Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pupuk Kandang Burung Puyuh Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Ubi Jalar Aksesi ARF-14 pada Tanah Podsolik Merah Kuning Harahap, Rifiya Daffa Syafiyah; Zulfita, Dwi; Pramulya, Muhammad
Jurnal Lahan Pertanian Tropis (JLPT) Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56722/jlpt.v4i2.35744

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) adalah tanaman palawija yang berperan penting sebagai komoditas pangan vital di Indonesia, berkontribusi secara strategis terhadap ketahanan pangan nasional. Penelitian ini menggunakan 60 stek ubi jalar dari aksesi ARF-14, tanah Podsolik Kuning Merah (PMK), kotoran puyuh, dan 60 polybag berukuran 50x50 cm. Bahan tambahan termasuk lem tikus, pestisida nabati yang berasal dari tembakau, pupuk NPK mutiara dengan komposisi 16-16-16, dan kapur dolomit dengan daya netralisasi 101,43%. Faktor-faktor yang diteliti dalam penelitian ini antara lain panjang sulur (cm), jumlah cabang, jumlah umbi per tanaman (buah), panjang umbi (cm), diameter umbi (cm), dan berat segar bagian udara tanaman (gram). Data penelitian dievaluasi dengan memanfaatkan hasil Uji Perbedaan Riil ANOVA, dilanjutkan dengan uji BNJ pada tingkat signifikansi 5% untuk memastikan perbedaan antar perlakuan tercapai. Hasil Uji Diferensial menunjukkan bahwa penerapan kotoran puyuh pada dosis yang berbeda secara signifikan mempengaruhi panjang sulur pada 2 MST dan 13 MST, berat segar tanaman atas, jumlah umbi per tanaman, berat umbi per tanaman, dan diameter umbi, sementara tidak memiliki efek signifikan pada jumlah cabang dan panjang umbi. Pemanfaatan kotoran puyuh berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan produktivitas ubi jalar di tanah Podsolik Merah Kuning. Hasilnya menunjukkan bahwa menambah dosis kotoran puyuh meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan aktivitas fisiologis tanaman, sehingga menyarankannya sebagai dosis ideal untuk meningkatkan hasil ubi jalar di lahan marjinal Kata Kunci : Pupuk Kandang, Burung Puyuh, Ubi Jalar, Aksesi arf-14, Podsolik Merah Kuning
PENGEMBANGAN BAWANG SABRANG (Eleutherin americana Merr) PADA MEDIA GAMBUT DENGAN PENGGUNAAN BIOFERTILIZER DAN PUPUK KALIUM Sinaga, Dewi Betharia; Zulfita, Dwi; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.103966

Abstract

Sabrang onion is an endemic plant of Central Kalimantan traditionally used by the Dayak people as a medicinal plant. However, its growth in peat soil is often suboptimal due to low availability of macronutrients such as P, K, Ca, and Mg, as well as micronutrients including Cu, Zn, Fe, and Mn. Improving nutrient availability can be achieved through the application of biofertilizer and potassium fertilizer. This study aimed to determine the best interaction between biofertilizer and K fertilizer doses on the growth and yield of sabrang onion grown in peat soil. The experiment used a factorial Completely Randomized Design with two factors: biofertilizer (2.5, 5, and 7.5 tons/ha, equivalent to 9, 18, and 27 g/plant) and KCl fertilizer (40, 60, and 80 kg/ha, equivalent to 0.16, 0.22, and 0.30 g/plant). Nine treatment combinations were replicated three times, resulting in 81 experimental plants. Observed variables included root volume, number of tillers per clump, plant height, number of leaves, number and weight of fresh tubers per clump. The results showed that biofertilizer at 2.5 tons/ha combined with KCl at 40 kg/ha produced the best growth and yield of sabrang onion in peat soil.
APLIKASI PUPUK KANDANG BURUNG PUYUH DAN KALIUM DALAM MENINGKATKAN HASIL BAWANG MERAH Sabtia, Desi; Susana, Rini; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.103818

Abstract

Tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) atau ultisol memiliki kendala utama berupa kejenuhan basa yang rendah serta kandungan hara dan bahan organik yang rendah sehingga berpengaruh terhadap produksi bawang merah. Upaya perbaikan sifat tanah PMK sebagai media budidaya bawang merah dapat dilakukan melalui pemberian pupuk kandang burung puyuh dan kalium. Pupuk kandang burung puyuh berperan dalam meningkatkan bahan organik dan aktivitas mikroorganisme tanah, sedangkan pupuk kalium berfungsi dalam menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis interaksi pupuk kandang burung puyuh dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura pada bulan Mei–Juni 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan, yaitu pupuk kandang burung puyuh (30, 40, dan 50 ton/ha) dan pupuk kalium (150, 200, dan 250 kg/ha), masing-masing diulang tiga kali. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata terhadap tinggi tanaman umur 2–4 MST, jumlah daun 4 MST, dan berat segar tanaman. Interaksi dosis pupuk kandang burung puyuh 50 ton/ha dan pupuk kalium 150 kg/ha memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah PMK
Pelatihan Tentang Cara Perbanyakan Anggrek Secara Vegetatif Melalui Setek dan Pemisahan Rumpun (Split) di Desa Tebang Kacang Kabupaten Kubu Raya Dwi Zulfita; Surachman Surachman; Dermawati Sitorus; Wahyu Setiyadi
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.23234

Abstract

Desa Tebang Kacang Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu desa yang keanekaragaman tanaman anggrek spesies yang cukup banyak hanya saja budidaya tanaman anggrek yang dilakuan di daerah tersebut masih merupakan tanaman selingan sebagai tanaman pekarangan setelah tanaman padi yang diusahakan oleh petan. Solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh ibu-ibu kelompok dasa wisma Mawar di desa Tembang Kacang adalah peningkatan pengetahuan dan ketrampilannya dengan sentuhan Iptek melalui cara perbanyakan tanaman anggrek secara vegetatif dengan metode pemisahan rumpun (Split) dan setek. Metode pelaksanaan program pelatihan ini meliputi orientasi, sosialisasi, diseminasi teknologi pelatihan dan pendampingan cara perbanyakan tanaman anggrek secara vegetatif dengan metode pemusahan rumpun (Split) dan dan setek. dan evaluasi kegiatan untuk mengetahui hambatan/kesulitan yang dihadapi selama kegiatan untuk kemudian mencarikan solusi dalam pemecahannya. Perbanyakan tanaman anggrek dengan teknik perbanyakan vegetatif melalui setek dan pemisahan rumpun (Spliit) merupakan pengetahuan baru bagi ibu-ibu kelompok Dasa Wisma Mawar dan masyarakat desa Tebang Kacang. Hasil menunjukkan bahwa secara keseluruhan peserta kegiatan suka dan sangat suka terhadap tanaman yang telah dilakukan perbanyakan dengan setek dan pemisahan rumpun (split)  yang dihasilkan.
PENGARUH CAMPURAN URINE DENGAN KOTORAN SAPI YANG TERFERMENTASI DAN PEMUPUKAN UREA, SP-36, KCL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PADA TANAH ALUVIAL -, Razanni; Zulfita, Dwi; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.1197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi campuran urine dengan kotoran sapi yang terfermentasi dan pemupukan Urea, SP-36, dan KCl serta interaksi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dari tanggal 18 April 2012 sampai tanggal 29 Juni 2012. Penelitian ini merupakan eksperimen lapangan menggunakan bentuk Faktorial Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari dua faktor yaitu pemberian campuran urine dan kotoran sapi yang terfermentasi dan pemberian pupuk Urea, SP-36, KCl masing-masing terdiri dari tiga ulangan dan tiga sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah : campuran urine dengan kotoran sapi yang terfermentasi (K) terdiri dari tiga taraf yaitu k1 = 25 ml/liter air, k2 = 50 ml/liter air, k3 = 75 ml/liter air. Pemupukan Urea, SP-36, KCl (P) terdiri dari 3 taraf yaitu : p1 = 1,42 g Urea, 1,90 g SP-36, 0,95 g KCl/ tanaman (25% dari dosis anjuran), p2= 2,85 g Urea, 3,80 g SP-36, 1,90 g KCl/ tanaman (50% dari dosis anjuran), dan p3= 4,31 g Urea, 5,70 g SP-36, 2,85 g KCl/ tanaman (75% dari dosis anjuran). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, berat kering, berat tongkol, diameter tongkol, panjang tongkol, kadar klorofil daun dan volume akar. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa campuran urine dengan kotoran sapi yang terfermentasi memberikan pengaruh yang terbaik terhadap tinggi tanaman 4 dan 5 MST. Pemupukan Urea, SP-36, KCl memberikan pengaruh yang terbaik terhadap tinggi tanaman 2, 3, 4 dan 5 MST, berat tongkol, diameter tongkol dan panjang tongkol. Interaksi antara campuran urine dengan kotoran sapi yang terfermentasi dan pemupukan Urea, SP-36, KCl memberikan pengaruh yang terbaik terhadap tinggi tanaman 2 dan 3 MST. Konsentrasi Campuran urine dengan kotoran sapi yang terfermentasi yang terbaik untuk diberikan pada tanaman jagung adalah 50 ml/liter air dan dosis pemupukan Urea, SP-36, KCl 75 % dosis anjuran. Kata Kunci : Urine, Kotoran Sapi, Fermentasi, Urea, SP-36, KCl, Pertumbuhan, Hasil, Jagung, Tanah Aluvial
PENGARUH DEKOMPOSER Trichoderma harzianum TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU PADA TANAH GAMBUT Wulandari, Daniar; Zulfita, Dwi; -, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.2391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dekomposer Trichoderma harzianum terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian selama 11 minggu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lapangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan dekomposer Trichoderma harzianum. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali, setiap ulangan terdiri dari tiga tanaman sampel. Dosis yang diberikan dalam taraf perlakuan (t) terdiri dari: t0 = tanpa pemberian dekomposer Trichoderma harzianum, t1 = penambahan 10 g dekomposer Trichoderma harzianum / Polibag, t2 = penambahan 20 g dekomposer Trichoderma harzianum / Polibag, t3= penambahan 30 g dekomposer Trichoderma harzianum / Polibag, t4= penambahan 40 g dekomposer Trichoderma harzianum / Polibag. Variabel yang diamati meliputi volume akar, luas daun, kadar klorofil daun, berat kering tanaman, berat segar tanaman, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian berbagai dosis dekomposer Trichoderma harzianum berpengaruh nyata terhadap volume akar, luas daun , berat segar tanaman, dan berat kering tanaman, dan berpengaruh tidak nyata terhadap kadar klorofil daun dan jumlah daun dengan rerata perlakuan terbaik yaitu pemberian dekomposer Trichoderma harzianum sebanyak 40 g/polibag. Kata Kunci : Trichoderma harzianum, Sawi, Gambut
PENGARUH FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DAN PEMUPUKAN N,P,K SPESIFIK LOKASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PADA TANAH GAMBUT -, Ashari; Safwan, Mulyadi; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.2403

Abstract

This study aims to determine the best dose of fertilizer N, P, K for the growth and yield of corn plant which inoculated and non-inoculated with Arbuscular Mycorrhiza Fungi (AMF). This research was conducted at the experimental farm of the Faculty of Agriculture Tanjungpura University, Pontianak and begining on November 2011 to March 2012. The experimental units were arranged in a Completely Random Design (CRD) factorial with 2 factor of treatment and 3 replications : (1). AMF inoculation (M) : m0 = with inoculation of AMF ;m1 = without inoculation of AMF and (2). site-specific fertilizer recommendations corn plants in peat soil at Sungai Raya district (P): p 0 = no fertilizer N, P, K, p1 = 25% of fertilizer N, P, K, p2 = 50% of fertilizer N, P, K, p3 = 75% of fertilizer N, P, K, p4 = 100% fertilizer N, P, K. Each combination treatment plant consists of 3 samples. The variables observed in this study is the chlorophyll content of leaves, plant dry weight, uptake of N, P, K, the percentage of infected roots, shelled dry weight per plant, number of seeds on row and cob diameter, and environmental monitoring. The result showed that addition AMF and fertilizer N, P, K influenced for root infection, uptake of P and K, plant height, leaf area, and plant dry weight. Keywords: AMF, NPK, Corn plant, Peat Soil
PENGARUH KOMPOS AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Marum, Jumelissa; Zulfita, Dwi; -, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.2427

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis terbaik kompos ampas tebu terhadap pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Penelitian dilaksanakan dikebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian dilaksanakan mulai dari tanggal 11 September 2012 sampai dengan tanggal 1 Desember 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuandan 5 ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 3 tanaman sampel jadi terdapat 75 polybag tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah pemberian kompos ampas tebu dengan dosis : k0 (tanpa pemberian kompos ampas tebu), k1(235,95 gram/polybag atau setara dengan 2,5 % bahan organik),k2(489,11 gram/polybag atau setara dengan 5 % bahan organik), k3(742,28 gram/polybag atau setara dengan 7,5 % bahan organik) dan k4 (995,44 gram/polybag atau setara dengan 10 % bahan organik). Variabel yang diamati adalah luas daun (cm2), klorofil daun (spad unit), berat kering tanaman (gram),berat segar tanaman (gram), berat segar umbi (gram), diameter umbi (cm), dan panjang umbi (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos ampas tebu pada tanah PMK memberikan pengaruh tidak nyata pada variabel klorofil daun, berat segar umbi, diameter umbi dan panjang umbi. Pemberian kompos ampas tebu dapat meningkatkan luas daun, berat kering tanaman dan berat segar tanaman. Pemberian kompos ampas tebu dengan dosis 235,95 g/polybag atau setara dengan 2,5 % bahan organik memberikan pertumbuhan dan hasil yang efektif tanaman lobak pada tanah Podsolik Merah Kuning. Kata kunci: Kompos, Ampas Tebu,Podsolik Merah Kuning ,Lobak
PENGARUH PUPUK KOTORAN BURUNG WALET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU PADA TANAH ALUVIAL Talino, Helsandy; Zulfita, Dwi; -, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2476

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis terbaik pupuk kotoran burung walet terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan dikebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian dilaksanakan mulai dari tanggal 04 Februari 2013 sampai dengan tanggal 28 April 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuandan 4 ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 3 tanaman sampel jadi terdapat 72 polybag tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah pemberian pupuk kotoran burung walet dengan dosis : W0 (tanpa pemberian pupuk kotoran burung walet), W1(33,10 gram/tanaman atau setara dengan 7 % bahan organik), W2(309 gram/tanaman atau setara dengan 10 % bahan organik), W3(565 gram/tanaman atau setara dengan 13 % bahan organik), W4 (832 gram/tanaman atau setara dengan 16 % bahan organik) dan W5 (1098 gram/tanaman atau setara dengan 19 % bahan organik). Variabel yang diamati adalah volume akar (cm3), klorofil daun (spad unit), berat kering tanaman (gram),Tinggi tanaman (cm), umur berbunga (hari), jumlah polong (polong), berat polong pertanaman (gram), berat biji kering pertanaman (gram), Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian pupuk kotoran burung walet pada tanah aluvial organik memberikan rerata tertinggi pada variabel Kehijauan Daun (51,68 Spad Unit), Berat Kering (14,51 g), Tinggi Tanaman minggu ke-2 dan ke-4 setelah tanam (14,51cm dan 16,67 cm ), Jumlah Polong Pertanaman (33,75 g), Berat Polong Pertanaman (54,00 g) dan Berat Biji Kering Pertanaman (21,00). Kata kunci: Pupuk, Kotoran Burung Walet, Aluvial, Kacang Hijau
PENGARUH KOMPOS KULIT BUAH KOPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PETSAI PADA TANAH ALLUVIAL RAMLI, RAMLI; ZULFITA, DWI; SAFWAN, MULYADI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.005 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.3349

Abstract

PENGARUH KOMPOS KULIT BUAH KOPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PETSAI PADA TANAH ALUVIAL Ramli (1), Dwi Zulfita (2), Mulyadi Safwan (2) (1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak Kulit buah kopi dapat diolah menjadi kompos atau pupuk organik sebagai pengganti pupuk kimia yang dapat menyediakan unsur hara bagi tanaman. Tanaman petsai merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan mengandung gizi yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian kompos kulit buah kopi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman petsai pada tanah alluvial. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor perlakuan yaitu factor pemberian kompos kulit buah kopi (K) yang terdiri dari 6 taraf yaitu k0 (tanpa pemberian kompos kulit buah kopi), k1 (27 g/polibag), k2 (368 g/polybag), k3 (709 g/polybag), k4 (1,050 g/polybag), k5 (1,391 g/polybag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun (helai), luas daun total (cm2), kehijauan daun (spad unit), volume akar (cm3), berat segar tanaman (g), berat kering tanaman (g), pengamatan suhu dan kelembaban di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kompos kulit buah kopi memberikan pertumbuhan dan hasil yang tidak berbeda terhadap tanaman petsai pada tanah alluvial. Dosis kompos kulit buah kopi yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil tanaman petsai pada tanah alluvial adalah 1,050 g/polybag. Kata kunci : Aluvial, Petsai, Kompos Kulit Buah Kopi
Co-Authors 'Azizah, Nur Wafiq ., Astina ., Meisan ., rafika A. Ulipiana S Angreni, A. Ulipiana S A.A. Ketut Agung Cahyawan W ABSAH, ABSAH Achmadi Achmadi Acinake, Acinake Ade Elbani Ade Mirza Aditya Aditya Adrianus Kamaledho Dume, Adrianus Kamaledho Afrizal - Agita, Rendi Agus Hariyanti Agus Hariyanti Agus Hariyanti agus ruliyansyah Agustina Listiawati Ahmad Mulyadi Ahmad Mulyadi Surojul Ainurrahman, Yadi Aktris Nuryanti, Aktris Alan Nuari, Alan Alhadiansyah Amanda, Tasya Ananda, Restia Diaz Anangga, Josti Andi Ihwan Apriansa, Sona Ari Firmansyah, Ari ari krisnohadi Arien, Arien Ariswandi, Bonifasius AS, FEBRIYANTI Asep Nursangaji ASHARI - Ashari, Asri Mulya Asmita, Nurul Asnawati Asnawati Aswandi - Aurelia, Tasha Neila Basuni, Basuni Bella, Apriana Bistari Boby, Faskalis Candra, Joko Chairani Siregar Damayanti, Fena Ruthmayda Ernita Daniar Wulandari Darussalam Darussalam, Darussalam Dermawati Sitorus Dini Anggorowati Diputra, Juhar dupa bandem, putu Dwi Raharjo Eddy Santoso Eddy Santoso Edy Suasono Edy Syahputra Eko Ariyanto Elegant, Yohana Febriani Elly Mustamir Elly Suharlina Erni Djun Astuti Eva Dolorosa Evi Gusmayanti Fadjar Rianto Fauziah, Firdanti Feby, Febrina Fernando Etes Ferry Hadary Fitri Imansyah Fitri, Kurnilah Ary Fransiano, Frediricus FRANSISKA, EVA Ghazali, Fardhoni gusman fauzi Hamdani - Harahap, Rifiya Daffa Syafiyah Hardiyanti Ningsih Hasibuan, Hardiyanti Ningsih Hariyanti, Agus hasibuan, pria nugraha Helsandy Talino Henny Sulistyowati Herry Sujaini Hidayat Hidayat Hiromitsu, Kuno HUTAHAEAN, YOGI Imam Ghozali Indri Hendarti Ismahan Umran Ismawartati - Itnu, Itnu Iwan Sasli Jani, Nurjani Janoldi, Florentinus Jefri Jefri Jimiando, Mantius Jiran Jiran, Jiran Juanda Julyanti, Dewi Nor Indah Jumelissa Marum Juwita, Ida Karem, Christian Raymondo Kartika, Anna Silviyana Kristin, Valenti Kristina Lusiana, Kristina KURNIATI, NURMI Kurniawan, Chandra Chandra Kusumapradja, Rokiah Lala, Maria Elisabet Lamita, Dinni Layo, Aldi Pernando Lestari Lestari LIANTI, LIANTI lidi, Maulidi Magdalena Magdalena Maharani, Rizka Aulia Marbun, Tiurida Maria Magdalena MARSELA, ASTERIA ANDRIANTI Marudur, Reni Maswadi - Maulidi - Maulidi Maulidi MAULINDA, SEPTI Mbaku, Wilhelmina Wiku Meiran Panggabean meko, albertus Melsy, Clara Francini Memet Agustiar Mochammad Meddy Danial Monica, Astri Muanuddin - Muhammad Pramulya, Muhammad Muhammad Yusuf Muhammad, Wahyu Muhsin Muhsin Muliandari, Nadya Mulyadi Safwan Muslimin, Uray Naufah, Naufah Nazara, Jefirstino Neni, Lusia Ningsih, Kurnia nira, Masmanira Noni Sari, Kristina Normansyah, Hadi Ikhlas Novensius, Edoardus Nurhayati Nurhayati Nurjani Nurjani, Nurjani Nurjani Nurjayanti - Nurmainah - Nurmainah Nurmainah Nurmainah Nurmainah NYANGKO, ALDIANUS Pangaribuan, Franky Parizal, Parizal Patriani Patriani, Patriani Pramulya , Muhammad PRANATA, YUDA Prayonas, Walan Priyo Saptomo Pujianto Pujianto Purwaningsih - Purwaningsih - Putri, Ekas July Putri, Muslimah Duwi Putri, Yuliani Lia Putriani, Eka Putu Dupa Bandem Putu Dupa Bandem QURSAIN, ZAILANI Rachmawati Ragiman, Ragiman Rahmanda, Rizki Ari Rahmidiani, Rahmidiani Rahmidiyani - Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Ramadhani, Rossy Suchitra Ramli Ramli Randi, Randi Ratna Herawatiningsih Razanni - Resi, Resi Riduansyah - Rikardo Halomoan Sihotang rini hazriani Rini Susana Rita Kurnia Apindiati Rommy Patra Rossy Emiliawati, Rossy Rue, Getrudal Ryan Mustakim Sabtia, Desi Sadin, Helgagio Billy Safara Safara, Safara Safriadi Safriansyah, Gusti Sagita, Tiara Putri Sahat Irawan Manik sandra, edi Santyago, Emanuel Wendi Saputri, Gita Saputri, Helmi SELUS, * Setia Budi Setia Budi Setia Budi Setiawan, Moh Ricky Nanda Pratama Shenny Oktoriana Shoba'ah, Rizky Sholva, Yus SIGALINGGING, SARJUN HENDRY Silalahi, Ferdinand Krismanto Simamora, Cico Jhon Karunia Simarmata, Haris Ganda Saputra Sinaga, Dewi Betharia Sinaga, Siska Rauni Siti Hadijah Siti Hadijah Siti Halidjah Sitorus, Dermawati Sopiansyah Sopiansyah, Sopiansyah Sri Rahayu SRI RAHAYU Stepanus Sahala Sitompul Sukardi, Viktor Sularto - Surachman - Surachman - Surachman . Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surya Ningsih Sy. Hasyim Azizurrahman Syafiuddin, Wasi'an Syahbani, La Muhammad Imam Syaifurrahman Syaifurrahman Syamswisna , syarief ferry alkadrie Tantri Palupi Tarigan, Monika Febriani Tatang Abdurrahman, Tatang Taufiqulhakim, Muhammad Alvin Titis Wijayanto Uslianti, Silvia Uswatun Hasanah Uti Asikin Valentino, Fernando Vega, Afrilliani Sania Vega, Afrilliania Sania Vivi Bachtiar Wahyu Setiyadi Wahyuni, Anis Wanti Fitrianti Wardiah, Ahla Warganda Warganda Waroki, Veronika Gita Wasian Syafiuddin, Wasian wasian wasian, wasian Watini, Watini Wendy Windhu Putra Wirda Wirda WIREN, WIREN Witarsa - Wulandari, Tutut Dwi Yanti, Yesi Yohanes Gatot Sutapa Yos Anas Riadi Yuliansyah Yuliansyah Yuline - Yulis Jamiah Yusrizal, Herri Zubaidah R