Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH TERHADAP PEMBERIAN ARANG SEKAM PADI DAN POC LIMBAH IKAN PADA TANAH ALUVIAL Kristin, Valenti; Zulfita, Dwi; Gusmayanti, Evi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.78488

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran rempah yang mempunyai arti penting bagi masyarakat, baik dilihat dari nilai ekonomisnya yang tinggi, maupun dari kandungan gizinya. Bawang merah banyak digunakan sebagai bahan baku industri dan bumbu dapur. Bawang adalah tanaman tertua dari silsilah tanaman yang dibudidayakan oleh manusia. Tujuan dari penelitian ini yaitu Menganalisi dosis interaksi antara arang sekam dan POC limbah ikan dan mendapatkan interaksi antara dosis arang sekam padi dan POC limbah ikan yang tepat dan efisiensi pada tanah aluvial sehingga memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman yang terbaik pada bawang merah. Penelitian dilaksanakan menggunakan media polybag yang berlokasi dikebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, dengan lama penelitian dimulai pada Agustus 2023 sampai November 2023. Rancangan ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) yang terdiri dari dua faktor. Faktor yang pertama yaitu arang sekam padi dengan 3 taraf perlakuan yaitu A1(20 ton/ha), A2(25 ton/ha), A3(30 ton/ha). Faktor kedua yaitu POC limbah ikan dengan 3 taraf perlakuan P1(200 ml/liter air), P2(250 ml/liter air), P3(300 ml/liter air). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan 3 sampel tiap ulangan. Variable pengamatan yang diamati dalam penelitian itu tinggi tanaman(cm), jumlah daun per rumpun(helai), jumlah anakan per rumpun(umbi), berat segar umbi per rumpun (g), berat kering angin umbi per rumpun(g). faktor penunjang yang diamati adalah pH tanah, suhu (Co), kelembaban udara (%), dan curah hujan (mm). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa pada penelitian ini tidak terjadi interaksi dari pemberian arang sekam padi 20(ton/ha) dan POC limbah ikan 200(ml/l) terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial dan tidak ditemukan interkasi yang terbaik pada tanah aluvial tetapi kombinasi antara arang sekam padi 25 ton/ha dan POC limbah ikan 250 ml/l sudah cukup baik untuk meningkatkan hasil bawang merah pada tanah aluvial.
KETERSEDIAAN HARA, SERAPAN HARA N, P, K DAN KARAKTER PERTUMBUHAN JAGUNG PADA TANAH SULFAT MASAM AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS BERBAHAN DASAR TKKS Ghazali, Fardhoni; Zulfita, Dwi; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.87618

Abstract

Tanaman jagung (Zea mays L.) merupakan sumber bahan pangan pokok utama setelah beras. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi kompos berbahan dasar tandan kosong kelapa sawit yang terbaik terhadap ketersediaan hara, serapan Hara N, P, K dan karakter pertumbuhan jagung pada tanah Sulfat Masam. Tanah yang digunakan adalah tanah sulfat masam. Penelitian dilaksanakan di Jl. Racana UNTAN, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan komposisi kompos Tandan Kosong Kelapa sawit (TKKS)   dan 7 ulangan. Masing-masing perlakuan terdapat 4 tanaman sampel. A = 100% TKKS + dekomposer jamur Penicilium dan jamur-jamur dari class Basidiomycetes + dedak 10%, B = 70 % TKKS + 30% Hijauan Daun Gamal + dekomposer jamur Penicilium dan jamur-jamur dari class Basidiomycetes + dedak 10% C = 70 % TKKS + 30 % Hijauan Daun dan batang Mimosa air + dekomposer jamur Penicilium dan jamur-jamur dari class Basidiomycetes + dedak 10%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketersediaan hara setelah inkubasi pada lahan penelitian termasuk kriteria sangat rendah sampai tinggi, serta Pemberian perlakuan kompos TKKS + dedak + daun gamal dapat meningkatkan serapan hara N, P, K dan pertumbuhan jagung pada tanah Sulfat Masam.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI DENGAN SISTEM HIDROPONIK Fauziah, Firdanti; Zulfita, Dwi; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i4.84539

Abstract

Hidroponik ialah salah satu metode produksi pertanian yang tidak melibatkan penggunaan tanah. Bahan tanam substrat yang dipakai dalam percobaan penulisan ini meliputi arang sekam padi, cocopeat, serbuk gergaji, dan pasir Malang. Keempat jenis substrat tersebut memiliki karakteristik yang berbeda dalam kaitannya dengan air. Sawi manis ialah salah satu jenis tanaman yang dapat ditanam dengan metode budidaya hidroponik. Tujuan dari penulisan ini ialah untuk mengkaji pengaruh berbagai media substrat dan konsentrasi campuran ab pada pertumbuhan dan hasil sawi hidroponik. Selain itu, penulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kombinasi media substrat dan konsentrasi campuran ab yang optimal sehingga dapat memaksimalkan pertumbuhan dan produksi sawi hidroponik. Penulisan ini dilakukan di Sepakat 2, Gang Racana Untan. Penulisan lapangan dimulai pada tanggal 1 Januari dan berakhir pada tanggal 24 Februari 2024. Penulisan ini memakai pendekatan (RAL) yang meliputi dua aspek, yaitu komposisi media substrat yang terdiri dari perbandingan persentase volume arang sekam padi, cocopeat, serbuk gergaji, dan pasir Malang, serta tingkat konsentrasi AB Mix. Terdiri dari 9 taraf perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, dan setiap perlakuan terdiri dari 3 sampel tanaman, sehingga diperoleh total 81 sampel tanaman. Variabel pengamatan ialah tinggi tanaman (diukur dalam sentimeter), total daun (dihitung sebagai helai), luas daun (diukur dalam sentimeter persegi), volume akar (diukur dalam sentimeter kubik), berat tanaman segar (diukur dalam gram), dan berat tanaman kering (juga diukur dalam gram). Hasil penulisan memperlihatkan jika ketika memakai media tanam yang terdiri dari 75% arang sekam padi dan 25% serbuk gergaji, bersama dengan konsentrasi AB Mix sebesar 500 ppm, penambahan AB Mix menghasilkan pertumbuhan dan produksi sawi hijau yang paling baik dalam sistem hidroponik.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH TERHADAP PEMBERIAN ARANG SEKAM PADI DAN PUPUK NPK PADA TANAH ALUVIAL Nazara, Jefirstino; Zulfita, Dwi; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.86528

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan tanaman rempah-rempah yang banyak digunakan sebagai bahan baku industri dan bumbu dapur. Produksi bawang merah di Kalimantan Barat yang menurun sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan jumlah produksinya. Cara yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan luas lahan produksi bawang merah dengan memanfaatkan wilayah tanah aluvial sebagai lahan pertanian. Pemanfaatan tanah aluvial dihadapkan dengan kendala dari sifat tanah yang kurang baik. Upaya perbaikan sifat tanah aluvial dapat dilakukan dengan penggunaan arang sekam padi dan pupuk NPK. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui interaksi antara arang sekam padi dan pupuk NPK, serta mencari dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Berlangsung dari tanggal 30 November 2023 "“ 14 Januari 2024. Penelitian ini menggunakan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah Arang Sekam Padi (a) dan faktor kedua adalah pupuk NPK (b) yang masing-masing terdiri dari 3 taraf. Perlakuan arang sekam padi a1= 10 ton/ha, a2 = 15 ton/ha, a3 = 20 ton/ha. Pupuk NPK b1 = 500 kg/ha, b2 = 600 kg/ha, b3 = 700 kg/ha. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdapat 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 108 tanaman. Terdapat interaksi antara arang sekam padi dan pupuk NPK terhadap berat kering tanaman dan berat segar umbi bawang merah, serta kombinasi dosis yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial ditunjukkan dengan kombinasi arang sekam padi dosis 10 ton/ha dan pupuk NPK dosis 500 kg/ha.Kata Kunci:   Aluvial, Arang Sekam Padi, Bawang Merah, Pupuk NPK
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU PADA TANAH GAMBUT Putri, Ekas July; Zulfita, Dwi; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.88067

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendapatkan interaksi antara konsentrasi pupuk hayati dan urine sapi terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut. Penelitian ini berlangsung mulai tanggal 15 Juni 2024 sampai dengan 15 Agustus 2024. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Sepakat 2, Gang Racana UNTAN Kecamatan Pontianak Tenggara. Penelitian ini menggunakan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan yaitu faktor pertama adalah Konsentrasi Pupuk Hayati (K) dengan 3 taraf perlakuan yaitu : k1 = 2 mL/L air, k2 = 4 mL/L air dan k3 = 6 mL/L air. Sedangkan Faktor kedua adalah Konsentrasi Urine Sapi (U) dengan 3 taraf perlakuan yaitu : u1 = 200 mL/L air, u2 = 300 mL/L air dan u3 = 400 mL/L air. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan terdapat 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah jumlah daun, luas daun total, volume akar, berat segar pertanaman dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan interaksi konsentrasi pupuk hayati dan urine sapi terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah gambut. Interaksi pupuk hayati konsentrasi 4 mL/L air dan urine sapi konsentasi 300 mL/L air dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi yang terbaik pada tanah gambut.
Pengaruh Pupuk Kasgot dan KCL terhadap Pertumbuhan dan Hasil Lobak pada Tanah Gambut Karem, Christian Raymondo; Zulfita, Dwi; Rahmidiani, Rahmidiani
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v14i2.85520

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik dari interaksi pemberian pupuk kasgot dan KCl terhadap pertumbuhan dan hasil lobak pada media tanah gambut. Penelitian ini dilakukan di Jl. Madusari, Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat pada tanggal 12 Oktober 2023 - 30 November 2023. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor pupuk kasgot (K) dan pupuk KCl (P), terdiri dari 9 kombinasi perlakuan, diulang sebanyak 3 kali dan setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman. Adapun Perlakuan yang di berikan pada kegiatan penelitian ini terdiri dari 2 faktor yaitu : k1=5ton/ha setara dengan 100g/tanaman, k2=10 ton/ha setara dengan 200g/tanaman, k3=15ton/ha setara dengan 300g/tanaman dan p1=100kg/ha setara dengan 2g/pertanaman, p2=200kg/ha setara dengan 4g/pertanaman, p3=300kg/ha setara dengan 6g/pertanaman. Variabel yang diamati pada kegiatan penelitian ini yaitu jumlah daun (helai), panjang umbi (cm), diameter umbi (cm), berat segar tanaman (g), berat segar umbi (g), berat kering tanaman (g). Variabel penelitian yaitu meliputi suhu udara harian ((c), kelembaban udara harian (%), dan curah hujan (mm). Hasil penelitian ini terjadi interaksi antara pemberian pupuk kasgot dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah gambut. Hasil terjadi interaksi pupuk kasgot dosis 5 ton/ha setara dengan 100g/tanaman dan pupuk KCl dosis 200kg/ha setara dengan 4g/tanaman sudah sukup efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil lobak di tanah gambut.
Training on Ornamental Plant Cultivation using the Kokedama Technique in Tebang Kacang Village, Kubu Raya Regency Zulfita, Dwi; Budi, Setia; Surachman, Surachman
International Journal of Public Devotion Vol 8, No 1 (2025): January - July 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v8i1.5424

Abstract

The majority of the people in Tebang Kacang village are Madurese who were displaced since the riots between the Madurese and Dayak ethnic groups in West Kalimantan in 2001. Until now, the Madurese people live in the village with very limited land available so that it is not possible to carry out agricultural cultivation which requires large land scale. The problem faced by the Dasa Wisma Mawar group of mothers who are partners in this PKM activity is that they are interested in carrying out an ornamental plant cultivation business, in the very limited time between their daily activities. This community service activity aims to increase knowledge and skills on how to make kokedama from moss and coco fiber for ornamental plants, increase knowledge about how to market kokedama products today. Implementation of service activities to empower housewives is carried out using lecture, discussion and demonstration methods. As a result of this service activity, overall participants liked the method of cultivating ornamental plants using the kokedama technique with a division of 14% preferring cultivation using the kokedama technique, 27% preferring cultivation using plastic flower pots and 53% preferred a combination of both.Pelatihan Budidaya Tanaman Hias dengan Teknik  Kokedama Di Desa Tebang Kacang Kabupaten Kubu RayaABSTRAKMasyarakat desa Tebang Kacang mayoritas adalah suku Madura yang mengungsi sejak   kerusuhan antar etnis Madura dan Dayak di Kalimantan Barat tahun 2001. Sampai sekarang masyarakat suku Madura tersebut tinggal menetap di desa tersebut dengan luas lahan yang disediakan sangat sempit sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan budidaya pertanian yang memerlukan skala lahan yang besar. Titik permasalahan yang dihadapi oleh kelompok ibu-ibu Dasa Wisma Mawar yang menjadi mitra ada kegiatan PKM ini adalah berminat  untuk melakukan usaha budidaya tanaman hias, diantara waktu yang sangat terbatas pada kegiatan sehari-hari. Kegiatan  pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan cara membuat kokedama dari lumut dan fiber coco utnuk media tanaman hias, meningkatkan pengetahuan tentang cara memasarkan produk kokedama di masa saat ini. Pelaksanaan kegiatan pengabdian pemberdayaan ibu rumah tangga dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi. Hasil dari kegiatan pengabdian  ini secara keseluruhan peserta menyukai cara budidaya tanaman hias dengan Teknik kokedama  dengan pembagian 14 % lebih menyukai budidaya dengan Teknik kokedama, 27% lebih menyukai budidaya menggunakan pot bunga plastik dan 53 % menyukai kombinasi keduanyaKata Kunci :Pelatihan; Tanaman Hias;  Teknik Kokedama 
RESPONS BAWANG MERAH AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS KASCING DAN KNO3 PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Valentino, Fernando; Rianto, Fadjar; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.89918

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai arti penting bagi masyarakat, baik dilihat dari nilai ekonomisnya yang tinggi, maupun dari kandungan gizinya. Upaya memperbaiki sifat tanah PMK sebagai media tanam agar mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman bawang merah adalah dengan memberikan bahan organik berupa kascing. Penambahan kascing diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik tanah, dan pemberian pupuk KNO3 untuk menambah unsur hara pada tanah yang kemungkinan tidak bisa terpenuhi oleh kascing. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui interaksi serta mendapatkan dosis interaksi terbaik dari pemberian kascing dan pupuk KNO3 terhadap pertumbuhan bawang merah pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di Kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian berlangsung dari tanggal 14 Maret 2024 "“ 14 Mei 2024. Penelitian ini menggunakan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah kascing (k) k1 = 15 ton/ha kascing, setara dengan 100 g/polybag, k2 = 20 ton/ha kascing, setara dengan 125 g/polybag, k3 = 25 ton/ha kascing, setara dengan 150 g/polybag dan faktor kedua adalah pupuk KNO3 (p) p1 = 250 kg/ha KNO3, setara dengan 1,25 g/polybag, p2 = 350 kg/ha KNO3, setara dengan 1,75 g/polybag, p3 = 450 kg/ha KNO3, setara dengan 2,25 g/polybag. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perlakuan kascing dan pupuk KNO3 tidak menyebabkan pengaruh pada semua variable pertumbuhan dan hasil bawang merah yang ditanam pada tanah PMK. Semua kombinasi dosis kascing dan pupuk KNO3 menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yang sama besarnya. Anjuran perlakuan kascing dan pupuk KNO3 pada tanaman bawang merah adalah 15 ton/ha kascing yang ditambahkan 250 kg/ha pupuk KNO3.
PENGARUH PACLOBUTRAZOL DAN KNO3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA LAHAN SULFAT MASAM Nurjani, Nurjani; Zulfita, Dwi; Darussalam, Darussalam
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3882

Abstract

This study aims to determine the effect of paclobutrazol and KNO3 fertilizer on the growth and yield of sweet corn in acid-sulfate soil. This research was conducted in Kalimas Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency, starting from September 5th 2022 – January 5th 2023. The research used an experimental method with a factorial Split Block pattern consisting of 3 factors with 3 replications. The first factor was the application of paclobutrazol which consisted of 3 concentration levels, namely: 0, 750, and 1500 ppm, while the second factor was the application of KN03 fertilizer with 3 dose levels, namely 4, 8, 12 g/plant. The variables observed were plant height, leaf length, leaf width, stem diameter, cob weight with cob, cob weight without cob, cob length, number of rows per ear, and cob diameter. The results showed the application of Paclobutrazol and KNO3 affected the growth and yield of maize on acid-sulfate soil. Independently administration of paclobutrazol can suppress elongated growth (plant height, leaf length), widen growth (leaf width), and widen the stem (stem diameter), and does not affect plant yield (cob weight without husk). Administration of 0 ppm paclobutrazol and 8 g/plant equal to 400 kg/ha KNO3 gave the best growth and yield of sweet corn on acid-sulfate soil. Keywords: Acid Sulphate, KNO3, Paclobutrazol, Sweet Corn. INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paclobutrazol dan pupuk KNO3 terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan sulfat masam. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai kakap, Kabupaten Kubu  Raya, dimulai sejak  5 September 2022 -  5 Januari 2023. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pola Split Block faktorial yang terdiri dari 3 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian paclobtrazol yang terdiri dari 3 taraf konsentrasi yaitu: 0, 750, dan 1500 ppm, sedangkan faktor kedua adalah pemberian pupuk KN03 dengan 3 taraf dosis yaitu 4, 8, 12 g/tanaman. Variabel yang diamati tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, diameter batang, berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, jumlah baris per tongkol, dan diameter tongkol. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa Pemberian Paclobutrazol dan KNO3 berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil jagung pada lahan sulfat masam. Secara mandiri pemberian paclobutrazol dapat menekan pertumbuhan memanjang (tinggi tanaman, panjang daun), memperlebar pertumbuhan (lebar daun) serta memperlebar batang (diameter batang), serta tidak memperngaruhi hasil tanaman (berat tongkol tanpa kelobot). Pemberian paclobutrazol 0 ppm dan KNO3 8g/ tanaman setara dengan 400 kg/ha memberikan pertumbuhan dan hasil jagung manis terbaik pada lahan sulfat masam. Kata Kunci : Jagung Manis, KNO3, Paclobutrazol, Sulfat Masam
EFFISIENSI PEMANFAATAN RED MUD DAN BOKHASI LIMBAH SAYURAN PADA MEDIA GAMBUT DALAM MENINGKATKAN KETERSEDIAAN DAN SERAPAN HARA TANAMAN LOBAK Susana, Rini; Hadijah, Siti; Rahmidiyani, Rahmidiyani; Zulfita, Dwi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3874

Abstract

One of the efforts that can be made to improve the problem of low pH and low peat soil fertility is by providing ameliorant materials and organic fertilizer. Ameliorant is a material that can improve soil fertility and overcome soil acidity, one of which is red mud as a soil conditioner because it has a very alkaline pH. The objectives of this research are: 1. To assess the availability of N, P, K, Ca and Mg nutrients in peat media that is ameliorated with red mud and vegetable waste. 2. To assess the nutrient uptake of N, P, K in white radish  grown in peat media with amelioration of red mud and vegetable waste bokashi.This research was carried out at the Experimental Field, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. This research used a Completely Randomized Factorial Design (CRD) with 2 factors. The first factor is red mud dosage (R) and the second factor is vegetable waste bokashi (B), Each factor consist of 3 level of dosage,  Red mud dosage levels are: 16 tons/ha; 18 tons/ha; 20 tons/ha, the bokashi dosage level for vegetable waste is: 15 tons/Ha; 20 tons/ha and 25 tons/ha. Observation variables include the availability of nutrients N, P, K, Ca, Mg, uptake of nutrients N, P, K, dry weight and fresh weight of white radish. The research showed that the application of red mud and  vegetable waste bokashi to peat soil was able to increase pH, base saturation, availability of the nutrients P, Ca, Mg, K and Na. However, the application of red mud and bokashi vegetable waste reduced the CEC and Organic C values of the soil. The uptake of the nutrients N, P and K was relatively the same between treatment combinations, the absorption of the N element was the greatest, followed by the elements K and P. The application of 18 tons/ha of red mud and 15 tons/ha of vegetable waste bokashi was an effective dose for the growth and yield of white radish on peat soil. Key words: peat, red mud, vegetable waste bokashi, radish INTISARI          Satu di antara upaya yang  dapat dilakukan untuk memperbaiki kendala pH rendah dan kesuburan tanah gambut yang rendah yaitu dengan pemberian bahan amelioran dan pupuk organik. Amelioran merupakan bahan yang dapat memperbaiki tanah dan mengatasi kemasaman tanah, salah satunya yaitu lumpur merah (Red mud) sebagai pembenah tanah karena memiliki pH yang sangat basa. Tujuan penelitian ini adalah: 1. Mengkaji ketersediaan hara N,P,K,Ca dan Mg pada media gambut yang diameliorasi dengan red mud dan bokasi limbah sayuran. 2. Mengkaji serapan hara N,P,K pada tanaman lobak yaang ditanam pada media gambut dengan ameliorasi red mud dan bokashi limbah sayuran. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Faktorial Pola Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor.  Faktor pertama yaitu dosis red mud (R) sebanyak 3 taraf dan faktor kedua yaitu Bokasi limbah Sayuran (B) sebanyak 3 taraf sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Taraf dosis red mud adalah: 16 ton/ha; 18 ton/ha ; 20 ton/ha, taraf dosis bokashi limbah sayuran adalah: 15 ton/Ha; 20 ton/ha dan 25 ton/ha. Variabel pengamatan meliputi ketersedian unsur hara N,P,K, Ca, Mg, serapan unsur hara N,P,K, berat kering dan berat segar tanaman lobak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian red mud dan bokashi limbah sayuran pada tanah gambut mampu meningkatkan pH, Kejenuhan Basa, ketersediaan unsur hara P, Ca, Mg,K dan Na. Namun, pemberian red mud dan bokashi limbah sayuran  menurunkan nilai KTK dan C Organik tanah.  Serapan unsur hara N, P dan K relatif sama antar kombinasi perlakuan, penyerapan unsur N paling besar diikuti okeh unsur K dan P. Pemberian red mud 18 ton/ha dan bokashi limbah sayuran 15 ton/ha merupakan dosis efektif terhadap pertumbuhan dan hasil lobak  pada tanah gambut.Kata kunci: Bokashi limbah sayuran, Gambut, Lobak,  red mud
Co-Authors 'Azizah, Nur Wafiq * SELUS ., Astina A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmadi Achmadi Ade Elbani Ade Mirza Aditya Aditya Adrianus Kamaledho Dume Afrizal - Agus Hariyanti Agus Hariyanti Agus Hariyanti Agustina Listiawati Ahmad Mulyadi Ahmad Mulyadi Surojul Ainurrahman, Yadi Aktris Nuryanti, Aktris ALAN NUARI Alhadiansyah Amanda, Tasya Andi Ihwan Ari Firmansyah, Ari ari krisnohadi Arien, Arien Asep Nursangaji Ashari, Asri Mulya Asnawati Asnawati ASNAWATI ASNAWATI Aswandi - Basuni, Basuni Bistari Boby, Faskalis Damayanti, Fena Ruthmayda Ernita Darussalam Darussalam, Darussalam Dini Anggorowati Dini Anggorowati Diputra, Juhar dupa bandem, putu Dwi Raharjo Eddy Santoso Eddy Santoso Edy Suasono Edy Syahputra Eko Ariyanto Elly Mustamir Elly Suharlina Erni Djun Astuti Eva Dolorosa Evi Gusmayanti Fadjar Rianto Fauziah, Firdanti Feby, Febrina Fernando Etes Fitri Imansyah Fitri, Kurnilah Ary FRANSISKA, EVA Ghazali, Fardhoni Hadary, Ferry Hamdani - Hariyanti, Agus Henny Sulistyowati Herry Sujaini Hidayat Hidayat Hiromitsu, Kuno HUTAHAEAN, YOGI Imam Ghozali Indri Hendarti Ismawartati - Iwan Sasli Jefri Jefri Jiran Jiran, Jiran Juanda Juanda Karem, Christian Raymondo Kartika, Anna Silviyana Kristin, Valenti Kusumapradja, Rokiah Lala, Maria Elisabet Lamita, Dinni Layo, Aldi Pernando Lestari Lestari Lusia Neni Magdalena Magdalena Maharani, Rizka Aulia Marbun, Tiurida Marudur, Reni Masmanira nira Maswadi - Maulidi - Maulidi lidi Maulidi Maulidi MAULINDA, SEPTI Mbaku, Wilhelmina Wiku Meiran Panggabean meko, albertus Memet Agustiar Mochammad Meddy Danial Muanuddin - Muhammad Pramulya, Muhammad Muhammad Yusuf Muhsin Muhsin Mulyadi Safwan Naufah, Naufah Nazara, Jefirstino Ningsih, Kurnia Normansyah, Hadi Ikhlas Novensius, Edoardus Nurhayati Nurhayati Nurjani Nurjayanti - Nurmainah - Nurmainah Nurmainah Nurmainah Nurmainah Nurul Asmita NYANGKO, ALDIANUS Pangaribuan, Franky Patriani Patriani Pramulya , Muhammad PRANATA, YUDA Prayonas, Walan Priyo Saptomo Purwaningsih - Purwaningsih - Putri, Ekas July Putri, Muslimah Duwi Putu Dupa Bandem Putu Dupa Bandem Rachmawati Ragiman, Ragiman Rahmidiani, Rahmidiani Rahmidiyani - Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Ratna Herawatiningsih Riduansyah - Rikardo Halomoan Sihotang rini hazriani Rini Susana Rita Kurnia Apindiati Rommy Patra Ryan Mustakim Safara Safara, Safara Sagita, Tiara Putri Sahat Irawan Manik sandra, edi Saputri, Gita Saputri, Helmi Setia Budi Setia Budi Setia Budi Shenny Oktoriana Sholva, Yus Silalahi, Ferdinand Krismanto Silvia Uslianti Simamora, Cico Jhon Karunia Simarmata, Haris Ganda Saputra Sinaga, Siska Rauni Siti Hadijah Siti Hadijah Siti Halidjah Sopiansyah Sopiansyah, Sopiansyah Sri Rahayu SRI RAHAYU Stepanus Sahala Sitompul Sukardi, Viktor Sularto - Surachman - Surachman . Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Surachman Sy. Hasyim Azizurrahman Syahbani, La Muhammad Imam Syaifurrahman Syaifurrahman Syamswisna , syarief ferry alkadrie Tantri Palupi Tarigan, Monika Febriani Tatang Abdurrahman, Tatang Taufiqulhakim, Muhammad Alvin Uti Asikin Valentino, Fernando Veronika Gita Waroki Vivi Bachtiar Wahyu Muhammad Wahyuni, Anis Wanti Fitrianti Wardiah, Ahla Warganda Warganda wasian wasian, wasian Wendy Windhu Putra Witarsa - Wulandari, Tutut Dwi Yohanes Gatot Sutapa Yos Anas Riadi Yuliansyah Yuliansyah Yuline - Yulis Jamiah Yusrizal, Herri Zubaidah R