p-Index From 2021 - 2026
19.634
P-Index
This Author published in this journals
All Journal LAW REFORM Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Menara Ilmu MIZAN, Jurnal Ilmu Hukum Ensiklopedia Education Review Jurnal Menara Ekonomi : Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Konfrontasi: Jurnal Kultural, Ekonomi dan Perubahan Sosial Jurnal Christian Humaniora Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences NOMOI Law Review JURNAL RECTUM: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Britain International of Humanities and Social Sciences (BIoHS) Journal International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Jurnal Ekonomi Jurnal Info Sains : Informatika dan Sains Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) Journal of Research in Social Science and Humanities International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Bengkoelen Justice : Jurnal Ilmu Hukum International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research, and Technology (IJSET) Jurnal Hukum Sehasen Locus Journal of Academic Literature Review Journal Evidence Of Law Journal of Management Analytical and Solution Literacy : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities Zona Manajerial: Program Studi Manajemen (S1) Universitas Batam International Journal of Economics and Management Research JUDGE: Jurnal Hukum International Conference on Health Science, Green Economics, Educational Review and Technology (IHERT) Innovative: Journal Of Social Science Research Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences International Journal of Economic, Technology and Social Sciences (Injects) LAWYER: Jurnal Hukum Management Studies and Business Journal Jurnal Batavia Public Service And Governance Journal Social Sciences Journal Journal Of Management Analytical and Solution (JoMAS) International Journal of Law and Society International Journal of Sociology and Law JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA Proceedings of The International Conference on Multidisciplinary Science Journal of International Islamic Law, Human Right and Public Policy International Journal Of Synergi In Law, Criminal And Justice Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Disiplin Ilmu International Journal of Society and Law Ecoducation International Journal of Economics and Management Research Ipso Jure Journal of Strafvordering Indonesian Human Rights et Justicia
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Kewenangan Penyidik Dalam Menentukan Status Tersangka Bagi Penyalahguna Narkotika (Studi Kasus Di Kantor Kepolisian Resor Padangsidimpuan) Dedi Saputra Waruwu; Henry Aspan; T. Riza Zarzani
Judge : Jurnal Hukum Vol. 7 No. 01 (2026): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v7i01.2673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kewenangan penyidik dalam menentukan status tersangka bagi penyalahguna narkotika, dengan fokus studi kasus di Polres Padangsidimpuan. Permasalahan utama yang diangkat adalah adanya kompleksitas dalam membedakan peran antara penyalahguna murni yang berhak mendapatkan rehabilitasi dengan pengedar yang harus menjalani proses hukum pidana sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan sosiologi hukum, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan penyidik Satres Narkoba Polres Padangsidimpuan serta studi dokumen terkait berkas perkara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan status tersangka didasarkan pada minimal dua alat bukti yang sah, keterangan saksi, serta hasil asesmen dari Tim Asesmen Terpadu (TAT) untuk menilai tingkat ketergantungan korban. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala seperti keterbatasan fasilitas rehabilitasi dan sulitnya mengungkap jaringan peredaran yang sering kali memosisikan penyalahguna sebagai bagian dari sindikat. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya diskresi penyidik yang objektif serta penguatan koordinasi lintas instansi agar penegakan hukum terhadap penyalahguna narkotika dapat mencapai tujuan keadilan rehabilitatif tanpa mengabaikan efek jera.Sebagai simpulan, efektivitas kewenangan penyidik dalam menentukan status tersangka memerlukan penguatan sinergi antarlembaga dan ketersediaan sarana prasarana yang memadai di tingkat lokal. Tanpa adanya dukungan fasilitas yang representatif dan transparansi dalam proses asesmen, diskresi penyidik rentan terhadap resistensi sosial dan stigma negatif dari masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi fungsi koordinasi dan standarisasi kriteria yang lebih humanis agar tujuan hukum dalam mewujudkan kemanfaatan bagi penyalahguna narkotika dapat tercapai secara maksimal tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas penegakan hukum.
Implementasi Penanganan Hukum Terhadap Tindak Pidana Penjarahan Pada Toko Ritel Di Kota Sibolga Pasca Bencana Banjir Pada Polres Sibolga Dedi Hermawan Sinaga; Henry Aspan; T. Riza Zarzani
Judge : Jurnal Hukum Vol. 7 No. 01 (2026): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v7i01.2678

Abstract

The occurrence of looting after natural disasters represents a serious legal and social issue in Indonesia. In Sibolga City, flood disasters not only caused economic losses and disrupted community activities but also triggered criminal acts in the form of retail store looting. This situation raises concerns regarding the effectiveness of criminal law enforcement, the role of the police in maintaining public order, and legal protection for affected business owners. This study aims to analyze the implementation of legal handling against looting crimes in Sibolga City following flood disasters and to identify obstacles faced by the Sibolga Resort Police in law enforcement efforts. The research applies a normative juridical method using statutory, conceptual, and case approaches. Legal materials were obtained from legislation, books, journals, and other relevant legal sources, which were analyzed qualitatively. The results show that law enforcement carried out by the Sibolga Police refers to the Indonesian Criminal Code provisions on aggravated theft through preventive and repressive measures. However, the enforcement process still encounters several obstacles, including limited evidence, unstable social conditions, and low public legal awareness during emergencies. Therefore, stronger disaster-based criminal law policies, improved security measures, and increased public legal awareness are needed to support more effective and humane law enforcement.
Pertanggungjawaban Pidana Dugaan Perusakan Lingkungan Penyebab Terjadinya Banjir Di Sibolga (Studi Kasus Polres Sibolga) Arifin Bernad Tampubolon; Fitri Rafianti; Henry Aspan
Judge : Jurnal Hukum Vol. 7 No. 01 (2026): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v7i01.2679

Abstract

Flood incidents occurring in Sibolga City are not merely influenced by extreme rainfall, but are also closely associated with the declining environmental conditions within surrounding ecological support areas, particularly in Tapanuli Tengah Regency. This situation gives rise to legal concerns regarding environmental law regulation and the extent to which criminal liability may be imposed for alleged environmental destruction contributing to flood disasters. This study aims to examine the legal framework concerning alleged environmental destruction related to flooding in Sibolga and to analyze the implementation of criminal liability for such actions. The research applies a normative-empirical legal method through statutory, conceptual, and case approaches. Data were collected through literature review, documentation studies, and interviews with relevant parties, then analyzed qualitatively using a juridical-analytical approach. The findings reveal that Indonesian environmental legislation generally provides a sufficient legal foundation to address activities causing environmental degradation. Nevertheless, the enforcement of environmental criminal law in flood-related cases in Sibolga continues to encounter several obstacles, particularly in proving causation, utilizing scientific environmental evidence, and establishing effective coordination among institutions. Accordingly, this study emphasizes the importance of strengthening scientific environmental evidence, improving inter-agency cooperation, and reinforcing the role of environmental criminal law as an instrument for environmental protection and disaster mitigation.  
Penegakan Hukum Pidana Terhadap Kejahatan Lingkungan Berbasis Bencana pada Polres Sibolga Agus Adhitama; Fitri Rafianti; Henry Aspan
Judge : Jurnal Hukum Vol. 7 No. 01 (2026): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v7i01.2680

Abstract

Kerusakan lingkungan hidup yang memicu meningkatnya ancaman bencana ekologis telah berkembang menjadi persoalan penting dalam sistem penegakan hukum di Indonesia. Tindak kejahatan lingkungan saat ini tidak lagi dipahami sebatas pelanggaran administratif, melainkan telah dikategorikan sebagai tindak pidana yang berpotensi mengancam keberlangsungan ekosistem, keselamatan masyarakat, dan stabilitas pembangunan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan penegakan hukum pidana terhadap kejahatan lingkungan berbasis bencana pada tahap penyidikan di Kepolisian Resor (Polres) Sibolga serta menelaah integrasi antara hukum lingkungan, hukum pidana, dan manajemen kebencanaan dalam penanganan perkara lingkungan hidup. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif empiris dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan Aparat Penegak Hukum (APH) serta instansi terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif proses penyidikan tindak pidana lingkungan hidup di Polres Sibolga telah berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, namun implementasinya masih menghadapi sejumlah kendala, seperti lemahnya pembuktian ilmiah, dominasi pendekatan administratif, keterbatasan kemampuan teknis penyidik, serta belum optimalnya koordinasi antar lembaga. Selain itu, integrasi antara hukum lingkungan, hukum pidana, dan manajemen kebencanaan dalam penanganan perkara lingkungan hidup juga belum terlaksana secara efektif karena penanganannya masih bersifat sektoral. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan kapasitas penyidik, optimalisasi penggunaan pembuktian ilmiah, dan peningkatan koordinasi lintas sektor guna menciptakan penegakan hukum lingkungan yang efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Problematika Sinkronisasi Pengaturan Tindak Pidana Narkotika Masa Transisi KUHP Baru (Studi Kasus pada Polres Padangsidimpuan) Amun Kamil Siregar; Fitri Rafianti; Henry Aspan
Judge : Jurnal Hukum Vol. 7 No. 01 (2026): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v7i01.2681

Abstract

Abstract Lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Baru) membawa paradigma baru dalam penegakan hukum pidana di Indonesia, termasuk terhadap tindak pidana narkotika. Namun, masa transisi sebelum pemberlakuan penuh pada tahun 2026 menimbulkan tantangan sinkronisasi dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika hukum yang muncul dalam sinkronisasi pengaturan tindak pidana narkotika di masa transisi serta implementasi penegakannya di wilayah hukum Polres Padangsidimpuan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan sosiologi hukum. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan penyidik Satres Narkoba Polres Padangsidimpuan, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan adanya dualisme norma dan ketidakpastian hukum mengenai relevansi sanksi pidana minimum khusus dalam UU Narkotika yang mengalami perubahan konsep dalam KUHP Baru. Di Polres Padangsidimpuan, kendala utama yang dihadapi meliputi keraguan dalam penyusunan berkas perkara yang selaras dengan semangat kodifikasi KUHP Baru serta perbedaan interpretasi antara penyidik dan penuntut umum mengenai pasal-pasal jembatan selama masa transisi. Ketidaksiapan infrastruktur regulasi turunan dan perlunya rekualifikasi delik narkotika menjadi faktor penghambat terciptanya kepastian hukum yang berkeadilan di tingkat penyidikan.
Rekonstruksi Pengembangan Polisi Siber Tingkat Kewilayahan Dalam Penguatan Penegakan Hukum Siber di Indonesia Ninda Krisnawati Septarini Hulu; Henry Aspan; Fitri Rafianti
Judge : Jurnal Hukum Vol. 7 No. 01 (2026): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v7i01.2685

Abstract

Pesatnya eskalasi kejahatan siber di tingkat daerah tidak berbanding lurus dengan kapasitas operasional penegakan hukum di tingkat kewilayahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi serta merumuskan rekonstruksi pengembangan Polisi Siber di tingkat Kepolisian Daerah (Polda) dan Kepolisian Resor (Polres) guna memperkuat penegakan hukum siber di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat fragmentasi regulasi dan keterbatasan wewenang dalam struktur organisasi Polri saat ini yang menghambat efektivitas penanganan perkara siber di daerah. Rekonstruksi yang diusulkan meliputi penguatan basis legalitas melalui revisi Peraturan Kapolri tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) tingkat kewilayahan dan sinkronisasi wewenang penyidikan berdasarkan UU ITE terbaru. Kesimpulannya, penguatan Polisi Siber di tingkat wilayah merupakan kebutuhan mendesak untuk mewujudkan kepastian hukum dan akses keadilan bagi masyarakat di ruang digital.
Medical Legal and Ethical Responsibility in Alleged Doctor-Patient Sexual Harassment: Decision No. 114/Pid.Sus/2021/PN Idi Durra Sadrina Hasan; Henry Aspan; Irsyam Risdawati
Social Sciences Journal Vol. 3 No. 2 (2026): August
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/sosj.v3i2.1846

Abstract

Allegations of sexual harassment arising during medical examinations create a difficult boundary between patient protection, criminal law, professional ethics, and the legal protection of doctors. This study examines medical legal and ethical responsibility in Decision No. 114/Pid.Sus/2021/PN Idi and evaluates the roles of the Indonesian Doctors Association (IDI), the Medical Ethics Honorary Council (MKEK), the Indonesian Medical Disciplinary Honorary Council (MKDKI), and the Professional Disciplinary Council (MDP). The study uses a qualitative juridical approach centered on the court decision and relevant health-law and professional-regulation materials. The analysis shows that the court protected professional medical discretion because the disputed examination was conducted for diagnostic purposes within professional authority, standard operating procedures, and the therapeutic relationship, so material unlawfulness and malicious intent were not established. At the same time, the absence of professional ethical or disciplinary assessment before criminal proceedings exposed a procedural weakness and a risk of premature criminalization. Law No. 17 of 2023 strengthens protection by requiring an MDP recommendation before criminal investigation. Effective coordination between professional institutions and law enforcement is therefore essential to balance patient rights, accountability, and legal certainty for doctors.
Legal Review Of Health Insurance Claim Denial Caroline Mellisa; Henry Aspan; Redyanto Sidi
Social Sciences Journal Vol. 3 No. 2 (2026): August
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/sosj.v3i2.1849

Abstract

Health insurance provides financial protection against health risks, yet disputes over claim denial remain frequent in Indonesia. This study analyzes the legal basis of health insurance claim rejection, identifies the principal causes of disputes, and examines legal protection available to policyholders. A normative juridical method was applied through statutory and conceptual approaches using legislation, legal doctrine, scientific literature, and relevant regulatory materials. The analysis shows that claim denials commonly arise from incomplete medical documentation, pre-existing-condition clauses, waiting periods, policy exclusions, and differences in the interpretation of medical necessity between hospitals and insurers. The contractual imbalance between insurers and policyholders, combined with limited transparency of policy terms, can intensify disputes. Existing protection is grounded in contract law, consumer protection law, insurance regulation, and Financial Services Authority rules, but implementation requires greater consistency. Stronger disclosure standards, standardized medical-necessity criteria, digitalized claim verification, and effective complaint and dispute-resolution mechanisms are required to improve fairness, transparency, and legal certainty in Indonesian health insurance services.
Co-Authors Abdul Rahman Maulana Siregar Abdul Rahman Maulana Siregar Abdul Razak Nasution Abul Fauzi Tarigan Ade Syafitri Agus Adhari Agus Adhitama Ahmad Junaidi Aliftha Rozakiya Amanda Dwi Priaguna Ami Natuz Zahara Ami Natuz Zahara Amlan, Amlan Amun Kamil Siregar Andi Fahri Hasibuan Andoko , Andoko Anggy Auliawan Ansori Maulana Ari Prabowo Ari Suganda Arifin Bernad Tampubolon Aryani Atika Windynata Sipayung Ayu Kurnia Sari Azhali Siregar Bambang Fitrianto Bambang Fitrianto Beby Sendy Benny Nova Berton Lumban Tobing Boy Alexander Hutasoit Caroline Mellisa Chandra Dewi Dahlan Dahlan Dahlan Dahlan Daniel Mulia Darwis Anatami Daud Arifin Dedi Hermawan Sinaga Dedi Saputra Waruwu Delima Nasution Deni Karnius Zebua Dhermawan, M. Ryan Dian Mahardi Lestari Dina Andiza Dira Dinda Alti Doly Amanda NST Duma Milanta Durra Sadrina Hasan Dwi Faradina Eddy Sumardi Eko Sahputra Elly Rumengan Endang Suhendra Etty Sri Wahyuni Etty Uyun Etty Uyun Etty Uyun Fadlan Fadlan Firman Marganda Tampubolon Fitri Rafianti Fitri Rafianti Fitria Ramadhani Siregar Fitria Ramadhani Siregar Freddi Agus Hutapea Freddi Agus Hutapea Gloria Gita Putri Ginting Gunawan Gunawan H. Dahlan Halim, Gusni Hardi Hermawan Hasdiana Juwita Bintang Hasdiana Juwita Bintang Hendra Julianto Marselinus Tarigan Hendro Gunawan Henky Dalimunte Henny Saida Flora Henny Saida Flora Herman , Herman Heru Kurniawan Hilbertus Sumplisius M. Wau Hotman Manullang Indawati Lestari indrawan, muhammad isa indrawan Irawati Irawati Irmanto Brampu Irmanto Brampu Irsyam Risdawati Ismed Ismed Jemmy Rumengan Jon Heder Depari Jonly Harmon Hadi Purba Juan Carlos Hutabarat Juli Purwanti Kiki Farida Ferine Lestari Lamindo Limbong Lestari, Dian Mahardi Listra Sembiring M. Ramadhan S. M. Tartib Maekal Ananta Pratama Ginting Maharani Maharani, Maharani Mahya, Husna Mardiani Putri Harahap Mariana Zhuo Marice Simarmata Mariduk Lumban Tobing Mhd Azhali Siregar MHD AZHALI Siregar Mhd Azhali Siregar MHd Azhali Siregar Mhd. Azhali Siregar Mhd. Azhali Siregar Mhd. Azhali Siregar Muhammad Alief Muhammad Ari Syahputra Muhammad Arif Sahlepi Muhammad Aulia Amir Batu Bara Muhammad Azhali Siregar Muhammad Buzjany Dzikry Muhammad Edwin Syahputra Lubis Muhammad Fauzy Daulay Muhammad Husni Dalimunthe Muhammad Iqbal Anwar Muhammad Juang Rambe Muhammad Rinaldi Tarigan Muhammad Riza Murnita, Eva Mutia Octavia Ngaliman Ngaliman Ninda Krisnawati Septarini Hulu Novan Trianda Matondang Onny Medaline Oskar Refelino Tambunan Pardede, Fransthahi Hamonangan Pirma Ivan Ricky Manurung Priyatna, Escha Gusnadhi Putra, Randi Rian Putri Mauliza Putri Mauliza, Putri Rafianti, Fitri Rahmad Mirad Ralph Alfred Jericho David Kelana Zendrato Ramadhan, Faris Rambe, Dinda Fadilah Redyanto Sidi Redyanto Sidi Reza Ananda Syahputra Rico Nur Ilham Ridha Novita Sari Rifa Zulkarnain Riki Andreas Simbolon Rina Hartaci Nasution Rindi Andika Riska Febria Afrila Risman Setiawan Rivi Hamdani Lubis Riza Firdaus Riza Firdaus Riza Wira Pratiwi Lumbantoruan Riza Wira Pratiwi Lumbantoruan Riza Zarzani Riza Zarzani, T. Ronny Yoesfianda Rosli, Rozaini Rozaini Rozaini Rumengan, Angelina E. Sahlan Pege Siregar Sardi Sardi Sembiring, Brema Risdianto Shoniya Dwi Putri Shabrina Siregar, Abdul Rahman Maulana Siti Nurhayati Siti Nurhayati Siti Nurhayati Sonia Salsabilah Sri Devi Zebua Sri Rahmadani Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulyaprilawati Battri Siahaan Sumarno Sumarno . Syahirah Ishmah Hutabarat T Riza Zarzani Tamaulina Br Sembiring Tarigan, Egi Christianta Tarigan, Tegar Dermawan Tengku Riza Zarzani N Tonnes Gultom Tri Faranita Viola Gemmy Gemaya Wahyu Numan Prasetya Wau, Hilbertus Sumplisius M. Yahya Tanjung Yasmirah Mandasari Saragih Yemima Br Ginting Yohny Anwar Yopa Emalia Fajarini Yosua, Dicky Zul Pahmi Harahap Zulfahmi Harahap Zulkarnain Pasaribu