p-Index From 2021 - 2026
6.108
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Keragaan Agronomi Cabai Keriting (Capsicum annuum L.) IPB di Lahan Pasang Surut Sumatera Selatan Evriani Mareza; Karlin Agustina; Yursida; Muhamad Syukur
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.997 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i2.36005

Abstract

Penggunaan cabai keriting sebagai bahan makanan terus meningkat. Dibutuhkan peningkatan produksi melalui penggunaan varietas unggul dengan memanfaatkan lahan pasang surut yang banyak terdapat di Sumatera Selatan. Penelitian bertujuan mendapatkan genotipe cabai keriting IPB yang memiliki keragaan agronomi yang unggul dan berpotensi untuk dikembangkan di lahan pasang surut Sumatera Selatan. Penelitian dilaksanakan bulan Juli 2020 sampai Januari 2021 di lahan pasang surut sulfat masam potensial dengan luapan tipe C menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Genotipe yang diuji adalah enam cabai keriting IPB F10-120005-141-16-35-3-2B, F10-120005-141-16-35-1-4-3B, F10-120005-141-16-35-7-1-3B, F10-120005-241-2-9-4-4-1-1B, F10-120005-120-7-1-7-8-1-2B, F11-0005-9-6, dan empat genotipe pembanding SSP, Laris, Caman, F1-PM999. Data dianalisis ragam dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur. Hubungan antar peubah dianalisis korelasi Pearson. Genotipe uji F10-120005-120-7-1-7-8-1-2B memiliki batang tinggi dan menghasilan bobot per buah lebih tinggi dari genotipe pembanding, karena didukung oleh tebal daging buah tertinggi, buah yang panjang, dan diameter buah terbesar. Genotipe IPB F10-120005-141-16-35-1-4-3B, F10-120005-141-16-35-7-1-3B, F10-120005-241-2-9-4-4-1-1B, F10-120005-120-7-1-7-8-1-2B berpotensi untuk dikembangkan sebagai varietas unggul di lahan pasang surut sulfat masam potensial Sumatera Selatan, dengan produktivitas 11.38 ton ha-1 sampai 12.92 ton ha-1. Genotipe cabai keriting mempunyai kemampuan tumbuh yang berbeda di lahan pasang surut, tergantung kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan tumbuh sesuai dengan sifat genetik yang dimiliki. Kata kunci: genotipe adaptif, genotipe pembanding, genotipe uji, lahan suboptimal
Analisis Keragaman Genetik Karakter Morfologi Populasi M2 Cabai Hasil Iradiasi Sinar Gamma Trikoesoemaningtyas; Nugroho, Kristianto; Muhamad Syukur; Puji Lestari
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.807 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i3.38448

Abstract

Mutasi merupakan teknik untuk meningkatkan keragaman genetik sebagai modal dasar perakitan varietas unggul. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keragaman genetik populasi M2 cabai hasil iradiasi sinar gamma berdasarkan karakter morfologi. Analisis keragaman genetik dilakukan melalui pendugaan ragam genetik, heritabilitas arti luas, serta sidik lintas karakter-karakter yang berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap hasil. Sebanyak 350 tanaman M2 dievaluasi karakter morfologinya di Kebun Percobaan BB Biogen Bogor pada bulan Agustus 2020 hingga Januari 2021. Hasil analisis menunjukkan nilai keragaman genetik yang luas pada populasi M2 diperoleh pada karakter umur panen dan lebar tajuk. Nilai heritabilitas arti luas yang tinggi terdapat pada karakter panjang buah, diameter buah, bobot per buah, panjang daun, lebar daun, dan lebar tajuk. Sementara itu sidik lintas menunjukkan terdapat dua karakter yang memiliki nilai pengaruh langsung yang besar terhadap hasil yaitu diameter batang dan lebar tajuk. Kata kunci: heritabilitas, induksi mutasi, korelasi, ragam genetik, sidik lintas
Perbedaan Respon Pertumbuhan, Fisiologi dan Produksi 20 Genotipe Cabai Rawit terhadap Berbagai Tingkat Naungan Siahaan, Gretty Febriola; Muhamad Achmad Chozin; Muhamad Syukur; Arya Widura Ritonga
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.825 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i1.38832

Abstract

Salah satu faktor pembatas utama yang mempengaruhi produksi cabai rawit adalah cekaman cahaya rendah. Varietas unggul cabai toleran terhadap cahaya rendah sampai saat ini belum banyak dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan respon pertumbuhan, fisiologi, dan produksi 20 genotipe tanaman cabai rawit terhadap intensitas cahaya rendah. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober 2020 - April 2021 di Kebun Percobaan Cikabayan IPB. Penelitian ini disusun dalam rancangan kelompok lengkap teracak. Faktor naungan terdiri atas 4 taraf, yaitu 0, 25, 50, dan 75%. Respon genotipe cabai rawit terhadap naungan 50% menunjukkan keragaman yang lebih besar daripada tingkat naungan lainnya. Berdasarkan pengelompokan genotipe, spesies C. frutescens memiliki genotipe senang naungan lebih banyak dibanding dengan spesies C. annuum. Pemberian naungan 50% meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun pada semua kelompok genotipe. Kelompok genotipe senang naungan memberikan peningkatan tertinggi pada karakter morfologi. Jumlah buah per tanaman, bobot per buah dan total bobot buah per tanaman secara nyata turun pada kelompok genotipe peka dan moderat naungan. Ketiga peubah tersebut lebih tinggi secara signifikan pada kondisi naungan daripada tanpa naungan pada kelompok genotipe senang naungan. Kata kunci: agroforestri, cahaya, fotosintesis, pigmen
Kendali Genetik Stay Greenness dan Hasil serta Identifikasi Segregan Transgresif pada Empat Populasi F2 Sorgum Munarti; Trikoesoemaningtyas; Muhamad Syukur; Sobir; Wirnas, Desta; Didy Sopandie
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.453 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i1.39067

Abstract

Karakter stay greenness pada sorgum berkaitan dengan kemampuan mempertahankan kehijauan daun dan laju fotosintesis pada kondisi cekaman. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi kendali genetik karakter agronomi, stay greenness serta identifikasi segregan transgresif empat populasi F2 sorgum. Penelitian telah dilaksanakan bulan Februari sampai Mei 2020 di Kebun Percobaan IPB University Leuwikopo, Dramaga, Bogor, dengan ketinggian 250 m di atas permukaan laut (dpl). Bahan genetik yang digunakan adalah populasi Numbu x Samurai 2, Kawali x Pahat, Kawali x B69, Super 2 x PI-150-20-A, dan tujuh genotipe tetuanya. Setiap populasi terdiri atas 300 tanaman F2 dan masing-masing tetua sebanyak 60 tanaman. Pendugaan kendali genetik berdasarkan nilai skewness dan kurtosis. Identifikasi segregan transgresif menggunakan karakter terpilih berdasarkan nilai parameter genetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter bobot biji per tanaman dikendalikan banyak gen aditif pada populasi Numbu x Samurai 2 dan Kawali x Pahat, sedangkan karakter stay greenness pada semua populasi dikendalikan banyak gen aditif. Semua karakter yang diamati memiliki nilai heritabilitas arti luas sedang sampai tinggi. Delapan belas individu dari persilangan Kawali x B69 dan Super 2 x PI-150-20-A diduga sebagai segregan transgresif berdasarkan karakter bobot biji per tanaman dan stay greenness. Segregan yang diperoleh digalurkan dengan menerapkan metode pedigree. Kata kunci: aksi gen, aditif, indeks transgresif, keragaman genetik
Preferensi Bemisia tabaci Genn. dan Kaitannya dengan Karakter Anatomi dan Morfologi Daun pada Cabai (Capsicum annuum L.) Tengku Laila Kamaliah; Purnama Hidayat; Awang Maharijaya; Sobir; Muhamad Syukur
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.358 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.40312

Abstract

Identifikasi karakter seleksi yang tepat diperlukan dalam pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas cabai yang tahan terhadap kutu kebul Bemisia tabaci Genn. Tujuan penelitian untuk menentukan preferensi kutu kebul Bemisia tabaci pada berbagai genotipe cabai, mengidentifikasi karakter morfologi daun terkait seleksi ketahanan terhadap kutu kebul, melihat korelasi antara respon kutu kebul, dalam hal jumlah telur dan jumlah nimfa instar awal, dengan morfologi daun. Penelitian ini dilaksanakan bulan Agustus-Oktober 2018. Genotipe cabai yang digunakan C00265, CM334, C12, Bara, Ayesha, Ungara, Kastilo, Laris, Cilibangi-2, Landung, dan Yuni. Tanaman yang digunakan berumur 4 MST. Kutu kebul diambil dari tanaman terong di Kecamatan Kersana, Brebes, Jawa Tengah lalu diperbanyak pada tanaman tembakau dan terong. Kutu kebul yang diinfestasikan tidak membawa virus. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak 1 faktor yaitu faktor genotipe. Setiap genotipe terdiri atas dua tanaman dan tiga ulangan. Jumlah telur dan jumlah nimfa instar awal per tanaman memiliki korelasi positif yang signifikan dengan dengan jumlah trikoma, sedangkan epidermis tidak berkorelasi. Panjang dan kerapatan palisade berkorelasi negatif signifikan dengan jumlah telur dan jumlah nimfa instar awal tanaman. Ketebalan daun berkorelasi negatif signifikan dengan jumlah nimfa instar awal tanaman. Warna daun mempengaruhi ketertarikan kutu kebul terhadap cabai.Kata kunci: jumlah nimfa instar awal, jumlah telur, palisade, tebal daun, trikhoma
Evaluation of qualitative and quantitative traits of ten lowland chili genotypes Wahyudi, Anung; Muhamad Syukur; Ria Putri; Akbar Hidayatullah Zaini; Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 3 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v51i3.48295

Abstract

One of the important stages in chili breeding is the multi-location test. The lowlands became one agroecology in the chili multi-location test because most farmers, especially in Sumatra, plant chilies on the lowlands after the rice planting season. The purpose of this study was to understand the qualitative and quantitative characteristics of chili genotypes in a lowland area. The experiment was arranged in a single-factor randomized complete block design (RCBD) with three replications. The chili genotypes evaluated were four test lines and six check varieties. The quantitative data were statistically analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by evaluation of genotype means using the least significant difference (LSD) tests by SPSS Statistics software. The results showed that the check variety having the lowest productivity was CH3 (1.19 tons ha-1) and the highest was Elegant (4.55 tons ha-1). The productivity of four genotypes from IPB were significantly different from the CH3 and Imperial 10 varieties, but not significantly different from Baja (2.96 tons ha-1), Balebat (3.87 tons ha-1), Elegant (4.55 tons ha-1) and Gada (3.04 tons ha-1) varieties. This research shows that the four genotypes from IPB have the potential to become new superior varieties. Keywords: Lampung; multi-location; plant breeding; varieties
Stability analysis on yield of several winged bean lines (Psophocarpus tetragonolobus L.) in three environments Dian Rakhmad; Syukur, Muhamad
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 3 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v52i3.59861

Abstract

Winged bean is a plant with a high seed protein content equivalent to soybeans. Indonesia is one of the central origins in southern Asia. However, there are still only a few superior varieties that can be widely cultivated. One effort to increase productivity is by growing improved varieties. This study aimed to identify promising winged bean lines with high and stable yield potential. The experiment was conducted in three environments, i.e., two planting seasons in Bogor and one in Palembang from January 2019 to June 2020. A total of 11 winged bean genotypes were tested and observed for grain yield characters. Parametric analysis methods were used to obtain information on the stability of 11 winged bean genotypes across the three environments. Grain yield was significantly affected by G x E interaction and, therefore, was subjected to stability analyses. Genotypes H1(P), L2, and H4(P) were classified as stable. This genotype had similar characteristics with stable grain yield in three test environments. Keywords: G x E interaction; seed yield; parametric stability, underutilized legume
Aksi Gen Epistasis Duplikat pada Karakter Terkait Toleransi Naungan di Tanaman Tomat Ritonga, Arya W; Syukur, Muhamad; Chozin, Muhammad Achmad; Maharijaya, Awang; Sobir, Sobir
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 2 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i2.56491

Abstract

Informasi tentang karakter seleksi dan pewarisan sifatnya sangat penting bagi program pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh karakter seleksi dan informasi pewarisan sifatnya terhadap cekaman naungan pada tanaman tomat. Populasi persilangan Biparental SSH3 x 4979 (tetua, F1, backcross dan F2) ditanam pada kondisi tanpa naungan (N0) dan kondisi cekaman naungan paranet 50% (N50) di Kebun Percobaan Pusat Kajian Hortikultura Tropika – Institut Pertanian Bogor, Pasir Kuda, Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa karakter kehijauan daun, fruit set, jumlah buah dan bobot buah per tanaman merupakan karakter seleksi toleran naungan pada tanaman tomat. Terdapat aksi gen dominan dan epistasis duplikat pada karakter-karakter tersebut baik pada kondisi normal maupun kondisi cekaman naungan kecuali karakter fruit set pada kondisi tanpa naungan. Dominansi pada karakter-karakter tersebut bersifat over dominan pada kondisi tanpa naungan, namun dominan parsial pada kondisi cekaman naungan. Ragam aditif lebih berperan dibandingkan ragam non aditif pada karakter kehijauan daun, fruit set, jumlah dan bobot buah per tanaman pada kondisi normal namun sebaliknya dimana ragam non aditif lebih berperan dibandingkan ragam aditif pada karakter-karakter tersebut saat kondisi cekaman naungan. Seleksi pada generasi awal seperti generasi F2 dapat efektif dilakukan pada karakter-karakter tersebut pada kondisi tanpa naungan, namun seleksi pada kondisi cekaman naungan terhadap karakter-karakter tersebut lebih baik dilakukan pada generasi lanjut. Kata kunci: agroforestri, berkelanjutan, tumpang sari, varietas unggul
Co-Authors , Deviona, , , Misnen , Widodo , Yudiwanti , Yustiana ,, Rosminah ,, Sopiana ,, Usman . Kusmanto . Rustam . Sobir . UNDANG . Widodo Abdul Hakim Abdul Hakim Abdul Rahman Fajar Sidiq Abdulah Bin Arif Abdullah B. Arif Abdullah bin Arif Abdullah Bin Arif Abdullah Bin Arif Adriwan Siregar, Heri Ady Daryanto Agustina, Ferra Anggita Ahmad Fahrori Al Hasani Akbar Hidayatullah Zaini Akbar Hidayatullah Zaini Ali Djamhuri Amaliah, Wenny Anas Dinurrohman Susila Andi Takdir Makkulawu Andri Kusmayadi Anung Wahyudi Aprilianti, Devi Kurnia Arief Riza Wijaya, Arief Riza Arif Imam Suroso Arum Sholikhah Arya Yuda Pangestu Asep Setiawan Asril Siregar Awang Maharijaya Azahra, Salsabila Azis Rifianto Azmi, Tubagus Kiki Kawakibi Azmi, Yudia Bagas Akmala Putra Bambang S. Purwoko Bambang Sapta Purwoko Bintang, dan Maria Carolina Evelyn Chesaria, Nanda Constantin, Mondjeli Cucu Gunarsih Darmawan Asta Kusumah Dasumiati Desta Wirnas Dewa Ngurah Suprapta Dewi Sukma Diah Setiowati, Retno Dian Rakhmad Didik Ariyanto Didy Sopandie Dimas Purwo Anggoro Dinar Tri Soelistyowati Diny Dinarti Djayadiningrat, Muhamad Hyar Dwi Guntoro Eka Martha Della Rahayu Elza Zuhry Endah Retno Palupi Endang Gati Lestari Endang Gati Lestari ENDANG GATI LESTARI ENDANG GATI LESTARI ENDANG GATI LESTARI Eny Widajati Erin Puspitarini Evriani Mareza, Evriani Fajar Sidiq, Abdul Rahman Faqih Udin Ghaling Achmad Giyanto Giyanto Giyanto, dan Gustiningsih, Dini HADIPOENTYANTI, ENDANG Hapshoh, Siti Hartati, RR. Sri Helfi Eka Saputra Herry Suhardiyanto Hesti Paramita Sari Hesti Paramita Sari Hidayat, dan Purnama Higuchi, Hirokazu HUSNI, ALI Ilham Dzikrillah Indra Gunawan Irma Isnafia Arief Irman Hermadi Irvansyah Irvansyah Iskandar Lubis Isna Tustiyani Iswari S. Dewi Iswari Saraswati Dewi Iswari Saraswati Dewi JAJAH KOSWARA Jatsiyah, Venti Joko Ridho Witono Juharni Karlin Agustina Ketty Suketi Khaerin Nida Khairunnisa Lubis Kisman Kisman Kondo, Tomohiro KRISTIANTO NUGROHO, KRISTIANTO Kusmanto, . Laksono Trisnantoro Lestari, Puji Lestari, Sari Arie Lia Marliyanti Lia Marliyanti Linda Oktaviana Lisa Sentani Lubis, Khairunnisa Luky Adrianto Luluk Prihastuti Ekowahyuni M A Chozin MADE ASTAWAN Maharijaya, dan Awang MARIA BINTANG Marimin Marimin Marlina Mustafa, Marlina Maya Lestari, Maya Maya Melati Mercy Julinda Zebua Meuthia Rachmaniah Mohamad Rahmad Suhartanto Mu'arif, Mu'arif Muhamad Achmad Chozin Muhammad Hidayat Ginanjar, Muhammad Hidayat Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal Muhammad Rifqi Setio Aji Muhammad Syafi’i Muhammad Zairin Jr. Munarti Muthi'ah Khairun Nisa Muthi’ah Khairun Nisa Nabilah, Noorfakhriyah Ahsanti Nadila, Dea Nadiyah Mawaddah Ayuningtyas Nanda Chesaria Nangi, Moh. Guntur Nasution, Amal Ma’rup Nazirwan Nazirwan Neng Neni Neni, Neng Ninuk Purnaningsih Nugroho, Kristianto Nugroho, Rizki Anjal Puji Nugroho, Syarul Nur Wulandari Nura ,, Nura Nurbani, Hilmi Nurul Khumaida Odang Carman Okti Syah Isyani Permatasari Peni Lestari Permatasari, Okti Syah Isyani Perwira, Prajna Jaya Prayudani, Ayu Putri Gitanjali PUJI LESTARI Punjung Medaraji Suwarno PURNAMA HIDAYAT Putra, Bagas Akmala Putri, Astrid Aditya Putri, Faradila Danasworo Qadir, Abdul R Neny Iriany RAGAPADMI PURNAMANINGSIH Rahman Rahman Rahmawati, Rika Sri Rahmi Henda Yani RAHMI YUNIANTI RAHMI YUNIANTI Rahmi Yunianti Raisa Baharuddin Ratna Ningsih rawati ,, rawati Redy Gaswanto, Redy Reswari, Helvi Ardana Ria Ismiatun Ria Putri Ridwani, Sobir Riti, Estriana Ritonga, Arya W Ritonga, Arya Widura Ritonga, Arya Widura ROHIM FIRDAUS Rohim Firdaus ROHIM FIRDAUS Rokhana Faizah Rokhana Faizah Rosa Yunita Rosa Yunita Rosminah, Rosminah ROSSA YUNITA RR. Ella Evrita Hestiandari Rtionga, Arya Widura Rudy Hermanto Sadewi Maharani, Sadewi Sahid, Zulfikar Damaralam Sandra Arifin Aziz Sari Dewi, Okky Tiara Sautomo, Mohammad Wahyu Sayekti, Tri Wahono Dyah Ayu Sentani, Lisa Shandra Amarilis Shelvie Nidya Neyman Siahaan, Gretty Febriola Sianturi, Clarissa Yolanda Sintho Wahyuning Ardie Siti Marwiyah Siti Marwiyah Sobir Sobir Sobir Sobir Sobir Sobir, dan SRI HENDRASTUTI HIDAYAT Sri Nurdiati Sri Sujiprihati Sri Wahyuni Sri Wening Sri Wening, Sri Wening Sriani Sujiprihati SRIANI SUJIPRIHATI SRIANI SUJIPRIHATI Sriani Sujiprihati Sriani Sujiprihati Sriani Sujiprihati Sriani Sujiprihati Subandi Subandi Subekti, Isnani Suhaeb, Firdaus W. Suhartini, dan Tintin Suhesti, Sri Sukma, Dewi Sulassih, . Sundari, Fitria Suci Suprayanti Martia Dewi, Suprayanti Martia Surjono Hadi Sutjahjo Suwarto Suwarto Suwarto Syafi’i, Muhammad Syaidatul Rosidah Syaidatul Rosidah Syarifah Iis Aisyah Tatiek Kartika Suharsi Tatiek Kartika Suharsi Tefa, Anna Tefa, Anna Tengku Laila Kamaliah Theresia Dame Angel Lie Manurung Trias Sitaresmi Trikoesoemaningtyas Undang Undang Undang, Undang Verry Riyanto Vicente, Tobias Moniz Vitria Puspitasari Rahadi Wahid Rifan Gustoro Wahyu Widiyono Waras Nurcholis WATTIMENA, G. A. Wenny Amaliah Widodo , Widodo . Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo, dan Willy Bayuardi Suwarno Winda Saskia Sijabat Winning Son Ashari Wulan Rahmawati Yesy Mardianawati Yohanes Hendrianto Yudilastari, Tiara Yudiwanti Wahyu E. Kusumo Yuli Rahmadi, Hernawan Yunandra Yundari, Yundari Yursida Yusnita Sari, Yusnita Yusuf Sumaryana Zebua, Mercy Julinda