayuningtyas Nanda Chesaria Nangi, Moh. Guntur Nasution, Amal Ma’rup Nazirwan Nazirwan Neng Neni Neni, Neng Ninuk Purnaningsih Nugroho, Kristianto Nugroho, Rizki Anjal Puji Nugroho, Syarul Nur Wulandari Nura ,, Nura Nurbani, Hilmi Nurul Khumaida Odang Carman Okti Syah Isyani Permatasari Peni Lestari Permatasari, Okti Syah Isyani Perwira, Prajna Jaya Prayudani, Ayu Putri Gitanjali PUJI LESTARI Punjung Medaraji Suwarno PURNAMA HIDAYAT Putra, Bagas Akmala Putri, Astrid Aditya Putri, Faradila Danasworo Qadir, Abdul R Neny Iriany RAGAPADMI PURNAMANINGSIH Rahman Rahman Rahmawati, Rika Sri Rahmi Henda Yani Rahmi Yunianti RAHMI YUNIANTI RAHMI YUNIANTI Raisa Baharuddin Ratna Ningsih rawati ,, rawati Redy Gaswanto, Redy Reswari, Helvi Ardana Ria Ismiatun Ria Putri Ridwani, Sobir Riti, Estriana Ritonga, Arya W Ritonga, Arya Widura Ritonga, Arya Widura Rohim Firdaus ROHIM FIRDAUS ROHIM FIRDAUS Rokhana Faizah Rokhana Faizah Rosa Yunita Rosa Yunita Rosminah, Rosminah ROSSA YUNITA RR. Ella Evrita Hestiandari Rtionga, Arya Widura Rudy Hermanto Sadewi Maharani, Sadewi Sahid, Zulfikar Damaralam Sandra Arifin Aziz Sari Dewi, Okky Tiara Sautomo, Mohammad Wahyu Sayekti, Tri Wahono Dyah Ayu Sentani, Lisa Shandra Amarilis Shelvie Nidya Neyman Siahaan, Gretty Febriola Sianturi, Clarissa Yolanda Sintho Wahyuning Ardie Siti Marwiyah Siti Marwiyah Sobir Sobir Sobir Sobir Sobir Sobir, dan SRI HENDRASTUTI HIDAYAT Sri Nurdiati Sri Sujiprihati Sri Wahyuni Sri Wening Sri Wening, Sri Wening Sriani Sujiprihati Sriani Sujiprihati SRIANI SUJIPRIHATI SRIANI SUJIPRIHATI Sriani Sujiprihati Sriani Sujiprihati Sriani Sujiprihati Subandi Subandi Subekti, Isnani Suhaeb, Firdaus W. Suhartini, dan Tintin Suhesti, Sri Sukma, Dewi Sulassih, . Sundari, Fitria Suci Suprayanti Martia Dewi, Suprayanti Martia Surjono Hadi Sutjahjo Suwarto Suwarto Suwarto Syafi’i, Muhammad Syaidatul Rosidah Syaidatul Rosidah Syarifah Iis Aisyah Tatiek Kartika Suharsi Tatiek Kartika Suharsi Tefa, Anna Tefa, Anna Tengku Laila Kamaliah Theresia Dame Angel Lie Manurung Trias Sitaresmi Trikoesoemaningtyas Undang Undang Undang, Undang Verry Riyanto Vicente, Tobias Moniz Vitria Puspitasari Rahadi Wahid Rifan Gustoro Wahyu Widiyono Waras Nurcholis WATTIMENA, G. A. Wenny Amaliah Widodo , Widodo . Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo, dan Willy Bayuardi Suwarno Winda Saskia Sijabat Winning Son Ashari Wulan Rahmawati Yesy Mardianawati Yohanes Hendrianto Yudilastari, Tiara Yudiwanti Wahyu E. Kusumo Yuli Rahmadi, Hernawan Yunandra Yundari, Yundari Yursida Yusnita Sari, Yusnita Yusuf Sumaryana Zebua, Mercy Julinda