p-Index From 2021 - 2026
7.234
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga. E-Jurnal Medika Udayana Jurnal Kedokteran Brawijaya Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Jurnal Kesehatan Masyarakat Damianus Journal of Medicine Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Majalah Kedokteran Sriwijaya The Indonesian Biomedical Journal Nusantara Medical Science Journal Medical Laboratory Technology Journal Indonesian Journal of Cardiology Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Jurnal Kesehatan Manarang FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Majalah Kedokteran Andalas Jurnal Biomedika Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Majalah Kesehatan Pharmamedika Majalah Kedokteran Neurosains Majalah Sainstekes Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory (IJCPML) Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek (JASINTEK) Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Molucca Medica Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Majalah Anestesia & Critical Care (MACC) Mandala of Health : A Scientific Journal Physical Therapy Journal of Indonesia Neurona Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) MEDULA Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo
Claim Missing Document
Check
Articles

KORELASI DERAJAT DEGENERATIF DAN HERNIASI DISKUS INTERVERTEBRALIS DENGAN DERAJAT INFILTRASI LEMAK MUSKULUS MULTIFIDUS LUMBALIS PADA PEMERIKSAAN MAGNETIC RESONANCE IMAGING PASIEN NYERI PUNGGUNG BAWAH Amalia, Amalia; Ilyas, Muhammad; Rauf, Rafikah; Zainuddin, Andi Alfian
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i03.P06

Abstract

Proses degeneratif pada tulang belakang dapat terjadi pada diskus intervertebralis. Asesmen dari degeneratif diskus lumbalis menggunakan kla sif ika si Pf irrma nn . H erniasi diskus merupakan keadaan dimana annulus dan nucleus menonjol memasuki kanalis spinalis. Degeneratif dan herniasi diskus merupakan penyebab tersering nyeri punggung bawah. Muskulus multifidus lumbalis adalah muskulus yang paling penting dalam menjaga stabilitas segmental tulang belakang. Infiltrasi lemak dapat dilihat melalui Magnetic Resonance Imaging (MRI), digrading menggunakan klasifikasi Goutallier. Penyakit degeneratif dan herniasi diskus adalah penyebab infiltrasi lemak pada muskulus multifidus lumbalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi derajat degeneratif dan herniasi diskus intervertebralis dengan derajat infiltrasi lemak muskulus multifidus lumbalis pada pemeriksaan MRI pasien nyeri punggung bawah. Penelitian ini dilaksanakan di Departemen Radiologi RSUP Wahidin Sudiorohusodo Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 284 sampel yang masuk kriteria inklusi. Penilaian degeneratif dan herniasi diskus didasarkan pada pemeriksaan MRI lumbosakral, kemudian menilai derajat infiltrasi lemak pada level terjadinya degeneratif dan herniasi. Selanjutnya dinilai korelasi antara degeneratif dan herniasi diskus dengan infiltrasi lemak muskulus multifidus lumbalis. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi sedang antara derajat degeneratif dengan derajat infiltrasi lemak muskulus multifidus (p<0.001, r= 0.565) dan korelasi sedangantara derajat herniasi dengan derajat infiltrasi lemak muskulus multifidus (p<0.001, r= 0.462).Disimpulkan bahwa degeneratif dan herniasi diskus berkorelasi dengan infiltrasi lemak muskulus multifidus lumbalis. Kata kunci : degeneratif diskus, herniasi, infiltrasi lemak muskulus multifidus lumbalis, MRI
KORELASI HIPERTROFI KONKA INFERIOR TERHADAP DERAJAT DEVIASI SEPTUM NASI MENGGUNAKAN MODALITAS CT SCAN PADA PASIEN DEVIASI SEPTUM NASI Said, Suryani; Baan, Junus; Muis, Mirna; Fadjar Perkasa, Muhammad; Zainuddin, Andi Alfian
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i01.P07

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Hubungan antara hipertrofi konka inferior dengan sudut deviasi septum nasi merupakan fenomena yang telah diketahui . Deviasi septum nasi menggambarkan septum nasi yang tidak lurus dan cacat. Masih sangat terbatasnya studi yang melihat adanya keterkaitan antara hipertrofi konka inferior dan derajat deviasi septum nasi pada pasien deviasi septum nasi. Tujuan: Menentukan hubungan antara hipertrofi konka inferior terhadap sudut deviasi septum nasi menggunakan modalitas CT scan. Metode: Penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional menggunakan data sekunder dengan menilai letak deviasi septum, derajat deviasi septum nasi, hipertrofi konka inferior berdasarkan offset lateral, lebar konka, lebar tulang dan lebar mukosa medial konka inferior menggunakan modalitas CT untuk melihat korelasi hipetrofi konka inferior terhadap derajat deviasi septum dan uji t-independet (nilai P < 0.05). Hasil: Didapatkan 45 sampe berdasarkan kriteria inklusi. Sampel termuda yaitu 18 tahun dan usia tertua adalah 83 tahun dengan jumlah perempuan 18 orang (40%) dan jumlah laki-laki 27 orang (60%). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara letak deviasi terhadap derajat deviasi septum nasi dengan nilai p 0.138 (p > 0,05) serta tidak ada hubungan yang signifikan antara hipertrofi konka inferior, baik pada pengukuran offset lateral, lebar konka inferior, lebar tulang konka inferior dan lebar mukosa medial pada anterior dan posterior terhadap sudut deviasi septum nasi (nilai p > 0,05). Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara letak deviasi terhadap derajat deviasi septum nasi serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hipertrofi konka inferior, baik pada pengukuran offset lateral, lebar konka inferior, lebar tulang konka inferior dan lebar mukosa medial pada anterior dan posterior terhadap sudut deviasi septum nasi. Kata Kunci : Hipertrofi Konka Inferior, Deviasi Septum Nasi, CT Scan
KORELASI NILAI ATENUASI EPICARDIAL ADIPOSE TISSUE (EAT) BERDASARKAN MSCT SCAN THORAKS DENGAN NILAI TROPONIN PADA PASIEN COVID-19 Burhanudin, Danang P; Asriyanti, Sri; Latief, Nikmatia; Zainuddin, Andi Alfian
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i11.P16

Abstract

Infeksi Coronavirus disease-19 (COVID-19) dilaporkan menimbulkan komplikasi kardiovaskuler. Epicardial adipose tissue (EAT) merupakan komponen dinding luar miokardium yang dapat diukur dengan CT scan thorax untuk menilai atenuasi begitupun dengan troponin I yang dapat mengalami peningkatan pada pasien dengan penyakit kardiovaskuler. Modalitas CT scan thorax tersebut dilaporkan dapat menjadi modalitas penunjang noninvasif untuk mengevaluasi keterlibatan kardiovaskuler pada pasien dengan COVID-19. Tujuan untuk mengetahui korelasi nilai atenuasi EAT pada MSCT thorax dengan nilai troponin pada pasien COVID-19. Penelitian dilakukan di Instalasi Radiologi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo pada periode waktu Juli 2021 hingga Desember 2021 dengan jumlah sampel 33 orang. Terdapat 25 pasien laki-laki (75%) dan 8 pasien perempuan (25%) dari rentang usia 32 hingga 77 tahun. Analisa data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan signifikan antara average atrioventricular sinistra (AVG AV sinistra) dan nilai troponin (p <0,032). Begitupun MIN Hounsfield Unit dengan nilai troponin (p<0,027) dimana peningkatan AVG AV sinistra dan MIN Hounsfield berbanding lurus dengan peningkatan nilai troponin. Kata Kunci: Epicardial Adipose Tissue; Nilai Troponin; COVID-19; Atenuasi
KORELASI PERUBAHAN ENDPLATE TIPE MODIC PADA MAGNETIC RESONANCE IMAGING LUMBOSAKRAL TERHADAP FACET JOINT OSTEOARTHRITIS BERDASARKAN PATHRIA GRADING Shinta, Pricilla; ILyas, Muhammad; Latief, Nikmatia; Zainuddin, Andi Alfian
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i06.P06

Abstract

Facet joint osteoarthritis terkait erat dengan kondisi penyakit degeneratif diskus yang berbeda, namun terkait secara fungsional yang memengaruhi struktur di aspek anterior kolumna vertebralis. Perubahan endplate tipe modic dideskripsikan sebagai perubahan dari intensitas sinyal dari endplate dan bone marrow dari korpus vertebra. Perubahan endp/ate tipe modic dan degenerasi facet joint sering terjadi bersamaan pada pasien dengan nyeri punggung bawah. Penelitian ini bertujuan mengetahui korelasi perubahan endplate tipe modic pada magnetic resenance imaging /umbosakral terhadap facet joint osteoarthritis berdasarkan Pathria grading. Penelitian ini dilaksanakan di Departemen Radiologi RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 198 sampel yang masuk kriteria inklusi. Penilaian perubahan endplate modic vertebra lumbosakral didasarkan pemeriksaan MRI lumbosakral. Kemudian, menilai derajat facet joint osteoarthritis dengan Pathria grading pada level yang sama dengan perubahan endpate modic. Selanjutnya, dilakukan perbandingan perubahan endplate modic vertebra lumbosakral dan derajat facet joint osteoarthritis dengan Pathria grading. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan antara perubahan endplate modic vert.ebra /umbosacral dan derajat facet joint osteoart.hritis dengan Pathria grading (p<0,001, koefisien korelasi 0,631). Sernakin meningkat perubahan endplate modic vert.ebra lumbosakral, semakin meningkat pula derajat facet joint osteoart.hritis dengan Pathria grading. Disimpulkan bahwa perubahan endplate modic vertebra lumbosakral terkait derajat facet joint osteoarthritis dengan Pathria grading sehingga apabila ditemukan perubahan endplate modic, kemungkinan terdapat juga facet joint osteoart.hritis. Kata kunci: endplate Modic, facet joint osteoart.hritis, MRI, Pathria grading
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PENDERITA KANKER NASOFARING YANG MENDAPAT KEMOTERAPI DENGAN RESPONSE EVALUATION CRITERIA IN SOLID TUMORS 1.1 (RECIST) DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR Siahaan, Surya Perdana; Muis, Mirna; Baan, Junus; Zainudin, Andi Alfian
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i07.P11

Abstract

Karsinoma nasofaring (KNF) adalah tumor yang berasal dari fossa rosenmuller pada nasofaring yang merupakan daerah transisional dimana epitel kuboid berubah menjadi epitel skuamosa serta merupakan tumor terbanyak di ASIA dan terutama negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan karakteristik penderita karsinoma nasofaring terhadap respon kemoterapi dengan menggunakan klasifikasi Response Evaluation Criteria In Solid Tumor 1.1 (RECIST) di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 115 sampel yang masuk kriteria inklusi. Penilaian respon tumor didasarkan pemeriksaan CT Scan Nasofaring saat awal didiagnosa KNF dan setelah dilakukan kemoterapi 6 siklus, kemudian dinilai usia,ukuran massa tumor, kelenjar getah bening regional, dan stadium tumor pada lesi target yang didapatkan terhadap RECIST 1.1. Hasil penelitian ini menunjukkan usia, ukuran massa tumor, kelenjar getah bening regional , dan stadium tumor memiliki hubungan yang searah dengan RECIST 1.1 dimana semakin tua usia penderita, semakin banyak perluasan kelenjar getah bening regional, dan semakin tinggi kategori stadium tumor penderita karsinoma nasofaring maka hasil penilaian RECIST 1.1 cenderung semakin memburuk (Usia terhadap RECIST 1.1: Koefisien korelasi 0.277, P value 0.003; Ukuran massa tumor terhadap RECIST 1.1: Koefisien korelasi :0.625, P value : 0.001; Kelenjar Getah Bening Regional terhadap RECIST 1.1: Koefisien korelasi : 0.361, P value 0.001; Stadium tumor terhadap RECIST 1.1: Koefisien korelasi : 0.418, P value : 0.001) Kata kunci : RECIST 1.1, Usia, Ukuran Massa Tumor, Kelenjar Getah Bening Regional, Stadium Tumor, Histopatologi, CT-Scan
KORELASI NEUTROPHIL TO LYMPHOCYTE RATIO DAN VOLUME PERDARAHAN MENGGUNAKAN COMPUTED TOMOGRAPHY (CT SCAN) KEPALA PADA PASIEN STROKE INTRACEREBRAL HEMORRHAGE AKUT Tiorisman, Nola; Baan, Junus; Asriyani, Sri; Zainuddin, Andi Alfian
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i07.P14

Abstract

Pendahuluan : Stroke merupakan keadaan darurat neurologis yang serius dan dapat menyebabkan kematian. Stroke merupakan tanda-tanda klinis gangguan fungsi otak fokal (atau global dalam kasus koma) yang berkembang cepat, yang berlangsung lebih dari 24 jam dan disebabkan oleh vascular. Intracerebral Hemorrhage (ICH) merupakan jenis stroke perdarahan yang terjadi pada parenkim otak. Metode: Desain Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien perdarahan otak akut untuk menilai korelasi antara kadar Neutrophil to Lymphocyte Ratio (NLR) dan volume perdarahan pada CT scan kepala pasien Intracerebral Hemorrhage (ICH). Stroke adalah penyebab kematian nomor dua di dunia, yang mempengaruhi sekitar 13,7 juta orang dengan mortalitas sekitar 5,5 juta setiap tahun. Sekitar 87% merupakan stroke infark, dan prevalensi terus meningkat secara substansial. Hasil: Penelitian ini terdiri dari 63 subjek menemukan bahwa 69,1% dari pasien stroke hemoragik adalah berusia 46-59 tahun, sedangkan 30,9% berusia 15-45 tahun. pada pasien dengan trauma kepala dengan nilai OR 1,309 (IK95% = 1,254-1,367). Bukti menunjukkan bahwa neutrofil meningkat secara dramatis dalam darah tepi selama 48 jam awal setelah terjadi perdarahan intracranial. Simpulan: Terdapat korelasi yang signifikan antara neutrophil to lymphocyte ratio (NLR) dengan volume perdarahan pasien ICH.Semakin rendah NLR maka semakin sedikit volume perdarahan yang ditemukan pada pasien ICH.Terdapat perbedaan yang signifikan antara rerata NLR pada kelompok ICH dengan kelompok non-ICH Kata Kunci: neutrophil to lymphocyte ratio., Intracerebral Hemorrhage., CT scan., Stroke
PERBANDINGAN AKURASI DIAGNOSTIK RADIOGRAFI PRONE CROSSTABLE LATERAL VIEW DENGAN ULTRASONOGRAFI TRANSPERINEAL DALAM MENENTUKAN LETAK MALFORMASI ANOREKTAL Fadhil, Muhammad; Murtala, Bachtiar; Rauf, Rafikah; Zainuddin, Andi Alfian
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i06.P02

Abstract

Malformasi anorektal (MAR) merupakan spektrum luas dari kelainan pembentukan anus dan rektum mulai dari stenosis hingga agenesis anorektal. Adapun prevalensi MAR di seluruh dunia 1 per 5000 kelahiran hidup walaupun pada beberapa wilayah tertentu ditemui lebih banyak. Pendekatan radiografi dan ultrasonografi dalam menentukan letak malformasi anorectal sangat berguna dalam membantu menentukan Tindakan operasi baik melalui limited PSARP ataupun dengan colostomy. Penelitian ini bertujuan menentukan perbandingan akurasi diagnostic radiografi prone cross table lateral view dengan ultrasonografi dalam menentukan letak malformasi anorectal. Sample penelitian adalah semua pasien yang didiagnosa malformasi anorectal di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo dan Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar dari bulan Desember 2022 hingga Agustus 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 35 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Uji statistik menggunakan ROC curve dan AUC untuk menentukan cutoff dari MAR serta dilakukan perhitungan sensitivitas, spesifitas, NPV, dan PPV. Pada penelitian ini untuk radiografi didapatkan nilai sensitivitas 100%, spesifisitas 85.7 %, nilai prediksi positif (PPV) 97%, Nilai Prediksi negatif (NPV) 100% dan akurasi 96%. Pada penelitian ini untuk ultrasonografi didapatkan nilai sensitivitas 100%, spesifisitas 85.7 %, nilai prediksi positif (PPV) 97%, Nilai Prediksi negatif (NPV) 100% dan akurasi 96%. Disimpulkan bahwa Akurasi diagnostik radiografi prone cross-table lateral view sebanding dengan ultrasonografi transperineal dalam menentukan letak malformasi anorectal. Kata Kunci : Malformasi anorektal, radiografi prone cross-table lateral view, ultrasonografi transperineal
CORRELATION OF DEGREE OF LUMBAR SPINAL CANAL STENOSIS BASED ON LEE CLASSIFICATION AND SCHIZAS CLASSIFICATION USING LUMBOSACRAL MRI TO OSWETRY DISABILITY INDEX (ODI) IN LOW BACK PAIN PATIENTS. Samban, Ida; Baan, Junus; Rauf, Rafikah; Zainuddin, Andi Alfian; Kaelan, Cahyono; Ilyas, Muhammad
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i06.P17

Abstract

The Lumbar spinal canal stenosis is one of the most common problems found representing the spine degenerative disease in the elderly population. Its prevalence is 5 out of 1000 people over the age of 50 years. The magnetic resonance imaging (MRI) examination is the gold standard in confirming the diagnosis of the lumbar spinal stenosis. The Oswetry Disability Index (ODI) is a questionnaire to assess the disability in the Low Back Pain (LBP) patients. The research aims at investigating the correlation between the degree of lumbar spinal canal stenosis based on Lee and Schizas's classification of ODI in LBP patients. This was the prospective research. The data were obtained through the PACS computer of Dr Wahidin Sudirohusodo Hospital Makassar and ODI questionnaire interview. The research results indicates that of 73 patients suffering from lumbar spinal canal stenosis, most of them are females comprising 41 people (56.2%). The most frequent age groups are 46-55 and 56-65 years old with 24 people (32.9%) in each group. The highest Body Mass Index (BMI) was Obesity I, 25 people (34.2%). The most commonly affected disc level is L4-L5 52 people (71.2%). The conclusion of the research is that there is the significant correlation between the degree of the lumbar spinal canal stenosis of Lee’s classification (p<0.001, r = 0.960) and Schizas’s classification (p<0.001, r = 0.948) with ODI. The higher the degree of lumbar spinal canal stenosis, the higher the patient's disability will be. Keywords:Low Back Pain (LBP), Lumbar spinal canal stenosis, Magnetic Resonance imaging (MRI), Schizas’s classification, Lee’s classification, Oswetry Disability Index (ODI)
NILAI DIAGNOSTIK CT SCAN ABDOMEN DAN MRCP DALAM PENENTUAN KAUSA OBSTRUKSI SALURAN BILIER Badjeber, Alvia Novita; Murtala, Bachtiar; Muis, Mirna; Alfian, Andi; Daud, Nu’man As
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i08.P04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai diagnostik CT Scan Abdomen dan MRCP dalam penentuan kausa obstruksi saluran bilier. Penelitian ini dilaksanakan di Departemen Radiologi RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 41 sampel yang masuk kriteria inklusi. Analisis dilakukan terhadap pemeriksaan CT scan abdomen dan MRCP pasien dengan obstruksi saluran bilier untuk menentukan penyebab dan lokasi obstruksi. Selanjutnya dilakukan perbandingan hasil dengan pemeriksaan dengan laporin operasi. Hasil penelitian menunjukkan MDCT scan abdomen memiliki sensitivitas 67% dengan spesifisitas 100% dalam mendiagnosa batu; sensitivitas 100% dan spesifisitas 77.5% dalam mendiagnosa striktur jinak; sensitivitas 88% dan spesifisitas 100% dalam mendiagnosa massa, sedangkan MRCP memiliki sensitivitas 83.3% dengan spesifisitas 100% dalam mendiagnosa batu; sensitivitas 100% dengan spesifisitas 86.8% dalam mendiagnosis striktur jinak, sensitivitas 88% dan spesifisitas 100% dalam mendiagnosis massa. Terdapat kesesuaian hasil diagnosa antara MDCT Scan abdomen dan MRCP dengan hasil operasi untuk penentuan kausa dan lokasi obstruksi saluran biliaris. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa MRCP memiliki nilai diagnostic accuracy, sensitivity, dan spesivisity yang lebih tinggi dibandingan CT scan abdomen dalam menentukan penyebab dan lokasi obstruksi saluran biliaris. Kata Kunci : MDCT scan abdomen, MRCP, obstruksi saluran bilier
PERBANDINGAN DWI-ADC VALUE MRI 3.0 TESLA BERDASARKAN TIPE HISTOPATOLOGI PADA PENDERITA KANKER SERVIKS UTERI PRETERAPI Memah, Maya Fane; Muis, Mirna; Zainuddinn, Andi Alfian; Bachtiar, Nur Amelia
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i11.P04

Abstract

Kanker serviks menjadi kanker terbanyak keempat pada wanita di seluruh dunia. Saat ini, Magnetic Resonance Imaging (MRI) sudah banyak digunakan untuk pemeriksaan kanker serviks. Salah satu sekuens modalitas MRI yang berperan dalam penilaian tumor adalah gambaran Diffusion Weighted Image (DWI) dan Apparent Diffusion Coefficient (ADC), yang dapat memberikan data yang meyakinkan untuk diagnosis kanker serviks dan pemilihan strategi terapi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbedaan DWI-ADC value MRI 3.0 Tesla berdasarkan tipe histopatologi kanker serviks uteri preterapi. Penelitian ini dilaksanakan di Departemen Radiologi RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dari Januari tahun 2021 sampai Desember tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian retrospektif dengan menggunakan seluruh data yang tersimpan pada workstation MRI. Analisis data statistik berupa analisis unvariat dan analisis bivariat dengan pengujian t independent dan analisis ROC. Sampel penelitian yang masuk kriteria inklusi sebanyak 31 sampel. Berdasarkan hasil uji t independent, terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik pada DWI-ADC value berdasarkan tipe histopatologi kanker serviks squamous cell carcinoma (SCC) dan adenocarcinoma (p < 0.001). Rerata DWI-ADC value pada tipe histopatologi kanker serviks adenocarcinoma lebih tinggi (1.104 ± 0.213 x 10-3 mm2/detik) dibandingkan dengan squamous cell carcinoma (0.669 ± 0.117 x 10-3 mm2/detik). Sebagai kesimpulan, terdapat perbedaan bermakna secara statistik pada DWI-ADC value berdasarkan tipe histopatologi kanker serviks. Nilai DWI-ADC pada tipe histopatologi adenocarcinoma lebih tinggi dibandingkan dengan SCC. Kata kunci : MRI; DWI ADC Value; kanker serviks uteri; SCC; Adenocarcinoma
Co-Authors . Ahmadwirawan . Prihantono . Sulmiati A. Kaisar Adiwijaya Putra A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Hakim Alkatiri Abdul Muis Abdul Qadar Punagi Achi Rasma Welaty Achmad Chusnu Romdhoni Achmad, Djumadi Afni Juhairia Laisouw Agusalim Bukhari Agustining Rahayu Ajardiana Ajardiana Akhtar Fajar Muzakkir Akhtar Fajar Muzakkir Ali Aspar Mappahya Ali Aspar Mappahya Alia Amalia Amalia Amalia Amin, Muzakkir AMIN, ROSMINI Amir, Muzakkir Amran, Muhammad Yunus Andi Asadul Islam Andi Heriadi Palloge Andi Husni Tanra Andi Khairul Anaam Andi Kurnia Bintang Andi Kurnia Bintang, Andi Kurnia Andi Miftah Khaerati Darmawan Annisa Anwar Mutaher Anshory Sahlan Arden, Ferdinand Ari Andini Junaedi Ari Santri Arif Santoso Arif, Asnita Asriyani, Sri Asriyani, Sri Asriyanti, Sri Audry Devisanty Wuysang Azis, Zainab Baan, Junus Bachtiar Murtala Bachtiar Murtala Bachtiar Murtala Bachtiar Murtala Bachtiar Murtala Bachtiar Murtala Bachtiar, Nur Amelia Badjeber, Alvia Novita Bahar, Ashari Bambang Widyantoro Basri, Muhammad Iqbal Berty. J Nelwan Blow, David Budu Budu Bukhari, Agussalim Burhanudin, Danang P Cahyono Kaelan Cahyono Kaelan Cahyono Kaelan Cahyono Kaelan, Cahyono Cangara, Husni Cangara, M. Husni Daniel PL Tobing Daud, Nu’man As David Gunawan Umbas David Gunawan Umbas Dian Zamroni Dianawaty Amiruddin Dina Fatiyah Bakri Djafar, Zaenab Djaharuddin, Irawati Djaharuddin, Irawaty Dwi Yuda Herdanto Eddy Hartono Eddyman W Ferial Eka Sunarwidhi Prasedya Elsa Ana Purika Emilya Jufianti Erlyn Limoa Erman Muliawan Fadjar Perkasa, Muhammad Faisal Muchtar Farid Nurmantu Faridin Faridin Faridin, Faridin Fathlina, F. Ferawati Dakio Firdaus Hamid Gaffar, Masyita Gatot. S. Lawrence Ghaznawie, Aussie Fitriani Goysal, Yudy Haizah Nurdin Halim, Wijoyo Hamsu Kadriyan Harsali F. Lampus Harun Muchsin, Achmad Herman, Teddy Marzuki Herpan Syafii Harahap Himawan Sanusi Himawan Sanusi HP, Faridin Husaini Umar Husaini Umar Husnah, Kurniawati Husnul Mubarak Husnul Mubarak Idar Mappangara, Idar Idham Jaya Ganda, Idham Jaya Idris, Nurlaily Ika Yustisia Ilhamjaya Patellongi Ilhamjaya, Andi Meutiah Ilsa Hunaifi Indra, Ryan Irawati Djaharuddin Irawaty Djaharuddin Irmalita Irmalita Irsyadat, Andi Muhammad Isman Firdaus Isra&#039; Wahid J Nelwan, Berti Jeanie Dewi Wangsa Jerny Dase Johan, Muhammad Phetrus Jumraini Tammasse Jumraini Tammasse Juniarsih, Juniarsih Junus A.B. Baan Juzar, Dafsah Arifa Kai, Rosita Kalatiku, Jane Magdalena Karya Triko Biakto Kasim, Hasyim Kasim, Muhammad Firdaus Kastiran, Andi Muhammad Akram Kiki Amelia Marlina Kurnia Bintang, Andi Kurniawati, Wensri sevni Latief, Nikmatia Latief, Nikmatia Liong Boy Kurniawan Liong Boy Kurniawan Liong Boy Kurniawan Liong Boy Kurniawan Lotisna, Mimi Louis Kwandou Madeng, A. Arsidin Mappa Mansyur Arif Mariana Sutopo Melda Warliani Melda Warliani Melda Warliani Memah, Maya Fane Meryana*, A. Kurnia Bintang**, Muh. Akbar**, Susi Aulina**, Yudy Goysal**, Arifin Limoa*** Meta Mahendradatta Mirna Muis Mirna Muis Mirna Muis Mirna Muis Miskad, Upik Mochammad Hatta Mochammad Hatta Mohammad Hatta Muh Anshar J Muh. Ilyas Muh. Nasrum Massi Muhammad Akbar Muhammad Akbar Muhammad Amsyar Akil Muhammad Fadhil Muhammad Fadjar Perkasa, Muhammad Fadjar Muhammad Ilyas Muhammad Ilyas Muhammad Ilyas Muhammad Ilyas Muis, Mirna Mustamir, Nasrullah Mustika Hutabarat Sari Muzakkir Amin Muzakkir Amir Muzakkir Muzakkir Muzakkir, Akhtar Fajar Nagusman Danil Nelly Ni Ketut Sungowati Nilla Mayasari Nita Mariana Nova Audrey Luetta Pieter Nur Aeni M.A. Fattah Nur Rakhmah Nurahmi Nurahmi Nurahmi Nurahmi Nuralam Sam Nurcholish Akbar Monayo Nurdin, Nurhaya Nurlaily Idris Nurlaily Idris Nu’man AS Daud Ogirahma Paulus Sugianto Peter Kabo Prihantono, Prihantono Rachmawarni Bachtiar, Rini Rafikah Rauf Rahmawati Minhajat1 Rasita, Yoeke Dewi Rauf, Rafikah Reinaldo Sunggiardi Ridwan Rina Masadah Riza Linda Rizalinda Sjahril Rosita Kai RR. Ella Evrita Hestiandari Rumaisah Hasan RUNTUWENE, INNEKE MAGDALENA S. Zulfikar. G. Assegaf Said, Suryani Saidah Syamsuddin Samban, Ida Shanti Riskiyani Sharvianty Arifuddin Shinta, Pricilla Siahaan, Surya Perdana Silvia Suminto, Silvia Siska Suridanda Danny Sitti Rafiah Soma, Andang Suryana Sonny Teddy Lisal Sri Asriyani Sri Asriyani Sri Asriyani Sri Asriyani Sri Jayanti Sri Ramadany, Sri Sri Ramadhany Suardi AL Susi Aulina Susi Aulina Syahrul Rauf Syakri Syahrir Syamsul Hilal Salam Syarifuddin Wahid Sylvia Evelyn Aritonang Sylvia Evelyn Aritonang talawo, Vivi Yuniarti Tammasse, Jumraini Tanady, Kevin Julius Tarigan, Ngalasantaru Janstar Tawali, Suryani Tenri Esa Tenri Esa Teuku Fadlian Syah Theosobia Grace Orno Tiorisman, Nola Tommy R. Habar Uleng Bahrun Upik A. Miskad, Upik A. Veraferial Muchtar Wa Ode Sri Nikmatiyah Walenna, Nirwana Fitriani Wenda Anastasia Wensri sevni Kurniawati Wuysang, Audry Devisanty Yogi Andrew Taruk Padang Yose Waluyo Yudy Goysal Yuliawati Yuliawati Yundari, Yundari Yuyun Widaningsih Yuyun Widaningsih Yuyun Widyaningsih Zaifah Firayanti