Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH POC LIMBAH BUAH TOMAT DAN PUPUK KCL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA TANAH GAMBUT Tarigan, Monika Febriani; Zulfita, Dwi; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.70472

Abstract

Produksi lobak di Kalimantan Barat mengalami penurunan tiap tahunnya, hal ini dikarenakan luas panen lobak yang semakin berkurang sehingga mempengaruhi hasil yang ada. Tanah gambut yang digunakan sebagai media untuk budidaya lobak memiliki kendala yaitu rendahnya unsur hara dan memiliki pH masam, sehingga diperlukan upaya untuk memperbaiki kendala pada tanah gambut yaitu dengan pemberian POC limbah buah tomat dan pupuk KCl. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dari tanggal 22 Januari sampai 6 Maret 2023. Penelitian menggunakan metode RAL Faktorial, Faktor pertama POC limbah buah tomat (P) dengan 3 taraf perlakuan yaitu : p1 = 40 ml/l p2 = 60 ml/l p3 = 80 ml/l Faktor kedua pupuk kalium (KCl) dengan 3 taraf perlakuan yaitu : k1 = 50 kg/ha setara dengan 0,2 g/tanaman k2 = 150 kg/ha setara dengan 0,6 g/tanaman k3 = 250 kg/ha setara dengan 1 g/tanaman. Variabel penelitian yaitu berat kering, jumlah daun, berat segar atas tanaman, berat segar umbi, panjang umbi, dan diameter umbi. Hasil penelitian menunjukkan interaksi pengaruh POC limbah buah tomat dan KCl berpengaruh nyata terhadap berat segar atas tanaman, pemberian POC berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, berat kering tanaman dan berat segar atas tanaman, sedangkan pemberian KCl berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun, berat kering tanaman, berat segar atas tanaman, berat segar umbi, panjang umbi dan diameter umbi. Dosis POC limbah buah tomat 80 ml/l dan KCl 50 kg/ha merupakan dosis yang efektif untuk pertumbuhan lobak pada tanah gambut, dosis tersebut nyata meningkatkan rerata berat segar atas tanaman yaitu 96,67 g per tanaman.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN GAMBAS AKIBAT PEMBERIAN PUPUK KANDANG BEBEK PADA TANAH GAMBUT Lamita, Dinni; Hadijah, Siti; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70254

Abstract

Tanaman Gambas (Luffa acutangula L.) merupakan tanaman sayuran merambat dengan alat pemegang berbentuk pilin, batang panjang dan kuat, dapat mencapai puluhan meter. Daerah asal gambas dari india, tanaman ini telah beradaptasi lama di daerah Asia Tenggara termaksuk Indonesia. Buah berkasiat untuk membersihkan darah, selain berguna untuk obat, kulit buah yang telah kering baik sekali untuk penggosok tempat cucian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk budidayakan tanaman gambas adalah dengan cara memberikan pupuk kandang bebek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman gambas ditanah gambut. Penelitian ini dilakukan didalam polybag dengan menggunakan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan pupuk kandang bebek dengan 5 ulangan. Setiap satuan unit percobaan terdiri dari 3 sampel tanaman, sehingga total keseluruhan diperoleh 75 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah b1 = 10 ton/ha pupuk kotoran bebek setara dengan 160 g / polybag b2 = 15 ton/ha pupuk kotoran bebek setara dengan 240 g / polybag b3 = 20 ton/ha pupuk kotoran bebek setara dengan 320 g / polybag b4= 25 ton/ha pupuk kotoran bebek setara dengan 400 g / polybag b5= 30 ton/ha pupuk kotoran bebek setara dengan 480 g / polybag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar (cm ³), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g),berat buah perbuah (g), panjang buah (cm), diameter buah (cm). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian pupuk kandang bebek dosis 10 ton/ha setara dengan 160 g/polybag dapat pertumbuhan dan hasil gamas pada tanah Gambut.  Kata Kunci : Gambas, Tanah Gambut, Pupuk kandang Bebek
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA TANAH ALUVIAL Silalahi, Ferdinand Krismanto; Zulfita, Dwi; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.73820

Abstract

Peningkatan produksi sawi putih di Kalimantan Barat dapat dilakukan melalui penggunaan tanah aluvial. Permasalahan utama yang dihadapi petani dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah aluvial yaitu rendahnya ketersediaan unsur hara bagi tanaman yang diakibatkan keasaman tanah, serta sistem budidaya tanaman yang terus menerus menggunakan pupuk anorganik. Upaya untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik yaitu dengan penggunaan Pupuk Organik Cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi pupuk organik cair yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah aluvial. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat dan berlangsung pada bulan April 2023 "“ Mei 2023. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dan 5 ulangan yang masing - masing perlakuan terdapat 3 sampel tanaman, sehingga jumlah sampel perlakuan keseluruhan sebanyak 75 sampel tanaman/polybag. Perlakuan terdiri dari : a1 = konsentrasi pupuk 6 ml/l, a2 = konsentrasi pupuk 8 ml/l, a3 = konsentrasi pupuk 10 ml/l, a4 = konsentrasi pupuk 12 ml/l dan a5 = konsentrasi pupuk 14 ml/l. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ditemukan konsentrasi terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi, maka diperoleh konsentrasi POC yang paling efektif dalam penelitian ini adalah dengan konsentrasi POC 10 ml/l.
Pengaruh Tepung Cangkang Kerang Hijau dan Pupuk KNO3 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Edamame pada Tanah Gambut Amanda, Tasya; Listiawati, Agustina; Zulfita, Dwi
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v15i2.91395

Abstract

The Impact of Green Mussel Shell Powder and KNO3 Fertilizer On the Growth and Yield of Edamame Soybean In Peat Soil. In Indonesia, edamame soybeans are a healthy and nutritious food choice, utilized as a new business opportunity in the soy-based food and beverage industry. Peat soil, as a planting medium, faces low pH levels, limiting nutrient availability. Green mussel shell flour can serve as an alternative material to neutralize soil acidity in peat soil because it contains calcium carbonate, which neutralizes peat soil acidity. This study aims to determine the best interaction dose of green mussel shell flour and KNO₃ fertilizer on the growth and yield of edamame plants in peat soil. The research was conducted in Southeast Pontianak District, Pontianak City, West Kalimantan. This research took place from August 2024 to November 2024. The design used in this study was a Factorial Completely Randomized Design (RAL) consisting of 2 treatments. The first factor was green mussel shell flour (K), consisting of 3 treatment levels: 0.84 tons/ha, 1.64 tons/ha, and 2.44 tons/ha, while the second factor was KNO₃ fertilizer (P), consisting of 3 treatment levels: 300 kg/ha, 450 kg/ha, and 600 kg/ha. Each treatment was repeated 3 times. The variables observed in this study included: plant height, root volume, plant dry weight, number of productive branches, number of pods per plant, pod weight per plant, number of empty pods per plant, and number of filled pods per plant. The results showed an interaction between the application of green mussel shell flour and KNO₃ fertilizer on the root volume and dry weight of edamame soybeans in peat soil. The application of green mussel shell flour at a dose of 0.84 tons/ha and KNO₃ fertilizer at a dose of 300 kg/ha, as well as the application of green mussel shell flour at a dose of 2.44 tons/ha and KNO₃ fertilizer at a dose of 300 kg/ha, showed an efficient dose on root volume, which was 21.33 cm3, and plant dry weight, which was 26.71 g/plant.adalah Rancangan Acak Lengkap Fakrorial (RAL) yang terdiri dari 2 perlakuan. Faktor pertama yaitu tepung cangkang kerang hijau (K) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 0,84 ton/ha, 1,64 ton/ha, dan 2,44 ton/ha, sedangkan faktor kedua yaitu pupuk KNO₃ (P) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 300 kg/ha, 450 kg/ha, dan 600 kg/ha. Masing masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sample, sehinga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Variable yang diamati dalam penelitian ini meliputi: tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong pertanaman, berat polong pertanaman, jumlah polong hampa pertanamna, dan jumlah polong isi pertanaman.  Hasil penelitian menujukan bahwa Terjadi interaksi antar pemberian tepung cangkang kerang hijau dan pupuk KNO3 terhadap volume akar dan berat kering tanaman kedelai edamame pada tanah gambut. Pemberian tepung cangkang kerang hijau dengan dosis 0,84 ton/ha dan pupuk KNO3 dengan dosis 300 kg/ha serta pemberian tepung cangkang kerang hijau dengan dosis 2,44 ton/ha dan pupuk KNO3 dengan dosis 300 kg/ha menunjukkan dosis efisien terhadap terhadap volume akar yaitu 21,33 cm3 dan berat kering tanaman yaitu 26,71 g/tanaman.
Pengaruh Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk KCl terhadap Pertumbuhan dan hasil Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) pada Tanah Aluvial Wahyuni, Anis; Zulfita, Dwi; Simamora, Cico Jhon Karunia
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 4 (2025): In Press December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i4.98751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara pupuk kandang kambing dan pupuk KCl yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil rosella pada tanah aluvial. Perlakuan penelitian ini merupakan dirancang dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Perlakuan terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah dosis pupuk kandang kambing (P) terdiri dari P1: pupuk kandang kambing 15 ton/ha, P2: pupuk kandang kambing 20 ton/ha, P3: pupuk kandang kambing 25 ton/ha, sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk KCl (K) terdiri dari K1: pupuk KCl 100 kg/ha, K2: pupuk KCl 150 kg/ha, K3: pupuk KCl 200 kg/ha. Variabel yang amati meliputi Tinggi tanaman (cm), Diameter batang (cm), Jumlah cabang, Umur berhunga (HST), Berat kering tanaman (g), Volume akar (cm ³), Jumlah bunga pertanaman, berat bunga segar per tanaman (g), Berat bunga kering (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ditemukan dosis interaksi antara pupuk kandang kambing dan pupuk KCl yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil rosella pada tanah aluvial tetapi interaksi pupuk kandang kambing dosis 25 ton/ha setara dengan 125 g/tanaman dan pupuk KCl dosis 100 kg/ha sudah dapat mengingkatkan pertumbuhan tanaman rosella pada tanah aluvial. Sedangkan interaksi antara pupuk kandang kambing dosis 15 ton/ha setara dengan 75 g/tanaman dan pupuk KCl dosis 100kg/ha setara dengan 25 g/tanaman sudah dapat meningkatkan hasil rosella pada tanah alluvial
Pengaruh Fiber Kelapa Sawit dan Pupuk KNO3 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Labu Madu pada Tanah Podsolik Merah Kuning Lala, Maria Elisabet; Syahputra, Edy; Zulfita, Dwi
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 4 (2025): In Press December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i4.98869

Abstract

Labu madu (Cucurbita moschata L.) merupakan tanaman hortikultura yang kaya akan nutrisi. Pertumbuhan dan hasil labu madu dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah media tumbuh tanaman. Penggunaan tanah PMK sebagai media tanam memiliki kendala, diantaranya yaitu sifat fisik dan kimia tanah. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan pemberian Fiber Kelapa Sawit dan Pupuk KNO3. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendapatkan interaksi dari dosis fiber kelapa sawit dan KNO3 yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman labu madu pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu Fiber Kelapa Sawit dan Pupuk KNO3 masing-masing dengan 3 taraf perlakuan yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan, sehingga total keseluruhan ada 108 sampel tanaman. Adapun perlakuan yang dimaksud yaitu: faktor pertama yaitu Fiber Kelapa Sawit (F) terdiri dari 3 taraf perlakuan, f1 (10 ton/ha setara 468 g/polybag), f2 (20 ton/ha setara 937 g/polybag), f3 (30 ton/ha setara 1.406 g/polybag). Faktor kedua yaitu KNO3 (K), k1 (150 kg/ha setara 7 g/tanaman), k2 (250 kg/ha setara dengan 12 g/tanaman) dan k3 (350 kg/ha setara dengan 16 g/tanaman). Variabel pengamatan yang diamati adalah volume akar, luas daun, berat kering tanaman, panjang buah, diameter buah, dan berat buat per tanaman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi fiber kelapa sawit dosis 10 ton/ha setara 468 g/polybag dan pupuk KNO3 dosis 150 kg/ha setara 7 g/tanaman sudah dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil labu madu pada tanah Podsolik Merah Kuning.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jahe Merah Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Puyuh dan N, P, K Pada Tanah Gambut Simarmata, Haris Ganda Saputra; Darussalam, Darussalam; Zulfita, Dwi
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 4 (2025): In Press December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i4.100109

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara pupuk kandang burung puyuh dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe merah pada tanah gambut dan Mendapatkan interaksi antara pupuk kandang burung puyuh dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan tanaman jahe merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 01 Mei sampai 31 Agustus 2024 pada lokasi yang terletak di jl. Parit haji mukhsin 2 Kubu Raya, Kalimantan Barat. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap(RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk kandang puyuh (p) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, sedangkan faktor kedua yaitu pupuk anorganik (n) juga terdiri dari 3 taraf perlakuan. Masing masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah adalah, p1(10 ton/ha setara dengan 50 g/polybag), p2(20 ton/ha setara dengan 100 g/polybag), p3(30 ton/ha setara dengan 150 g/polybag) dan n1(Urea 40 kg/ha, SP-36 35 kg/ha, KCl 37,5 kg/ha setara dengan Urea 0,64 g, SP-36 0,56 g, KCl 0,6 g/tanaman), n2(Urea 80 kg/ha, SP-36 70 kg/ha, KCl 75 kg/ha setara dengan Urea 1,28 g, SP-36 1,12 g, KCl 1,2 g/tanaman), n3(Urea 160 kg/ha, SP-36 140 kg/ha, KCl 150 kg/ha setara dengan Urea 2,56 g, SP-36 2,24 g, KCl 2,4 g/tanaman). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pada interaksi pupuk kandang burung puyuh dosis 30 ton/ha dan pupuk 160 urea, 140 SP-36, 150 kg/ha KCl dapat meningkatkan hasil jahe merah yang terbaik pada tanah Gambut.
Pengaruh Bokasi Limbah Lidah Buaya dan Pupuk KNO3 terhadap Pertumbuhan dan Hasil Terung pada Tanah Podsolik Merah Kuning Lestari, Lestari; Anggorowati, Dini; Zulfita, Dwi
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 4 (2025): In Press December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i4.98824

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) adalah tanaman hortikultura dari famili Solanaceae yang memiliki kandungan gizi cukup tinggi yaitu setiap 100 g bahan mentah terung mengandung 26 kalori, 1 g protein, 0,2 g hidrat arang, 25 IU vitamin A, 0,04 G vitamin B dan 5 g vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi bokasi pelepah lidah buaya dan pupuk KNO3 yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Sepakat II ujung depan Asrama Bengkayang Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 8 Maret 2025 - 21 Juni 2025. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah bokasi pelepah lidah buaya (b) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b1=10 ton/ha setara dengan 50 g/tanaman, b2= 20 ton/ha setara dengan 100 g/tanaman, b3= 30 ton/ha setara dengan 150 g/tanaman dan faktor kedua adalah pupuk KNO3 (k) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu k1= 150 kg/ha setara dengan 6 g/tanaman, k2= 200 kg/ha setara dengan 8 g/tanaman, k3= 250 kg/ha setara dengan 10 g/tanaman . Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis bokasi limbah lidah buaya 10 ton/ha dan pupuk KNO3 150 kg/ha merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil terung pada tanah PMK.
Co-Authors 'Azizah, Nur Wafiq * SELUS ., Astina A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmadi Achmadi Ade Elbani Ade Mirza Aditya Aditya Adrianus Kamaledho Dume Afrizal - Agus Hariyanti Agus Hariyanti Agus Hariyanti Agustina Listiawati Ahmad Mulyadi Ahmad Mulyadi Surojul Ainurrahman, Yadi Aktris Nuryanti, Aktris ALAN NUARI Alhadiansyah Amanda, Tasya Andi Ihwan Ari Firmansyah, Ari ari krisnohadi Arien, Arien Asep Nursangaji Ashari, Asri Mulya ASNAWATI ASNAWATI Asnawati Asnawati Aswandi - Basuni, Basuni Bistari Boby, Faskalis Damayanti, Fena Ruthmayda Ernita Darussalam Darussalam, Darussalam Dini Anggorowati Dini Anggorowati Diputra, Juhar dupa bandem, putu Dwi Raharjo Eddy Santoso Eddy Santoso Edy Suasono Edy Syahputra Eko Ariyanto Elly Mustamir Elly Suharlina Erni Djun Astuti Eva Dolorosa Evi Gusmayanti Fadjar Rianto Fauziah, Firdanti Feby, Febrina Fernando Etes Fitri Imansyah Fitri, Kurnilah Ary FRANSISKA, EVA Ghazali, Fardhoni Hadary, Ferry Hamdani - Hariyanti, Agus Henny Sulistyowati Herry Sujaini Hidayat Hidayat Hiromitsu, Kuno HUTAHAEAN, YOGI Imam Ghozali Indri Hendarti Ismawartati - Iwan Sasli Jefri Jefri Jiran Jiran, Jiran Juanda Juanda Karem, Christian Raymondo Kartika, Anna Silviyana Kristin, Valenti Kusumapradja, Rokiah Lala, Maria Elisabet Lamita, Dinni Layo, Aldi Pernando Lestari Lestari Lusia Neni Magdalena Magdalena Maharani, Rizka Aulia Marbun, Tiurida Marudur, Reni Masmanira nira Maswadi - Maulidi - Maulidi lidi Maulidi Maulidi MAULINDA, SEPTI Mbaku, Wilhelmina Wiku Meiran Panggabean meko, albertus Memet Agustiar Mochammad Meddy Danial Muanuddin - Muhammad Pramulya, Muhammad Muhammad Yusuf Muhsin Muhsin Mulyadi Safwan Naufah, Naufah Nazara, Jefirstino Ningsih, Kurnia Normansyah, Hadi Ikhlas Novensius, Edoardus Nurhayati Nurhayati Nurjani Nurjayanti - Nurmainah - Nurmainah Nurmainah Nurmainah Nurmainah Nurul Asmita NYANGKO, ALDIANUS Pangaribuan, Franky Patriani Patriani Pramulya , Muhammad PRANATA, YUDA Prayonas, Walan Priyo Saptomo Purwaningsih - Purwaningsih - Putri, Ekas July Putri, Muslimah Duwi Putu Dupa Bandem Putu Dupa Bandem Rachmawati Ragiman, Ragiman Rahmidiani, Rahmidiani Rahmidiyani - Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Ratna Herawatiningsih Riduansyah - Rikardo Halomoan Sihotang rini hazriani Rini Susana Rita Kurnia Apindiati Rommy Patra Ryan Mustakim Safara Safara, Safara Sagita, Tiara Putri Sahat Irawan Manik sandra, edi Saputri, Gita Saputri, Helmi Setia Budi Setia Budi Setia Budi Shenny Oktoriana Sholva, Yus Silalahi, Ferdinand Krismanto Silvia Uslianti Simamora, Cico Jhon Karunia Simarmata, Haris Ganda Saputra Sinaga, Siska Rauni Siti Hadijah Siti Hadijah Siti Halidjah Sopiansyah Sopiansyah, Sopiansyah SRI RAHAYU Sri Rahayu Stepanus Sahala Sitompul Sukardi, Viktor Sularto - Surachman - Surachman . Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Sy. Hasyim Azizurrahman Syahbani, La Muhammad Imam Syaifurrahman Syaifurrahman Syamswisna , syarief ferry alkadrie Tantri Palupi Tarigan, Monika Febriani Tatang Abdurrahman, Tatang Taufiqulhakim, Muhammad Alvin Uti Asikin Valentino, Fernando Veronika Gita Waroki Vivi Bachtiar Wahyu Muhammad Wahyuni, Anis Wanti Fitrianti Wardiah, Ahla Warganda Warganda wasian wasian, wasian Wendy Windhu Putra Witarsa - Wulandari, Tutut Dwi Yohanes Gatot Sutapa Yos Anas Riadi Yuliansyah Yuliansyah Yuline - Yulis Jamiah Yusrizal, Herri Zubaidah R